Semangat Relawan Muslim yang Tidak Hanya Berbagi Tenaga, tetapi Juga Harapan

Bogor – 1miliarsantri.net : Di balik setiap aksi kemanusiaan, selalu ada wajah-wajah tulus yang bekerja tanpa pamrih. Mereka adalah relawan Muslim, individu yang tidak hanya memberikan tenaga, tetapi juga menghadirkan harapan di tengah masyarakat yang membutuhkan. Melalui semangat Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), para relawan ini menjadi wujud nyata nilai-nilai Islam yang hidup dan berdaya. Menjadi relawan Muslim bukan sekadar soal turun ke lapangan dan membantu secara fisik. Lebih dari itu, mereka membawa energi spiritual yang menguatkan: bahwa menolong sesama adalah bentuk rasa syukur kepada Allah sekaligus cerminan keimanan. Dalam dunia yang sering sibuk dengan urusan pribadi, para relawan Muslim justru memilih jalan pengabdian jalan yang tidak selalu mudah, namun penuh makna. Relawan Muslim dan Nilai-Nilai Ziswaf yang Menghidupkan Konsep Ziswaf bukan semata tentang memberi harta, tetapi tentang menyalurkan keberkahan dan menghidupkan nilai kepedulian sosial. Di sinilah peran relawan Muslim menjadi begitu penting. Mereka menjadi jembatan antara para donatur dan penerima manfaat, memastikan bahwa setiap zakat, infak, sedekah, atau wakaf tersampaikan dengan amanah dan penuh kasih. Dalam berbagai kegiatan sosial, relawan Muslim tidak hanya hadir membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan. Mereka turun langsung ke daerah bencana, mengantarkan paket pangan ke pelosok, hingga membantu pembangunan sarana wakaf seperti masjid, sekolah, dan sumur air bersih. Semua dilakukan dengan niat tulus, karena bagi mereka, berbagi bukan kewajiban semata, melainkan panggilan hati. Setiap tenaga yang dicurahkan adalah bentuk sedekah tenaga, yang nilainya tidak kalah besar dari sedekah materi. Dari keringat dan kelelahan itu lahir harapan baru bagi mereka yang kehilangan semangat hidup. Tenaga yang Menguatkan, Harapan yang Menyembuhkan Di tengah situasi sulit, kehadiran relawan Muslim sering menjadi cahaya yang menenangkan. Bukan hanya karena bantuan yang dibawa, tetapi karena senyum, sapaan, dan semangat yang mereka tularkan. Bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah, kehadiran relawan ini sering kali menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri. Tenaga yang diberikan relawan Muslim bukan hanya untuk membangun atau mengangkat barang, tetapi juga untuk menguatkan jiwa. Mereka mendengarkan kisah para korban, memberi motivasi, dan menanamkan harapan baru. Dalam setiap langkah dan doa yang terucap, ada keyakinan bahwa menolong satu jiwa sama dengan menolong seluruh umat manusia. Inilah makna mendalam dari Ziswaf dalam praktik kehidupan. Zakat membersihkan harta, infak dan sedekah menumbuhkan empati, sedangkan wakaf menjadi warisan keberkahan jangka panjang. Relawan Muslim adalah penggerak yang memastikan nilai-nilai itu terus hidup di tengah masyarakat. Gerakan Sosial yang Menyatu dengan Jiwa Umat Gerakan para relawan Muslim bukan sekadar kegiatan amal, melainkan gerakan moral yang menumbuhkan kepedulian dan solidaritas umat. Mereka menunjukkan bahwa keberkahan hidup tidak diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa besar yang bisa dibagikan. Kini, semakin banyak generasi muda yang ikut bergabung sebagai relawan Muslim. Mereka melihat bahwa menebar kebaikan bisa dilakukan dengan cara yang modern, kreatif, dan kolaboratif, mulai dari penggalangan dana digital hingga aksi sosial lintas daerah. Semangat ini membuktikan bahwa nilai-nilai Ziswaf tetap relevan dan dapat dihidupkan di era digital. Selama masih ada relawan Muslim yang bergerak dengan hati, harapan tidak akan pernah padam. Mereka bukan hanya membantu menguatkan fisik umat, tetapi juga menjaga nurani sosial agar tetap hidup dan menyala. Menjadi relawan Muslim bukan sekadar tentang berbuat baik tetapi tentang menghidupkan nilai kemanusiaan yang paling dalam. Bahwa setiap tenaga yang kita berikan, setiap senyum yang kita tebarkan, dan setiap langkah kecil menuju kebaikan, adalah bagian dari ibadah yang bernilai besar di sisi Allah. Semoga semangat para relawan Muslim menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik, bukan hanya saat dibutuhkan, tetapi karena hati kita telah terbiasa untuk peduli. Sebab di dunia yang sering terasa keras, keikhlasan adalah bentuk kekuatan paling lembut yang bisa menyembuhkan. Penulis: Salwa Widfa Utami Foto Ilustrasi AI Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto budiman

Read More

Bencana Sumatera: Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Penanganan Tanggap Darurat

Jakarta – 1miliarsantri.net: Bencana alam yang terjadi di 3 (tiga) provinsi di Pulau Sumatera mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Presiden Prabowo memerintahkan percepatan penanganan tanggap darurat sejak hari pertama terjadi bencana alam di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Seluruh Unsur Bergerak Cepat Mengutip presidenri.go.id, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menyampaikan bahwa pemerintah memastikan seluruh unsur bergerak cepat untuk menjamin keselamatan warga dari bencana yang dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem yang berdampak luas di sejumlah wilayah. Pratikno menegaskan, “Jadi sejak hari pertama terjadinya bencana, Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami Tim BNPB langsung bergerak dibantu TNI–Polri, Pemda aktif, dan untuk tanggap darurat itu tenda-tenda pengungsian terus makanan segala kebutuhan sehari-hari sudah dikirim.” Menko PMK menambahkan, pengiriman bantuan mendesak kembali dilakukan atas arahan langsung Presiden Prabowo. Pemerintah menekankan pentingnya peralatan prioritas untuk mendukung efisiensi operasi tanggap darurat. Perintah Presiden Prabowo Presiden Prabowo menginstruksikan pengiriman kebutuhan mendesak sebagaimana disampaikan oleh Seskab seperti alat komunikasi, perahu karet, kemudian genset listrik, itu hal yang juga sangat diperlukan untuk supaya pekerjaan-pekerjaan tanggap darurat ini semakin efisien. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa pengiriman bantuan terbaru dilakukan pada pukul 07.30 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. “Jadi pagi ini sekitar pukul setengah delapan pagi, telah diberangkatkan, atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait, untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat: tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di Tanah Air untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan persnya kepada awak media usai pengiriman bantuan. Diapun menambahkan, Tim PU (Pekerjaan Umum) juga bergerak, karena beberapa lokasi titik itu putus, mulai dari tanah longsor, kemudian jalan yang tertimbun, dan lain-lain, itu juga sudah bergerak,” tutup Menko Pratikno.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto : PresidenRI.Go.Id

Read More

KKN Poltekesos Bandung Hadir di Desa Karangmuncang: Edukasi Lansia Lewat Program “Keluarga Peduli, Lansia Bahagia”

Program KKN Poltekesos Bandung di Desa Karangmuncang menggelar edukasi kesehatan lansia bertema “Keluarga Peduli, Lansia Bahagia” dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat. Kuningan, Jawa Barat – 1miliarsantri.net: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung Program Studi Rehabilitasi Sosial melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Salah satu rangkaian kegiatannya adalah praktikum edukasi kesehatan lansia di Posyandu Dusun Pon, mengusung tema “Keluarga Peduli, Lansia Bahagia.” Acara ini diikuti oleh 20 peserta lansia beserta keluarga pendamping. Turut hadir Kepala Desa Karangmuncang Deni Masdeni, para kader posyandu, pengurus LKSLU Wahana Insani Waluya, dan tokoh masyarakat setempat. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusias dari para lansia serta keluarga. Ketua pelaksana kegiatan, Wafda Kamilah Azka, menyampaikan apresiasinya atas dukungan seluruh pihak. “Terima kasih atas perhatian dan partisipasi Kepala Desa, para kader, lansia dan keluarga, serta LKSLU Wahana Insani Waluya. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa Poltekesos,” ujarnya. Hal senada disampaikan Rina Wahyuningsih, kader desa. “Kami sangat menyambut baik edukasi seperti ini agar keluarga semakin memahami pentingnya perhatian terhadap lansia dalam kehidupan sehari-hari.” Sementara itu, Kepala Desa Karangmuncang, Deni Masdeni, berharap kehadiran mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Desa kami selalu membuka ruang untuk mahasiswa KKN dan semoga hasil kegiatan ini meningkatkan pengetahuan terutama terkait kesehatan lansia,” tegasnya. Materi Edukasi: Dukungan Keluarga Kunci Kebahagiaan Lansia Materi utama disampaikan oleh Erhan Herdiyanto, Ketua LKSLU Wahana Insani Waluya. Ia menekankan peran penting keluarga dalam pendampingan lansia yang rentan terhadap penurunan kesehatan dan fungsi kognitif. “Yang paling penting bagi lansia adalah diakui, diperhatikan, dan dibantu melalui perawatan dan pendampingan yang konsisten,” jelasnya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan beberapa faktor kesehatan lansia, antara lain: Materi dilanjutkan oleh Kurniasih, S.Pd, pendamping LKSLU generasi ketiga, yang menekankan pentingnya keharmonisan keluarga antar generasi serta komunikasi efektif sebagai dukungan psikologis bagi lansia. Diskusi Interaktif dan Penutup Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan terkait perawatan lansia, bantuan sosial, dan penanganan akibat jatuh atau risiko fisik lainnya. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan edukasi mengenai kesehatan lansia. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Mahasiswa Poltekesos Ahmad Rizky, serta penyerahan sertifikat kepada narasumber, Erhan Herdiyanto, oleh Ketua Pelaksana Wafda Kamilah Azka.*** Penulis : Oom Komariah Editor : Thamrin Humris

Read More

Seruan Aksi Jum’at untuk Palestina: Bersatu Lawan Blokade dan Genosida di Gaza

Aksi Jum’at untuk Palestina Edisi 32: Seruan Persatuan Membela Gaza Jakarta – 1miliarsantri.net: Aksi Jum’at untuk Palestina edisi ke-32 kembali digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, pada 28 November 2025. AWG menyerukan masyarakat Indonesia bersatu menuntut penghentian blokade dan genosida di Gaza. Simak informasi lengkapnya di sini. Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina kembali digelar oleh Aqsa Working Group (AWG) dalam Aksi Jum’at untuk Palestina edisi ke-32. Dengan mengusung tema, “Bersatu Lawan Zionis Israel, Stop Blokade dan Genosida Gaza Sekarang Juga,” aksi ini menjadi wujud kepedulian masyarakat Indonesia atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Jalur Gaza. Melalui aksi pekan ini, AWG menyerukan agar bangsa Indonesia semakin memperkuat solidaritas, bergerak bersama, dan menuntut dibukanya blokade yang diberlakukan Zionis Israel terhadap Gaza. Selain itu, AWG juga menegaskan pentingnya penghentian tindakan genosida yang telah merenggut lebih dari 69.000 nyawa rakyat Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak. Waktu Pelaksanaan Aksi ini akan dilaksanakan pada: Jumat, 28 November 2025 / 7 Jumadil Akhir 1447Kegiatan yang diinisiasi oleh AWG akan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Lokasi: Depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Aksi Jum’at untuk Palestina telah menjadi agenda rutin yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Semangat persatuan, kepedulian kemanusiaan, dan dukungan terhadap pembebasan Masjidil Aqsa menjadi dorongan utama terselenggaranya kegiatan ini. Korlap : ‪+62 858-0982-9846‬ (Ja’far) Tata Tertib Aksi untuk Peserta Agar aksi berlangsung tertib, aman, dan berdampak positif, AWG menetapkan sejumlah panduan bagi peserta: Melalui gerakan berjamaah yang berkelanjutan ini, AWG berharap tekanan internasional terhadap Israel semakin kuat sehingga blokade Gaza dihentikan dan keadilan bagi rakyat Palestina dapat ditegakkan. Tagar yang Diserukan #BergerakBerjamaah #BebaskanMasjidilAqsadanPalestina #AllahuAkbar#AlAqsaHaqquna #FreePalestine #StopGenocide #SaveGaza Buktikan kepedulian kita, perhatikan firman Allah Subhanahu Wata’ala : “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak…?” (QS An-Nisa: 75) Ikuti terus informasi seputar Palestina dan Gaza serta Aksi Jumat Untuk Palestina, yang disajikan oleh redaksi 1miliarsantri.net.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris

Read More

Fatwa MUI Tentang Pajak Berkeadilan, Ini Redaksi Lengkapnya

Fatwa MUI tentang konsep pajak berkeadilan di Indonesia, memuat poin inti, prinsip syariah, dan implikasi bagi pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat. Jakarta 1miliarsantri.net: Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menegaskan pentingnya sistem perpajakan yang tidak hanya kuat secara regulasi, tetapi juga sejalan dengan prinsip keadilan sosial dan syariah. Fatwa terbaru yang dirilis MUI menekankan bahwa pemungutan pajak diperbolehkan selama memenuhi unsur keadilan, transparansi, dan kemaslahatan publik. Dalam fatwa tersebut, MUI menjelaskan bahwa pajak dapat menjadi instrumen negara untuk menjaga keberlangsungan layanan publik, mengurangi kesenjangan, dan mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan umum. Namun, MUI mengingatkan bahwa pajak harus diberlakukan secara proporsional—baik dari sisi tarif, objek, maupun mekanisme penagihan—agar tidak menimbulkan beban berlebih bagi masyarakat dan pelaku usaha. Redaksi lengkap Fatwa MUI tentang Pajak Berkeadilan yang dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia: Ketentuan Hukum 1. Negara wajib dan bertanggung jawab mengelola dan memanfaatkan seluruh kekayaan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 2. Dalam hal kekayaan negara tidak cukup untuk membiayai kebutuhan negara untuk  mewujudkan kesejahteraan rakyat maka negara boleh memungut pajak dari rakyat dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pajak penghasilan hanya dikenakan kepadawarga negara yang memiliki kemampuan secara finansial yang secara syariat minimal setara dengan nishab zakat mal yaitu 85 gram emas. b. Objek pajak dikenakan hanya kepada harta yang potensial untuk diproduktifkan dan / atau merupakan kebutuhan sekunder dan tersier(hajiyat dan tahsiniyat). c. Pajak digunakan untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan dan kepentingan publik secara luas. d. Penetapan pajak harus berdasar pada prinsip keadilan. e. Pengelolaan pajak harus amanah dan transparan serta berorientasi pada kemaslahatan umum (‘ammah). 3. Pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak, secara syar’i merupakan milik rakyat yang pengelolaannya diamanahkan kepada pemerintah(ulil amri), oleh karena itu pemerintah wajib mengelola harta pajak dengan prinsip amanah yaitu jujur, profesional, transparan, akuntabel dan berkeadilan.  4. Barang yang menjadi kebutuhan primer masyarakat (dharuriyat) tidak boleh dibebanipajak secara berulang (double tax). 5. Barang konsumtif yang merupakan kebutuhan primer, khususnya sembako (sembilan bahan pokok), tidak boleh dibebani pajak. 6. Bumi dan bangunan yang dihuni (non komersial) tidak boleh dikenakan pajak berulang. 7. Warga negara wajib ⁠menaati aturan pajak yang ditetapkan berdasarkan ketentuan sebagaimanadimaksud pada angka 2 dan 3. 8. Pemungutan pajak yang tidak sesuai denganketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 2 dan 3 hukumnya haram. 9. Zakat yang sudah dibayarkan oleh umat Islam menjadi pengurang kewajiban pajak sebagaimana diatur dalam ketentuan angka 2 dan 3, (zakat sebagai pengurang pajak). Rekomendasi 1. Untuk mewujudkan perpajakan yang berkeadilandan berpemerataan maka pembebanan pajakseharusnya disesuaikan dengan kemampuanwajib pajak (ability pay). Oleh karena itu perluadanya peninjauan kembali terhadap beban perpajakan terutama pajak progresif yang nilainya dirasakan terlalu besar. 2. Pemerintah harus mengoptimalkan pengelolaan sumber-sumber kekayaan negara dan menindak para mafia pajak dalam rangka untuk sebesar-besar untuk kesejahteraan masyarakat. 3. Pemerintah dan DPR berkewajiban mengevaluasi berbagai ketentuan perundang-undangan terkait perpajakan yang tidak berkeadilan dan menjadikan fatwa ini sebagai pedoman. 4. Kemendagri dan pemerintah daerah mengevaluasi aturan mengenai pajak bumi dan bangunan, pajak pertambahan nilai (PPn), pajakpenghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan(PBB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pajakwaris yang seringkali dinaikkan hanya untuk menaikkan pendapatan daerah tanpa mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat. 5. Pemerintah wajib mengelola pajak dengan amanah dan menjadikan fatwa ini sebagai pedoman. 6. Masyarakat perlu mentaati pembayaran pajak yang diwajibkan oleh pemerintah jika digunakan untuk kepentingan kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah). Ketua MUI Bidang Fatwa periode 2025-2030 Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh mengingatkan warga negara wajib menaati aturan pajak sebagai wujud tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia juga menegaskan mengelola harta pajak dengan prinsip amanah yaitu jujur, profesional, transparan, akuntabel dan berkeadilan. Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : MUI Foto : Logo MUI

Read More

MUI Terbitkan Fatwa Pajak: Rakyat Taat Pajak – Pemerintah Amanah Mengelola Pajak Berkeadilan

Pajak merupakan salah satu instumen pembiayaan negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Karenanya dia mengikat setiap warga negara sepanjang dilaksanakan oleh Pemerintah dengan dan untuk kemaslahatan bersama. Jakarta – 1miliarsantri.net: Majelis Ulama Indonesia periode 2025-2030 dalam Muna terbaru yang berlangsung di Jakarta, Senin 24 November 2025 menerbitkan Fatwa MUI terkait pajak. Fatwa ini sekaligus mengingatkan ketaatan warga negara dan kewajiban Pemerintah Indonesia dalam mengelola amanah rakyat berupa pajak. Pada kesempatan itu, Ketua MUI Bidang Fatwa periode 2025-2030 Prof. KH Asrorun Ni’am Sholeh mengingatkan, Warga negara wajib menaati aturan pajak sebagai wujud tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Mengutip laman resmi MUI, Guru Besar Bidang Ilmu Fikih UIN Jakarta ini menegaskan pajak merupakan instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pajak juga menjadi kesepakatan dan bagian kontrak sosial antara negara dan warga negara.  Dalam kesempatan itu, diapun mengingatkan dan menegaskan kewajiban pemerintah dalam mengelola pajak, Pemerintah wajib mengelola harta pajak dengan prinsip amanah yaitu jujur, profesional, transparan, akuntabel dan berkeadilan.  Obyek Pajak Dalam Fatwa Pajak pada point kedua Fatwa Pajak Berkeadilan, Objek pajak dikenakan hanya kepada harta yang potensial untuk diproduktifkan dan atau merupakan kebutuhan sekunder dan tersier (hajiyat dan tahsiniyat).  Penetapan dan Pengelolaan Pajak Dalam Fatwa Pajak Berkeadilan menekankan juga aspek pengelolaan oleh pemerintah (ulil amri), Penetapan pajak harus berdasar pada prinsip keadilan. Begitu juga pengelolaan pajak harus amanah dan transparan serta berorientasi pada kemaslahatan umum (‘ammah).  “Pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak, secara syar’i merupakan milik rakyat yang pengelolaannya diamanahkan kepada pemerintah (ulil amri), oleh karena itu pemerintah wajib mengelola harta pajak dengan prinsip amanah yaitu jujur, profesional, transparan, akuntabel, dan berkeadilan,”pungkas Prof Ni’am. Ikuti terus artikel 1mikliarsantri.net terkait Fatwa MUI tentang Pajak Berkeadilan, artikel ini merupakan bagian dari ulasan tentang Pajak Berkeadilan.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : MUI Foto istimewa Munas MUI XI di Jakarta (dok. mui.or.id)

Read More

PT BIMA dan BMM Dorong Ekonomi Ramah Lingkungan Lewat Program “Polah Jelantah”

Surabaya – 1miliarsantri.net : Dalam upaya menghadirkan ekonomi ramah lingkungan, program “Polah Jelantah” muncul sebagai inovasi yang mampu menyentuh dua sisi sekaligus. Pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Inisiasi PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan bersih, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Polah Jelantah”, PT BIMA berkolaborasi dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) Jawa Timur dan Yayasan Bina Bakti Lingkungan (YBBL) dalam mengelola limbah minyak jelantah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi seperti sabun dan lilin. Program ini mendorong kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab, sekaligus membuka peluang nilai tambah dari limbah rumah tangga yang selama ini terabaikan. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Ramah Perempuan dan Anak (RPA) RW 09, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya, pada Rabu (12/11/2025) ini menjadi contoh nyata kolaborasi multipihak antara perusahaan, lembaga sosial, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular di tingkat akar rumput. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, program polah jelantah menjadi langkah kongkret menuju gaya hidup ramah lingkungan yang menguntungkan bagi semua. Acara dihadiri oleh Kepala Biro Tata Kelola Perusahaan PT BIMA Donny Arif Kurniawan, Ketua Tim Penyuluhan Lingkungan Hidup dan Pemberdayaan Masyarakat DLH Kota Surabaya Satiah, S.Sos, Lurah Tanah Kali Kedinding Anggoro Himawan, ST., MT., serta perwakilan masyarakat dari RW 01 dan RW 09. Dari unsur mitra sosial turut hadir Kepala Perwakilan BMM Jawa Timur Alib Bagus Suyoto dan perwakilan YBBL. Baca juga : BMM Peduli Teman Tuli Dalam sambutannya, Donny Arif menegaskan bahwa program “Polah Jelantah” merupakan bagian dari strategi keberlanjutan PT BIMA yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. “Melalui edukasi dan pelatihan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga memperoleh nilai tambah ekonomi dari pengelolaan minyak jelantah,” ujarnya. Sebagai wujud dukungan konkret, PT BIMA menyalurkan fasilitas pendukung seperti botol angkut minyak jelantah, jerigen, alat pelatihan, serta buku panduan pengelolaan limbah. Perusahaan juga memberikan pelatihan teknis, manajemen bank sampah, dan pendampingan berkelanjutan bagi kelompok penerima manfaat. Perwakilan DLH Surabaya, Satiah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut yang sejalan dengan program Zero Waste Community Pemerintah Kota Surabaya. Baca juga : Islam dan lingkungan “Pola Jelantah memperlihatkan bagaimana peran dunia usaha dapat menjadi katalis perubahan menuju perilaku hidup berkelanjutan,” ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan program “Pola Jelantah” oleh seluruh pihak yang terlibat, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya ekonomi. Dengan  mengubah limbah  minyak jelantah menjadi sumber manfaat, program ini  tidak hanya  menekan  potensi  pencemaran, tetapi juga menggerakkan roda  ekonomi masyarakat secara inklusif.  Jika kesadaran dan partisipasi terus diperluas, polah jelantah berpotensi  menjadi gerakan besar yang membentuk ekosistem ekonomi hijau di tingkat lokal dan nasional. PT BIMA, BMM Jawa Timur, dan YBBL berharap keberhasilan program ini dapat diduplikasi di wilayah lain di Jawa Timur, sehingga memperkuat sinergi antara sektor usaha, lembaga sosial, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. (**) Kontributor : Warda Hikmatul Mardiyah Editor : Toto Budiman Foto : Dokumentasi BMM Jatim

Read More

Filantropi Islam di Era Digital, Mari Jadikan Donasi sebagai Gaya Hidup

Bogor – 1miliarsantri.net : Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara manusia berkomunikasi, tetapi juga cara mereka berbuat baik. Dalam konteks Islam, muncul kembali istilah yang semakin relevan dengan zaman yaitu filantropi Islam yang menjadikan donasi sebagai gaya hidup. Filantropi Islam adalah bentuk kepedulian sosial yang diatur dalam ajaran agama, dengan tujuan menyeimbangkan distribusi kekayaan dan menumbuhkan kesejahteraan umat. Namun di era digital ini, makna filantropi tidak berhenti pada kegiatan amal tradisional. Ia berkembang menjadi sistem sosial yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan menjembatani kebaikan antara mereka yang mampu dan mereka yang membutuhkan melalui teknologi. Dalam Islam, filantropi merupakan instrumen penting dalam menjaga keadilan sosial. Zakat menjadi kewajiban bagi yang mampu, infak dan sedekah menjadi bentuk kepedulian sukarela, sementara wakaf berfungsi menjaga manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Melalui instrumen-instrumen ini, Islam mengajarkan bahwa kekayaan bukan untuk ditimbun, tetapi untuk disalurkan agar menciptakan keseimbangan ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial. Yang menarik, konsep filantropi Islam tidak hanya berbicara tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan. Artinya, penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mandiri. Inilah esensi sosial ekonomi yang menjadi dasar dari setiap gerakan ziswaf  membangun kesejahteraan umat dengan cara yang berkelanjutan. Transformasi Filantropi di Era Digital Era digital menghadirkan perubahan besar pada cara beramal. Kini, filantropi Islam memasuki babak baru dengan kehadiran platform digital seperti aplikasi zakat, dompet donasi online, hingga gerakan crowdfunding yang mengusung nilai kemanusiaan dan keagamaan sekaligus.   Teknologi menjadikan proses berbagi lebih mudah, cepat, dan transparan. Donatur dapat memantau penyaluran dana, lembaga dapat memperluas jangkauan, dan masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam program sosial tanpa terhalang jarak dan waktu. Lebih jauh lagi, digitalisasi juga menumbuhkan kesadaran baru bahwa berbagi kini bukan sekadar tindakan spontan, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial yang bisa dilakukan secara konsisten. Setiap klik donasi bukan hanya transaksi keuangan, melainkan bentuk nyata dari semangat tolong-menolong yang dihidupkan kembali dalam konteks modern. Menjadikan Donasi sebagai Gaya Hidup Menjadikan donasi sebagai gaya hidup berarti membawa semangat filantropi ke dalam keseharian. Ia bukan lagi kegiatan insidental saat ada bencana, melainkan kebiasaan sadar yang tumbuh dari rasa empati dan tanggung jawab sosial. Dalam perspektif Islam, gaya hidup ini bukan tren, melainkan manifestasi keimanan dalam bentuk nyata dari rasa syukur atas rezeki yang dimiliki dan keyakinan bahwa memberi tidak akan mengurangi, tetapi justru menambah keberkahan. Ketika generasi muda mulai menjadikan berbagi sebagai bagian dari rutinitas, maka terbentuklah budaya baru: budaya yang menilai keberhasilan bukan dari seberapa banyak yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan. Filantropi bukan lagi urusan lembaga besar, tapi gerakan kolektif masyarakat yang peduli dan sadar akan peran sosialnya. Filantropi Islam menunjukkan bahwa teknologi dan spiritualitas bisa berjalan beriringan. Dunia digital memberikan akses, tapi nilai-nilai ziswaf yang memberikan arah. Dengan menjadikan donasi sebagai bagian dari gaya hidup, kita tidak hanya menolong sesama, tetapi juga membangun peradaban yang lebih adil dan berempati. Kebaikan tidak harus besar untuk bermakna. Kadang, perubahan dimulai dari satu keputusan kecil: untuk memberi, berbagi, dan peduli. Dan dari keputusan itulah lahir peradaban yang berakar pada kasih sayang, keberkahan, dan nilai kemanusiaan yang sejati. Penulis: Salwa Widfa Utami Foto Ilustrasi AI Editor : Iffah Faridatul Hasanah & Toto Budiman baca juga : potensi ziswaf untuk perubahan iklim disini

Read More