Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 dan Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Kuningan

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 di Kabupaten Kuningan diisi dengan kegiatan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan fisioterapi, serta penandatanganan kerja sama antara Dinas Sosial Kabupaten Kuningan dan Universitas Muhammadiyah Kuningan. Kuningan — 1miliarsantri.net | Tanggal 29 Mei ditetapkan sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Indonesia. Penetapan tanggal tersebut memiliki nilai historis dan strategis karena pada 29 Mei 1945 dilaksanakan Sidang I BPUPKI yang dipimpin oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai anggota tertua. Dengan kearifannya, beliau mencetuskan gagasan mengenai pentingnya dasar filosofis bagi Negara Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia mengamanatkan bahwa program dan kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan lanjut usia. Hal ini karena lanjut usia memiliki pengalaman, keahlian, dan kearifan yang apabila diberikan kesempatan, dapat terus berperan dalam pembangunan bangsa dan masyarakat. Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kuningan yang dirangkaikan dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Kuningan dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, bertempat di Sekretariat LKSLU Mursyidul Falaah. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Universitas Muhammadiyah Kuningan, LKKS Kabupaten Kuningan, LLI Kabupaten Kuningan, UPTD Puskesmas Kuningan, LKSLU Mursyidul Falaah, Lurah Cijoho, serta unsur dan instansi terkait lainnya. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Dalam laporannya, Ketua Panitia Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kuningan, Rini Megawati, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan perhatian yang lebih besar kepada masyarakat lanjut usia di Kabupaten Kuningan, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap para lansia, serta memberikan perlindungan dan pelayanan, khususnya bagi lanjut usia mandiri maupun lanjut usia tidak potensial. Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Bunda Hj. Ela Helayati, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan, “Kita lahir karena orang tua kita, maka kita berkewajiban berbakti kepada mereka. Generasi saat ini harus memberikan contoh yang baik bagi generasi berikutnya. Lansia tidak hanya perlu diperhatikan, tetapi juga perlu diakui keberadaannya. Para lansia merupakan sumber inspirasi dan teladan bagi generasi penerus, serta menjadi akar peradaban yang harus dihormati dan dimuliakan.” Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan lanjut usia.

Read More

Bank Indonesia Dukung Ketahanan Pangan Indonesia Jadi Fondasi Stabilitas Ekonomi Nasional

Ketahanan Pangan Indonesia menjadi fokus utama Bank Indonesia melalui optimalisasi kredit pertanian, hilirisasi pangan, dan pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas ekonomi menuju Indonesia Emas 2045  Jakarta — 1miliarsantri.net | Ketahanan Pangan Indonesia semakin menjadi perhatian di tengah meningkatnya risiko global dan tantangan perubahan iklim yang berpotensi mengganggu pasokan pangan nasional. Bank Indonesia (BI) menilai sektor pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan ekonomi yang stabil, maju, dan berdaya saing. Dalam seminar bertajuk “Ketahanan Pangan untuk Indonesia Emas” di Jakarta pada 10 Juni 2026, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa penguatan Ketahanan Pangan Indonesia perlu didukung oleh peningkatan pembiayaan di sektor strategis. Karena itu, BI mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan pada sektor pertanian, industri pengolahan, serta hilirisasi pangan melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Selain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat Ketahanan Pangan Indonesia melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperlancar distribusi pangan, serta menjaga stabilitas harga di berbagai daerah. Risiko Global Ancam Pasokan Pangan Nasional Ricky menjelaskan bahwa ketidakpastian global menghadirkan tantangan nyata terhadap pasokan pangan nasional. Sejumlah faktor seperti volatilitas harga komoditas, pembatasan ekspor, hingga meningkatnya biaya logistik dan impor menjadi risiko yang harus diantisipasi. Selain itu, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah turut berdampak pada kenaikan harga pangan impor dan berbagai sarana produksi pertanian. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam upaya pengendalian inflasi nasional. “Dengan tekanan harga yang tetap terkendali, daya beli masyarakat dapat terlindungi dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” ujar Ricky. Inovasi Varietas Unggul untuk Menjaga Stabilitas Pasokan Dari sisi riset dan inovasi, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menekankan bahwa inovasi dari sektor hulu merupakan kunci untuk meredam lonjakan harga pangan. Menurut Arif, komoditas volatile food sangat rentan terhadap perubahan musim dan cuaca. Oleh karena itu, BRIN telah mengembangkan sejumlah varietas padi unggulan dengan produktivitas lebih dari 10 ton per hektare. Varietas tersebut dirancang tahan terhadap banjir, kekeringan, serta lahan berkadar garam tinggi. “Ketersediaan varietas unggul yang tahan cuaca ekstrem diharapkan dapat menstabilkan pasokan komoditas pokok dan mencegah lonjakan harga,” ujar Arif. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda riset nasional dalam mendukung kedaulatan pangan dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Gerakan Pangan Murah dan Kios Pangan Terus Diperluas

Read More

Sholat Jumat Perdana di Masjid Al Ijtihaad: Panggilan Iman dari Rawa Sapi, Saatnya Menjadi Saksi Lahirnya Rumah Allah

Jatimulya, Kabupaten Bekasi — 1miliarsantri.net | Di tengah denyut kehidupan warga Kampung Rawa Sapi, Jatimulya, sebuah momentum penuh berkah tengah menanti kehadiran kaum muslimin. Masjid Al Ijtihaad akan menggelar Sholat Jumat Perdana pada Jumat, 5 Juni 2026 / 18 Zulhijjah 1447H, sebuah peristiwa religius yang bukan sekadar ibadah rutin, melainkan tonggak sejarah lahirnya syiar Islam di rumah Allah yang sedang bertumbuh. Masjid yang berlokasi di Gg. H. Asmat 2, RT 01/RW 10, Kp. Rawa Sapi – Jatimulya ini mengundang seluruh jamaah untuk hadir, merasakan suasana khusyuk, sekaligus menjadi bagian dari sejarah pertama dikumandangkannya khutbah Jumat di Masjid Al Ijtihaad. Momen perdana selalu menyimpan makna mendalam—sebuah langkah awal menuju hadirnya pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan persaudaraan umat. Sholat Jumat perdana ini insyaAllah akan dipimpin oleh KH. Muhammad Tasnim Muhsin, Pimpinan Majelis Darul Hawi, sebagai imam dan khotib. Kehadiran beliau diharapkan membawa tausiyah yang menyejukkan hati, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangkitkan semangat berjamaah di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar menghadiri ibadah, jamaah juga diajak menyaksikan sebuah perjuangan besar: pembangunan rumah Allah yang masih membutuhkan uluran tangan umat. Berdirinya masjid megah ini adalah hasil gotong royong, doa, tenaga, dan sedekah para dermawan. Namun perjuangan belum usai. Masih ada proses pembangunan dan penyempurnaan fasilitas agar Masjid Al Ijtihaad dapat menjadi pusat kemaslahatan umat yang nyaman, layak, dan penuh keberkahan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi pengingat bahwa setiap bantuan—sekecil apa pun—untuk pembangunan masjid adalah investasi akhirat yang tak pernah merugi.

Read More

Wisata Religi Jembrana Makin Memikat: Jukung Berlayar Hadirkan Pesona Baru Masjid Pantai Bali dan Tradisi Maritim Nusantara

Wisata Religi Jembrana semakin memikat dengan hadirnya Jukung Berlayar (Perahu Besar Berlayar), perpaduan kearifan lokal, budaya maritim, dan pesona Masjid Pantai Bali yang memperkuat daya tarik wisata religi dan bahari di Kabupaten Jembrana. Jembrana, Bali — 1miliarsantri.net | Wisata Religi Jembrana terus berkembang sebagai destinasi yang memadukan nilai spiritual, budaya, dan keindahan alam pesisir. Salah satu daya tarik terbaru yang sedang dikembangkan adalah Jukung Berlayar (Perahu Besar Berlayar), sebuah inovasi berbasis budaya maritim yang digagas oleh Tim Masjid Pantai Bali sebagai upaya pelestarian tradisi sekaligus penguatan potensi pariwisata daerah. Jukung Berlayar merupakan pengembangan dari perahu tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Bali, khususnya di Jembrana. Dengan ukuran yang lebih besar dan dilengkapi layar yang khas, perahu ini menghadirkan pengalaman bahari yang unik sekaligus menjadi simbol kuat warisan budaya maritim Nusantara. Kehadirannya semakin memperkaya potensi Wisata Religi Jembrana, khususnya di kawasan Masjid Pantai Bali yang kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata religi dan edukasi. Perpaduan Kearifan Lokal dan Inovasi Wisata Bahari Jukung Berlayar memadukan nilai-nilai tradisional masyarakat pesisir dengan sentuhan inovasi yang membuatnya semakin menarik sebagai sarana wisata air. Selain mempertahankan bentuk dan karakter khas perahu tradisional Bali, penggunaan layar memberikan nilai estetika yang memukau sekaligus memperkuat identitas budaya maritim daerah. Keunikan Jukung Berlayar tidak hanya terletak pada bentuknya yang megah, tetapi juga pada kemampuannya menghadirkan pengalaman wisata yang autentik. Wisatawan dapat menikmati keindahan pesisir Jembrana sambil merasakan langsung suasana pelayaran tradisional yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat nelayan sejak dahulu kala. Festival Masjid Pantai Bali 2026 Siap Menjadi Magnet Wisata Religi Jembrana Setelah sukses menarik perhatian masyarakat dalam berbagai kegiatan budaya sebelumnya, Jukung Berlayar akan kembali menjadi salah satu atraksi utama pada rangkaian Festival Masjid Pantai Bali 2026 yang direncanakan berlangsung pada 27 September hingga 3 Oktober 2026. Dalam festival tersebut, puluhan jukung berlayar dengan aneka warna diperkirakan akan menghiasi perairan dan pesisir Jembrana. Pemandangan layar-layar yang mengembang diterpa angin laut akan menciptakan panorama spektakuler yang memadukan keindahan alam, budaya maritim, dan semangat kebersamaan masyarakat pesisir. Atraksi ini diyakini mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali, terutama mereka yang mencari pengalaman berbeda melalui perpaduan antara wisata budaya, wisata bahari, dan Wisata Religi Jembrana. Masjid Pantai Bali, Simbol Harmoni Religi dan Pariwisata

Read More

ITERA dan YMPN Perkuat Kolaborasi Pengembangan Masjid Pantai Bali Berbasis Sains, Teknologi, dan Pariwisata Masyarakat

ITERA dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara menjalin kerja sama strategis mengembangkan Masjid Pantai Bali di Jembrana berbasis sains, teknologi, lingkungan, budaya, dan wisata religi untuk pemberdayaan masyarakat pesisir. Jembrana, Bali – 1miliarsantri.net | Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dalam pengembangan kawasan Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan kawasan berbasis sains, teknologi, pendidikan, budaya, lingkungan, serta pariwisata berbasis masyarakat multikultur yang tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal. Kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kawasan pesisir yang tidak hanya religius, tetapi juga produktif, edukatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Pengembangan Masjid Pantai Bali diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir melalui pendekatan kolaboratif antara dunia akademik, masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan media. Rektor Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha hadir langsung meninjau kawasan Masjid Pantai Bali bersama Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Muhammad Syahril Badri Kusuma, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat berbasis kawasan pesisir. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nyoman menyampaikan bahwa ITERA sebelumnya juga telah mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Desa Cupel melalui kolaborasi bersama Direktorat Pengabdian Masyarakat Kepakaran Institut Teknologi Bandung (DPMK-ITB) guna membantu penanganan abrasi di kawasan Masjid Pantai Bali. “Kawasan pesisir seperti Desa Cupel membutuhkan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah. Karena itu, ITERA telah mengirimkan mahasiswa KKN untuk ikut membantu penguatan pemberdayaan masyarakat pesisir serta bersama DPMK-ITB mendukung penanganan abrasi di Cupel, Jembrana,” ujar Prof. Nyoman. Menurutnya, kerja sama antara ITERA dan YMPN diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan berbasis sains dan kemanusiaan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), Firmansyah Dimmy, menyampaikan bahwa Masjid Pantai Bali diharapkan menjadi pusat peradaban pluralitas baru yang menghadirkan harmoni antara spiritualitas, sains, lingkungan, dan budaya lokal. “Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, inovasi teknologi, dan pengembangan wisata berbasis nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Read More

Peringati Hari Bumi: Relawan Rumah Zakat Bekasi Gelar VOGREEN dan Santunan di Muaragembong-Bekasi

Bekasi – 1miliarsantri.net | Langit Bekasi nampak cerah mengiringi langkah 40 Relawan Rumah Zakat Bekasi menuju Pantai Mekar Muaragembong, Kabupaten Bekasi, yang akan berkolaborasi dengan masyarakat setempat dalam rangka memperingati Hari Bumi. Rumah Zakat Bekasi mengerahkan Relawan Rumah Zakat Bekasi untuk menggelar VOGREEN di Pantai Mekar Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Volunteer Go Green merupakan aksi nyata memperingati Hari Bumi, berkolaborasi dengan warga sekitar Pantai Mekar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.. Relawan Rumah Zakat dan masyarakat sekitar Pantai Mekar sangat antusias terjun langsung dalam aksi nyata yang diprakarsai oleh Rumah Zakat Bekasi dalam rangka memperingati Hari Bumi. Rangkaian Aksi Nyata Relawan Rumah Zakat Bekasi Penanaman 100 Pohon Mangrove Aksi nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan khususnya di wilayah Pantai Mekar Muaragembong dilakukan dengan proses penanaman pohon Mangrove. sebanyak 100 pohon mangrove berhasil ditanam. Penanaman mangrove yang berkolaborasi dengan masyarakat pesisir di Muaragembong merupakan aksi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir. Proses penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir untuk memulihkan, memperluas, dan menjaga keseimbangan ekosistem. Pembagian Paket Sembako, Super Kornet, Kado Anak Yatim dan Al-Qur’an

Read More

Peran SPEK Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Ekonomi Indonesia

Peran Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan (SPEK) dalam menjembatani Kebijakan dan Implementasi di Tingkat Akar Rumput Jakarta – 1miliarsantri.net | Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah terus memperkuat sektor ini melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan produksi pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga penguatan distribusi dan intervensi gizi masyarakat. Komitmen tersebut juga tercermin dari alokasi anggaran yang signifikan. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan dalam kisaran Rp155 triliun hingga Rp159 triliun yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Anggaran ini mencakup program subsidi pupuk, pengembangan kawasan pangan, modernisasi pertanian, hingga program berbasis masyarakat seperti penguatan desa dan UMKM. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan dalam kisaran Rp155 triliun hingga Rp159 triliun yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Anggaran ini mencakup program subsidi pupuk, pengembangan kawasan pangan, modernisasi pertanian, hingga program berbasis masyarakat seperti penguatan desa dan UMKM. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan. Namun demikian, tantangan utama dalam pembangunan ketahanan pangan tidak hanya terletak pada kebijakan dan anggaran, melainkan pada efektivitas implementasi di tingkat akar rumput. Koperasi Soko Guru Perekonomian Nasional Pelaku utama sektor pangan—petani, nelayan, serta pelaku UMKM—masih menghadapi berbagai kendala klasik, seperti keterbatasan akses pembiayaan, lemahnya manajemen usaha, keterbatasan akses pasar, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi. Kondisi ini menunjukkan bahwa intervensi program yang bersifat makro perlu dilengkapi dengan penguatan kelembagaan dan pendampingan di tingkat mikro. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Mohammad Hatta yang sejak awal telah menegaskan bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian nasional. Koperasi dan Ketahanan Pangan Dalam berbagai pidatonya pada era 1950-an, Hatta menekankan bahwa kekuatan ekonomi bangsa harus dibangun dari bawah, melalui organisasi ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan. Gagasan tersebut tetap relevan hingga hari ini, khususnya dalam konteks ketahanan pangan. Tanpa kelembagaan ekonomi yang kuat di tingkat rakyat, ketahanan pangan akan sulit terwujud secara berkelanjutan. Dalam perspektif yang lebih kontemporer, ekonom pembangunan Amartya Sen dalam karyanya Poverty and Famines (1981) juga menegaskan bahwa krisis pangan sering kali bukan disebabkan oleh kelangkaan produksi, melainkan karena lemahnya akses dan distribusi. Artinya, persoalan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut struktur ekonomi dan keadilan akses. Peran SPEK Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Ekonomi Kerakyatan Di sinilah peran organisasi masyarakat sipil menjadi penting. Sarjana Penggerak Ekonomi Koperasi (SPEK), sebagai organisasi nasional yang memiliki legalitas hukum, dan Kredibilitas SPEK juga diperkuat dengan kehadiran Dewan Pengarah yang diisi oleh tokoh-tokoh nasional yang mumpuni dalam bidangnya. Diantaranya, Dr. Ir. Burhanuddin Abdullah merupakan ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (2003–2008) dan memiliki pengalaman dalam kebijakan ekonomi nasional maupun internasional. Kehadiran beliau dalam jajaran Dewan Pengarah SPEK memperkuat arah strategis organisasi dalam mendukung pengembangan koperasi, UMKM, serta ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Read More

PHBI Ende Audiensi dengan Bupati Bahas Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H

Ende — 1miliarsantri.net | Masih dalam suasana Idul Fitri 1447 H, Pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Ende melakukan audiensi dengan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, SH, M.H, dalam rangka membahas pelaksanaan kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H / Tahun 2026 M tingkat kabupaten. Bupati Ende menerima Pengurus PHBI Ende dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, Selasa (7/4/2026). Lukman Pua Rangga, Ketua PHBI Kabupaten Ende melalui pesan Whats App kepada redaksi 1miliarsantri.net, mengatakan, Pertemuan tersebut difokuskan pada permohonan kepada Bupati Ende agar berkenan hadir dalam kegiatan Halal Bihalal, yang akan diselenggarakan oleh PHBI Kabupaten Ende. Lukman melanjutkan, “PHBI juga mengharapkan kesediaan Bupati Ende untuk memberikan sambutan sekaligus menyerahkan Piala Bergilir Bupati Ende kepada para pemenang lomba mobil berhias lampion yang telah dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan menyambut Idul Fitri,” imbuhnya. Penyerahan piala kepada para pemenang lomba menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi dan kreativitas masyarakat dalam menyemarakkan perayaan Idul Fitri, tegasnya. Momentum Silaturahmi dan Kebersamaan Pemda dan Masyarakat Kepada Bupati Ende, Ketua PHBI Kabupaten Ende, Lukman Pua Rangga, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun kebersamaan antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat.

Read More

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Tidak Ada Komitmen Sumbang 1M USD untuk BOP

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak ada komitmen sumbang 1M USD untuk BOP. Indonesia hanya siap berkontribusi melalui pasukan perdamaian, bukan bantuan dana, dalam inisiatif Board of Peace. Jakarta — 1miliarsantri.net: Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak ada komitmen sumbang 1M USD untuk BOP (Board of Peace) yang diinisiasi Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar mengenai kontribusi Indonesia terhadap organisasi Dewan Perdamaian tersebut. Presiden menekankan bahwa sejak awal pemerintah Indonesia tidak pernah menjanjikan bantuan dana dalam jumlah besar tersebut. Menurut Presiden RI, Prabowo Subianto, tidak ada komitmen sumbang 1M USD untuk BOP karena Indonesia tidak termasuk dalam pertemuan negara “founding donors” yang digelar di Washington. Ia menjelaskan bahwa dalam forum tersebut beberapa negara memang memberikan kontribusi dana, namun Indonesia tidak berada dalam kelompok tersebut dan tidak menyatakan komitmen finansial apa pun. Presiden juga kembali menegaskan tidak ada komitmen sumbang 1M USD untuk BOP karena Indonesia memilih bentuk kontribusi lain yang dinilai lebih relevan. Pemerintah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian guna membantu stabilitas kawasan konflik, bukan melalui bantuan dana langsung. Indonesia Pilih Kontribusi Pasukan Perdamaian Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia tetap mendukung upaya perdamaian internasional, termasuk dalam rencana stabilisasi kawasan Gaza. Namun dukungan tersebut difokuskan pada pengiriman pasukan perdamaian sesuai kebutuhan di lapangan. Pendekatan ini dianggap lebih sesuai dengan tradisi diplomasi Indonesia yang aktif dalam misi perdamaian dunia. Selain itu, pemerintah membuka kemungkinan kontribusi lain di masa depan apabila situasi telah stabil dan proses rekonstruksi dimulai. Bantuan kemanusiaan maupun pembangunan dapat dipertimbangkan, tetapi Presiden menekankan kembali bahwa hingga saat ini tidak ada komitmen finansial sebesar 1 miliar dolar AS.

Read More

Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, Ajak Perkuat Persatuan Bangsa

Jakarta – 1miliarsantri.net: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Idul Fitri 1447 H dan mengajak masyarakat mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, baik di Indonesia maupun di dunia. Ucapan tersebut disampaikan melalui tayangan video di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 20 Maret 2026. Dalam pesannya, Kepala Negara menyampaikan ucapan selamat atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Republik Indonesia, sekaligus memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. “Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujar Presiden Prabowo. Lebih lanjut, Presiden mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat hubungan antarsesama. Ia menekankan pentingnya saling memaafkan, memperkuat silaturahmi, serta menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan. “Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi. Marilah kita terus perkuat kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar, bangsa Indonesia,” imbuh Kepala Negara. Selain itu, Presiden juga mendorong seluruh elemen bangsa untuk terus bekerja keras dan saling mendukung demi kemajuan Indonesia. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan negara yang lebih baik.

Read More