Jamaah Haji Lansia Asal Jakarta Hilang di Makkah, Tanpa Identitas dan Alat Komunikasi

Jamaah haji lansia asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72) dilaporkan hilang di Makkah sejak 15 Mei 2026. Keluarga memohon doa dan bantuan semua pihak untuk membantu pencarian. Makkah – 1miliarsantri.net | Saat jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia yang tengah menunaikan ibadah suci di Tanah Haram, sebuah kabar pilu datang dari rombongan jamaah haji Indonesia. Seorang jamaah lanjut usia asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72), dilaporkan hilang di Kota Makkah setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap sejak beberapa hari lalu. Muhammad Firdaus merupakan anggota Kloter 27 JKG asal Pondok Gede, Jakarta. Ia diketahui meninggalkan penginapan di kawasan Sektor 9 Makkah, Arab Saudi, pada 15 Mei 2026, dan hingga kini belum kembali. Keluarga serta petugas haji masih terus melakukan pencarian dan berharap ada kabar baik dari Tanah Suci. Di usia senjanya, Firdaus berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri melalui KBIH Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Perjalanan spiritual yang seharusnya menjadi momen penuh kekhusyukan itu kini berubah menjadi kecemasan mendalam bagi keluarga yang menanti kepulangannya dengan selamat. Meninggalkan Hotel Sejak 15 Mei 2026 Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan keluarga dan pemberitaan media, Firdaus terakhir terlihat meninggalkan Future Light Hotel kamar 916 pada pagi hari. Rekaman CCTV menunjukkan ia keluar sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi, mengenakan baju koko putih dan sarung, tanpa didampingi siapa pun. Yang membuat kondisi ini semakin memprihatinkan, Firdaus diketahui pergi tanpa membawa identitas diri, kartu Nusuk (kartu pintar haji), telepon seluler, maupun dokumen penting lainnya. Keponakan Firdaus, Alwihaz Zerra, mengungkapkan bahwa sang paman meninggalkan seluruh barang penting di hotel. “Abah pergi tidak membawa kartu identitas, Nusuk (kartu pintar haji), HP semua ditinggal di hotel,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari pemberitaan media detik.com. Pihak keluarga menegaskan bahwa Firdaus tidak memiliki riwayat amnesia maupun demensia. Namun, mereka menduga kondisi psikologisnya saat itu sedang linglung, sehingga dikhawatirkan tersesat di tengah padatnya aktivitas jamaah haji di Kota Makkah. Respon Konjen RI di Jeddah

Read More

Waspada! Kemenhaj dan KJRI Jeddah Bongkar Modus Haji Ilegal 2026, Jemaah Terancam Deportasi dan Cekal 10 Tahun

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dan KJRI Jeddah mengingatkan masyarakat mewaspadai modus haji ilegal 2026. Visa non-haji, jalur cepat, hingga atribut palsu berisiko denda, deportasi, dan cekal masuk Arab Saudi hingga 10 tahun. Jakarta — 1miliarsantri.net | Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus keberangkatan haji ilegal menjelang Musim Haji 2026. Peringatan ini muncul seiring kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang semakin ketat terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dalam pertemuan antara Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Puji Raharjo dengan Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary, kedua pihak sepakat memperkuat edukasi publik agar Warga Negara Indonesia tidak terjebak praktik haji non-prosedural. Puji Raharjo menegaskan, “Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa Pemerintah Arab Saudi hanya mengakui visa haji resmi sebagai dokumen sah untuk beribadah haji.” Modus Haji Ilegal: Visa Non-Haji hingga Jalur Cepat Kemenhaj dan KJRI Jeddah mengidentifikasi sejumlah modus yang kerap digunakan dalam praktik haji ilegal, di antaranya: Konjen RI Jeddah Yusron B. Ambary juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran tidak resmi tersebut. Ia menegaskan visa ziarah maupun visa kunjungan tidak dapat digunakan untuk melaksanakan ibadah haji. Risiko Berat: Denda, Deportasi, hingga Cekal 10 Tahun Media mainstream juga menyoroti risiko serius bagi jemaah yang nekat mengikuti haji ilegal. Penggunaan visa non-haji dapat berujung penangkapan aparat keamanan Saudi, deportasi, hingga larangan masuk kembali ke Arab Saudi selama 10 tahun. Selain itu, sejumlah kasus menunjukkan adanya jemaah yang ditindak karena menggunakan atribut haji palsu atau identitas tidak sah. Hal ini membuat ibadah gagal sekaligus menimbulkan konsekuensi hukum.

Read More

Instruksi Presiden Penambahan Kuota Petugas Haji dari Unsur TNI dan Polri, Begini Respon Kementerian Haji dan Umrah

Pemerintah Perkuat Layanan Haji 2026 Sesuai Instruksi Presiden Prabowo Untuk Menambah Kuota Petugas Haji dari Unsur TNI dan Polri, Pada Musim Haji 2026. Jakarta – 1miliarsantri.net: Pemerintah, melalui Kementerian Haji dan Umrah, menyatakan akan menambah kuota petugas haji yang berasal dari unsur TNI dan Polri pada pelaksanaan haji 2026 (1447 H). Keputusan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, berdasarkan arahan dan isntruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Meskipun langkah ini mendapat dukungan pemerintah, beberapa pihak juga menyuarakan catatan penting yang layak mendapat perhatian: Ada usulan bahwa proporsi petugas haji dari TNI-Polri sebaiknya besar — bahkan ada wacana “minimal 50%” personel petugas haji berasal dari aparat negara, untuk meminimalisir politisasi dan intervensi administratif oleh pemerintah daerah. Menurut Dahnil, keberadaan petugas dari TNI–Polri selama ini telah menjadi bagian dari pengamanan jamaah (linjam). Namun dengan kebutuhan yang semakin kompleks — seperti jumlah jamaah yang besar, fokus keamanan, dan layanan logistik di Tanah Suci — pihaknya memutuskan kuota petugas tersebut perlu ditambah. Meski demikian, jumlah pasti penambahan personel belum ditetapkan. Dahnil menyatakan bahwa persentase dan distribusi penambahan akan dibahas lebih lanjut secara internal. Mengapa TNI-Polri? Argumen Utama di Balik Kebijakan Redaksi 1miliarsantri mencoba merangkum dari berbagai sumber, beberapa alasan utama yang dikemukakan pemerintah dalam mendukung penambahan petugas haji dari TNI-Polri antara lain: Adaptasi Tantangan Baru Penyelenggaraan Haji Penambahan petugas dari TNI-Polri bukan sekadar perkara jumlah, melainkan bentuk adaptasi kebijakan terhadap tantangan terbaru dalam penyelenggaraan haji massal. Beberapa konteks yang mendasari antara lain: Sorotan & Potensi Tantangan Kebijakan Meskipun langkah ini mendapat dukungan pemerintah, beberapa pihak juga menyuarakan catatan penting yang layak mendapat perhatian:

Read More

Motivasi Bangkit Dari Depresi ala Amira dalam Novel Assalamualaikum Baitullah

Surabaya – 1miliarsantri.net : “Kita ke Baitullah, Nak. Nggak ada doa yang nggak diijabah di sana.” quote dari cuplikan film Assalamualaikum Baitullah itu selalu muncul di fyp beranda penulis. Film ini diangkat dari novel Islami karya Asma Nadia Assalamualaikum Baitullah, penulis best seller literatur Muslimah dan setiap karyanya banyak difilmkan. Tahun 2024, saya hanya bisa menyimpan niat kuat untuk umrah dan mempersiapkan diri dengan ilmu melalui membaca novel bunda Asma Nadia Assalamualaikum Baitullah. Dan dari kisah Amira, tokoh utama novel ini, penulis belajar bahwa Allah selalu membuka jalan untuk mereka yang ingin pulang kepada-Nya, meskipun awalnya datang dalam keadaan hancur. Karya novel Asma Nadia satu ini ditulis berdasarkan curhatan perempuan yang memenuhi DM atau chat. Bunda Asma menemukan kisah pilu seorang istri yang hampir bunuh diri karena diselingkuhi suaminya dan ada perempuan yang mengalami pelecehan seksual yang membuatnya berniat mengakhiri hidupnya. Ia menulis agar para perempuan punya harapan, bahwa luka tidak harus jadi alasan untuk berhenti. Dalam tokoh Amira, tergambarlah betapa dalamnya luka seorang wanita, tapi juga betapa luasnya rahmat Allah. Al-Qur’an Sebagai Penguat Jiwa, Penangkal Keputusasaan Amira pernah berada di titik terendah. Dalam waktu bersamaan, dia kehilangan suaminya karena berselingkuh, kehilangan ibunya selamanya, kehilangan janin, terancam kehilangan rahim karena tumor ganas, dan kehilangan harta. Dunia runtuh, dan tak ada siapa pun yang peduli. Amira depresi, hal itu membuatnya berdiri di balkon lantai atas hotel, bersiap mengakhiri hidupnya. Namun, Allah tidak tinggal diam. Seorang pria misterius menyelamatkannya yang hampir terjatuh mati. Semenjak tindakan gegabahnya, Amira perlahan mencari ketenangan dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an. Ia menemukan ayat yang membuat dirinya benar-benar menyesal pernah melakukan hal itu. “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An-Nisa:29-30) Selain ayat diatas, Amira pun menemukan hadits yang membuatnya berjanji tidak melakukan hal sia-sia itu lagi. “ Dahulu ada seorang lelaki yang terluka, ia putus asa lalu mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya. Darahnya terus mengalir hingga ia mati. Allah Ta’ala berfirman: “Hamba-Ku mendahului-Ku dengan dirinya, maka aku haramkan baginya surga.” (HR.Bukhari no.3463, Muslim no.113) Ketika pikiran suntuk, jiwa lelah bahkan hilang harapan, berhentilah sejenak untuk membaca pesan-pesan kebaikan yang ada dalam Al-Quran. Al-Quran adalah media penyembuh bagi hati yang rapuh. Paling penting yang harus kita ketahui bahwa Allah menciptakan manusia bukan untuk main-main tapi ada tujuan yaitu menjadi khalifah fil ard, manusia bermanfaat dalam peran di kehidupan masing-masing. Yang mana hasil kebaikannya akan menjadi amal jariyah ketika meninggal nanti. Yang memiliki hak prerogatif hidup dan mati manusia adalah Allah. Kalau Allah masih memberikan umur, itu artinya Allah masih sayang kepadamu, Allah mau kamu berlomba-lomba dalam kebaikan dan bisa masuk surganya Allah. Diselingkuhi, Balas Dendamlah Dengan Fokus Mengasah Diri dan Tetap Istiqomah Sakitnya diselingkuhi membuat Amira ingin balas dendam. Dengan keadaan depresi, ia sempat berpikir menanggalkan jilbabnya, mengenakan pakaian seksi, memoles wajah dengan glamour hanya untuk membuktikan bahwa ia juga bisa tampil seperti pelakor yang menggoda suaminya. Namun sahabatnya, Ayu memberi nasihat yang membuat Amira berpikir ulang, “Kalau kamu mau menunjukkan siapa kamu, tunjukkan dengan kesuksesan, bukan dengan menuruti rasa dendam. Sekarang fokus pada proses penyembuhan, banyak berdoa, dan setelah itu buktikan bahwa kamu nggak layak dicampakkan. Buktikan bahwa meninggalkan seorang Amira adalah kerugian besar yang tak bisa ditebus dengan apa pun.” Mulailah Amira berusaha melupakan pengalaman pahitnya dengan fokus membangun brand fashion Muslimah “Red-Ameera Boutique”. Baru dua tahun berdiri, Amira mampu membangun PT dan brandnya mulai terkenal. Ia bangkit bukan karena dendam, tetapi karena sadar bahwa dirinya berharga. Dalam menyembuhkan luka batinnya, Amira juga berkonsultasi kepada psikolog. Psikolognya menyarankan untuk Amira meredam dendam dengan memaafkan.

Read More

Makna Rukun Umroh : Mengasah Mental Pejuang  Tangguh, Siap Hadapi Ujian Kehidupan

Surabaya – 1miliarsantri.net : Sebagian masyarakat memandang umroh sekadar ibadah fisik, berpakaian ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul. Namun di balik setiap rukun yang dijalani, tersimpan pelajaran mendalam tentang ketundukan, kesabaran, dan perjuangan. Umroh sejatinya adalah latihan jiwa, di mana seorang Muslim ditempa untuk menjadi pribadi yang kuat, ikhlas, dan teguh dalam menghadapi ujian kehidupan. Setiap langkah di tanah suci bukan hanya ritual, tapi simbol perjalanan spiritual yang mengasah mental pejuang sejati. Mereka yang siap menghadapi dunia dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Mengasah jiwa untuk lapang dan tangguh menghadapi ujian apapun. Masih teringat dalam memori terkait percakapan teman tentang umroh. Dia menceletuk, “Mbak orang umroh itu lho 80% jalan-jalan lalu pamer. 20% paling ya ibadah. Sayang, uangnya.” Saat itu penulis memiliki impian untuk umroh di usia muda. Mendengar statement itu, sempat ragu menabung untuk umroh. Semua keraguan itu terjawab dari nasihat ustaz Sonny Abi Kim yang kebetulan muncul di fyp Tik Tok, “Umroh adalah saat yang paling indah untuk mengadu, menyampaikan segala keresahan, gelisah, sedih, cemas dan seringkali rasa yang membuat dada kita sempit. Maka semoga dengannya Allah karuniakan kepada kita dada yang lapang.” Dan alhamdulillah di awal tahun 2025 saat usia 30 tahun, Allah mengundang penulis dan keluarga untuk umroh. Selama perjalanan, MasyaAllah ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang memotivasi diri untuk lebih lapang menghadapi ujian. Ketika hidup terasa berat, jalan terlihat buntu, terbersit kata menyerah. Sejenak mengingat kembali pengalaman umroh, MasyaAllah rasanya ada energi masuk yang membuat diri ikhlas dan berani menghadapi apapun rintangan hidup. Lantas apa hubungan makna umroh dengan ujian hidup. Mari simak sampai akhir penjelasan detail dalam artikel ini!. Ihram: Pentingnya Tujuan Sejati Dalam Hidup Pertama kali miqat, hati terasa merinding seperti menjalani miniatur kematian. Tidak ada pakaian branded, ataupun semerbak parfum aroma mahal. Yang boleh dikenakan hanya sehelai kain putih tanpa jahitan dan wewangian.  Dari proses miqat mengingatkan kembali pentingnya memiliki tujuan sejati. Ketika seseorang memiliki tujuan besar, saat ditimpa badai ujian sekecil atau sebesar apapun tidak akan mudah menyerah dan terus bangkit. Dari pakaian Ihram saat miqat diingatkan kembali bahwa tujuan sejati manusia yaitu  “ “Innā lillāhi wa innā ilaihi rājiʿūn”“. Bahwa diri ini berasal dari Allah, hidup untuk Allah dan kembali kepada Allah. Jika kita menjadikan Allah tujuan dalam melangkah, kita tidak merasa cemas dalam memikirkan masa depan yang tidak pasti. Allah akan selalu melindungi kita yang termaktub dalam Al-Baqarah ayat 112, “Orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah serta berbuat ihsan, akan mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati.“ Tawaf: Butuh Konsisten Mencapai Tujuan Bagian rukun umroh yang membuat jantung berdebar adalah tawaf mengelilingi ka’bah ditengah jutaan umat manusia yang berdesak-desakan, kadang terasa sesak. Bagi introvert ini adalah tantangan tersendiri harus menghadapi keramaian. Anehnya penulis yang juga introvert, merasakan kedamaian mengelilingi ka’bah di tengah hiruk pikuk kerumunan lautan manusia. Dalam proses tawaf mencerminkan kehidupan itu sendiri. Dalam keseharian  kita harus terus berjalan, meski lelah. Kadang ada yang mendahului, kadang kita tertinggal. Tapi yang penting adalah tetap bergerak menuju tujuan. Dan terus berdoa agar tidak kehilangan harapan. Dalam proses mengelilingi ka’bah, sebagai manusia rasanya ditampar oleh realita. Selama hidup mungkin kita sering berjalan mengejar duniawi kesana kemari, lelah batin hingga akhirnya berniat untuk bunuh diri.

Read More

Nota Diplomatik Dubes Arab Saudi, Dinamika Penyelenggaraan Haji, Ini Penjelasan Kementerian Agama

Madinah – 1miliarsantri.net: Sempat beredar luas “Nota Diplomatik Duta Besar Arab Saudi” terkait dinamika penyelenggaraan Haji 1446H/2025M, ada 5 point yang langsung direspon oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nota Diplomatik tertanggal 16 Juni 2025, tentang catatan penyelenggaraan haji 1446H/2025M seharusnya merupakan catatan tertutup. Catatan tersebut yang hanya ditujukan pada tiga pihak, yaitu: Menteri Agama dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, serta Direktur Timur Tengah pada Kementerian Luar Negeri, sebagaimana dikutip dari kemenag.go.id. 5 Catatan Penyelenggaraan Haji 1446H/2025M Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan bahwa nota diplomatik itu terkait dinamika penyelenggaraan ibadah haji yang sudah terselesaikan dan disampaikan penjelasannya kepada Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. “Ada beberapa isu yang menjadi catatan dan tantangan saat masa operasional. Alhamdulillah sebagian besar sudah bisa kita atasi di lapangan dan kita sampaikan penjelasannya kepada otoritas setempat”, jelas Hilman.

Read More

Amirul Hajj Kembali Ke Tanah Air, Kemenhub Pastikan Penerbangan Haji Aman Dari Ancaman Bom

Jakarta – 1miliarsantri.net: Dari Jeddah dilaporkan, Amirul Hajj Indonesia, Menteri Agama Nasaruddin Umar beserta rombongan bertolak kembali ke tanah air, setelah memastikan penyelenggaraan Ibadah Haji 1446H/2025M berjalan dengan lancar dan stabil. Dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Amirul Hajj Indonesia mengatakan, “Kami tidak akan meninggalkan jamaah jika masih ada potensi masalah. Tapi setelah melihat kondisi di lapangan, alhamdulillah, sistem layanan sudah berjalan baik dan tidak ada persoalan yang bersifat prinsipil.” Nasaruddin Umar juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada jamaah, terutama terkait stamina, keselamatan, dan spiritualitas menjelang kepulangan ke daerahnya masing-masing. Himbauan Nasaruddin dikhususkan bagi para jamaah yang tergabung dalam gelombang kedua dan akan bergerak menuju Madinah, agar tidak memaksakan diri melakukan umrah sunnah secara berlebihan. Diapun mengingatkan, suhu ekstrem mencapai 52 derajat celcius, tentu akan berdampak serius terhadap kesehatan jamaah, khususnya mereka yang telah berusia lanjut. Mengutip kemenag.go.id, Menteri Agama mengajak jamaah haji untuk menjadikan pengalaman ibadah haji sebagai titik balik kehidupan dan merawat kemabruran haji melalui perubahan perilaku yang lebih baik setelah kembali ke Tanah Air. Kemenhub Pastikan Penerbangan Haji Aman Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan memastikan keselamatan dan keamanan 442 penumpang jemaah haji Kelompok Terbang (kloter) 12 Debarkasi Jakarta – Bekasi dari ancaman bom. Sebelumnya Pesawat Saudia Airlines SV 5276 rute Jeddah – Jakarta, memutuskan mengalihkan rute penerbangan (divert) ke Bandar Udara Kualanamu di Medan akibat ancaman bom melalui e-mail. Setelah Pesawat Saudia Airlines SV 5276 rute Jeddah – Jakarta mendarat di Bandar Udara Kualanamu, langsung dilaksanakan penanganan emergency treatment, ungkap Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II-Medan, Asri Santosa. Mengutip Siaran Pers Kementerian Perhubungan, Selasa (17/6/2025), Asri menegaskan, “Setelah pesawat mendarat di Bandar Udara Kualanamu, maka dilakukan emergency treatment berupa pemeriksaan terhadap seluruh penumpang dan kru pesawat, kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kabin pesawat dan cargo compartement (barang penumpang di bagasi).”

Read More

Pesawat Saudia Airlines SV-5276 rute Jeddah-Jakarta Mendapat Ancaman BOM

Makkah – 1miliarsantri.net: Ancaman Bom yang dialamatkan pada Pesawat Saudia Airlines yang membawa jamaah haji Indonesia, dengan nomor penerbangan SV-5276 mendapatkan perhatian serius dari PPIH Arab Saudi. Mengutip kemenag.go.id, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief bersyukur membaca keterangan Kapolda Sumut Irjen Wishnu Hermawan Februanto, bahwa bardasarkan hasil pemeriksaan, dinyatakan pesawat itu steril dari benda bermuatan bom. PPIH Berkoordinasi Dengan Saudia Airlines Menurut Hilman, pihak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, terus melakukan koordinasi intens dengan Saudia Airlines terkait dengan rencana penerbangan jemaah haji Indonesia. Untuk pengamanan di bandara tujuan, Bandara Kualanamu sepenuhnya menjadi kewenangan dan diserahkan pada otoritas bandara, ujar Hilman di Makkah, Selasa, 17 Juni 2025. Lebih lanjut Hilman mengatakan, “Prosedur pengamanan diserahkan pada otoritas terkait di Bandara Kualanamu, baik pihak kepolisian, maskapai dan otoritas bandara.” Pengecekan Sesuai Prosedur Hilman menegaskan, “Pengecekan kondisi jamaah dan barang bawaannya dilakukan sesuai dengan peosedur yang berlaku.”

Read More

20.000 Jamaah Haji Dapat Kompensasi Dari BPKH Karena Tidak Dapat Makan

Makkah – 1miliarsantri.net: Menteri Agama, Nazaruddin Umar beberapa waktu lalu melakukan pengecekan lapangan terkait insiden ribuan jamaah haji yang tidak mendapatkan makan akibat terlambatnya distribusi makanan paska fase Armuzna pada 14-15 Zulhijjah 1446H, menegaskan dan meminta BPKH untuk memberikan kompensasi kepada para jamaah. Merespon instruksi Menteri Agama, BPKH Limited telah menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji Indonesia atas ketidaksempurnaan dalam memberikan layanan konsumsi pada 14 Zulhijah 1446 H, khususnya di sejumlah hotel jamaah di Kota Makkah. Dan sebagai tindaklanjutnya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan dana kompensasi kepada jemaah yang tidak mendapatkan makanan tanggal 14-15 Zulhijjah 1446H. Dan Chief Operating Officer BPKH Limited, Iman Ni’matullah kembali menyampaikan permintaan maaf kepada jemaah atas keterlambatan penyediaan makanan. Ganti Rugi Uang Sebesar 15 SAR dan 10 SAR Mengutip laman kemenag.go.id, Iman Ni’matullah mengatakan jamaah mendapatkan ganti rugi 15 SAR (Saudi Arabia Riyal) untuk makan siang dan makan malam, serta 10 SAR untuk sarapan. Hal tersebut disampaikan oleh Iman saat menyerahkan dana kompensasi di Hotel 614, Makkah pada Kamis (12/6/2025), diapun menegaskan “Bagi jemaah yang tidak mendapatkan makanan selama tanggal 14-15 Zulhijjah akan kami berikan kompensasi,”

Read More

Revisi Jadwal Pemulangan Jamaah Haji Debarkasi Surabaya, Cek Info Resmi Kanwil Kemenag Jatim

Surabaya – 1miliarsantri.net: Kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2025 disambut dengan rasa haru dan syukur di berbagai daerah tanah air. Setelah menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jamaah mulai kembali ke Indonesia secara bertahap sejak awal Dzulhijjah, membawa kenangan spiritual yang mendalam serta harapan menjadi pribadi yang lebih baik. Wakil Pengendali Teknis Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, Akhmad Fauzin mengatakan, jemaah telah melaksanakan puncak prosesi ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta bersiap untuk proses kepulangan. “Alhamdulillah, fase puncak haji telah selesai. Seluruh jemaah Indonesia telah kembali ke hotel masing-masing di Mekkah dengan selamat,” kata Fauzin, dikutip dari laman Kemenag, Selasa (10/6/2025). Di waktu bersamaan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur secara resmi pada 10 Juni 2025 mengumumkan revisi jadwal pemulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya Tahun 1446 H/2025 M. Perubahan ini disampaikan melalui surat bernomor B-2916/Kw.13.05/HJ.05/06/2025 yang ditandatangani oleh Plh. Kepala Kanwil, Syaikhul Hadi. Revisi tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya perubahan jadwal penerbangan dan pembaruan komposisi jemaah berdasarkan laporan riil keberangkatan dari masing-masing kloter. “Kami mohon perhatian seluruh Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk menyesuaikan dengan jadwal terbaru,” ujar Syaikhul Hadi. Revisi Jadwal Kloter ini mencakup data pemulangan 97 kloter dengan total 36.815 jemaah haji dari seluruh wilayah di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Jadwal terbaru ini telah disusun berdasarkan pembaruan yang diterima hingga 4 Juni 2025 dan akan terus diperbarui apabila terjadi perubahan lebih lanjut. Pemulangan jemaah dari Tanah Suci dimulai pada 11 Juni 2025 dan akan berlangsung secara bertahap hingga 11 Juli 2025. Jemaah akan tiba kembali di Tanah Air melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya, dengan rincian kedatangan yang dapat dilihat pada lampiran revisi jadwal. Jamaah haji yang berasal dari Kab. Tulungangung, Kota Surabaya, Kab. Kediri, Kota Kediri, Kab. Bondowoso, Kab. Jombang dan Kab. Mojokerto, merupakan 3 kloter awal yang mendarat di bandara juanda pada tanggal 12 Juni 2025 dengan nomor penerbangan SV 5246 – 376 jamaah, SV 5704- 380 jamaah dan SV 5106-379 jamaah dari Jeddah. Terdapat tujuh kloter jemaah haji Indonesia secara bertahap yang pulang ke tanah air pada 11 Juni 2025, termasuk embarkasi Surabaya di dalamnya. Berikut daftar lengkapnya: Kloter 01 Embarkasi Ujung Pandang (UPG 01) Kloter 01 Embarkasi Lombok (LOP 01) Kloter 01 Embarkasi Pondok Gede Jakarta (JKG 01) Kloter 02 Embarkasi Ujung Pandang (UPG 02) Kloter 01 Embarkasi Surabaya (SUB 01) Kloter 02 Embarkasi Surabaya (SUB 02) Kloter 01 Embarkasi Jakarta (JKS 01).

Read More