Filter Berita

All
berita-dunia
berita-nasional
khazanah
sejarah
tasawuf

Peran SPEK Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Ekonomi Indonesia

Peran Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan (SPEK) dalam menjembatani Kebijakan dan Implementasi di Tingkat Akar Rumput Jakarta – 1miliarsantri.net | Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah terus memperkuat sektor ini melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan produksi pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga penguatan distribusi dan intervensi gizi masyarakat. Komitmen tersebut juga tercermin dari alokasi anggaran yang signifikan. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan dalam kisaran Rp155 triliun hingga Rp159 triliun yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Anggaran ini mencakup program subsidi pupuk, pengembangan kawasan pangan, modernisasi pertanian, hingga program berbasis masyarakat seperti penguatan desa dan UMKM. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan dalam kisaran Rp155 triliun hingga Rp159 triliun yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Anggaran ini mencakup program subsidi pupuk, pengembangan kawasan pangan, modernisasi pertanian, hingga program berbasis masyarakat seperti penguatan desa dan UMKM. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan. Namun demikian, tantangan utama dalam pembangunan ketahanan pangan tidak hanya terletak pada kebijakan dan anggaran, melainkan pada efektivitas implementasi di tingkat akar rumput. Koperasi Soko Guru Perekonomian Nasional Pelaku utama sektor pangan—petani, nelayan, serta pelaku UMKM—masih menghadapi berbagai kendala klasik, seperti keterbatasan akses pembiayaan, lemahnya manajemen usaha, keterbatasan akses pasar, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi. Kondisi ini menunjukkan bahwa intervensi program yang bersifat makro perlu dilengkapi dengan penguatan kelembagaan dan pendampingan di tingkat mikro. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Mohammad Hatta yang sejak awal telah menegaskan bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian nasional. Koperasi dan Ketahanan Pangan Dalam berbagai pidatonya pada era 1950-an, Hatta menekankan bahwa kekuatan ekonomi bangsa harus dibangun dari bawah, melalui organisasi ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan. Gagasan tersebut tetap relevan hingga hari ini, khususnya dalam konteks ketahanan pangan. Tanpa kelembagaan ekonomi yang kuat di tingkat rakyat, ketahanan pangan akan sulit terwujud secara berkelanjutan. Dalam perspektif yang lebih kontemporer, ekonom pembangunan Amartya Sen dalam karyanya Poverty and Famines (1981) juga menegaskan bahwa krisis pangan sering kali bukan disebabkan oleh kelangkaan produksi, melainkan karena lemahnya akses dan distribusi. Artinya, persoalan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut struktur ekonomi dan keadilan akses. Peran SPEK Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Ekonomi Kerakyatan Di sinilah peran organisasi masyarakat sipil menjadi penting. Sarjana Penggerak Ekonomi Koperasi (SPEK), sebagai organisasi nasional yang memiliki legalitas hukum, dan Kredibilitas SPEK juga diperkuat dengan kehadiran Dewan Pengarah yang diisi oleh tokoh-tokoh nasional yang mumpuni dalam bidangnya. Diantaranya, Dr. Ir. Burhanuddin Abdullah merupakan ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (2003–2008) dan memiliki pengalaman dalam kebijakan ekonomi nasional maupun internasional. Kehadiran beliau dalam jajaran Dewan Pengarah SPEK memperkuat arah strategis organisasi dalam mendukung pengembangan koperasi, UMKM, serta ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. SPEK hadir sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor koperasi dan UMKM. Dalam konteks ketahanan pangan, SPEK memposisikan diri sebagai mitra strategis yang mengisi ruang antara kebijakan dan implementasi. Peran ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku usaha di lapangan: Ketua Umum SPEK, M. Harun Ichsan Indradewa, menegaskan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan merupakan kunci dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa,  “ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan intervensi dari atas, tetapi harus dibangun dari kekuatan pelaku usaha di tingkat bawah. Koperasi dan UMKM harus menjadi aktor utama, bukan sekadar pelengkap dalam kebijakan pangan nasional.” Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong pembangunan pangan secara terintegrasi. Kolaborasi antara negara dan masyarakat menjadi kunci agar anggaran besar yang telah dialokasikan benar-benar memberikan dampak nyata. Pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga tentang keberdayaan pelaku ekonominya. Ketika petani, nelayan, dan pelaku UMKM semakin kuat dan terorganisir, maka fondasi ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh. Dalam konteks inilah, SPEK berkomitmen untuk terus berkontribusi sebagai bagian dari solusi—menggerakkan intelektual, menguatkan koperasi, dan mendukung terwujudnya ekonomi kerakyatan yang berdaya saing dalam menopang ketahanan pangan Indonesia. “Ketahanan pangan tidak cukup dibangun dari kebijakan, tetapi harus ditopang oleh kekuatan pelaku ekonomi rakyat yang terorganisir, berdaya, dan berkelanjutan.”*** Penulis : Pantun Angin, Sekretaris Jenderal SPEK (Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan) Editor : Thamrin Humris

Read More

Selat Malaka Urutan Pertama Cokepoints Global Jalur Strategis Minyak Dunia

Jakarta – 1miliarsantri.net | Distribusi minyak dunia ke berbagai negara dan kawasan sangat bergantung pada beberapa jalur laut yang cukup padat. Jalur distribusi melalui beberapa selat dan terusan yang sempit dan padat, merupakan titik rawan (chokepoints), seperti Selat Malaka. Titik-titik rawan (chokepoints) adalah saluran sempit di sepanjang jalur laut global yang banyak digunakan dan sangat penting bagi perdagangan dan keamanan energi global karena volume besar minyak bumi dan cairan lainnya serta gas alam cair yang melewatinya, diantaranya Selat Malak, Selat Hormuz dan lainnya. Berdasarkan data yang dilansir dari EIA (Administrasi Informasi Energi AS) Selat Malaka, salah satu chokepoints yang melintasi tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura merupakan titik terpadat dengan volume 23.2 juta barel. Titik-titik tersibuk (chokepoint) transit minyak dunia (Berdasarkan rata-rata aliran harian), data ini merupakan data dari tahun 2020 hingga semester pertama tahun 2025. Mengutip sumber data Administrasi Informasi Energi AS (EIA), Prospek Energi Jangka Pendek , Februari 2026, dan analisis EIA berdasarkan pelacakan kapal tanker Vortexa dan data Otoritas Terusan Panama, menggunakan faktor konversi dan perhitungan EIA, berikut urutannya : Total perdagangan minyak maritim dunia melalui 8 titik tersebut sebanyak 79.8 juta barel dan total pasokan minyak dunia sebanyak 104.4 juta barel (rata-rata harian). Namun perlu diketahu, data tersebut merupakan data Perdagangan minyak maritim dunia tidak termasuk volume intra-negara kecuali volume yang melewati titik-titik rawan global dan Tanjung Harapan. 1H25 = paruh pertama tahun 2025. Selat Denmark tidak termasuk aliran melalui Terusan Kiel.  Sementara itu data untuk Terusan Panama berdasarkan tahun fiskal (1 Oktober hingga 30 September).*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Sumber : EIA.GOV, @factpress_ir Foto : kolase foto dari EIA dan FactPress

Read More

Selat Malaka Jalur Minyak Dunia Terpadat: Fakta Cekpoint Global Terungkap, AS Lirik Sumatra?

Selat Malaka jalur minyak dunia terpadat dengan 23 juta barel per hari. Simak daftar chokepoint global dan isu AS lirik Sumatra. Jakarta – 1miliarsantri.net | Perdagangan minyak global ternyata sangat bergantung pada sejumlah jalur minyak dunia sempit yang dikenal sebagai chokepoint. Dari data berbagai lembaga energi internasional seperti International Energy Agency (IEA) dan U.S. Energy Information Administration (EIA), ada delapan titik paling sibuk yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. Yang paling mengejutkan, posisi teratas ditempati oleh Selat Malaka dengan aliran mencapai sekitar 23 juta barel per hari, mengungguli Selat Hormuz yang mencatat 21 juta barel per hari. Selain itu, jalur penting lainnya mencakup Tanjung Harapan (9,1 juta barel), Selat Denmark (4,9 juta barel), serta Terusan Suez dan Selat Bab el-Mandeb yang masing-masing menyumbang sekitar 4–5 juta barel per hari. Kedua jalur terakhir ini saling berkaitan erat karena menjadi penghubung antara Laut Merah dan Laut Mediterania. Sementara itu, Selat Bosphorus dan Selat Dardanella menangani sekitar 3,7 juta barel, serta Terusan Panama dengan 2,3 juta barel per hari. Total aliran minyak global diperkirakan mencapai 80 juta barel per hari. Dominasi Selat Malaka sebagai Jalur Utama dan Tercepat Dominasi Selat Malaka sebagai jalur utama bukan tanpa alasan. Letaknya yang berada di antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura menjadikannya jalur tercepat pengiriman energi dari Timur Tengah menuju Asia Timur, termasuk ke China, Jepang, dan Korea Selatan. Media internasional seperti Reuters dan Bloomberg menyoroti bahwa gangguan kecil saja di jalur ini bisa memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan. Di sinilah posisi Indonesia menjadi sangat strategis. Wilayah Sumatra yang mengapit Selat Malaka praktis berada di “jantung” distribusi energi dunia. Tak heran jika Amerika Serikat memberikan perhatian besar terhadap kawasan ini, terutama dalam konteks stabilitas keamanan maritim dan persaingan geopolitik dengan China. Sejumlah analis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan bahwa penguatan kehadiran militer di kawasan Indo-Pasifik merupakan bagian dari strategi menjaga jalur perdagangan global tetap aman. Namun, spekulasi tentang kemungkinan pembangunan pangkalan militer AS di Sumatra masih jauh dari kepastian. Pemerintah Indonesia sendiri selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan menolak kehadiran pangkalan militer asing permanen di wilayahnya. Meski demikian, kerja sama militer seperti latihan bersama dan peningkatan patroli maritim tetap terus dilakukan. Indonesia Kuasai Selat Malaka ataukah Jadi Penonton Faktanya jelas, siapa pun yang menguasai atau memiliki pengaruh di Selat Malaka, akan memegang salah satu “keran” terpenting ekonomi dunia. Pertanyaannya kini, apakah Indonesia hanya akan menjadi penonton di jalur strategis ini—atau justru menjadi pemain kunci yang menentukan arah geopolitik global? Penulis dan Editor : Thamrin Humris Sumber: Palestina Post Foto ilustrasi

Read More

110 Siswa “Dikunci Sistem”! Ujian Digital SMA Islam Muthmainnah Ende Bikin Publik Kaget — Tak Bisa Screenshot, Tak Bisa Curang!

110 Siswa “Dikunci Sistem”! Ujian Digital SMA Islam Muthmainnah Ende Bikin Publik Kaget — Tak Bisa Screenshot, Tak Bisa Curang! Tak bisa screenshot hingga akses dikunci total. Simak faktanya! Ende — 1miliarsantri.net | Suasana di SMA Islam Muthmainnah Ende tampak berbeda dari biasanya pada Rabu pagi (15/04/2026). Kesibukan rutin yang biasanya mewarnai lorong-lorong sekolah kini berganti dengan kesunyian yang khidmat. Sebanyak 110 siswa kelas XII sedang menempuh babak akhir perjalanan akademik mereka melalui Ujian Sekolah (US) Tahun 2026. Ujian yang dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, mulai dari 15 hingga 23 April 2026, ini menjadi momen krusial. Bukan sekadar rutinitas tahunan, ujian ini merupakan jembatan terakhir bagi para siswa sebelum mereka secara resmi dilepas oleh almamater tercinta. Pelepasan Generasi: Dari Kampus Hingga TNI-Polri! Kepala SMA Islam Muthmainnah Ende, Lukman Pua Rangga, S.Pd., melalui pesan whats app, menyampaikan pesan mendalam terkait pelaksanaan ujian tahun ini. Ia menekankan bahwa ke-110 siswa tersebut berada di ambang pintu gerbang baru dalam kehidupan mereka. “Kegiatan ini adalah evaluasi pamungkas bagi anak-anak kami di SMA Islam Muthmainnah. Setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun, tiba saatnya mereka akan meninggalkan sekolah ini untuk mengejar cita-cita yang lebih tinggi,” ungkap Lukman. Lebih lanjut, Lukman memaparkan optimisme terhadap lulusan tahun ini yang dinilai memiliki minat karir yang beragam. “Kami melihat potensi yang luar biasa. Sudah pasti setelah ini mereka akan berpencar; ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi favorit, ada yang siap berkarya di dunia kerja, dan tidak sedikit pula yang memiliki tekad kuat untuk mengabdi kepada negara dengan masuk ke institusi TNI maupun Polri,” tambahnya. Ujian Tanpa Kertas: Android Jadi Senjata Utama! Memasuki area ruang kelas, pemandangan menarik terlihat dari cara ujian dilaksanakan. Tidak ada lagi tumpukan kertas soal; para siswa tampak tekun dan fokus mengoperasikan perangkat Android di meja masing-masing. Transformasi digital ini dilakukan sekolah untuk menjamin efisiensi dan keakuratan hasil ujian.Namun yang paling mengejutkan adalah sistem keamanannya. Anti Curang Level Tinggi: Screenshot? Langsung Terkunci! Mengingat kekhawatiran publik mengenai potensi siswa melakukan screenshot soal atau mencari jawaban melalui mesin pencari (Google), Lukman Pua Rangga memberikan penjelasan teknis yang tegas. “Kami sangat menjunjung tinggi nilai integritas. Oleh karena itu, ujian ini menggunakan aplikasi khusus yang memiliki fitur keamanan tingkat tinggi. Sistem ini mengunci perangkat siswa secara total selama ujian berlangsung. Mereka tidak bisa melakukan split screen, tidak bisa keluar dari aplikasi, apalagi mengambil tangkapan layar. Jika mencoba melakukan itu, sistem akan mendeteksi dan mengunci akses mereka secara otomatis,” jelas Lukman secara detail. Suasana Sunyi, Tegang, dan Super Kondusif! Hingga berita ini diturunkan, situasi di lingkungan sekolah terpantau sangat lengang dan tenang, memberikan atmosfer yang mendukung bagi siswa untuk berkonsentrasi penuh. Pengawasan ketat namun persuasif tetap dilakukan oleh para guru untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Dengan kombinasi kesiapan mental siswa dan dukungan teknologi yang mumpuni, SMA Islam Muthmainnah Ende berharap lulusan tahun 2026 ini tidak hanya unggul dalam nilai di atas kertas, tetapi juga memiliki karakter jujur dan tangguh yang siap bersaing di kancah global.** Foto Istimewa Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Seru dan Edukatif! 61 Siswa TK Assyifa Ikuti Kunjungan Edukasi BPBD Kota Bekasi, Simulasi Gempa hingga Banjir

Sebanyak 61 siswa TK Assyifa Tambun Selatan mengikuti kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi di Kompleks Walikota Bekasi, dengan simulasi gempa dan edukasi banjir. Bekasi – 1miliarsantri.net | Kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi menjadi pengalaman berharga bagi 60 siswa TK Assyifa Tambun Selatan yang mengikuti kegiatan pembelajaran mitigasi bencana di Kompleks Walikota Bekasi, Selasa (14/4/2026). Kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi ini dirancang untuk mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai simulasi interaktif yang menarik dan mudah dipahami. Melalui kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi ini, diharapkan anak-anak mampu memahami langkah dasar penyelamatan diri saat menghadapi bencana seperti gempa bumi dan banjir. Didampingi Kepala Sekolah, Guru dan POMG Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Sekolah Naedah, S.Pd, bersama guru pembimbing Umi Darul, Umi Sri Ningsih, Umi Via, dan Umi Sarah, dan 6 orang POMG. Kehadiran para pendamping memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh kenyamanan bagi seluruh siswa. Belajar Profesi BPBD, Simulasi Gempa hingga Penggunaan APD Saat Banjir Dalam kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi ini, siswa mengikuti beberapa rangkaian kegiatan utama, antara lain: Simulasi gempa menjadi salah satu sesi favorit karena memberikan pengalaman nyata dalam kondisi yang aman dan terkendali. Didukung Armada dan Mobil Tayo Kegiatan ini juga didukung oleh fasilitas transportasi berupa 3 unit kendaraan angkut, 2 unit kendaraan operasional BPBD, serta mobil Tayo yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa. Selain sebagai sarana transportasi, keberadaan kendaraan ini turut menambah semangat dan keceriaan selama kegiatan berlangsung. Antusiasme Tinggi, Edukasi Jadi Menyenangkan Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif berinteraksi, mencoba simulasi, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi yang diberikan. Kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran mitigasi bencana dapat dikemas secara menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Membangun Generasi Tangguh Sejak Dini BPBD Kota Bekasi terus berkomitmen memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Edukasi sejak usia dini diharapkan mampu membentuk karakter yang tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.** Foto istimewa Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Transisi Kepemimpinan OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda: Serah Terima Jabatan Ketua OSIS Berlangsung Khidmat

Serah Terima Jabatan OSIS di MTs dan SMP Islam Al Huda berlangsung khidmat. Momen ini menjadi pembelajaran kepemimpinan, disiplin, dan pengalaman berorganisasi bagi siswa. Bekasi – 1miliarsantri.net | Pergantian kepemimpinan OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda berlangsung dengan penuh khidmat melalui prosesi Serah Terima Jabatan Ketua OSIS periode 2025/2026, Senin 13/04/2026. Kegiatan ini digelar di lingkungan sekolah dengan dihadiri oleh Fajar Priantoro, S.Pd.I (Kepala Sekolah MTS Al Huda Rawasapi), Akhmad Ubaidillah, S.Pd.I (Kepala Sekolah SMP Islam Al Huda), Abdullah Al Mutaqin, S.Si sebagai Pembina OSIS, Dewan Guru, serta para Siswa-Siswi yang merupakan bagian integral dari tradisi transisi kepemimpinan di lingkungan sekolah. Prosesi Serah Terima Jabatan Ketua OSISI Dalam prosesi Serah Terima Jabatan OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda, ketua OSIS sebelumnya, Ashanty Kurnia Noer Khoeriyah secara resmi menyerahkan amanah kepada Reny Melisa selaku Ketua OSIS baru, ditandai dengan penyerahan dokumen serta simbol organisasi. Berdasarkan surat pernyataan, ketua OSIS lama menyatakan telah menyelesaikan seluruh tugas, tanggung jawab, serta kewajiban selama masa jabatannya. Sementara itu Ketua OSIS baru menandatangani Surat Pernyataan “bersedia menerima jabatan dan sanggup melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Transisi Kepemimpinan dan Budaya Disiplin Pelaksanaan Serah Terima Jabatan OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda juga mencerminkan budaya disiplin yang kuat di lingkungan sekolah. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib, mulai dari upacara, pembacaan pernyataan, hingga penandatanganan dokumen. Para siswa menunjukkan sikap hormat dan tanggung jawab, mencerminkan keberhasilan pembinaan karakter yang diterapkan oleh pihak sekolah. Dengan adanya transisi kepemimpinan ini, pengurus baru OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda diharapkan mampu melanjutkan program kerja yang telah dirintis serta menghadirkan inovasi yang lebih baik. Pengalaman dalam organisasi tidak hanya menjadi bekal selama masa sekolah, tetapi juga menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan di masa depan, baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.** Foto istimewa Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

23 Siswa MAN Ende Lulus SNBP, 2 Siswa Lolos FK-UI dan Meteorologi Terapan IPB

Ende – 1miliarsantri.net | Salah satu sekolah yang bernaung di bawah Kementerian Agama RI yang berada di Kabupaten Ende, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ende untuk kesekian kalinya berhasil menghantarkan siwa-siswinya lolos Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Wakil Kepala Madrasah (wakamad) urusan Kurikulum, Mahmud Mohammad, yang mewakili Kepala MAN Ende, menjelaskan, seleksi SNBP didasarkan pada nilai rapor semester 1 hingga 5, portofolio untuk program studi tertentu, serta prestasi akademik dan non-akademik yang dibuktikan dengan sertifikat. Menurut Faris, “Basis seleksi untuk SNBP ini menggunakan nilai rapor semester 1 hingga 5, portofolio (untuk program studi tertentu), dan prestasi lainnya baik itu prestasi akademik maupun non akademik yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam penghargaan.”  Diapun menambahkan, hampir sebagian  besar siswa yang lulus SNBP adalah siswa yang masuk dalam kuota  di madrasahnya, “Hampir sebagian  besar yang lulus SNBP adalah siswa yang masuk dalam kuota  madrasah. Kuota ini ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. Nah, karena MAN Ende mendapatkan akreditasi A maka kuota yang diperoleh sebesar 40%.” imbuhnya. 2 Siswa Lolos FK-UI dan Meteorologi Terapan IPB Keluarga besar MAN Ende bersyukur, dari 23 siswa terdapat 2 siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia, yakni: Aqilah Muharani Admasari berhasil lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) dan Nazla Humairah Al Hadad berhasil lulus di Fakultas Meteorologi Terapan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kedua siswa berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri ternama di Jakarta dan Bogor, dikenal konsisten dalam menempuh pendidikan di MAN Ende, selama tiga tahun keduanya menjaga konsistensi nilai rapor semester 1 hingga semester 5. Aqila siswi MAN Ende yang diterima di FK-UI, menuturkan, “Selain menjaga konsistensi tren nilai rapor, dia juga mengikuti berbagai ajang perlombaan seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan perlomban-perlombaan lain dalam bidang akademik yang menunjang pilihan jurusan kedepannya terkait SNBP.” Sementara itu, Nazla Humairah Al Hadad salah satu siswa MAN Ende yang berhasil masuk IPB pada Fakultas Meteorologi Terapan, mengatakan, ”Saya memilih Fakultas Meteorologi Terapan pada kampus Institut Pertanian Bogor sudah dilakukan berdasarkan minat dan bakat. Saya berpikir secara realistis berdasarkan hasil nilai rapor semester 1-5.” Selain itu, berdiskusi dengan orang tua dan wakil kepala bidang kurikulum untuk menganalisis grafik nilai rapor yang saya peroleh. Apakah stabil atau terus meningkat, terutama pada mata pelajaran pendukung prodi tujuan,“ pungkasnya menutup wawancara di RRI Pro 2 Ende.** Sumber : manende.sch.id, ntt.kemenag.go.id Foto : manende.sch.id Penuils dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Iran Tunjukan Sikap Menantang Rencana Blokade Selat Hormuz oleh Angkatan Laut AS

Teheran, Iran – 1miliarsantri.net | Sikap tegas Iran menantang rencana Trump memblokade Selat Hormuz paska perundingan yang buntu antara utusan Iran dengan Amerika Serikat yang berlangsung di Islamabad, Pakistan. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah gagalnya perundingan di Islamabad, Pakistan, yang diikuti dengan rencana Washington melakukan blokade di Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi global. Pembicaraan damai yang gagal disikapi oleh Presiden AS, Trump pada hari Minggu 12/04/2026.  Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mulai memblokade Selat Hormuz dan mencegat kapal-kapal yang telah membayar tol kepada Iran, sebagaimana ditulis oleh iranintl.com. Ketua Parlemen Iran Ejek Rencana AS Presiden AS mengumumkan langkah tersebut sebagai upaya menekan Iran, termasuk membatasi lalu lintas kapal menuju pelabuhan Iran, meski kapal menuju negara lain disebut tetap diizinkan melintas. Langkah ini dinilai sebagai eskalasi besar yang berpotensi mengguncang pasar minyak dunia, mengingat pentingnya kawasan tersebut bagi pasokan energi internasional. Menanggapi hal itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengejek rencana blokade tersebut dan memperingatkan warga Amerika bahwa mereka bisa segera “merindukan harga bahan bakar saat ini”. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan atau ancaman dari pihak mana pun, sejalan dengan sikap tegas Teheran pasca kegagalan negosiasi dengan delegasi AS. Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya retorika keras di kedua sisi yang memperbesar risiko konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.*** Sumber : iranintl.com Foto : iranintl.com, Reuters, The Guardian, English.Alarabiya.net Penuils dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Gencatan Senjata: Pembicaraan antara Iran dan Amerika Berakhir Tanpa Terobosan di Islamabad

Islamabad, Pakistan – 1miliarsantri.net | Perundingan tingkat tinggi dalam momentum gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan telah berlangsung dalam putaran pertama yang berakhir pada Sabtu 11/4/2026 waktu setempat. Mengutip IRANINTL.COM, putaran pertama perundingan perdamaian Iran-AS di Islamabad berakhir pada hari Sabtu, dan putaran negosiasi selanjutnya kemungkinan akan diadakan malam ini atau besok, menurut laporan media pemerintah Iran. Perundingan tersebut menemui jalan buntu terkait perebutan kendali Selat Hormuz. Sementara itu, Seorang pejabat AS membantah menyetujui pencairan aset Iran, bertentangan dengan laporan Reuters sebelumnya yang mengutip sumber Iran. Mojtaba Khamenei Terlibat Dalam Keputusan Isu-isu Penting IranIntl juga melaporkan, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai isu-isu penting termasuk perang meskipun mengalami luka serius, demikian laporan Reuters mengutip tiga orang yang dekat dengan lingkaran dalamnya. Ini menandakan kepemimpinan Iran setelah syahidnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara AS-Israel, hingga saat ini sangat solid dan sulit untuk dipengaruhi oleh pihak luar. Pembicaraan Mencakup Sanksi dan Nuklir Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada hari Sabtu bahwa diskusi selama 24 jam terakhir mencakup topik-topik negosiasi utama seperti Selat Hormuz, program nuklir Iran, ganti rugi perang, pencabutan sanksi, dan penghentian permusuhan, demikian yang ia unggah di X. Baghaei menambahkan bahwa keberhasilan proses diplomatik bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lain, serta menghindari “tuntutan maksimalis dan melanggar hukum” sambil menghormati hak-hak Iran.*** Sumber : iranintl.com Foto : iranintl.com Penuils dan Editor : Thamrin Humris

Read More