Filter Berita

All
berita-dunia
berita-nasional
khazanah
sejarah
tasawuf

LDKS MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi Diikuti 333 Siswa, Sukses Digelar di Bogor

Sebanyak 333 siswa MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi mengikuti kegiatan LDKS di Villa Ardilla Bogor pada 22-23 April 2026. Kegiatan berlangsung sukses dengan materi kepemimpinan, multimedia, keorganisasian, hingga outbound. Bogor – 1miliarsantri.net | MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi, Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang berlangsung sukses di Villa Ardilla, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu-Kamis, 22–23 April 2026. Sebanyak 333 siswa-siswi dari kelas 7 dan 8 MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan LDKS dengan penuh antusias. Kegiatan ini juga didampingi oleh 25 tenaga pendidik serta didukung penuh oleh Yayasan Al-Huda Rawasapi, dengan tema: Mengajarkan Siswa Untuk Bekerja Sama, Mengambil Keputusan Dengan Bijak, Dan Memimpin Dengan Penuh Rasa Hormat. Sebagai salah satu institusi pendidikan menengah pertama yang dikenal aktif dan konsisten mewarnai dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi, MTs dan SMP Islam Al-Huda terus berupaya menghadirkan program pembinaan karakter yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penguatan mental, spiritual, dan kepemimpinan siswa. Proses Keberangkatan dan Pembukaan LDKS Berlangsung Tertib Sebelum menuju lokasi kegiatan, seluruh peserta mengikuti proses pendataan, pembagian kursi bus, serta penentuan guru pendamping untuk masing-masing kendaraan. Seluruh siswa bersama guru pendamping mengenakan seragam Pramuka lengkap, menambah suasana disiplin dan semangat kebersamaan. Setibanya di Villa Ardilla Bogor, acara pembukaan LDKS dimulai dengan khidmat. Kegiatan dipandu oleh Abdullah Al Muttaqin sebagai moderator, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta sari tilawah oleh siswa dan siswi. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Sekolah, dilanjutkan oleh Ketua Yayasan Al-Huda Rawasapi, Ustadz Cecep Supriyadharma Syam, S.Pd.I, yang sekaligus secara resmi membuka kegiatan LDKS MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi Tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan Pengurus OSIS yang berlangsung khidmat dan disaksikan oleh seluruh peserta, tenaga pendidik, eksponen yayasan, tamu undangan, serta para pemateri. Materi Multimedia hingga Kepemimpinan Disambut Antusias Peserta Pada sesi materi pertama, peserta mendapatkan pembekalan tentang multimedia yang dimoderatori oleh Cesna Kaylatussyifa. Materi ini menghadirkan narasumber dari Tim Redaksi 1miliarsantri.net, yakni Thamrin Humris selaku Pemimpin Redaksi dan Fatahillah Solahuddin sebagai Manager IT dan Pengembangan. Materi ini memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai pentingnya literasi digital, pemanfaatan media dan pemanfaatan AI dengan bijak, serta peran teknologi informasi dalam dunia pendidikan dan organisasi. Pemateri mengingatkan peserta LDKS dan pendamping untuk menggunakan Multimedia khususnya media sosial dan AI dengan bijak sebagai calon pemimpin masa depan harus ingat pada tema acara tersebut: Teaching Students To Work Together, Make Wise Decisions, And Lead With Respect. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan materi baris-berbaris sebagai bagian dari pembentukan kedisiplinan dan kekompakan peserta. Menjelang malam, seluruh peserta mempersiapkan diri untuk melaksanakan Sholat Magrib berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Haris, dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama yang dipimpin oleh Ustadz Andi Irmansyah. Usai makan malam, peserta kembali mengikuti materi keorganisasian dan kepemimpinan yang dipandu oleh Tim LDKS dengan moderator Cicilia Salwa Assyifa. Materi ini berlangsung hingga pukul 23.00 WIB sebelum seluruh peserta beristirahat. Hari Kedua Diawali Qiyamul Lail dan Subuh Berjamaah Memasuki hari kedua, kegiatan dimulai sejak pukul 03.30 WIB dengan pelaksanaan Qiyamul Lail di tengah udara dingin pasca hujan lebat yang mengguyur kawasan Villa Ardilla. Seluruh peserta mengikuti sholat malam dan dilanjutkan dengan Sholat Subuh berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz Yasin Setiawan, S.Pd.I. Setelah itu, Kultum disampaikan oleh Ustadz Mansur HM, S.S., yang memberikan motivasi spiritual dan penguatan akhlak kepada seluruh peserta. Olahraga Pagi dan Outbound Jadi Momen Paling Berkesan Setelah ibadah pagi, seluruh peserta bersama pendamping mengikuti olahraga pagi yang dipimpin oleh Miss Elin Hasanah di lapangan rumput Villa Ardilla yang masih basah oleh embun dan sisa hujan malam sebelumnya. Suasana semakin meriah saat peserta mengikuti materi Manajemen Konflik dan outbound setelah sarapan yang diarahkan oleh Tim LDKS dari KOKAM Muhammadiyah Kabupaten Bekasi. Dalam sesi ini, siswa dituntut untuk bekerja sama, berpikir cepat, serta teliti dalam menyelesaikan berbagai tantangan kelompok. Salah satu permainan yang paling menarik adalah mencari potongan kata yang disembunyikan di beberapa titik sekitar lapangan untuk kemudian disusun menjadi kalimat yang bermakna. Peserta laki-laki juga mengikuti berbagai latihan ketangkasan seperti berlari, merayap, hingga salto ke depan secara bergantian. Suasana penuh tawa pun pecah ketika terjadi beberapa momen lucu, termasuk tabrakan kecil yang tidak disengaja saat peserta sedang melakukan simulasi merayap dan salto. LDKS Menjadi Pengalaman Berharga Bagi Siswa Seluruh rangkaian kegiatan LDKS ini memberikan pengalaman yang mendalam dan berkesan bagi siswa-siswi MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu tentang kepemimpinan dan organisasi, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. LDKS Tahun 2026 ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa pendidikan karakter tetap menjadi prioritas utama dalam membentuk generasi muda Islam yang tangguh, cerdas, dan siap menjadi pemimpin masa depan.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto dok 1miliarsantri.net

Read More

Peringati Hari Bumi: Relawan Rumah Zakat Bekasi Gelar VOGREEN dan Santunan di Muaragembong-Bekasi

Bekasi – 1miliarsantri.net | Langit Bekasi nampak cerah mengiringi langkah 40 Relawan Rumah Zakat Bekasi menuju Pantai Mekar Muaragembong, Kabupaten Bekasi, yang akan berkolaborasi dengan masyarakat setempat dalam rangka memperingati Hari Bumi. Rumah Zakat Bekasi mengerahkan Relawan Rumah Zakat Bekasi untuk menggelar VOGREEN di Pantai Mekar Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Volunteer Go Green merupakan aksi nyata memperingati Hari Bumi, berkolaborasi dengan warga sekitar Pantai Mekar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.. Relawan Rumah Zakat dan masyarakat sekitar Pantai Mekar sangat antusias terjun langsung dalam aksi nyata yang diprakarsai oleh Rumah Zakat Bekasi dalam rangka memperingati Hari Bumi. Rangkaian Aksi Nyata Relawan Rumah Zakat Bekasi Penanaman 100 Pohon Mangrove Aksi nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan khususnya di wilayah Pantai Mekar Muaragembong dilakukan dengan proses penanaman pohon Mangrove. sebanyak 100 pohon mangrove berhasil ditanam. Penanaman mangrove yang berkolaborasi dengan masyarakat pesisir di Muaragembong merupakan aksi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir. Proses penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir untuk memulihkan, memperluas, dan menjaga keseimbangan ekosistem. Pembagian Paket Sembako, Super Kornet, Kado Anak Yatim dan Al-Qur’an Setelah aksi penanaman mangrove, Tim Relawan RZ tim menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 10 lansia dhuafa. Kegiatan juga dilanjutkan dengan pembagian 400 kaleng kornet Superqurban, 30 paket Al-Qur’an untuk masjid, serta penyaluran 11 paket kado untuk anak yatim. Rumah Zakat Bekasi mengapresiasi kegiatan ini, melalui Branch Manager Rumah Zakat Bekasi, Sadam Bustomi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini. “Apresiasi yang sangat luar biasa kepada seluruh pihak atas rangkaian program ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Bustomi. Sementara itu, Farisah selaku Koordinator Relawan mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Farisah menegaskan, “Acara yang luar biasa, menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Semoga memberikan dampak baik bagi semua.” Kegiatan memperingati Hari Bumi dengan menggelar aksi nyata yang berkolaborasi dengan masyarakat sekitar adalah bentuk komitmen kepedulian Rumah Zakat terhadap kelestarian ekosistem. Rumah Zakat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program kebaikan, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dhuafa yang membutuhkan.** Penulis : Muhammad Thoriq thorr_17 Editor : Thamrin Humris Foto istimewa

Read More

Animal Awarness Day: Hari Penguin Sedunia dan Pentingnya Peran Penguin bagi Ekosistem Global

Hari Penguin Sedunia diperingati setiap 25 April untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya penguin dalam ekosistem laut serta ancaman perubahan iklim dan polusi. Jakarta – 1miliarsantri.net | Setiap tanggal 25 April, dunia memperingati Hari Penguin Sedunia (World Penguin Day), sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penguin dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Peringatan ini awalnya berkaitan dengan migrasi tahunan penguin Adélie di kawasan Antartika yang telah lama diamati oleh para peneliti. Kini, Hari Penguin Sedunia berkembang menjadi kampanye internasional yang menyoroti seluruh spesies penguin serta tantangan yang mereka hadapi. Penguin dikenal sebagai burung laut yang tidak dapat terbang, tetapi memiliki kemampuan berenang yang sangat baik. Mereka hidup di belahan bumi selatan, terutama di wilayah dingin seperti Antartika, meskipun beberapa spesies juga ditemukan di daerah yang lebih hangat. Peran Penting Penguin Dalam Ekositem Laut Dalam ekosistem laut, penguin memegang peran penting sebagai bagian dari rantai makanan. Mereka mengonsumsi krill, ikan kecil, dan cumi-cumi, sekaligus menjadi mangsa bagi predator seperti anjing laut dan paus. Kondisi populasi penguin sering dijadikan indikator kesehatan lingkungan laut. Namun, keberadaan penguin saat ini menghadapi berbagai ancaman serius. Perubahan iklim menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi habitat mereka, terutama akibat mencairnya es di kutub. Selain itu, penangkapan ikan berlebihan turut mengurangi ketersediaan makanan alami penguin. Polusi laut, termasuk sampah plastik dan tumpahan minyak, juga menjadi ancaman yang tidak kalah berbahaya. Aktivitas manusia seperti pariwisata yang tidak terkendali turut memberikan tekanan terhadap habitat alami penguin. Sejumlah organisasi konservasi global menekankan pentingnya langkah kolektif untuk melindungi penguin. Upaya tersebut meliputi pengurangan emisi karbon, pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. 18 Spesies Penguin yang Masih Hidup Di Bumi Terdapat sekitar 18 spesies penguin yang masih hidup di dunia. Penguin Kaisar merupakan spesies terbesar, sementara Little Penguin atau Fairy Penguin menjadi yang terkecil. Setiap penguin juga memiliki suara panggilan unik yang membantu mereka menemukan pasangan dan anak-anaknya di tengah koloni besar yang bisa mencapai ribuan individu. Penguin dikenal sebagai orang tua yang sangat baik. Pada banyak spesies, induk jantan dan betina bergantian mengerami telur dan memberi makan anaknya. Sifat sosial yang kuat ini menunjukkan bahwa penguin merupakan hewan yang sangat cerdas dan memiliki ikatan emosional yang kuat. Penguin Terancam Punah Banyak spesies penguin kini masuk dalam kategori rentan, terancam punah, bahkan kritis menurut daftar konservasi internasional. Salah satu contohnya adalah penguin Afrika yang berstatus kritis. Ancaman utama yang dihadapi Penguin diantaranya: Penguin Bagian Penting Keseimbangan Global Hari Penguin Sedunia mengingatkan kita bahwa penguin bukan hanya simbol lucu dari wilayah kutub, melainkan bagian penting dari keseimbangan alam global. Ketika penguin terancam, sesungguhnya itu adalah tanda bahwa bumi juga sedang menghadapi masalah besar. Melindungi penguin berarti menjaga laut, iklim, dan masa depan ekosistem dunia. Maka dari itu, peringatan setiap 25 April seharusnya tidak hanya menjadi hari seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kecil manusia dapat menentukan nasib satwa liar di masa depan. Karena pada akhirnya, menjaga penguin berarti menjaga bumi.** Penulis : Thamrin Humris Editor: Thamrin Humris Sumber: World Animal Protection, Umwelt Bundesamt, dan sumber lainnya. Foto: Tangkapan layar YouTube

Read More

Peran SPEK Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Ekonomi Indonesia

Peran Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan (SPEK) dalam menjembatani Kebijakan dan Implementasi di Tingkat Akar Rumput Jakarta – 1miliarsantri.net | Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah terus memperkuat sektor ini melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan produksi pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga penguatan distribusi dan intervensi gizi masyarakat. Komitmen tersebut juga tercermin dari alokasi anggaran yang signifikan. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan dalam kisaran Rp155 triliun hingga Rp159 triliun yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Anggaran ini mencakup program subsidi pupuk, pengembangan kawasan pangan, modernisasi pertanian, hingga program berbasis masyarakat seperti penguatan desa dan UMKM. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan dalam kisaran Rp155 triliun hingga Rp159 triliun yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Anggaran ini mencakup program subsidi pupuk, pengembangan kawasan pangan, modernisasi pertanian, hingga program berbasis masyarakat seperti penguatan desa dan UMKM. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan. Namun demikian, tantangan utama dalam pembangunan ketahanan pangan tidak hanya terletak pada kebijakan dan anggaran, melainkan pada efektivitas implementasi di tingkat akar rumput. Koperasi Soko Guru Perekonomian Nasional Pelaku utama sektor pangan—petani, nelayan, serta pelaku UMKM—masih menghadapi berbagai kendala klasik, seperti keterbatasan akses pembiayaan, lemahnya manajemen usaha, keterbatasan akses pasar, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi. Kondisi ini menunjukkan bahwa intervensi program yang bersifat makro perlu dilengkapi dengan penguatan kelembagaan dan pendampingan di tingkat mikro. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Mohammad Hatta yang sejak awal telah menegaskan bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian nasional. Koperasi dan Ketahanan Pangan Dalam berbagai pidatonya pada era 1950-an, Hatta menekankan bahwa kekuatan ekonomi bangsa harus dibangun dari bawah, melalui organisasi ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan. Gagasan tersebut tetap relevan hingga hari ini, khususnya dalam konteks ketahanan pangan. Tanpa kelembagaan ekonomi yang kuat di tingkat rakyat, ketahanan pangan akan sulit terwujud secara berkelanjutan. Dalam perspektif yang lebih kontemporer, ekonom pembangunan Amartya Sen dalam karyanya Poverty and Famines (1981) juga menegaskan bahwa krisis pangan sering kali bukan disebabkan oleh kelangkaan produksi, melainkan karena lemahnya akses dan distribusi. Artinya, persoalan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut struktur ekonomi dan keadilan akses. Peran SPEK Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Ekonomi Kerakyatan Di sinilah peran organisasi masyarakat sipil menjadi penting. Sarjana Penggerak Ekonomi Koperasi (SPEK), sebagai organisasi nasional yang memiliki legalitas hukum, dan Kredibilitas SPEK juga diperkuat dengan kehadiran Dewan Pengarah yang diisi oleh tokoh-tokoh nasional yang mumpuni dalam bidangnya. Diantaranya, Dr. Ir. Burhanuddin Abdullah merupakan ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (2003–2008) dan memiliki pengalaman dalam kebijakan ekonomi nasional maupun internasional. Kehadiran beliau dalam jajaran Dewan Pengarah SPEK memperkuat arah strategis organisasi dalam mendukung pengembangan koperasi, UMKM, serta ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. SPEK hadir sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor koperasi dan UMKM. Dalam konteks ketahanan pangan, SPEK memposisikan diri sebagai mitra strategis yang mengisi ruang antara kebijakan dan implementasi. Peran ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku usaha di lapangan: Ketua Umum SPEK, M. Harun Ichsan Indradewa, menegaskan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan merupakan kunci dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa,  “ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan intervensi dari atas, tetapi harus dibangun dari kekuatan pelaku usaha di tingkat bawah. Koperasi dan UMKM harus menjadi aktor utama, bukan sekadar pelengkap dalam kebijakan pangan nasional.” Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong pembangunan pangan secara terintegrasi. Kolaborasi antara negara dan masyarakat menjadi kunci agar anggaran besar yang telah dialokasikan benar-benar memberikan dampak nyata. Pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga tentang keberdayaan pelaku ekonominya. Ketika petani, nelayan, dan pelaku UMKM semakin kuat dan terorganisir, maka fondasi ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh. Dalam konteks inilah, SPEK berkomitmen untuk terus berkontribusi sebagai bagian dari solusi—menggerakkan intelektual, menguatkan koperasi, dan mendukung terwujudnya ekonomi kerakyatan yang berdaya saing dalam menopang ketahanan pangan Indonesia. “Ketahanan pangan tidak cukup dibangun dari kebijakan, tetapi harus ditopang oleh kekuatan pelaku ekonomi rakyat yang terorganisir, berdaya, dan berkelanjutan.”*** Penulis : Pantun Angin, Sekretaris Jenderal SPEK (Sarjana Penggerak Ekonomi Kerakyatan) Editor : Thamrin Humris

Read More

Selat Malaka Urutan Pertama Cokepoints Global Jalur Strategis Minyak Dunia

Jakarta – 1miliarsantri.net | Distribusi minyak dunia ke berbagai negara dan kawasan sangat bergantung pada beberapa jalur laut yang cukup padat. Jalur distribusi melalui beberapa selat dan terusan yang sempit dan padat, merupakan titik rawan (chokepoints), seperti Selat Malaka. Titik-titik rawan (chokepoints) adalah saluran sempit di sepanjang jalur laut global yang banyak digunakan dan sangat penting bagi perdagangan dan keamanan energi global karena volume besar minyak bumi dan cairan lainnya serta gas alam cair yang melewatinya, diantaranya Selat Malak, Selat Hormuz dan lainnya. Berdasarkan data yang dilansir dari EIA (Administrasi Informasi Energi AS) Selat Malaka, salah satu chokepoints yang melintasi tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura merupakan titik terpadat dengan volume 23.2 juta barel. Titik-titik tersibuk (chokepoint) transit minyak dunia (Berdasarkan rata-rata aliran harian), data ini merupakan data dari tahun 2020 hingga semester pertama tahun 2025. Mengutip sumber data Administrasi Informasi Energi AS (EIA), Prospek Energi Jangka Pendek , Februari 2026, dan analisis EIA berdasarkan pelacakan kapal tanker Vortexa dan data Otoritas Terusan Panama, menggunakan faktor konversi dan perhitungan EIA, berikut urutannya : Total perdagangan minyak maritim dunia melalui 8 titik tersebut sebanyak 79.8 juta barel dan total pasokan minyak dunia sebanyak 104.4 juta barel (rata-rata harian). Namun perlu diketahu, data tersebut merupakan data Perdagangan minyak maritim dunia tidak termasuk volume intra-negara kecuali volume yang melewati titik-titik rawan global dan Tanjung Harapan. 1H25 = paruh pertama tahun 2025. Selat Denmark tidak termasuk aliran melalui Terusan Kiel.  Sementara itu data untuk Terusan Panama berdasarkan tahun fiskal (1 Oktober hingga 30 September).*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Sumber : EIA.GOV, @factpress_ir Foto : kolase foto dari EIA dan FactPress

Read More

Selat Malaka Jalur Minyak Dunia Terpadat: Fakta Cekpoint Global Terungkap, AS Lirik Sumatra?

Selat Malaka jalur minyak dunia terpadat dengan 23 juta barel per hari. Simak daftar chokepoint global dan isu AS lirik Sumatra. Jakarta – 1miliarsantri.net | Perdagangan minyak global ternyata sangat bergantung pada sejumlah jalur minyak dunia sempit yang dikenal sebagai chokepoint. Dari data berbagai lembaga energi internasional seperti International Energy Agency (IEA) dan U.S. Energy Information Administration (EIA), ada delapan titik paling sibuk yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. Yang paling mengejutkan, posisi teratas ditempati oleh Selat Malaka dengan aliran mencapai sekitar 23 juta barel per hari, mengungguli Selat Hormuz yang mencatat 21 juta barel per hari. Selain itu, jalur penting lainnya mencakup Tanjung Harapan (9,1 juta barel), Selat Denmark (4,9 juta barel), serta Terusan Suez dan Selat Bab el-Mandeb yang masing-masing menyumbang sekitar 4–5 juta barel per hari. Kedua jalur terakhir ini saling berkaitan erat karena menjadi penghubung antara Laut Merah dan Laut Mediterania. Sementara itu, Selat Bosphorus dan Selat Dardanella menangani sekitar 3,7 juta barel, serta Terusan Panama dengan 2,3 juta barel per hari. Total aliran minyak global diperkirakan mencapai 80 juta barel per hari. Dominasi Selat Malaka sebagai Jalur Utama dan Tercepat Dominasi Selat Malaka sebagai jalur utama bukan tanpa alasan. Letaknya yang berada di antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura menjadikannya jalur tercepat pengiriman energi dari Timur Tengah menuju Asia Timur, termasuk ke China, Jepang, dan Korea Selatan. Media internasional seperti Reuters dan Bloomberg menyoroti bahwa gangguan kecil saja di jalur ini bisa memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan. Di sinilah posisi Indonesia menjadi sangat strategis. Wilayah Sumatra yang mengapit Selat Malaka praktis berada di “jantung” distribusi energi dunia. Tak heran jika Amerika Serikat memberikan perhatian besar terhadap kawasan ini, terutama dalam konteks stabilitas keamanan maritim dan persaingan geopolitik dengan China. Sejumlah analis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan bahwa penguatan kehadiran militer di kawasan Indo-Pasifik merupakan bagian dari strategi menjaga jalur perdagangan global tetap aman. Namun, spekulasi tentang kemungkinan pembangunan pangkalan militer AS di Sumatra masih jauh dari kepastian. Pemerintah Indonesia sendiri selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan menolak kehadiran pangkalan militer asing permanen di wilayahnya. Meski demikian, kerja sama militer seperti latihan bersama dan peningkatan patroli maritim tetap terus dilakukan. Indonesia Kuasai Selat Malaka ataukah Jadi Penonton Faktanya jelas, siapa pun yang menguasai atau memiliki pengaruh di Selat Malaka, akan memegang salah satu “keran” terpenting ekonomi dunia. Pertanyaannya kini, apakah Indonesia hanya akan menjadi penonton di jalur strategis ini—atau justru menjadi pemain kunci yang menentukan arah geopolitik global? Penulis dan Editor : Thamrin Humris Sumber: Palestina Post Foto ilustrasi

Read More

110 Siswa “Dikunci Sistem”! Ujian Digital SMA Islam Muthmainnah Ende Bikin Publik Kaget — Tak Bisa Screenshot, Tak Bisa Curang!

110 Siswa “Dikunci Sistem”! Ujian Digital SMA Islam Muthmainnah Ende Bikin Publik Kaget — Tak Bisa Screenshot, Tak Bisa Curang! Tak bisa screenshot hingga akses dikunci total. Simak faktanya! Ende — 1miliarsantri.net | Suasana di SMA Islam Muthmainnah Ende tampak berbeda dari biasanya pada Rabu pagi (15/04/2026). Kesibukan rutin yang biasanya mewarnai lorong-lorong sekolah kini berganti dengan kesunyian yang khidmat. Sebanyak 110 siswa kelas XII sedang menempuh babak akhir perjalanan akademik mereka melalui Ujian Sekolah (US) Tahun 2026. Ujian yang dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, mulai dari 15 hingga 23 April 2026, ini menjadi momen krusial. Bukan sekadar rutinitas tahunan, ujian ini merupakan jembatan terakhir bagi para siswa sebelum mereka secara resmi dilepas oleh almamater tercinta. Pelepasan Generasi: Dari Kampus Hingga TNI-Polri! Kepala SMA Islam Muthmainnah Ende, Lukman Pua Rangga, S.Pd., melalui pesan whats app, menyampaikan pesan mendalam terkait pelaksanaan ujian tahun ini. Ia menekankan bahwa ke-110 siswa tersebut berada di ambang pintu gerbang baru dalam kehidupan mereka. “Kegiatan ini adalah evaluasi pamungkas bagi anak-anak kami di SMA Islam Muthmainnah. Setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun, tiba saatnya mereka akan meninggalkan sekolah ini untuk mengejar cita-cita yang lebih tinggi,” ungkap Lukman. Lebih lanjut, Lukman memaparkan optimisme terhadap lulusan tahun ini yang dinilai memiliki minat karir yang beragam. “Kami melihat potensi yang luar biasa. Sudah pasti setelah ini mereka akan berpencar; ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi favorit, ada yang siap berkarya di dunia kerja, dan tidak sedikit pula yang memiliki tekad kuat untuk mengabdi kepada negara dengan masuk ke institusi TNI maupun Polri,” tambahnya. Ujian Tanpa Kertas: Android Jadi Senjata Utama! Memasuki area ruang kelas, pemandangan menarik terlihat dari cara ujian dilaksanakan. Tidak ada lagi tumpukan kertas soal; para siswa tampak tekun dan fokus mengoperasikan perangkat Android di meja masing-masing. Transformasi digital ini dilakukan sekolah untuk menjamin efisiensi dan keakuratan hasil ujian.Namun yang paling mengejutkan adalah sistem keamanannya. Anti Curang Level Tinggi: Screenshot? Langsung Terkunci! Mengingat kekhawatiran publik mengenai potensi siswa melakukan screenshot soal atau mencari jawaban melalui mesin pencari (Google), Lukman Pua Rangga memberikan penjelasan teknis yang tegas. “Kami sangat menjunjung tinggi nilai integritas. Oleh karena itu, ujian ini menggunakan aplikasi khusus yang memiliki fitur keamanan tingkat tinggi. Sistem ini mengunci perangkat siswa secara total selama ujian berlangsung. Mereka tidak bisa melakukan split screen, tidak bisa keluar dari aplikasi, apalagi mengambil tangkapan layar. Jika mencoba melakukan itu, sistem akan mendeteksi dan mengunci akses mereka secara otomatis,” jelas Lukman secara detail. Suasana Sunyi, Tegang, dan Super Kondusif! Hingga berita ini diturunkan, situasi di lingkungan sekolah terpantau sangat lengang dan tenang, memberikan atmosfer yang mendukung bagi siswa untuk berkonsentrasi penuh. Pengawasan ketat namun persuasif tetap dilakukan oleh para guru untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Dengan kombinasi kesiapan mental siswa dan dukungan teknologi yang mumpuni, SMA Islam Muthmainnah Ende berharap lulusan tahun 2026 ini tidak hanya unggul dalam nilai di atas kertas, tetapi juga memiliki karakter jujur dan tangguh yang siap bersaing di kancah global.** Foto Istimewa Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Seru dan Edukatif! 61 Siswa TK Assyifa Ikuti Kunjungan Edukasi BPBD Kota Bekasi, Simulasi Gempa hingga Banjir

Sebanyak 61 siswa TK Assyifa Tambun Selatan mengikuti kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi di Kompleks Walikota Bekasi, dengan simulasi gempa dan edukasi banjir. Bekasi – 1miliarsantri.net | Kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi menjadi pengalaman berharga bagi 60 siswa TK Assyifa Tambun Selatan yang mengikuti kegiatan pembelajaran mitigasi bencana di Kompleks Walikota Bekasi, Selasa (14/4/2026). Kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi ini dirancang untuk mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai simulasi interaktif yang menarik dan mudah dipahami. Melalui kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi ini, diharapkan anak-anak mampu memahami langkah dasar penyelamatan diri saat menghadapi bencana seperti gempa bumi dan banjir. Didampingi Kepala Sekolah, Guru dan POMG Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Sekolah Naedah, S.Pd, bersama guru pembimbing Umi Darul, Umi Sri Ningsih, Umi Via, dan Umi Sarah, dan 6 orang POMG. Kehadiran para pendamping memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh kenyamanan bagi seluruh siswa. Belajar Profesi BPBD, Simulasi Gempa hingga Penggunaan APD Saat Banjir Dalam kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi ini, siswa mengikuti beberapa rangkaian kegiatan utama, antara lain: Simulasi gempa menjadi salah satu sesi favorit karena memberikan pengalaman nyata dalam kondisi yang aman dan terkendali. Didukung Armada dan Mobil Tayo Kegiatan ini juga didukung oleh fasilitas transportasi berupa 3 unit kendaraan angkut, 2 unit kendaraan operasional BPBD, serta mobil Tayo yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa. Selain sebagai sarana transportasi, keberadaan kendaraan ini turut menambah semangat dan keceriaan selama kegiatan berlangsung. Antusiasme Tinggi, Edukasi Jadi Menyenangkan Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif berinteraksi, mencoba simulasi, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi yang diberikan. Kunjungan edukasi BPBD Kota Bekasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran mitigasi bencana dapat dikemas secara menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Membangun Generasi Tangguh Sejak Dini BPBD Kota Bekasi terus berkomitmen memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Edukasi sejak usia dini diharapkan mampu membentuk karakter yang tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.** Foto istimewa Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Transisi Kepemimpinan OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda: Serah Terima Jabatan Ketua OSIS Berlangsung Khidmat

Serah Terima Jabatan OSIS di MTs dan SMP Islam Al Huda berlangsung khidmat. Momen ini menjadi pembelajaran kepemimpinan, disiplin, dan pengalaman berorganisasi bagi siswa. Bekasi – 1miliarsantri.net | Pergantian kepemimpinan OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda berlangsung dengan penuh khidmat melalui prosesi Serah Terima Jabatan Ketua OSIS periode 2025/2026, Senin 13/04/2026. Kegiatan ini digelar di lingkungan sekolah dengan dihadiri oleh Fajar Priantoro, S.Pd.I (Kepala Sekolah MTS Al Huda Rawasapi), Akhmad Ubaidillah, S.Pd.I (Kepala Sekolah SMP Islam Al Huda), Abdullah Al Mutaqin, S.Si sebagai Pembina OSIS, Dewan Guru, serta para Siswa-Siswi yang merupakan bagian integral dari tradisi transisi kepemimpinan di lingkungan sekolah. Prosesi Serah Terima Jabatan Ketua OSISI Dalam prosesi Serah Terima Jabatan OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda, ketua OSIS sebelumnya, Ashanty Kurnia Noer Khoeriyah secara resmi menyerahkan amanah kepada Reny Melisa selaku Ketua OSIS baru, ditandai dengan penyerahan dokumen serta simbol organisasi. Berdasarkan surat pernyataan, ketua OSIS lama menyatakan telah menyelesaikan seluruh tugas, tanggung jawab, serta kewajiban selama masa jabatannya. Sementara itu Ketua OSIS baru menandatangani Surat Pernyataan “bersedia menerima jabatan dan sanggup melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Transisi Kepemimpinan dan Budaya Disiplin Pelaksanaan Serah Terima Jabatan OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda juga mencerminkan budaya disiplin yang kuat di lingkungan sekolah. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib, mulai dari upacara, pembacaan pernyataan, hingga penandatanganan dokumen. Para siswa menunjukkan sikap hormat dan tanggung jawab, mencerminkan keberhasilan pembinaan karakter yang diterapkan oleh pihak sekolah. Dengan adanya transisi kepemimpinan ini, pengurus baru OSIS MTs dan SMP Islam Al Huda diharapkan mampu melanjutkan program kerja yang telah dirintis serta menghadirkan inovasi yang lebih baik. Pengalaman dalam organisasi tidak hanya menjadi bekal selama masa sekolah, tetapi juga menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan di masa depan, baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.** Foto istimewa Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

23 Siswa MAN Ende Lulus SNBP, 2 Siswa Lolos FK-UI dan Meteorologi Terapan IPB

Ende – 1miliarsantri.net | Salah satu sekolah yang bernaung di bawah Kementerian Agama RI yang berada di Kabupaten Ende, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ende untuk kesekian kalinya berhasil menghantarkan siwa-siswinya lolos Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Wakil Kepala Madrasah (wakamad) urusan Kurikulum, Mahmud Mohammad, yang mewakili Kepala MAN Ende, menjelaskan, seleksi SNBP didasarkan pada nilai rapor semester 1 hingga 5, portofolio untuk program studi tertentu, serta prestasi akademik dan non-akademik yang dibuktikan dengan sertifikat. Menurut Faris, “Basis seleksi untuk SNBP ini menggunakan nilai rapor semester 1 hingga 5, portofolio (untuk program studi tertentu), dan prestasi lainnya baik itu prestasi akademik maupun non akademik yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam penghargaan.”  Diapun menambahkan, hampir sebagian  besar siswa yang lulus SNBP adalah siswa yang masuk dalam kuota  di madrasahnya, “Hampir sebagian  besar yang lulus SNBP adalah siswa yang masuk dalam kuota  madrasah. Kuota ini ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. Nah, karena MAN Ende mendapatkan akreditasi A maka kuota yang diperoleh sebesar 40%.” imbuhnya. 2 Siswa Lolos FK-UI dan Meteorologi Terapan IPB Keluarga besar MAN Ende bersyukur, dari 23 siswa terdapat 2 siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia, yakni: Aqilah Muharani Admasari berhasil lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) dan Nazla Humairah Al Hadad berhasil lulus di Fakultas Meteorologi Terapan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kedua siswa berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri ternama di Jakarta dan Bogor, dikenal konsisten dalam menempuh pendidikan di MAN Ende, selama tiga tahun keduanya menjaga konsistensi nilai rapor semester 1 hingga semester 5. Aqila siswi MAN Ende yang diterima di FK-UI, menuturkan, “Selain menjaga konsistensi tren nilai rapor, dia juga mengikuti berbagai ajang perlombaan seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan perlomban-perlombaan lain dalam bidang akademik yang menunjang pilihan jurusan kedepannya terkait SNBP.” Sementara itu, Nazla Humairah Al Hadad salah satu siswa MAN Ende yang berhasil masuk IPB pada Fakultas Meteorologi Terapan, mengatakan, ”Saya memilih Fakultas Meteorologi Terapan pada kampus Institut Pertanian Bogor sudah dilakukan berdasarkan minat dan bakat. Saya berpikir secara realistis berdasarkan hasil nilai rapor semester 1-5.” Selain itu, berdiskusi dengan orang tua dan wakil kepala bidang kurikulum untuk menganalisis grafik nilai rapor yang saya peroleh. Apakah stabil atau terus meningkat, terutama pada mata pelajaran pendukung prodi tujuan,“ pungkasnya menutup wawancara di RRI Pro 2 Ende.** Sumber : manende.sch.id, ntt.kemenag.go.id Foto : manende.sch.id Penuils dan Editor : Thamrin Humris

Read More