Peluang Emas! Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Resmi Dibuka, Kuota 2.500 Orang
JAKARTA — 1miliarsantri.net | Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia resmi membuka pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 mulai tanggal 1 hingga 14 September 2026. Program bantuan pendidikan yang bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ini menargetkan kuota sebanyak 2.500 santri berprestasi dari seluruh penjuru Indonesia. Program ini dirancang khusus sebagai beasiswa persiapan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) agar para santri dari keluarga dhuafa memiliki peluang dan kesiapan optimal untuk menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit. Setiap santri yang lolos seleksi akan mendapatkan bantuan pendanaan sebesar Rp4.000.000,- beserta program pembinaan dan pendampingan belajar intensif. Pendaftaran program ini bersifat kolektif dan harus diajukan langsung oleh pihak pondok pesantren. Berikut adalah rincian lengkap mengenai persyaratan, dokumen wajib, cara daftar, serta jadwal seleksi resmi Beasiswa Santri BAZNAS 2026. Persyaratan Pendaftaran Pihak pesantren wajib memastikan bahwa para santri yang diusulkan memenuhi kriteria umum dan khusus berikut: Cara dan Alur Pendaftaran Proses pendaftaran dilakukan secara daring (online) oleh pengurus pondok pesantren dengan langkah-langkah berikut:
RESPALDA Al Huda Rawasapi Bawa Pulang Dua Prestasi dari LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi
Tim A Juara Purwa 1, Tim B Raih Juara Harapan Caraka 3 Bekasi – 1miliarsantri.net | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi RESPALDA Al Huda Rawasapi. Dalam ajang LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi yang digelar pada Sabtu, 5 September 2026, dua tim yang dikirimkan berhasil membawa pulang prestasi. LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi menjadi pengalaman berharga bagi 32 siswa kelas VIII MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi yang turun sebagai Tim A dan Tim B. Keduanya tampil dengan mengandalkan kemampuan baris-berbaris dan variasi formasi. Hasilnya, Tim A berhasil meraih Juara Purwa 1, sedangkan Tim B memperoleh Juara Harapan Caraka 3. Bukan Sekadar Mengejar Piala Bagi keluarga besar Al Huda Rawasapi, mengikuti LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi bukan sekadar tentang mengejar piala. Di balik penampilan di lapangan terdapat proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, kekompakan, keberanian dan kemauan untuk terus belajar. Kedua tim yang diterjunkan merupakan siswa kelas VIII. Mereka masih tergolong junior dan sebelumnya baru mulai mengikuti berbagai event lomba Paskibra. Untuk mempersiapkan pasukan, latihan dilakukan sekitar dua setengah bulan. Durasi tersebut dapat berbeda tergantung pengalaman pasukan. Bagi pasukan yang sudah memiliki banyak jam terbang, persiapan sekitar satu bulan dinilai sudah cukup. 32 Siswa Tampil Membawa Nama Al Huda
Update Gempa Susulan Flores M7,7: Tembus 10.232 Kejadian, Pola Mulai Menurun
Update gempa susulan Flores M7,7 hingga 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB mencapai 10.232 kejadian. BMKG mencatat magnitudo terbesar 6,2 dan 157 gempa susulan dirasakan. JAKARTA — 1miliarsantri.net|Gempa susulan Flores setelah gempa utama berkekuatan M7,7 pada 15 Agustus 2026 masih terus terjadi. Berdasarkan pembaruan data hingga 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan telah mencapai 10.232 kejadian. Data pada grafik BMKG Stasiun Geofisika Kupang tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan yang masih cukup tinggi di wilayah Flores dan sekitarnya. Dari ribuan kejadian itu, magnitudo terbesar tercatat 6,2, sedangkan yang terkecil 1,0. Sebanyak 35 Gempa Susulan Berkekuatan di Atas M5 Dalam perkembangan gempa susulan Flores, BMKG mencatat terdapat 35 gempa dengan magnitudo lebih dari atau sama dengan 5. Sementara itu, sebanyak 157 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat. Sebaran titik gempa pada peta menunjukkan aktivitas susulan masih terkonsentrasi di sekitar wilayah sumber gempa utama dan zona Flores Backarc Thrust. Meski jumlah gempa susulan sudah mencapai lebih dari 10 ribu kejadian, masyarakat tidak perlu panik. Setiap gempa perlu dihadapi dengan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah. Grafik Mulai Menunjukkan Pola Penurunan Hal yang cukup penting dari perkembangan gempa susulan Flores M7,7 adalah grafik peluruhan aktivitas gempa mulai memperlihatkan pola penurunan.
Banjarnegara Diguncang Gempa Darat M2.5, Tidak Berpotensi Taunami
BANJARNEGARA—1miliarsantri.net | Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,5 terjadi di darat pada jarak 17 km barat laut Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan kedalaman 7 km pada 29 Agustus 2026 pukul 07.50 WIB. Berdasarkan parameter dan kedalamannya, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Guncangan dirasakan pada skala II–III MMI di Banjarmang, Karangkobar, dan Kalibening (Kabupaten Banjarnegara), serta I MMI di beberapa wilayah seperti Tasikmalaya dan Ciamis. Data dari BMKG menunjukkan beberapa kejadian gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Banjarnegara dalam beberapa waktu terakhir akibat aktivitas sesar daratan yang aktif: 1. Gempa Dangkal Terbaru (29 Agustus 2026) 2. Rentetan Gempa Lokal Sebelumnya (Agustus 2026)
Update BMKG: Gempa Bumi Susulan Paska Gempa Flores M7.7, Hingga 26-08-2026
JAKARTA — 1miliarsantri.net| BMKG melalui Channel Whatsapp resminya, kembali merilis “Update Gempa Bumi susulan, Gempa Flores M7.7 hingga tanggal 26 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Menurut laporan BMKG, Total Gempa Bumi susulan: 7492 kali dengan Magnitudo terbesar: 6.2, dan Magnitudo terkecil: 1.0. Sementara itu Magnitudo di atas 5: 33. Gempa susulan dirasakan: 143.*** Sumber: Channel WhatsApp BMKG
Relawan Kemanusiaan Gempa Flores-NTT ‘Ahmad Zaki Ali’ Wafat Saat Salurkan Bantuan
Innalillahi Wainnā Ilaihi Rāji‘ūn — Selamat Jalan Pejuang Kemanusiaan “Ahmad Zaki Ali” Founder Yayasan Gerak Bareng FLORES, NTT— 1miliarsantri.net | Gempa Bumi Flores-NTT kembali menghadirkan duka cita. Sosok relawan kemanusiaan dan Founder Yayasan Gerak Bareng yang sedang menjalankan kerja-kerja kemanusiaan, menghembuskan nafas terakhir di lokasi bencana, Jum’at, 21 Agustus 2026. Innalillahi Wainnā Ilaihi Rāji‘ūn — Selamat Jalan Pejuang Kemanusiaan Ahmad Zaki Ali إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ Innalillahi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Relawan Kemanusiaan, Ahmad Zaki Ali. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum, mengampuni segala dosa serta khilafnya, melapangkan dan menerangi alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ahmad Zaki Ali dikenal sebagai pendiri Yayasan Gerak Bareng, sosok relawan, guru, ustaz, dan sahabat yang mendedikasikan hidupnya untuk kerja-kerja sosial dan kemanusiaan. Gerak Bareng sendiri dikenal sebagai wadah kerelawanan yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan dan dakwah serta terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam aksi kebaikan. Di penghujung pengabdiannya, Ahmad Zaki Ali berada di Nusa Tenggara Timur untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Manggarai Timur. Beliau wafat pada Jumat, 21 Agustus 2026, setelah menjalankan misi menyalurkan bantuan kepada para penyintas gempa di wilayah Satar Padut/Dampek. Kepergiannya terjadi ketika ia masih berada dalam perjalanan menjalankan tugas kemanusiaan bersama tim relawan. Jejak pengabdian almarhum tidak hanya terhenti di NTT. Ahmad Zaki Ali telah terlibat dalam berbagai kerja kemanusiaan di sejumlah wilayah Indonesia. Ia dikenal aktif dalam penyaluran zakat dan infak hingga Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, serta berbagai aksi tanggap bencana. Di luar negeri, pada 2025, ia turut terlibat dalam penyaluran bantuan bagi pengungsi Gaza di Yordania, berupa makanan siap santap, selimut, pakaian hangat, dan layanan air bersih.
Penyintas Gempa Flores: Jangan Saling Mencakar dalam Situasi Saat Ini
Penulis: Zulkasim Achmad Jenggo, S.Pd | Penulis, Guru MAN Ende dan Jurnalis Warga Warga masyarakat yang mendirikan tenda paska gempa karena rumahnya masih berdiri dan tidak mengalami kerusakan signifikan justru menuai protes dan kecaman dari sesama penyintas yang mengalami kerugian lebih besar akibat kerusakan rumah yang lebih parah. Kondisi ini kemudian memunculkan tensi yang cukup tinggi di media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, TikTok, dan berbagai platform lainnya. Alasan sebagian penyintas yang rumahnya tidak mengalami kerusakan signifikan memilih mendirikan tenda juga cukup masuk akal. Mereka mengalami trauma psikologis akibat gempa susulan (aftershocks) yang terjadi berulang-ulang, bahkan hingga ribuan kali. Dalam situasi seperti ini, persoalannya bukan semata-mata mengenai kerusakan bangunan, melainkan juga mengenai kondisi mental yang terus-menerus diguncang oleh teror gempa susulan. Rasa takut dan kepanikan yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis maupun fisik seseorang. Dalam situasi tertentu, kepanikan yang berlebihan bahkan dapat memperburuk kondisi kesehatan dan membahayakan keselamatan jiwa. Selain itu, sebagian penyintas juga tinggal bersama orang tua lanjut usia yang memiliki keterbatasan dalam melakukan upaya mitigasi secara cepat dan leluasa. Mereka juga memiliki anak-anak kecil yang belum sepenuhnya memahami apa yang harus dilakukan ketika gempa kembali terjadi. Jika kemudian bantuan dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun pihak lain datang dalam bentuk selimut, makanan, mi instan, atau kebutuhan lainnya, tentu patut disyukuri. Jika bantuan belum datang, kita juga harus tetap mampu menjaga ketenangan dan tidak saling menyalahkan.Sebab, persoalan ini sesungguhnya bukan semata-mata tentang bantuan sembako. Ada persoalan lain yang tidak kalah penting, yaitu trauma psikologis. Para penyintas membutuhkan terapi trauma dan pendampingan psikologis secara intensif dari tenaga kesehatan, psikolog, dokter, atau ahli yang kompeten agar mereka dapat kembali merasa aman dan mampu menjalani kehidupan secara normal. Kita semua adalah penyintas gempa bumi Flores. Karena itu, sudah semestinya kita saling menguatkan, bukan saling mencurigai, menyalahkan, apalagi iri hati hanya karena persoalan bantuan yang belum merata. Hingga saat ini, masih banyak penyintas yang tinggal di bawah tenda dan belum mendapatkan bantuan yang memadai.
Hujan Jakarta Hari Ini Mengguyur Cempaka Putih, Pengendara Diminta Waspada Jalan Licin
JAKARTA — 1miliarsantri.net | Hujan Jakarta hari ini terpantau turun di kawasan Cempaka Putih dan sekitarnya pada Kamis siang. Berdasarkan pantauan aplikasi Molecool Live CCTV pukul 12.15 WIB, hujan berintensitas ringan terlihat membasahi sejumlah ruas jalan di sekitar Kayu Putih, Cempaka Putih Timur, dan Sumur Batu. Kondisi jalan yang basah membuat pengguna kendaraan perlu meningkatkan kewaspadaan karena permukaan jalan berpotensi licin. Pantauan CCTV Molecool juga memperlihatkan aktivitas lalu lintas tetap berlangsung di beberapa titik Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Sejumlah kamera yang tercantum dalam laporan tersebut antara lain Kayu Putih 007, Kayu Putih 008, Cempaka Putih Timur 013, Kayu Putih 006, Sumur Batu 001, dan Sumur Batu 002. Masyarakat yang melintas di kawasan itu disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan ketika jarak pandang menurun. Informasi tersebut sejalan dengan prakiraan BMKG untuk cuaca Jakarta hari ini, yang menyebut hujan ringan berpotensi terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. BMKG memprakirakan suhu di Jakarta Barat berada pada kisaran 25–30 derajat Celsius, Jakarta Selatan 25–31 derajat Celsius, dan Jakarta Timur 26–31 derajat Celsius. Sementara itu, Jakarta Pusat diprakirakan berawan, sedangkan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu cenderung cerah. Tips Keselamatan dan Amalan Saat Hujan Bagi pembaca yang harus beraktivitas di luar rumah, keselamatan tetap menjadi prioritas. Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan, menjaga jarak pengereman, memeriksa kondisi ban dan lampu, serta tidak memaksakan diri menerobos genangan yang tidak diketahui kedalamannya. Pejalan kaki dianjurkan membawa pelindung hujan, menghindari saluran air terbuka, tiang listrik, pohon besar, dan papan reklame. Jika terjadi petir atau angin kencang, segera berlindung di bangunan yang kokoh dan jangan berteduh di bawah pohon Dalam ajaran Islam, turunnya hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT sekaligus waktu yang baik untuk memperbanyak doa. Saat hujan turun, umat Islam dianjurkan membaca: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا (Allahumma shayyiban nafi’an), yang berarti, “Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat.” Setelah hujan reda, dapat membaca: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ (Muthirna bifadhlillahi wa rahmatih), yang berarti, “Kami diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”
Masjid Pantai Bali Kembali Jadi “Bumi Perkemahan”, Hadirkan Konsep Masjid Out of The Box
Jembrana — 1miliarsantri.net | Masjid Pantai Bali kembali menjadi “Bumi Perkemahan” bagi kegiatan Pramuka di kawasan Bumi Makepung, Jembrana, Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari gagasan “Masjid Out of The Box” yang menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang edukasi, sosial, lingkungan, ekonomi, dan rekreasi. “Alhamdulillah. Untuk kesekian kalinya, Masjid Pantai Bali menjadi ‘Bumi Perkemahan’ bagi Pramuka di Bumi Makepung,” demikian disampaikan Marbot Masjid Pantai Bali, Firmansyah Dimmy. Optimalisa Konsep Masjid Out of The Box Konsep Masjid Out of The Box mengoptimalkan kegiatan di daratan, udara, dan lautan dengan membawa misi 5E, yakni Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain. Gagasan tersebut secara bertahap diarahkan untuk menjadikan Masjid Pantai Bali sebagai destinasi wisata religi sekaligus wisata bahari yang membawa semangat rahmatan lil ‘alamin. Konsep tersebut sejalan dengan pengembangan Masjid Pantai Bali yang sebelumnya telah mendapat perhatian ANTARA dan detikBali. Masjid Raudlatul Jannah yang dikenal sebagai Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Jembrana, kini dikembangkan sebagai kawasan wisata religi pesisir, lengkap dengan fasilitas manasik haji dan miniatur Tanah Suci.
MTs & SMP Islam Al-Huda Rawasapi Bersama RW 09 Jatimulya Gelar Upacara HUT RI ke-81
Kabupaten Bekasi – 1miliarsantri.net | MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi berkolaborasi dengan perangkat RW 09 Kelurahan Jatimulya menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 di Lapangan Jati Gebang, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin, 17/8/2026. Upacara tersebut dihadiri Ketua RW 09 Jatimulya Paja Faqot, Ketua RT 02 Rahman beserta pengurus, Ketua RT 03 Rahmat Hidayat beserta pengurus, serta Ketua RT 05 Nisan yang turut bertugas sebagai pembaca teks Pancasila. Seluruh siswa-siswi, Guru, dan eksponen MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi, turut hadir memeriahkan peringatan kemerdekaan. Bertindak sebagai Pembina Upacara, H. Mustaqfiri, S.Pd., sekaligus membacakan Teks Proklamasi, sedangkan Pemimpin Upacara dipercayakan kepada Villarenza. Sementara itu, Cicilia Salwa bertugas sebagai MC, Muhipah membacakan UUD 1945, Syabili sebagai barisan kanan, Hersa sebagai barisan kiri, dan Miss Elin memimpin paduan suara.



