Muhammadiyah Terbitkan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M, Link Lengkap Cek Di Sini
Muhammadiyah resmi menerbitkan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M untuk seluruh kota di Indonesia. Yogyakarta — 1miliarsantri.net: Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Muhammadiyah melalui Suara Muhammadiyah telah menerbitkan jadwal imsakiyah lengkap yang bisa diunduh oleh umat Muslim di Indonesia. Jadwal ini dirancang sebagai panduan waktu sahur (imsak), waktu subuh, serta waktu berbuka puasa. Dasar Perhitungan Waktu Imsak dan Subuh Mengutip suaramuhammadiyah.com, Jadwal Imsakiyah disusun oleh Dr. Oman Fathurohman SW, M.Ag, Ketua Bidang Hisab dan Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Perhitungan waktu subuh dan imsak menggunakan kriteria hisab dengan posisi matahari minus 18 derajat, sesuai keputusan Munas Tarjih Muhammadiyah ke-31 tahun 2020. Link Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M Berbagai Kota Di Indonesia Jadwal yang tersedia mencakup hampir seluruh kota besar di Indonesia, termasuk wilayah Papua hasil pemekaran seperti Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah. Tahun ini juga ada tambahan kota lain seperti Tasikmalaya, Cirebon, dan Cilacap yang dimasukkan ke dalam daftar. Muhammadiyah memberikan tautan unduhan untuk jadwal imsakiyah dalam format PDF berdasarkan kota. Kamu bisa klik tautan di: Jadwal Imsakiyah 1447 H/ 2026 M Tautan di atas mengarah ke file PDF yang bisa diunduh langsung dari situs resmi Suara Muhammadiyah.*** Editor : Thamrin Humris dan Toto Budiman Sumber : Suara Muhammadiyah, KHGT
Muhammadiyah Mulai Melaksanakan Puasa Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026: Penetapan, Metode dan Imbauan Sikap Bijak
Muhammadiyah resmi menentukan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Artikel ini membahas dasar penetapan, perbedaan dengan pemerintah, serta ajakan sikap bijak umat. Jakarta — 1miliarsantri.net: Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, telah menetapkan awal ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 Masehi. Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Penetapan tersebut juga telah diikuti pelaksanaan Salat Tarawih di sejumlah masjid di berbagai daerah pada Selasa malam (17/2/2026) sebagai malam pertama Ramadhan bagi warga Muhammadiyah. Dasar Penetapan: Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai dasar perhitungannya, menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan. Metode ini memadukan tiga unsur utama yaitu prinsip, syarat, dan parameter (PSP) untuk menentukan awal bulan Hijriah secara global. Menurut KHGT, parameter tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat setelah ijtimak (konjungsi) harus terpenuhi di mana saja di permukaan bumi. Untuk awal Ramadhan 1447 H, ketentuan ini telah terpenuhi di wilayah Alaska, Amerika Serikat, sehingga Muhammadiyah memutuskan 18 Februari 2026 sebagai 1 Ramadhan. Pakar falak Muhammadiyah juga mencatat bahwa konjungsi jelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC. Perbedaan dengan Pemerintah dan Saran Sikap Umat Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui sidang isbat yang melibatkan hisab dan rukyatul hilal menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal ini didasarkan pada ketentuan rukyat di wilayah Indonesia yang belum terpenuhinya posisi hilal secara visual. Perbedaan penetapan ini mendapat perhatian publik. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam bersikap bijaksana menanggapi perbedaan tersebut. Ia menekankan pentingnya saling menghormati pilihan ijtihad dan tidak saling menyalahkan, sebab tujuan puasa adalah untuk meningkatkan takwa. Makna Puasa dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah Islam mewajibkan puasa Ramadhan sebagaimana ditegaskan Allah SWT: Al-Qur’an menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah ibadah yang melatih ketakwaan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan dimensi spiritual puasa sebagai sarana pembinaan akhlak dan pengampunan dari Allah SWT. Respons Masyarakat dan Kegiatan Ramadhan Di berbagai daerah, warga Muhammadiyah telah menjalankan tarawih malam sebelumnya sebagai bagian dari menyambut puasa Ramadhan 1447 H. Di Jawa Barat, misalnya, lebih dari 400 masjid menggelar tarawih dengan 11 rakaat pada Selasa malam (17/2/2026). Sementara di Jawa Timur, diperkirakan jutaan warga Muhammadiyah akan melaksanakan tarawih dan puasa sejak 18 Februari 2026 sesuai ketetapan PP Muhammadiyah. Saling Menghormati Ijtihad Penetapan awal Ramadhan 1447 H oleh Muhammadiyah pada 18 Februari 2026 diwarnai perbedaan dengan pemerintah yang menetapkan 19 Februari 2026. Perbedaan ini terjadi akibat metode perhitungan yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah. Meskipun demikian, pimpinan Muhammadiyah mengimbau umat Islam untuk saling menghormati ijtihad tiap pihak. Dengan pemahaman yang matang dan sikap arif, umat Islam diharapkan menyambut puasa Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ketakwaan dan kebersamaan.*** Editor : Thamrin Humris dan Toto Budiman Foto : Istimewa Sumber : Berbagai sumber
Ramadhan 1447 H: Semarak Pawai Tarhib Ramadhan, Santri RTO/RTQ Opung Sambut Bulan Suci dengan Penuh Sukacita
RTO/RTQ Opung menggelar Pawai Tarhib Ramadhan 1447 H di Perumahan Jatimulya, diikuti ratusan santri dan orang tua. Kegiatan edukatif ini menjadi syiar menyambut Ramadhan tahun 2026. Bekasi — 1miliarsantri.net: Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, RTO/RTQ Opung menggelar Pawai Tarhib Ramadhan pada Selasa (17/2/2026) bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh semangat keislaman di lingkungan Perumahan Jatimulya. Sekitar 90 peserta didik dari Lembaga Pendidikan Opung, yang terdiri atas santri RTQ Opung dan siswa Bimba Opung ASA Kidz Station, turut ambil bagian. Selain itu, sekitar 40 orang pengurus, pengajar, serta orang tua santri dan siswa juga hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Pawai Tarhib Ramadhan 1447 H dimulai pukul 08.00 WIB dari Gedung RTO di Jalan Rambutan Raya No. 5 dan menyusuri jalan-jalan sekitar Perumahan Jatimulya Kabupaten Bekasi sebelum kembali ke titik awal pada pukul 09.00 WIB. Para santri tampak membawa poster-poster kreatif bertema penyambutan Ramadhan. Bahkan, dua santri tampil mencuri perhatian dengan sepeda hias bernuansa Islami. Poster dan sepeda hias tersebut akan dilombakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas santri. Syiar Ramadhan dan Penguatan Iman Kegiatan ditutup pada pukul 09.30 WIB dengan tausiyah pembina RTO, Hj. Zuraedah yang akrab disapa Bunda Hj. Ida. Dalam arahannya, beliau mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Beliau mencuplik kandungan Surat Al-Ikhlas sebagai penguatan tauhid: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1) Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperteguh keyakinan bahwa hanya Allah SWT satu-satunya yang berhak disembah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi bertakwa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk menyambut Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan akan ampunan Allah SWT. Doa menyambut Ramadhan juga dipimpin oleh pengajar RTO, memohon agar Allah SWT menyampaikan usia hingga Ramadhan serta diberi kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Relaksasi Edukatif dan Persiapan Pesantren Ramadhan Mudir RTO, Ustadz Rahman Harun, menyampaikan bahwa Pawai Tarhib Ramadhan merupakan bagian dari program kegiatan santri. Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi sarana relaksasi dari rutinitas belajar. “Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengekspresikan kecintaan mereka kepada bulan suci Ramadhan dengan cara yang positif dan kreatif,” ujarnya. Ia menambahkan, setelah pawai ini, santri akan mengikuti rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan yang telah dipersiapkan. Lembaga Pendidikan Opung yang menaungi RTQ dan Bimba berada di bawah Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani. Para pengurus, di antaranya Bapak Ahmad Zurdin dan jajaran lainnya, turut mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini. Menanamkan Cinta Ramadhan Sejak Dini Pawai Tarhib Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter Islami bagi anak-anak. Dengan menanamkan kecintaan terhadap Ramadhan sejak dini, diharapkan tumbuh generasi yang memahami makna ibadah secara mendalam. Rasulullah SAW sendiri memberi kabar gembira tentang datangnya Ramadhan. Dalam hadis disebutkan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad) Semangat keberkahan itulah yang tampak dalam wajah-wajah ceria para santri RTO/RTQ Opung pagi itu. Dengan langkah kecil namun penuh makna, mereka mengumandangkan syiar, meneguhkan iman, dan menyambut Ramadhan 1447 H dengan suka cita.** Sumber : RTO/RTQ Opung Foto : Istimewa Editor : Thamrin Humris
Soal Tambang, Ormas dan Kekeliruan Cara Berpikir
Bandung — 1miliarsantri.net : Ali Akbar Al-Buthoni menyoroti persoalan tambang yang melibatkan Ormas oleh karena kebijakan pemerintah, Kebijakan tambang untuk Ormas di Indonesia telah menimbulkan perdebatan yang cukup tajam. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2024 yang memungkinkan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan untuk memperoleh izin usaha pertambangan. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ormas keagamaan tidak memiliki kapabilitas dalam mengelola tambang dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, kebijakan ini juga dapat memicu konflik internal di dalam ormas dan memperburuk situasi. SOAL TAMBANG, ORMAS & KEKELIRUAN CARA BERPIKIR Ali Akbar Al-Buthoni | Hijrah Peradaban Channel Ramai belakangan ini pernyataan Pandji Pragiwaksono yang mengkritik ormas Islam karena mengelola tambang. Sebagian setuju, sebagian tersinggung. Tapi dari sudut pandang aqliyah Islamiyah, problem utamanya bukan pada setuju atau tidak setuju, melainkan cara berpikir yang dipakai. 1️⃣ MASALAHNYA BUKAN “ORMAS”, TAPI SISTEM Dalam Islam, tambang adalah kepemilikan umum (milkiyyah ‘ammah). Artinya:• tidak boleh dimonopoli individu,• tidak boleh diserahkan ke korporasi,• apalagi jadi alat tambal-bolong sistem ekonomi rusak. Ketika tambang diserahkan ke ormas, BUMN, atau swasta di bawah sistem kapitalisme, itu tetap salah secara prinsip, meski pelakunya berlabel “Islam”. Jadi keliru jika masalahnya dipersempit menjadi: “Ormas boleh atau tidak?” Padahal akar masalahnya: negara tidak menjalankan syariat pengelolaan harta umat. 2️⃣ KRITIK TANPA MEMBONGKAR SISTEM = KRITIK SETENGAH MATANG Mengkritik ormas tanpa menyentuh sistem kapitalisme sama seperti:• marah pada korban,• tapi membiarkan pelaku utama tetap berkuasa. Islam tidak mengajarkan berpikir parsial. Islam mengajarkan berpikir menyeluruh (syumuli):• siapa pemilik harta?• siapa pengelola sah?• untuk siapa hasilnya? Jika negara menyerahkan tambang kepada siapa pun selain negara sebagai pengelola amanah umat, itu pelanggaran konsep Islam, bukan sekadar pelanggaran etika. 3️⃣ AQLIYAH ISLAMIYAH TIDAK SIBUK PADA AKTOR, TAPI PADA HUKUM Orang dengan aqliyah Islamiyah tidak terjebak:• siapa yang lebih bermoral,• siapa yang lebih nasionalis,• siapa yang lebih islami secara simbol. Yang ditanya:Apakah ini sesuai hukum Allah atau tidak? Jika tidak sesuai:• meski dilakukan ormas,• meski dibungkus niat baik,• meski dibela publik figur,TETAP SALAH SECARA SYAR’I. 4️⃣ NARASI “ORMAS MENGELOLA TAMBANG” JUSTRU MENORMALISASI KEDZALIMAN Ini yang jarang disadari. Ketika ormas diberi konsesi tambang:• ormas diposisikan sebagai penyangga sistem rusak,• umat diarahkan bertengkar horizontal,• negara lepas tanggung jawab. Padahal dalam Islam: Negara wajib mengelola harta umum dan hasilnya dikembalikan ke rakyat. Bukan dilempar ke ormas agar terlihat “adil”. ❝Isu tambang bukan isu moral individu, tapi isu sistem pengelolaan kekayaan umat.❞ Selama kapitalisme dijadikan fondasi,• siapa pun pengelolanya akan bermasalah,• kritik apa pun akan berputar di permukaan. Islam tidak butuh aktor baik di sistem rusak. Islam butuh sistem benar yang menata aktor.** Editor : Thamrin Humris Sumber : Saluran Ali Akbar Buton | Hijrah Peradaban Channel di WhatsApp: | Temαn Hijrαhmu — www.aliakbaralbuthoni.com Foto : Ali Akbar Buton | Hijrah Peradaban Channel
Banjir Genangi Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta
Banjir akibat hujan deras kembali menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta pada Senin (12/1/2026). BPBD DKI Jakarta mencatat puluhan ruas jalan dan wilayah RT terendam, berdampak pada arus lalu lintas dan aktivitas warga. Simak update terkini kondisi banjir dan respons instansi terkait. Jakarta — 1miliarsantri.net: Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak pagi hari pada Senin (12 Januari 2026), menyebabkan genangan air di banyak ruas jalan dan area pemukiman. Curah hujan yang turun sejak dini hari menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung volume air yang besar, sehingga permukaan jalan terlihat terendam di sejumlah titik ibu kota. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, hingga siang hari Senin tercatat 32 ruas jalan di Jakarta Utara masih terendam air akibat hujan deras sejak pagi. Selain itu, terdapat juga genangan air di wilayah rukun tetangga (RT) yang tersebar. Beberapa ruas jalan yang terdampak banjir meliputi: Jalan Taman Stasiun (Tanjung Priok) Jalan Sunter Indah Raya, Jalan Swasembada Raya RW 14, Jalan Kebon Bawang VI, Jalan Yos Sudarso depan Altira, Jalan RE Martadinata depan Stasiun Ancol dan beberapa jalan lainnya di wilayah Penjaringan serta Pademangan. Dampak Flooding terhadap Aktivitas Pemerintah dan Lalu Lintas Genangan air di ruas jalan utama tak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada pelayanan transportasi publik maupun aspek lain kehidupan kota. Hujan deras membuat sebagian ruas jalan tergenang sehingga kendaraan harus melaju pelan atau menghindari jalan tertentu. Akibatnya, terjadi gangguan pada arus lalu lintas di beberapa wilayah terdampak. Data Terbaru dari BPBD DKI Jakarta Gubernur DKI Jakarta, menyatakan bahwa penanganan banjir di Jakarta memerlukan koordinasi yang kuat antara instansi terkait dan kesiapan alat kerja seperti pompa air. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan puluhan pompa baik portable maupun mobile pump untuk mempercepat pengosongan genangan air. Prinsipnya, kondisi hujan ekstrem ini membutuhkan kesiapsiagaan ekstra demi menekan dampak negatif yang dirasakan masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa penanggulangan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis dan harus dipersiapkan secara menyeluruh sejak awal. “Memang, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa sporadis,” kata Pramono di Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, 12 Januari 2025. Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini siaga dengan total 1.200 pompa stasioner dan pompa bergerak untuk mengantisipasi genangan air dan banjir akibat curah hujan tinggi. “Yang terpenting sekarang adalah kami telah menyiapkan sekitar 600 pompa portabel, 600 pompa bergerak, dan jika melihat curah hujan saat ini seperti ini, pasti sudah banjir di mana-mana,” kata Pramono. Faktor Penyebab Banjir di Jakarta Banjir yang terjadi merupakan dampak dari kombinasi beberapa faktor, antara lain: Banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta pada hari ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan warga dan kebijakan penataan kota yang efektif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi teknis terus memantau kondisi dan berupaya mempercepat surutnya genangan agar dampak pada aktivitas warga dapat diminimalkan.*** Editor : Thamrin Humris & Toto Budiman Foto istimewa Sumber : berbagai sumber
GPIB dan SMAN 11 Jakarta Gelar Penyuluhan Anti-Bullying dan Radikalisme Era Digital
Gerakan Pendidikan Indonesia Baru “GPIB” DPW DKI Jakarta bersama SMAN 11 Jakarta menggelar penyuluhan anti-bullying dan pencegahan radikalisme era digital untuk melindungi siswa dan membangun sekolah yang aman, ramah anak, dan berkeadaban. Jakarta – 1miliarsantri.net: Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta bekerja sama dengan SMAN 11 Jakarta Timur menyelenggarakan acara penyuluhan Anti-Bullying dan Kekerasan dalam Lingkungan Sekolah (PABK), serta penyuluhan Pencegahan Radikalisme di Era Digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya keamanan dan harmoni di lingkungan sekolah, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten. Penyuluhan anti-bullying dan kekerasan di sekolah, disampaikan oleh Yulina Dewi, SH, MH – salah satu pengurus GPIB DPW DKI Jakarta yang juga berprofesi sebagai jaksa di Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Tujuan Penyuluhan Giat penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang perundungan, memberikan pemahaman akan dampak buruknya bagi korban dan pelaku, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan saling menghormati. Siswa juga diajarkan cara mencegah, melawan, dan melaporkan kasus bullying agar dapat tumbuh optimal secara fisik dan mental. Melalui penyuluhan, peserta dapat memahami definisi bullying, bentuk-bentuknya (fisik, verbal, siber), serta dampaknya (trauma, rendahnya rasa diri, gangguan mental). Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk: Acara penyuluhan berlangsung menarik ditandai dengan antusiasnya pasa siswa SMAN 11 Jakarta Timur mengikuti keseluruhan rangkaian acara, yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMAN 11 Jakarta Dra. Penina Sianmbela, Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang, Wakil Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dani Hendro, Ketua DPC GPIB Jakarta Timur Mohamad Amin, serta Handoko A dari Kesbangpol, Yudhi dari Kesbangpol, Devi Sarasaty dari Kesbangpol dan Rini Humas Komite Sekolah SMA 53 Jakarta. Turut hadir, Doli Arusdin Situmeang Guru SMAN 11 Jakarta Timur, Yosep Dian Sulistyo Guru SMAN 11 Jakarta Timur, Agung Bintang Karang Pengurus DPP GPIB, Yenti Sofia Pengurus GPIB DPW DKI Jakarta, Sekretaris DPW Nurhayati, Bendahara DPW Rahayu Desy Leni SE, Wakil Bendahara DPW Lina Herlina, Ketua OKK GPIB DPW DKI Jakarta Nani Wijaya, Suhana Pengurus GPIB DPW DKI Jakarta, dan Titik Suparti Humas DPW DKI Jakarta. Sambutan dan Harapan Kepala Sekolah SMAN 11 Jakarta Timur Dra. Penina Sinambela, M.Pd, Kepala Sekolah SMAN 11 Jakarta Timur, menyampaikan apresiasinya, “Terima kasih kepada tim GPIB yang telah mengedukasi anak-anak. Mudah-mudahan materi yang disampaikan bermanfaat.” Diapun melanjutkan, “Kadang kondisi anak yang tampak damai justru menyembunyikan masalah, dan mereka sering tidak berani melaporkan.” “Jika ada yang merasa mengalami kekerasan baik secara verbal maupun fisik, saya siap menjadi pendengar. Jangan menyimpan atau menyembunyikannya. Jika mau membuka diri, itu akan sangat membantu. Mudah-mudahan anak-anak paham untuk segera berbagi kepada wali kelas, guru BK, guru bidang studi, atau kepala sekolah. Terima kasih banyak, semoga kerjasama ini berlanjut kedepannya”, pungkasnya. GPIB dan Program Penyuluhan Anti Bullying dan Pencegahan Radikalisme Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, dalam kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih kepada Yulina Dewi, SH, MH dan pihak sekolah yang telah memberikan izin untuk penyuluhan. Agung Karang menngatakan, “Kegiatan roadshow anti-bullying dan kekerasan ini telah dilakukan di SMA 53 dan SMA 49 Jakarta, kemudian kali ini di SMAN 11 Cakung Jakarta Timur, tanggal 8-1-2026 SDN 16 Klender Jakarta Timur dan tgl 14-1-2026 SMPN 167 Jakarta Timur dan akan berlanjut hingga beberapa sekolah bulan Februari.” “GPIB sangat peduli dengan siswa di berbagai jenjang pendidikan untuk mencegah bullying. Pemicu kegiatan ini adalah kejadian ledakan bom di SMA 72, sehingga kami ingin mencegah terjadinya hal serupa dengan mengunjungi sekolah-sekolah,” jelasnya. Sistem dan Strategi Anti Bullying dan Pencegahan Radikalisme Yulina Dewi, SH, MH, salah satu pengurus GPIB DPW DKI Jakarta, yang juga berprofesi sebagai jaksa di Kejagung RI, menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk memberikan wawasan kepada siswa SMAN 11 mengenai kekerasan di sekolah. Lebih lanjut dia menegaskan, “Di era transformasi digital ini, anak-anak menghadapi berbagai problematika terkait kekerasan di sekolah yang dapat menimbulkan trauma dan dampak pada kesehatan mental baik bagi korban maupun pelaku.” Menurutnya, diperlukan sistem dan strategi yang terkoordinasi antara sekolah, Pemprov DKI, dan pihak terkait seperti GPIB. “Siswa adalah sumber emas bangsa yang harus menjadi kader cerdas, bekerja keras, dan mendapatkan perlindungan yang baik agar dapat belajar dalam suasana yang nyaman, tenang, dan inklusif. “ “Dukungan dari pemerintah, sekolah, dan komunitas sangat diperlukan untuk mewujudkannya,” tambahnya. Yulina berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan sinergi yang baik untuk membangun antisipasi dan menghasilkan generasi yang cerdas pada tahun 2045. “Saya ucapkan semangat kepada Pak Agung dalam memperjuangkan misi dan visi pendidikan Indonesia, serta siap memberikan dukungan dan pengetahuan yang diperlukan,” tandasnya. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan kepada pihak sekolah dan narasumber, hadir dalam acara tsb Muhammad Amin ketua komite sekolah SMAN 11 yg juga sebagai Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur, Dani Hendro Pradiatmoko wakil ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA, Rahayu Desi Leni, Nurhayati, Suhana, Nani Wijaya, Yenti, Titik Suparti, Lina serta acara diakhiri dengan sesi foto bersama.** Sumber : Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang Foto istimewa Editor : Thamrin Humris
Breaking News: Gempa 7.1 Magnitudo Di Kepulauan Talaud Tidak Berpotensi Tsunami
Melonguane, Talaud – 1miliarsantri.net: Gempa bumi dengan kekuatan 7.1 Magnitudo terjadi di laut, namun belum ada laporan resmi berpotensi tsunami. Informasi gempa disampaikan oleh BMKG melalui platform media sosial Telegram dan aplikasi resmi WRS-BMKG. Gempa tektonik terjadi malam ini, Sabtu 10 Januari 2026 pukul 21.58.25 WIB, terjadi di wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,76° LU ; 126,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 40 km arah tenggara Melonguane, Sulawesi Utara. BMKG mengungkapkan, gempa terjadi pada kedalaman 31 km.Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal Info Gempa dirasakan mag:7.1, lokasi:Pusat gempa berada di laut 52 km tenggara Melonguane, waktu:10-Jan-26 21:58:25 WIB, pada kedalaman 17 Km, gempa ini dirasakan(MMI):III-IV Tobelo, III-IV Sitaro, II-III Ternate, II-III Minahasa Utara, II-III Bitung, III Morotai.*** Editor : Thamrin Humris Foto : Tangkapan layar WRS-BMKG dan InaTEWS_BMKG
Kilas Balik Palestina 2025: Tipu Daya Perdamaian, Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel, dan Luka Kemanusiaan
Kilas balik konflik Palestina sepanjang 2025: pelanggaran gencatan senjata Israel, korban tewas dan luka, serta dampak pengungsian ratusan ribu warga Gaza. Mengapa solusi dua negara dan rencana perdamaian belum membawa keadilan hakiki. Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Momentum pergantian tahun Masehi dari tahun 2025 dan mengawali tahun baru 2026, 1miliarsantri.net menyajikan ulasan tentang kondisi Palestina. Hingga saat ini zionis Israel terus melakukan pelanggaran gencatan senjata dan kejahatan kemanusiaan yang berdampak pada rakyat Palestina, dilakukan rezim Netanyahu dihadapan mata dunia dan PBB yang seolah-olah tak bernyali menghentikannya. Artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika konflik sepanjang 2025, termasuk pelanggaran gencatan senjata Israel, jumlah korban tewas, luka dan pengungsi, serta gambaran situasi kemanusiaan yang terus memburuk. Harapan yang Terus Menguap di Palestina Sepanjang 2025, harapan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan dan kehidupan manusiawi terus diuji. Alih-alih solusi damai yang adil, berbagai upaya penyelesaian justru membawa lebih banyak penderitaan. Konflik yang berlangsung telah menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap penduduk sipil, terutama masyarakat di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel Terus Meningkat Pada Oktober 2025, sebuah gencatan senjata di Gaza mulai diberlakukan sebagai bagian dari Comprehensive Plan yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump dan didukung beberapa negara termasuk Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab, serta mendapat perhatian dari negara-negara seperti Indonesia. Namun data dari Gaza Government Media Office menunjukkan bahwa gencatan senjata tersebut sering dilanggar oleh pasukan Israel. Sejak 10 Oktober 2025, setidaknya 875 pelanggaran dicatat, termasuk tembakan langsung ke warga sipil, serangan artileri, dan pembongkaran rumah-rumah warga. Laporan lain juga mencatat ratusan pelanggaran harian, dengan jumlah total pelanggaran yang dapat mencapai hampir 400 hingga lebih dari 900 kali dalam beberapa minggu setelah gencatan senjata. Data ini menunjukkan bahwa implementasi gencatan senjata sering kali hanya terjadi secara nominal, sementara di lapangan aksi militer terus berlangsung, menimbulkan ketidakamanan dan trauma mendalam bagi warga Gaza. Jumlah Korban: Kematian, Luka, dan Kehilangan 70.000 Syahid dan Ratusan Ribu Korban Luka-Luka Data resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina dan badan statistik menunjukkan angka korban yang sangat tinggi: Selama gencatan senjata sejak Oktober 2025, puluhan hingga ratusan warga Gaza terus menjadi korban. Dalam beberapa laporan, setidaknya 411 warga tewas dan lebih dari 1.100 lainnya luka terluka akibat pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut. Dampak Kemanusiaan yang Luas Melansir Anadolu Ajansi, pengungsian massal merupakan salah satu dampak paling menghancurkan dari konflik ini. Menurut laporan UN, setelah runtuhnya gencatan senjata awal, hampir 400.000 warga Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman. Sebelumnya, laporan lain memperkirakan total pengungsi mencapai lebih dari 1,9 juta orang, yaitu sekitar 90% dari populasi Gaza, yang kehilangan rumah, harta dan akses terhadap kebutuhan dasar. Pelaporan Pelanggaran HAM dan Situasi Kemanusiaan Mengutip Pusat Informasi Palestina, berbagai organisasi hak asasi manusia serta pengamat internasional menyatakan bahwa tindakan militer yang terus berlangsung—termasuk serangan terhadap kawasan sipil, penembakan langsung, dan pembatasan akses kemanusiaan—dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM. Bahkan beberapa kelompok menyebutnya sebagai pola perilaku yang konsisten dan sistematis. Bukan hanya itu, upaya bantuan kemanusiaan sering terhambat oleh pembatasan akses, penutupan perlintasan, dan larangan bagi beberapa organisasi kemanusiaan dari beroperasi secara efektif di wilayah konflik, sebagaimana diberitakan The Guardian. Solusi Dua Negara dan Kompleksitas Politik Munculnya gagasan “solusi dua negara” sebagai pemecahan konflik sering dianggap sebagai alternatif. Namun bagi banyak rakyat Palestina, konsep ini sering dinilai sebagai solusi yang tidak adil dan tidak realistis, karena tidak menjamin kedaulatan penuh atas tanah mereka sendiri dan sering kali terlihat sebagai kompromi yang memaksa. Rencana perdamaian 20 poin yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada 29 September 2025 bersama pemerintah Israel juga menuai kritik tajam dari kelompok kemanusiaan dan rakyat Palestina karena dianggap memperkuat pendudukan dan mengurangi peluang atas kedaulatan yang sejati. Harapan Kemanusiaan yang Tak Boleh Padam Kilas balik konflik Palestina sepanjang 2025 menunjukkan bahwa perdamaian yang sejati masih sangat jauh dari jangkauan. Pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung, jumlah korban manusia yang tinggi, serta penderitaan jutaan pengungsi menunjukkan bahwa pendekatan militer dan politik saat ini belum mampu menghadirkan solusi yang menghormati martabat dan hak asasi rakyat Palestina. Kemanusiaan harus menjadi pusat dari setiap upaya perdamaian. Dunia perlu mendengarkan suara rakyat Palestina yang telah lama hidup di bawah tekanan konflik, bukan hanya narasi politik yang sering mengabaikan realitas di lapangan.*** Sumber : Berbagai sumber Foto istimewa Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman
Ole Romeny: Striker Timnas Indonesia yang Sepak Bola Bukan Sekadar Pilihan, Tapi Pulang ke Asal
Perjalanan karier Ole Romeny dari naturalisasi, perjuangan cedera, dan bagaimana membela Timnas Indonesia adalah lebih dari pilihan profesional — ini adalah soal kembali ke asal dan kebanggaan tanah air. Jakarta – 1miliarsantri.net: Ole Romeny, striker berdarah Medan yang kini menjadi sorotan di Timnas Indonesia, bukan sekadar pemain naturalisasi biasa. Baginya, sepak bola adalah cerita tentang pilihan hidup, perjuangan, dan kembali ke akar keluarga yang membentuk identitasnya. Pemain kelahiran Belanda ini memilih membela Timnas Indonesia setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Februari 2025, mengucapkan sumpah di London sebelum debut internasionalnya di babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski besar di Eropa, Romeny merasa terhubung dengan tanah air neneknya dari Medan — sebuah alasan kuat yang membuatnya mantap mengenakan seragam Garuda. “Ini bukan hanya tentang pilihan. Ini tentang pulang ke asal dan membanggakan orang-orang yang percaya pada saya, termasuk keluarga saya di Indonesia,” tulis salah satu postingan di akun Facebook yang viral di kalangan suporter. (Sumber: Facebook/Share Post) Debut Internasional — Momen Tak Terlupakan Debut Romeny bersama Timnas Indonesia terjadi pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Australia, di mana ia mencetak gol meski tim kalah. Ia kemudian kembali jadi pahlawan saat Indonesia menang 1-0 atas Bahrain dan mencatatkan satu lagi gol penting melawan China. Keduanya menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa keputusannya membela Indonesia bukan sekadar simbol, tetapi kontribusi nyata di level internasional. “Rasanya luar biasa bisa mencetak gol di jersey merah putih. Ini lebih dari sekadar angka di statistik — ini tentang mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Ole dalam sebuah wawancara yang dibagikan lewat platform media sosialnya. (Sumber: Facebook/Share Post) Perjuangan di Luar Lapangan: Cedera & Dedikasi Tanpa Kompromi Romeny sempat mengalami cedera parah saat tur pra-musim di Indonesia, akibat tekel keras di sebuah laga Piala Presiden 2025. Cedera ini membuatnya menjalani operasi dan proses rehabilitasi panjang yang membuatnya absen di beberapa pertandingan penting Timnas. “Saya fokus penuh pada pemulihan. Ini bukan hanya tentang kembali ke lapangan, tapi tentang berada dalam kondisi terbaik untuk Indonesia, bukan sekadar klub.” Pelatih Timnas, saat itu Patrick Kluivert, bahkan memuji etos latihnya yang tinggi: “Dia berlatih sangat keras untuk bisa berada di titik ini,” katanya menjelang laga kualifikasi melawan Arab Saudi, memperlihatkan kembali bahwa Romeny adalah pilar penting di lini serang Garuda meski sempat absen panjang. Lebih dari Sekadar Sepak Bola: Identitas & Kebanggaan Nasional Kisah Ole Romeny bukan hanya soal statistik pertandingan atau jumlah gol yang dicetak. Ini adalah kisah tentang identitas, pilihan hidup, dan ikatan emosional antara seorang atlet dengan tanah airnya, meskipun ia dilahirkan dan besar di Eropa. Bagi jutaan suporter Indonesia, Romeny adalah simbol harapan — bukan sekadar pemain naturalisasi, tetapi bukti bahwa sepak bola bisa menjadi jalan untuk menyatukan budaya, ingatan keluarga, dan kebanggaan nasional. Sumber: Facebook, Wikipedia dan sumber lainnya Catatan : Tulisan ini merupakan opini redaksi 1miliarsantri.net dari berbagi sumber. Foto istimewa Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman
Bersih Masjidku-Bersih Negeriku: Mengenang dan Meneruskan Jejak Almarhum KH Muhammad Jazir ASP
Gerakan Bersih-Bersih Masjid Jawa–Bali yang digagas oleh tokoh Jogokariyan, KH. Muhammad Jazir ASP bersama beberapa Masjid dan didukung oleh Marbot Aplikasi adalah sebuah ikhtiar kolektif untuk memuliakan rumah Allah dan negeri ini. Bali – 1miliarsantri: Kegiatan Safari Bersih-Bersih Masjid adalah simbolisasi dan implementasi sebuah gerakan membangun Indonesia agar bisa berubah lebih baik lagi, membersihkan hati, meminimalisir korupsi, merawat kebersamaan dan menjaga alam yang menjadi amanah kita sebagai Khalifah fil ard, pemimpin di muka bumi. Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi pusat kehidupan: tempat membangun kejujuran, kebersihan, keberanian, kemandirian, dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan, termasuk korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan amanah. Bersih sebagai prinsip hidup Rasulullah SAW yang memancarkan kejujuran. Kebersihan masjid adalah cermin kebersihan pengelolanya. Masjid yang bersih diharapkan akan melahirkan jama’ah yang jujur. Pengelolaan yang bersih melahirkan kepercayaan. Dan, dari kepercayaan itulah peradaban dibangun. Gerakan yang dilakukan oleh ratusan orang ini tidak berhenti pada sapu dan kain pel, tetapi menjelma menjadi gerakan moral: membersihkan niat dari pamrih, membersihkan amanah dari pengkhianatan, membersihkan dakwah dari kepentingan sempit. Dari Masjid Jogokariyan, Masjid Al-Falah Sragen, menuju Masjid Pantai Bali Sebagaimana jejak dakwah Pak Kyai Jazir yang tak pernah mengenal batas geografis, gerakan ini bermula dari Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Al-Falah Sragen, lalu dipusatkan selama 3 hari di Masjid Pantai Bali, desa Cupel, kec. Negara, kab. Jembrana, provinsi Bali. Masjid Pantai Bali menjadi simbol bahwa nilai-nilai kemasjidan: amanah, kebersamaan, transparansi, pelayanan jamaah, dan keberpihakan pada umat (Muslim dan Non Muslim) dapat tumbuh dan bersemi secara harmonis di mana pun, bahkan di wilayah dengan tantangan sosial dan demografis yang besar. Melanjutkan, Bukan Sekadar Mengenang Pak Kyai Jazir Gerakan Bersih-Bersih Masjid ini bukan hanya dengan mengenang, do’a dan air mata, tetapi dengan melanjutkan kerja-kerja sunyi beliau: memakmurkan masjid,menguatkan jamaah,menjaga amanah tanpa kompromi, dan menjadikan masjid benteng moral bangsa. Melanjutkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid ini adalah bentuk nyata bahwa api perjuangan itu tidak akan padam, dan estafet dakwah terus berjalan dari generasi ke generasi. Dari Masjid untuk Negeri Ketika masjid bersih, jamaah akan jujur.Ketika jamaah jujur, kepemimpinan akan lahir dengan integritas.Dan ketika integritas menjadi budaya, negeri akan bersih dari korupsi dan kebusukan moral. Inilah pesan yang diwariskan oleh Pak Kyai Jazir kepada kita semua:Jika ingin mengubah negeri, mulailah dari masjid. Semoga Allah SWT menerima amal jariyah almarhum Pak Kyai Jazir,melapangkan kuburnya, menerangkan jalannya,dan menjadikan kami penerus perjuangan beliaudalam memuliakan masjid dan membangun peradaban yang Rahmatan lil ‘Alamiin.Aamiin.*** Sumber : Firmansyah Dimmy-Masjid Pantai Foto istimewa Editor : Thamrin Humris



