Filter Berita

All
berita-dunia
berita-nasional
khazanah
sejarah
tasawuf

125 Tahun Bung Karno: Putra Sang Fajar yang Menggali Pancasila dan Menyalakan Api Nasionalisme Indonesia

Memperingati 125 tahun kelahiran Bung Karno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Kisah historis tentang perjalanan Soekarno, penggalian Pancasila di Ende, kedekatannya dengan tokoh Islam, serta warisan nasionalisme yang terus menginspirasi bangsa. Jakarta — 1miliarsantri.net | BUNG KARNO lahir 125 tahun yang lalu, tepat pada 6 Juni 1901, hanya 17 hari setelah letusan Gunung Kelud mengguncang Pulau Jawa. Di saat fajar mulai menyingsing dan dunia memasuki abad ke-20, lahirlah seorang anak laki-laki yang kelak mengubah arah sejarah bangsa Indonesia. Anak itu adalah Kusno Sosrodiharjo, yang kemudian dikenal dunia sebagai Ir. Soekarno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa dan Bali, letusan gunung bukan semata-mata bencana, melainkan bagian dari keseimbangan kosmis alam semesta. Kelahiran seorang anak pada masa-masa seperti itu diyakini membawa harapan dan keberkahan bagi banyak orang. Sejarah kemudian membuktikan bahwa Bung Karno bukan hanya menjadi kebanggaan keluarganya, tetapi juga menjadi tokoh yang mengantarkan Indonesia menuju gerbang kemerdekaan dan martabat bangsa yang merdeka. Perjalanan hidup Bung Karno adalah kisah panjang tentang perjuangan, pengorbanan, pemikiran, dan cinta yang mendalam kepada tanah air. Dari seorang anak yang sering sakit-sakitan hingga namanya diubah menjadi Soekarno, ia tumbuh menjadi pemimpin pergerakan yang berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. Dari setiap perjumpaan dan pengalaman hidupnya, lahir gagasan-gagasan besar yang membentuk arah perjuangan bangsa Indonesia. Marhaenisme dan Keberpihakan kepada Rakyat Kecil Ketika berada di Bandung, Soekarno bertemu dengan seorang petani sederhana bernama Marhaen. Pertemuan tersebut melahirkan konsep Marhaenisme, sebuah gagasan perjuangan yang berpihak kepada rakyat kecil dan tertindas. Bagi Soekarno, kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.

Read More

Sholat Jumat Perdana di Masjid Al Ijtihaad: Panggilan Iman dari Rawa Sapi, Saatnya Menjadi Saksi Lahirnya Rumah Allah

Jatimulya, Kabupaten Bekasi — 1miliarsantri.net | Di tengah denyut kehidupan warga Kampung Rawa Sapi, Jatimulya, sebuah momentum penuh berkah tengah menanti kehadiran kaum muslimin. Masjid Al Ijtihaad akan menggelar Sholat Jumat Perdana pada Jumat, 5 Juni 2026 / 18 Zulhijjah 1447H, sebuah peristiwa religius yang bukan sekadar ibadah rutin, melainkan tonggak sejarah lahirnya syiar Islam di rumah Allah yang sedang bertumbuh. Masjid yang berlokasi di Gg. H. Asmat 2, RT 01/RW 10, Kp. Rawa Sapi – Jatimulya ini mengundang seluruh jamaah untuk hadir, merasakan suasana khusyuk, sekaligus menjadi bagian dari sejarah pertama dikumandangkannya khutbah Jumat di Masjid Al Ijtihaad. Momen perdana selalu menyimpan makna mendalam—sebuah langkah awal menuju hadirnya pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan persaudaraan umat. Sholat Jumat perdana ini insyaAllah akan dipimpin oleh KH. Muhammad Tasnim Muhsin, Pimpinan Majelis Darul Hawi, sebagai imam dan khotib. Kehadiran beliau diharapkan membawa tausiyah yang menyejukkan hati, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangkitkan semangat berjamaah di tengah masyarakat.

Read More

Kebakaran Kemayoran Terbaru: Saatnya Ulurkan Tangan, Ratusan Korban Kehilangan Rumah dalam Semalam

Kebakaran Kemayoran terbaru di Kebon Kosong, Jakarta Pusat, menghanguskan ratusan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi. Saatnya bersama membantu korban kebakaran Kemayoran dengan donasi kebutuhan mendesak Jakarta — 1miliarsantri.net | Kebakaran Kemayoran kembali meninggalkan luka mendalam. Api besar yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6/2026), mengubah ratusan rumah menjadi puing dan abu dalam hitungan jam. Di balik kobaran api yang viral di berbagai media sosial, ada tangis anak-anak, orang tua, dan keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka. Menurut laporan dari berbagai sumber, Kebakaran Kemayoran terjadi pada malam sekitar pukul 20.55 WIB dan diduga dipicu arus pendek listrik di kawasan rumah semi permanen yang sangat padat penduduk.

Read More

Presiden Prabowo Copot Jabatan Dadan Hindayana, Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin BGN

Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional dan menunjuk Nanik S Deyang sebagai pengganti. Pergantian ini disebut hasil evaluasi kinerja selama 1,5 tahun terakhir  Jakarta — 1miliarsantri.net | Keputusan mengejutkan datang dari Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan menunjuk Nanik S Deyang sebagai pemimpin baru lembaga strategis pengawal program makan bergizi nasional. Pergantian pimpinan ini diumumkan langsung pemerintah pada Selasa (2/6/2026). Pengumuman pergantian pucuk pimpinan BGN tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi yangh didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodar, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Read More

Wisata Religi Jembrana Makin Memikat: Jukung Berlayar Hadirkan Pesona Baru Masjid Pantai Bali dan Tradisi Maritim Nusantara

Wisata Religi Jembrana semakin memikat dengan hadirnya Jukung Berlayar (Perahu Besar Berlayar), perpaduan kearifan lokal, budaya maritim, dan pesona Masjid Pantai Bali yang memperkuat daya tarik wisata religi dan bahari di Kabupaten Jembrana. Jembrana, Bali — 1miliarsantri.net | Wisata Religi Jembrana terus berkembang sebagai destinasi yang memadukan nilai spiritual, budaya, dan keindahan alam pesisir. Salah satu daya tarik terbaru yang sedang dikembangkan adalah Jukung Berlayar (Perahu Besar Berlayar), sebuah inovasi berbasis budaya maritim yang digagas oleh Tim Masjid Pantai Bali sebagai upaya pelestarian tradisi sekaligus penguatan potensi pariwisata daerah. Jukung Berlayar merupakan pengembangan dari perahu tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Bali, khususnya di Jembrana. Dengan ukuran yang lebih besar dan dilengkapi layar yang khas, perahu ini menghadirkan pengalaman bahari yang unik sekaligus menjadi simbol kuat warisan budaya maritim Nusantara. Kehadirannya semakin memperkaya potensi Wisata Religi Jembrana, khususnya di kawasan Masjid Pantai Bali yang kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata religi dan edukasi. Perpaduan Kearifan Lokal dan Inovasi Wisata Bahari Jukung Berlayar memadukan nilai-nilai tradisional masyarakat pesisir dengan sentuhan inovasi yang membuatnya semakin menarik sebagai sarana wisata air. Selain mempertahankan bentuk dan karakter khas perahu tradisional Bali, penggunaan layar memberikan nilai estetika yang memukau sekaligus memperkuat identitas budaya maritim daerah.

Read More

Forum Persaudaraan Umat Islam Ende: ‘Selamat Hari Lahir Pancasila’ 1 Juni

Forum Persaudaraan Umat Islam Ende (FPUI) mengucapkan “Selamat Hari Lahir Pancasila” 1 Juni Dari bumi Ende, tanah perenungan sejarah bangsa, Forum Persaudaraan Umat Islam Ende (FPUI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air dalam bingkai Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa. Ende bukan sekadar nama dalam sejarah Indonesia. Di kota inilah, dalam masa pengasingan tahun 1934–1938, Bung Karno merenungkan nilai-nilai luhur kebangsaan yang kelak menjadi fondasi berdirinya Indonesia.

Read More

Mengukir Kenangan, Menjemput Masa Depan: Haflah Takharruj 2026 Pesantren MAFAZA Indonesia, Jejak Perpisahan Penuh Makna

Haflah Takharruj & Graduation Ceremony 2026 Pesantren MAFAZA Indonesia menjadi momentum penuh haru dan kebanggaan bagi santri SMP-SMA angkatan kelima dalam menapaki masa depan yang gemilang Garut – 1miliarsantri.net | Pesantren MAFAZA Indonesia kembali menggelar momentum istimewa yang sarat makna melalui Haflah Takharruj & Graduation Ceremony 2026 bagi siswa jenjang akhir SMP dan SMA angkatan kelima. Mengusung tema “Mengukir Kenangan, Menjemput Kesuksesan”, acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan penanda perjalanan panjang perjuangan para santri dalam menuntut ilmu, menempa akhlak, dan membangun cita-cita.

Read More

Rumah Tahfidz Opung mengucapkan ‘Selamat Idul Adha 1447H’

“Semoga Cahaya Keikhlasan dan Ketaatan Menyertai Langkah Kita” Idul Adha mengajarkan kita makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan tanpa batas kepada Allah SWT. Sebagaimana teladan Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salaam yang dengan penuh keimanan menaati perintah Allah, serta Nabi Ismail ‘Alaihis Salaam yang menunjukkan ketundukan dan kesabaran luar biasa. Mari jadikan momentum Idul Adha 1447 H sebagai penguat semangat berbagi, memperbanyak kepedulian, dan menumbuhkan jiwa berkurban demi kemaslahatan sesama. Semoga setiap pengorbanan yang dilakukan dengan tulus menjadi jalan hadirnya keberkahan, keteguhan iman, serta limpahan rahmat Allah SWT bagi kita semua. Taqabbalallahu minna wa minkum, Barakallahu Fikum,

Read More