Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 dan Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Kuningan
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 di Kabupaten Kuningan diisi dengan kegiatan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan fisioterapi, serta penandatanganan kerja sama antara Dinas Sosial Kabupaten Kuningan dan Universitas Muhammadiyah Kuningan. Kuningan — 1miliarsantri.net | Tanggal 29 Mei ditetapkan sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Indonesia. Penetapan tanggal tersebut memiliki nilai historis dan strategis karena pada 29 Mei 1945 dilaksanakan Sidang I BPUPKI yang dipimpin oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai anggota tertua. Dengan kearifannya, beliau mencetuskan gagasan mengenai pentingnya dasar filosofis bagi Negara Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia mengamanatkan bahwa program dan kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan lanjut usia. Hal ini karena lanjut usia memiliki pengalaman, keahlian, dan kearifan yang apabila diberikan kesempatan, dapat terus berperan dalam pembangunan bangsa dan masyarakat. Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kuningan yang dirangkaikan dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Kuningan dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, bertempat di Sekretariat LKSLU Mursyidul Falaah. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Universitas Muhammadiyah Kuningan, LKKS Kabupaten Kuningan, LLI Kabupaten Kuningan, UPTD Puskesmas Kuningan, LKSLU Mursyidul Falaah, Lurah Cijoho, serta unsur dan instansi terkait lainnya.
Masjid Out Of The Box: Dari Gagasan Menuju Pusat Peradaban dan Pemberdayaan Umat
Masjid Out of The Box menghadirkan paradigma baru masjid sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat. Melalui konsep Smart Masjid 5E, Masjid Pantai Bali menjadi destinasi wisata religi, edukasi, ekonomi, dan pelestarian lingkungan di Bali. Jakarta — 1miliarsantri.net | Dalam dialog interaktif di Radio dan TV Silaturahim, Firmansyah Dimmy menyampaikan pentingnya menghadirkan paradigma baru tentang Masjid Out of The Box di era modern. Menurutnya, masjid tidak cukup hanya dipahami sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi harus berkembang menjadi pusat peradaban yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat lintas agama. Konsep Masjid Out of The Box yang diwujudkan melalui pengembangan Masjid Pantai Bali berangkat dari semangat para Alumni ITB, UI, UGM, IPB, dan berbagai perguruan tinggi untuk mengembalikan fungsi strategis masjid sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, yang tidak hanya menjadikan masjid sebagai pusat peribadatan, tetapi juga sebagai pusat peradaban umat. Begitu pula dengan Walisongo yang membangun peradaban Rahmatan lil ‘alamin di kawasan pesisir Pulau Jawa. Dalam dialog yang dipandu oleh Presenter Muhammad Krisna, Deddy Rahman selaku Ketua Departemen Media, Komunikasi, dan Informasi YMPN menambahkan bahwa konsep Masjid Out of The Box menjadi jawaban atas tantangan zaman yang menuntut pengelolaan masjid lebih kreatif, inovatif, dan kolaboratif. Melalui pendekatan tersebut, masjid diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang berdampak luas, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu implementasi nyata konsep tersebut adalah pengembangan Masjid Pantai Bali yang digagas oleh Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) dan DKM Masjid Pantai Bali (Raudlatul Jannah), yang kini berkembang menjadi destinasi wisata religi di Pulau Bali. Masjid Pantai Bali yang berlokasi di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, dikembangkan sebagai Smart Masjid dengan konsep 5E, yaitu Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain.
Piala Dunia FIFA 2026: 17 Jam Lagi Mexico Jadi Pusat Perhatian Dunia
Mexico — 1miliarsantri.net | Hampir delapan tahun setelah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (USA) dipercaya menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026, panggung sepak bola terbesar di dunia akan memulai perhelatannya pada 11 Juni. Sebuah momen bersejarah yang memecahkan berbagai rekor kini siap menyatukan miliaran pasang mata dari seluruh penjuru dunia. Di tengah gelombang antusiasme yang melanda planet ini, Meksiko berdiri tepat di pusat perhatian. Di hadapan publiknya sendiri, El Tri akan memikul harapan dan kebanggaan sebuah bangsa saat menghadapi Afrika Selatan dalam laga pembuka yang sarat tekanan dan gengsi. Sebuah pertemuan yang menghadirkan nuansa deja vu, mengingat kedua tim juga saling berhadapan pada tahap yang sama di edisi 2010.
Gempa Filipina Belum Usai: Ribuan Gempa Susulan Hambat Pemulihan, 45 Tewas dan Puluhan Ribu Mengungsi
Lebih dari 2.100 gempa susulan mengguncang Filipina setelah gempa magnitudo 7,8 yang menewaskan 45 orang. Upaya evakuasi dan pemulihan terhambat, sementara puluhan ribu warga masih mengungsi Filipina — 1miliarsantri.net | Upaya pemulihan pasca gempa besar yang mengguncang wilayah selatan Filipina masih menghadapi tantangan berat. Ribuan gempa susulan yang terus terjadi membuat proses pencarian korban, evakuasi, dan perbaikan infrastruktur berlangsung lebih lambat serta berisiko tinggi bagi tim penyelamat. Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang melanda wilayah Mindanao pada awal pekan ini meninggalkan kerusakan luas. Bencana tersebut telah menyebabkan sedikitnya 45 orang meninggal dunia, 17 orang masih dinyatakan hilang, dan lebih dari 25.000 warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat penampungan darurat. Gempa Susulan Picu Ancaman Baru Di Kota General Santos, salah satu wilayah yang terdampak paling parah, tim penyelamat sempat menghentikan operasi pencarian setelah gempa susulan mengguncang bangunan yang sudah mengalami kerusakan berat. Para petugas harus segera mengevakuasi diri ketika puing-puing beton kembali berjatuhan dari sebuah bangunan yang hampir roboh.
Bank Indonesia Dukung Ketahanan Pangan Indonesia Jadi Fondasi Stabilitas Ekonomi Nasional
Ketahanan Pangan Indonesia menjadi fokus utama Bank Indonesia melalui optimalisasi kredit pertanian, hilirisasi pangan, dan pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 Jakarta — 1miliarsantri.net | Ketahanan Pangan Indonesia semakin menjadi perhatian di tengah meningkatnya risiko global dan tantangan perubahan iklim yang berpotensi mengganggu pasokan pangan nasional. Bank Indonesia (BI) menilai sektor pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan ekonomi yang stabil, maju, dan berdaya saing. Dalam seminar bertajuk “Ketahanan Pangan untuk Indonesia Emas” di Jakarta pada 10 Juni 2026, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa penguatan Ketahanan Pangan Indonesia perlu didukung oleh peningkatan pembiayaan di sektor strategis. Karena itu, BI mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan pada sektor pertanian, industri pengolahan, serta hilirisasi pangan melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Selain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat Ketahanan Pangan Indonesia melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperlancar distribusi pangan, serta menjaga stabilitas harga di berbagai daerah. Risiko Global Ancam Pasokan Pangan Nasional Ricky menjelaskan bahwa ketidakpastian global menghadirkan tantangan nyata terhadap pasokan pangan nasional. Sejumlah faktor seperti volatilitas harga komoditas, pembatasan ekspor, hingga meningkatnya biaya logistik dan impor menjadi risiko yang harus diantisipasi. Selain itu, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah turut berdampak pada kenaikan harga pangan impor dan berbagai sarana produksi pertanian. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam upaya pengendalian inflasi nasional.
125 Tahun Bung Karno: Putra Sang Fajar yang Menggali Pancasila dan Menyalakan Api Nasionalisme Indonesia
Memperingati 125 tahun kelahiran Bung Karno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Kisah historis tentang perjalanan Soekarno, penggalian Pancasila di Ende, kedekatannya dengan tokoh Islam, serta warisan nasionalisme yang terus menginspirasi bangsa. Jakarta — 1miliarsantri.net | BUNG KARNO lahir 125 tahun yang lalu, tepat pada 6 Juni 1901, hanya 17 hari setelah letusan Gunung Kelud mengguncang Pulau Jawa. Di saat fajar mulai menyingsing dan dunia memasuki abad ke-20, lahirlah seorang anak laki-laki yang kelak mengubah arah sejarah bangsa Indonesia. Anak itu adalah Kusno Sosrodiharjo, yang kemudian dikenal dunia sebagai Ir. Soekarno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa dan Bali, letusan gunung bukan semata-mata bencana, melainkan bagian dari keseimbangan kosmis alam semesta. Kelahiran seorang anak pada masa-masa seperti itu diyakini membawa harapan dan keberkahan bagi banyak orang. Sejarah kemudian membuktikan bahwa Bung Karno bukan hanya menjadi kebanggaan keluarganya, tetapi juga menjadi tokoh yang mengantarkan Indonesia menuju gerbang kemerdekaan dan martabat bangsa yang merdeka. Perjalanan hidup Bung Karno adalah kisah panjang tentang perjuangan, pengorbanan, pemikiran, dan cinta yang mendalam kepada tanah air. Dari seorang anak yang sering sakit-sakitan hingga namanya diubah menjadi Soekarno, ia tumbuh menjadi pemimpin pergerakan yang berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. Dari setiap perjumpaan dan pengalaman hidupnya, lahir gagasan-gagasan besar yang membentuk arah perjuangan bangsa Indonesia. Marhaenisme dan Keberpihakan kepada Rakyat Kecil Ketika berada di Bandung, Soekarno bertemu dengan seorang petani sederhana bernama Marhaen. Pertemuan tersebut melahirkan konsep Marhaenisme, sebuah gagasan perjuangan yang berpihak kepada rakyat kecil dan tertindas. Bagi Soekarno, kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.
Sholat Jumat Perdana di Masjid Al Ijtihaad: Panggilan Iman dari Rawa Sapi, Saatnya Menjadi Saksi Lahirnya Rumah Allah
Jatimulya, Kabupaten Bekasi — 1miliarsantri.net | Di tengah denyut kehidupan warga Kampung Rawa Sapi, Jatimulya, sebuah momentum penuh berkah tengah menanti kehadiran kaum muslimin. Masjid Al Ijtihaad akan menggelar Sholat Jumat Perdana pada Jumat, 5 Juni 2026 / 18 Zulhijjah 1447H, sebuah peristiwa religius yang bukan sekadar ibadah rutin, melainkan tonggak sejarah lahirnya syiar Islam di rumah Allah yang sedang bertumbuh. Masjid yang berlokasi di Gg. H. Asmat 2, RT 01/RW 10, Kp. Rawa Sapi – Jatimulya ini mengundang seluruh jamaah untuk hadir, merasakan suasana khusyuk, sekaligus menjadi bagian dari sejarah pertama dikumandangkannya khutbah Jumat di Masjid Al Ijtihaad. Momen perdana selalu menyimpan makna mendalam—sebuah langkah awal menuju hadirnya pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan persaudaraan umat. Sholat Jumat perdana ini insyaAllah akan dipimpin oleh KH. Muhammad Tasnim Muhsin, Pimpinan Majelis Darul Hawi, sebagai imam dan khotib. Kehadiran beliau diharapkan membawa tausiyah yang menyejukkan hati, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangkitkan semangat berjamaah di tengah masyarakat.
Kebakaran Kemayoran Terbaru: Saatnya Ulurkan Tangan, Ratusan Korban Kehilangan Rumah dalam Semalam
Kebakaran Kemayoran terbaru di Kebon Kosong, Jakarta Pusat, menghanguskan ratusan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi. Saatnya bersama membantu korban kebakaran Kemayoran dengan donasi kebutuhan mendesak Jakarta — 1miliarsantri.net | Kebakaran Kemayoran kembali meninggalkan luka mendalam. Api besar yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6/2026), mengubah ratusan rumah menjadi puing dan abu dalam hitungan jam. Di balik kobaran api yang viral di berbagai media sosial, ada tangis anak-anak, orang tua, dan keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka. Menurut laporan dari berbagai sumber, Kebakaran Kemayoran terjadi pada malam sekitar pukul 20.55 WIB dan diduga dipicu arus pendek listrik di kawasan rumah semi permanen yang sangat padat penduduk.



