Masjidil Haram Memiliki Sound System Tercanggih se Dunia

Makkah – 1miliarsantri.net : Sebagai Kiblat serta pusat nya ibadah umat Islam sedunia, serta menyambut datang nya jamaah yang berkunjung ke Masjidil Haram di Mekkah, baik jamaah Haji maupun Umrah, siapa sangka ternyata Masjidil Haram yang merupakan masjid terbesar di dunia dengan poyek perluasan yang sedang berlangsung bertujuan untuk menambah luasnya menjadi 519.149 meter persegi ini memiliki tata suara atau sound system yang canggih. Masjidil Haram dilengkapi dengan 7.500 speaker yang tersebar di alun-alun, koridor, dan jalan sekitar masjid. Direktur Operasi dan Pemeliharaan Kepresidenan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Mohsen bin Abdul-Mohsin al-Sulami mengatakan, sistem audio di Masjidil Haram merupakan salah satu sistem tata suara terbesar dan tercanggih yang digunakan di seluruh dunia. Mohsen menjelaskan sistem audio di Masjidil Haram secara eksplisit dirancang untuk mengumandangkan adzan, sehingga salat dapat terdengar jelas di dalam masjid, halaman, bahkan jalan sekitar. Lebih dari 120 ahli audio direkrut pemerintah Arab Saudi untuk mengoperasikan dan menyempurnakan sistem audio di Masjidil Haram, Mekkah agar maksimal dan optimal. Para ahli tersebut berasal dari berbagai negara dan latar belakang. Mereka masing-masing membawa keahliannya untuk memastikan bahwa sistem audio yang digunakan di lingkungan masjid bekerja secara optimal dengan mempertimbangkan fitur akustik dan arsitektur ruangan.

Read More

Rahasia Panjang Umur Mbah Karto Jamaah 105 Tahun Asal Sumatera Selatan

Palembang – 1miliarsantri.net : Beragam kisah yang terjadi dan dialami oleh para calon jamaah haji sebelum berangkat menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah. Satu diantaranya kisah yang dialami Karto Yitno Ahmad asal Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Kakek berusia 105 tahun yang akrab dipanggil Mbah Karto ini sehari-hari nya bekerja sebagai petani dan merupakan calon jamaah haji tertua asal Sumatera Selatan. Mbah Karto yang sudah mulai menabung selama 10 tahun untuk mendaftar mengikuti pelaksanaan ibadah haji merasa bersyukur dan tetap semangat melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun kelima agama Islam meskipun usia yang tak terbilang muda lagi. “Saya bersyukur dapat berangkat melaksanakan ibadah haji pada tahun ini walaupun sudah memasuki usia 105 tahun, tidak membuat saya patah semangat sebab melaksanakan ibadah haji merupakan kewajiban dan bekal untuk kematian,” terang Mbah Karto. Ternyata Mbah Karto punya kebiasaan mandi sebelum sholat Tahajud. Hal tersebut sudah menjadi rutinitas Mbah Karto semenjak remaja hingga sekarang. Dan ini yang menjadi resep Mbah Karto bisa memiliki umur panjang. Hal itu dibenarkan Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) OKU Timur, Husni kepada wartawan di Asrama Haji Palembang, Jumat (26/5/2023).

Read More

Penderitaan KH Ali Alhamidi Semasa Menjadi Tahanan Politik Orde Lama

Jakarta – 1miliarsantri.net : Ketika masa pemerintahan Orde Lama (Orla), terdapat beberapa organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki banyak tokoh ulama ternama, diantaranya Organisasi Persatuan Islam (Persis) yang memiliki banyak ulama produktif. Di antara nama-nama yang cukup masyhur adalah Ustaz A Hassan (1887-1958) dan Syekh Ahmad Surkati (1875-1943). Dari sekian banyak nya tokoh ternama, ada satu figur lagi yang patut dikenang sebagai ahli prolifik. KH Muhammad Ali Alhamidi, seorang penggerak Persis di Tanah Betawi. Di sepanjang hayatnya, tokoh yang akrab disapa Kiai Ali Alhamidi Matraman ini telah menghasilkan banyak karya tulis. Di antaranya adalah Jalan Hidup Muslim, Islam dan Perkawinan, Perbaikan Akhlak, Ruhul Mimbar, Adabul Insan fil Islam, Hidayatullah, Manasik Haji, Al-Wahyu wa Al-Qur’an, serta Godaan Sjetan. Menurut Ketua Divisi Kajian Aliran Pemikiran PP Persis Ustaz Artawijaya, kepiawaian tokoh tersebut dalam menulis muncul terutama berkat persahabatannya dengan A Hassan. Pada masa pemerintahan presiden Sukarno, KH Ali Alhamidi termasuk ulama yang vokal menyuarakan kegelisahan umat Islam. Terlebih lagi, sejak 1960-an Bung Karno cenderung memerintah secara otoriter. Pada saat yang sama, Partai Komunis Indonesia (PKI) kian merapat dan terkesan dilindungi oleh penguasa Orde Lama tersebut. KH Ali Alhamidi pernah merasakan dinginnya sel penjara. Ia menjadi tahanan politik yang dibelenggu Orde Lama dengan tuduhan yang tidak jelas. Ustaz Artawijaya mengungkapkan, penangkapan atas tokoh Persis itu terjadi karena hasutan kelompok kiri, terutama PKI pada waktu itu. Nasib yang sama juga terjadi pada tokoh-tokoh Muslim lainnya. Sebut saja, Prof Buya Hamka, yang dituduh ikut merencanakan plot pembunuhan terhadap Bung Karno. Bahkan hingga tumbangnya sang presiden, tudingan itu tidak pernah terbukti, apalagi dibawa ke pengadilan. Pada puncak kekuasaan, Orde Lama memang begitu terpengaruh oleh agitasi kaum komunis. Dalam hal KH Ali Alhamidi, pemenjaraan terhadapnya begitu janggal. Bukan hanya ketiadaan bukti-bukti yang mendukung penahanan. Antara dirinya dan Bung Karno pun sesungguhnya terjadi hubungan pertemanan yang baik. Pada era 1950-an, Kiai Ali turut berjuang mengobarkan api revolusi kemerdekaan RI. Ia pun ikut mendampingi Bung Karno dalam rapat-rapat akbar bersama rakyat di Jakarta, semisal pidato presiden tersebut di Lapangan IKADA pada 1957. “Pak Kiai (Ali Alhamidi) berkawan dengan Bung Sukarno meski akhirnya Bung Karno yang memenjarakannya. Bung Sukarno itu pernah main ke rumah Pak Kiai di Matraman Dalam II Nomor 56,” terang Ustad Artawijaya kepada 1miliarsantri.net, Kamis (25/5/2023). Seperti halnya Buya Hamka, KH Ali Alhamidi pun tetap produktif menulis di dalam penjara. Bila ulama Minangkabau tersebut menghasilkan karya monumental Tafsir al-Azhar dari dalam rumah tahanan, dai Persis itu menulis beberapa karangan. Salah satunya adalah buku berjudul Godaan Sjetan. Buah penanya itu lahir saat dirinya ditahan di Gedung Departemen Kepolisian, Kebayoran Baru, serta Rindam Condet, Jakarta.

Read More

Mengenal Perbedaan Suluk dan Tasawuf

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Pengertian Suluk adalah istilah yang dikaitkan dengan suatu jalan menuju ke arah kesempurnaan batin. Istilah ini biasanya digunakan dalam Islam dan sufisme, serta berhubungan dengan istilah lainnya seperti tasawuf, sufisme, dan tarekat. Suluk secara harfiah berarti menempuh (jalan). Dalam kaitannya dengan agama Islam dan sufisme, makna suluk adalah menempuh jalan (spiritual) untuk menuju Allah SWT. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suluk adalah jalan ke arah kesempurnaan batin. Selain itu, kita juga bisa memahami suluk adalah pengasingan diri atau khalwat. Menempuh jalan suluk adalah mencakup sebuah disiplin seumur hidup dalam melaksanakan aturan-aturan eksoterik agama Islam (syariat) sekaligus aturan-aturan esoteris agama Islam (hakikat). Jalan suluk atau bersuluk juga mencakup hasrat untuk mengenal diri, memahami esensi kehidupan, pencarian tuhan, dan pencarian kebenaran sejati (ilahiyyah). Hal ini dilakukan melalui penempaan diri seumur hidup dengan melakukan syariat lahiriah sekaligus syariat batiniah demi mencapai kesucian hati untuk mengenal diri dan Tuhan. Kata suluk berasal dari terminologi Al-Qur’an, Fasluki, dalam Surat An-Nahl [16] ayat 69, Fasluki subula rabbiki zululan, yang artinya Dan tempuhlah jalan Rabb-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Suluk adalah kegiatan berzikir secara terus-menerus mengingat Allah SWT, meninggalkan pikiran dan perbuatan duniawi hanya untuk mendekatkan diri dan memperoleh keridhaan Allah SWT. Seseorang yang menempuh jalan suluk disebut salik. Kata suluk dan salik biasanya berhubungan dengan tasawuf atau sufisme dan tarekat. Suluk adalah jalan menuju kesempurnaan batin. Hal ini tentunya memiliki perbedaan dengan istilah tasawuf. Tasawuf atau yang juga dikenal dengan sufisme adalah ajaran bagaimana menyucikan jiwa, menjernihan akhlak, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian abadi. Tasawuf berasal dari kata sufi. Menurut Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat dari Jurusan Tafsi Hadis dan Akidah Filsafat IAIN Surakarta, dalam TASAWUF: Sejarah, Madzhab, dan Inti Ajarannya, ada sejumlah versi berbeda dalam mengartikan apa itu sufi atau tasawuf. Setidaknya ada ada enam pendapat dalam hal itu, yakni:

Read More

Kecantikan dan Kepintaran Ummu Salamah

Jakarta – 1miliarsantri.net : Salah satu istri Rasulullah SAW yang memiliki kecerdasan hampir menyerupai Aisyah adalah Ummu Salamah. Beliau memiliki nama asli Hindun binti Abu Umayyah bin Mughirah. Ayahnya Abu Umayyah, seorang pemuka Quraisy dan ibunya Atikah bintu Amir bin Rabi’ah. Ummu Salamah sebelum dipersunting Rasulullah, merupakan istri dari Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Makhzum al-Qurasyi atau lebih dikenal Abu Salamah. Dari pernikahannya, Ummu Salamah memiliki empat orang anak. Dikutip dari buku Ummahatul Mukminin para Istri Nabi karya Ahmad Sarwat, pada tahun 4 H, kesedihan melanda keluarga Ummu Salamah. Abu Salamah, suami tercinta meninggal dunia akibat luka yang pernah dideritanya usai Perang Uhud. Namun, dia tidak hanyut dalam kesedihannya. Dia teringat pesan Nabi SAW kepada suaminya, yang kemudian juga turut dihafalkan oleh Ummu Salamah satu doa ketika tertimpa musibah. إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ اللهم أجرني في مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Ya Allah, berikanlah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantikanlah aku dengan yang lebih baik.”

Read More

Rasa Trauma Anak-anak Palestina Sangat Mendalam

Gaza – 1miliarsantri.net : Lebih dari sepekan telah berlalu sejak putaran terakhir pertempuran dengan Israel di Gaza, membuat anak-anak Palestina mengalami trauma yang sangat luar biasa. Hal ini dialami Bissan al-Mansi berusia 10. Rumah gadis itu di Deir al-Balah di Gaza tengah termasuk di antara beberapa rumah yang telah rusak atau hancur. Israel membom lingkungan tersebut setelah memberikan waktu sekitar 30 menit kepada warga untuk mengungsi. Salah satu dari lima bersaudara ini mengatakan, sekarang dia terlalu takut untuk keluar rumah, meski untuk bermain dengan teman-temannya. Sebelum pertempuran, dia bangun pagi dengan semangat untuk pergi ke sekolah, mata pelajaran favoritnya adalah bahasa Arab dan sejarah, tetapi sejak pertempuran berakhir dia belum kembali. Setiap kali pintu dibanting, al-Mansi salah mengartikannya sebagai bom yang dijatuhkan. “”Jika seseorang membanting pintu, saya membayangkan itu adalah serangan udara. Mimpi saya telah berubah, sebelumnya lebih baik. Sekarang saya sangat takut. Saya tidak bisa tidur lagi di malam hari,” terang al-Mansi saat menemui psikiater Psikiater lokal mengatakan, gejala al-Mansi merupakan gejala umum di antara banyak anak yang tinggal di daerah kantong. Mereka mengalami kondisi kurang tidur, gelisah, mengompol, serta kecenderungan untuk tetap menempel pada orang tuanya dan menghindari keluar rumah. Warga Palestina telah mengalami beberapa kali pertempuran dengan Israel sejak 2008. Serangan yang terus berulang membuat penyembuhan terutama pada masalah psikologis hampir tidak mungkin karena penyebabnya tetap tidak berubah. Para pakar menemukan jumlah anak-anak yang membutuhkan bantuan kesehatan mental hampir seperempat dari 2,3 juta penduduk Gaza yang hidup di bawah blokade yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir. Studi sebelumnya di Israel juga menemukan, bahwa anak-anak Israel yang terus-menerus terpapar tembakan roket di daerah dekat Gaza juga mengalami tingkat stres, agresi, dan kecemasan yang tinggi. Tidak ada tempat perlindungan bom yang aman di Gaza, dengan lebih dari 50 persen warga Palestina hidup dalam kemiskinan dan tidak memiliki tempat berlindung selain di rumahnya. Pejabat Palestina dan organisasi kemanusiaan internasional telah memperingatkan bahwa sistem perawatan kesehatan berada di ambang kehancuran. Akses pelayanan kesehatan terbatas, pergerakan sangat dibatasi, dan luka psikologis semakin dalam.

Read More

Usia Senja Tak Menyurutkan Niat Untuk Menjadi Imam Masjid di Papua

Sorong – 1miliarsantri.net : Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki moderasi beragama. Banyak nya penanaman nilai-nilainya, seperti toleransi, adil, serta anti kekerasan, telah dimiliki masyarakat negeri ini sejak dahulu. Nilai tersebut harus terus dirawat dan dipupuk agar kehidupan keberagamaan makin berkualitas. Hal ini pula yang menjadi pilihan hidup Ismael Umalelen, pria paruh baya yang mendiami Kampung Sailolof, Distrik Salawati Selatan, Sorong, Provinsi Papua Barat. Ismael tetap setia menjalankan tugas mulia, melayani warga kampung sekaligus menjadi imam masjid di kawasan tempat tinggal nya, meski usia sudah tidak muda lagi. Meski hidup jauh dari hiruk pikuk perkotaan, namun tak menyurutkan semangat pria asli Papua ini untuk terus menggaungkan semangat moderasi beragama. Baginya, hidup berdampingan, damai dan saling bersahabat merupakan cita-cita luhur, yang harus terus terjaga tanpa memandang perbedaan. “Hidup rukun dan damai antara umat Islam dan Kristen sangat dirasakan karena ada pertalian darah, satu leluhur dan satu keturunan sehingga kami tidak pernah mempersoalkan perbedaan, agama mereka, agama kita dianggap itu agama keluarga,” ucapnyal, Kampung ini pada masa lampau merupakan pusat Kerajaan Sailolof, salah satu kerajaan Islam di Kepulauan Raja Ampat. Sebagai sosok yang dipercayakan untuk melayani umat di kampungnya sendiri, Ismael memiliki cita-cita untuk menghantarkan warganya kedalam suasana hidup yang layak. Meski dirinya bertugas sebagai seorang Imam masjid, namun Ismael juga sangat peduli terhadap pendidikan khususnya bagi generasi muda asli Papua. “Kami sangat berharap Pemerintah dapat menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai serta tenaga kependidikan untuk melayani di wilayah-wilayah pinggiran,” harapnya. Tak hanya itu, penyelesaian pembangunan rumah-rumah ibadah baik Masjid maupun Gereja yang hingga kini belum tuntas, diharapkannya juga dapat menjadi perhatian bersama.

Read More

Cahaya Nabi di Tiga Kota Suci

Jakarta – 1miliarsantri.net : Siapa yang tidak merindukan atau menginginkn dirinya bisa berkunjung ks Baitullah, sholat di Masjidil Haram, berziarah ke makam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (SAW). Pastilah setiap muslim pasti merindukan dirinya bisa berziarah atau mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di shalat di sana, baik saat musim haji, maupun di luar musim haji (umrah). Selain itu, umat Islam juga tentu berkeinginan berziarah ke makam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (Saw) di Madinah, sekaligus shalat di Masjid Nabawi. Dalam sebuah hadits, Rasul SAW bersabda: “Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan jauh, kecuali ke tiga masjid. Yaitu masjidku (Masjid Nabawi), Masjidil Haram, dan Masjid Al-Aqsa.” (HR. Muslim). Hadits tersebur ternyata menjadi motivasi bagi Iksan Malik, seorang anak muda yang juga hafiz Al-Quran, untuk mengunjungi tiga kota suci tersebut. Pria asal Palopo ini mempunyai keinginan untuk berkunjung ke tiga masjid dari ke tiga negara itu sangatlah tidak mudah baginya, terlebih dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimiliki nya terutama dalam hal biaya, membuat perjuangan mewujudkan itu tidak gampang. “Iya, itu mimpi saya dan tentunya juga mimpi bagi setiap muslim, mengunjungi Makkah, Madinah, dan Yerusalem (Palestina). Mengunjungi ketiga masjid tersebut, yakni Masjid Nabawi, Masjidil Haram dan Masjid Al Aqsa, cuman tidak mudah untuk mewujudkan semua itu. Kadang banyak orang meragukannya. Namun, jika Allah ridha, maka tak ada yang tak mungkin, semuanya mudah bagi Allah,” urainya. Iksan menambahkan, kerinduan mengunjungi ke tiga kota itu selalu terbayang dalam ingatannya hingga akhirnya ia berusaha membiasakan keinginan tersebut untuk diwujudkan dalam doa-doanya. Perjuangan demi perjuangan dilakukannya agar mimpi mengunjungi tiga kota suci tersebut bisa berhasil. Setelah melewati berbagai ikhtiar dan doa, perjalanan itupun akhirnya terwujud. Walaupun kegagalan sering mewarnai perjalanan impian itu. “Alhamdulillah, kerinduan itu akhirnya Allah kabulkan, dan saya berkesempatan mengunjungi tiga masjid tersebut,” lanjutnya. Di Masjid Nabawi, lanjut Ikhsan, umat Islam dapat mengunjungi makam Rasulullah dan dua sahabatnya. Begitu pula di Kota Suci Makkah. Di Makkah, kita seolah menapaki jejak-jejak dakwah Rasulullah sebelum hijrah. Juga melihat indahnya Ka’bah, sekaligus berdoa di Multazam.

Read More

Makam Baqi sebagai Makam Pertana dan Tertua di Madinah

Madinah – 1miliarsantri.net : Di kota Madinah terdapat Kompleks pemakaman Islam pertama dan tertua. Makam Baqi juga dikenal dengan nama Jannatul Baqi atau Baqi’ al-Gharqad, Pemakaman ini sudah ada sejak zaman jahiliyah yang dikhususkan penduduk Madinah atau kaum yastrib saat itu Baqi sendiri dalam bahasa Arab sesungguhnya berarti sebuah tanah lapang. Memasuki gerbang, para peziarah langsung disambut hamparan tanah luas bewarna kelabu. Tapi, setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW, Baqi menjadi pemakaman umum. Bahkan sekarang, Baqi menjadi tempat dikuburkannya mereka yang wafat di kota Madinah Al-Munawwarahh, termasuk jamaah asal Indonesia. Sehingga, pemakaman ini tidak pernah sepi dari peziarah dan tak pernah kering dengan doa dari seluruh umat Islam dunia, terutama jamaah dari Indonesia. Ratusan ribu jamaah haji dan jutaan jamaah umrah asal Indonesia menjadikan Baqi ini sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi sebagai tempat ziarah khusus. Pemakaman ini sendiri berada di dalam kawasan Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah, sebelah tenggara serta memiliki luas sekitar 174.962 meter persegi. Makam ini menjadi istimewa dan punya arti tersendiri karena beberapa hal. Pertama terkait letak. Pemakaman tersebut berada dekat Masjid Nabawi, Madinah. Terhitung sangat dekat karena secara posisi ada batas antara kompleks area masjid Nabawi dan makam Baqi.

Read More

PP Muhammadiyah – NU Sepakat Jalin Kerjasama Mengedepankan Moral

Jakarta – 1miliarsantri.net : Jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan kunjungan ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Kamis (25/5/2023). Prof Haedar Nashir hadir didampingi oleh Sekretaris Umum Prof H Abdul Mu’ti, Bendahara Umum Hilman Latief, jajaran Ketua Prof Anwar Abbas, Saad Ibrahim, dan Agus Taufiqurrahman, serta jajaran Sekretaris Izzul Muslimin dan M Sayuti Rombongan PP Muhammadiyah diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang didampingi Wakil Ketua Umum H Amin Said Husni, Sekretaris Jenderal H Saifullah Yusuf, serta Wakil Sekretaris Jenderal Najib Azca dan Suleman Tanjung. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima langsung kedatangan rombongan PP Muhammadiyah di lantai 3 Gedung PBNU. Setelah pertemuan, para pimpinan kedua ormas Islam terbesar di Indonesia ini membuat pernyataan bersama. Antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sepakat mengedepankan kepemimpinan moral menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024. Menurut Gus Yahya, kepemimpinan moral sangat diperlukan dalam politik agar para politikus tak hanya mengedepankan kepentingan-kepentingan pragmatis. “Dalam politik ini perlu ada kepemimpinan moral supaya tidak disetir dengan kepentingan-kepentingan pragmatis,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers nya di lobi kantor PBNU. Ke depannya, PBNU dan Muhammadiyah akan melanjutkan diskusi-diskusi untuk menindak lanjuti pertemuan pada hari ini. Gus Yahya berharap bisa membangun strategi bersama agar bisa berpengaruh atas berbagai macam isu yang berkembang. “Nanti kedua belah pihak (PBNU dan Muhammadiyah) akan terus melanjutkan diskusi-diskusi ini. Karena kalau soal komunikasi langsung sudah biasa, tapi kita ingin bersama-sama mencari strategi untuk menciptakan momentum, mudah-mudahan bisa berpengaruh,” ujar Gus Yahya.

Read More