Pemerintah RI Menyiapkan Tambahan Kuota 15% Jamaah Per Provinsi

Jakarta – 1miliarsantri.net : Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief menyebut jamaah haji reguler cadangan memiliki kesempatan untuk melaksanakan haji tahun 2023 ini. Hal tersebut bisa terjadi jika jamaah calon haji sudah melakukan pelunasan Bipih dan kuota jamaah haji reguler belum terpenuhi. “Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menambah jumlah jamaah cadangan dari awalnya diberlakukan secara merata sebesar 15 persen dari kuota masing-masing provinsi, menjadi dihitung secara proporsional,” terangnya dalam keterangan pers kepada media, Senin (22/5/2023). Berdasarkan ketentuan baru ini, bagi provinsi dengan sisa kuota masih cukup banyak maka jumlah cadangan yang diberi kesempatan melunasi mencapai 40 persen. Sementara, jika di provinsi yang lain sisa kuotanya tinggal sedikit, maka jumlah cadangan ditambah menjadi 20 persen. “Kuota cadangan setiap provinsi pada tahap perpanjangan ini kita hitung secara proporsional, dengan besaran prosentase dari 20% sampai 40%,” lanjutnya. Ada sembilan provinsi dengan kuota cadangan 20 persen. Mereka adalah Jambi, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. “Sebanyak 12 provinsi memiliki kuota cadangan 25 persen, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Maluku Utara, serta Sulawesi Barat,” imbuhnya.

Read More

Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi : Santri Harus Bisa Jadi Profesional

Solo – 1miliarsantri.net : Seorang santri yang sudah lulus dari pondok pesantren tak harus jadi kyai, jadi juru dakwah tapi santri harus bisa meniti karir di bidang profesional seperti dokter atau doktor dalam suatu bidang keilmuan. Hal tersebut merupakan keinginan Pendakwah asal Solo, Jawa Tengah, Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi. Menurut nya, para santri mempunyai peluang untuk meniti karir di bidang profesional, seperti menjadi dokter ataupun doktor. Profesionalisme di suatu bidang membuat dakwah lebih mudah diterima di tengah masyarakat luas. “Dengan begitu, seorang santri setelah lulus dari pesantren, bisa menjadi orang yang bermanfaat di tengah masyarakat. Menjadi orang yang bermanfaat itu ditandai dengan mempunyai ilmu untuk menyelamatkan diri, untuk menyelamatkan keluarga, dan selanjutnya untuk menyelamatkan orang lain,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/05/2023). Habib Muhammad memberikan alasan mengapa seorang santri harus memiliki kriteria atau kapasitas tersebut. Terkadang, masyarakat lebih mau mendengarkan ucapan dari seorang dokter dibandingkan apa yang disampaikan oleh ustadz dan habib. “Santri tidak harus jadi kyai, bisa juga menjadi dokter. Mohon maaf, dokter kalau memberikan ceramah itu bahkan lebih didengarkan ucapannya dibandingkan apa yang disampaikan ustadz ataupun habib. Kalau dokter, ada pasiennya sakit, kemudian dikasih tahu ‘shalat ya, nanti kamu bakalan sembuh’. Beda kalau datang ke selain dokter, pasti bakalan dibantah,” tukas Habib Muhammad. Oleh karena itu, Habib Muhammad mengingatkan kepada para santri agar giat dalam mengaji dan memperdalam keilmuan nya ketika masih berada di pesantren, karena santri memiliki amanat untuk menyebarkan ilmu yang telah didapatnya.

Read More

Gagal Sholat Jumat Karena Tidak Adanya Khatib

Bekasi -1miliarsantri.net : Jumat pekan lalu heboh di sosial media sebuah masjid di wilayah Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi gagal melaksanakan sholat Jumat dikarenakan tidak adanya khatib. Wal hasil para jamaah yang sudah hadir mengganti sholat Jumat dengan sholat Dzuhur berjamaah, pasal nya dari sekian jamaah juga tidak ada yang bersedia menjadi khatib. Sehari setelah terjadi gagalnya sholat Jum’at, Ketua DMI Kota Bekasi, Wakil Ketua DMI Kota Bekasi yang dihadiri Camat Pondok Gede, Bimbingan Massal Polri (Bimaspol), Bintara Pembina Desa (Babinsa), mendatangi lokasi dan bertemu Ketua DKM At Thoha didampingi Ketua RW dan RT setempat. Ketua DKM At Thoha, Ustadz Samsudin menyampaikan permohonan maaf atas gagalnya sholat Jum’at tersebut karena khotib utama yang dijadwalkan mendadak tidak bisa hadir atau berhalangan karena ada rapat di sekolah dan baru menghubungi Ustadz Haji Niin Abdul Ghani pada jam 11.45 sebagai Sekretaris DKM At Thoha.

Read More

Sultan Baabullah Menguasai dan melakukan Syiar Dakwah nya di 72 Pulau Wilayah Kekuasaan

Ternate – 1miliarsantri.net : Salah satu tokoh sejarah Indonesia yang memiliki peran cukup penting dalam mengusir penjajah Portugis di tanah Maluku dan juga dijuluki penguasa 72 pulau ini dikenal sebagai pejuang yang gigih dan berani, memiliki semangat yang tinggi serta tak gentar melawan penjajah. Dia adalah Sultan Baabullah Datu Syah. Sultan Baabullah pernah memimpin Kesultanan Ternate pada periode 1570-1583 M. Masa itu disebut sebagai zaman keemasan dalam sejarah Kesultanan Ternate. Sebab, Sultan Baabullah berhasil menaklukkan Portugis. Semasa kepemimpinan nya, Kesultanan Ternate menguasai 72 jazirah yang membentang dari Mindanao di utara sampai kepulauan Nusa Tenggara di selatan, dari pantai timur dan utara Sulawesi sampai ke tenggaranya hingga ke bagian dekat dengan Seram yang berbagi wilayah dengan Tidore. Kesultanan Ternate juga dikenal dengan nama Kerajaan Gapi saat dipimpin oleh Sultan Baabullah pada abad ke-16. Selain sebagai penguasa setempat, Sultan Baabullah juga menjadi pendukung dan penyebar syiar Islam, menjadikan kesultanan ini sebagai salah satu mercusuar peradaban Islam di Nusantara. Selama masa pemerintahannya, Sultan Baabullah berjuang melawan kesewenangan Portugis di Maluku dan berhasil menaklukkan mereka, sehingga dianggap sebagai zaman keemasan dalam sejarah Kesultanan Ternate. Pada usia muda, pria kelahiran 10 Februari 1528 itu telah digembleng oleh para mubaligh dan panglima serta menduduki beberapa posisi strategis, termasuk jabatan kapita samudera.

Read More

Gus Baha : Kekuatan Politik dan Ekonomi Harus Dimiliki Orang Islam

Jakarta – 1miliarsantri.net : Ulama ahli tafsir Qur’an dan beberapa Kitab asal Rembang, Jawa Tengah, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menegaskan, umat Islam harus kuat secara ekonomi dan politik. Agar bisa menjalankan ajaran agama dengan aman dan nyaman, maka dua sektor tersebut perlu dikuatkan. Suami Ning Winda asal Pesantren Sidogiri, Pasuruan tersebut menyarankan kepada seluruh pemuda-pemuda Islam agar tidak bermalas-malasan. Umat Islam sebagai pemikul beban tanggung jawab generasi umat Islam di masa depan harus kuat secara ekonomi dan politik. “Karena ada hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kalah, harus lewat kemenangan. Ketika menang secara ekonomi, maka bisa membuat aturan,” terang Gus Baha. Gus Baha mencontohkan, jika umat Islam menerima keadaan miskin dan kalah secara politik sebagai bentuk tawadhu dan qanaah tidak bisa diterapkan secara global. Itu karena ketika ada umat Islam sakit, butuh biaya beli obat dan rumah sakit, maka tdak akan bisa selesai dengan bersabar saja. “Terkadang sikap tawadhu dan miskin tidak menyelesaikan masalah kok. Semisal orang tua kita atau ada keluarga sakit, maka butuh biaya pengobatan. Masak bisa selesai dengan ucapan terima kasih atau Bismillah saja,” lanjut Gus Baha.

Read More

Kyai Azizi Hasbullah meninggal dunia

Jakarta – 1miliarsantri.net : Keluarga Besar Nahdlatul Ulama tengah berkabung karena kehilangan salah satu tokoh nya. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Azizi Hasbullah wafat Minggu pagi (21/5/2023) karena sebelum nya mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 142 pada Sabtu (20/5/2023) dan sempat mendapat perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung. Sedianya, Kiai asal Blitar Jawa Timur dan Ahli Fiqih ini hendak menghadiri Halaqah Fiqih Peradaban dan Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Purwakarta bersama Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek KH Zahro Wardi. Semasa hidup, almarhum dikenal oleh banyak kerabat, sahabat dan segenap keluarga besar Nahdlatul Ulama sebagai sosok yang dikagumi banyak kalangan karena kealimannya dalam beberapa aspek. Seperti ilmu fiqih, ushul fiqih, aqidah, dan tasawuf. Pengasuh Pondok Pesantren Barran Selopuro Blitar, Jawa Timur ini merupakan ahli fiqih Nusantara yang inspiratif di kalangan para tokoh kiai yang lain. Sehingga tak ayal, kepergian almarhum meninggalkan kenangan yang sangat luar biasa.

Read More

Beda Pandangan Sufi NU – Muhammadiyah

Jogjakarta – 1miliarsantri.net : Sufisme sebagai praktik spiritual keagamaan biasanya sangat lekat dengan kalangan muslim tradisional daripada yang modernis. Hal ini terjadi dikarenakan kalangan tradisionalis, baik dari kaum abangan maupun santri, sama-sama merujuk pada khazanah mistik klasik yang tetap dilestarikan hingga sekarang. Salah satu organisasi keagamaan yang memiliki gerakan sufisme khas nya adalah Nahdlatul Ulama (NU). NU adalah organisasi tradisional yang di dalamnya melakukan pembinaan terhadap ajaran sufisme sangat ditekankan, khususnya ajaran imam al-Ghazali. Boleh dibilang NU mampu menyelaraskan antara mistik Islam berhaluan Ghazalian dengan ajaran ilmu kalam Asy’ariyah-Maturidiyah, dan dalam hukum menganut salah satu dari keempat mazhab. Budayawan Nurcholish Madjid mengatakan, NU sangat memperhatikan masalah sufisme-tasawuf, hingga membentuk badan yang dinamakan Jam’iyyah Thariqah Mu’tabarah (Perkumpulan Tarekat Mu’tabarah). Muktamar NU di Situbondo 1984 menetapkan bahwa salah satu ketentuan tentang paham Ahlu al-Sunah wal Jama’ah adalah, dalam bidang tasawuf, mengikuti tarekat mu’tabarah dengan berpedoman kepada ajaran imam al-Ghazali, di samping kepada ajaran para tokoh kesufian Sunni yang lain”. NU di dalamnya kebanyakan beranggotakan kaum santri dan berkeyakinan bahwa unsur batin dari kehidupan keagamaan lebih penting daripada bentuk lahir. Namun, kesalehan luar merupakan ekspresi iman batin dan cara memperkukuh spiritual. Inilah yang tampaknya menjadi pegangan di kalangan santri yang begitu dekat dengan ajaran sufisme, bahkan sampai memiliki perkumpulan tarekat yang disepakati dan dilegalkan oleh NU sendiri. Bahkan, Clifford Geertz menafsirkan dimensi-dimensi ritual dan mistik kesalehan santri tradisional sebagai produk dari sintesis Islam dan agama Jawa pra-Islam. menurut pandanganya, santri tradisional hidup di dalam dunia yang menyendiri, yang sebagian besar terisolasi dari pusat-pusat “ortodoksi” Timur Tengah. Pandangan mereka mengenai Islam lebih bernuansa Jawa daripada Islam. Pandangan Geertz ini tampaknya kurang tempat dalam mengambarkan kondisi spiritual kaum santri. Memang kalangan santri tradisional sangat dekat dengan kultur Jawa, karena pesantren umumnya terpusat di Jawa. Tapi perkumpulan tarekat yang dimiliki oleh NU, yang di dalamnya santri berperan penting, bukanlah suatu hasil kompromi antara Islam dan mistik kejawen, tetapi lebih mengacu pada ajaran sufisme dari ulama-ulama Timur Tengah, seperti Syech Abdul Qadir al-Jilani dengan tarekatnya Qadiriyah. Di sini, praktik sufisme di kalangan santri memang tidak mengalami banyak perubahan, sebab ajaran sufisme di sini lebih dipahami sebagai alamilah keagamaan, bukan wacana akademis yang perlu dikembangkan secara lebih lanjut. Dengan demikian, wacana kontemporer sufisme di tubuh NU cenderung statis dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Berbeda dengan NU, Muhammadiyah justru mengalami sedikit pergeseran dalam wacana sufisme. Meski di kalangan Muhammadiyah sendiri sufisme kurang begitu populer, tapi ada saat di mana tokoh-tokoh Muhammadiyah memiliki intensitas yang tinggi terhadap perkembangan ajaran sufisme dan membuat sebuah formulasi baru terhadap ajaran sufisme yang lebih disesuaikan dengan ajaran syariat yang ketat. Salah satu tokoh Muhammadiyah yang memiliki peranan penting dalam mewacanakan sufisme kontemporer di Indonseia adalah Hamka. Melalui bukunya berjudul Tasawuf Modern, beliau telah sungguh-sungguh menjadi peletak dasar bagi wacana baru sufisme di tanah air, wacana baru sufisme ini juga bisa disebut sebagai neo-sufisme.

Read More

Cara Supaya Jamaah Haji Lansia tidak tersesat

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pelaksanaan ibadah haji tahun 2023 gelombang pertama akan dijadwalkan mulai masuk masing-masing asrama haji embarkasi pada 3 Zulkaidah 1444 H/ 23 Mei 2023. Sehari berikutnya, para jamaah akan mulai diberangkatkan secara bertahap ke Madinah Al-Munawwarah untuk menjalani arbain (shalat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi). Sedangkan untuk gelombang kedua, jamaah akan masuk asrama mulai 7 Juni 2023. Secara bertahap, mereka diberangkatkan ke Jeddah mulai 19 Zulkaidah 1444 H/ 8 Juni 2023. Pelaksanaan haji menjadi agenda rutin tahunan yang dlaksanakan, dan ternyata masih saja terdapat banyak jamaah haji yang tersesat atau terpisah dari rombongan. Setiap tahunnya ada saja laporan jamaah haji yang mengalami tersesat. Tidak hanya ketika berada di lingkungan Masjidil Haram bahkan saat perjalanan menuju hotel penginapan masing-masing. Mengangkat tema Haji Ramah Lansia, tahun ini ada sebanyak 67 ribu dari 210 ribu jamaah haji berusia lanjut atau 30 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia. Tentunya, Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan petugas layanan jamaah haji yang siap mendampingi jamaah lansia. Kementerian Agama Republik Indonesia melalui biro Bimbingan Pelaksanaan Haji memberikan beberapa tips bagi jamaah haji yang hendak berangkat tahun ini. Agar ibadah lancar dan tidak panik jika alami tersesat di tanah suci Makkah. Bagaimana cara menghindari hal ini?.7 Tips agar Tidak Tersesat saat Beribadah di Tanah Suci Karena baru pertama kali ke tanah suci, banyak jamaah haji yang sering tersesat karena terlalu bersemangat untuk beribadah dan kelelahan sehingga lupa di mana alamat hotelnya.

Read More

Pengungsi Suriah dipersulit adanya Normalisasi Arab-Suriah

Berlin – 1miliarsantri.net : Sejumlah warga Suriah di pengasingan, khususnya kelompok warga yang berada di Jerman, terus berupaya agar hukum internasional suatu saat dapat menjerat Presiden Bashar al Assad sebagai penjahat perang. Secara bersamaan, saat ini Assad berada di arena KTT Liga Arab. ‘’Setiap warga Suriah yang menderita akibat rezim Assad bisa mengajukan tuntutan hukum. Meski seluruh dunia mendukung Assad, kami akan membawanya ke pengadilan,’’ujar Houaida Muhi Aldeen, (49) mantan tahanan politik yang kini tinggal di Prancis. Aldeen dan sejumlah rekan lainnya merupakan bagian dari jutaan warga Suriah yang harus meninggalkan tanah airnya akibat perang selama 12 tahun di Suriah. Mereka menyebut, diterima kembalinya Assad setelah diisolasi satu dekade lebih memang membuat frustrasi tapi tak mengejutkan. Saudi dan Qatar sendiri menjadi pendukung utama perlawanan bersenjata tersebut. Mempersenjatai kelompok perlawanan yang berperang untuk menggulingkan Presiden Assad yang mendapatkan dukungan dari Iran. Perang 12 tahun itu menewaskan sebanyak 350 ribu warga Suriah. Selain itu, lebih dari 14 juta warga Suriah meninggalkan rumah mereka. Hampir satu juta dari mereka kini menjadi pengungsi di Eropa. Normalisasi Arab-Suriah, ujar Aldeen, akan lebih menyulitkan pengungsi Suriah kembali ke kampong halamannya.

Read More

Wanita ini Hobi Sedekah hingga Miliaran Rupiah

Surabaya – 1miliarsantri.net : Beberapa waktu lalu beredar video seorang pengusaha asal Surabaya yang gemar sedekah hingga mencapai miliaran rupiah. Seorang muslimah beberapa hari ini viral di media sosial karena salah satu aset nya diwakafkan adalah sebuah hotel untuk dijadikan sekolah. Sontak saja sosok wanita bernama Siti Aisyah yang memiliki seorang putra dan dua orang putri ini menjadi sorotan netizen karena kebiasaannya berbagi berbeda dari kebiasaan orang lain. Meskji berdomisili di Jakarta, namun dia mengaku menjalankan amanah orang tua nya lebih enak di Surabaya dan beberapa kota Jawa Timur lain nya dan merasa belum ada apa-apanya jika dibanding dengan ibu nya. “Hotel sudah diwakafkan juga. Mangkanya saya bilang, saya ini belum apa-apanya dibandingkan dengan ibu saya. Sekarang jadi sekolah Khadijah plus, ibu Khofifah (Gubernur Jawa Timur) yang nerima,” terang Aisyah. Pemilik resto Pecel Pincuk Surabaya didaerah Jemursari Surabaya yang juga ikut diwakafkan ini punya prinsip, dengan bersedekah dan rajin wakaf akan membuat hidup semakin bahagia. “Saya meyakini suatu teori kehidupan ini. Tapi saya tekankan, semakin kamu berbagi kamu semakin bahagia. Yang terpenting semua harus dilakukan atas dasar rasa ikhlas dan ketulusan hati. Sehingga, kebaikan pada nantinya juga akan selalu menghampiri,” tutur Aisyah. Hal ini dibenarkan Ketua Dai Muda Indonesia Jawa Timur (Jatim), Ahmad Fatoni. Fatoni menjelaskan jika bangunan itu sekarang dimanfaatkan untuk pesantren mahasiswa, untuk mencetak para dai muda, serta dijadikan kampus entrepreneur, guna membekali para dai muda, untuk meluruskan niat dakwah. Aisyah mengaku, kebiasaan bersedekah dan berwakaf didapat dari ajaran dan contoh kedua orang tuanya. Orang tuanya selalu menghajikan guru mengaji yang belum berhaji setiap tahun, sampai mewakafkah tanah dan harta. “Tanah di mana-mana, panggil…kasih. Anak-anaknya nggak ada yang dikasih (tanah). Anak harus berjuang, kata orang tua saya,” bebernya. Ia menegaskan, harta yang didapatnya itu merupakan titipan Allah untuk diberikan kepada yang membutuhkan. “Itu tugas kita. Allah menitipkan harta itu kan bukan buat beli kapal pesiar, tas Hermes (harga Rp1 miliar) walau bisa,” ungkap Aisyah. Aisyah juga mengaku tak punya alasan khusus mengapa sering mewakafkan hartanya yang mencapai miliaran rupiah. Ia meyakini, itu semua sudah jalan Sang Pencipta. Dia menularkan kebiasaan mulia ini kepada anak-anaknya. Hal itu terbukti, sang anak sempat meminta dirinya memberikan harta kepada seorang ustaz. Dia tak pernah merasa kehilangan harta meski kerap bersedekah dengan jumlah yang besar. Ia justru mendapatkan kebahagiaan karena selalu bisa berbagi segitu.

Read More