Sebanyak 4.505 Jamaah Asal Jawa Barat Gagal Berangkat

Bekasi – 1miliarsantri.net : Sebanyak 4.505 jamaah calon haji tahun 2023 asal Propinsi Jawa Barat, dinyatakan gagal berangkat. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Ajam Mustajam. Menurutnya terdapat berbagai alasan yang menyebabkan jamaah calon haji batal berangkat seperti sakit hingga meninggal. Namun, ada juga yang memilih menunda ibadah haji karena tidak mendapatkan izin. “Banyak faktor kenapa batal berangkat haji tahun ini. Ada yang sakit, ada yang meninggal, ada juga karena tidak diizinkan oleh dinas, sehingga harus menunda keberangkatan,” terangnya. Namun, pihak nya memastikan kuota haji untuk Jawa Barat tetap dimaksimalkan. Ribuan jamaah calon haji yang batal berangkat itu posisinya langsung digantikan jamaah cadangan.

Read More

Dua Bus Rombongan Calhaj Pamekasan Kecelakaan, Banyak Sopir terindikasi Mengonsumsi Narkoba

Surabaya – 1miliarsantri.net : Bus pengangkut rombongan calon jamaah haji Emberkasi Surabaya asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengalami kecelakaan di Jalan Raya Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (24/5/2023). Menurut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Abdul Halim, bus rombongan yang mengalami kecelakaan tersebut bernomor rombongan 5 dan 6. “Penyebabnya karena sopir bus ngerem mendadak sehingga ditabrak oleh bus yang ada di belakangnya,” kata Halim dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Rabu sore. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Semua jamaah yang ada di dua bus tersebut selamat. “Hanya bus mengalami pecah kaca dan bagian depan penyok,” kata dia. Akibat kejadian itu, semua penumpang yang berada di dua bus tersebut dialihkan ke bus yang mengangkut rombongan untuk kelompok terbang (kloter) 4 yang baru kembali mengantarkan rombongan jamaah haji dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Halim menambahkan, jamaah asal Pamekasan yang berada dalam rombongan bus nomor 5 dan 6 itu tergabung dalam kloter 6 jamaah haji emberkasi Surabaya. “Karena bus pengangkut rombongan kloter 4 sudah lebih dahulu tiba di Surabaya, maka kami minta agar kembali lagi untuk mengangkut jamaah yang busnya terlibat kecelakaan tersebut,” terang Halim Sementara itu, di tempat berbeda, dua dari 27 sopir bus pengantar calon jamaah haji asal Pamekasan, Jawa Timur, terindikasi positif mengonsumsi obat-obatan terlarang jenis narkoba. Panitia penyelenggara haji setempat terpaksa mengganti kedua sopir tersebut. “Ini diketahui setelah kami melakukan tes urine kepada semua sopir bus pengantar calon haji,” tutur dr Sarah, juru bicara tim dokter kesehatan calon jamaah haji asal Pamekasan saat dihubungi 1miliarsantri.net, Rabu (24/05/2023).

Read More

Syekh Quro Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda

Karawang – 1miliarsantri.net : Sebagian besar masyarakat Jawa Barat, terutama Kabupaten Karawang, pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama Syekh Quro, yang memiliki nama asli Syekh Hasanuddin atau Syekh Qurotul Ain atau Syekh Mursahadatillah. Beliau adalah salah satu ulama penyebar agama Islam pertama di tanah Sunda sekitar abad 15, makam nya terletak di Pulo Bata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bukti adanya makam Syekh Quro Karawang di Pulo Bata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang Karawang, diperkuat lagi oleh Sunan Kanoman Cirebon yaitu Pangeran Haji Raja Adipati Jalaludin saat berkunjung ke tempat itu, dan beliau memberikan surat pernyataan Putra Mahkota Pangeran Jayakarta Adiningrat XII. Dalam sejarah diceritakan mengenai penyebaran Islam di Karawang bermula ketika Syekh Quro mendirikan Pondok Pesantren yang bernama Pondok Quro, yang memiliki arti tempat untuk belajar Alquran pada tahun 1418 M atau 1340 Saka. Di Pesantren inilah pertama kali dibangun sebuah masjid di Karawang yang sekarang menjadi Masjid Agung Karawang. Syekh Quro adalah penganut Mahzhab Hanafi yang datang ke Karawang bersama para santrinya yakni, Syekh Abdul Rohman, Syekh Maulana Madzkur, dan Nyai Subang Larang. Syekh Quro kemudian menikah dengan Ratna Sondari putri dari Ki Gedeng Karawang, dari pernikahan itu lahirlah seorang putra yang bernama Syekh Akhmad, yang menjadi penghulu pertama di Karawang.

Read More

Para Tokoh Penggagas Lahir nya Boedi Oetomo

Surabaya – 1miliarsantri.net : Pergerakan Budi Utomo merupakan organisasi yang dibentuk oleh beberapa mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indiische Artsen) pada 20 Mei 1908 di Jakarta. Sejumlah tokoh penggagas dan pendorong terlahirnya Budi Utomo, di antaranya adalah Dr Soetomo, Seoradji Tirtonegoro, dan Goenawan Mangoenkoesoemo. Lahirnya Budi Utomo juga tidak lepas dari peran dr. Wahidin Soedirohusodo. Untuk mengampanyekan gagasan mengenai bantuan dana bagi pelajar berprestasi yang tidak mampu sekolah, dr. Wahidin Soedirohusodo kerap berkeliling kota-kota besar di Jawa. Berikut ini adalah tokoh penggagas dan pendorong lahirnya Budi Utomo yang dikutip dari laman Kebudayaan Kemdukbud dan beberapa sumber lainnya. Pada awal pembentukan organisasi, Soetomo menjadi ketua Budi Utomo. Kemudian susunan kepengurusan organisasi dirombak dalam Kongres Pertama Budi Utomo pada Oktober 1908. Dalam kongres tersebut, ketua Budi Utomo yang ditetapkan adalah Tirtokusumo yang saat itu adalah bupati Karanganyar. Pada 27 Desember 1961 Soetomo ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Pada awal pembentukan organisasi, Soelaiman menjadi wakil ketua Budi Utomo. Setelah Kongres Pertama Budi Utomo, jabatan wakil ketua organisasi ini diduduki oleh dr. Wahidin Sudirohusodo. Kemahirannya itu dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan awal Budi Utomo melalui tulisan-tulisannya. Gondo Soewarno menegaskan agar Budi Utomo menjadi pelopor bagi Algemeen Javaancshe Bond (Persatuan Seluruh Jawa).

Read More

Sholat Tahajud Para Sahabat

Jakarta – 1miliarsantri.net : Sebagian orang mungkin tidak pernah menyangka bahwa keajaiban sholat tahajud terbukti bukan sekadar isapan jempol. Banyak hikmah dan fadilah yang diperoleh seorang hamba saat berkhalawat dengan Tuhannya. Kisah Tahajud yang dilakukan para Sahabat dan beberapa orang Saleh ditulis dengan indah dalam buku Mukjizat Sholat Malam karangan Sallamah Muhammad Abu Al Kamal. Salah satu yang dilakukan oleh Umar bin Khattab misalnya, saat hendak melakukan tahajud, Umar bin Khattab kerap membangunkan anggota keluarganya sambil membacakan ayat Alquran Surat Thaha ayat 132. وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” Umar, seorang khalifah yang memiliki kekuasaan yang membentang dari jazirah Arab hingga ke Mesir kerap menyibukkan malam-malamnya dengan tahajud. Dia bahkan berkata, “Sekiranya bukan karena tiga hal, aku tidak ingin hidup lebih lama, yaitu berjihad di jalan Allah, bersusah payah pada malam hari, dan berkumpul dengan orang banyak untuk mendapat nasihat-nasihat terbaik, seperti mengambil buah-buah terbaik.”

Read More

Jamaah Haji Indonesia Kloter 1 Sudah Siap Disambut Petugas PPIH

Jakarta – 1miliarsantri.net : Keberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi Kloter pertama, keseluruhan akan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA Madinah) pada Rabu 24 Mei 2023. Setidaknya ada 16 kloter yang akan datang pada 24 Mei 2023. Sebanyak 6.383 jamaah yang berangkat dari delapan embarkasi, yaitu: Jakarta – Pondok Gede (JKG), Jakarta – Bekasi (JKS), Solo (SOC), Makassar (UPG), Aceh (BTJ), Kualanamu/Medan (KNO), Batam (BTH), dan Surabaya (SUB). “Kloter pertama Embarkasi Jakarta – Pondok Gede atau JKG 01 akan tiba perdana di Madinah pada pukul 06.20 waktu Arab Saudi (WAS). Disusul SOC 01 pada pukul 09:15 WAS, UPG 01 pukul 10.20 WAS, dan BTJ 01 pukul 11:20 waktu Arab Saudi,” kata Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid dalam keterangan Pers nya, Selasa (23/05/2023). Subhan menambahkan, persiapan sudah dilakukan empat hari sebelum kedatangan jamaah. Petugas PPIH Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Daker Madinah, sudah tiba di Arab Saudi sejak 20 Mei 2023. Ada dua sektor di Daker Bandara yang secara bergiliran akan memberikan layanan 24 jam dalam menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia. Sementara di Madinah, ada lima sektor wilayah perhotelan, satu sektor Bir Ali, dan satu sektor khusus Masjid Nabawi yang juga siap memberikan pelayanan, pembinaan, dan pelindungan kepada jamaah. Saat ini sudah disiapkan 91 hotel di Madinah yang tersebar pada lima sektor. Ada 11 perusahaan yang sudah kontrak di bawah naungan Naqabah (Organda Saudi). Ada 8 – 10 bus yang disiapkan untuk mengantar setiap kloter yang tiba di Madinah, disesuaikan dengan jumlah rombongan. Satu rombongan antara 40-45 jemaah. “Mereka akan menempati Hotel Grand Plaza Badr Al-Maqam dan Al-Madinah Concorde di Sektor 1, serta Abraj Taba Company di Sektor 2,” terang Subhan.

Read More

Berbagai Petuah Karya Syekh Nawawi al Bantani Yang Selalu Menguatkan Keimanan

Jakarta – 1miliarsantri.net : Para alim ulama dari masa ke masa hingga sekarang ini selalu menghadirkan nasihat-nasihat maupun petuah-petuah yang memberikan penyegaran serta menambah keimanan. Tak sedikit dari mereka menuliskan berbagai petuah bijaknya dalam berbagai karya. Buah penanya lalu menjadi “abadi” lantaran dibaca dan bahkan dirujuk masyarakat luas dari generasi ke generasi. Syekh Nawawi al-Bantani lewat karya nya Al-Futuhat al-Madaniyah fii asy-Syu’ab al-Imaniyah memuat banyak hikmah yang mengajarkan kepada masyarakat tentang penguatan akidah dan akhlak karimah. Tak hanya berupa penjelasan atas ayat-ayat Alquran dan hadis, kitab ini kaya akan kisah inspiratif. Dengan begitu, pembaca menjadi mudah mafhum akan pentingnya iman yang kokoh dalam mengarungi kehidupan. Terlebih lagi, penjelasan Syekh Nawawi sangat kental akan nuansa tasawuf yang menyentuh hati. Wajar saja, karena di antara rujukan kitab ini adalah An-Niqayah karya Imam as-Suyuthi serta Futuhat Makkiyah karya Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu ‘Arabi. Keduanya merupakan sosok yang amat dihormati, khususnya di kalangan salik tasawuf. Bagian awal kitab Al-Futuhat al-Madaniyah menjelaskan tentang ubudiyah, baik yang wajib maupun sunah dan hikmah di dalamnya. Ibadah tambahan merefleksikan eksistensi manusia sebagai pelengkap ciptaan Illahi. “Maka seharusnya Anda melaksanakan ibadah sunah, sebab itu adalah asal Anda,” tulis Syekh Nawawi. Adapun ibadah wajib adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan. Kewajiban merefleksikan kondisi Sang Pencipta yang harus ada (wajibul wujud). Melaksanakan ibadah wajib berarti mengakui keberadaan Allah, Zat Yang Maha Esa, kekuasaan-Nya, dan mengokohkan keimanan kepada-Nya. Syekh Nawawi kemudian menjelaskan sebanyak 78 hal yang wajib ada sebagai wujud keimanan. Semuanya merupakan refleksi dari rukun iman dan rukun Islam, serta sifat-sifat mulia yang menjadi bagian dari laku tasawuf. Contoh perangai sehari-hari termaktub dalam hal wajib nomor ke-17: “memenuhi semua akad yang dibuat.” Pergaulan sehari-hari tak lepas dari janji yang harus dipenuhi, seperti akad jual-beli, atau akad pernikahan yang dilakukan seorang pemuda yang hendak menggenapkan agamanya. Misal lainnya, adalah pentingnya memiliki sifat malu—ini dijelaskan pada poin nomor ke-19. Seorang Mukmin mengetahui bahwa Allah senantiasa mengetahui dan selalu melihat segala gerak yang dilakukannya. Orang beriman akan malu kepada Allah karena semua yang dikerjakannya akan dicatat dan dipertanggungjawabkan. “Menyayangi semua makhluk” juga menjadi bagian dari keimanan, seperti yang dijelaskan pada poin nomor ke-21. Sifat objek kasih sayang bukan hanya pada orang-orang seiman, tetapi siapapun dengan berbagai latar belakang. Semuanya berhak mendapatkan kasih sayang untuk mewujudkan kehidupan harmonis dalam kebersamaan. Kasih sayang juga menggambarkan pandangan kesatuan manusia dengan alam sekitar tempat mereka menjalani kehidupan. Dengan menyayangi alam, kehidupan menjadi lestari. Makhluk menjalani kehidupan di alamnya tanpa ada yang terganggu. Keseimbangan alam terjaga sehingga keanekaragaman hayati terhindar dari kepunahan.

Read More

10 Kerajaan Islam di Nusantara Yang Pernah Mengalami Kejayaan

Jakarta – 1miliarsantri.net : Muncul nya Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan sudah ada sejak abad ke-13. Saat itu, muncul nya kerajaan-kerajaan Islam akibat lalu lintas perdagangan laut. Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia, India, hingga Tiongkok berbaur dengan masyarakat Nusantara. Masuknya agama Islam ke Nusantara lewat perdagangan ini yang kemudian turut membawa banyak perubahan dari sisi budaya hingga pemerintahan. Salah satu penanda perubahan tersebut terlihat dari kemunculan kerajaan-kerajaan bercorak Islam. Keterlibatan kerajaan Islam di Indonesia ini juga berperan dalam menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru Indonesia. Di antara sekian banyak kerajaan Islam tersebut, berikut rangkuman kerajaan Islam pertama dan tertua di Indonesia beserta jejak peninggalannya yang masih bisa kita saksikan sampai hari ini. Tak heran, Perlak ramai dikunjungi pedagang Gujarat, Arab, dan Persia, sehingga komunitas Islam di wilayah ini berkembang pesat. Proses asimilasi dari hasil kawin campur pedagang Muslim dengan wanita pribumi banyak terjadi pada masa itu. Kerajaan Perlak berlangsung cukup lama. Raja pertama Kerajaan Perlak bernama Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah. Kemudian raja terakhir Muhammad Amir Syah mengawinkan putrinya dengan Malik Saleh. Malik Saleh inilah cikal bakal yang mendirikan Kerajaan Samudra Pasai. Bukti sejarah yang memperkuat Kerajaan Perlak yakni makam salah satu Raja Benoa–negara bagian Kesultanan Perlak–yang terletak di pinggir Sungai Trenggulon. Diyakini, batu nisan pada makam tersebut dibuat pada abad ke-11 M. Kerajaan Ternate berkembang paling masif dibanding kerajaan di Maluku lainnya lantaran sumber rempah-rempah yang begitu besar dan militer yang kuat. Saat itu, banyak saudagar yang datang untuk melakukan perdagangan di Kerajaan Ternate, di samping menyiarkan agama Islam. Setelah Sultan Mahrum wafat, diteruskan oleh Sultan Harun dan kemudian digantikan oleh putranya, Sultan Baabullah. Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan Ternate mencapai puncak kejayaannya. Usai Sultan Baabulah meninggal pada 1583, tampuk kekuasaan dialihkan pada putranya, Sahid Barkat. Sejarah peradaban Kerajaan Ternate yakni Masjid Sultan Ternate, Keraton Kesultanan Ternate, Makam Sultan Baabullah, dan Benteng Tolukko. Kerajaan yang terletak di Aceh Utara Kabupaten Lhokseumawe ini diketahui merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak yang ada sebelumnya. Cukup banyak bukti arkeologis yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Samudera Pasai. Antara lain makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara. Makam ini terletak di dekat pusat kerajaan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe. Pada masa kejayaan, Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan dengan komoditas utamanya lada. Banyak saudagar dari berbagai penjuru negeri yang datang berniaga, sebut saja dari India, Siam, Arab, Persia, hingga Tiongkok. Jejak peninggalan lain yakni ditemukannya dirham atau mata uang emas murni. Pada masa pemerintahan Sultan Malik At-Tahir, Kerajaan Samudera Pasai mengeluarkan dirham sebagai alat tukar secara resmi. Kerajaan ini runtuh pada 1521 akibat perebutan kekuasaan, perang saudara, dan diserang Portugis. Kerajaan Gowa kemudian mencapai puncak kejayaannya bersama Tallo menghegemoni perdagangan dan militer di timur Nusantara. Usai Gowa mengadopsi Islam sebagai agama resmi pada awal 1600-an, kerajaan kembar ini kemudian mendirikan Kerajaan Islam Makassar dengan raja pertamanya Sultan Alauddin. Kerajaan Islam Makassar ini gemar menyebarkan dakwah Islam. Masa puncak kejayaan Kerajaan Islam Makassar ini ialah pada saat pemerintahan Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin adalah cucu dari Sultan Alauddin. Tinggal di wilayah maritim membuat sebagian besar masyarakat Gowa bermata pencaharian sebagai nelayan dan pedagang. Masyarakat Gowa juga dikenal sebagai pembuat kapal Pinisi dan Lombo, yang hingga kini terkenal hingga mancanegara. Beberapa peninggalan Kerajaan Gowa masih ada yang utuh hingga saat ini dan menjelma menjadi tempat wisata yang dilindungi, seperti Masjid Tua Katangka, Istana Tamalate, Museum Balla Lompoa, Benteng Ford Rotterdam, dan Benteng Somba Opu. Mulanya, masyarakat Malaka belum memeluk Islam. Namun seiring perkembangan Islam menjadi bagian dari Kerajaan Malaka yang ditandai oleh gelar sultan yang disandang oleh penguasa Malaka pada 1455. Sultan Mahmud Syah adalah raja kedelapan sekaligus yang terakhir dari Kesultanan Malaka. Pemerintahannya berakhir akibat serangan Portugis pada 1511.

Read More

Buya Yahya : Orang Tua atau Wali Santri Harus Selektif Memilih Pondok Pesantren

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya) menyampaikan, para orang tua harus benar-benar selekti dalam mencari pondok pesantren untuk putra atau putri tercinta. Menurut Buya Yahya, ada beberapa rambu yang perlu diketahui para orang tua atau wali santri. Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pendidikan agama anak-anak kelak. “Pemilihan pondok pesantren yang tepat menjadi hal krusial. Rambu utama dalam memilih pondok pesantren adalah akidah yang benar yakni ahlus sunnah wal jamaah,” terang Buya Yahya. Akidah yang benar dan berlandaskan pada ahlus sunnah wal jamaah menjadi fondasi yang kokoh dalam pemilihan pondok pesantren. Pemahaman yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW dan generasi salafush shalih sangatlah penting. Salah satu hal yang sering menjadi pertimbangan orang tua adalah jarak antara rumah dan pondok pesantren. Buya Yahya menegaskan, jarak bukanlah masalah yang besar dalam memilih pondok pesantren yang tepat. Dia mencontohkan banyak santri dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri, dan mereka tetap merasa dekat dengan pondok pesantren yang mereka pilih.

Read More

Suhu Makkah mencapai 44 Derajat Celcius, Jamaah Haji diminta Jaga Kesehatan

Makkah – 1miliarsantri.net : Sebanyak 489 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diberangkatkan ke tanah suci, Sabtu pagi pukul 10.00 WIB (20/05/2023) yang sebelumnya diadakan acara pelepasan petugas di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Hadir dalam acara pelepasan, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Sadzily, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz dan Wibowo Prasetyo. Hadir pula jajaran Eselon II Ditjen PHU Kemenag Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Cecep Khairul Anwar. Sebanyak 498 PPIH itu terdiri dari 100 petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara, 248 petugas haji Daker Madinah, 12 petugas di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, serta 129 tenaga kesehatan. Saat ini para petugas sudah berada di Makkah dan mengabarkan kondisi serta cuaca kota Makkah terpantau panas dengan rentang suhu udara 35-44 derajat Celsius dari pagi hingga sore hari.

Read More