Tiga Tokoh Ulama Indonesia yang Menjadi Imam Besar Masjidil Haram

Jakarta – 1miliarsantri.net : Setidaknya ada tiga nama ulama Indonesia yang tercatat dalam sejarah pernah menjadi Imam Besar Masjidil haram. Mereka para alim ulama dengan keluasan ilmu di bidang fikih, syariah, tasawuf, dan masyhur karena tawadhu. Berkat hal tersebut, ketiga ulama tersebut dijadikan imam besar di Masjidil Haram. Itu merupakan pencapaian mulia, sebab Masjidil Haram merupakan tempat suci umat Islam seluruh dunia, dan tidak sembarang orang bisa menjadi imam masjid di sana. Berikut tiga Indonesia yang pernah menjadi imam Masjidil Haram: Syekh Junaid Al-Batawi merupakan ulama Betawi yang namanya masyhur di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Dia menjadi ulama pertama asal Indonesia yang menjadi guru dan imam Masjidil Haram. Ulama kelahiran Pekojan, Jakarta Barat itu bermukim di Mekkah sejak 1834 sejak berusia 25 tahun. Alwi Shahab dalam Robinhood Betawi: Kisah Betawi Tempo Doeloe, mengatakan, nama Betawi baru populer pada abad ke-19 saat Syekh Junaid Al-Batawi mengajar di Masjidil Haram. Dia memiliki ilmu yang luas dan disebut-sebut sebagai syaikhul masyaikh para ulama mazhab Syafi’i. Seperti dikutip dari Genealogi Intelektual Ulama Betawi, Jakarta Islamic Centre, disebutkan, satu-satunya ulama Betawi yang memiliki pengaruh di dunia Islam pada awal abad ke-19 serta menjadi poros atau ujung utama silsilah ulama Betawi masa kini adalah Syekh Junaid Al-Batawi. Syekh Junaid memiliki banyak murid yang kemudian menjadi ulama terkemuka di Tanah Air bahkan dunia Islam. Di antaranya Syekh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi pengarang Tafsir Al-Munir dan 37 kitab lainnya hingga syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani merupakan murid dari Syekh Junaid Al Batawi di Masjidil Haram. Beliau dilahirkan di Kampung Tanara, Serang, Banten pada tahun 1815. Namanya masyhur hingga sekarang dengan karyanya yang banyak.

Read More

Ketika Doa Sang Pemburu Langsung Didengar Allah

1miliarsantri.net : Suatu pagi yang cerah, seorang laki-laki pergi hendak berburu mencari rezeki yang halal. Namun, seharian ia tak jua mendapatkan buruannya. Bahkan, hingga hampir malam, ia belum mendapatkan satu pun binatang buruan. la lalu berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT dengan sepenuh hatinya. “Ya Allah, anak-anakku menunggu di rumah dengan menahan rasa lapar, berilah aku seekor binatang buruan, agar kami dapat menikmatinya sebagai upaya untuk tetap dekat dengan-Mu.” Setelah selesai berdoa. Dengan jala yang di bawanya, ia mencoba mengais rezeki di sungai. Tak disangka, seekor ikan besar menyangkut di jalanya. Allah SWT telah memberi rezeki kepada si pemburu yang tak pernah lelah untuk menafkahi anggota keluarganya. Si pemburu itu pun bersyukur kepada Allah dan bersiap pulang ke rumah dengan penuh bahagia. Malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak. Begitulah sebuah pepatah. Tak lama setelah meninggalkan sungai, di tengah perjalanan pulang itu, ia bertemu dengan kelompok raja yang hendak berburu juga. Raja heran dan takjub luar biasa begitu melihat ikan besar yang dibawa pemburu itu. Sang Raja lalu menyuruh pengawal untuk mengambil ikan itu secara paksa dari tangan sang pemburu. Malang bagi si pemburu, fisiknya yang lemah karena sudah seharian menahan lapar, ia tak mampu melawan pasukan kerajaan yang berjumlah sangat banyak itu. Dengan perasaan sakit dan kecewa, ia tertunduk lesu dan hanya berharap Allah SWT membalaskan rasa sakitnya. Oleh sang Raja, ikan itu dibawanya pulang dengan rasa bahagia. Ketika sampai di istana, ia penasaran dengan ikan yang sangat besar itu. Lalu sang raja mengeluarkan ikan itu dan mencoba memainkannya dengan cara dibolak-balik. Sambil tersenyum dan sesekali tertawa riang, sang raja senang. Saat tak diduga, tiba-tiba ikan itu mengigit jarinya dan mengakibatkan badannya jadi panas dingin. Sang raja langsung melepaskan gigitan ikan itu dengan bantuan para pengawalnya. Sang raja geram, ia memerintahkan agar ikan itu segera dibunuh. Dampak dari gigitan itu sangat dirasakan oleh sang raja. Badannya yang tadinya panas dingin, kini menjadi semakin panas. Panas dan panas. Sang raja tidak bisa tidur. Ia gelisah. Mengetahui kondisi sang raja yang memburuk, penasihat kerajaan memerintahkan dokter terbaiknya untuk mengobati sang raja. Satu, dua, tiga, hingga puluhan dokter, tak sanggup dan tak mampu mengobatinya. Tangan raja yang tergigit ikan telah terinfeksi. Pada dokter menyarankan agar segera memotong jari sang raja. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran infeksi atau racun ke anggota badan lainnya. Raja pun menyetujui nasihat mereka. Jari sang raja dipotong, namun derita dan sakit yang dialaminya tak kunjung membaik. Ia tak dapat istirahat. Racun sudah menyebar. Selain karena infeksi yang sudah menyebar juga sakit dari amputasi jari sang raja. Singkat cerita, para dokter menyarankan agar pergelangan tangan sang raja dipotong. Dan tanpa pikir panjang, raja menyetujuinya karena rasa sakit yang teramat sangat perih. Akhirnya dipotonglah pergelangan tangan sang raja. Harapannya setelah pergelangan tangan dipotong, rasa sakit berkurang.

Read More

Santri Di Serempet Harley, Pengendara Langsung Kabur

Ciamis – 1miliarsantri.net : Yayat (23 tahun) Santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Abidin Ciamis mengalami kecelakaan terserempet motor gede (moge) jenis Harley Davidson di Jalan Nasional, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Sabtu (27/5/2023) siang. Akibat terserempet tersebut, Yayat mengalami luka-luka dan sempat muntah darah. Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Asep Iman Hermawan membenarkan adanya kejadian tersebut dan mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan saksi di lapangan berikut alat bukti dari CCTV terkait kecelakaan itu. Pasalnya, kendaraan moge yang diduga terlibat kecelakaan melarikan diri dari lokasi kejadian. “Kami sedang berupaya secepat mungkin memproses kejadian kecelakaan di Kecamatan Cihaurbeuti agar cepat terungkap. Saat ini, sejumlah anggota juga sudah dikerahkan untuk melacak CCTV. Kami sudah mengunjungi korban, tapi sementara korban belum bisa diperiksa. Saksi juga baru akan diperiksa, karena sudah malam,” terang Asep kepada sejumlah media, Sabtu (27/5/2023) malam. Asep menambahkan, kronologi kecelakaan itu bermula ketika Yayat yang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox melintas di Jalan Nasional, Kecamatan Cihaurbeuti, tepatnya di sekitar Rumah Makan Botram, pada sekitar pukul 14.00 WIB. Ketika itu, Yayat melintas dari arah timur menuju barat. Ketika sedang berkendara, terdapat kendaraan Harley Davidson melintas. Berdasarkan keterangan saksi di TKP, terjadi senggolan antarstang dari dua kendaraan tersebut. Alhasil, kendaraan Aerox yang dikemudikan Yayat hilang kendali dan terjatuh. Sementara kendaraan Harley Davidson yang terlibat senggolan sempat berhenti 100 meter dari lokasi kejadian. “Harley Davidson berhenti sejenak dan melihat ke belakang. Selang beberapa saat, ada juga rombongan Harley Davidson sekitar lima motor. Akhir nya harley yang terlibat laka tersebut ikut bergabung dengan rombongan dan melanjutkan perjalanan,” imbuh Asep. Asep belum bisa memastikan pihak yang salah dalam kecelakaan itu. Namun, menurutnya, akan ada sanksi bagi pengendara yang terlibat kecelakaan melarikan diri.

Read More

Ginanjar : Ideologi Pancasila Tidak Bertentangan Dengan Nilai-nilai Islam

Jakarta – 1miliarsantri.net : Sejarawan sekaligus Filolog Islam Nusantara, Ahmad Ginanjar Sya’ban, mengatakan, terdapat banyak bukti sejarah menunjukkan kebanyakan ulama menyebut mencintai Tanah Air tidak berbeda dengan mencintai agama. Ajaran itu yang terus dipegang hingga saat ini, sehingga umat Islam di Indonesia selalu mempertahankan ideologi Pancasila. Ideologi Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Sebaliknya, ideologi Pancsila justru lahir dari saripati Islam. Pancasila merupakan kesepakatan bersama (kalimatun sawa) yang menjadi ideologi pemersatu banyak suku, agama, ras, dan golongan. “Hal tersebut dapat dilihat dari jejak atau manuskrip sejarah Islam yang membahas kecintaan pada negara dan agama. Hal itu ditulis guru para ulama Indonesia, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, pada akhir abad ke-19,” jelas Ginanjar. Dari manuskrip yang ditemukan menunjukkan, jauh sebelum semua orang membahas hal tersebut, Syaikhona Kholil Bangkalan telah menulis hubbul auton minal iman (mencintai Tanah Air sebagian dari iman). Manuskrip tersebut dalam bentuk kitab berbahasa Sunda-pegon yang diterbitkan di Purwakarta berjudul Nadhom Pancasila. Dalam nadhom itu diterangkan Pancasila adalah falsafah dan dasar negara yang sudah selaras dengan Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW. “Bukti lainnya bahwa pada 1916, atau 12 tahun sebelum Sumpah Pemuda didengungkan 1928, KH Abdul Wahab Chasbullah dan beberapa ulama tradisionalis lainnya di Surabaya mendirikan sebuah perkumpulan organisasi bernama Syubbanul wathon atau pemuda Tanah Air,” kata Ginanjar kepada media, Sabtu (27/5/2023).

Read More

Mengintip Kegiatan Suluk Thariqoh Naqsysbandiyah Aceh

Aceh – 1miliarsantri.net : Suluk merupakan kegiatan berzikir yang dilakukan secara terus-menerus, meninggalkan pikiran serta perbuatan duniawi, menata bathin mengingat Allah dan hanya mengharap keridloan Allah. Tapi pernah kah kita melihat dari dekat, bagaimana pelaksanaan nya. Nah kami akan berbagi informasi ini kepada anda. Salah satu tempat yang kami singgahi adalah Pondok pesantren Cuco (cucu) Tgk Syech H Mudo Wali Al Chalidy Seuramoe Darussalam Desa Beuradeun, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, menjadi salah satu tempat yang menggelar aktivitas Suluk. Aktivitas zikir ini merupakan pengajian ilmu dari Tarekat Naqsyabandiyah yang diajarkan di dayah di kaki bukit Gampong Beuradeun, Aceh Besar. Semua jamaah yang mengikuti kegiatan ini menutupi wajah nya dengan sorban untuk jamaah laki-laki dan menutupi dengan mukena untuk jamaah wanita nya, sehingga tidak terlihat jelas wajah orang-orang ketika mengucapkan ayat-ayat Allah. Hal tersebut merupakan salah satu syarat bagi jemaah Suluk setiap bulan suci Ramadhan di pesantren cucu ulama kharismatik Aceh tersebut. Jamaah Suluk di Pesantren Seramoe Darussalam itu pada tahun-tahun sebelumnya hanya bagi laki-laki dewasa, bahkan juga terlihat beberapa orang tua. Namun, pada Ramadhan tahun 2021 diperbolehkan juga diikuti oleh jemaah perempuan yang mayoritasnya adalah kaum ibu-ibu. “Jumlah jamaah yang ikut Suluk di tempat kita bertambah dari tahun lalu, kebetulan dua tahun ini ada jamaah perempuan, yang tidak ada pada tahun-tahun sebelumnya,” kata pimpinan Dayah Cuco (cucu) Tgk Syech H Mudo Wali Al Chalidy Seuramoe Darussalam, Tgk Harwalis Harun Wali kepada 1miliarsantri.net. Jamaah Suluk ini bukan berasal dari masyarakat sekitar saja, melainkan ada juga jamaah yang berasal dari daerah lain. Mereka tidak dibenarkan untuk pulang atau keluar dari perkarangan pesantren sampai kegiatan selesai hingga waktu yang telah ditentukan. “Jadi mereka tidak pulang ke rumah, untuk istirahat nya sudah ada waktu-waku tertentu yang telah ditetapkan,” sambung Harwalis. Harwalis menambahkan, jamaah yang mengikuti Suluk tahun ini di pesantren yang ia pimpin sebanyak 75 orang, mulai dari perempuan hingga laki-laki. “Jumlah yang hadir tahun ini ada perempuan sebanyak 25 orang. Laki-laki sekitar 50 orang. Jadi jumlahnya di bawah seratus,” terangnya. Jika sudah mengikuti Suluk, para jamaah tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan, ada pantangan-pantangan tertentu yang harus diikuti. Di mana, kata Harwalis, pantangan jamaah Suluk itu adalah tidak bisa makan bahan makanan yang berdarah seperti daging, mengandung pengawet, dan barang yang bebas diperjualbelikan yang diragukan kemurnian dan kesuciannya untuk para ahli Suluk. “Kenapa dilarang, supaya dalam perjalanan Sulok nya, saat mengingat Allah, saat berzikir senantiasa jemaah lepas secara batin dan lahiriah nya. Pantangan ini wajib dijalani dan dipatuhi oleh para ahli Suluk,” kata Harwalis. Harwalis menjelaskan, kegiatan Suluk di Peaantren yang di pimpin nya ini sudah berjalan sejak 12 tahun lalu dan dilaksanskan setiap bulan Ramadhan, dan masih bertahan sampai sekarang, jamaahnya juga terus bertambah. Di Dayah Seuramoe Darussalam ini, Suluk dilaksanakan selama 10 hari. Namun sebenarnya juga bisa dilakukan 20 sampai 40 hari, itu tergantung dari hasil musyawarah para ahli Suluk setiap tahunnya.

Read More

Kemenkes RI Jalin Kerjasama Dengan Dua RS Arab Saudi

Madinah – 1miliarsantri.net : Guna memberikan pelayanan kesehatan para calon jamaah haji yang sudah berada dibtanah suci Makkah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjalin kerja sama dengan dua pengelola fasilitas rumah sakit milik Pemerintah Arab Saudi yakni Rumah Sakit King Fahd dan Rumah Sakit King Salman Bin Abdul Aziz untuk menjamin perawatan peserta calon haji asal Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan. Kepala Seksi Kesehatan Haji Indonesia Daker Madinah Thafsin Alfarizi mengatakan kerja sama antara KKHI Madinah dan RS Arab Saudi di Madinah penting untuk menurunkan angka kematian peserta calon haji Indonesia selama penyelenggaraan ibadah haji 1444H/2023M. “Semoga dengan kerja sama yang baik antara KKHI Madinah dan RS Arab Saudi ini adalah ikhtiar dalam melakukan mitigasi penurunan angka kematian calon haji di Arab Saudi,” terangnya. Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Zainal Muttaqin didampingi Kepala Seksi Kesehatan Haji Indonesia Daker Madinah Thafsin Alfarizi beserta tim pelayanan medis telah melakukan kunjungan di Rumah Sakit Arab Saudi pada Kamis (25/5/2023). “Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola dan mereka menyambut baik, serta akan bekerja sama dengan Indonesia,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Zainal Muttaqin, Jumat (26/5/2023).

Read More

Masjidil Haram Memiliki Sound System Tercanggih se Dunia

Makkah – 1miliarsantri.net : Sebagai Kiblat serta pusat nya ibadah umat Islam sedunia, serta menyambut datang nya jamaah yang berkunjung ke Masjidil Haram di Mekkah, baik jamaah Haji maupun Umrah, siapa sangka ternyata Masjidil Haram yang merupakan masjid terbesar di dunia dengan poyek perluasan yang sedang berlangsung bertujuan untuk menambah luasnya menjadi 519.149 meter persegi ini memiliki tata suara atau sound system yang canggih. Masjidil Haram dilengkapi dengan 7.500 speaker yang tersebar di alun-alun, koridor, dan jalan sekitar masjid. Direktur Operasi dan Pemeliharaan Kepresidenan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Mohsen bin Abdul-Mohsin al-Sulami mengatakan, sistem audio di Masjidil Haram merupakan salah satu sistem tata suara terbesar dan tercanggih yang digunakan di seluruh dunia. Mohsen menjelaskan sistem audio di Masjidil Haram secara eksplisit dirancang untuk mengumandangkan adzan, sehingga salat dapat terdengar jelas di dalam masjid, halaman, bahkan jalan sekitar. Lebih dari 120 ahli audio direkrut pemerintah Arab Saudi untuk mengoperasikan dan menyempurnakan sistem audio di Masjidil Haram, Mekkah agar maksimal dan optimal. Para ahli tersebut berasal dari berbagai negara dan latar belakang. Mereka masing-masing membawa keahliannya untuk memastikan bahwa sistem audio yang digunakan di lingkungan masjid bekerja secara optimal dengan mempertimbangkan fitur akustik dan arsitektur ruangan.

Read More

Rahasia Panjang Umur Mbah Karto Jamaah 105 Tahun Asal Sumatera Selatan

Palembang – 1miliarsantri.net : Beragam kisah yang terjadi dan dialami oleh para calon jamaah haji sebelum berangkat menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah. Satu diantaranya kisah yang dialami Karto Yitno Ahmad asal Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Kakek berusia 105 tahun yang akrab dipanggil Mbah Karto ini sehari-hari nya bekerja sebagai petani dan merupakan calon jamaah haji tertua asal Sumatera Selatan. Mbah Karto yang sudah mulai menabung selama 10 tahun untuk mendaftar mengikuti pelaksanaan ibadah haji merasa bersyukur dan tetap semangat melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun kelima agama Islam meskipun usia yang tak terbilang muda lagi. “Saya bersyukur dapat berangkat melaksanakan ibadah haji pada tahun ini walaupun sudah memasuki usia 105 tahun, tidak membuat saya patah semangat sebab melaksanakan ibadah haji merupakan kewajiban dan bekal untuk kematian,” terang Mbah Karto. Ternyata Mbah Karto punya kebiasaan mandi sebelum sholat Tahajud. Hal tersebut sudah menjadi rutinitas Mbah Karto semenjak remaja hingga sekarang. Dan ini yang menjadi resep Mbah Karto bisa memiliki umur panjang. Hal itu dibenarkan Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) OKU Timur, Husni kepada wartawan di Asrama Haji Palembang, Jumat (26/5/2023).

Read More

Penderitaan KH Ali Alhamidi Semasa Menjadi Tahanan Politik Orde Lama

Jakarta – 1miliarsantri.net : Ketika masa pemerintahan Orde Lama (Orla), terdapat beberapa organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki banyak tokoh ulama ternama, diantaranya Organisasi Persatuan Islam (Persis) yang memiliki banyak ulama produktif. Di antara nama-nama yang cukup masyhur adalah Ustaz A Hassan (1887-1958) dan Syekh Ahmad Surkati (1875-1943). Dari sekian banyak nya tokoh ternama, ada satu figur lagi yang patut dikenang sebagai ahli prolifik. KH Muhammad Ali Alhamidi, seorang penggerak Persis di Tanah Betawi. Di sepanjang hayatnya, tokoh yang akrab disapa Kiai Ali Alhamidi Matraman ini telah menghasilkan banyak karya tulis. Di antaranya adalah Jalan Hidup Muslim, Islam dan Perkawinan, Perbaikan Akhlak, Ruhul Mimbar, Adabul Insan fil Islam, Hidayatullah, Manasik Haji, Al-Wahyu wa Al-Qur’an, serta Godaan Sjetan. Menurut Ketua Divisi Kajian Aliran Pemikiran PP Persis Ustaz Artawijaya, kepiawaian tokoh tersebut dalam menulis muncul terutama berkat persahabatannya dengan A Hassan. Pada masa pemerintahan presiden Sukarno, KH Ali Alhamidi termasuk ulama yang vokal menyuarakan kegelisahan umat Islam. Terlebih lagi, sejak 1960-an Bung Karno cenderung memerintah secara otoriter. Pada saat yang sama, Partai Komunis Indonesia (PKI) kian merapat dan terkesan dilindungi oleh penguasa Orde Lama tersebut. KH Ali Alhamidi pernah merasakan dinginnya sel penjara. Ia menjadi tahanan politik yang dibelenggu Orde Lama dengan tuduhan yang tidak jelas. Ustaz Artawijaya mengungkapkan, penangkapan atas tokoh Persis itu terjadi karena hasutan kelompok kiri, terutama PKI pada waktu itu. Nasib yang sama juga terjadi pada tokoh-tokoh Muslim lainnya. Sebut saja, Prof Buya Hamka, yang dituduh ikut merencanakan plot pembunuhan terhadap Bung Karno. Bahkan hingga tumbangnya sang presiden, tudingan itu tidak pernah terbukti, apalagi dibawa ke pengadilan. Pada puncak kekuasaan, Orde Lama memang begitu terpengaruh oleh agitasi kaum komunis. Dalam hal KH Ali Alhamidi, pemenjaraan terhadapnya begitu janggal. Bukan hanya ketiadaan bukti-bukti yang mendukung penahanan. Antara dirinya dan Bung Karno pun sesungguhnya terjadi hubungan pertemanan yang baik. Pada era 1950-an, Kiai Ali turut berjuang mengobarkan api revolusi kemerdekaan RI. Ia pun ikut mendampingi Bung Karno dalam rapat-rapat akbar bersama rakyat di Jakarta, semisal pidato presiden tersebut di Lapangan IKADA pada 1957. “Pak Kiai (Ali Alhamidi) berkawan dengan Bung Sukarno meski akhirnya Bung Karno yang memenjarakannya. Bung Sukarno itu pernah main ke rumah Pak Kiai di Matraman Dalam II Nomor 56,” terang Ustad Artawijaya kepada 1miliarsantri.net, Kamis (25/5/2023). Seperti halnya Buya Hamka, KH Ali Alhamidi pun tetap produktif menulis di dalam penjara. Bila ulama Minangkabau tersebut menghasilkan karya monumental Tafsir al-Azhar dari dalam rumah tahanan, dai Persis itu menulis beberapa karangan. Salah satunya adalah buku berjudul Godaan Sjetan. Buah penanya itu lahir saat dirinya ditahan di Gedung Departemen Kepolisian, Kebayoran Baru, serta Rindam Condet, Jakarta.

Read More

Mengenal Perbedaan Suluk dan Tasawuf

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Pengertian Suluk adalah istilah yang dikaitkan dengan suatu jalan menuju ke arah kesempurnaan batin. Istilah ini biasanya digunakan dalam Islam dan sufisme, serta berhubungan dengan istilah lainnya seperti tasawuf, sufisme, dan tarekat. Suluk secara harfiah berarti menempuh (jalan). Dalam kaitannya dengan agama Islam dan sufisme, makna suluk adalah menempuh jalan (spiritual) untuk menuju Allah SWT. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suluk adalah jalan ke arah kesempurnaan batin. Selain itu, kita juga bisa memahami suluk adalah pengasingan diri atau khalwat. Menempuh jalan suluk adalah mencakup sebuah disiplin seumur hidup dalam melaksanakan aturan-aturan eksoterik agama Islam (syariat) sekaligus aturan-aturan esoteris agama Islam (hakikat). Jalan suluk atau bersuluk juga mencakup hasrat untuk mengenal diri, memahami esensi kehidupan, pencarian tuhan, dan pencarian kebenaran sejati (ilahiyyah). Hal ini dilakukan melalui penempaan diri seumur hidup dengan melakukan syariat lahiriah sekaligus syariat batiniah demi mencapai kesucian hati untuk mengenal diri dan Tuhan. Kata suluk berasal dari terminologi Al-Qur’an, Fasluki, dalam Surat An-Nahl [16] ayat 69, Fasluki subula rabbiki zululan, yang artinya Dan tempuhlah jalan Rabb-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Suluk adalah kegiatan berzikir secara terus-menerus mengingat Allah SWT, meninggalkan pikiran dan perbuatan duniawi hanya untuk mendekatkan diri dan memperoleh keridhaan Allah SWT. Seseorang yang menempuh jalan suluk disebut salik. Kata suluk dan salik biasanya berhubungan dengan tasawuf atau sufisme dan tarekat. Suluk adalah jalan menuju kesempurnaan batin. Hal ini tentunya memiliki perbedaan dengan istilah tasawuf. Tasawuf atau yang juga dikenal dengan sufisme adalah ajaran bagaimana menyucikan jiwa, menjernihan akhlak, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian abadi. Tasawuf berasal dari kata sufi. Menurut Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat dari Jurusan Tafsi Hadis dan Akidah Filsafat IAIN Surakarta, dalam TASAWUF: Sejarah, Madzhab, dan Inti Ajarannya, ada sejumlah versi berbeda dalam mengartikan apa itu sufi atau tasawuf. Setidaknya ada ada enam pendapat dalam hal itu, yakni:

Read More