Berbagai Petuah Karya Syekh Nawawi al Bantani Yang Selalu Menguatkan Keimanan

Jakarta – 1miliarsantri.net : Para alim ulama dari masa ke masa hingga sekarang ini selalu menghadirkan nasihat-nasihat maupun petuah-petuah yang memberikan penyegaran serta menambah keimanan. Tak sedikit dari mereka menuliskan berbagai petuah bijaknya dalam berbagai karya. Buah penanya lalu menjadi “abadi” lantaran dibaca dan bahkan dirujuk masyarakat luas dari generasi ke generasi. Syekh Nawawi al-Bantani lewat karya nya Al-Futuhat al-Madaniyah fii asy-Syu’ab al-Imaniyah memuat banyak hikmah yang mengajarkan kepada masyarakat tentang penguatan akidah dan akhlak karimah. Tak hanya berupa penjelasan atas ayat-ayat Alquran dan hadis, kitab ini kaya akan kisah inspiratif. Dengan begitu, pembaca menjadi mudah mafhum akan pentingnya iman yang kokoh dalam mengarungi kehidupan. Terlebih lagi, penjelasan Syekh Nawawi sangat kental akan nuansa tasawuf yang menyentuh hati. Wajar saja, karena di antara rujukan kitab ini adalah An-Niqayah karya Imam as-Suyuthi serta Futuhat Makkiyah karya Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu ‘Arabi. Keduanya merupakan sosok yang amat dihormati, khususnya di kalangan salik tasawuf. Bagian awal kitab Al-Futuhat al-Madaniyah menjelaskan tentang ubudiyah, baik yang wajib maupun sunah dan hikmah di dalamnya. Ibadah tambahan merefleksikan eksistensi manusia sebagai pelengkap ciptaan Illahi. “Maka seharusnya Anda melaksanakan ibadah sunah, sebab itu adalah asal Anda,” tulis Syekh Nawawi. Adapun ibadah wajib adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan. Kewajiban merefleksikan kondisi Sang Pencipta yang harus ada (wajibul wujud). Melaksanakan ibadah wajib berarti mengakui keberadaan Allah, Zat Yang Maha Esa, kekuasaan-Nya, dan mengokohkan keimanan kepada-Nya. Syekh Nawawi kemudian menjelaskan sebanyak 78 hal yang wajib ada sebagai wujud keimanan. Semuanya merupakan refleksi dari rukun iman dan rukun Islam, serta sifat-sifat mulia yang menjadi bagian dari laku tasawuf. Contoh perangai sehari-hari termaktub dalam hal wajib nomor ke-17: “memenuhi semua akad yang dibuat.” Pergaulan sehari-hari tak lepas dari janji yang harus dipenuhi, seperti akad jual-beli, atau akad pernikahan yang dilakukan seorang pemuda yang hendak menggenapkan agamanya. Misal lainnya, adalah pentingnya memiliki sifat malu—ini dijelaskan pada poin nomor ke-19. Seorang Mukmin mengetahui bahwa Allah senantiasa mengetahui dan selalu melihat segala gerak yang dilakukannya. Orang beriman akan malu kepada Allah karena semua yang dikerjakannya akan dicatat dan dipertanggungjawabkan. “Menyayangi semua makhluk” juga menjadi bagian dari keimanan, seperti yang dijelaskan pada poin nomor ke-21. Sifat objek kasih sayang bukan hanya pada orang-orang seiman, tetapi siapapun dengan berbagai latar belakang. Semuanya berhak mendapatkan kasih sayang untuk mewujudkan kehidupan harmonis dalam kebersamaan. Kasih sayang juga menggambarkan pandangan kesatuan manusia dengan alam sekitar tempat mereka menjalani kehidupan. Dengan menyayangi alam, kehidupan menjadi lestari. Makhluk menjalani kehidupan di alamnya tanpa ada yang terganggu. Keseimbangan alam terjaga sehingga keanekaragaman hayati terhindar dari kepunahan.

Read More

10 Kerajaan Islam di Nusantara Yang Pernah Mengalami Kejayaan

Jakarta – 1miliarsantri.net : Muncul nya Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan sudah ada sejak abad ke-13. Saat itu, muncul nya kerajaan-kerajaan Islam akibat lalu lintas perdagangan laut. Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia, India, hingga Tiongkok berbaur dengan masyarakat Nusantara. Masuknya agama Islam ke Nusantara lewat perdagangan ini yang kemudian turut membawa banyak perubahan dari sisi budaya hingga pemerintahan. Salah satu penanda perubahan tersebut terlihat dari kemunculan kerajaan-kerajaan bercorak Islam. Keterlibatan kerajaan Islam di Indonesia ini juga berperan dalam menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru Indonesia. Di antara sekian banyak kerajaan Islam tersebut, berikut rangkuman kerajaan Islam pertama dan tertua di Indonesia beserta jejak peninggalannya yang masih bisa kita saksikan sampai hari ini. Tak heran, Perlak ramai dikunjungi pedagang Gujarat, Arab, dan Persia, sehingga komunitas Islam di wilayah ini berkembang pesat. Proses asimilasi dari hasil kawin campur pedagang Muslim dengan wanita pribumi banyak terjadi pada masa itu. Kerajaan Perlak berlangsung cukup lama. Raja pertama Kerajaan Perlak bernama Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah. Kemudian raja terakhir Muhammad Amir Syah mengawinkan putrinya dengan Malik Saleh. Malik Saleh inilah cikal bakal yang mendirikan Kerajaan Samudra Pasai. Bukti sejarah yang memperkuat Kerajaan Perlak yakni makam salah satu Raja Benoa–negara bagian Kesultanan Perlak–yang terletak di pinggir Sungai Trenggulon. Diyakini, batu nisan pada makam tersebut dibuat pada abad ke-11 M. Kerajaan Ternate berkembang paling masif dibanding kerajaan di Maluku lainnya lantaran sumber rempah-rempah yang begitu besar dan militer yang kuat. Saat itu, banyak saudagar yang datang untuk melakukan perdagangan di Kerajaan Ternate, di samping menyiarkan agama Islam. Setelah Sultan Mahrum wafat, diteruskan oleh Sultan Harun dan kemudian digantikan oleh putranya, Sultan Baabullah. Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan Ternate mencapai puncak kejayaannya. Usai Sultan Baabulah meninggal pada 1583, tampuk kekuasaan dialihkan pada putranya, Sahid Barkat. Sejarah peradaban Kerajaan Ternate yakni Masjid Sultan Ternate, Keraton Kesultanan Ternate, Makam Sultan Baabullah, dan Benteng Tolukko. Kerajaan yang terletak di Aceh Utara Kabupaten Lhokseumawe ini diketahui merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak yang ada sebelumnya. Cukup banyak bukti arkeologis yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Samudera Pasai. Antara lain makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara. Makam ini terletak di dekat pusat kerajaan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe. Pada masa kejayaan, Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan dengan komoditas utamanya lada. Banyak saudagar dari berbagai penjuru negeri yang datang berniaga, sebut saja dari India, Siam, Arab, Persia, hingga Tiongkok. Jejak peninggalan lain yakni ditemukannya dirham atau mata uang emas murni. Pada masa pemerintahan Sultan Malik At-Tahir, Kerajaan Samudera Pasai mengeluarkan dirham sebagai alat tukar secara resmi. Kerajaan ini runtuh pada 1521 akibat perebutan kekuasaan, perang saudara, dan diserang Portugis. Kerajaan Gowa kemudian mencapai puncak kejayaannya bersama Tallo menghegemoni perdagangan dan militer di timur Nusantara. Usai Gowa mengadopsi Islam sebagai agama resmi pada awal 1600-an, kerajaan kembar ini kemudian mendirikan Kerajaan Islam Makassar dengan raja pertamanya Sultan Alauddin. Kerajaan Islam Makassar ini gemar menyebarkan dakwah Islam. Masa puncak kejayaan Kerajaan Islam Makassar ini ialah pada saat pemerintahan Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin adalah cucu dari Sultan Alauddin. Tinggal di wilayah maritim membuat sebagian besar masyarakat Gowa bermata pencaharian sebagai nelayan dan pedagang. Masyarakat Gowa juga dikenal sebagai pembuat kapal Pinisi dan Lombo, yang hingga kini terkenal hingga mancanegara. Beberapa peninggalan Kerajaan Gowa masih ada yang utuh hingga saat ini dan menjelma menjadi tempat wisata yang dilindungi, seperti Masjid Tua Katangka, Istana Tamalate, Museum Balla Lompoa, Benteng Ford Rotterdam, dan Benteng Somba Opu. Mulanya, masyarakat Malaka belum memeluk Islam. Namun seiring perkembangan Islam menjadi bagian dari Kerajaan Malaka yang ditandai oleh gelar sultan yang disandang oleh penguasa Malaka pada 1455. Sultan Mahmud Syah adalah raja kedelapan sekaligus yang terakhir dari Kesultanan Malaka. Pemerintahannya berakhir akibat serangan Portugis pada 1511.

Read More

Buya Yahya : Orang Tua atau Wali Santri Harus Selektif Memilih Pondok Pesantren

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya) menyampaikan, para orang tua harus benar-benar selekti dalam mencari pondok pesantren untuk putra atau putri tercinta. Menurut Buya Yahya, ada beberapa rambu yang perlu diketahui para orang tua atau wali santri. Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pendidikan agama anak-anak kelak. “Pemilihan pondok pesantren yang tepat menjadi hal krusial. Rambu utama dalam memilih pondok pesantren adalah akidah yang benar yakni ahlus sunnah wal jamaah,” terang Buya Yahya. Akidah yang benar dan berlandaskan pada ahlus sunnah wal jamaah menjadi fondasi yang kokoh dalam pemilihan pondok pesantren. Pemahaman yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW dan generasi salafush shalih sangatlah penting. Salah satu hal yang sering menjadi pertimbangan orang tua adalah jarak antara rumah dan pondok pesantren. Buya Yahya menegaskan, jarak bukanlah masalah yang besar dalam memilih pondok pesantren yang tepat. Dia mencontohkan banyak santri dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri, dan mereka tetap merasa dekat dengan pondok pesantren yang mereka pilih.

Read More

Suhu Makkah mencapai 44 Derajat Celcius, Jamaah Haji diminta Jaga Kesehatan

Makkah – 1miliarsantri.net : Sebanyak 489 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diberangkatkan ke tanah suci, Sabtu pagi pukul 10.00 WIB (20/05/2023) yang sebelumnya diadakan acara pelepasan petugas di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Hadir dalam acara pelepasan, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Sadzily, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz dan Wibowo Prasetyo. Hadir pula jajaran Eselon II Ditjen PHU Kemenag Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Cecep Khairul Anwar. Sebanyak 498 PPIH itu terdiri dari 100 petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara, 248 petugas haji Daker Madinah, 12 petugas di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, serta 129 tenaga kesehatan. Saat ini para petugas sudah berada di Makkah dan mengabarkan kondisi serta cuaca kota Makkah terpantau panas dengan rentang suhu udara 35-44 derajat Celsius dari pagi hingga sore hari.

Read More

Pemerintah RI Menyiapkan Tambahan Kuota 15% Jamaah Per Provinsi

Jakarta – 1miliarsantri.net : Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief menyebut jamaah haji reguler cadangan memiliki kesempatan untuk melaksanakan haji tahun 2023 ini. Hal tersebut bisa terjadi jika jamaah calon haji sudah melakukan pelunasan Bipih dan kuota jamaah haji reguler belum terpenuhi. “Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menambah jumlah jamaah cadangan dari awalnya diberlakukan secara merata sebesar 15 persen dari kuota masing-masing provinsi, menjadi dihitung secara proporsional,” terangnya dalam keterangan pers kepada media, Senin (22/5/2023). Berdasarkan ketentuan baru ini, bagi provinsi dengan sisa kuota masih cukup banyak maka jumlah cadangan yang diberi kesempatan melunasi mencapai 40 persen. Sementara, jika di provinsi yang lain sisa kuotanya tinggal sedikit, maka jumlah cadangan ditambah menjadi 20 persen. “Kuota cadangan setiap provinsi pada tahap perpanjangan ini kita hitung secara proporsional, dengan besaran prosentase dari 20% sampai 40%,” lanjutnya. Ada sembilan provinsi dengan kuota cadangan 20 persen. Mereka adalah Jambi, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. “Sebanyak 12 provinsi memiliki kuota cadangan 25 persen, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Maluku Utara, serta Sulawesi Barat,” imbuhnya.

Read More

Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi : Santri Harus Bisa Jadi Profesional

Solo – 1miliarsantri.net : Seorang santri yang sudah lulus dari pondok pesantren tak harus jadi kyai, jadi juru dakwah tapi santri harus bisa meniti karir di bidang profesional seperti dokter atau doktor dalam suatu bidang keilmuan. Hal tersebut merupakan keinginan Pendakwah asal Solo, Jawa Tengah, Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi. Menurut nya, para santri mempunyai peluang untuk meniti karir di bidang profesional, seperti menjadi dokter ataupun doktor. Profesionalisme di suatu bidang membuat dakwah lebih mudah diterima di tengah masyarakat luas. “Dengan begitu, seorang santri setelah lulus dari pesantren, bisa menjadi orang yang bermanfaat di tengah masyarakat. Menjadi orang yang bermanfaat itu ditandai dengan mempunyai ilmu untuk menyelamatkan diri, untuk menyelamatkan keluarga, dan selanjutnya untuk menyelamatkan orang lain,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/05/2023). Habib Muhammad memberikan alasan mengapa seorang santri harus memiliki kriteria atau kapasitas tersebut. Terkadang, masyarakat lebih mau mendengarkan ucapan dari seorang dokter dibandingkan apa yang disampaikan oleh ustadz dan habib. “Santri tidak harus jadi kyai, bisa juga menjadi dokter. Mohon maaf, dokter kalau memberikan ceramah itu bahkan lebih didengarkan ucapannya dibandingkan apa yang disampaikan ustadz ataupun habib. Kalau dokter, ada pasiennya sakit, kemudian dikasih tahu ‘shalat ya, nanti kamu bakalan sembuh’. Beda kalau datang ke selain dokter, pasti bakalan dibantah,” tukas Habib Muhammad. Oleh karena itu, Habib Muhammad mengingatkan kepada para santri agar giat dalam mengaji dan memperdalam keilmuan nya ketika masih berada di pesantren, karena santri memiliki amanat untuk menyebarkan ilmu yang telah didapatnya.

Read More

Gagal Sholat Jumat Karena Tidak Adanya Khatib

Bekasi -1miliarsantri.net : Jumat pekan lalu heboh di sosial media sebuah masjid di wilayah Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi gagal melaksanakan sholat Jumat dikarenakan tidak adanya khatib. Wal hasil para jamaah yang sudah hadir mengganti sholat Jumat dengan sholat Dzuhur berjamaah, pasal nya dari sekian jamaah juga tidak ada yang bersedia menjadi khatib. Sehari setelah terjadi gagalnya sholat Jum’at, Ketua DMI Kota Bekasi, Wakil Ketua DMI Kota Bekasi yang dihadiri Camat Pondok Gede, Bimbingan Massal Polri (Bimaspol), Bintara Pembina Desa (Babinsa), mendatangi lokasi dan bertemu Ketua DKM At Thoha didampingi Ketua RW dan RT setempat. Ketua DKM At Thoha, Ustadz Samsudin menyampaikan permohonan maaf atas gagalnya sholat Jum’at tersebut karena khotib utama yang dijadwalkan mendadak tidak bisa hadir atau berhalangan karena ada rapat di sekolah dan baru menghubungi Ustadz Haji Niin Abdul Ghani pada jam 11.45 sebagai Sekretaris DKM At Thoha.

Read More

Sultan Baabullah Menguasai dan melakukan Syiar Dakwah nya di 72 Pulau Wilayah Kekuasaan

Ternate – 1miliarsantri.net : Salah satu tokoh sejarah Indonesia yang memiliki peran cukup penting dalam mengusir penjajah Portugis di tanah Maluku dan juga dijuluki penguasa 72 pulau ini dikenal sebagai pejuang yang gigih dan berani, memiliki semangat yang tinggi serta tak gentar melawan penjajah. Dia adalah Sultan Baabullah Datu Syah. Sultan Baabullah pernah memimpin Kesultanan Ternate pada periode 1570-1583 M. Masa itu disebut sebagai zaman keemasan dalam sejarah Kesultanan Ternate. Sebab, Sultan Baabullah berhasil menaklukkan Portugis. Semasa kepemimpinan nya, Kesultanan Ternate menguasai 72 jazirah yang membentang dari Mindanao di utara sampai kepulauan Nusa Tenggara di selatan, dari pantai timur dan utara Sulawesi sampai ke tenggaranya hingga ke bagian dekat dengan Seram yang berbagi wilayah dengan Tidore. Kesultanan Ternate juga dikenal dengan nama Kerajaan Gapi saat dipimpin oleh Sultan Baabullah pada abad ke-16. Selain sebagai penguasa setempat, Sultan Baabullah juga menjadi pendukung dan penyebar syiar Islam, menjadikan kesultanan ini sebagai salah satu mercusuar peradaban Islam di Nusantara. Selama masa pemerintahannya, Sultan Baabullah berjuang melawan kesewenangan Portugis di Maluku dan berhasil menaklukkan mereka, sehingga dianggap sebagai zaman keemasan dalam sejarah Kesultanan Ternate. Pada usia muda, pria kelahiran 10 Februari 1528 itu telah digembleng oleh para mubaligh dan panglima serta menduduki beberapa posisi strategis, termasuk jabatan kapita samudera.

Read More

Gus Baha : Kekuatan Politik dan Ekonomi Harus Dimiliki Orang Islam

Jakarta – 1miliarsantri.net : Ulama ahli tafsir Qur’an dan beberapa Kitab asal Rembang, Jawa Tengah, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menegaskan, umat Islam harus kuat secara ekonomi dan politik. Agar bisa menjalankan ajaran agama dengan aman dan nyaman, maka dua sektor tersebut perlu dikuatkan. Suami Ning Winda asal Pesantren Sidogiri, Pasuruan tersebut menyarankan kepada seluruh pemuda-pemuda Islam agar tidak bermalas-malasan. Umat Islam sebagai pemikul beban tanggung jawab generasi umat Islam di masa depan harus kuat secara ekonomi dan politik. “Karena ada hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kalah, harus lewat kemenangan. Ketika menang secara ekonomi, maka bisa membuat aturan,” terang Gus Baha. Gus Baha mencontohkan, jika umat Islam menerima keadaan miskin dan kalah secara politik sebagai bentuk tawadhu dan qanaah tidak bisa diterapkan secara global. Itu karena ketika ada umat Islam sakit, butuh biaya beli obat dan rumah sakit, maka tdak akan bisa selesai dengan bersabar saja. “Terkadang sikap tawadhu dan miskin tidak menyelesaikan masalah kok. Semisal orang tua kita atau ada keluarga sakit, maka butuh biaya pengobatan. Masak bisa selesai dengan ucapan terima kasih atau Bismillah saja,” lanjut Gus Baha.

Read More

Kyai Azizi Hasbullah meninggal dunia

Jakarta – 1miliarsantri.net : Keluarga Besar Nahdlatul Ulama tengah berkabung karena kehilangan salah satu tokoh nya. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Azizi Hasbullah wafat Minggu pagi (21/5/2023) karena sebelum nya mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 142 pada Sabtu (20/5/2023) dan sempat mendapat perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung. Sedianya, Kiai asal Blitar Jawa Timur dan Ahli Fiqih ini hendak menghadiri Halaqah Fiqih Peradaban dan Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Purwakarta bersama Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek KH Zahro Wardi. Semasa hidup, almarhum dikenal oleh banyak kerabat, sahabat dan segenap keluarga besar Nahdlatul Ulama sebagai sosok yang dikagumi banyak kalangan karena kealimannya dalam beberapa aspek. Seperti ilmu fiqih, ushul fiqih, aqidah, dan tasawuf. Pengasuh Pondok Pesantren Barran Selopuro Blitar, Jawa Timur ini merupakan ahli fiqih Nusantara yang inspiratif di kalangan para tokoh kiai yang lain. Sehingga tak ayal, kepergian almarhum meninggalkan kenangan yang sangat luar biasa.

Read More