Sebanyak 33 Warga Palestina terkena Nuklir Nyasar

Jakarta – 1miliarsantri.net : Serangan udara yang dilakukan secara bombardir oleh pasukan Angkatan Udara Zionis Israel di Jalur Gaza selama beberapa hari, mulai Selasa (9/5/2023) sampai Sabtu (14/5/2023) pekan lalu menyebabkan 33 warga Palestina meninggal dunia. Hal tersebut langsung mendapat respon Ketua Persatuan Ulama Palestina Diaspora, Syaikh Dr Ahed Abdul Atha. Dia menjelaskan serangan tersebut bermula sejak kematian Syaikh Khader Adnan pada Selasa pagi (2/5/2023). Syaikh Adnan melakukan mogok makan sebagai bentuk perlawanan terhadap penahanan administratif yang dilakukan zionis Israel. “Serangan Israel ke Gaza tidak bisa dihindari kasus Syekh Khadr Adnan. Syekh Adnan syahid di penjara Israel karena mogok makan selama 86 hari. Dia adalah salah seorang tokoh dan pemimpin di Tepi Barat yang dizalimi dengan aturan tahanan administratif,” ungkap Dr Ahed dikutip dari Al-JazeeraTV, Jumat (19/05/2023). Dr Ahed menambahkan, Syekh Adnan sudah 12 kali ditahan oleh Zionis Israel dan enam kali melakukan mogok makan pada tahun 2012, 2015, dan 2018. Selama masa penahanan itu, permintaan Syekh Adnan dikabulkan. Namun, mogok makan yang ketujuh, Syekh Adnan dibiarkan sampai meninggal dunia. “Enam kali mogok makan sebelum-sebelumnya, tuntutan beliau selalu dikabulkan oleh Israel. Karena di dunia internasional, Israel akan kena aib dan sanksi sosial secara internasional kalau sampai ada tahanannya meninggal gara-gara mogok makan dan sebabnya adalah penahanan administrative,” lanjut Dr Ahed. Tindakan Zionis Israel dengan membiarkan Syekh Adnan mogok makan hingga meninggal dunia mengundang reaksi dari kelompok Perlawanan di Jalur Gaza. Kelompok Perlawanan berniat memberi pelajaran kepada Zionis Israel atas semua kezaliman tersebut. “Israel tidak mau lagi tunduk pada perlawanan mogok makan. Artinya, kalau ini dibiarkan besok-besok kalau ada tahanan mogok makan, maka tidak ada lagi efek, orang akan terbiasa, tidak ada efek mogok makan lagi,” tutur Dr Ahed.

Read More

Penggunaan Robot AI Diharapkan Bisa Membantu Sisi Berdakwah

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Teknologi Artifical Inteligence (AI) merupakan teknologi mutakhir yang dapat berfungsi membantu berbagai pekerjaan manusia, terutama nantinya membantu dalam bidang dakwah. Hal tersebut disampaikan Ahli Robotik dan Dosen Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Ataka Awwalur Rizqi. Ahmad menambahkan, Artificial Intelligence saat ini merupakan teknologi yang baik kalau diberi data yang bagus. Maka dari itu, tugas dai milenial saat ini adalah berkontribusi dalam memberikan data sesuai syariat Islam dalam teknologi AI. “Contohnya, dalam hadith GPT data yang diberikan yaitu terjemahan hadis sehingga data yang dikeluarkan kurang pas,” kata Ahmad acara pelepasan Wisudawan periode April 2024 di Amphitarium Lt. 9 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (20/5/2023). Terlepas dari plus minus yang ada, diharapkan AI ini dapat memberikan manfaat maslahat bagi banyak orang dan bisa menggunakan AI ini dengan cerdas, karena AI ini mirip dengan tools-tools manusia, misal pisau yang digunakan di dapur tapi ini bisa juga dipakai untuk kejahatan. “Melihat hal tersebut, tantangan penggunaan AI bertumpu pada data yang harus akurat. Jika datanya bias maka AI-nya akan bias juga,” sambungnya.

Read More

Haedar Nashir : ‘Aisyiyah harus menjadi Garda terdepan

Sleman – 1miliarsantri.net : Sejumlah tokoh hadir menyampaikan doa dan harapan pada acara Resepsi Milad ke-106 ‘Aisyiyah, diantaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Puan Maharani dan termasuk Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Jumat (19/05/2023). Dalam kesempatan tersebut JK menaruh harapan agar ‘Aisyiyah terus meningkatkan bhakti dan pengabdiannya melalui berbagai program yang bermanfaat. Demikian pula Ketua DPR RI, Puan Maharani juga mengucapkan selamat milad kepada ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang terdiri dari para perempuan hebat dan calon pemimpin yang akan terus merawat cita-cita Indonesia. Puan meyakini ‘Aisyiyah akan menjadi organisaasi modern dengan reputasi internasional yang disegani. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menyampaikan harapannya di usia baru PP ‘Aisyiyah. Haedar berharap agar ‘Aisyiyah menjadi harakah atau gerakan wasathiyyah, gerakan pembaharu, dan bersifat inklusif. Perempuan ‘Aisyiyah, dalam pandangan Haedar, harus melintas batas tanpa sekat ras, agama, dan golongan.

Read More

Persiapan Katering Jamaah Haji Indonesia dimaksimalkan Menu Tradisional

Jakarta – 1miliarsantri.net : Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M Subhan Cholid mencoba langsung hasil olahan menu juru masak dari 21 perusahaan yang akan melayani konsumsi jamaah haji Indonesia di Madinah. Cholid mengatakan bahwa secara umum kualitas masakan mereka bagus. Selama dua hari, Kamis – Jumat (18-19 Mei 2023) dilakukan Pembekalan para juru masak dapur penyedia katering di Daerah Kerja (Daker) Madinah. Pembekalan dikuatkan dengan praktik memasak menu jamaah haji Indonesia. Dapur katering ini nantinya akan melayani penyediaan makanan bagi seluruh jamaah haji Indonesia, baik yang datang ke Madinah pada gelombang pertama maupun kedua. Pelaksanaan praktik memasak kemarin berlangsung di Dapur Baharr Har. Prosesnya dimulai dari jam 14.00 sampai 16.30 WIB. Setiap dapur diberi waktu 90 menit untuk memasak tiga jenis menu. Setelah proses memasak dan penyajian, dilakukan test terhadap rasa dan tingkat kematangan.

Read More

Sandiaga : Digitalpreneur Santri harus terus dikembangkan

Magelang – 1miliarsantri.net : Pelatihan dan Program Santri digitalpreneur diharapakan bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif, terutama bagi santri dan Pesantren nya. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Shalahuddin Uno ketika menghadiri acara Gerakan Usaha Kreatif – Santripreneur Go Digital di Pesantren Roudlotut Thullab, Magelang, Jumat(19/05/2023). Sandiaga berharap santri sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif (ekraf) memahami pentingnya branding. Karena branding menjadi salah satu kekuatan produk agar dapat dikenal sehingga menarik minat masyarakat luas. “Tanpa kita harus menyebut nama, dari tagline-nya saja kita sudah tahu akan brand tersebut,” terang Sandiaga dihadapan para santri dan Pengurus Pondok Roudlotut Thullab. Pemahaman seperti inilah yang diinginkan Menparekraf agar sepenuhnya dikuasai oleh para santri sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif tanah air. Terlebih Pondok Pesantren Roudlotut Thullab memiliki ragam produk ekonomi kreatif unggulan, misalnya Kopi Papupa yang dalam produksi dan pemasarannya turut melibatkan para santri. “Melalui pelatihan yang menjadi bagian dari program Santri Digitalpreneur ini para santri diharapkan terus tumbuh sebagai penggerak usaha kreatif. Acara ini jelas sekali tujuan nya untuk meningkatkan soft skill, Kemenparekraf serius untuk dapat memberi nilai tambah terhadap ekonomi kreatif terutama melalui para santri. Kami ingin menciptakan produk-produk kebanggaan dari para santri,” tegas Sandiaga. Endorse Kopi PapupaMenparekraf Sandiaga dalam kesempatan tersebut mengapresiasi Kopi Papupa sebagai salah satu produk ekonomi kreatif andalan santri Ponpes Roudlotut Thullab. Menparekraf mendukung agar para santri dapat terus memperkuat kekuatan produk dan pemasaran dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan menerapkan FAST (Fathonah, Amanah, Shidiq, Tabliq). Bentuk dukungan lainnya, Menparekraf mencetuskan ide penguatan tagline Kopi Papupa.

Read More

KH Mas Mansyur, Tokoh Muhammadiyah yang terlahir dari Keluarga Besar NU

Surabaya – 1miliarsantri.net : Organisasi Muhammadiyah merupakan gerakan tajdid atau pembaruan Islam yang berhaluan modern. Namun tak sedikit tokoh Muhammadiyah yang tumbuh dalam tradisi Islam tradisional. Salah satunya adalah KH Mas Mansyur, tokoh Muhammadiyah di masa kemerdekaan yang merupakan pahlawan nasional. Mas Mansyur Lahir di kota Surabaya pada 25 Juni 1896, dari Ayah seorang Kiai berdarah biru bernama KH Mas Ahmad Marzuqi yang merupakan keturunan Keraton Sumenep di Madura dan seorang Khatib tetap di Masjid Sunan Ampel di Surabaya. Sementara Ibunya bernama Raudhah, seorang wanita kaya yang berasal dari keluarga Pesantren Sidoresmo, salah satu pesantren tradisional terbesar di Surabaya. Jika dilihat dari latar belakang kedua orang tuanya, Mas Mansyur memiliki akar tradisi pesantren yang sangat kuat, sehingga hidup dalam suasana keagamaan dan adat yang begitu kental. Sejak kecil, Mas Mansyur menimba ilmu dari KH Muhammad Thaha Ndresmo berlanjut ke Pesantren Demangan Bangkalan, dan tidak luput pula belajar pada Syaikhona Cholil untuk mendalami Al-Quran dan Kitab Alfiyah Ibnu Malik. Setelah menguasai kitab kuning dan keilmuan berdasarkan tradisi pesantren lainnya, pada tahun 1908 Mas Mansyur menunaikan ibadah haji sekaligus mukim dan belajar di Mekkah kepada salah satu Ulama Nusantara yang dijadikan rujukan keilmuan dari seluruh dunia, Syekh Mahfudz At-Turmusyi yang berasal dari Pondok Termas, Pacitan. Setelah tuntas belajar kepada Syekh Mahfudz, pada 1912 Mas Mansyur melanjutkan rihlah ilmiahnya dengan belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Sepulang dari Mekah dan Mesir pada tahun 1915, Mas Mansyur mengasuh dan mengajar di Pesantren keluarganya yakni Pesantren An-Najiyah Sidoresmo di Surabaya. Latar belakangnya yang merupakan Nahdliyyin membuatnya mudah berkomunikasi dan berkolaborasi dengan para ulama dari Nahdlatul Ulama seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah. Bersama mereka, KH Mas Mansyur mendirikan MIAI yang menjadi wadah awal perjuangan politik umat Islam yang kemudian bertransformasi menjadi Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Kiprah, KH Mas Mansyur dalam pergerakan nasional memperjuangkan kemerdekaan tidak bisa dianggap enteng. Ia merupakan tokoh kunci yang terlibat dalam berbagai gerakan kemerdekaan seperti Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA).

Read More

Sufi Jawa dibunuh karena dianggap Sesat

Demak – 1miliarsantri.net : Sunan Panggung putra Raden Said atau Sunan Kalijogo pada jaman itu dikenal sebagai sosok pemberontak. Dia mengikuti jejak ayahnya ikut menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Namun, ajaran agama yang disebarkannya tidak dikehendaki pemerintah yang sah. Ajarannya dianggap menyimpang, dan harus dibasmi. Seperti gurunya Syekh Siti Jenar yang mengajarkan manunggaling kawula Gusti, tindakan Sunan Panggung juga tidak dapat dimengerti pada saat itu. Dia digambarkan sangat cinta kepada Tuhan, sehingga kehilangan penglihatannya tentang semua bentuk materi. Yang paling tidak bisa diterima, dia memelihara dua ekor anjing yang selalu mengikutinya kemanapun dia melangkah. Anjing itu diberi nama iman dan tauhid. Bahkan, setiap dia salat Jumat, kedua anjingnya ini selalu dibawa masuk ke dalam masjid. Tindakan ini dianggap tidak sopan dan sembrono, karena melewati batas pemahaman masyarakat. Para wali pun gusar dengan kelakuan najis Sunan Panggung. Mereka lalu meminta penguasa Demak, Sultan Trenggana untuk menjatuhkan hukuman bakar terhadap Sunan Panggung. Putusan pun akhirnya dijatuhkan. Saat kobaran api sudah menyala, Sunan Panggung melempar sandalnya. Tiba-tiba, kedua ekor anjing Sunan Panggung melompat ke dalam api mengambil sandal itu tanpa terbakar. Setelah itu, giliran Sunan Panggung yang melompat. Anehnya, Sunan Panggung juga tidak terbakar dalam kobaran api itu. Di dalam kobaran api itu, dia malah menulis sebuah Suluk Malang Sumirang. Suluk ini bercerita tentang kelahiran dirinya sendiri. Setelah selesai menulis, dia keluar dari kobaran api tanpa terluka sedikit pun. Bajunya pun tidak terbakar sama sekali, utuh seperti sedia kala. Suluk itu kemudian diserahkan kepada Sultan Demak, lalu pergi bersama iman dan tauhid.

Read More

Beberapa Tips Gus Reza Lirboyo agar bisa selalu dekat dengan Allah

Kediri – 1miliarsantri.net : Menjalin hubungan yang erat dengan Allah merupakan tujuan setiap orang beriman. Kedekatan dengan Sang Pencipta membawa kedamaian, kebahagiaan, dan arah yang benar dalam hidup. Namun, dalam dunia yang serba sibuk dan penuh distraksi ini, selalu dekat dengan Allah sering kali menjadi tantangan tersendiri. Pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri, KH Reza Ahmad Zahid atau yang akrab dipanggil Gus Reza ini menjelaskan, Allah selalu dekat dengan hamba-Nya. Meskipun manusia kadang yang memiliki perasaan jauh dari-Nya. “Tips yang harus kita lakukan agar selalu dekat dengan Allah sesuai dengan kajian para ulama tasawuf adalah ilmullah, qudratullah, dan irodatullah,” terang Gus Reza. Pertama, ilmullah yakni meyakini bahwa Allah selalu bersama dengan hamba-Nya. Keyakinan akan kehadiran Allah merupakan pondasi yang kuat untuk menjaga kedekatan dengan-Nya. Untuk memperkuat keyakinan ini, penting untuk merenungkan dan memahami sifat-sifat-Nya yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Sunnah. “Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan dan bahkan apa yang tidak kita lakukan,” sambungnya. Kedua, qudratullah yakni Allah menguasai terhadap segala sesuatu yang ada di dalam semesti ini. Sampai Tindakan manusia tidak pernah luput dari kekuasaan Allah. Bahkan, dalam diri seorang hamba berada dalam kekausaan Allah. Ketiga, iradatullah yakni kehendak Allah. Apa yang dilakukan manusia merupakan kehendak Allah. Jika Allah tidak berkehendak, maka manusia tidak akan mampu melakukan apa-apa. Memahami dan menerima kehendak Allah adalah langkah penting dalam menjaga kedekatan dengan-Nya.

Read More

Hasan Gipo seorang Tokoh NU yang tak pernah Populer

Surabaya – 1miliarsantri.net : Sebagian besar masyarakat, terlebih warga Nahdliyyin tentu mengenal sosok KH Hasyim Asy’ari sebagai pimpinan pertama Nahdlatul Ulama (NU). Namun ternyata KH Hasyim Asy’ari bukan satu-satunya pimpinan NU di masa awal berdirinya. Beliau dikenal sebagai Rais Akbar bukan sebagai Ketua Umum. Lalu siapakah Ketua Umum pertama NU? Ketua Umum Pertama NU adalah Hasan Gipo. Pemilik nama lengkap Hasan Basri itu dilahirkan di Kampung Sawahan pada 1869 M, tepatnya di Jalan Ampel Masjid (kini Jalan Kalimas Udik). Ia merupakan keturunan keluarga besar dari Marga Gipo, sehingga Gipo diletakkan di belakang nama Hasan. Hasan Gipo merupakan dzurriyah Kanjeng Sunan Ampel yang menyediakan harta, tenaga, dan pikiran untuk NU. Seorang saudagar yang mewakafkan diri untuk umat Islam. Makam beliau hampir saja hilang tidak dikenali jejaknya. Padahal dalam tradisi NU, makam merupakan tempat yang amat penting sebab warga nahdliyyin tak pernah melewatkan ziarah kepada ulama. Makam itu berhasil ditemukan kembali dan diberi tanda. Makam nya berada di Kompleks Pemakaman Kanjeng Sunan Ampel Surabaya, di sebelah timur Masjid Ampel, satu lokasi dengan makam Pahlawan Nasional tokoh Muhammadiyah KH Mas Mansur. Nama Gipo merupakan singkatan dari Sagipodin dari bahasa Arab Saqifuddin. Saqaf (pelindung) dan al-dien (agama). Kampung tempat Gipo berada dikenal sebagai Gang Gipo. Keluarga ini mempunyai makam keluarga yang dinamai makam keluarga, makam Gipo di kompleks Masjid Ampel. Hasan Gipo merupakan generasi kelima dari dinasti Gipo. Ayahnya bernama H. Marzuki, kakeknya H Alwi, buyutnya bernama H. Turmudzi yang memperistri Darsiyah. Canggahnya Abdul Latief Sagipuddin merupakan awal dinasti Gipo yang memperistri Tasirah dan memiliki 12 anak. Secara silsilah, Hasan Gipo memiliki hubungan keluarga dengan KH Mas Mansur (Muhammadiyah). Sebab KH Mas Mansur masih keturunan dari Abdul Latief Gipo. Dari beberapa keterangan, bisa ditarik disimpulkan, keturunan Sagipodin mempunyai akar kuat di Kalangan Nahdlatul Ulama ataupun Muhammadiyah. Hasan Gipo terlahir dari keluarga mapan, maka tak heran jika ia mengenyam pendidikan ala Belanda. Namun ia tak mengesampingkan pendidikan pesantren. Jiwa-jiwa santri juga mendarah daging di urat nadi Hasan Gipo. Penunjukkan Hasan Gipo sebagai Ketua Umum atau Ketua Tanfidziyah atau dahulu istilahnya Presiden, sebab beliau merupakan sosok yang limited edition. Ia menguasai ilmu umum dan dia dikenal satu-satunya santri KH Wahab Hasbullah yang cakap serta terampil dalam membaca dan menulis tulisan latin. Ia juga sangat akrab dengan masyarakat. Bermula dari musyawarah kecil pembentukan pengurus NU yang melibatkan sebagian tokoh dari daerah Ampel, Kawatan, Bubutan, dan daerah sekitar Surabaya. Dalam forum musyawarah itu disebutkan Hasan Gipo sebagai Ketua Tanfidziyah NU yang pertama. Pada masa itu, NU masih berbentuk embrio di mana Rais Syuriah adalah KH Said dari Paneleh, Surabaya, KH Asy’ari dipilih sebagai Rais Akbar Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) dengan KH Wahab Hasbullah sebagai Katib ‘Am.

Read More

Masjid Sheikh Zayed Mampu Mendongkrak Kunjungan Wisatawan di Solo

Solo – 1miliarsantri.net : Keberadaan Masjid Sheikh Zayed yang berada di kawasan Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar Solo, terutama untuk pengelola Penginapan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat ada sekitar 3.953.914 wisatawan nusantara mengunjungi berbagai objek wisata pada libur Lebaran 2023 lalu. Sejumlah destinasi wisata favorit pun tercatat ramai dikunjungi wisatawan selama periode tersebut. Objek wisata yang paling banyak dikunjungi selama periode libur lebaran tersebut yakni Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, yakni dikunjungi sebanyak 310.000 orang. Bukan hanya sektor perhotelan, objek wisata religi tersebut juga mampu mendongkrak kunjungan di mal. PR Solo Grand Mall (SGM) Irenika Kusumaningrum mengatakan saat ini pengunjung pusat perbelanjaan modern tersebut makin beragam.

Read More