Pemikiran Kiai Achmad Shiddiq Untuk Memertahankan Ukhuwah

Surabaya – 1miliarsantri.net : Karakter tawassuth (moderat), tawazun (paralel, keseimbangan), i’tidal (tegak, adil) dan tasamuh (toleran) dalam Ahlussunnah wal Jamaah menjadi sikap yang selalu dibawa Nahdlatul Ulama dalam bermasyarakat. Segala bentuk perpecahan dalam tubuh Islam di Indonesia atau kenegaraan sejatinya menunjukkan kurangnya pemahaman akan sikap dari karakter di atas. Perbedaan para pemimpin sangat bisa dimengerti, namun perpecahan yang timbul darinya adalah bentuk ketiadaan kesadaran akan satunya misi, yakni persatuan umat. Ragam jalan yang ditempuh menuju suatu tujuan haruslah disadari sebagai keniscayaan. Sebagaimana ikhtilaful a’immah rohmatul ummah (perbedaan pandangan di kalangan para pemimpin adalah rahmat bagi ummat). Sikap para pemimpin atau pemuka agama dalam melihat perbedaan kepentingan, ideologi, dan hukum haruslah berdasarkan kebijaksanaan agar umat mendapatkan ketentraman dan tidak kehilangan arah. Belajar dari rentangan sejarah akan ragam segala bentuk konflik, NU selalu hadir di tengah umat sebagai organisasi masyarakat muslim terbesar di Indonesia memanggul tanggung jawab umat yang kompleks. Konflik dalam internal Islam atau antar umat atau antar suku bangsa atau lainnya bukan hal yang terjadi sekali dua kali di Indonesia. Indonesia dalam sejarahnya menyimpan rentetan panjang dan kelam akan hal tersebut.

Read More

As Syasi Pembuat Kunci Terkecil Yang Dikucilkan

Jakarta – 1miliarsantri.net : Dahulu ada seorang yang sangat ahli membuat kunci, bernama as-Syasi. Dia sangat terkenal di kota Marwa karena mampu membuat kunci yang sangat kecil hanya seberat satu Daniq. Satu daniq sama dengan 800 miligam. Kunci yang sangat kecil. Berkat karya nya ini, seluruh penduduk kota kagum dan memuji kunci itu. Kabar itu kemudian didengar oleh Abu Bakar, seorang lelaki paruh baya berusia 40 tahun. Lalu Abu Bakar membuat kunci yang yang beratnya empat kali lebih kecil dari kunci yang paling terkenal di kota Marwa itu. Dia pamerkan kunci kecil itu, dan orang-orang hanya memnganggap kunci itu bagus, tapi kabarnya tidak seviral kunci milik as-Syasi. Abu Bakar bergumam: Lihatlah segala sesuatu perlu kepada nasib. As-Syasi membuat kunci yang kecil dan kabar kehebatannya tersebar ke seluruh penjuru kota, aku membuat kunci yang empat kali lebih kecil dari kuncinya, tapi tak seorang pun yang menyebutnya. Lalu seorang menyahut, “Sebutan, reputasi dan kedudukan itu, hanya didapatkan dengan ilmu, bukan dengan kunci.” Kata itu menyadarkan Abu Bakar, lalu ia mencari syaikh di kota Marwa dan menyampaikan maksudnya. Lalu Syaikh itu menyampaikan ilmu pertama, kalimat pertama dalam kitab Mukhtasar Muzani, “Hadza kitabun Ikhtashartuhu”. ‘Ini adalah sebuah kitab yang telah aku ringkas… ‘ Sepulang ke rumah, Abu Bakar naik ke atas loteng rumahnya dan mengulang-ngulang, “Hadza kitabun Ikhtasartuhu” hingga malam suntuk menjelang fajar. Lalu ia tertidur. Ketika terbangun, Abu Bakar lupa apa yang ia hafalkan, ia sedih, dan malu jika bertemu dengan Syaikhnya.

Read More

Keindahan Arsitektur Masjid di Cina

Semarang – 1miliarsantri.net : Di negara Cina / Tiongkok, masjid disebut sebagai Qīng Zhēn Sì (清真寺, Temples of the Pure Truth). Sebutan lainnnya ada lagi, antara lain Huí Huí Sì (回回寺 Hui people’s temple), Lǐ Bài Sì (礼拜寺 Temple of worship), Zhēn Jiào Sì (真教寺 Temple of the True Teaching) or Qīng Jìng Sì (清净寺 “Pure and clean temple”). Arsitektur Islam Cina mencerminkan arsitektur lokal dalam gayanya dimana merupakan kombinasi gaya Cina dan Islam. Namun, di Cina barat masjid lebih menyerupai masjid di Iran dan Asia Tengah dengan menara tinggi, ramping, lengkungan lengkung dan atap berbentuk kubah seperti pada gambar diatas. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Masjid Xiaopiyuan di Xi’an, Shaanxi dibangun pada akhir Dinasti Tang (618–907) dan merupakan salah satu dari empat masjid di Xian pada tahun 1107. Masjid Xiaopiyuan adalah salah satu bangunan Islam paling awal di Xian. Masjid Xiaopiyuan memiliki gaya arsitektur istana tradisional Tiongkok dipadukan dengan unsur Islam dengan empat halaman. Tempat sholat untuk wanita ada tempat khusus yang berada di halaman masjid yang pertama. Ini merupakan hidden gem arsitektur dan seni dari Muslim Hui. Secara tradisional, Muslim Hui berbicara bahasa Cina dan menggunakan karakter Cina. Namun, jika menyangkut masjid, kaligrafi Cina biasanya muncul di luar Masjid, sedangkan di dalamnya menggunakan ayat-ayat Alquran dalam bahasa Arab. Masjid Agung Xi’an (Hanzi: 西安大清真寺) adalah salah satu masjid pramodern terbesar di Tiongkok. Meskipun masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 742 M, bentuknya saat ini sebagian besar dibangun pada tahun 1384 M pada masa pemerintahan Kaisar Hongwu dari dinasti Ming. Seperti kebanyakan masjid Cina yang dibangun antara periode Ming dan Qing, Masjid Agung Xi’an memadukan bentuk arsitektur tradisional Cina dengan fungsi Islam. Masjid ini berorientasi ke arah barat ke arah Mekkah. Salah satu fitur penting dari Masjid Agung Xi’an adalah ukiran seluruh Al-Qur’an pada panel kayu. Bagian dalam Masjid didekorasi dengan gaya tradisional Cina. Mi Fu, salah satu ahli kaligrafi paling terkenal dalam sejarah Tiongkok, adalah keturunan Sogdiana. Ada sebuah tablet batu di Masjid Agung Xi’an menunjukkan tulisan tangannya “Hukum Dao membentuk trinitas dengan langit dan bumi.” Muslim Hui lokal menafsirkan “hukum” sebagai ajaran Islam. Saat ini sekitar 30 masjid dan 68.000 Muslim di Xi’an. Masjid Huaisheng 广州怀圣寺 juga dikenal sebagai Masjid Mercusuar, adalah masjid utama di Guangzhou. Dibangun kembali berkali-kali dalam sejarahnya, secara tradisional diperkirakan dibangun lebih dari 1.300 tahun yang lalu pada tahun 627 menjadikannya salah satu masjid tertua di dunia.

Read More

Kedubes AS Jalin Kerjasama Dengan Masjid Istiqlal Jakarta, Ciptakan Voice of Istiqlal

Jakarta – 1miliarsantri.net : Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Sung Y. Kim bersama Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar meresmikan American Space di Masjid Istiqlal, bermitra dengan Voice of Istiqlal (VoIST). Kesepakatan bersama antara Kedubes AS di Jakarta dan Masjid Istiqlal ini bertujuan mempererat hubungan antara masyarakat Amerika Serikat dan Indonesia. Kedubes AS dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkokoh kemitraan ini. American Space terbaru milik Departemen Luar Negeri AS ini adalah yang pertama yang terletak di dalam sebuah masjid. American Space terbaru ini menambah jumlah fasilitas sejenis di seluruh Indonesia yang saat ini berjumlah 12 program. Program-program American Spaces memiliki fokus di lima bidang yaitu pembelajaran dan pelatihan guru Bahasa Inggris; konsultasi pendidikan dan promosi studi di Amerika Serikat; jejaring, proyek dan kegiatan alumni; program kebudayaan dan penjangkauan; dan informasi umum mengenai Amerika Serikat. “Fasilitas American Space di Istiqlal ini terbuka untuk siapa saja dan menjadi sarana bagi warga Muslim maupun non-Muslim di Indonesia yang tertarik untuk berdialog dan bekerja sama. Ini akan menjadi wadah bagi komunitas lokal berdiskusi masalah global dan nilai-nilai yang dianut bersama antara masyarakat Indonesia dan AS,” terang Kim kepada media, Selasa (6/5/2023)

Read More

Jendela Hafshah Binti Umar Yang Selalu Terbuka Selama 1400 Tahun

Madinah – 1miliarsantri.net : Saat anda berada di dalam masjid Nabawi menyampaikan salam langsung kepada Baginda Rasulullah SAW, anda tengah membelakangi sebuah jendela misteri. Jendela itu selalu terbuka dan tak pernah tertutup sejak 1400 tahun yang lalu. Banyak rahasia yang tersimpan di sudut-sudut Masjid Nabawi. Pintu, jendela, tiang, lantai, kubah, ornamen, bahkan warna cat yang dipilih untuk memoles tembok Masjid Nabawi memiliki sejarah dan kisah tersendiri. Setiap detail yang ada di masjid terbesar kedua di dunia ini memiliki cerita yang unik. Sejak masa Nabi SAW, Masjid Nabawi telah melalui serangkaian perluasan dan pembangunan. Seiring dengan bertambahnya para peziarah dari masa ke masa, para penguasa pun selalu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Masjid Nabawi. Para penguasa terus melakukan perluasan dan renovasi agar setiap peziarah dapat terlayani dengan baik saat mengunjungi dan beribadah di masjid ini. Tak seorang pun berani menutup jendela itu. Jendela yang selalu terbuka itu mengabadikan sebuah janji seorang ayah kepada putrinya. Sebagian besar peziarah tak mengetahui mengapa jendela itu selalu terbuka menganga lebar. Jendela ini memiliki beberapa nama. As-Suyuthi menyebutnya ‘Jendela Umar bin al-Khaththab’, sedang Ibnu Katsir menamainya ‘Jendela Keluarga Umar’. Setiap penguasa yang memimpin Masjid Nabawi selalu memperhatikan keberadaan jendela yang terbuka ini. Mereka mempertahankan janji Umar terhadap putrinya Hafshah untuk membiarkan jendela ini selalu terbuka melintasi dari zaman ke zaman. Kisah jendela yang selalu terbuka di belakang Makam Nabi bermula pada saat perluasan Masjid Nabawi yang kedua. Peristiwa itu terjadi pada tahun 17 H. Saat itu jumlah kaum Muslimin meningkat tajam karena meluasnya wilayah kekuasaan Islam atau yang dikenal dengan istilah futuhat. Para peziarah ke Masjid Nabawi melimpah ruah. Masjid Nabawi tak mampu lagi menampung jamaah. Oleh karena itu, Khalifah Umar bin al-Khaththab memprakarsai perluasan masjid.

Read More

Pengorbanan dan Perjuangan Nyai Hj. Madichah di wilayah Banten

Jakarta – 1miliarsantri.net : Sejarah kisah perjuangan bangsa Indonesia yang dipelopori oleh kaum perempuan, ternyata sangat menarik untuk diangkat kisah nya, seperti hal nya kisah dua pendekar perempuan Banten, yakni Nyimas Gamparan dan Nyimas Melati. Keduanya adalah dua tokoh yang sangat terkenal di masa itu. Nyimas Gamparan dikenal dalam perang Cikande yang terjadi sekitar 1892 hingga 1830. Nyimas Gamparan dikenal pejuang yang sangat gigih dalam melawan kolonial Belanda. Sementara Nyimas Melati tak kalah heroiknya dalam melawan Belanda. Ia tercatat dalam sejarah perjuangan sebagai pahlawan perempuan dalam merebut kemerdekaan di wilayah Tangerang. Di luar dua tokoh pejuang tersebut, ada satu tokoh lainnya dari Cilegon Banten yang patut dijadikan panutan bagi perempuan-perempuan sekarang ini. Ia adalah Nyi Hj. Madichah, seorang ulama yang memiliki ilmu agama yang mumpuni. Nyi Madichah memiliki nama panjang Nyi Hj. Madichah binti KH. Abdul Latief. Ia adalah salah satu putri KH Abdul Latief dari penikahan istri kedua yakni Nyi Hj. Rahmah binti KH. Anhar. KH. Abdul Latief mendapatkan sokongan moral dan materil dari mertuanya dalam membangun pesantren, tarbiyatul athfal dan majelis taklim. Sosok Nyi Madichah sangat dikenal di Cilegon karena aktivitasnya memberikan bimbingan melalui majelis taklim ibu-ibu dan pengajaran di madrasah serta pesantren. Kiprah Nyi Madichah dapat dibagi kedalam dua bagian yaitu kiprah ke dalam dan ke luar. Kiprah ke dalam adalah aktivitasnya mengasuh 300 santriwati dari pagi hingga malam. Sedangkan kiprah ke luar yaitu kegiatannya dalam mengisi pengajian di berbagai majelis taklim. Nyi Madichah juga mempunyai pemikiran nasionalisme yang kuat. Pemikirannya tersebut tampak dalam aktivitasnya di Muslimat NU. Namun sulit menemukan jejak pemikiran nasionalisme karena sumber yang terbatas. Sedangkan jejak pemikirannya tentang Islam Nusantara dapat ditelusuri dalam karya-karyanya yang bertulisan Arab dengan bahasa Nusantara. Dosen tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten, Nihayatul Maskuroh dalam artikelnya berjudul “Nyi Hj. Madichah: Ulama Perempuan Cilegon dan Tradisi Maulid Fatimah menyebut Nyi Madichah merupakan ulama perempuan berpengaruh di Banten. Menurut Maskuroh tak ada catatan secara khusus yang menjelaskan kapan dan di mana Nyi Madichah dilahirkan. Hanya saja terdapat disebutkan bahwa KH Badul Latief menikah dengan Nyi Rahmah sepulang dari perjalanan ibadah haji di Makkah.

Read More

Mbah Dahlan dan Mbah Hasyim Sama-sama Keturunan Walisongo

Jakarta – 1miliarsantri.net : Hampir seluruh masyarakat sudah mengenal tentang Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dalam sejarah perjalanan organisasi tersebut berdiri telah banyak sumbangsih yang mereka berikan untuk agama, bangsa dan negara. Namun fakta di lapangan masih ada pihak-pihak yang berusaha membenturkan dua organisasi ini karena adanya beberapa perbedaan pendapat. Sejatinya tak perlu ada pihak-pihak yang berusaha memperkeruh keadaan dengan membenturkan antara Muhammadiyah dan NU. Sebab kedua pendiri organisasi tersebut yakni KH Ahmad Dahlan (Mbah Dahlan) dan KH Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) juga sama-sama keturunan Walisongo. Mereka juga belajar kepada guru yang sama di antaranya kepada Kiai Soleh Darat, Mbah Kholil Bangkalan Madura. Ketika berada di Makkah, Mbah Dahlan dan Mbah Hasyim juga berguru kepada guru yang sama yakni Syeikh Ahmad Khatib. Walisongo adalah Sembilan ulama yang berjasa besar dalam penyebaran Islam di Jawa. Di antara Sembilan wali tersebut, dua di antaranya yakni Sunan Gresik (Syekh Maulana Malik Ibrahim) dan Sunan Giri ( Raden Paku) keturunannya kelak menjadi berkah bagi Indonesia yakni Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari. Berikut silsilah Mbah Dahlan dan Mbah Hasyim Mbah Dahlan Keturunan Sunan Gresik dengan urutan silsilah sebagai berikut: KH. Ahmad Dahlan ibn KH. Abu Bakar ibn KH. Muh. Sulaiman ibn Kiai Murtadhlo ibn Kiai Ilyas ibn Demang Juru Kapindo ibn Demang Juru Sepisan ibn Maulana Sulaiman ibn Maulana Fadhilah ibn Maulana Ainul Yakin ibn Maulana Ishak ibn Maulana Malik Ibrahim. Sunan Gresik adalah Walisongo paling senior dan paling awal berdakwah di Jawa. Dari catatan As-Sayyid Bahruddin Ba’lawi dalam Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait , Maulana Malik Ibrahim adalah seorangh sayyid atau keturunan Nabi Muhammad.

Read More

Mengetahui Lebih Dalam Mengenai Hisab dan Rukyat

Jakarta – 1miliarsantri.net : Hisab (hitungan) adalah metode yang terbentuk dari Rukyat (observasi). Hisab telah digunakan sebagai cara penentuan jadwal shalat, arah kiblat, waktu gerhana matahari dan bulan, serta Kalender Hijriah. Namun, dalam penentuan Kalender Hijriah, Hisab masih ditentang saat menentukan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Hari pertama (awal bulan) dalam Kalender Bulan ditandai dengan posisi ijtimak (konjungsi) bulan, yaitu ketika bulan berada di antara matahari dan bumi. Lawan dari konjungsi adalah oposisi bulan, yaitu di tengah bulan (saat bulan purnama) ketika bumi berada di antara matahari dan bulan. Bulan mengelilingi bumi dengan orbit yang sedikit miring, sehingga konjungsi dan oposisi bulan sering terjadi dalam posisi matahari, bulan, dan bumi tidak sejajar sempurna. Jika konjungsi terjadi dalam posisi matahari, bulan, dan bumi sejajar sempurna, maka dapat memunculkan gerhana matahari. Begitu pula halnya dengan oposisi bulan. Jika oposisi terjadi dalam posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar sempurna, maka dapat memunculkan gerhana bulan. Konjungsi bulan terjadi di siang hari dan tidak terlihat dengan mata telanjang, kecuali saat siluetnya menghadap matahari ketika terjadi gerhana matahari. Setelah di siang hari itu terjadi konjungsi, akan muncul garis sabit (hilal) tipis samar dan sebentar sebelum matahari terbenam (maghrib), sehingga malam itu menjadi awal (hari pertama) bulan baru. Berdasarkan Hisab, konjungsi awal Syawal 1444 H lalu misalnya, terjadi pada 20 April 2023 (29 Ramadan 1444 H). Konjungsi ini bersamaan dengan gerhana matahari yang dapat dilihat di sebagian wilayah Indonesia. Hisab Urfi adalah metode perhitungan numerik yang menggunakan rata-rata perhitungan terhadap jumlah hari dalam 1 bulan (29 atau 30 hari). Sistem penanggalan Hisab Urfi dikategorikan sebagai aritmathical calendar karena memakai aritmatika dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) terhadap fenomena astronomi. Sistem aritmathical calendar ini pula yang digunakan oleh Kalendar Matahari (seperti Kalender Masehi) yang menggunakan aritmatika dasar terhadap perhitungan gerak semu matahari. Hisab Urfi antara lain digunakan oleh Tarekat Naqsabandiyah dengan metode yang dinamakan Almanak Hisab Munjid. Karena hanya memakai perhitungan aritmatika dasar, Hisab Urfi dapat berbeda 2 hari dari konjungsi bulan. Seperti misalnya Tarekat Naqsabandiyah di Deli Serdang yang memulai puasa Ramadan pada 21 Maret 2023, sementara umat Islam mainstream memulai puasa Ramadan pada 23 Maret 2023. Hisab Urfi inilah yang sebagian ulama di masa lalu menyebut penggunanya sebagai orang yang rusak akal dan agamanya. Sedangkan Hisab Hakiki adalah metode perhitungan astronomis yang menggunakan ilmu ukur segitiga bola (spherical trigonometry) terhadap pergerakan real bulan. Sistem penanggalan yang dihasilkan Hisab Hakiki dikategorikan sebagai astronomical calendar karena mengacu pada realitas fenomena astronomi yang terjadi. Metode Hisab Hakiki antara lain digunakan oleh ormas Muhammadiyah dengan kriteria yang dinamakan Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Rukyat Ikhtilaful Mathali’ dan Wihdatul Mathali’ Ikhtilaful Mathali’ adalah perbedaan tempat terbit hilal. Jika satu tempat belum melihat hilal, padahal tempat lain sudah, maka tempat yang belum melihat hilal tidak boleh memulai puasa keesokan harinya. Umumnya kalangan Islam tradisionalis menganut Ikhtilaful Mathali’. Jika di Indonesia belum melihat hilal (walaupun di negara lain sudah) maka menurut mereka, Indonesia tidak bisa memulai puasa. Sedangkan Wihdatul Mathali’ adalah kesatuan tempat terbit hilal, yaitu umat Islam (di seluruh dunia) dapat mulai berpuasa jika hilal terlihat di satu tempat walaupun ada tempat lain yang belum melihatnya. Rukyat Wihdatul Mathali’ antara lain ditetapkan dalam Mu’tamar Tauhid at-Taqwim al-Hijry ad-Dauly di Turki pada 2016. Jika Rukyat dilakukan berdasarkan Wihdatul Mathali’ maka akan sesuai dengan Hisab Hakiki. Karena konjungsi bulan terjadi hanya 1 hari dalam setiap bulan, bukan 2 hari. Saat konjungsi bulan, posisi kesejajaran bulan dengan negara di permukaan bumi akan berbeda setiap bulannya. Sehingga ada negara yang bisa melihat hilal, dan ada yang tidak. Karena melihat hilal adalah sarana, sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui terjadinya ijtimak, maka saat hilal terlihat di suatu tempat, berarti konjungsi sudah terjadi dan awal bulan dapat dimulai. Contohnya awal Ramadan 1444 H, ijtimak terjadi pada 22 Maret 2023. Saat itu, hilal bisa terlihat jelas di benua Amerika serta sebagian Eropa dan Afrika. Namun, di wilayah Pasifik dan sebagian Australia, hilal hanya bisa dilihat dengan alat bantu. Ketika hilal tidak terlihat di sebagian Australia, sejatinya ijtimak sudah terjadi. Sehingga, umat Islam di sebagian wilayah Australia yang tidak melihat hilal tetap dapat mulai berpuasa keesokan harinya.

Read More

Keunikan Sang Qadhi Iyadh: Adab Ulama terhadap Istrinya

Jakarta – 1miliarsantri.net : Syaikh Muhammad Hammad Al-Shiqili Rahimahullah, ulama Fes, Maroko, suatu hari menceritakan kisah unik namun penuh hikmah tentang Qadhi Iyadh Rahimahullah – Imam ahli hadith yang juga menguasai banyak ilmu lainnya seperti sejarah, fiqh, nahwu, bahasa, dan ilmu nasab — kepada Yusuf Abjik Assusi yang ia ceritakan dalam kitabnya. Suatu hari Qadhi Iyadh sedang mengunjungi beberapa temannya yang merupakan ulama ahli fiqh (fuqaha). Kemudian ia bertemu salah seorang dari mereka yang telah menyelesaikan kitabnya. Lalu Qadhi Iyadh kagum saat sekilas melihat karya temannya tersebut, sehingga ia memohon untuk meminjamkan padanya sebentar agar dapat membacanya dengan sempurna. Temannya, sang ahli fiqh, merespon dengan menegaskan bahwa kitab tersebut adalah satu-satunya naskah yang ia punya, jika kitab tersebut hilang maka ia tidak memiliki penggantinya. Mendengar hal itu, Qadhi Iyad menenangkan temannya tersebut dengan berjanji bahwa ia akan menjaga kitab tersebut dengan baik serta mengembalikannya langsung pada keesokan harinya. Qadhi Iyad dengan girang membawa kitab tersebut pulang ke rumah. Pada hari itu, ia memilih untuk tidak tidur semalaman demi membaca dan memperdalam karya temannya tersebut. Sedangkan ia memiliki istri yang mengajaknya berbincang namun sama sekali ia tak menghiraukannya saking asyiknya membaca. Pagi harinya, saat adzan Subuh, Qadhi Iyadh pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah serta mengajarkan ilmu hingga siang hari. Selepasnya mengajar, ia bergegas pulang ke rumah dan setibanya disana, ia mencium aroma yang sangat asing lantaran belum pernah mencium aroma demikian sebelumnya. Sang Qadhi bertanya pada istrinya: “Wahai istriku, menu makan siang apakah yang telah kau siapkan untukku?” Sang istri menjawab: “nanti kau akan mengetahuinya sendiri.”

Read More

Guru Besar Wanita Pertama Indonesia

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Berbicara tentang kiprah perempuan dalam sejarah perjalanan Indonesia tak dapat dipisahkan dengan kantong-kantong organisasi perempuan. Sebab dari situ lahir kartini-kartini penting yang berpengaruh besar terhadap kehidupan organisasi, secara khusus ataupun secara luas kepada masyarakat umum. Prof Siti Baroroh Baried, perempuan kelahiran Yogyakarta pada 23 Mei 1923 adalah sosok penting yang tercatat dalam sejarah perjalanan organisasi Aisyiyah maupun prestasinya di bidang akademik. Siti Baroroh sangat menonjol di bidang akademik. Semangatnya untuk belajar sangat tinggi waktu itu. Ia bahkan mempunyai semboyan tentang semangat mencari ilmu yaitu “Hidup saya harus menuntut ilmu”. Semboyan tersebut ia ucapkan di hadapan kedua orang tuanya. Ayah dia adalah Tamimi bin Dja’far yang merupakan kemenakan Siti Walidah, istri KH Ahmad Dahlan. Sehingga tak heran apabila ia mencapai prestasi akademiknya hingga puncak yaitu perempuan pertama di Indonesia yang menjadi guru besar. Bahkan pencapaian tersebut ia dapatkan ketika baru berusia 39 tahun. Riwayat pendidikannya ia mulai di SD Muhammadiyah. Lalu ia melanjutkan berturut-turut di MULO HIK Muhammadiyah dan Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Keduanya merupakan tingkat sarjana. Pada tahun 1953 sampai 1955, ia pergi ke Kairo, Mesir untuk belajar bahasa Arab. Pada masa itu, pergi ke luar negeri untuk menempuh pendidikan merupakan sesuatu yang langka. Baru pada 1964 ia diangkat sebagai guru besar ilmu Bahasa Indonesia UGM. Karena saat pengangkatan guru besarnya masih usia muda, maka ia pun mendapatkan sorotan banyak pihak waktu itu. Ia mengajar di fakultas sastra sejak 1949 dan pernah menjadi dekan fakultas sastra UGM selama dua periode yaitu tahun 1965-1968 dan 1968-1971. Ia bahkan menjabat sebagai Ketua Jurusan Asia Barat Fakultas Sastra UGM tahun 1963-1975. Ia mempunyai banyak karya yang dapat dinikmati baik dibidang filologi, kebudayaan, pranata, sejarah dan bahasa. Diantara karyanya adalah Bahasa Arab dan Perkembangan Bahasa Indonesia (1970), Pengantar Teori Filologi (1985), dan Memahami Hikayat dalam Sastra Indonesia (1985).

Read More