INFO LOKER DKI Jakarta 2026: Program Padat Karya dengan Gaji Setara UMP Rp5,7 Juta per Bulan

Info Loker DKI Jakarta 2026 melalui Program Padat Karya resmi dibuka bagi warga ber-KTP DKI Jakarta. Peserta berkesempatan memperoleh upah setara UMP sekitar Rp5,7 juta per bulan selama masa kerja. Jakarta — 1miliarsantri.net | Kabar baik bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Info Loker terbaru dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menghadirkan Program Kerja Padat Karya yang ditujukan untuk membantu warga memperoleh kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran dan memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat yang memenuhi syarat. Melalui Info Loker Program Padat Karya ini, peserta yang lolos seleksi akan menerima upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, yakni sekitar Rp5,7 juta per bulan selama periode kerja yang telah ditentukan. Program ini diperuntukkan bagi warga ber-KTP DKI Jakarta yang belum memiliki pekerjaan dan masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga 5. Berdasarkan informasi resmi, Info Loker Program Padat Karya mensyaratkan pelamar berusia produktif antara 18 hingga 59 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta belum bekerja saat melakukan pendaftaran. Pemerintah juga mengimbau calon peserta untuk menyesuaikan pilihan pekerjaan dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki agar peluang diterima semakin besar. Syarat Pendaftaran Program Padat Karya Cara Pendaftaran Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui situs resmi: https://www.jakarta.go.id/padat-karya Langkah-langkah pendaftaran:

Read More

Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 dan Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Kuningan

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 di Kabupaten Kuningan diisi dengan kegiatan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan fisioterapi, serta penandatanganan kerja sama antara Dinas Sosial Kabupaten Kuningan dan Universitas Muhammadiyah Kuningan. Kuningan — 1miliarsantri.net | Tanggal 29 Mei ditetapkan sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Indonesia. Penetapan tanggal tersebut memiliki nilai historis dan strategis karena pada 29 Mei 1945 dilaksanakan Sidang I BPUPKI yang dipimpin oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai anggota tertua. Dengan kearifannya, beliau mencetuskan gagasan mengenai pentingnya dasar filosofis bagi Negara Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia mengamanatkan bahwa program dan kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan lanjut usia. Hal ini karena lanjut usia memiliki pengalaman, keahlian, dan kearifan yang apabila diberikan kesempatan, dapat terus berperan dalam pembangunan bangsa dan masyarakat. Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kuningan yang dirangkaikan dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Kuningan dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, bertempat di Sekretariat LKSLU Mursyidul Falaah. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Universitas Muhammadiyah Kuningan, LKKS Kabupaten Kuningan, LLI Kabupaten Kuningan, UPTD Puskesmas Kuningan, LKSLU Mursyidul Falaah, Lurah Cijoho, serta unsur dan instansi terkait lainnya. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Dalam laporannya, Ketua Panitia Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kuningan, Rini Megawati, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan perhatian yang lebih besar kepada masyarakat lanjut usia di Kabupaten Kuningan, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap para lansia, serta memberikan perlindungan dan pelayanan, khususnya bagi lanjut usia mandiri maupun lanjut usia tidak potensial. Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Bunda Hj. Ela Helayati, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan, “Kita lahir karena orang tua kita, maka kita berkewajiban berbakti kepada mereka. Generasi saat ini harus memberikan contoh yang baik bagi generasi berikutnya. Lansia tidak hanya perlu diperhatikan, tetapi juga perlu diakui keberadaannya. Para lansia merupakan sumber inspirasi dan teladan bagi generasi penerus, serta menjadi akar peradaban yang harus dihormati dan dimuliakan.” Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan lanjut usia.

Read More

Masjid Out Of The Box: Dari Gagasan Menuju Pusat Peradaban dan Pemberdayaan Umat

Masjid Out of The Box menghadirkan paradigma baru masjid sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat. Melalui konsep Smart Masjid 5E, Masjid Pantai Bali menjadi destinasi wisata religi, edukasi, ekonomi, dan pelestarian lingkungan di Bali.  Jakarta — 1miliarsantri.net | Dalam dialog interaktif di Radio dan TV Silaturahim, Firmansyah Dimmy menyampaikan pentingnya menghadirkan paradigma baru tentang Masjid Out of The Box di era modern. Menurutnya, masjid tidak cukup hanya dipahami sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi harus berkembang menjadi pusat peradaban yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat lintas agama. Konsep Masjid Out of The Box yang diwujudkan melalui pengembangan Masjid Pantai Bali berangkat dari semangat para Alumni ITB, UI, UGM, IPB, dan berbagai perguruan tinggi untuk mengembalikan fungsi strategis masjid sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, yang tidak hanya menjadikan masjid sebagai pusat peribadatan, tetapi juga sebagai pusat peradaban umat. Begitu pula dengan Walisongo yang membangun peradaban Rahmatan lil ‘alamin di kawasan pesisir Pulau Jawa. Dalam dialog yang dipandu oleh Presenter Muhammad Krisna, Deddy Rahman selaku Ketua Departemen Media, Komunikasi, dan Informasi YMPN menambahkan bahwa konsep Masjid Out of The Box menjadi jawaban atas tantangan zaman yang menuntut pengelolaan masjid lebih kreatif, inovatif, dan kolaboratif. Melalui pendekatan tersebut, masjid diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang berdampak luas, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu implementasi nyata konsep tersebut adalah pengembangan Masjid Pantai Bali yang digagas oleh Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) dan DKM Masjid Pantai Bali (Raudlatul Jannah), yang kini berkembang menjadi destinasi wisata religi di Pulau Bali. Masjid Pantai Bali yang berlokasi di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, dikembangkan sebagai Smart Masjid dengan konsep 5E, yaitu Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain. Konsep Edukasi diwujudkan melalui berbagai program pembelajaran, pelatihan, literasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Aspek Ekonomi dikembangkan melalui pemberdayaan UMKM, ekonomi umat, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Pada aspek Ekologi, masjid menjadi pusat edukasi dan aksi pelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan laut, termasuk upaya penanggulangan abrasi melalui kerja sama dengan Balai Pantai PUPR Provinsi Bali, DPMK-ITB (Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Kepakaran Institut Teknologi Bandung), serta ITERA (Institut Teknologi Sumatera). Sementara itu, aspek Empati diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pelayanan kesehatan, dan penguatan solidaritas masyarakat. Sedangkan aspek Entertain dikembangkan melalui kegiatan budaya, festival, moviepreneur, olahraga tradisional, dan berbagai aktivitas kreatif yang memberikan pengalaman edukatif sekaligus menyenangkan bagi masyarakat. Yang menarik dan unik, konsep Masjid Out of The Box ini mengoptimalkan potensi ruang daratan, lautan, dan udara secara terpadu melalui penyelenggaraan Festival Budaya Masjid Pantai Bali yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir dan masuk dalam agenda Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali.

Read More

Piala Dunia FIFA 2026: 17 Jam Lagi Mexico Jadi Pusat Perhatian Dunia

Mexico — 1miliarsantri.net | Hampir delapan tahun setelah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (USA) dipercaya menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026, panggung sepak bola terbesar di dunia akan memulai perhelatannya pada 11 Juni. Sebuah momen bersejarah yang memecahkan berbagai rekor kini siap menyatukan miliaran pasang mata dari seluruh penjuru dunia. Di tengah gelombang antusiasme yang melanda planet ini, Meksiko berdiri tepat di pusat perhatian. Di hadapan publiknya sendiri, El Tri akan memikul harapan dan kebanggaan sebuah bangsa saat menghadapi Afrika Selatan dalam laga pembuka yang sarat tekanan dan gengsi. Sebuah pertemuan yang menghadirkan nuansa deja vu, mengingat kedua tim juga saling berhadapan pada tahap yang sama di edisi 2010.

Read More

Gempa Filipina Belum Usai: Ribuan Gempa Susulan Hambat Pemulihan, 45 Tewas dan Puluhan Ribu Mengungsi

Lebih dari 2.100 gempa susulan mengguncang Filipina setelah gempa magnitudo 7,8 yang menewaskan 45 orang. Upaya evakuasi dan pemulihan terhambat, sementara puluhan ribu warga masih mengungsi Filipina — 1miliarsantri.net | Upaya pemulihan pasca gempa besar yang mengguncang wilayah selatan Filipina masih menghadapi tantangan berat. Ribuan gempa susulan yang terus terjadi membuat proses pencarian korban, evakuasi, dan perbaikan infrastruktur berlangsung lebih lambat serta berisiko tinggi bagi tim penyelamat. Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang melanda wilayah Mindanao pada awal pekan ini meninggalkan kerusakan luas. Bencana tersebut telah menyebabkan sedikitnya 45 orang meninggal dunia, 17 orang masih dinyatakan hilang, dan lebih dari 25.000 warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat penampungan darurat. Gempa Susulan Picu Ancaman Baru Di Kota General Santos, salah satu wilayah yang terdampak paling parah, tim penyelamat sempat menghentikan operasi pencarian setelah gempa susulan mengguncang bangunan yang sudah mengalami kerusakan berat. Para petugas harus segera mengevakuasi diri ketika puing-puing beton kembali berjatuhan dari sebuah bangunan yang hampir roboh. Menurut otoritas vulkanologi dan seismologi Filipina, sejak gempa utama terjadi telah tercatat lebih dari 2.100 gempa susulan. Beberapa di antaranya memiliki kekuatan hingga magnitudo 6,4, cukup besar untuk memicu kerusakan tambahan dan mengancam keselamatan warga maupun petugas penyelamat. Puluhan Ribu Warga Masih Mengungsi Ketakutan terhadap gempa susulan membuat banyak warga belum berani kembali ke rumah mereka. Saat ini, lebih dari 25.000 orang masih bertahan di puluhan pusat evakuasi yang disediakan pemerintah. Selain kehilangan tempat tinggal, banyak keluarga juga menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar dan layanan publik. Kerusakan yang ditimbulkan gempa juga sangat besar. Ribuan rumah mengalami kerusakan, sementara jalan raya, jembatan, gedung pemerintahan, serta berbagai fasilitas umum lainnya memerlukan pemeriksaan dan perbaikan sebelum dapat digunakan kembali.

Read More

Bank Indonesia Dukung Ketahanan Pangan Indonesia Jadi Fondasi Stabilitas Ekonomi Nasional

Ketahanan Pangan Indonesia menjadi fokus utama Bank Indonesia melalui optimalisasi kredit pertanian, hilirisasi pangan, dan pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas ekonomi menuju Indonesia Emas 2045  Jakarta — 1miliarsantri.net | Ketahanan Pangan Indonesia semakin menjadi perhatian di tengah meningkatnya risiko global dan tantangan perubahan iklim yang berpotensi mengganggu pasokan pangan nasional. Bank Indonesia (BI) menilai sektor pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan ekonomi yang stabil, maju, dan berdaya saing. Dalam seminar bertajuk “Ketahanan Pangan untuk Indonesia Emas” di Jakarta pada 10 Juni 2026, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa penguatan Ketahanan Pangan Indonesia perlu didukung oleh peningkatan pembiayaan di sektor strategis. Karena itu, BI mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan pada sektor pertanian, industri pengolahan, serta hilirisasi pangan melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Selain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat Ketahanan Pangan Indonesia melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperlancar distribusi pangan, serta menjaga stabilitas harga di berbagai daerah. Risiko Global Ancam Pasokan Pangan Nasional Ricky menjelaskan bahwa ketidakpastian global menghadirkan tantangan nyata terhadap pasokan pangan nasional. Sejumlah faktor seperti volatilitas harga komoditas, pembatasan ekspor, hingga meningkatnya biaya logistik dan impor menjadi risiko yang harus diantisipasi. Selain itu, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah turut berdampak pada kenaikan harga pangan impor dan berbagai sarana produksi pertanian. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam upaya pengendalian inflasi nasional. “Dengan tekanan harga yang tetap terkendali, daya beli masyarakat dapat terlindungi dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” ujar Ricky. Inovasi Varietas Unggul untuk Menjaga Stabilitas Pasokan Dari sisi riset dan inovasi, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menekankan bahwa inovasi dari sektor hulu merupakan kunci untuk meredam lonjakan harga pangan. Menurut Arif, komoditas volatile food sangat rentan terhadap perubahan musim dan cuaca. Oleh karena itu, BRIN telah mengembangkan sejumlah varietas padi unggulan dengan produktivitas lebih dari 10 ton per hektare. Varietas tersebut dirancang tahan terhadap banjir, kekeringan, serta lahan berkadar garam tinggi. “Ketersediaan varietas unggul yang tahan cuaca ekstrem diharapkan dapat menstabilkan pasokan komoditas pokok dan mencegah lonjakan harga,” ujar Arif. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda riset nasional dalam mendukung kedaulatan pangan dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Gerakan Pangan Murah dan Kios Pangan Terus Diperluas

Read More

125 Tahun Bung Karno: Putra Sang Fajar yang Menggali Pancasila dan Menyalakan Api Nasionalisme Indonesia

Memperingati 125 tahun kelahiran Bung Karno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Kisah historis tentang perjalanan Soekarno, penggalian Pancasila di Ende, kedekatannya dengan tokoh Islam, serta warisan nasionalisme yang terus menginspirasi bangsa. Jakarta — 1miliarsantri.net | BUNG KARNO lahir 125 tahun yang lalu, tepat pada 6 Juni 1901, hanya 17 hari setelah letusan Gunung Kelud mengguncang Pulau Jawa. Di saat fajar mulai menyingsing dan dunia memasuki abad ke-20, lahirlah seorang anak laki-laki yang kelak mengubah arah sejarah bangsa Indonesia. Anak itu adalah Kusno Sosrodiharjo, yang kemudian dikenal dunia sebagai Ir. Soekarno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa dan Bali, letusan gunung bukan semata-mata bencana, melainkan bagian dari keseimbangan kosmis alam semesta. Kelahiran seorang anak pada masa-masa seperti itu diyakini membawa harapan dan keberkahan bagi banyak orang. Sejarah kemudian membuktikan bahwa Bung Karno bukan hanya menjadi kebanggaan keluarganya, tetapi juga menjadi tokoh yang mengantarkan Indonesia menuju gerbang kemerdekaan dan martabat bangsa yang merdeka. Perjalanan hidup Bung Karno adalah kisah panjang tentang perjuangan, pengorbanan, pemikiran, dan cinta yang mendalam kepada tanah air. Dari seorang anak yang sering sakit-sakitan hingga namanya diubah menjadi Soekarno, ia tumbuh menjadi pemimpin pergerakan yang berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. Dari setiap perjumpaan dan pengalaman hidupnya, lahir gagasan-gagasan besar yang membentuk arah perjuangan bangsa Indonesia. Marhaenisme dan Keberpihakan kepada Rakyat Kecil Ketika berada di Bandung, Soekarno bertemu dengan seorang petani sederhana bernama Marhaen. Pertemuan tersebut melahirkan konsep Marhaenisme, sebuah gagasan perjuangan yang berpihak kepada rakyat kecil dan tertindas. Bagi Soekarno, kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Karena itulah ia dikenal sebagai “Penyambung Lidah Rakyat“. Melalui pidato-pidatonya yang membakar semangat, Soekarno mampu menerjemahkan penderitaan dan harapan rakyat Indonesia menjadi kekuatan perjuangan yang menggugah kesadaran nasional. Ende: Tempat Bung Karno Menggali Pancasila Salah satu fase terpenting dalam kehidupan Soekarno terjadi saat ia diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Ende, Flores, pada tahun 1934 hingga 1938.Bagi sebagian orang, pengasingan adalah hukuman. Namun bagi Soekarno, Ende menjadi ruang perenungan yang melahirkan gagasan besar tentang dasar negara Indonesia. Di bawah sebuah pohon sukun yang kini dikenal sebagai Pohon Pancasila, Soekarno merenungkan masa depan bangsa yang majemuk. Dari perenungan itulah lahir nilai-nilai yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila, dasar negara Republik Indonesia. Menariknya, selama berada di Ende, Soekarno menjalin hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat Muslim setempat dan para tokoh agama Islam. Ia aktif berdiskusi tentang keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, serta masa depan Indonesia bersama para ulama dan pemimpin komunitas Islam Ende. Soekarno juga banyak berinteraksi dengan para tokoh Muhammadiyah dan pemuka agama yang menjadi sahabat diskusinya. Dialog-dialog tersebut memperkaya pemikirannya tentang pentingnya persatuan antara nilai-nilai agama dan kebangsaan.

Read More