Update Gempa Flores-NTT M7,7: Korban Tembus 51 Jiwa, Ribuan Warga Masih Mengungsi
Situasi pascagempa juga masih perlu diwaspadai. BNPB mencatat 341 aktivitas gempa susulan setelah gempa utama.
Catatan ini membuat masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap berhati-hati dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta lembaga kebencanaan. Warga juga perlu menghindari bangunan yang mengalami kerusakan karena dapat membahayakan keselamatan apabila terjadi guncangan berikutnya.
Sebelumnya, gempa utama yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) sempat memicu peringatan dini tsunami. Laporan internasional menyebut adanya gelombang tsunami berukuran kecil sebelum peringatan tersebut kemudian dicabut.
Enam Kabupaten Menjadi Prioritas Penanganan
BNPB menyebut enam kabupaten terdampak parah menjadi perhatian utama dalam penanganan darurat, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo dan Sikka.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8), menginstruksikan delapan langkah strategis, termasuk percepatan penetapan status darurat, pembentukan posko terpadu serta penguatan distribusi logistik dan evakuasi.
BNPB juga membentuk Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere untuk mempercepat penanganan wilayah Flores bagian barat dan timur. Selain itu, Posko Logistik Nasional disiapkan di Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk mendukung pengiriman bantuan menuju wilayah terdampak.
Pemprov NTT Siapkan Penanganan Darurat
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur juga bergerak memperkuat penanganan bencana. BNPB menyebut Pemprov NTT tengah memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari, sementara sejumlah kabupaten terdampak telah mengambil langkah kedaruratan masing-masing.
Kabupaten Manggarai telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari, sedangkan Kabupaten Ngada menetapkan masa tanggap darurat selama 30 hari. Kabupaten Manggarai Timur juga menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga 4 September 2026.
Untuk mendukung pelayanan kesehatan, rumah sakit lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Sementara itu, jalur Larantuka–Maumere dilaporkan sudah dapat dilalui, sedangkan akses jalan Ende–Nagekeo masih terputus akibat dampak gempa.
Data Korban Masih Bisa Berubah
Perbedaan angka dalam sejumlah laporan merupakan hal yang mungkin terjadi dalam fase awal penanganan bencana. BNPB pada pemutakhiran pukul 00.00 WIB masih mencatat 47 korban meninggal dunia, sedangkan informasi Basarnas pada pukul 09.00 WIB menyebut jumlah korban telah meningkat menjadi 51 orang.
Hal tersebut menunjukkan proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung. Data korban, kerusakan dan jumlah pengungsi dapat berubah seiring petugas menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit diakses.
Karena itu, masyarakat di NTT dan keluarga korban diimbau mengutamakan informasi resmi dari Basarnas, BNPB, BMKG, BPBD dan pemerintah daerah, serta tidak menyebarkan informasi korban yang belum terverifikasi.
Update gempa Flores-NTT M7,7 hingga Minggu pagi memperlihatkan bahwa fase darurat belum berakhir. Dengan korban meninggal mencapai 51 jiwa, 64 warga mengalami luka berat, lebih dari 5.000 orang mengungsi dan ratusan bangunan rusak, pencarian korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar serta pemulihan akses menjadi pekerjaan kemanusiaan yang mendesak. Operasi SAR dan penanganan pemerintah masih terus berjalan untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan para penyintas mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.***
Penulis dan Editor: Thamrin Humris


