Dari Jembrana ke Jakarta, KH Fathurrahim Bawa Pesan Harmoni Bali ke Forum Imam Dunia ‘IGIC 2006’
KH Fathurrahim membawa pengalaman harmonisasi Jembrana dan Bali ke IGIC 2026 yang selaras dengan Jakarta Understanding tentang peran imam dan masjid bagi perdamaian dunia.
JAKARTA — 1miliarsantri.net | Pengalaman merawat kerukunan di Bali mendapat ruang dalam perbincangan global melalui kehadiran Imam Besar Masjid Agung Jembrana, KH Fathurrahim, pada International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta.
Forum yang berlangsung pada 25–27 September 2026 itu mengangkat tema Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada 28 September dengan agenda kunjungan delegasi. Dalam forum tersebut, para imam besar dan tokoh agama membahas posisi masjid sebagai ruang ibadah sekaligus pusat pendidikan, pelayanan sosial, dialog, dan perdamaian.
Keikutsertaan KH Fathurrahim menjadi catatan penting bagi Jembrana dan Bali. Masjid Agung Jembrana sendiri masih berada dalam tahap pembangunan setelah diluncurkan sekitar dua bulan sebelum konferensi. Namun, dari masjid yang sedang bertumbuh itu, hadir perspektif tentang bagaimana kehidupan keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan keragaman budaya dan keyakinan.
Baca juga: Imam Besar Masjid Agung Jembrana KH Fathurrahim Sharing Tentang Harmonisasi di Bali: Dari Jembrana ke Jakarta, KH Fathurrahim Bawa Pesan Harmoni Bali ke Forum Imam Dunia ‘IGIC 2006’Harmoni Bali sebagai pengalaman sehari-hari

Dalam artikel sebelumnya di 1miliarsantri.net, KH Fathurrahim menyampaikan bahwa harmonisasi di Bali bukan sekadar tema diskusi. Harmoni, menurut dia, dibangun melalui perjumpaan sehari-hari, penghormatan terhadap tradisi, komunikasi antarkelompok, dan kesediaan menjaga ruang hidup bersama.
“Harmoni di Bali bukan sekadar tema diskusi. Ia merupakan pengalaman sosial yang dibangun melalui perjumpaan sehari-hari, penghormatan terhadap tradisi, komunikasi antarkelompok, dan kesediaan menjaga ruang hidup bersama.”
Pandangan itu relevan dengan semangat IGIC 2026. Kementerian Agama menjelaskan bahwa konferensi tersebut dirancang untuk membicarakan cara menggunakan bahasa agama sebagai kekuatan yang merajut perbedaan dan meredam konflik. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban dan penguatan umat.
Bagi Jembrana, kerukunan bukan gagasan yang berdiri di luar kehidupan masyarakat. Ia tumbuh dalam hubungan bertetangga, kerja sosial, pendidikan, dan penghormatan terhadap umat beragama lain. Karena itu, pengalaman di Bali dapat dibaca sebagai contoh bahwa masjid memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menghadirkan keteduhan di tengah masyarakat.
Baca juga: Doa Agar Anak Cerdas: Ikhtiar Mendidik Anak dengan Ilmu, Akhlak dan Iman: Dari Jembrana ke Jakarta, KH Fathurrahim Bawa Pesan Harmoni Bali ke Forum Imam Dunia ‘IGIC 2006’Dari fungsi ibadah menuju ruang kemanusiaan
Masjid Istiqlal, salah satu lokasi utama IGIC 2026, menegaskan kembali gagasan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ritual ibadah. Masjid juga dapat berfungsi sebagai pusat peradaban, pemberdayaan umat, serta ruang dialog mengenai persoalan mendasar kemanusiaan.
Kerangka tersebut membuat peran imam menjadi lebih luas. Imam tidak hanya memimpin salat, tetapi juga diharapkan menjadi pemimpin moral, pendidik masyarakat, mediator konflik, dan penghubung antarkelompok. Dalam konteks Jembrana, peran itu dapat diterjemahkan melalui penguatan pendidikan Islam, pelayanan sosial, dan keterbukaan masjid terhadap lingkungan sekitar.
Jejak perhatian KH Fathurrahim terhadap pendidikan Islam juga pernah dicatat Aswaja Dewata. Pada 2022, ia menggagas Jembrana sebagai Kota Pendidikan Islam Bali dan mendorong pembangunan fasilitas pendukung seperti pusat kegiatan Islam dan lembaga pendidikan. Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan masjid dan penguatan umat tidak semestinya dipisahkan dari agenda pendidikan serta kemaslahatan masyarakat.
Baca juga: 5,4 Juta Pekerja Informal Jabar Ditargetkan Dapat Asuransi Gratis pada 2027, Begini Cara Mengaksesnya: Dari Jembrana ke Jakarta, KH Fathurrahim Bawa Pesan Harmoni Bali ke Forum Imam Dunia ‘IGIC 2006’Tujuh pesan Jakarta Understanding

IGIC 2026 menghasilkan dokumen “Jakarta Understanding: On Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”. Antara melaporkan, deklarasi itu menempatkan imam sebagai aktor penting dalam diplomasi keagamaan dan menegaskan bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab bersama umat manusia.
Baca juga: RUU Pengaturan Reforma Agraria Resmi Jadi UU, Pemerintah Dorong Keadilan Penguasaan Tanah: Dari Jembrana ke Jakarta, KH Fathurrahim Bawa Pesan Harmoni Bali ke Forum Imam Dunia ‘IGIC 2006’Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


