Dari Jembrana ke Jakarta, KH Fathurrahim Bawa Pesan Harmoni Bali ke Forum Imam Dunia ‘IGIC 2006’

Dengarkan Artikel Ini

JAKARTA UNDERSTANDING On Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 Jakarta, Indonesia

Dari Jakarta, Indonesia, kami para Imam Besar menyampaikan pesan kepada masyarakat dunia, bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia; bahwa masjid dapat menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan; bahwa diplomasi keagamaan dapat memperkuat diplomasi antarbangsa; dan bahwa masa depan dunia yang damai hanya dapat dibangun melalui spirit kemanusiaan dan persaudaraan yang melampaui batas-batas negara, budaya, dan keyakinan. Karenanya, kami, para Imam Besar dari seluruh dunia mengajak seluruh Imam Masjid:

1.agar menjalankan peran strategis, bukan hanya sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai mediator konflik, pemersatu keberagaman, dan penuntun moral masyarakat. Imam masjid juga berperan aktif menjadikan lembaga keagamaan sebagai ruang komunitas terbuka, inklusif, serta berorientasi pada kemanusiaan dan peradaban.

2. agar menjadi agen penggerak perdamaian dunia yang berkomitmen melindungi martabat kemanusiaan tanpa memandang latar belakang etnis, agama, bangsa maupun gender. Imam masjid juga memelopori pendidikan karakter, menanamkan nilai moderasi, toleransi, cinta, kasih sayang, dan menghormati perbedaan, serta memperkuat literasi digital.

3. agar memperjuangkan keadilan sosial dan menjamin perlindungan hak-hak kemanusiaan, dengan menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan ramah terhadap anak, perempuan, disabilitas, minoritas, dan kelompok rentan lainnya, serta mendukung ketahanan keluarga.

4. agar menggerakkan diplomasi keagamaan dan dialog lintas iman untuk mencegah konflik, membangun rasa saling percaya, dan memperkuat rekonsiliasi global. Imam masjid juga dapat berdiri di garis terdepan menolak segala bentuk ekstremisme dan kekerasan, penyalahgunaan agama, hoaks dan ujaran kebencian.

5. agar menegaskan komitmen bersama untuk membangun kesadaran ekoteologis, menjaga keseimbangan alam, menghentikan pengrusakan lingkungan, serta mendorong masjid dan umat beragama menjadi pelopor keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang.

6. agar melakukan kolaborasi berskala global dengan lembaga internasional, pemerintah dan masyarakat sipil demi mewujudkan dunia yang adil, bermartabat, dan damai bagi seluruh umat manusia.

7. agar menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, melindungi warga sipil, menegakkan hukum internasional, serta mewujudkan kemerdekaan, keadilan, perdamaian, dan martabat yang berkelanjutan bagi Palestina.

Jakarta, Indonesia, 27 September 2026

Baca juga: SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University: Dari Jembrana ke Jakarta, KH Fathurrahim Bawa Pesan Harmoni Bali ke Forum Imam Dunia ‘IGIC 2006’

Membawa pesan Jakarta pulang ke Jembrana

Selain melahirkan Jakarta Understanding, IGIC 2026 menyepakati pembentukan International Assembly of Mosque Imams (IAMI) dan memilih Nasaruddin Umar sebagai presiden pertamanya. Masjid Istiqlal menyebut IAMI sebagai wadah internasional untuk memperkuat kepemimpinan imam, solidaritas sosial, diplomasi keagamaan, perdamaian, dan keberlanjutan komunitas.

Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kesepahaman itu ke tingkat lokal. Di Jembrana, penerjemahan tersebut dapat dimulai dari masjid yang ramah bagi masyarakat, program pendidikan yang terbuka, pelayanan sosial yang nyata, serta komunikasi yang terus dirawat dengan pemeluk agama lain.

Baca juga:
RESPALDA Al Huda Rawasapi Bawa Pulang Dua Prestasi dari LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi
: Dari Jembrana ke Jakarta, KH Fathurrahim Bawa Pesan Harmoni Bali ke Forum Imam Dunia ‘IGIC 2006’

Dari Bali, KH Fathurrahim membawa pesan bahwa harmoni bukan hanya agenda konferensi internasional. Harmoni harus hadir dalam cara umat membangun masjid, mendidik generasi, melayani sesama, dan menjaga hubungan dengan lingkungan sosialnya.

Masjid Agung Jembrana dengan demikian memiliki peluang untuk tumbuh bukan sekadar sebagai bangunan ibadah, melainkan sebagai rumah persaudaraan. Dari ruang lokal itulah pesan Jakarta Understanding dapat menemukan bentuk paling dekat dengan kehidupan masyarakat: merawat perbedaan, menolak kekerasan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua.***

Penulis : Pemred 1miliarsantri.net

Editor : Yusri Anita

Sumber : Firmansyah Dimmy


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca