Bersih Masjidku-Bersih Negeriku: Mengenang dan Meneruskan Jejak Almarhum KH Muhammad Jazir ASP

Gerakan Bersih-Bersih Masjid Jawa–Bali yang digagas oleh tokoh Jogokariyan, KH. Muhammad Jazir ASP bersama beberapa Masjid dan didukung oleh Marbot Aplikasi adalah sebuah ikhtiar kolektif untuk memuliakan rumah Allah dan negeri ini. Bali – 1miliarsantri: Kegiatan Safari Bersih-Bersih Masjid adalah simbolisasi dan implementasi sebuah gerakan membangun Indonesia agar bisa berubah lebih baik lagi, membersihkan hati, meminimalisir korupsi, merawat kebersamaan dan menjaga alam yang menjadi amanah kita sebagai Khalifah fil ard, pemimpin di muka bumi. Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi pusat kehidupan: tempat membangun kejujuran, kebersihan, keberanian, kemandirian, dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan, termasuk korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan amanah. Bersih sebagai prinsip hidup Rasulullah SAW yang memancarkan kejujuran. Kebersihan masjid adalah cermin kebersihan pengelolanya. Masjid yang bersih diharapkan akan melahirkan jama’ah yang jujur. Pengelolaan yang bersih melahirkan kepercayaan. Dan, dari kepercayaan itulah peradaban dibangun. Gerakan yang dilakukan oleh ratusan orang ini tidak berhenti pada sapu dan kain pel, tetapi menjelma menjadi gerakan moral: membersihkan niat dari pamrih, membersihkan amanah dari pengkhianatan, membersihkan dakwah dari kepentingan sempit.

Read More

Menteri Keuangan Purbaya Tentang Usulan ‘Family Office’ Luhut : Ya Bangun Saja Sendiri

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak penggunaan APBN untuk membiayai skema family office yang diusulkan Luhut. Jakarta – 1miliarsantri.net: Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, tentang pembentukan “Famili Office”, yang telah lama diinisiasi oleh mantan Menko Marvest itu. Wacana pembentukan family office di Indonesia kembali menuai sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap penggunaan dana APBN untuk proyek tersebut. Usulan pembentukan family office (kantor keluarga atau manajemen kekayaan ultra-kaya) di Indonesia telah lama mengemuka, terutama melalui peran Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), sebagaimana dikutip dari finance.detik.com. Konsep ini dirancang sebagai pusat keuangan atau Wealth Management Consulting (WMC) yang melayani individu dan keluarga dengan aset besar, dan diharapkan menarik dana investasi luar negeri masuk ke dalam negeri. Rencana konkret menyebutkan Bali sebagai lokasi potensial untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) pusat keuangan + family office.

Read More