Update Gempa Flores-NTT M7,7: Korban Tembus 51 Jiwa, Ribuan Warga Masih Mengungsi

Update gempa Flores-NTT M7,7: korban meninggal mencapai 51 orang dan 64 warga luka berat. Lebih dari 5.000 jiwa mengungsi, sementara operasi SAR dan penanganan darurat terus diperluas. FLORES, NTT — Gempa Flores-NTT M7,7 kembali menunjukkan dampak memilukan setelah jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WIB, sedikitnya 51 orang meninggal dunia dan 64 warga mengalami luka berat akibat gempa dahsyat yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sehari sebelumnya. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan angka tersebut dalam konferensi pers pada Minggu pagi. Menurutnya, penambahan korban terutama berasal dari proses evakuasi di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai, termasuk wilayah Reo. “Per pukul 09.00 tadi pagi hari ini, bahwa total korban meninggal dunia ada 51,” kata Syafii dalam konferensi pers, sebagaimana informasi yang diterima dari laporan penanganan bencana. Operasi SAR Diperluas, Pencarian Korban Terus Berjalan Pasca gempa Flores-NTT M7,7, tim SAR gabungan masih bergerak melakukan pencarian, pertolongan dan evakuasi di sejumlah lokasi terdampak di Pulau Flores. Operasi terus diperluas karena masih terdapat wilayah yang membutuhkan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi medan dan kerusakan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Karena itu, proses pencarian korban dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, pemerintah daerah serta unsur terkait lainnya. Basarnas sendiri merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pencarian dan pertolongan di Indonesia. Kepala Basarnas saat ini adalah Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, yang menjabat sejak 2025. Lebih dari 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian Sementara itu, data terbaru BNPB menunjukkan skala dampak bencana semakin terlihat. Dalam pemutakhiran per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, lebih dari 5.000 jiwa tercatat mengungsi. Kabupaten Sikka menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar, yakni 3.356 jiwa. Sebanyak 1.356 orang berada di GOR Samador, sedangkan sekitar 2.000 lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik. Di Kabupaten Manggarai, BNPB mencatat sekitar 2.078 jiwa mengungsi, sementara di Nagekeo terdapat sekitar 500 jiwa. Pengungsian juga tercatat di sejumlah wilayah di luar NTT yang ikut merasakan dampak guncangan. Kondisi di lapangan membuat kebutuhan dasar menjadi perhatian utama. BNPB menyebut para penyintas, khususnya di Manggarai, membutuhkan tenda darurat, beras, obat-obatan, selimut, tempat tidur lapangan, tikar, air bersih hingga genset. Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak Dampak gempa Flores-NTT M7,7 tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan besar terhadap rumah dan fasilitas umum. Berdasarkan data sementara BNPB, sebanyak 914 rumah rusak berat, 126 rumah rusak sedang dan 317 rumah rusak ringan. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan, kesehatan dan kantor pemerintahan. BNPB mencatat sedikitnya 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan dan 38 kantor pemerintah terdampak gempa. Angka tersebut masih dapat berubah karena tim gabungan dan BPBD terus melakukan pendataan serta verifikasi di lapangan. 341 Aktivitas Gempa Susulan Tercatat

Read More

20.000 Jamaah Haji Dapat Kompensasi Dari BPKH Karena Tidak Dapat Makan

Makkah – 1miliarsantri.net: Menteri Agama, Nazaruddin Umar beberapa waktu lalu melakukan pengecekan lapangan terkait insiden ribuan jamaah haji yang tidak mendapatkan makan akibat terlambatnya distribusi makanan paska fase Armuzna pada 14-15 Zulhijjah 1446H, menegaskan dan meminta BPKH untuk memberikan kompensasi kepada para jamaah. Merespon instruksi Menteri Agama, BPKH Limited telah menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji Indonesia atas ketidaksempurnaan dalam memberikan layanan konsumsi pada 14 Zulhijah 1446 H, khususnya di sejumlah hotel jamaah di Kota Makkah. Dan sebagai tindaklanjutnya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan dana kompensasi kepada jemaah yang tidak mendapatkan makanan tanggal 14-15 Zulhijjah 1446H. Dan Chief Operating Officer BPKH Limited, Iman Ni’matullah kembali menyampaikan permintaan maaf kepada jemaah atas keterlambatan penyediaan makanan. Ganti Rugi Uang Sebesar 15 SAR dan 10 SAR Mengutip laman kemenag.go.id, Iman Ni’matullah mengatakan jamaah mendapatkan ganti rugi 15 SAR (Saudi Arabia Riyal) untuk makan siang dan makan malam, serta 10 SAR untuk sarapan. Hal tersebut disampaikan oleh Iman saat menyerahkan dana kompensasi di Hotel 614, Makkah pada Kamis (12/6/2025), diapun menegaskan “Bagi jemaah yang tidak mendapatkan makanan selama tanggal 14-15 Zulhijjah akan kami berikan kompensasi,”

Read More

Jamaah Haji Bawa 100 Slop Rokok, Berakhir Disita Otoritas Bandara Madinah Arab Saudi

Madinah – 1miliarsantri.net: Nekat bawa 100 slop rokok dan tidak mentaati aturan yang ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi, 9 koper milik jamaah haji asal Indonesia dibongkar oleh otoritas Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Otoritas Bandara menyita 100 slop rokok yang disebar dan dimasukan kedalam 9 koper milik jamaah haji asal Indonesia. Kejadian tersebut menjadi sorotan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, PPIH Ingatkan Jamaah Taat Aturan. Penemuan Terbesar “Sita 100 Slop Rokok” Melansir laman resmi Ditjen PHU Kementerian Agama Republik Indonesia, Wakil Kepala Daerah Kerja Bandara Abdillah mengatakan penyitaan 100 slop rokok yang disebar di 9 koper jemaah ini merupakan penemuan terbesar dalam penyelengaraan haji Indonesia. Kepada media Rabu 14/5/2025, Abdillah mengatakan, “Kejadian ini bukan yang pertama sejak kedatangan jemaah Indonesia di Bandara Madinah. Namun penemuan kali ini menjadi yang terbesar.” Alhamdulillah negoisasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Bandara dengan pihak otoritas Bandara Madinah koper jamaah tidak ditahan dan 100 slop rokok disita,” lanjut Abdillah. Dia melanjutkan, “100 slop rokok yang disita dari 9 koper jemaah itu berasal dari kloter JKG 33.” Larangan Membawa Rokok Lebih Dari 2 Slop Abdillah menegaskan, PPIH kembali mengimbau kepada jemaah haji untuk tidak membawa rokok lebih dari ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi yakni 2 slop atau 200 batang. “Jangan melebihi kapasitas karena akan merepotkan jemaah dan petugas PPIH, “ tegas Abdillah.

Read More