BREAKING NEWS: Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Flores, NTT— 1miliarsantri.net |Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan pemutakhiran informasi BMKG, pusat gempa berada 30 kilometer Timur Laut Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tercatat pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG menetapkan status P.D. Tsunami 2 dan mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah NTB, NTT, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam pemodelan BMKG, sejumlah wilayah masuk kategori SIAGA, antara lain bagian utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Selayar, Ende, Sikka, Jeneponto, dan Bantaeng. Sementara wilayah lainnya berada dalam kategori WASPADA. Masyarakat di wilayah pesisir diminta memperhatikan arahan pemerintah daerah dan BMKG serta menjauhi pantai dan tepian sungai apabila berada di wilayah berstatus waspada. Data gempa BMKG:

Read More

125 Tahun Bung Karno: Putra Sang Fajar yang Menggali Pancasila dan Menyalakan Api Nasionalisme Indonesia

Memperingati 125 tahun kelahiran Bung Karno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Kisah historis tentang perjalanan Soekarno, penggalian Pancasila di Ende, kedekatannya dengan tokoh Islam, serta warisan nasionalisme yang terus menginspirasi bangsa. Jakarta — 1miliarsantri.net | BUNG KARNO lahir 125 tahun yang lalu, tepat pada 6 Juni 1901, hanya 17 hari setelah letusan Gunung Kelud mengguncang Pulau Jawa. Di saat fajar mulai menyingsing dan dunia memasuki abad ke-20, lahirlah seorang anak laki-laki yang kelak mengubah arah sejarah bangsa Indonesia. Anak itu adalah Kusno Sosrodiharjo, yang kemudian dikenal dunia sebagai Ir. Soekarno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa dan Bali, letusan gunung bukan semata-mata bencana, melainkan bagian dari keseimbangan kosmis alam semesta. Kelahiran seorang anak pada masa-masa seperti itu diyakini membawa harapan dan keberkahan bagi banyak orang. Sejarah kemudian membuktikan bahwa Bung Karno bukan hanya menjadi kebanggaan keluarganya, tetapi juga menjadi tokoh yang mengantarkan Indonesia menuju gerbang kemerdekaan dan martabat bangsa yang merdeka. Perjalanan hidup Bung Karno adalah kisah panjang tentang perjuangan, pengorbanan, pemikiran, dan cinta yang mendalam kepada tanah air. Dari seorang anak yang sering sakit-sakitan hingga namanya diubah menjadi Soekarno, ia tumbuh menjadi pemimpin pergerakan yang berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. Dari setiap perjumpaan dan pengalaman hidupnya, lahir gagasan-gagasan besar yang membentuk arah perjuangan bangsa Indonesia. Marhaenisme dan Keberpihakan kepada Rakyat Kecil Ketika berada di Bandung, Soekarno bertemu dengan seorang petani sederhana bernama Marhaen. Pertemuan tersebut melahirkan konsep Marhaenisme, sebuah gagasan perjuangan yang berpihak kepada rakyat kecil dan tertindas. Bagi Soekarno, kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Karena itulah ia dikenal sebagai “Penyambung Lidah Rakyat“. Melalui pidato-pidatonya yang membakar semangat, Soekarno mampu menerjemahkan penderitaan dan harapan rakyat Indonesia menjadi kekuatan perjuangan yang menggugah kesadaran nasional. Ende: Tempat Bung Karno Menggali Pancasila Salah satu fase terpenting dalam kehidupan Soekarno terjadi saat ia diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Ende, Flores, pada tahun 1934 hingga 1938.Bagi sebagian orang, pengasingan adalah hukuman. Namun bagi Soekarno, Ende menjadi ruang perenungan yang melahirkan gagasan besar tentang dasar negara Indonesia. Di bawah sebuah pohon sukun yang kini dikenal sebagai Pohon Pancasila, Soekarno merenungkan masa depan bangsa yang majemuk. Dari perenungan itulah lahir nilai-nilai yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila, dasar negara Republik Indonesia. Menariknya, selama berada di Ende, Soekarno menjalin hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat Muslim setempat dan para tokoh agama Islam. Ia aktif berdiskusi tentang keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, serta masa depan Indonesia bersama para ulama dan pemimpin komunitas Islam Ende. Soekarno juga banyak berinteraksi dengan para tokoh Muhammadiyah dan pemuka agama yang menjadi sahabat diskusinya. Dialog-dialog tersebut memperkaya pemikirannya tentang pentingnya persatuan antara nilai-nilai agama dan kebangsaan.

Read More

Forum Persaudaraan Umat Islam Ende: ‘Selamat Hari Lahir Pancasila’ 1 Juni

Forum Persaudaraan Umat Islam Ende (FPUI) mengucapkan “Selamat Hari Lahir Pancasila” 1 Juni Dari bumi Ende, tanah perenungan sejarah bangsa, Forum Persaudaraan Umat Islam Ende (FPUI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air dalam bingkai Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa. Ende bukan sekadar nama dalam sejarah Indonesia. Di kota inilah, dalam masa pengasingan tahun 1934–1938, Bung Karno merenungkan nilai-nilai luhur kebangsaan yang kelak menjadi fondasi berdirinya Indonesia. Di bawah rindangnya Pohon Sukun Ende, beliau menggali gagasan besar tentang kebangsaan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial—yang kemudian lahir sebagai Pancasila, jiwa bangsa Indonesia. Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Sebagai anak bangsa, mari kita rawat persaudaraan, menjaga harmoni antarumat beragama, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi Indonesia yang damai, adil, dan bermartabat.

Read More

23 Siswa MAN Ende Lulus SNBP, 2 Siswa Lolos FK-UI dan Meteorologi Terapan IPB

Ende – 1miliarsantri.net | Salah satu sekolah yang bernaung di bawah Kementerian Agama RI yang berada di Kabupaten Ende, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ende untuk kesekian kalinya berhasil menghantarkan siwa-siswinya lolos Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Wakil Kepala Madrasah (wakamad) urusan Kurikulum, Mahmud Mohammad, yang mewakili Kepala MAN Ende, menjelaskan, seleksi SNBP didasarkan pada nilai rapor semester 1 hingga 5, portofolio untuk program studi tertentu, serta prestasi akademik dan non-akademik yang dibuktikan dengan sertifikat. Menurut Faris, “Basis seleksi untuk SNBP ini menggunakan nilai rapor semester 1 hingga 5, portofolio (untuk program studi tertentu), dan prestasi lainnya baik itu prestasi akademik maupun non akademik yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam penghargaan.”  Diapun menambahkan, hampir sebagian  besar siswa yang lulus SNBP adalah siswa yang masuk dalam kuota  di madrasahnya, “Hampir sebagian  besar yang lulus SNBP adalah siswa yang masuk dalam kuota  madrasah. Kuota ini ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. Nah, karena MAN Ende mendapatkan akreditasi A maka kuota yang diperoleh sebesar 40%.” imbuhnya. 2 Siswa Lolos FK-UI dan Meteorologi Terapan IPB Keluarga besar MAN Ende bersyukur, dari 23 siswa terdapat 2 siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia, yakni: Aqilah Muharani Admasari berhasil lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) dan Nazla Humairah Al Hadad berhasil lulus di Fakultas Meteorologi Terapan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kedua siswa berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri ternama di Jakarta dan Bogor, dikenal konsisten dalam menempuh pendidikan di MAN Ende, selama tiga tahun keduanya menjaga konsistensi nilai rapor semester 1 hingga semester 5.

Read More

PHBI Ende Audiensi dengan Bupati Bahas Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H

Ende — 1miliarsantri.net | Masih dalam suasana Idul Fitri 1447 H, Pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Ende melakukan audiensi dengan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, SH, M.H, dalam rangka membahas pelaksanaan kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H / Tahun 2026 M tingkat kabupaten. Bupati Ende menerima Pengurus PHBI Ende dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, Selasa (7/4/2026). Lukman Pua Rangga, Ketua PHBI Kabupaten Ende melalui pesan Whats App kepada redaksi 1miliarsantri.net, mengatakan, Pertemuan tersebut difokuskan pada permohonan kepada Bupati Ende agar berkenan hadir dalam kegiatan Halal Bihalal, yang akan diselenggarakan oleh PHBI Kabupaten Ende. Lukman melanjutkan, “PHBI juga mengharapkan kesediaan Bupati Ende untuk memberikan sambutan sekaligus menyerahkan Piala Bergilir Bupati Ende kepada para pemenang lomba mobil berhias lampion yang telah dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan menyambut Idul Fitri,” imbuhnya. Penyerahan piala kepada para pemenang lomba menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi dan kreativitas masyarakat dalam menyemarakkan perayaan Idul Fitri, tegasnya. Momentum Silaturahmi dan Kebersamaan Pemda dan Masyarakat Kepada Bupati Ende, Ketua PHBI Kabupaten Ende, Lukman Pua Rangga, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun kebersamaan antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat.

Read More

Ikatan Keluarga Minangkabau ‘IKM’ Ende Buka Taman Pendidikan Al-Qur’an ‘Al Istiqomah’

Ende – 1miliarsantri.net: Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Kabupaten Ende, kembali membuat terobosan penting dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan berbasis Al-Qur’an, dengan mendirikan dan meresmikan “Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Istiqomah.” TPA Al Istiqomah yang didirikan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKM Kabupaten Ende, dibuka secara resmi pada Kamis 19 Juni 2025 berlokasi di Jalan Hatta, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende. Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Istiqomah “GRATIS” Ketua DPD IKM Kabupaten Ende, Haji Djamal Humris kepada redaksi 1miliarsantri.net, mengatakan “TPA Al Istiqomah memiliki 2 (dua) keistimewaan”,

Read More

FPUI Ende Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki

Ende – 1miliarsantri.net: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, pada Selasa 17 Juni 2025, pukul 17.35 WITA menyebabkan dampak serius terhadap masyarakat yang berada di Pulau Flores khususnya di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende. Dampak letusan terutama menyebarnya abu vulkanik di udara ke arah barat pulau Flores menyebabkan sejumlah kota terimbas seperti Kota Maumere dan Kota Ende. Viral di berbagai media sosial atap rumah, kendaraan bermotor, jalan raya dan hampir semua sarana dan prasarana di Ende terkena (tertutup) abu vulkanik. Bahkan sejumlah penerbangan dari dan ke Pulau Flores dilaporkan dibatalkan. Forum Persaudaraan Umat Islam Ende Bagikan Masker Sejumlah aktivis Forum Persaudaraan Umat Islam Ende (FPUI Ende) bergerak cepat mengantisipasi dampak letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, yang menyebabkan debu tebal di Kota Ende, dan berdampak pada kesehatan masyarakat. Langkah antisipasi FPUI Ende berupa bakti sosial pembagian masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di seputar simpang empat Jalan Soekarno, Jalan Katedral dan Jalan Kemakmuran (Kantor Pelni Ende), serta di depan Pasar Mbongawani Ende Selatan. Mursalim Abdul Syukur (Mas) kepada Redaksi 1miliarsantri.net mengatakan, “kegiatan pembagian masker ini sebagai bentuk kepedulian pengurus dan anggota FPUI Ende terhadap kesehatan masyarakat paska erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.”

Read More

Ahli Waris ‘Sahabat Bung Karno’ Minta Pemda Ende Buka Pintu Sejarah Dengan Jujur

Ende – 1miliarsantri.net: Bung Karno, Islam, Orang Ende sahabat si Bung (termasuk 47 pemain Tonil) dan Pancasila adalah satu kesatuan rangkaian sejarah yang tidak terpisahkan dan tak akan lekang dimakan waktu, saat Bangsa Indonesia memperingati “Hari Lahir Pancasila, 1 Juni tiap tahun. Sejarah Dicatat Dengan Jujur Pada 14 Januari 1934, seorang tokoh pergerakan nasional bernama Ir. Soekarno tiba di Ende sebagai tahanan politik, yang diasingkan oleh Pemerintah kolonial Belanda. Bung Karno dibuang ke Ende karena ketakutan Belanda terhadap gagasan kebangsaan dan kemerdekaan yang dibawanya. Selama empat tahun lebih, hingga 18 Oktober 1938, Bung Karno tinggal di lingkungan yang jauh dari pusat pergerakan politik, di sebuah kota kecil di Pulau Flores, yang tenang namun menyimpan denyut kebangkitan bangsa. Berkaitan dengan sejarah tersebut, tidaklah berlebihan harapan yang diungkapkan oleh Lukman Pua Rangga yang biasa disapa Pak Guru Luken. Dia mengatakan, “Kami tidak menuntut penghargaan berlebihan. Kami hanya ingin sejarah dicatat dengan jujur, bahwa Bung Karno tidak sendiri di Ende. Perjuangan ini adalah perjuangan bersama antara pemimpin dan rakyat.” Harapan tersebut disampaikan Lukman dalam sambutannya pada Malam Renungan Hari Lahir Pancasila di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Ende, Muspika Kabupaten Ende serta disaksikan oleh segenap masyarakat Ende yang turut serta menghadiri acara tersebut, Ahad/Minggu (1/6/2025). Ide-Ide Kebangsaan Melalui Seni Pertunjukan Lukman menjelaskan, “Bahwa perjuangan ini adalah perjuangan bersama, antara pemimpin dan rakyat. Bahwa sejarah lahir bukan hanya dari pena dan pidato, tetapi juga dari tangan-tangan penuh lumpur yang menyiapkan panggung untuk sandiwara, yang menghafal naskah dengan terbata-bata, yang berjuang dengan cinta, bukan kata-kata.” Bung Karno hidup di antara masyarakat pesisir yang sebagian besar tidak mengenyam pendidikan formal. Dari sanalah, Iahir sebuah bentuk perjuangan yang luar biasa, tidak melalui senjata atau pidato politik, tapi melalui seni dan budaya. Tonil Kelimutu, dan Naskah Perlawanan Soekarno Melalui Panggung Teater Bung Karno membentuk sebuah kelompok Sandiwara bernama “Sandiwara Kelimutu.” Melalui kelompok inilah beliau menyisipkan pesan-pesan kebangsaan, semangat perlawanan, dan cinta tanah air.

Read More