Proyek “Tajunnur”: Mahkota Cahaya dari Gaza di tengah Genosida dan Hikmahnya bagi Santri Indonesia

Gaza – 1miliarsantri.net : Di sebuah ruang sederhana di pusat Kota Gaza, inisiasi proyek Tajunnur digagas. Suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran menggema syahdu di tengah genosida Israel. Suara itu menembus dentuman bom, pekik sirene, dan jeritan penderitaan yang telah lebih dari enam ratus hari mewarnai langit Gaza. Di balik kegelapan krisis, cahaya itu menyala—Mahkota cahaya dari proyek “Tajunnur”, sebuah inisiatif untuk mendidik gadis-gadis dan para ibu di Gaza dalam menghafal Al-Quran. Proyek “Tajunnur” ini lahir di tengah keterpurukan. Ketika sekolah-sekolah lumpuh, ketika anak-anak kehilangan hak belajar, dan ketika masa depan terasa dirampas oleh perang, Al-Quran justru hadir sebagai jalan keluar. Di bawah pengawasan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, proyek ini diimplementasikan oleh Madrasah Al-Amal. Sejak diluncurkan pada 20 April 2024, hanya dalam waktu tiga bulan, lebih dari 260 hafizhahlahir dari ruang-ruang yang sederhana itu. Dari jumlah tersebut, ada yang menghafal 10 hingga 15 juz, bahkan 18 gadis berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz di tengah dentuman bom dan kelaparan. Suara dari Ruang Penghafalan Lana Shobaki, seorang siswi yang telah menghafal 15 juz, menyampaikan kalimat yang menembus hati: “Aku ingin memberikan mahkota kehormatan kepada orang tuaku di surga.” Kata-katanya menjadi saksi bahwa impian seorang anak Gaza tidak pernah padam, bahkan ketika realitas hidupnya dibayangi kematian. Wardah Nu’man Al-Rafati, yang sudah menghafal setengah Al-Quran, mengaku hafalannya adalah bentuk perlawanan. “Kami tetap belajar meski ada ketakutan, kelaparan, dan pemadaman listrik. Kami bertahan,” ujarnya. Suara mereka menggambarkan betapa Al-Quran bukan hanya kitab bacaan, melainkan benteng keimanan, sumber kekuatan, dan alasan untuk bertahan hidup. Menghafal di Tengah Kelaparan dan Bom Proyek Tajunnur berjalan dalam kondisi yang nyaris mustahil. Pemboman hebat kerap mengguncang sekitar lokasi saat proses penghafalan berlangsung. Anak-anak menutup telinga, sebagian menangis ketakutan, namun para guru menenangkan mereka dengan ayat-ayat Al-Quran. Selain bom, kelaparan meluas menjadi ujian lain. Energi para siswi terkuras karena minimnya makanan, sementara buku tulis dan pena pun sulit ditemukan. Namun, di balik semua itu, tekad mereka tak tergoyahkan. Seorang pengajar di Madrasah Al-Amal mengaku, “Kami bekerja di bawah tekanan. Tapi kami percaya, justru dalam kondisi terburuk, Al-Quran akan menjadi sebaik-baiknya penguat.” Lebih dari Sekadar Hafalan Tajunnur tidak berhenti pada hafalan. Di dalamnya, para siswi juga belajar tajwid, hukum-hukum fiqh, serta pelajaran khususseperti “Al-Zahrawayn” (Surah Al-Baqarah dan Ali Imran), “Mukjizat Al-Quran,” hingga “Akhlak para penghafal Al-Quran.” Ada standar ketat yang ditegakkan: setiap hafizhah harus mencapai tingkat itqān (sempurna) dan terbebas dari kesalahan. Selain anak-anak, para ibu juga ikut serta. Bagi mereka, menghafal Al-Quran di tengah pengungsian adalah jalan untuk menenangkan hati sekaligus menghidupkan rumah mereka dengan cahaya ilahi. Dukungan Keluarga dan Masyarakat Para orang tua memandang hafalan Al-Quran sebagai jalan ibadah dan pendidikan, di saat sekolah formal tidak berjalan. Seorang ibu pengungsi bahkan berkata, “Ini adalah kesempatan emas. Anak-anak saya boleh kehilangan bangku sekolah, tetapi mereka tidak boleh kehilangan Al-Quran.” Di ruang-ruang penghafalan itu, cinta dan kebersamaan tumbuh. Anak-anak saling membantu, para ibu saling menyemangati, dan para guru menanamkan keyakinan bahwa setiap ayat yang melekat di hati adalah bentuk perlawanan spiritual terhadap penjajahan. Ayat yang Hidup di Gaza

Read More

Bedah Cara Parenting Islami di Era Digital untuk Mendidik Generasi Alpha Tanpa Kehilangan Jati Diri

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Di tengah derasnya arus digital, banyak orang tua bertanya-tanya bagaimana cara mendidik anak di zaman serba canggih ini agar tetap sesuai dengan nilai Islam? Pertanyaan ini wajar, karena dunia saat ini berbeda jauh dari generasi sebelumnya. Anak-anak yang lahir setelah tahun 2010, atau yang sering disebut Generasi Alpha, tumbuh dengan smartphone di tangan mereka, terbiasa menonton video online sejak kecil, bahkan bisa belajar banyak hal hanya dari satu sentuhan layar. Kondisi ini menghadirkan kemudahan, tapi juga membawa tantangan besar. Di sinilah peran Parenting Islami menjadi sangat penting sebagai pedoman untuk mengarahkan anak agar tidak kehilangan identitasnya sebagai seorang muslim. Generasi Alpha dan Kehidupan Digital Anak-anak zaman sekarang dikenal sebagai digital native sejati. Mereka sudah terbiasa dengan teknologi bahkan sebelum bisa membaca atau menulis dengan lancar. Kamu mungkin melihat anak kecil yang lebih pandai membuka aplikasi di ponsel dibandingkan orang tuanya. Hal ini memang membuat mereka cepat belajar, tapi juga rawan terjebak pada hal-hal yang tidak seharusnya mereka konsumsi. Dari sinilah Parenting Islami hadir sebagai fondasi. Sebagai orang tua muslim, kamu bukan hanya memberikan kasih sayang, tapi juga harus mampu mendidik dan membimbing anak agar tetap memiliki keseimbangan. Anak yang dididik dengan benar akan tumbuh bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Tantangan Parenting Islami di Era Digital Menerapkan Parenting Islami di zaman ini bukanlah hal yang mudah, karena memang ada beberapa tantangan nyata yang kamu hadapi sebagai orang tua, seperti: 1. Paparan Konten Negatif Internet menyajikan apa saja. Anak bisa dengan mudah menemukan konten yang berbahaya seperti kekerasan, pornografi, atau gaya hidup yang bertentangan dengan ajaran Islam. Jika tidak diawasi, hal ini bisa merusak pola pikir dan akhlak mereka. 2. Kecanduan Gadget Banyak anak lebih memilih bermain dengan gadget daripada melakukan aktivitas lain. Akibatnya, mereka kurang bergerak, jarang bersosialisasi, dan bahkan berpotensi mengalami gangguan kesehatan. 3. Berkurangnya Interaksi Keluarga Kamu mungkin menyadari, ada kalanya satu rumah penuh orang, tapi semua sibuk dengan perangkat masing-masing. Hal ini membuat komunikasi keluarga semakin berkurang, padahal dalam Islam, silaturahmi dan kebersamaan di rumah sangat ditekankan. 4. Perubahan Nilai dan Identitas Tren global yang mudah diakses anak bisa membuat mereka terpengaruh oleh budaya luar. Jika tidak dibentengi dengan iman, mereka bisa kehilangan jati diri sebagai seorang muslim. Prinsip Parenting Islami untuk Generasi Alpha Islam sudah memberikan pedoman yang relevan untuk menghadapi berbagai tantangan di atas. Dan berikut ini adalah prinsip-prinsip Parenting Islami yang bisa kamu terapkan: 1. Menanamkan Tauhid Sejak Dini Kenalkan Allah kepada anak sebagai pusat kehidupan. Anak yang tumbuh dengan iman yang kuat akan lebih mudah membedakan mana yang benar dan salah, meski hidup di tengah derasnya arus informasi. 2. Mendidik dengan Keteladanan Anak-anak meniru apa yang mereka lihat. Kalau kamu ingin anakmu bijak menggunakan teknologi, maka tunjukkan cara penggunaan yang sehat. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan.

Read More

Panggilan Jiwa: Jadilah Pemandu Lapenkop, Pejuang Koperasi Indonesia

Gresik – 1miliarsantri.net: Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) merupakan wadah pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang Koperasi. Lapenkop hadir sebagai bentuk nyata komitmen untuk mencetak kader-kader koperasi yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman. Sejarah Lapenkop tidak bisa dilepaskan dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), organisasi gerakan koperasi yang menjadi wadah tunggal perjuangan koperasi di tanah air. Sejak berdirinya, Lapenkop dibentuk oleh Dekopin sebagai “sekolah kader koperasi”, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap para insan koperasi agar mampu membawa koperasi menjadi sokoguru perekonomian nasional sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945. Menjadi pemandu Lapenkop bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Para pemandu adalah pejuang koperasi yang bertugas menyalakan semangat gotong royong, mengajarkan prinsip-prinsip koperasi, serta mendampingi masyarakat dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis kekeluargaan. Berikut 1miliarsantri.net menyajikan cuitan M. Faishol Chusni “Sang Pemandu Koperasi.” Panggilan Jiwa: Jadilah Pemandu Lapenkop, Pejuang Koperasi Indonesia Teringat betul…Tahun 2004, seorang senior Kopma IAIN Jogjakarta mengajak ikut Pelatihan Pemandu Dasar (PPD) 1 Lapenkop.Dalam hati aku pikir, “Ah, soal koperasi, aku sudah paham. Aku ini anggota Kopma.” Tapi ternyata, pelatihan itu membuka mata dan hati.Ilmu yang kupikir sudah cukup, ternyata baru permukaan.Yang kudapat jauh lebih dari sekadar teori—aku menemukan makna, arah, dan panggilan perjuangan. Dan momen 4 hari itu ternyata menjadi langkah hidupku. Di PPD 1, kami bukan hanya belajar…Kami ditempa.Kami disatukan.Kami dibentuk menjadi saudara seperjuangan.Bukan karena asal yang sama, tapi karena tujuan yang sama:membangun Indonesia lewat koperasi. Dan yang menakjubkan, sejak hari itu…Di mana pun aku bertemu pemandu—di kota mana pun, di pelosok mana pun—kami langsung terhubung.Tanpa harus kenal sebelumnya, ada ikatan kuat di antara kami.Ini bukan pekerjaan. Ini adalah keluarga. Ini adalah jalan juang. Menjadi Pemandu Lapenkop bukan hanya tentang fasilitasi.Ini tentang hadir di tengah masyarakat,menjadi lentera di saat mereka buta arah,menjadi tangan yang menggandeng, bukan sekadar menunjuk jalan. Pemandu adalah kekuatan senyap tapi nyata di balik gerakan koperasi.Pasukan tempur edukasi milik DEKOPIN yang siap diterjunkan kapan saja,di mana saja, saat negeri ini memanggil. Lapenkop adalah rumah para pemandu koperasi, rumah kita—lembaga teknis resmi DEKOPIN.Dan hanya pemandu bersertifikat yang bisa mengelolanya.Karena kami percaya, perubahan besar hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar-benar paham, benar-benar berjuang, dan benar-benar punya jiwa. Jika kamu merasa terpanggil…

Read More

Wakil Menteri Tenaga Kerja dan 9 Orang Terjaring OTT KPK, Ini Tanggapan Istana

Foto : Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri smelter Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah pada Senin (4/11/2024). Dok: kemenaker.go.id. Istana Masih Menunggu 1×24 Jam Hasil Di KPK Seperti Apa Jakarta – 1miliarsantri.net: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu malam (20/8/2025). Total ada 10 orang yang diamankan. “Benar. Sepuluh orang terjaring dalam OTT semalam,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Kamis (21/8/2025). Sementara itu, pihak Istana melalui Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan sikap akan menunggu 1×24 jam hasil dari KPK seperti apa. Prasetyo mengunkapkan, ada jeda 1×24 untuk menyimpulkan perkembangan status hukum Wakil Menteri Tenaga Kerja. Dugaan Pemerasan Sertifikat K3 Penindakan ini terkait dugaan pemerasan perusahaan dalam proses pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sertifikat K3 merupakan syarat penting agar perusahaan bisa menjalankan kegiatan usahanya dengan standar keselamatan. Menurut Fitroh, penyidik menemukan indikasi kuat adanya permintaan uang dari pihak pejabat Kemenaker kepada perusahaan agar sertifikat K3 bisa terbit. Profil Singkat Noel Immanuel Ebenezer dikenal sebagai aktivis sosial dan politik. Ia pernah memimpin Relawan Jokowi (Rejo) di Pilpres 2019 dan aktif menyuarakan isu demokrasi serta tenaga kerja. Pada 2024, ia dilantik menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Penunjukan Noel kala itu menuai pro dan kontra, namun ia dipercaya masuk ke kabinet berkat kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.

Read More

Tidak Kolot! Begini Gaya Hidup Minimalis ala Rasulullah yang Sederhana Tapi Hidup Penuh Berkah

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Gaya Hidup Minimalis ala Rasulullah sering kali menjadi bahan renungan bagi banyak orang, terutama di tengah tren gaya hidup minimalis yang kian populer saat ini. Banyak yang menganggap minimalisme hanyalah sekadar mengurangi barang, hemat uang, atau menata ruangan agar terlihat rapi. Padahal, jauh sebelum istilah ini dikenal, Rasulullah SAW telah mencontohkan gaya hidup sederhana yang bukan hanya menenangkan jiwa, tetapi juga penuh dengan keberkahan. Bagaimana sebenarnya prinsip hidup minimalis ala Rasulullah? Mengapa gaya hidup ini penting untuk kita teladani di era yang serba konsumtif sekarang? Mari kita belajar lebih dalam, melalui penjelasaqn di bawah ini! Prinsip Utama dalam Gaya Hidup Minimalis ala Rasulullah Minimalis dalam Islam sering dikenal dengan istilah zuhud. Zuhud bukan berarti menjauhi dunia sepenuhnya, melainkan memandang dunia dengan secukupnya dan tidak berlebihan dalam urusan materi. Rasulullah SAW sendiri meski dikenal sebagai pedagang sukses, beliau memilih menjalani hidup yang sederhana. Beliau tidak dikuasai oleh harta, melainkan menjadikan harta sebagai sarana untuk berbuat kebaikan. Dan mari kita lihat, di bawag ini ada beberapa prinsip dari Gaya Hidup Minimalis ala Rasulullah bisa menjadi pedoman kita: 1. Mengutamakan kebutuhan daripada keinginan Rasulullah SAW selalu memilih sesuatu berdasarkan manfaatnya, bukan karena tren atau gengsi. Beliau tidak pernah menuruti hawa nafsu hanya untuk mengikuti arus zaman. Misalnya, pakaian beliau digunakan hingga benar-benar habis manfaatnya. Dari sini, kita bisa belajar untuk menahan diri agar tidak mudah tergoda pada hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan. 2. Kualitas lebih penting daripada kuantitas Rasulullah SAW lebih memilih memiliki barang sedikit, tetapi awet dan bermanfaat. Pakaian beliau dijahit ulang jika sobek, bukan langsung diganti baru. Sikap ini jelas berbeda dengan kebiasaan banyak orang sekarang yang sering membeli barang hanya karena diskon atau tren. Dengan prinsip ini, kita bisa menghemat sekaligus membuka ruang untuk berbagi kepada yang membutuhkan. 3. Kesederhanaan dalam konsumsi makanan Rasulullah SAW selalu makan secukupnya. Beliau mengajarkan untuk tidak berlebihan, bahkan bersabda agar perut diisi sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sisanya untuk udara. Kebiasaan ini bukan hanya menyehatkan, tetapi juga mengajarkan kita untuk tidak boros dan selalu menghargai nikmat Allah. Manfaat Menjalani Gaya Hidup Minimalis ala Rasulullah Jika ditanya apa manfaat mengikuti Gaya Hidup Minimalis ala Rasulullah, jawabannya bukan hanya soal hemat uang. Ada banyak keberkahan yang bisa kita rasakan jika konsisten menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, hidup menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Dengan gaya hidup sederhana, hati akan lebih mudah bersyukur dan terhindar dari sifat tamak. Kedua, pikiran menjadi lebih tenang. Memiliki sedikit barang berarti beban pikiran lebih ringan karena tidak banyak yang harus dipikirkan dan diurus. Ketiga, terbuka kesempatan lebih luas untuk beramal. Uang atau barang yang biasanya dipakai untuk hal-hal yang tidak penting bisa dialihkan menjadi sedekah atau membantu sesama. Cara Menerapkan Gaya Hidup Minimalis ala Rasulullah

Read More

Emang Bisa Bisnis Syariah di Era AI? Wow Jawaban ini Bikin Kamu Berpikir Dua Kali!

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Pernah membayangkan kalau Bisnis Syariah bisa berjalan berdampingan dengan teknologi secanggih Artificial Intelligence (AI)? Buat sebagian orang, gabungan antara nilai syariah yang berlandaskan aturan agama dan kecerdasan buatan yang diciptakan manusia mungkin terdengar bertolak belakang. Tapi faktanya, perkembangan zaman justru membuka ruang besar bagi pengusaha Muslim untuk memanfaatkan AI tanpa harus meninggalkan prinsip syariah. Pertanyaan pentingnya adalah apakah kamu siap membangun Bisnis Syariah yang modern, relevan, dan tetap berkah di tengah gempuran teknologi ini? Mari kita lihat jawabannya secara bersama-sama melalui artikel ini! Era AI dan Perubahan Wajah Bisnis Kamu pasti sudah sering dengar kalau AI sekarang jadi tulang punggung banyak perusahaan besar. Mulai dari otomatisasi pelayanan pelanggan, membaca tren pasar, sampai mengelola stok barang, semuanya bisa dilakukan jauh lebih cepat dan akurat dibanding cara manual. Buat pelaku Bisnis Syariah, kondisi ini seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, peluang yang terbuka begitu luas. Tapi di sisi lain, ada tantangan besar agar bisnis tetap berada di jalur halal sesuai ajaran Islam. Bayangkan saja, tanpa AI, promosi produk halal bisa saja nggak tepat sasaran. Tapi dengan bantuan analisis data AI, kamu bisa lebih mudah menentukan siapa target pasar yang butuh produk halalmu. Inilah bukti bahwa teknologi bukan sesuatu yang harus ditakuti, tapi perlu diatur agar tetap sesuai nilai-nilai Islam. Peluang Bisnis Syariah dengan AI Sebenarnya, peluang pengembangan Bisnis Syariah di era AI sangat terbuka lebar. Jika digunakan dengan benar, teknologi ini bisa menjadi jalan besar untuk menguatkan ekosistem halal yang lebih luas. Dan mari, kita lihat bersama-sama peluang bisnis syariah yang bisa disandingkan dengan AI di bawah ini: 1. Pemasaran Produk Halal Lebih Tepat AI bisa membaca perilaku konsumen dengan sangat detail. Misalnya, jika kamu menjual makanan halal atau fashion Muslim, algoritma AI mampu membantu menargetkan iklan ke orang yang benar-benar peduli dengan kehalalan produk. Hasilnya, biaya promosi lebih hemat, tapi dampaknya jauh lebih efektif. 2. Inovasi Produk Berbasis Data Kamu tentu tahu kalau kebutuhan konsumen terus berubah. Nah, AI bisa menganalisis tren dan memberikan gambaran produk apa saja yang sedang dicari pasar Muslim. Dari sinilah muncul peluang menciptakan aplikasi keuangan syariah, platform edukasi Islami, atau layanan halal lainnya. 3. Layanan Keuangan Syariah yang Lebih Canggih Di sektor keuangan, AI bisa membantu bank syariah maupun fintech halal untuk memberikan rekomendasi investasi bebas riba, mempercepat proses pembiayaan, hingga meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Jadi, masyarakat bisa merasakan kemudahan digital tanpa harus khawatir melanggar prinsip syariah. Tantangan yang Harus Kamu Waspadai Meski terlihat menjanjikan, penerapan AI dalam Bisnis Syariah juga punya tantangan besar. Kalau tidak bijak, bisa saja bisnis yang awalnya berniat halal justru tergelincir. Dan beberapa tantangan yang harus di waspadai dari fenomena ini bisa berupa: 1. Isu Etika dan Privasi Data Islam menekankan pentingnya amanah dan menjaga kerahasiaan. Penggunaan AI yang bergantung pada data konsumen harus benar-benar transparan agar tidak melanggar hak privasi. 2. Konten yang Bertentangan dengan Syariah Algoritma AI sering digunakan untuk iklan dan promosi. Kalau tidak diatur, bisa saja konten yang muncul malah mendukung gaya hidup atau produk yang dilarang syariat. 3. Risiko Ketergantungan Berlebihan Kalau semua serba AI, apa jadinya kalau sistemnya bermasalah? Islam mengajarkan keseimbangan: gunakan teknologi, tapi jangan lupakan peran manusia. 4. Algoritma yang Tidak Sesuai Syariah

Read More

Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Kabupaten Bekasi Siap Melaksanakan Program Sekolah Rakyat

Bekasi – 1milliarsantri.net : Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program kolaborasi lintas Kementerian atau lembaga dan pemerintahan daerah yang menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah diyakini mulai mematangkan rencana penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang dalam agenda akan dimulai pada tahun ajaran 2026-2027. Rapat terkait penyelenggaraan Sekolah Rakyat pun telah dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 10 Maret 2025 yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka Jakarta. Dikutip dari situs kemensos.go.id, pembahasan mengenai Sekolah Rakyat tersebut telah sampai pada berbagai aspek penting seperti lokasi, kurikulum, sarana-prasarana serta mekanisme penerimaan siswa. Tidak hanya itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga melaporkan bahwa telah tersedia 53 lokasi yang siap untuk memulai penyelenggaraan Sekolah Rakyat hingga saat ini. “Secara sarana dan prasarana, kami sudah siap di 41 Sentra dan Balai milik Kemensos. Kemudian Jatim ada 9, lalu ada 2 universitas dan 1 di Sumatera Barat, jadi total 53 lokasi yang sudah siap,” Gus Ipul menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program dari Presiden Prabowo Subianto yang akan dibuka untuk jenjang SD, SMP dan SMA dengan standar pendidikan nasional dibawah koordinasi Kementerian Sosial. Sekolah Rakyat akan menyediakan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menargetkan peserta didik berasal dari kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang mana seleksi akan dilakukan secara bertahap, dengan tahapan awal berupa verifikasi status ekonomi yang kemudian dilanjutkan dengan tes akademik, lalu dilanjutkan dengan perjanjian orang tua yang isinya berupa pernyataan bahwa anak akan mengikuti proses belajar mengajar di sekolah rakyat sampai lulus dan tidak terputus. Sekolah Rakyat yang juga akan menyelenggarakan pendidikan dengan standar nasional ini akan menyediakan kurikulum yang tidak hanya berfokus pada mata Pelajaran formal namun juga akan menekankan pada penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme dan keterampilan. Gus ipul menambahkan bahwa, Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis dan seluruh kebutuhan siswa akan dipenuhi dalam pelaksanaannya termasuk makanan serta asrama untuk tempat tinggal siswa. Diharapkan, sekolah rakyat dapat menjadi model pendidikan inklusif yang mampu mengangkat anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, keluar dari lingkaran kemiskinan. Simulasi Sekolah Rakyat di Jakarta dan Bekasi Pada hari Rabu tanggal 9 Juli 2025, Kementerian Sosial (Kemensos) mulai melakukan uji coba pelaksanaan Sekolah Rakyat di dua lokasi, yaitu Sentra Handayani Jakarta dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi.  Pelaksanaan uji coba ini berlangsung sebelum pada siswa mulai masuk sekolah pada 14 Juli 2025, dengan cara siswa akan menjalani uji coba pembelajaran dan menginap di asrama yang telah disediakan. Adapun tahapan uji coba diantaranya, dimulai dengan proses registrasi para siswa serta pembagian kamar asrama yang disertai dengan tes kesehatan gratis, talent mapping, uji coba pembelajaran akademik dengan memperkenalkan Learning Management System (LMS) hingga pengenalan tata tertib. Dikutip dari situs komdigi.go.id, salah satu orang tua murid bernama Aan Kadarwati (47) mengaku senang dan terharu karena akhirnya anak bungsu mereka Bernama, Novita Ardila Putri akan menempuh jenjang SMP di Sekolah Rakyat Sentra Handayani. Beliau mengatakan bahwa program ini sangat membantu keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, dimana suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu,  sedangan dirinya hanya seorang ibu rumah tangga.

Read More

Berani Rilis Data BPS Sebut Angka Kemiskinan Turun Jadi 8,47 Persen, Sesuai Kondisi Riil Masyarakat Indonesia?

Tegal – 1miliarsantri : Berani rilis Data Badan Pusat Statistik (BPS) memberi kabar yang terdengar ‘melegakan’ publik. Dalam publikasi resmi bertajuk Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2025 yang diumumkan pada 25 Juli 2025 lalu, angka kemiskinan nasional disebut mengalami penurunan. Namun, perbedaan signifikan dengan data Bank Dunia memunculkan perdebatan: seberapa akurat ukuran kemiskinan yang digunakan pemerintah? BPS mencatat bahwa per Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia ada 23,85 juta orang. Angka ini turun sekitar 200 ribu jiwa dibandingkan September 2024. Persentase kemiskinan pun menyusut dari 8,57 persen menjadi 8,47 persen. “Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat sebesar 8,47 persen, menurun 0,10 persen poin dibanding September 2024,” tulis BPS. BPS mengklasifikasikan seseorang sebagai miskin jika pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan, yakni jumlah uang minimum untuk memenuhi kebutuhan makanan dan non-makanan. Pada Maret 2025, garis kemiskinan nasional ditetapkan sebesar Rp609.160 per kapita per bulan atau sekitar Rp20.305 per hari. Angka ini dihitung melalui pendekatan Cost of Basic Needs (CBN) yang mempertimbangkan: BPS tidak hanya menghitung jumlah dan persentase kemiskinan, tetapi juga mengukur tingkat kedalaman dan ketimpangan di antara masyarakat miskin: P1 menggambarkan seberapa jauh pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan, sementara P2 menunjukkan ketimpangan pengeluaran di antara kelompok miskin. Bank Dunia: Angkanya Jauh Lebih Besar Berbeda drastis dari BPS, Bank Dunia dalam laporan June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform (PIP) menyebut tingkat kemiskinan Indonesia pada 2024 mencapai 68,3 persen atau sekitar 194,72 juta jiwa dari total populasi 285,1 juta orang. Selisih ini disebabkan perbedaan standar garis kemiskinan. Bank Dunia menggunakan data Purchasing Power Parity (PPP) 2021 yang baru direvisi: Menurut Bank Dunia, revisi PPP bertujuan menyesuaikan perbedaan daya beli antarnegara, sehingga perbandingan kemiskinan menjadi lebih setara di tingkat global. Meski demikian, BPS menegaskan bahwa standar kemiskinan Bank Dunia belum bisa sepenuhnya diadopsi di Indonesia. Alasannya, meski Indonesia telah naik ke kategori negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income), posisinya masih di batas bawah kategori ini dengan Gross National Income (GNI) per kapita US$4.870 pada 2023. “Jika standar kemiskinan global Bank Dunia diterapkan, jumlah penduduk miskin akan terlihat sangat tinggi,” tulis BPS dalam siaran persnya pada 2 Mei 2025. Bank Dunia sendiri menyarankan tiap negara menggunakan garis kemiskinan nasional yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan sosial masing-masing. Data kemiskinan BPS bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang digelar dua kali setahun. Pada 2024, survei Maret mencakup 345 ribu rumah tangga, sedangkan survei September mencakup 76 ribu rumah tangga. Pengukuran dilakukan pada tingkat rumah tangga, bukan individu, karena pengeluaran dan konsumsi umumnya bersifat kolektif.

Read More

BPS Klaim Ekonomi RI Tumbuh 5,12 Persen di Kuartal II-2025, Ekonom Pertanyakan Keakuratan Data Statistik

Tegal – 1miliarsantri.net : Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 menjadi sorotan. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,12 persen secara tahunan (year on year/YoY). Angka ini dianggap cukup tinggi, namun sejumlah kalangan ekonom pertanyakan keakuratan data statistik tersebut tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan. Rilis resmi BPS pada Selasa (5/8/2025) mencatat, hampir seluruh komponen PDB mengalami pertumbuhan, kecuali konsumsi pemerintah yang justru mencatatkan angka negatif. Konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional, tercatat tumbuh 4,97 persen. Di sisi lain, kinerja ekspor dan impor justru melonjak tajam masing-masing sebesar 10,67 persen dan 11,65 persen. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa dua komponen yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB kuartal II adalah konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). PMTB, atau investasi, mencatat pertumbuhan 6,99 persen YoY, jauh lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang hanya 2,12 persen, dengan kontribusi mencapai 27,83 persen terhadap PDB. Secara total, 82,08 persen PDB kuartal II bersumber dari konsumsi rumah tangga dan PMTB. Edy menilai, pertumbuhan konsumsi yang tetap solid menunjukkan bahwa permintaan domestik masih kuat. Ia juga menyebut, kinerja ekspor didorong oleh kenaikan nilai ekspor non-migas serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Meski impor juga tumbuh signifikan, kontribusinya terhadap PDB tercatat negatif, yakni -20,66 persen. “Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2025 disumbang oleh komponen konsumsi rumah tangga dan PMTB. Hal ini didorong dengan peningkatan belanja kebutuhan rumah tangga dan mobilitas masyarakat serta permintaan barang modal untuk mendukung aktivitas produksi. Di sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, infokom, dan kontruksi. Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik dan ekspor,” jelas Edy dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube resmi BPS, Selasa (5/8/2025). Prediksi Ekonom Jauh di Bawah Data BPS Sontak, angka yang diumumkan BPS ini langsung memunculkan tanda tanya. Sejumlah ekonom mengaku terkejut karena hasil tersebut jauh melampaui perkiraan mereka. Sebelumnya, konsensus memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 tidak akan menyentuh angka 5 persen. Kepala Ekonom BCA, David Sumual, memperkirakan ekonomi hanya tumbuh sekitar 4,8 persen. Menurutnya, konsumsi domestik justru melemah pada periode ini, sementara perdagangan internasional mengalami tekanan. Ia menambahkan, kenaikan impor pada kuartal II sebagian besar disebabkan oleh fenomena front loading menjelang penerapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat. Banyak pelaku usaha memilih mengimpor barang lebih awal demi menghindari beban tarif yang lebih tinggi. Pandangan serupa disampaikan Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda. Ia menilai pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 kemungkinan hanya berada di kisaran 4,55–4,65 persen. Huda menyoroti kondisi sektor manufaktur yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juni 2025 tercatat di level 46,9, lebih rendah dibanding Mei yang berada di angka 47,4. Posisi ini menandakan sektor industri berada dalam fase kontraksi selama tiga bulan berturut-turut. Menurut Huda, angka PMI yang masih di bawah batas ekspansi memperlihatkan bahwa perusahaan cenderung mengurangi produksi dan tenaga kerja. Hal ini terjadi karena permintaan melambat dan konsumsi rumah tangga belum pulih optimal. “PMI manufaktur Indonesia juga masih berada di bawah garis ekspansi. Artinya perusahaan di Indonesia tidak melakukan penambahan produksi. Bahkan cenderung mengurangi produk dan karyawan (PHK),” kata Huda, sebagaimana dikutip dari kontan.id, Selasa (15/8/2025) Tuntutan Klarifikasi dari BPS Perbedaan antara data BPS dan indikator ekonomi lainnya memicu desakan dari berbagai pihak agar BPS memberikan penjelasan terbuka. Universitas Paramadina, dalam pernyataan tertulis pada Sabtu (9/8/2025), meminta lembaga statistik negara itu menjelaskan metodologi dan asumsi yang digunakan dalam menghitung PDB, termasuk sumber data dan metode estimasi yang bisa diverifikasi oleh pihak independen. Menurut pihak universitas, publik berhak memahami alasan di balik perbedaan signifikan antara data BPS dengan indikator sektoral yang justru menunjukkan perlambatan ekonomi. Mereka juga menegaskan pentingnya independensi BPS agar data yang dirilis bukan sekadar alat legitimasi politik, melainkan cerminan akurat kondisi ekonomi nasional. CELIOS bahkan melangkah lebih jauh dengan mengirim surat resmi ke Badan Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Statistics Division/UNSD) dan Komisi Statistik PBB (United Nations Statistical Commission/UNSC). Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menyampaikan bahwa surat tersebut berisi permintaan peninjauan ulang data pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Read More

Perempuan Wajib Waspadai 4 Jenis Nyeri Haid Demi Kesehatan Reproduksi

Jakarta – 1miliarsantri.net: Setiap perempuan pasti pernah atau sering merasakan nyeri haid. Terkadang nyeri haid atau dismenore sering dianggap sebagai “penderitaan” bulanan yang wajar bagi perempuan. Kram perut, pegal di punggung, hingga suasana hati yang kurang baik seolah menjadi paket lengkap yang harus diterima. Sahabat perempuan 1miliarsantri.net jangan meremehkan dan memandang semua nyeri haid itu sama ya!. Ada batas tipis antara nyeri normal dan nyeri yang merupakan sinyal bahaya dari tubuh. Nyeri Haid Normal “Dismenore Primer”​Jenis nyeri haid ini adalah nyeri haid normal (dismenore primer) biasanya muncul 1-2 hari sebelum menstruasi dan mereda setelah 2-3 hari pertama. Nyeri ini disebabkan oleh kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisannya. Nyeri Haid Tak Tertahankan Diseratai Gejala Lain “Dismenore Sekunder”Namun, jika nyeri yang Anda rasakan terasa tak tertahankan, semakin memburuk dari waktu ke waktu, atau disertai gejala lain yang tidak biasa, ini bisa menjadi tanda dismenore sekunder. Jenis nyeri ini disebabkan oleh adanya masalah medis pada organ reproduksi. Buat kaum hawa, mengenali perbedaan nyeri haid adalah langkah pertama untuk melindungi aset terpenting : kesehatan reproduksi. Jangan abaikan sinyal tubuh kamu. 4 Jenis Nyeri Haid Yang Wajib Diwaspadai Hati-hati ya, nyeri haid itu tidak selalu normal. Jika kamu sering merasa sakit luar biasa saat haid, bisa jadi itu pertanda masalah besar. 1.Nyeri Haid yang Menjalar ke Punggung & Kaki: Waspadai gejala Endometriosis Nyeri haid jenis ini ditandai dengan rasa nyeri yang menjalar dari perut bawah ke punggung dan paha bagian belakang bisa jadi gejala endometriosis. Biasanya disertai haid yang deras nyeri saat berhubungan intim dan kadang susah hamil. 2.Nyeri Haid Disertai Diare atau Sembelit: patut waspada bisa jadi ini Endometriosis Usus Jika saat haid kamu merasa mulas berlebihan, diare bahkan sulit BAB, bisa jadi jaringan endometrium tumbuh di saluran pencernaan.

Read More