Rabithah Alawiyah Dukung MUI Usut Tuntas Konflik Al Zaytun

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pimpinan, Pengurus serta seluruh anggota Rabithah Alawiyah mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusut tuntas dugaan penyimpangan agama di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Dukungan tersebut disampaikan melalui surat resmi DPP Rabithah Alawiyah kepada MUI. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Taufik bin Abdulqadir Assegaf, dan Sekretaris Umum, Mohammad bin Mohdar Alhamid. Isi surat dukungan tersebut diantara nya : “Menanggapi polemik yang terjadi beberapa hari terakhir terkait dugaan penyimpangan agama di Pondok Pesantren Al Zaytun, maka Rabithah Alawiyah mendukung MUI untuk mengeluarkan fatwa penyimpangan tersebut.” Dalam tambahan surat dukungan itu, Rabithah Alawiyah meminta MUI agar segera mengeluarkan fatwa penyimpangan yang terjadi di Al Zaytun. Rabithah Alawiyah juga meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah tegas kepada Panji Gumilang selaku pendiri Ponpes Al Zaytun yang sudah melakukan banyak penyimpangan. MUI sendiri telah menyatakan akan segera mengeluarkan fatwa terkait dengan persoalan di Ponpes Al Zaytun. Kabar ini disampaikan langsung oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Dr. KH Asrorun Niam Sholeh di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (27/6/2023). “Tadi dilaksanakan rapat pimpinan MUI. Salah satu agendanya adalah mendengar laporan tim pengkajian yang sudah dilaksanakan, dan setelah itu, akan didalami lebih lanjut untuk kepentingan tindak lanjutnya,” ujar Niam. Niam mengatakan, dalam laporan tersebut, poin-poin yang menjadi pembahasan yakni klarifikasi atas beberapa masalah yang sudah diinventarisir oleh tim MUI. Beberapa poin itu juga sudah dikonfirmasi kepada Panji Gumilang dan beberapa point lainnya yang didapatkan oleh tim dari sumber-sumber lainnya.

Read More

Tahun 2024 Kuota Haji Indonesia Sebanyak 221.000 Jamaah

Makkah – 1miliarsantri.net : Pemerintah Indonesia pada tahun 2024 mendatang akan memberikan kuota haji sebanyak 221.000 jamaah. Jumlah ini diketahui setelah Pemerintah Saudi menginformasikan melalui surat yang diserahkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Surat itu diberikan usai Haflat al-Haj al-Khitamy 1444 H pada 30 Juni 2023. Menag Yaqut Cholil Qoumas hadir dan duduk bersebelahan dengan Menhaj Taufiq. Helat ini diikuti sejumlah menteri dan delegasi negara pengirim jamaah haji. Hadir juga mendampingi Menag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Sekjen Kemenag Nizar Ali, Irjen Kemenag Faisal AH, Staf Khusus Menag Ishfah Abidal Aziz, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam. “Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menginformasikan kuota haji 2024 ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Tahun depan, kuota haji Indonesia berjumlah 221.000 jemaah,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas di Makkah dikutip dari laman Kemenag, Selasa (4/7/2023).

Read More

Ghibah Itu Sama Seperti Memakan Bangkai Saudara Kita Sendiri

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Sebagian besar masyarakat di Indonesia, baik yang berada di perkotaan maupun mereka yang tinggal di pelosok pedesaan, tentu tidak akan pernah meninggalkan yang nama mengghibah. Namun pernah kah kita sadari bahwa mengghibah itu sama hal nya dengan kita memakan bangkai saudara sendiri. Sebagaimana Allah SWT berfirman, وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ “Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12). Dalam ayat di atas, Allah ta’ala menyamakan orang yang mengghibah saudaranya, sama halnya seperti memakan bangkai saudaranya tersebut. Apa rahasia dari penyamaan ini? Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, “Ini adalah permisalan yang amat mengagumkan, diantara rahasianya adalah:

Read More

Kloter Pertama Emberkasi Surabaya Tiba Dan Langsung Melakukan Sujud Syukur

Surabaya – 1miliarsantri.net : Sebanyak 450 jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) pertama Emberkasi Surabaya tiba di Bandar Udara Internasional Juanda, Selasa sore (04/07/2023). Kebanyakan jamaah ini berasal dari Bangkalan. Setiba nya dan setelah turun dari pesawat, para jamaah langsung melakukan sujud syukur. Jamaah haji dengan rincian 223 jamaah pria, 227 jamaah wanita, dan 5 orang petugas pendamping haji tersebut tiba dengan Menggunakan pesawat berbadan lebar jenis Boeing 747-400 dari maskapai Saudia Airlines dengan kode penerbangan SV 5048 rute Jeddah-Surabaya. “Alhamdulilah, kami turut merasakan rasa haru dan bahagia yang sama karena dapat menjadi bagian dari pelaksanaan pelayanan angkutan haji. Selamat datang kembali tanah air kepada jemaah kloter pertama embarkasi Surabaya,” ujar General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Sisyani Jaffar, Selasa (04/07/2023). Sisyani menambahkan, mulai Selasa ini menjadi awal dimulainya pelayanan penerbangan kepulangan atau debarkasi selama satu bulan ke depan hingga 4 Agustus 2023. Di hari pertama pelayanan debarkasi Bandara Juanda akan melayani tiga penerbangan sekaligus. Kloter berikutnya yang dijadwalkan mendarat pada hari ini adalah kloter kedua pada pukul 16.56 WIB dan kloter ketiga pada pukul 18.28 WIB. “Ada perbedaan rencana kedatangan dari yang kami sampaikan sebelumnya karena menyesuaikan ketersediaan slot trafik di Bandara Raja Abudulaziz, Jeddah,” ucapnya. Sama seperti angkutan embarkasi, Sisyani menjelaskan ada sebanyak 88 kloter pada angkutan debarkasi haji yang akan dilayani Saudi Arabia sebanyak 84 kloter dan sisanya sebanyak 4 kloter dilayani Garuda Indonesia.

Read More

Emil : Ada Indikasi Penggalangan Dana Al Zaytun Untuk NII

Bandung – 1miliarsantri.net : Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyoroti soal dugaan penggalangan dana di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menurut nya ada indikasi penggalangan dana di Al Zaytun digunakan untuk membiayai aktivitas kelompok Negara Islam Indonesia (NII). “Ada (indikasi terkait NII). Belum sedetail itu, tapi arahnya penggalangan dananya ke arah sana (NII),” terang Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jabar, Senin (3/7/2023). Ridwan Kamil menyatakan hal itu masih sebatas indikasi. Ia pun mendorong masyarakat melapor apabila ada dugaan perputaran uang dari aktivitas yang melanggar hukum, sehingga bisa diproses. “Kalau diduga ada perputaran uang yang ilegal dari kegiatan yang melanggar hukum, itu juga agar segera dibekukan, sehingga menghindari perputaran uang ilegal ini mendanai hal-hal yang merongrong negara,” tambahnya.

Read More

Keistimewaan Doa Sapu Jagad

Surabaya – 1miliarsantri.net : Secara umum doa sapu jagat adalah doa yang memiliki banyak keutamaan dan merupakan doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, doa tersebut bertujuan meminta kebaikan dunia dan akhirat. . رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar. “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah : 201). Anas bin Malik mengatakan :“Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Allahumma Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka)” (HR. Bukhari no. 2389 dan Muslim no. 2690). Ada doa yang yang dianjurkan untuk banyak di baca pada hari tasyrik ini yaitu doa yang kita kenal dengan doa “sapu jagat”. Dalam do’a di atas terdapat beberapa faedah di antaranya adalah: Do’a ini disyari’atkan untuk dibaca di segala kondisi, dan terdapat kondisi-kondisi tertentu di mana do’a ini dipanjatkan seperti: Ketika thawaf dan berada di antara ar-Rukun al-Yamani dan al-Hajar al-Aswad [HR. Abu Dawud]; Ketika selesai menunaikan rangkaian ibadah haji sebagaimana ditunjukkan dalam teks ayat sebelumnya; Ketika ditimpa musibah sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَادَ رَجُلاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ قَدْ خَفَتَ فَصَارَ مِثْلَ الْفَرْخِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَىْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ ». قَالَ نَعَمْ كُنْتُ أَقُولُ اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِى بِهِ فِى الآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِى فِى الدُّنْيَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « سُبْحَانَ اللَّهِ لاَ تُطِيقُهُ – أَوْ لاَ تَسْتَطِيعُهُ – أَفَلاَ قُلْتَ اللَّهُمَّ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ». قَالَ فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَشَفَاهُ. “Sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seorang sahabat yang telah kurus bagaikan anak burung (karena sakit). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah kamu berdo’a atau meminta sesuatu kepada Allah?” Ia berkata, “Ya, aku berdo’a/meminta kepada Allah, “Ya Allah siksa yang kelak Engkau berikan kepadaku di akhirat segerakanlah untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Subhanallah, kamu tidak akan mampu menanggungnya. Mengapa kamu tidak mengucapkan, “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka.” Maka orang itupun berdo’a dengannya. Allah pun menyembuhkannya.” (HR Muslim). Kata Rabb merupakan seruan/panggilan yang mengandung pengakuan dari hamba terhadap rububiyah Allah karena Dia-lah semata yang memelihara segala urusan hamba-Nya, Dia-lah yang memperbaiki seluruh perkara dunia dan akhirat mereka, Dia-lah semata yang memberikan taufik, yang mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Ucapan ini menunjukkan betapa butuhnya hamba kepada Allah, mereka tidaklah mampu mengurus diri mereka tanpa adanya bantuan dari Allah, tidak ada yang mampu menolong dan memperbaiki segala urusan mereka kecuali Allah (al-Mawahib ar-Rabbaniyah hlm. 124). Dengan demikian, ketika bermunajat dengan mengucapkan panggilan ini, seorang hamba seyogyanya menghadirkan hati akan makna rububiyah Allah karena hal ini akan menimbulkan rasa khusyuk, khudlu’ (ketundukan) dan hamba akan merasakan manisnya bermunajat kepada Allah; Menginginkan kebaikan duniawi semata adalah ciri bagi mereka yang bercita-cita rendah karena pada ayat sebelumnya, Allah menyebutkan perihal golongan yang meminta kebaikan di dunia tanpa meminta kebaikan di akhirat, dan Allah pun menegaskan di akhirat kelak tidak akan ada bagian kebaikan bagi mereka. فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ “Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Rabb kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (QS. al-Baqarah : 200).

Read More

Statemen Panji Dinilai Berbelit-belit Dihadapan Awak Media

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang hadir memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, Senin (03/07/2023). Panji hadir di gedung Bareskrim mulai pukul 14.52 dengan pengawalan ketat sejumlah pendukung nya. Panji menjalani pemeriksaan selama 7 jam lebih. Panji Gumilang hadir memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi terlapor untuk dimintai klarifikasi-nya terkait laporan polisi dugaan penistaan agama. Akibat pengawalan yang ketat tersebut menimbulkan kericuhan saling dorong dan awak media dilarang mendekat ke Panji Gumilang untuk meminta komentar. Sehingga tak sepatah kata pun keluar dari mulut Panji Gumilang saat ditanya oleh sejumlah awak media yang telah menunggu sedari pagi. Justru terdengar teriakan dari pengawalnya yang mengatakan bahwa Panji Gumilang datang diperiksa hanya sebagai saksi. Pemeriksaan selesai sekitar pukul 23.20 dan tampak para penasehat hukum Panji keluar dari ruang penyidik disusul kemudian oleh Panji beserta pendukung yang ikut masuk ke ruang penyidik Bareskrim. Dihadapan awak media, Panji menyampaikan sudah menjawab semua pertanyaan penyidik. Sebanyak 30 pertanyaan disampaikan pihak penyidik dan sudah dijawab semuanya sebagaimana perlunya.

Read More

Panji Anggap MUI Ingin Mendirikan NII

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, mengirimkan rentetan serangan pernyataan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Panji Gumilang menuding MUI telah menamankan kebencian terhadap dirinya dan Al Zaytun dan juga menyebut MUI lah yang sebenarnya ingin mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). “Majelis ulama ini sudah menanam kebencian terhadap Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang dan Al Zaytun. Banyak hal-hal yang diungkapkan, pendidikannya baik namun pimpinanya.., ini namanya memisahkan gula dengan rasa manisnya, pekerjaan majelis ulama,” ucap Panji Gumilang saat diwawancarai di kanal Youtube Al Zaytun Official, Ahad (25/06/2023) Setelah pertemuan di Gedung Sate Bandung, menurut dia, MUI juga memberikan konferensi pers. Namun, menurut Panji, semua yang dikatakan MUI bohong. “Karena setelah acara itu, Majelis Ulama memberikan konferensi pers, berbicara macam-macam, telah mengajukan ini, itu bohong. Kalau menamakan ulama bohong, bagaimana juga akhlaknya?,” sambungnya. Dia pun menjelaskan, tentang arti ulama. Menurut dia, ulama itu adalah cendikia. Karena itu, dia menyebut MUI sebagai Majelis Cendikia Indonesia. “Ulama itu cendikia, dan nama itu Majelis Cendikia Indonesia. Tapi diklaim ulama itu sekan-akan cendikia muslim, sehingga berhak mengugkap hal-hal yang keislaman, sehingga seakan-akan Tuhan,” kata Panji Gumilang. Karena itu, menurut Panji, yang pantas menjadi teladan itu adalah Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Karena, menurut dia, ICMI tidak melakukan klaim

Read More

Curhatan Petugas Safari Wukuf Dalam Menangani Jamaah Haji Lansia

Makkah – 1miliarsantri.net : Pelaksanaan Ibadah haji telah selesai setelah dilakukan nya Wukuf di Arafah. Banyak kisah suka dan duka yang dialami para jamaah haji selama menjalankan Rukun Islam ke-5 di kota suci ini. Namun di balik sukses rangkaian ibadah haji tersebut, ada nama yang tidak boleh dilupakan. Mereka adalah Dokter Leksmana dari RSPAD dan Rudiyanto, perawat RS Haji Jakarta. Dua sosok inilah patut dijupuki sebagai pahlawan wukuf jamaah haji lansia. “Kami diminta mendampingi jamaah lansia dan mereka yang berkebutuhan khusus untuk safari wukuf. Kami mendapat briefing singkat jelang puncak haji. Ketika jamaah datang, kami kaget dengan kondisi mereka, lansia dengan beragam permasalahan (kesehatan) nya,” terang dr Leks, panggilan akrab dr Leksmana kepada media, Senin (03/07/2023). Tentu ini bukan tugas mudah. Tidak semata karena lansia yang harus diurusnya, tapi tugas ini juga menuntut dedikasi, komitmen, dan pengorbanan yang besar juga. Tahun ini adalah kesempatan pertama dr. Leks tergabung sebagai petugas haji. Ini juga menjadi kesempatan perdananya untuk menunaikan ibadah haji. Berat awalnya, karena hanya bisa bersafari dalam momen wukuf di Arafah, serta harus melewatkan kesempatan mabit (menginap) di Muzdalifah. Namun, semua itu harus diambilnya karena tugas yang diamanahkan harus diemban dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Terbayang, ceramah para pembimbing ibadah, tentang kisah Rasululah SAW yang mengizinkan pamannya, Al-Abbas bin Abdul Muttalib untuk tidak bermalam di Mina karena beliau punya tugas memberi minum dan air di kota Makkah. “Karena ini sudah menjadi tugas kami, ya kami siap saja. Kami mendapat tugas untuk melayani jamaah lansia di momen puncak haji, kami laksanakan. Haji mabrur urusan Allah. Mudah-mudahan apa yang kami laksanakan mendapat ridla Allah,” imbuhnya. Tim safari wukuf terdiri atas beberapa unsur. Selain dokter dan perawat yang tergabung di PKP3JH, ada pembimbing ibadah dan petugas layanan lansia. Mereka tinggal di hotel transit guna melayani jamaah lansia sejak 26 Juni – 1 Juli 2023. “Kami tempatkan para lansia itu di kamar masing-masing. Kami lalu menggelar rapat koordinasi antar petugas layanan untuk menyusun program yang harus dilakukan,” ujarnya. “Para lansia butuh diayomi dan ditemani, tidak bisa dibiarkan. Maka kami membuat program untuk mereka. Alhamdulillah kita laksanakan dan dapat membantu jamaah lansia,” kenangnya. dr Leks mencontohkan kisah salah satu jamaah lansia, Zainal Arifin (nama samaran). Dia datang dengan sikap apatis dan low impact. Sehari-hari hanya di tempat tidur, mengisolasi diri. Bahkan, tidak jarang, Kakek Zainal buang kotoran di tempat tidurnya. “Ini kita rawat dan dampingi. Kita suapin makannya, kita ajak bicara, kita ajak ikut senam pagi dan ibadah bersama. Alhamdulillah, lama-lama timbul kemauan untuk berinteraksi yang baik. Banyak jemaah yang ketika baru datang kondisnya begitu, saat pulang komunikasinya bagus, makannya oke, dan bisa bercanda,” ujarnya. Dr Leks menambahkan, kebersamaan selama beberapa hari cukup berkesan dan menganggap mereka sebagai keluarga dan mereka juga menganggap sebagai anak. Para petugas melayani jamaah lansia, ajak makan dan bicara. “Mereka ingin didengar. Kami dampingi dan ajak mereka berinteraksi, selain memberikan layanan kesehatan juga psikologi,” sambungnya. Hal senada dikisahkan Rudiyanto, perawat RS Haji Jakarta yang tergabung dalam PKP3JH. Menurutnya, sejak awal ikut seleksi dan diberi amanah menjadi petugas, dia menegaskan komitmennya untuk berkhidmah melayani jamaah haji.

Read More

Bareskrim Polri Undang Panji Gumilang

Jakarta – 1miliarsantri.net : Terkait polemik yang muncul dan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, mengatakan telah melayangkan surat panggilan kepada Panji Gumilang, pengasuh Ponpes Al Zaytun. Rencananya, Panji Gumilang dipanggil untuk memberikan klarifikasi pada Senin (3/7/2023) hari ini. “Rencana yang bersangkutan kemarin kita panggil untuk hadir di hari Senin kami undang klarifikasi. Itu saja sementara,” ujar Djuhandani kepada media, Ahad (2/7/2023). Menurut Djuhandani, pihaknya belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan bakal hadir memenuhi panggilan polisi atau tidak. Karena pihaknya juga belum mendapat konfirmasi kehadiran dari pihak Panji Gumilang. Panggilan itu sendiri, berkaitan dengan sejumlah laporan polisi terhadap pengasuh Ponpes Al Zaytun tersebut.

Read More