Terlihat Bangunan Diindikasikan Gedung Synagogue di Dalam Ponpes Al Zaytun

Jakarta – 1miliarsantri.net : Terungkap melalui google maps, didalam kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun ditemukan gedung Synagogue. Gedung itu, berwarna putih dengan berlatar belakang berwarna merah. Gedung yang dinamakan sinagog yang terlihat mencolok pada google maps, terletak di sebelah utara, tepatnya di samping masjid utama Rahmatan Lil Alamin, Ponpes Al Zaytun. Sontak hal ini pun menyita perhatian publik dan menuai komentar netizen. Diketahui, Ponpes Al Zaytun menjadi sorotan karena adanya beberapa pernyataan Panji Gumilang yang dinilai sebagian masyarakat telah menyimpang. Bahkan beberapa ormas keagamaan juga telah memberikan sikap atas polemik tersebut. Buntut dari kontroversi tersebut menyebabkan Panji Gumilang harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Read More

Ucapan Doa Terus Mengalir Untuk Kesembuhan Cak Nun

Jakarta – 1miliarsantri.net : Beredar kabar di beberapa sosial media yang mengabarkan Budayawan Muhammad Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun, mengalami pendarahan otak hingga sempat tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSPU) dr. Sardjito. Hal tersebut membuat Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin turut memberikan doa untuk kesembuhan bagi budayawan ternama di Tanah Air tersebut. Hingga Jumat (07/07/2023) kondisi Cak Nun saat ini berangsur membaik dan masih harus mendapat perawatan ekstra di RSUP dr Sardjito, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kiai Ma’ruf berharap Cak Nun segera pulih kembali dikarenakan masyarakat masih membutuhkan budayawan yang terkenal dengan tenbang Lir-ilir tersebut. “Mengenai Cak Nun kita prihatin ya. Mudah-mudahan dan insya Allah nanti saya bisa menengok beliau. Kita selalu mendoakan supaya beliau diberikan kesehatan karena masih dibutuhkan masyarakat untuk memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat,” kata Kiai Ma’ruf seperti dibagikan Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Jumat (07/07/2023). Kiai Ma’ruf memang memiliki hubungan spesial dengan Cak Nun. Keduanya merupakan bagian dari tim sembilan yang diundang Presiden Soeharto ke Istana Kepresidenan, Jakarta pada 19 Mei 1998, untuk berkonsultasi terkait masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, atau dua hari menjelang presiden ke-2 RI itu lengser pada 21 Mei 1998. Hal senada juga disampaikan mantan Sekretaris Pribadi Cak Nun, Noor Janis Langga Barana. Meski kondisinya membaik, Cak Nun masih belum bisa dibesuk. “Alhamdulilah proses recovery Mbah Nun berjalan terus dengan baik,” ungkapnya kepada wartawan.

Read More

Wayang Sebagai Sarana Dakwah Sekaligus Hiburan

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Beberapa waktu lalu pernah terjadi perdebatan polemik tentang wayang yang dianggap haram. Dan tentu saja membuat banyak tokoh angkat bicara, termasuk salah satu ulama besar NU, Syekh Maimoen Zubair (Mbah Moen). Semasa hidupnya Mbah Moen mempunyai ikatan yang sangatverat dengan wayang, di mana menurutnya masing-masing tokoh pewayangan memainkan peran keteladanan, sedangkan kisah yang disajikan mengandung makna ketauhidan. Mbah Moen menilai wayang adalah sebuah sarana dakwah sekaligus hiburan. Nilai penting lain dari tokoh pewayangan adalah selipan teladan dan ajaran yang diperankan masing-masing tokohnya. Beberapa tokoh utama, kata Mbah Moen, seperti Puntodewo/Yudhistira versi lain disebut Prabu Darmokusumo, pemilik Jimat Kalimosodo, yang dikenal adil dan bijak, banyak tirakat dan pengayom wong cilik. “Ada juga keakraban Yudhistira dengan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Keempat punakawan tersebut dengan kondisi fisik yang tidak lumrah, miskin, banyak utang, dan lucu, tetapi dilengkapi dengan etika dan unggah-ungguh yang berkualitas,” kata Mbah Moen dalam beberapa petikan youtube. Tokoh yang tak kalah sentral adalah Werkudoro/Brotoseno/Bimo atau populer dengan sebutan Satrio Jodipati. Brotoseno dikenal memiliki Kuku Ponconoko, yang jadi senjata pamungkasnya. Kuku Bima itu digunakan digunakan untuk menumpas kezaliman dan angkara murka serta menjadi senjata utama dalam perang melawan Kurawa. “Bima digambarkan tegas, pembela kebenaran meski berbicara blak-blakan. Ada juga Arjuno atau Janoko. Mbah Moen menyebut Arjuno memiliki sifat danang joyo. Danang artiya memberi, joyo artinya kejayaan. Sedangkan Nakulo atau Nengkulo adalah akronim dari meneng anggonmu ngemawulo (khidmatlah dalam berbakti kepada Tuhan), Sadewo dengan makna bakale bisa dadi dewa (orang-orang suci, saleh-mushlihah). Pandowo Limo dan Kurowo yang bertentangan merupakan kader Kiai Durno, konsultan politik dan ketatanegaraan Prabu Duryudhana, penguasa Ngastinopuro. Pandowo Limo dan Kurowo yang berhadap-hadapan dalam perang Baratayudha berada di bawah asuhan Kiai Durno dalam Yayasan Sukolimo yang dia miliki.

Read More

Panji Memiliki 289 Rekening Bank Yang Berbeda Nama

Jakarta – 1miliarsantri.net : Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Panji Gumilang, memiliki total 289 rekening, diantara nya 256 rekening atas nama Panji Gumilang dan 33 rekening lain atas nama institusi. “Kami menelusuri, ada 256 rekening atas nama dia (Panji Gumilang), dan 33 rekening atas nama institusi, jadi (total) 289,” terang Mahfud kepada wartawan, Rabu (05/07/2023). Mahfud mengungkapkan, dari 256 rekening atas nama Panji menggunakan beberapa nama yang berbeda. Mahfud menyebut, Panji diketahui memiliki enam nama lain diantata nya Abu Toto, Panji Gumilang, Abdusalam Panji Gumilang,” ujar Mahfud. “Nama dia itu enam, ada Abu Toto, Panji Gumilang, Abdusalam, pokoknya enam lah,” lanjut Mahfud. Sebagaimana diberitakan sebelum nya, Panji Gumilang mendatangi Gedung Mabes Polri, hari Senin (03/07/2023) guna menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada nya. Pemeriksaan tersebut berlangsung mulai pukul 14.00-23.00 WIB. Dalam kesempatan itu, dirinya mengaku dicecar lebih dari 30 pertanyaan oleh penyidik, namun dari keterangan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, mengatakan bahwa yang bersangkutan disodorkan 26 pertanyaan.

Read More

Emil Pastikan Rekening Panji Gumilang Akan Dibekukan

Bandung – 1miliarsantri.net : Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan, pemerintah dan aparat kepolisian terus bekerja untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun. Salah satunya adalah membekukan rekening milik Panji Gumilang, Pimpinan Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Ridwan Kamil pun meminta masyarakat, untuk tetap tenang dan menjaga kondusifitas, selama polisi melakukan penyidikan. “Jadi, saya berulang kali menyampaikan agar masyarakat mohon tetap kondusif, tindakan pidana sedang berlangsung dengan penyelidikan dari Polri,” ujar Ridwan Kamil kepada media di kantor DPRD Jabar, Kamis (06/07/2023). Pria yang akrab dipanggil Emil ini memastikan, bahwa proses pembekuan rekening milik pimpinan pondok pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang sedang ditelusuri oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Kedua, proses pembekuan rekening aliran-aliran yang mencurigakan juga sedang berproses di PPATK,” lanjutnya. Begitu juga, menurut Emil, dengan aset berupa lahan yang dimiliki Al-Zaytun, akan diselidiki oleh Polri, apakah lahannya ilegal atau tidak.

Read More

Kemenag: Operator Kampus Diharapkan Jadi Tulang Punggung Kemajuan Pendidikan

Bandung – 1miliarsantri.net : Cepatnya perkembangan teknologi membuat perguruan tinggi juga harus beradaptasi. Operator kampus yang terdiri atas para ahli dan pakar teknologi (IT), diharapkan menjadi garda terdepan untuk melakukan adaptasi tersebut. Karena merekalah yang selama ini mengoperasikan berbagai sistem digital dan piranti elektronik yang ada di kampus. Operator IT juga menjadi sosok yang selama ini membagikan pengetahuan tentang teknologi kepada para rektor, dosen, hingga mahasiswa kampus Harapan ini diungkapkan Kementerian Agama melalui Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Kementerian Agama Dr. Thobib Al-Asyar, M.Si, Forum Operator Perguruan Tinggi Islam (FORPTI) yang diselenggarakan di Hotel Garden Flower Bandung, Kamis (06/07). Harapan ini menurutnya sangat penting, karena kualitas pendidikan tinggi Indonesia sangat tergantung dengan teknologi. “FORPTI harus jadi tulang punggung kemajuan kampus dan kemajuan pendidikan, karena operator kampus lah yang berperan penginputan data tridharma (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat), dan pengembangan teknologi. Harapannya operator tetap semangat, karena mereka sangat berdampak pada kualitas perguruan tinggi,” ungkap Thobib yang juga sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Menteri Agama, di hadapan ratusan operator kampus dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang hadir dalam forum tersebut. Tantangan Kemajuan Pendidikan Kedepan Thobib juga menyebutkan bahwa para operator merupakan “nyawa” dari sebuah perguruan tinggi. Sehingga kehadiran operator dalam forum ini menjadi hal yang penting untuk saling bertukar pikiran dan ide, dalam upaya menjaga mutu perguruan tinggi agar menjadi lebih baik. Terlebih dalam waktu dekat, tantangan untuk memajukan pendidikan telah menanti para operator IT. Salah satunya adalah integrasi data pendidikan tinggi, dalam bentuk mirroring dan sinkronisasi EMIS (Evaluasi Mutu Internal Sekolah) dengan PDDIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi). Persiapan teknis untuk mengintegrasikan kedua sistem tersebut kini sedang dilakukan. Dengan harapan agar Indonesia sebagai bangsa memiliki data pendidikan nasional dan data pendidikan keagamaan yang terintegrasi, mudah diakses dan dilengkapi oleh operator kampus, serta bermanfaat dalam pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

Read More

UAH Mencium Aroma Wangi di Makam Mbah Maimun Zubair

Jakarta – 1miliarsantri.net : Sosok Kiai Haji Maimun Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen sangat lah berkesan di kalangan para mubaligh, bukan saja di Indonesia, tapi juga seluruh dunia memahami karakteristik ulama kharismatik tersebut. Mbah Moen meninggal dunia di Mekkah, seusai Sholat Subuh pada 6 Agustus 2019 pukul 04.30 waktu setempat di Rumah Sakit An-Nur Mekkah. Tidak ada gejala beliau sakit karena malam sebelumnya beliau menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Dr. Agus Maftuh Abegebriel. Mbah Moen dimakamkan pada tanggal yang sama, di Ma’la, Mekkah. Makamnya berdekatan dengan makam guru beliau, Sayyid Alawi al-Maliki al-Hasani dan makam Khadijah istri Rasulullah. Kisah-kisah kebaikan Mba Moen masih lestari dan karomah Mbah Moen dirasakan Ustadz Adi Hidayat (UAH) saat berziarah ke Ma’la. Waktu itu UAH berziarah ke makam Mbah Moen bersama sejumlah teman dan menceritakan mencium wangi harum. “Saya bersaksi demi Allah, Anda boleh catat kalimat saya ini. Saya kemarin waktu ke Mekkah, Alhamdulillah Allah tunjukkan beberapa (kebaikan) almaghfurlah, Mbah Moen,” terang UAH. UAH menceritakan, saat itu dirinya berziarah ke Pemakaman Ma’la, termasuk ke makam KH Maimun Zubair dan ibunda tercinta Sayyidah Khadijah radhiyallahu anha. Saat berdoa kebaikan di makam Mbah Moen, UAH mencium wangi yang sangat harum. “Ini tidak apa-apa disampaikan, memang saya mengalami dan saya menyampaikan. Begitu saya melewati pemakaman lalu di makamnya itu (makam Mbah Moen) kemudian kita di situ berdoa kebaikan. Kita kalau (mendoakan) sama ulama nggak mungkin meminta ampunan, adabnya begitu, tapi tambahan kemulian, tambahkan cahaya. Dan setelah itu selesai (berdoa),” kata UAH merawikan.

Read More

Napak Tilas Pesantren Cokrokertopati Takeran Magetan Dalam Memberantas Komunis

Magetan – 1miliarsantri.net : Di wilayah Takeran Magetan, Jawa Timur terdapat sebuah Pondok Pesantren yang didirikan untuk meneruskan cita-cita para pendahulu nya yang konon memiliki sejarah sangat luar biasa bagi bangsa dan negara Indonesia. Pondok Pesantren (Ponpes) Cokrokertopati merupakan generasi penerus Pesantren Takeran yang sudah berdiri sejak tahun 1880. KH. MS Zuhdi Tafsir, S.Ag atau akrab disapa Mbah Zuhdi, pendiri sekaligus Pengasuh Ponpes Cokrokertopati menuturkan, berdirinya Yayasan Perguruan Islam (YPI) Cokrokertopati, berawal dari kegelisahan pengasuh atau sekaligus juga pendiri Pondok Pesantren melihat keadaan generasi muslim yang kurang cakap dan belum memahami tentang ilmu agama Islam, khususnya kitab-kitab kuning, sehingga muncul ide dan niat yang kuat untuk mendirikan Pondok Pesantren Salafiyah Cokrokertopati. “Secara historis pendirian YPI Cokrokertopati tidak lepas dari Pesantren Takeran yang didirikan oleh Mbah Kiai Hasan Ulama’ bin Pangeran Cokrokertopati, atau bergelar Kiai Kholifah. Beliau merupakan telik sandi Pangeran Diponegoro, sehingga banyak orang yang menganggap beliau penasehat sekaligus spiritualis Pangeran Diponegoro,” Ungkap Mbah Zuhdi kepada 1miliarsantri.net, Rabu (05/07/2023). Mbah Zuhdi menambahkan, pengambilan nama Pondok Pesantren Salafiyah Cokrokertopati ini dinisbatkan kepada beliau Pangeran Cokrokertopati sebagai perwujudan ta’dimpara pengasuh dan pendirinya. Sebelum nya, Mbah Zuhdi didatangi Mbah Imam Mursyid Muttaqien yang menyampaikan pesan untuk menjaga masjid pesantren Takeran. Namun ketika Mbah Zuhdi berkedip, Mbah Imam Mursyid Muttaqien hilang begitu saja. “Pada tahun 1986, bapak saya meminta saya untuk menjadi penerus dan menjadi imam sholat Rawatib di masjid Jami yang didirikan tahun 1886. Saya mau menerima dengan catatan bapak masih berkenan menjadi Khatib sekaligus Imam Sholat Jumat, masih berkenan menjadi Imam Sholat Idul Fitri dan Idul Adha, masih berkenan menjadi Imam Rabu Wekasan dan menjadi Imam sholat Gerhana,” imbuh Mbah Zuhdi. Secara resmi legalitas Ponpes Cokrokertopati dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhum HAM) pada 1 Oktober 2010 dan berjalan hingga sekarang ini menjadi Lembaga Pendidikan formal yang ijazah nya bisa dipergunakan apabila santri ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih lanjut. “Kalo dulu masih berupa pondok yang tidak memiliki surat keterangan lulus atau ijazah, dan kebanyakan santri-santri nya bingung antara memilih sekolah formal dengan mondok, sehingga ketika liburan sekolah, maka pondok jadi sepi karena semua santri pulang ke rumah masing-masing. Kalo sekarang sudah tidak seperti itu lagi, sekalipun liburan sekolah seperti sekarang ini, santri masih berada didalam pondok,” terang Mbah Zuhdi.

Read More

Kisah 2 Santri Yang Adu Kesaktian Karena Perbedaan Prinsip

Jombang – 1miliarsantri.net : Sumoyono adalah nama sebuah pesantren yang berdiri tak jauh dari Tebu Ireng di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang Jawa Timur. Pesantren ini diasuh oleh Kiai Sumoyono. Di pesantren yang berdiri tahun 1800-an ini ada dua santri yang amat menonjol dan terkenal. Mereka adalah Surontanu dan Joko Tulus alias Kebo Kicak. Sayangnya kedua santri tersebut harus bermusuhan karena berbeda jalan. Surontanu merupakan murid pesantren Sumoyono yang sangat keras menolak segala bentuk maksiat dan ketidakadilan, termasuk saat Belanda datang ke Desa Cukir untuk mendirikan pabrik gula. Sementara Joko Tulus adalah santri murtad yang memilih jalan sesat demi mencapai duniawi sesaat hingga rela menjadi antek belanda. Perbedaan itu membuat kedua santri yang sama-sama memiliki kanuragan mumpuni ini selalu berbenturan sehingga menjalin permusuhan abadi. Awal permusuhan Surontanu dan Joko Tulus dimulai saat Belanda membangun pabrik gula di Desa Cukir. Kesewenang-wenangan Belanda dalam mendirikan pabrik dengan merubah paksa sawah warga menjadi kebun tebu, membuat Surontanu emosi dan memberikan perlawanan terhadap kebijakan kolonial itu. Terlebih Belanda sengaja mendukung berdirinya tempat maksiat di lokasi bernama Kebo Ireng yang tak jauh dari pabrik gula serta Pesantren Sumoyono. Tak ayal Surontanu kian meradang, apalagi lokasi Kebo Ireng dipimpin oleh mantan adik perguruannya di Sumoyono yaitu Joko Tulus alias Kebo Kicak yang telah memilih jalan sesat. Cikal bakal Joko Tulus menjadi penjahat sebenarnya sudah tercium sejak awal masuk pesantren. Karena masuk pesantren Sumoyono sebenarnya bukan keinginan Joko Tulus, namun kakeknya yang mengirim dan menitipkan langsung kepada Kiai Sumoyono. Oleh Kiai Sumoyono, Joko Tulus diberi perhatian khusus saat di pesantren hingga menjadi murid kesayangan Kiai. Sayang perhatian dan kasing sayang Kiai Sumoyono tak mampu meluluhkan hati Joko Tulus untuk menuju jalan hitam dan menjadi pimpinan utama tampat maksiat Kebo Ireng. Cerita Joko Tulus bergabung dengan Kebo Ireng berawal ketika dirinya makan di warung yang ada di Pasar Cukir. Saat makan Joko Tulus diganggu oleh para preman Desa Cukir. Emosi dan naik pitam, Joko Tulus menantang preman tersebut berkelahi. Hanya dalam hitungan detik, Joko Tulus yang memang sakti itu melumpuhkan preman tersebut. Kehebatan Joko Tulus terlihat oleh Wiro, dukun sakti aliran hitam yang menjadi antek belanda serta pemimpin tempat maksiat Kebo Ireng. Karena bujukan Wiro, akhirnya Joko Tulus keluar dari Pesantren Sumoyono untuk masuk ke lembah hitam dan dinobatkan sebagai pemimpin utama Kebo Ireng.

Read More

Beberapa Sahabat Rasulullah SAW Yang Dimakam kan di Indonesia

Jakarta – 1miliarsantri.net : Sejarah perjalanan perjuangan Islam sangat panjang hingga sampai ke benua asia termasuk Indonesia. Banyak sahabat Rasulullah SAW dan diantaranya para ulama besar di Mekkah, Yaman dan jazirah Arab lainnya di makam kan didaerah asal. Berbahagia lah terdapat beberapa Sahabat Rasulullah SAW yang dimakamkan di Indonesia. Sahabat Nabi Muhammad yang dimakamkan di Indonesia konon berada di Barus, salah satu daerah pesisir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Barus memang sudah diindetikkan dengan daerah penghasil kapur barus sejak peradaban kuno. Sosok sahabat Nabi Muhammad SAW yang dimakam kan di Indonesia adalah Syaikh Mahmud yang berada di puncak Bukit Barus ini. Syaikh Mahmud dikenal sebagai sahabat Nabi yang pernah hijrah di Indonesia. Sebuah literatur menyebutkan, Abdurrahman bin Muadz bin Jabal, dan putera-puteranya Syaikh Mahmud dan Ismail berdakwah dan wafat dimakamkan di Barus sekitar Tahun 625 M/4 Hijriyah. (Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah [Nusantara], 1929). Abdurrahman bin Muadz datang dari Hadhramaut Yaman membawa putranya Mahmud untuk berdakwah ke Nusantara dan akhirnya menetap di Barus. Mereka datang ke Barus diperkirakan Tahun 625 M atau 4 Hijriyah. Makam Syaikh Mahmud berada di atas Bukit Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara. Pada batu nisannya tertulis nama Syaikh Mahmud Fil Hadratul Maut (Yaman) yang ditarikhkan Tahun 34 sampai 44 Hijriyah. Selain Syaikh Mahmud, sahabat Nabi yang disebut-sebut pernah berdakwah ke Indonesia melalui Barus adalah Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu. Beliau singgah di Barus sebelum melanjutkan perjalanannya ke Cina pada tahun 616 M. Setelah berdakwah di China, beliau kembali ke Madinah. Menurut riwayat, Sa’ad bin Abi Waqqash dimakamkan di pemakaman Baqi’ Madinah. Apabila melihat uraian yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka selama masa itu nabi Muhammad benar-benar mencurahkan kecintaannya pada Indonesia. Terbukti masa itu ada dua sahabat yang turun langsung ke tanah Indonesia untuk berdakwah menyebarkan syiar Islam. Keduanya yakni Syaikh Mahmud Fil Hadratul Maut dan Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu. Keduanya merupakan sahabat nabi Muhammad yang juga sangat mencintai Rasulullah. Panjang makam mencapai tujuh meter Menurut keterangan Channel Muhibbin Auliya Barus, banyak makam-makam berukuran panjang di Barus. Ini bukan menunjukkan besar atau tingginya fisik orangnya. Tetapi lebih kepada maqom (derajat) keilmuannya. Sebab biasanya yang memakai tradisi ini adalah orang-orang sufi. Sekalipun banyak yang menyakini Syaikh Mahmud adalah sahabat Nabi Muhammad, namun beberapa kontroversi pun masih terjadi. Ada yang menyebutkan bahwa Syaikh Mahmud penyebar Islam di Barus bukanlah sahabat Nabi yang merupakan putra dari Abdurrahman bin Muadz bin Jabal. Beliau adalah seorang auliya penyebar Islam dari Hadhramaut Yaman yang datang ke Barus. Wallahu A’lam.

Read More