Masjid Agung Kota Tegal, Antara Kebesaran dan Bukti Sejarah Perjuangan Pangeran Diponegoro

Tegal — 1miliarsantri.net : Penting untuk mengetahui misteri sejarah dan keunikan Masjid Agung Tegal agar semangat dalam memperjuangkan kehidupan tetap terjaga. Inilah misteri sejarah dan keunikan Masjid Agung Tegal yang menjadi saksi bisu perang Dipenogoro. Selain bangunan masjid yang besar dan megah, ternyata terdapat sejarah di dalamnya serta keunikan yang masih jarang diketahui. Masjid Agung Kota Tegal berdiri diatas tanah yang diwakafkan oleh seorang Penghulu I yang juga berprofesi sebagai tokoh agama dan muballigh bernama Kiai Abdul Aziz. Luas tanah wakaf pembuatan masjid ini mencapai 2.864,36 m2. Masjid Agung Kota Tegal ini diperkirakan dibangun pada tahun 1825 M. Bagaimana sejarah tercipta pada masjid ini? Dan apa keunikan yang berada di dalamnya? Simak artikel ini sampai selesai. Di antara riwayat perang epik antara Pangeran Diponegoro dan penjajah Belanda yang dikenal sebagai Perang Jawa, terdapat sebuah bangunan yang menyimpan sejuta cerita. Masjid Agung Kotamadya Tegal, Jawa Tengah, memiliki hubungan erat dengan periode bersejarah tersebut. Pada rentang tahun 1825-1830, ketika Perang Jawa pecah, K.H. Abdul Aziz mulai membangun masjid ini. Kehadiran masjid ini pada masa perang menjadikannya saksi bisu perlawanan Pangeran Diponegoro dan pengikut setianya dalam mempertahankan kebenaran.

Read More

Sebanyak 9 Pelaku UMKM Kabupaten Biak, Terima Sertifikat Halal Dari Kementerian Agama

Biak — 1miliarsantri.net : Sebanyak sembilan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Biak Numfor, Papua, menerima sertifikat halal pangan olahan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Tahap pertama sertifikat halal produk UMKM diterima 22 sertifikat dan saat ini bertambah lagi sembilan sertifikat halal sehingga total 31 sertifikat halal produk MUI,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperibdag) Yubelius Usior kepada media di Biak, Senin (17/07/2023).

Read More

Kulturalisasi Islam di Tanah Jawa

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : “Muslim Jawa itu Muslim nominal!” Pernyataan yang meragukan orang Jawa bisa menjadi Muslim yang sejati seperti ini telah berdengung minimal dalam kurun setengah abad terakhir. Ini dimulai ketika ilmuwan sosial asal Amerika Serikat, Clifford Geertz, pada ujung dekade 50-an mengemukakan hasil penelitiannya mengenai pengaruh agama di kalangan masyarakat Jawa. Saat itu, Geertz melakukan penelitian di kota yang disebutnya sebagai Mojokuto atau tepatnya Kota Pare, Kediri, Jawa Timur. Hasil penelitian Geertz kemudian menelurkan tiga varian tentang orang-orang Jawa (Trikotomi), yakni santri, priayi, dan abangan. Santri adalah mereka yang taat pada ajaran Islam, priayi adalah kelompok sosial yang terpengaruh ajaran leluhur, yakni Hindu-Buddha, dan abangan adalah kelompok rakyat jelata yang tak terlalu taat pada Islam dan mempraktikkan agama secara sinkretis. ”Memang sudah lama sekali pengelompokan Geertz itu. Banyak pihak yang bertanya apakah masih berlaku sampai sekarang, yakni setelah lebih dari setengah abad. Jawabnya sudah berubah sama sekali. Keberagamaan orang Islam di Jawa kini tak bisa lagi dianggap nominal. Islam sudah begitu merasuk ke dalam masyarakat itu?” kata DR Pipip Rifai Hasan, pengajar pada Universitas Paramadina, ketika ditanya soal isu Islam nominal di kalangan kaum Muslim di Jawa. Adanya sinyalemen bahwa orang Jawa tidak bisa menjadi Islam yang kaffah yang itu kemudian dijawab oleh Pipip bahwa keadaannya sudah berubah, semakin membuat penasaran untuk melihat kenyataan yang terjadi di lapangan. Pada sebuah perjalanan yang khusus untuk melihat kenyataan berubahnya kondisi sosial keagamaan di Jawa itu terekam kuat ketika pergi mengunjungi sebuah kota kecamatan di wilayah Jawa ‘pedalaman’, yakni Piyungan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Read More

Kedekatan Raja Mataram Dengan Generasi Utsmani Turki Serta Keinginan Pangeran Diponegoro Meninggal di Makkah

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) masih delapan bulan mendatang, nama Pangeran Diponegoro ramai disebut-sebut. Prabowo Subianto ketika memaparkan visi dan misinya di depan para wali kota se-Indonesia di Makassar menyatakan akan memindahkan makam Pangeran Diponegoro ke Jawa. Sontak pernyataan ini memicu banyak komentar. Sayangnya, komentar yang keluar negatif. Baik masyarakat di Makassar dan para anak keturunan Pangeran Diponegoro yang ada di Yogyakarta menolak keras. Raja Ngayogyakarto Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X tegas menolak wacana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang ingin memindahkan makam pahlawan nasional Pangeran Diponegoro dari Makassar kembali ke kampung halamannya di Yogyakarta. “Kalau saya enggak usah, Pangeran Diponegoro di sana [Makassar] juga dihargai oleh masyarakat,” ujar Sultan di Yogyakarta, Minggu (16/07/2023). Sultan menilai warga Makassar pun menjaga sekaligus menghormati keberadaan makam sosok pahlawan dengan nama asli Bendara Raden Mas Antawirya. Oleh karena itu, menurut Sultan, wacana pemindahan itu tak perlu dilaksanakan. Melihat itu tampaknya usulan pemindahan makam Diponegoro akan mentok. Publik lebih menyukai sekaligus bangga bila Pangeran Diponegoro di makamkam di Makssar. Apalagi anak cucu dan keturunan nya pun sampai kini banyak tetap berada di tempat itu. Mereka bangga dan menjaga makam leluhurnya yang sangat dihormati. Meminjam istilah pangeran Diponegoro itu sebagai ‘takdir’.

Read More

Masjid Berusia Dua Abad Ini Akan Dihancurkan

Basra – 1miliarsantri.net : Masjid Al-Siraji sebuah masjid berusia lebih dari dua abad di Irak dan berdiri sejak tahun 1727 resmi dihancurkan oleh otoritas Kegubernuran Basra Irak. Masjid ini harus dipindahkan untuk memperluas jalan Abi Al-Khasib di selatan kegubernuran. Atas keputusan dan tindakan tersebut, banyak masyarakat Irak yang menggunakan media sosial untuk mengungkapkan ketidaksenangan dan kritik mereka. “Tujuan penghancuran Masjid Al-Saraji adalah untuk menyelesaikan perluasan jalan, sebagai jawaban atas tuntutan warga dan pemilik kendaraan karena kepadatan yang parah,” ujar Gubernur Basra, Asaad Al-Eidani, yang dikutip di Iraqi News, Ahad (16/07/2023).

Read More

Bukti Manuskrip Orang Suku Jawa Memiliki Nasab Hingga Ke Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sejarah yang mengatakan bahwa orang-orang suku Jawa memiliki nasab sambung dengan Rasulullah Muhammad SAW sepertinya bukan hanya rumor biasa. Fakta sejarah tentang suku Jawa memiliki nasab sambung dengan Rasulullah SAW ini sempat dijelaskan secara gamblang melalui manuskrip kuno yang dimiliki oleh salah satu Pakar Ilmu Filologi Universitas Airlangga Surabaya, Ust Menachem Ali. Dalam kesempatanya saat menjadi narasumber primer di chanel Youtube MARETDUATUJUH, Ust Menachem Ali mengatakan, bahwa agama Islam dengan Jawa tidak dapat dipisahkan. Hal tersebut kata, Ust Menachem Ali, dibuktikan dengan adanya beberapa literasi manuskrip kuno berbahan kertas deluwang (kertas khas orang Jawa) yang isinya memadukan antara huruf besar berbahasa arab dengan huruf kecil berbahasa Jawa namun, menggunakan aksara jawa. “Jadi antara keislaman dan kejawaan, itu tidak bisa dipisah. Itulah sebabnya muncul literasi model seperti ini. Dan ini buktinya berbasis dokumen,” ungkapnya. Bukti lain yang membuktikan jika Islam dan Jawa tak terpisahkan juga ditunjukan oleh Ust Menachem Ali, melalui sebuah dokumen karya literasi dari ringkasan muhtasor bernama Bidayaturohman terbitan tahun 1935 yang dibuat oleh Kiai Saleh Darat yang merupakan penerjemah sekaligus guru dari Raden Ajeng Kartini yang dibelinya langsung dari Mesir.

Read More

Sumber Penyimpangan Al Zaytun Menurut Mantan Komandan NII KW 9

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam berbagai kesempatan video-video yang viral, masyarakat disuguhkan pernyataan kontroversial Panji Gumilang yang menyimpang dari ajaran Islam. Berbagai penyimpangan tersebut karena cara pandangnya yang merasionalisasikan semua penafsiran ajaran Islam. Shalat bagi mereka adalah aktivitas dalam rangka mewujudkan negara Islam dengan “mencuci otak” sebanyak-banyaknya rakyat Republik Indonesia untuk hijrah ke NII Al Zaytun. Haji bagi mereka adalah muktamar perwakilan berbagai daerah untuk rapat paripurna menyusun agenda kenegaraan Islam. Kisah semua nabi dan rasul dengan musuh-musuh mereka dalam Al-Qur’an dirasionalkan dengan keadaan para petinggi Al Zaytun, yang sejak dahulu hingga saat ini terus mendapatkan tekanan dan serangan dari pemerintah dan rakyat Indonesia yang dianggap jahiliyah. Semua ajaran Islam yang tidak masuk akal bagi mereka dianggap sebagai amalan yang sia-sia karena tidak memberikan pengaruh langsung dalam kehidupan. Mereka menilai semua itu terjadi karena umat Islam terkungkungnya dalam pemahaman para ulama Ahlussunah wal Jamaah. Nll Al Zaytun “memuseumkan” semua pemahaman akidah dan ibadah ulama Ahlussunah wal Jamaah. Mereka telah menuhankan akal yang ditunggangi hawa nafsu di atas wahyu dan hadits. Tafsir mereka berbeda seratus delapan puluh derajat dari ajaran Islam yang dibawa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam. Mereka berkiblat dengan pola kesombongan dengan berani menolak perintah Allah karena menuhankan akalnya.

Read More

Polisi Siagakan 3.200 Personel Pengamanan Apel Siaga Perubahan di SUGBK

Jakarta – 1miliarsantri.net : Guna untuk mengamankan kegiatan partai politij Apel Siaga Perubahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, hari ini Ahad (16/07/2023) Polisi mengerahkan sebanyak 3.200 personel. Dalam pengamanan tersebut pihak kepolisian menerapkan tiga ring pengamanan yang mengitari venue acara. “Persiapan 3.200 personel mulai dari konsep pengamanan ring 1, 2, 3 yang mengitari wilayah GBK, termasuk juga sampai mau masuk,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin kepada media, Ahad (16/07/2023). Komarudin menambahkan, pihaknya juga akan melakukan melakukan pengawalan dan pengamanan kegiatan lain yang berbarengan, yaitu aktivitas masyarakat seperti car free day. Termasuk berkoordinasi dengan pihak penyelenggara, terkait dengan kantong parkir yang tersedia. “Sehingga dengan pengamanan tersebut diharapkan setiap kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Memang waktunya yang bersamaan dengan car free day, sehingga ada beberapa alur atau pola contra flow yang kita siapkan dari pagi,” tegas Komarudin.

Read More

Situs Gunung Padang Diketahui Sudah Ada Sejak 9000 Tahun Lalu

Cianjur – 1miliarsantri.net : Anda mungkin pernah mendengar nama Situs Gunung Padang yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Situs Gunung Padang adalah salah satu bukti peninggalan nenek moyang yang masih berdiri hingga saat ini. Situs Gunung Padang yang terletak tepatnya di Desa Karyamukti, telah menjadi pusat perhatian para peneliti karena keberadaannya yang diyakini sebagai situs megalitikum tertua di Indonesia. Asal usul Gunung Padang masih menjadi misteri dan menjadi subjek perdebatan di kalangan para ahli tentang sejarah Gunung Padang. Pada awalnya Gunung Padang dianggap sebagai situs pemakaman kuno yang berasal dari sekitar 5.000 tahun lalu. Namun, penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa situs ini mungkin memiliki sejarah yang jauh lebih tua berdasarkan penelitian sebelumnya. Beberapa penelitian menggunakan metode penanggalan radiokarbon dan analisa heologi mengindikasikan bahwa struktur di Gunung Padang bisa memiliki usia lebih dari 9.000 tahun. Situs Gunung Padang terdiri dari beberapa teras batu yang membentuk piramida teras yang mengarah ke puncak gunung. Terdapat pula struktur batu besar dan petilasan di sekitar area ini. Selain itu juga terdapat beberapa teori tentang asal-usul situs ini. Salah satu teori menyatakan bahwa Gunung Padang adalah sisa-sisa komplek kuil atau tempat ibadah yang telah lama hilang dari zaman pra-sejarah.

Read More

Mantan Perampok Yang Kini Memiliki Pondok Pesantren

Kulon Progo – 1miliarsantri.net : Jalan kehidupan manusia memang tidak akan ada yang pernah tahu. Kutipan itu cocok disematkan kepada Sandiman Nur Hadi Widodo, mantan perampok yang akhirnya hijrah dan mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ghifari di Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sandiman lahir di Desa Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, 60 tahun silam. Masa muda bapak dua anak dan empat cucu itu dihabiskan dengan berjudi, main wanita hingga melakukan pelbagai tindak kriminal lainnya. Ia bahkan pernah dijuluki perampok spesialis emas, karena bersama komplotan tidak pernah gagal melancarkan aksi kejahatan tersebut. Namun, sepandai-pandainya tupai meloncat pasti jatuh juga. Sandiman Cs yang berhasil menggasak logam mulia seberat tujuh kilogram dari sebuah toko emas di wilayah Kota Yogyakarta pada tahun 1995 berujung antiklimaks. Polisi mencium pelaku merupakan kelompok Sandiman, satu per satu perampok pun akhirnya diringkus. Sandiman yang sempat buron ke luar jawa menjadi yang terakhir ditangkap. Ia dibekuk di Riau, tak lama setelah aksinya terbongkar. Divonis empat tahun penjara, Sandiman jadi pesakitan di Lapas Wirogunan, Yogyakarta sejak 1995, tetapi masa hukumannya dipangkas jadi tiga tahun karena mendapatkan remisi. Pada 1998, Sandiman kembali menghirup udara bebas. Kehidupan di hotel prodeo mengubah jalan hidup Sandiman. Di sana, Sandiman yang ketika itu berusia 32 tahun mulai mendalami Islam. Sejumlah warga binaan di lapas tersebut mengajarinya salat dan membaca Al-Qur’an.

Read More