Telkom Luncurkan TELIS 2.0: Inovasi AI yang Ubah Cara Karyawan Mengelola Kebijakan Perusahaan

Telkom Indonesia meluncurkan TELIS 2.0, sistem legal intelligence berbasis AI yang mempercepat pencarian dan analisis dokumen kebijakan perusahaan hingga 24 kali lebih efisien, membantu karyawan bekerja lebih cerdas dan produktif. Jakarta — 1miliarsantri.net: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi dan komunikasi serta telekomunikasi digital di Indonesia, saat ini memperkenalkan TELIS 2.0 (Telkom Legal Intelligence System versi 2.0). TELIS 2.0 (Telkom Legal Intelligence System versi 2.0), aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mengelola, menganalisis, dan mengakses dokumen peraturan perusahaan secara cepat dan kontekstual. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital Telkom menuju penerapan AI berbasis produktivitas dan efisiensi kerja. Langkah Telkom ini melanjutkan kesuksesan TELIS 1.0 sebagai wadah penyimpanan digital peraturan perusahaan, TELIS 2.0 hadir dengan kemampuan baru yang jauh lebih cerdas. Aplikasi ini tidak hanya menyimpan dokumen, tetapi juga mampu menelusuri, meringkas, dan menampilkan informasi penting dari ratusan dokumen dalam hitungan detik. AI yang Mengubah Cara Kerja Unit Legal Telkom Dengan dukungan Cognitive AI, TELIS 2.0 secara signifikan memangkas waktu kerja administratif tim Legal hingga lebih dari tiga jam per hari, atau sekitar 40 menit per karyawan.Efisiensi ini memungkinkan karyawan untuk lebih fokus pada pekerjaan yang bersifat strategis dan bernilai tambah. Bahkan, kemampuan analitik dokumen yang didukung AI memungkinkan proses pemeriksaan dan perbandingan dokumen dilakukan hingga 24 kali lebih cepat dibandingkan metode manual.Peningkatan kecepatan dan akurasi ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga tentang transformasi budaya kerja menuju smart decision-making di lingkungan TelkomGroup. Faizal Rochmad Djoemadi: “TELIS 2.0 Jadi Use Case AI yang Nyata” Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan bahwa peluncuran TELIS 2.0 menjadi tonggak penting penerapan AI di Telkom. “Memilih use case yang tepat adalah kunci sukses setiap organisasi dalam mengadopsi AI. Kami mulai dari unit pemilik data yang matang dan memiliki ambisi transformasi kuat. Dengan TELIS 2.0, kami ingin menghadirkan dampak langsung bagi sebanyak mungkin karyawan,”ujar Faizal. Menurutnya, unit Legal menjadi titik awal ideal karena memiliki volume data besar dan kebutuhan efisiensi tinggi. Keberhasilan implementasi TELIS 2.0 membuktikan bahwa teknologi AI mampu memberikan hasil nyata, bukan sekadar wacana digitalisasi.

Read More

DPR RI Panggil Trans7 dan Alumni Santri Lirboyo: Bahas Tayangan Kontroversial, Trans7 Minta Maaf dan Program Dihentikan

Trans7 resmi minta maaf, program ‘Xpose Uncensored’ dihentikan, dan DPR dorong audit izin siar. Kasus ini jadi peringatan bagi media untuk lebih peka terhadap nilai agama dan sosial. Jakarta — 1miliarsantri.net: Respon cepat DPR menggelar rapat untuk membahas kasus tayangan kontroversial ““Xpose Uncensored” yang dinilai menyinggung pesantren. DPR RI mengundang pihak Trans7, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL). Rapat diselenggarakan oleh DPR RI untuk membahas kasus program “Xpose Uncensored” yang tayang di Trans7 pada 13 Oktober 2025, dan menyinggung Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, dan menimbulkan keresahan dan reaksi luas di kalangan umat Islam khususnya dari kalangan alumni pondok pesantren Lirboyo. Isi Rapat dan Respon Trans7 Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang menekankan pentingnya etika penyiaran dan perlindungan nilai-nilai keagamaan dalam media nasional. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama Trans7, Atiek Nur Wahyuni, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh pihak, terutama komunitas pesantren. Ia memastikan bahwa program “Xpose Uncensored” dihentikan permanen, dan kerja sama dengan rumah produksi eksternal yang membuat tayangan itu sudah diputus per 14 Oktober 2025. Langkah DPR dan KPI Untuk menghindari kejadian serupa yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang, maka DPR RI dan KPI mengambil langkah anitisipasi yang persuasif dan tegas: Sementara itu, HIMASAL menegaskan bahwa pesantren adalah pusat pendidikan moral dan spiritual, dan penyiaran publik harus menghormati hal itu. Dampak dan Pembelajaran Kasus Xpose Uncensored Trans7, Reputasi sebagai lembaga penyiaran mengalami dampak yang cukup signifikan. Trans7 wajib perkuat filter etika penyiaran dan kontrol eksternal, agar kasus yang sama tidak terulang lagi. Pesantren dan Masyarakat, Pihak pesantren dan masyarakat (khususnya umat Islam) wajib mendapatkan perlinbdungan citra lembaga keagamaan dari representasi negatif media. KPI dan Komdigi, Meningkatkan pengawasan dan memperkuat pedoman konten religi dan budaya.

Read More

Ziarah Kubur Menggunakan Rekaman Ngaji: Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

Situbondo – 1miliarsantri.net : Banyak dari kita yang mempunyai kebiasaan ziarah datang langsung ke makam keluarga atau ulama untuk mendoakan dan mengenang jasa mereka. Namun, seiring perkembangan teknologi, bagaimana kalau ziarah kubur dilakukan menggunakan rekaman? Misalnya, ada yang memutar rekaman ngaji atau bacaan doa di makam. Sebelum membicarakan hukum ziarah kubur dengan rekaman, kita perlu paham dulu apa tujuan dari ziarah itu sendiri. Dalam Islam, ziarah kubur dianjurkan sebagai pengingat akan kematian dan kesempatan untuk mendoakan mereka yang sudah mendahului kita. Dari Buraidah bin Al-Hushoib RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, “ Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan. Sebab, ziarah kubur itu akan mengingatkan kita pada hari akhirat.” (Hadist Riwayat Imam Muslim dan Abu Daud) Biasanya, ziarah dilakukan dengan datang langsung ke makam, membaca doa, tahlil, atau ayat-ayat Al-Qur’an, serta mendoakan kebaikan bagi yang telah meninggal. Kehadiran kita di makam juga dianggap sebagai bentuk penghormatan dan silaturahmi spiritual dengan orang yang sudah tiada. Saat ini, perkembangan teknologi memungkinkan seseorang memutar rekaman doa atau bacaan Al-Qur’an di makam, atau bahkan mengirimkan rekaman itu dari rumah. Hal ini biasanya dilakukan karena alasan tertentu, misal jarak yang jauh, kondisi kesehatan tubuh, keterbatasan waktu atau mungkin awam dengan bacaan-bacaan ziarah kubur. Namun, di sinilah muncul pertanyaan, apakah cara ini sama nilainya dengan hadir langsung? Apakah pahala doa dan bacaan tetap sampai kepada almarhum? Yuk kita simak bersama. Baca juga : Hukuman Apa yang Pantas Bagi Pelaku Koruptor Dalam Pandangan Islam Pandangan Ulama tentang Hukum Ziarah Kubur dengan Rekaman Berbicara hukum ziarah kubur dengan rekaman, kita harus memahami bahwa mayoritas ulama berpendapat ziarah kubur itu lebih utama dilakukan dengan hadir langsung ke makam. Hal ini karena ada adab dan hikmah yang hanya bisa didapatkan ketika berada di makam langsung, seperti merenungi adanya kematian dan merasakan kedekatan yang emosional. Meski begitu, doa untuk orang yang sudah meninggal tidak dibatasi tempat. Artinya, mendoakan dari jauh tetap sah dan insyaAllah sampai kepada yang didoakan, selama dilakukan dengan ikhlas. Namun, memutar rekaman doa atau tahlil di makam tanpa adanya kehadiran fisik dianggap tidak memiliki landasan yang kuat dalam syariat. Mengapa? Karena pahala doa atau bacaan datang dari orang yang membacanya saat itu, bukan dari suara rekaman yang diputar.

Read More

Hukuman Apa yang Pantas Bagi Pelaku Koruptor Dalam Pandangan Islam

Situbondo – 1miliarsantri.net : Virus kejahatan yang sangat merugikan banyak orang dan menggerogoti berbagai sendi kehidupan berbangsa adalah korupsi. Pelaku koruptor ini bukan hanya membuat negara rugi secara materi, tapi juga menghancurkan kepercayaan masyarakat. Kejahatan ini dalam Islam dikategorikan sebagai perbuatan ghulul (pengkhianatan) dan sut (harta haram).. Dalam ajaran Islam, masalah korupsi ini dipandang serius. Hukuman bagi pelaku koruptor dalam Islam bukan sekadar soal menghukum demi efek jera, tapi juga sebagai upaya menjaga amanah dan keadilan. Sebab di mata Islam, korupsi adalah bentuk khianat terhadap kepercayaan yang diberikan, dan hukumnya jelas-jelas diatur agar masyarakat terlindungi dari kerusakan yang lebih besar. Di dalam Al-Qur’an, Allah sudah memperingatkan tentang kerasnya hukuman bagi orang yang berkhianat terhadap amanah. Rasulullah pun dengan tegas melarang perbuatan ini, bahkan menyebutnya sebagai salah satu bentuk dosa besar. Kenapa begitu keras? Karena pelaku koruptor bukan hanya soal mengambil uang saja, tapi juga menghilangkan hak orang lain, menimbulkan kesengsaraan, bahkan bisa memicu kerusakan sosial. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An-nisa ayat 29 yang berbunyi: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar)” Baca juga : Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024! KPK Gercep Cegah Eks Menag Yaqut Bepergian ke Luar Negeri Hukuman Bagi Koruptor dalam Pandangan Islam Hukuman bagi koruptor dalam Islam bisa berbeda-beda tergantung besarnya kerugian, dampak yang ditimbulkan, dan cara korupsi itu dilakukan. Ada beberapa bentuk hukuman yang dibahas para ulama diantaranya: 1. Pengembalian Harta yang Dicuri atau Disalahgunakan Dalam pandangan Islam, harta hasil korupsi wajib dikembalikan kepada pemiliknya atau ke kas negara. Jika sudah meninggal, maka ahli warisnya yang bertanggung jawab mengembalikannya. Hal ini bentuk tanggung jawab pertama sebelum hukuman lainnya diterapkan. 2. Ta’zir (Hukuman yang Ditentukan Penguasa) Ta’zir adalah hukuman yang jenis dan kadarnya ditentukan oleh pemimpin atau penguasa, sesuai tingkat kesalahan. Bentuknya bisa berupa penjara, denda, pemecatan dari jabatan, atau hukuman sosial lainnya. Hukuman ini sifatnya fleksibel, tapi tujuannya jelas, memberikan efek jera dan mencegah orang lain meniru perbuatan yang sama. 3. Hudud (Jika Tergolong Pencurian)

Read More

Pentingnya Adab Sebelum Ilmu, Bekal Berharga untuk Masa Depan Anak

Situbondo – 1miliarsantri.net : Terkadang ada sebagian orang yang memiliki banyak pengetahuan, justru kurang disukai dalam pergaulan. Salah satu alasannya ada pada adab yang dimiliki. Pentingnya adab sebelum ilmu adalah kunci agar pengetahuan yang kita miliki menjadi manfaat, bukan sekadar informasi yang memenuhi isi kepala seseorang . Ilmu tanpa adab ibarat pisau tajam tanpa gagang, bisa melukai diri sendiri dan orang lain. Karena itu, membekali anak dengan adab sejak dini adalah langkah terbaik sebelum mereka menapaki perjalanan menuntut ilmu yang panjang. Adab bukan hanya soal sopan santun kepada orang tua atau guru, tapi juga mencakup cara kita menghargai waktu, mendengar dengan seksama, dan menghormati pendapat orang lain. Adab mencerminkan kesiapan hati dan jiwa dalam menerima ilmu. Apalagi di era digital sekarang ini, ilmu bisa didapatkan dengan cepat. Mengajarkan pentingnya adab sebelum ilmu berarti menanamkan kebiasaan positif yang akan membantu anak menyerap pelajaran dengan hati yang lapang. Bayangkan jika seorang murid yang memiliki rasa hormat kepada gurunya, maka tentunya ia akan lebih mudah menerima nasihat dan bimbingan. Ilmunya pun akan terasa lebih ringan dan akan lebih menyenangkan untuk dipelajari. Para ulama terdahulu, sangat menekankan akhlak harus didahulukan sebelum ilmu masuk ke hati. Seorang murid yang mengamalkan adab kepada guru, menjaga sopan santun di majelis ilmu, serta menunjukkan kesungguhan dalam belajar, akan lebih mudah menerima ilmu yang masuk. Sebaliknya ilmu yang datang kepada orang yang sombong dan tidak beradab, seringkali tidak menetap dan tidak membuahkan hikmah. (sumber : www.almunawiyah.com) Mengajarkan Adab Sejak Dini Melalui Media Digital Di era digital seperti sekarang, anak-anak kita sangat akrab dengan gawai dan internet. Media ini sebenarnya bisa menjadi sarana yang efektif untuk belajar tentang adab, asalkan diarahkannya dengan benar. Banyak video, cerita, atau animasi yang akan mengajarkan nilai moral dan perilaku terpuji yang bisa untuk kita manfaatkan. Misalnya, kita bisa memperkenalkan cerita-cerita tokoh yang inspiratif dan sukses bukan hanya karena kepintarannya, tapi juga karena budi pekerti yang luhur. Anak pun bisa belajar bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari cara mereka bersikap kepada orang lain. Mengintegrasikan adab dalam keseharian anak lewat cerita, permainan edukatif, atau kelas khusus akan membuat nilai-nilai tersebut melekat kuat, bahkan tanpa terasa seperti sedang belajar. Sebuah lembaga pendidikan non formal seperti ISC (International Study Center) juga mengangkat adab dalam topik pembelajaran, khususnya di program “English for Adab”. Tersedia juga pembelajaran online lewat LMS (Learning Management System). Hal ini sangat relevan untuk para orang tua yang menginginkan pendidikan anaknya tercapai dalam bidang bahasa asing dan juga adab secara integral. Beragam program unggulan ISC bisa di akses di https://isc.institute Adab juga tampak dari kesiapan belajar. Datang tepat waktu, mencatat dengan serius, dan tidak melakukan kegiatan lain saat guru berbicara. Hal-hal kecil ini mencerminkan penghormatan terhadap ilmu dan pengajarnya. Singkatnya, pentingnya adab sebelum ilmu tidak hanya berlaku di pesantren, tetapi juga di dunia digital. Ilmu tanpa adab akan sulit berbekas dan membawa manfaat jangka panjang. Baca juga : How to Speak English Politely — The Adab Way

Read More

Awas Dampak Kejahatan Cyber Meluas, PT Telkom dan BMM Gencarkan Literasi Digital di Kalangan Pelajar

Surabaya – 1miliarsantri.net : Kejahatan Cyber terus meluas dengan menimbulkan korban yang terus bertambah. Bukan hanya di kalangan masyarakat awam, hingga instansi pemerintahpun tak luput dari kejahatan cyber. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui program “CYBERHEROES: Literasi Sehat Berinternet.” Program ini dilaksanakan di berbagai kota dan difokuskan pada upaya pencegahan kejahatan cyber sekaligus peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Melalui program ini, PT Telkom dan BMM menyasar 30 sekolah dengan total peserta sebanyak 1.800 siswa yang tersebar di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk mengembangkan etika dan tanggung jawab dalam menggunakan internet serta menghadirkan duta cyberheroes di setiap sekolah yang berasal dari para siswa dan tidak menutup kemungkinan juga dari guru-guru potensial. Sebagai sarana yang penuh peluang sekaligus tantangan, literasi digital menjadi bekal penting agar generasi muda dapat menggunakan internet dengan bijak, aman, dan produktif. Pencegahan kejahatan cyber menjadi fokus utama dari PT Telkom dan BMM agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, sehat secara mental, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan. Baca juga : Kebijakan Perusahaan dan Pelaporan Insiden Pentingnya Cyber Security di Era Digital Joni Setiyawan Saputra, S.Pd selaku narasumber dalam pelatihan ini menekankan pentingnya cyber security di zaman digitalisasi. Terlebih, target dari ancaman cyber adalah mereka yang memiliki data digital, utamanya dalam platform keuangan, platform pencari kerja, hingga media sosial. “Ancaman cyber yang paling sering terjadi adalah email, SMS, telepon dan link yang tujuannya adalah untuk mencuri informasi sensitif berupa username, password dan OTP. Jika menerima pesan mencurigakan seperti ini segera abaikan meskipun mereka mengaku sebagai perwakilan dari pihak yang terpercaya,” lanjut Joni. Kegiatan literasi digital ini harapannya dapat menjangkau ratusan ribu siswa agar mereka memahami cara melindungi data pribadi dan diri mereka dari ancaman cybercrime seperti pencurian identitas atau penipuan online.

Read More

Semarak Hari Santri 2025, PCNU Purwakarta Hadirkan Kegiatan Bernuansa Religi dan Cinta Tanah Air

Bondowoso – 1imiliarsantri.net : Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Purwakarta berlangsung meriah dan penuh makna. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purwakarta menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya menonjolkan nilai-nilai religius, tetapi juga menanamkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan santri dan masyarakat. Dilansir dari NU Online Jabar, rangkaian kegiatan Hari Santri 2025 ini berlangsung sejak awal Oktober dengan berbagai acara seperti apel santri, khataman Al-Qur’an, zikir kebangsaan, kirab merah putih, dan doa bersama untuk bangsa. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan santri dari berbagai pesantren di Purwakarta, serta dihadiri oleh tokoh agama, pejabat pemerintah daerah, dan masyarakat umum. Perpaduan Nilai Religi dan Nasionalisme Ketua PCNU Purwakarta, KH. Asep Ma’mun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan historis, tetapi momentum untuk meneguhkan peran santri dalam menjaga keutuhan NKRI. “Santri harus menjadi garda terdepan dalam membela agama sekaligus menjaga bangsa. Semangat religiusitas harus berjalan seiring dengan nasionalisme,” ujarnya. Tema besar Hari Santri tahun ini, “Santri Mandiri, Pesantren Maju, Indonesia Berdaya”, menjadi inspirasi bagi PCNU Purwakarta untuk mengemas kegiatan yang menyeimbangkan nilai spiritual dengan semangat kebangsaan. Dalam apel santri yang digelar di Alun-Alun Purwakarta, para santri mengenakan pakaian khas pesantren dan membawa bendera merah putih sebagai simbol cinta tanah air. Lagu-lagu perjuangan seperti Ya Lal Wathan dan Indonesia Raya menggema, menandai kebersamaan antara nilai keislaman dan keindonesiaan. Baca juga: Said Didu Beberkan Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Akibat Korupsi Pertamina 2018–2023 Kegiatan Sosial dan Dakwah Kebangsaan Selain kegiatan seremonial, PCNU Purwakarta juga mengadakan beragam kegiatan sosial seperti donor darah, bakti pesantren, santunan anak yatim, dan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, NU ingin menegaskan bahwa santri bukan hanya ahli ibadah, tetapi juga berperan aktif dalam kerja-kerja sosial kemasyarakatan. “Spirit Hari Santri harus diterjemahkan dalam bentuk aksi nyata. Santri tidak hanya berzikir, tapi juga berkontribusi untuk masyarakat,” tegas Ketua Lembaga Dakwah PCNU Purwakarta. Kegiatan lain yang menarik perhatian adalah Zikir dan Doa untuk Negeri, yang digelar di halaman Masjid Agung Purwakarta. Ribuan jamaah hadir untuk berdoa bersama memohon keselamatan dan kedamaian bagi Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, para kiai juga memberikan tausiyah tentang pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa di tengah tantangan globalisasi. Kirab Merah Putih dan Parade Santri Salah satu agenda paling semarak dalam peringatan Hari Santri 2025 di Purwakarta adalah Kirab Merah Putih dan Parade Santri. Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren berjalan kaki sambil membawa spanduk bertuliskan pesan-pesan cinta damai, toleransi, dan kebangsaan.

Read More

Dari Resolusi Jihad ke Revolusi Adab: Ketika Layar Televisi Menguji Martabat Santri

Kediri – 1miliarsantri.net | BAYANGKAN suasana pondok pesantren dimulai dengan semangat resolusi jihad. Santri-santri bangun sebelum subuh, berwudu di air yang dinginnya menggigit, lalu berbaris menuju musala. Dari kejauhan, terdengar lantunan ayat suci yang menggetarkan hati. Namun beberapa hari lalu, keheningan dunia pesantren itu tiba-tiba terusik. Sebuah tayangan di televisi—“Xpose Uncensored” di Trans7—menyajikan kehidupan santri dengan nada mengejek, seolah dunia pesantren hanyalah tempat konyol dan kolot. Seolah-olah sebagai manifestasi semangat resolusi jihad bergema di mana-mana disuarakan khususnya para alumni pondok Lirboyo. Gelombang reaksi pun datang deras, seperti ombak yang menghantam pantai. Media sosial mendidih. Alumni pesantren, kiai, dan masyarakat menuntut klarifikasi. Namun dengan menjunjung nilai revolusi adab. Tapi di balik riuhnya kemarahan itu, ada pertanyaan yang menggantung di udara: Apakah ini hanya soal tayangan yang salah arah, atau ada sesuatu yang lebih dalam sedang diuji? Api Lama yang Menyala Lagi Hari Santri Nasional—22 Oktober—ditetapkan untuk mengenang momen bersejarah Resolusi Jihad tahun 1945. Saat itu, ribuan santri bangkit melawan penjajahan. Mereka tak memegang mikrofon atau kamera, tapi bambu runcing dan tekad yang tak tergoyahkan. Seruan KH Hasyim Asy’ari menggema: membela tanah air adalah bagian dari iman. Namun, 80 tahun berselang, bentuk “penjajahan” berubah rupa. Tidak lagi berupa senjata, tetapi berupa narasi yang menyesatkan. Jika dulu santri berhadapan dengan tentara asing, kini mereka menghadapi opini publik yang mudah terbentuk hanya karena potongan video. “Xpose Uncensored” hanyalah satu contoh dari banyaknya tontonan yang mencoba memutar makna—bahwa kesopanan dianggap kuno, dan adab dianggap ketinggalan zaman. Baca juga: Hari Santri dan “Cermin Retak” di Layar Televisi Pertempuran Baru di Dunia yang Berisik Bayangkan: para santri yang setiap hari belajar sopan santun dan menahan amarah, tiba-tiba menjadi bahan candaan di layar nasional. Tapi alih-alih melawan dengan kata-kata kasar, mereka menulis surat terbuka. Mereka berdiskusi, berdoa bersama, dan menegur dengan santun. Inilah gaya perjuangan santri masa kini—bukan dengan amarah, tapi dengan adab. Inilah revolusi adab—versi baru dari resolusi jihad. Jika dulu santri mengusir penjajah dari tanah air, kini mereka berjuang melawan penjajahan moral dan logika. Senjatanya bukan lagi bambu runcing, tapi pena, naskah, dan keberanian menjaga kebenaran di tengah bisingnya dunia digital. Dan di sinilah kisahnya menjadi semakin menarik. Bayangkan seorang santri muda yang duduk di depan televisi, melihat tayangan itu dengan dada berdebar. Ia marah, tapi juga sadar: ini bukan waktu untuk berteriak, ini waktu untuk membuktikan dengan tindakan. Maka ia mulai menulis, berdakwah, dan menunjukkan keindahan pesantren lewat konten positif. Satu unggahan kecilnya mulai viral, dan publik mulai sadar—pesantren bukan tempat gelap, tapi taman ilmu dan cahaya.

Read More
Media Israel

Reaksi Media Israel Usai Indonesia Batalkan Visa Atletnya di Kejuaraan Dunia Senam Artistik

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Keputusan pemerintah Indonesia membatalkan visa atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 menjadi sorotan internasional, termasuk oleh media The Times of Israel. Kejuaraan bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada 19–25 Oktober 2025 dan diikuti oleh 86 negara. Namun, tim Israel yang salah satunya berisi peraih medali emas Olimpiade 2020, Artem Dolgopyat, kini dipastikan tidak akan hadir. Alasan di Balik Pembatalan Visa Atlet Israel Menurut laporan The Times of Israel, keputusan pembatalan ini muncul karena penolakan kuat dari berbagai pihak di Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia telah lama mendukung perjuangan rakyat Palestina. Pemerintah menilai kehadiran atlet Israel di ajang internasional ini bisa menimbulkan gejolak sosial dan politik yang tidak diinginkan. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menegaskan bahwa seluruh visa delegasi Israel telah dibatalkan atas permintaan resmi Federasi Gimnastik Indonesia (FGI). Menteri Imipas Agus Andrianto menyebut langkah ini diambil demi menjaga stabilitas nasional dan menghormati prinsip politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Baca juga: Israel Ancam Lanjutkan Serangan ke Gaza Setelah Pemulangan Sandera: Dunia Khawatir Genosida Baru Implikasi dari Keputusan Ini

Read More
Supermoon

Ada Supermoon Lagi di Indonesia? Ini Jadwal Lengkapnya Tahun 2025

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Supermoon adalah fenomena langit yang terjadi ketika Bulan purnama berada pada jarak terdekat dengan Bumi dalam orbit elipsnya. Karena posisi ini, Bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dibanding purnama biasa. Orbit Bulan yang elips membuat jaraknya dari Bumi berubah-ubah. Ketika fase purnama bertepatan dengan titik terdekat (perigee), maka terjadilah Supermoon. Fenomena ini bukan sesuatu yang langka, tapi juga tidak muncul setiap bulan. Dalam satu tahun, biasanya kamu bisa melihat sekitar tiga hingga empat Supermoon yang terjadi berurutan. Momen ini selalu ditunggu para pecinta astronomi karena pemandangan Bulan terlihat sangat memesona, sekitar 14% lebih terang dan 7% lebih besar dari biasanya. Jadwal Supermoon di Indonesia Tahun 2025 Menurut data BMKG, Supermoon di Indonesia 2025 akan terjadi tiga kali, yaitu pada 7 Oktober, 5 November, dan 4 Desember 2025. Supermoon pertama mencapai puncaknya pada Selasa, 7 Oktober 2025 pukul 10.47 WIB, ketika Bulan berada sekitar 361.458 kilometer dari Bumi. Saat itu, Bulan akan tampak lebih besar dan bersinar terang di langit malam. BMKG dan BRIN menyebutkan, fenomena ini bisa diamati di seluruh wilayah Indonesia selama cuaca cerah. Namun, bagi kamu yang tinggal di wilayah pesisir, perlu waspada karena Supermoon bisa menyebabkan pasang air laut lebih tinggi dari biasanya, yang berpotensi menimbulkan banjir rob. Baca juga: Gudang Garam Bangkrut! Sejarah Panjang Dari Kretek Rumahan hingga Konglomerasi Nasional! Supermoon dan Hunter Moon, Sebuah Momen Langka untuk Dinikmati Menariknya, Supermoon Oktober 2025 juga bertepatan dengan Hunter Moon, yaitu purnama yang muncul setelah Harvest Moon. Tradisi agraris Eropa-Amerika menganggap ini waktu terbaik untuk berburu karena cahaya Bulan sangat terang.

Read More