Donald Trump

Donald Trump Beri Kesempatan! Hamas Akan Dibasmi Jika Langgar Gencatan Senjata dengan Israel

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menarik perhatian dunia setelah memberikan ultimatum keras kepada kelompok Hamas terkait gencatan senjata Gaza. Trump menegaskan bahwa Hamas diberi kesempatan untuk mematuhi kesepakatan damai yang telah dibuat, namun jika mereka melanggar, AS siap bertindak tegas. “Kami telah mencapai kesepakatan dengan Hamas agar mereka menjaga perilaku mereka. Jika mereka gagal, kami tidak akan ragu untuk membasmi mereka,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat menjamu Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, pada Senin waktu Washington. Pernyataan itu muncul setelah dua utusan AS bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah meningkatnya ketegangan yang mengancam keberlangsungan gencatan senjata Gaza yang baru berjalan dua minggu. Amerika Tak Akan Terlibat Langsung, Israel Siaga Penuh Trump menegaskan bahwa pasukan Amerika tidak akan terlibat langsung dalam konflik di Gaza. Ia menyebutkan bahwa puluhan negara telah sepakat untuk bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional yang akan membantu menjaga keamanan wilayah tersebut. “Jika saya meminta Israel untuk turun tangan, mereka akan masuk dalam dua menit,” ujar Trump dengan nada percaya diri. Namun, ia menambahkan bahwa pihaknya akan memberi waktu bagi Hamas untuk membuktikan komitmen mereka terhadap perdamaian. Menurut Trump, posisi Hamas kini semakin lemah. Dukungan Iran yang sebelumnya menjadi kekuatan utama mereka, diyakini tidak akan ikut campur setelah serangan besar yang dilakukan AS dan Israel pada awal tahun ini. Baca juga: Biadab! Israel Bayar Google Rp740 Miliar untuk Tutupi Berita Kelaparan Gaza Netanyahu Akui Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza

Read More
Harga emas

Wow! Harga Emas Resmi Naik, Termurah Rp375 Ribu dan Termahal Rp2,085 Juta

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Harga emas perhiasan kembali menunjukkan kenaikan setelah sempat turun sehari sebelumnya. Jadi, jika kamu sedang mencari waktu yang tepat untuk menjual atau membeli emas, informasi ini penting banget buat kamu pantau. Berdasarkan data dari beberapa toko emas ternama seperti Rajaemas, Lakuemas, Kebundinar, dan Spesialgold, harga emas perhiasan hari ini mengalami penyesuaian yang cukup signifikan. Harga Emas Perhiasan di Rajaemas dan Lakuemas Di toko Rajaemas, harga emas perhiasan 24 karat dibanderol Rp2.085.000 per gram, sementara kadar 5 karat menjadi yang termurah di angka Rp375.000 per gram. Sementara itu, di Lakuemas, emas kadar 24 karat dijual dengan harga Rp1.888.000 per gram, dan untuk kadar 5 karat berada di sekitar Rp375.000 per gram. Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas masih tinggi, meskipun fluktuasi pasar kerap terjadi. Baca juga: Memperingati Hari Santri Nasional 2025: Cerita Santri yang Selamat dari Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Harga Buyback Emas Perhiasan Hari Ini 11 Oktober 2025 Selain harga jual, kamu juga perlu tahu harga buyback emas perhiasan mulai dari 11 Oktober 2025. Di toko Kebundinar, harga beli kembali (buyback) emas 24 karat mencapai Rp1.950.000 per gram, sementara di Spesialgold bahkan lebih tinggi yaitu Rp2.090.000 per gram. Harga buyback ini penting buat kamu yang ingin menjual emas lama untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli sebelumnya. Rincian Harga Emas Perhiasan Berbagai Karat Berikut gambaran singkat harga emas perhiasan hari ini di beberapa kadar:

Read More
iPhone 17

Resmi Dibuka! Ini Cara Pre-Order iPhone 17 dan iPhone Air Resmi Indonesia di iBox

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Kabar gembira buat kamu para penggemar Apple! Reseller resmi Apple Indonesia, iBox, resmi membuka pre-order iPhone 17 series dan iPhone Air mulai hari Jumat, 10 Oktober 2025. Antusiasme tinggi menyambut kehadiran seri terbaru ini, apalagi iPhone 17 dan iPhone Air akan mulai tersedia di toko iBox secara resmi pada 17 Oktober 2025. Dalam seri terbarunya, Apple menghadirkan iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max, serta iPhone Air yang menggantikan versi Plus dari generasi sebelumnya. Lalu, bagaimana cara kamu melakukan pre-order iPhone 17 di iBox dengan mudah? Yuk, lihat info lengkapnya di bawah ini! Cara Pre-order iPhone 17 dan iPhone Air di iBox Berikut langkah-langkah mudah untuk pre-order iPhone 17 dan iPhone Air di iBox secara resmi: Setelah pembayaran selesai, iPhone 17 kamu akan dikirim atau bisa diambil mulai tanggal 17 Oktober 2025, sesuai metode yang kamu pilih. Baca juga: UEA Serukan ‘Misi Internasional Sementara’ untuk Gaza Harga Resmi iPhone 17 dan iPhone Air di Indonesia Berikut daftar harga resmi iPhone 17 dan iPhone Air di Indonesia melalui iBox: iPhone 17

Read More
Loker untuk WNI

Fantastis! Jepang Buka 4.000 Loker untuk WNI, Gaji Mencapai 55 Juta!

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Kabar baik buat kamu yang ingin mencari pengalaman kerja di luar negeri! Saat ini, Jepang membuka 40.000 loker untuk WNI di berbagai sektor seperti pertanian, kelautan, perawatan, hingga konstruksi. Kesempatan besar ini menjadi peluang emas bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin meraih karier dengan gaji kerja di Jepang mencapai Rp25 juta hingga Rp55 juta per bulan. Menurut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanegara, meski kuotanya tinggi, Indonesia baru mengirim sekitar 25.000 pekerja. Artinya, masih terbuka peluang besar untuk kamu yang ingin berkarier di Negeri Sakura. Baca juga: Foto Udara Pelabuhan Gaza Sebelum dan Sesudah Agresi: Bukti Kehancuran yang Tak Bisa Disembunyikan Gaji Kerja di Jepang dan Penghargaan untuk Pekerja Indonesia Menariknya, masyarakat Jepang sangat menghargai pekerja asal Indonesia. Keramahan, kedisiplinan, dan etos kerja tinggi membuat tenaga kerja Indonesia dianggap paling unggul dibanding negara lain. Inilah yang membuat gaji kerja di Jepang untuk WNI terus meningkat setiap tahunnya. Selain gaji yang menggiurkan, Jepang juga memberikan kesempatan bagi tenaga kerja untuk ikut program magang selama 3 hingga 5 tahun. Dalam periode itu, peserta magang bisa mempelajari teknologi, budaya kerja, dan keterampilan yang bisa diterapkan ketika kembali ke Indonesia. Program Pelatihan dan Kesempatan Bagi Transmigran Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jepang kini menyiapkan program pelatihan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi. Tujuannya agar lebih banyak warga yang siap bersaing dan bisa mengikuti standar kerja Jepang. Bahkan, Jepang berencana menambah tenaga di sektor pertanian dan hasil laut melalui skema magang tersebut. Program ini juga membuka peluang investasi baru di kawasan transmigrasi Indonesia. Jadi, setelah menyelesaikan masa kerja di Jepang, kamu bisa kembali ke daerah asal untuk membangun usaha dan mengembangkan komunitasmu. Baca juga: Info Loker Lulusan SMK Sederajat ‘PT Mesin Isuzu Indonesia’, Cek Syarat dan Cara Daftar Disini

Read More

Tradisi Islami di Nusantara yang masih Lestari Hingga Kini

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Tradisi Islami di Nusantara dikenal dengan berbagai tradisi dan budayanya yang kental. Islam sendiri masuk ke Nusantara secara damai melalui perdagangan, dakwah dan budaya. Lewat proses akulturasi budaya yang berlangsung hingga kini, melahirkan tradisi-tradisi Islami yang khas dan bernilai luhur. Tradisi Islam yang masih lestari hingga kini menjadi simbol warisan, dan juga bukti  bagaimana ajaran Islam dapat berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Banyak tradisi Islam tersebut masih dijaga dan menjadi bagian identitas masyarakat. Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, tradisi-tradisi ini tetap hidup karena memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang tak lekang oleh waktu. Kita bisa melihatnya di berbagai daerah di Nusantara, di mana kearifan lokal berpadu dengan ajaran Islam, menghasilkan bentuk tradisi Islam yang penuh makna. Warisan Budaya yang Terjaga di Tengah Perubahan Zaman 1. Tradisi Keagamaan yang Menyatukan Umat Membahas tentang tradisi Islam yang masih lestari hingga kini, hal pertama yang terlintas adalah tradisi keagamaan. Misalnya, peringatan Maulid Nabi yang dirayakan hampir di seluruh penjuru Indonesia. Perayaan ini tidak hanya sekadar mengingat hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan, di mana masyarakat berkumpul, berdoa, bershalawat, dan berbagi makanan. Diperingati hampir di seluruh daerah dengan cara berbeda : Maulid Nabi di Banten (Debus), Sekaten di Yogyakarta, Mauludan di Cirebon, dan lain-lain. Selain itu, tradisi tahlilan dan yasinan yang dilakukan ketika ada anggota keluarga yang wafat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa Islam di Nusantara begitu kental dengan rasa solidaritas sosial. Kegiatan doa bersama ini tidak hanya ritual, melainkan juga sarana mempererat silaturahmi antar warga dan penguatan spritual. Baca juga : Perjalanan Panjang Masuknya Islam di Asia Tenggara dan Pengaruhnya Hingga Kini 2. Tradisi Sosial yang Penuh dengan Nilai Islami Selain tradisi keagamaan, kita juga masih menemukan tradisi sosial yang berakar dari ajaran Islam, salah satunya sedekah bumi atau kenduri. Tradisi ini dilakukan oleh beberapa daerah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas hasil panen. Meskipun memiliki sentuhan budaya lokal, tapi tradisi ini mengajarkan umat untuk selalu bersyukur dan berbagi dengan sesama. Tradisi islam yang satu ini ialah tradisi dalam bentuk sedekah atau berbagi makanan kepada tetangga, hal ini menjadi bagian dari budaya sehari-hari yang tidak pernah hilang, bahkan di tengah kehidupan modern. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kepedulian dalam Islam tetap kuat tertanam dalam kehidupan masyarakat.

Read More

Hari Santri Nasional: Presiden Prabowo Subianto – Hubungan Historis dengan Santri dan Ulama

Hari Santri Nasional 22 Oktober menjadi momentum hubungan historis Presiden Prabowo Subianto dengan santri dan ulama. Simak juga program MBG & CKG untuk pesantren. Jakarta — 1miliarsantri.net: Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober bukan hanya seremoni tahunan, melainkan penghargaan mendalam terhadap kontribusi kaum santri dan ulama dalam perjalanan bangsa. Penetapan tanggal ini merujuk pada keluarnya fatwa Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 yang menyerukan santri dan ulama untuk mempertahankan kemerdekaan RI dari ancaman penjajahan. Melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, pemerintah secara resmi menetapkan Hari Santri sebagai bagian dari identitas kebangsaan kita yang menghargai peran pesantren. Hubungan Historis Presiden Prabowo Subianto dengan Santri dan Ulama Presiden Prabowo Subianto memiliki jejak hubungan yang cukup kuat dan dikenal dengan kalangan ulama dan santri. Sebagai contoh, dalam peringatan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU), beliau hadir sekaligus menegaskan pentingnya ulama dan santri dalam sejarah dan pembangunan bangsa. Mengutip SINDOnews, dalam Dalam artikel yang mengulas “Mengawal Janji ‘Pro-Santri’ Prabowo-Gibran”, disebutkan bahwa perhatian terhadap pesantren dan kaum santrinya memang menjadi bagian dari agenda pemerintahan Prabowo-Gibran, sebagai kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya. Dengan demikian, peringatan Hari Santri menjadi salah satu momen simbolik yang menghubungkan pemimpin negeri dengan komunitas pesantren, menunjukkan bahwa pemerintah mengakui serta menjalin kemitraan dengan dunia ulama dan santri. Program MBG & CKG untuk Pesantren: Bukti Komitmen Nyata Presiden Prabowo Sebagai implementasi perhatian pemerintah terhadap pesantren, melalui Kementerian Agama Republik Indonesia disebutkan bahwa dua program prioritas yakni MBG (Makan Bergizi Gratis) dan CKG (Cek Kesehatan Gratis) telah hadir untuk santri di seluruh Indonesia. Kunjungan Menteri Agama ke pesantren di Jombang juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lingkungan pesantren bukan hanya formalitas, tetapi komitmen nyata agar pesantren “tidak berjalan sendiri, melainkan bersama-sama dengan pemerintah dalam menyiapkan generasi penerus bangsa”. Makna & Implikasi untuk Pesantren dan Bangsa

Read More

Hari Dokter Nasional 2025: Sejarah hingga Bentuk Peringatan

Bekasi – 1miliarsantri.net: Hari Dokter Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 Oktober merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah, menghargai dedikasi, serta merenungkan peran vital para dokter sebagai pilar utama dalam sistem kesehatan nasional. Peringatan ini sekaligus bertepatan dengan hari lahirnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), organisasi profesi kedokteran yang telah menjadi wadah bagi seluruh dokter Indonesia. Sejarah dan Tujuan  Hari Dokter Nasional Pada tanggal 24 Oktober 1950, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara resmi mendapatkan legalitas hukum di depan notaris. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi IDI dan diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Kelahiran IDI menandai era baru, di mana profesi kedokteran di Indonesia benar-benar dikelola oleh dokter Indonesia sendiri, yang artinya bebas dari intervensi asing. Menginjak usia ke 75 tahun sejak didirikan pada 24 Oktober 1950, IDI telah memainkan peran strategis dalam lingkup pembangunan kesehatan nasional, baik dari aspek pelayanan medis, pengembangan ilmu kedokteran, advokasi kebijakan kesehatan serta bentuk pengabdian kepada masyarakat. Peringatan Hari Dokter Nasional atau HUT IDI ke-75 tahun 2025 yang mengusung tema75 Tahun IDI Berkarya, Membangun Kesehatan Bangsa”, bermakna bahwa IDI berkomitmen untuk terus berkarya melalui peran aktif para dokter, membangun kesehatan yang lebih baik serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat yang berkelanjutan. Hari Dokter Nasional juga memiliki tujuan yang jelas diantaranya adalah memadukan potensi dokter di seluruh Indonesia, menjaga harkat dan martabat profesi, mengembangkan ilmu kedokteran, dan yang paling utama, meningkatkan kesehatan rakyat Indonesia menuju masyarakat sehat dan sejahtera. Baca juga: Hari Santri Nasional 2025: Sejarah, Tema dan Tujuan Peringatan Dokter: Lebih dari Sekedar Profesi, Bentuk Dedikasi Tanpa Batas Dokter adalah sebuah profesi yang telah berlisensi untuk berpraktik dalam menyembuhkan, mendiagnosis, dan mencegah penyakit. Namun, lebih dari sekadar keahlian ilmiah dan teknis, menjadi seorang dokter adalah panggilan jiwa yang menuntut pengorbanan, dedikasi, dan empati tanpa batas. Dalam kehidupan sehari-hari, dokter adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan penderitaan dan harapan yang tidak hanya merawat fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional kepada pasien dan keluarganya. Di balik jam praktik yang panjang, keputusan cepat di ruang gawat darurat, atau penelitian untuk menemukan solusi medis, terdapat komitmen yang kuat untuk melayani.

Read More

Hari Santri Nasional 2025: Sejarah, Tema dan Tujuan Peringatan

Bekasi – 1miliarsantri.net: Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan sebuah momen penting yang bukan hanya sekadar peringatan kalender, namun juga sebagai bentuk pengakuan resmi negara atas peran historis dan kontribusi berkelanjutan para santri dalam menjaga eksistensi dan memajukan peradaban bangsa. Menginjak satu dekade sejak penetapannya pada tahun 2015, Peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi semakin istimewa dengan mengangkat tema sentral yang visioner, dalam kata lain menegaskan kembali posisi santri sebagai penjaga tradisi dan pelopor kemajuan. Sejarah Hari Santri Nasional, Sebuah Resolusi Jihad Penetapan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015. Pemilihan tanggal 22 Oktober bertujuan untuk mengenang dan meneladani peristiwa heroik yang menjadi titik balik dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sejarah Hari Santri Nasional berakar pada peristiwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari, pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya. Dua bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan, tentara Sekutu yang diboncengi oleh tentara NICA (Belanda) kembali datang ke Indonesia dengan tujuan merebut kembali kedaulatan. Dalam situasi genting tersebut, KH. Hasyim Asy’ari menyerukan fatwa jihad yang mewajibkan seluruh umat Islam, khususnya santri dan ulama, untuk mengangkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Baca juga: Dari Pesantren untuk Dunia: 10 Tahun Santri Menjaga Nilai Bangsa dan Peradaban Resolusi Jihad ini menegaskan bahwa perjuangan membela tanah air dari penjajah adalah sebuah kewajiban agama, yang hukumnya adalah “fardhu ‘ain” bagi umat Islam yang berada dalam jarak 90 kilometer dari medan pertempuran. Seruan ini membakar semangat perlawanan rakyat, yang puncaknya terjadi pada Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, di mana para santri dan ulama bahu-membahu dengan tentara rakyat melawan kekuatan asing. Peristiwa ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa santri dan pesantren adalah garda terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak awal kelahirannya. Penetapan Hari Santri Nasional (HSN), menjadi bukti secara resmi bahwa negara mengakui jasa besar para santri dan ulama, sekaligus menjadi refleksi bahwa perjuangan santri tidak berhenti pada pertempuran fisik, melainkan terus bertransformasi menjadi “jihad” dalam ranah intelektual, sosial, dan ekonomi untuk mengisi kemerdekaan dan membangun bangsa. Tema Hari Santri Nasional 2025: Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan tema Hari Santri Nasional 2025, yaitu “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Tema ini merefleksikan dua pilar utama peran santri di masa kini dan masa depan. Frasa “Mengawal Indonesia Merdeka” merupakan penegasan kembali komitmen santri sebagai pewaris semangat Resolusi Jihad. Mengawal diartikan sebagai upaya aktif dan berkelanjutan untuk menjaga kedaulatan bangsa dari segala bentuk ancaman, baik itu ancaman fisik, ancaman ideologi radikal, bahaya narkotika, maupun disrupsi teknologi digital yang dapat mengikis nilai-nilai kebangsaan. Sementara itu, frasa “Menuju Peradaban Dunia” mencerminkan visi yang ambisius dan global. Hal ini menunjukkan bahwa peran santri tidak lagi terbatas pada lingkup pesantren atau nasional, melainkan berorientasi pada kontribusi global. Santri diharapkan menjadi pelopor dalam membangun peradaban universal yang berkeadilan, damai, dan beradab. Baca juga: Semarak Hari Santri 2025, PCNU Purwakarta Hadirkan Kegiatan Bernuansa Religi dan Cinta Tanah Air Tujuan Peringatan Hari Santri Nasional Peringatan Hari Santri Nasional memiliki beberapa tujuan utama yang sangat mendalam bagi santri, pesantren, dan seluruh rakyat Indonesia:

Read More