Supermoon

Ada Supermoon Lagi di Indonesia? Ini Jadwal Lengkapnya Tahun 2025

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Supermoon adalah fenomena langit yang terjadi ketika Bulan purnama berada pada jarak terdekat dengan Bumi dalam orbit elipsnya. Karena posisi ini, Bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dibanding purnama biasa. Orbit Bulan yang elips membuat jaraknya dari Bumi berubah-ubah. Ketika fase purnama bertepatan dengan titik terdekat (perigee), maka terjadilah Supermoon. Fenomena ini bukan sesuatu yang langka, tapi juga tidak muncul setiap bulan. Dalam satu tahun, biasanya kamu bisa melihat sekitar tiga hingga empat Supermoon yang terjadi berurutan. Momen ini selalu ditunggu para pecinta astronomi karena pemandangan Bulan terlihat sangat memesona, sekitar 14% lebih terang dan 7% lebih besar dari biasanya. Jadwal Supermoon di Indonesia Tahun 2025 Menurut data BMKG, Supermoon di Indonesia 2025 akan terjadi tiga kali, yaitu pada 7 Oktober, 5 November, dan 4 Desember 2025. Supermoon pertama mencapai puncaknya pada Selasa, 7 Oktober 2025 pukul 10.47 WIB, ketika Bulan berada sekitar 361.458 kilometer dari Bumi. Saat itu, Bulan akan tampak lebih besar dan bersinar terang di langit malam.

Read More
Visa Atlet Israel

Sesuai Arahan Prabowo: Indonesia Tak Berikan Visa Atlet Israel

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Keputusan pemerintah untuk menolak visa atlet Israel di Jakarta pada ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 menjadi sorotan publik. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang secara tegas mengecam tindakan kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina. Menurut Yusril, pemerintah Indonesia tidak akan melakukan kontak dalam bentuk apapun dengan pihak Israel hingga ada pengakuan terhadap kedaulatan Palestina. Sikap ini memperlihatkan komitmen kuat Indonesia terhadap nilai kemanusiaan dan politik luar negeri yang konsisten. Baca juga: Warga Asing Diharap Meninggalkan Lebanon Sebelum Aksi Balasan Iran Pembatalan Visa dan Respons Masyarakat

Read More
Hujan Meteor Orionid

Benarkah Hujan Meteor Orionid Diperkirakan terjadi Tanggal 21 Oktober 2025? Ini Kata Ahli!

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Setelah langit sebelumnya memamerkan supermoon yang memesona, kini giliran fenomena hujan meteor Orionid 2025 yang siap menghiasi malam kamu. Fenomena langit ini akan menampilkan kilauan cahaya seperti bintang jatuh yang bertebaran, menciptakan panorama langit yang menakjubkan. Meski disebut bintang jatuh, meteor sebenarnya bukan bintang, melainkan partikel kecil yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Asal Usul dan Waktu Terjadinya Hujan Meteor Orionid Menurut laporan NASA, hujan meteor Orionid berlangsung dari 26 September hingga 22 November 2025, dengan puncaknya pada 21 Oktober 2025. Nama Orionid diambil dari konstelasi Orion, tepatnya dari arah bintang Betelgeuse yang berwarna merah terang. Namun, meteor ini bisa muncul dari berbagai arah langit. Dengan kecepatan mencapai 66 kilometer per detik, meteor Orionid termasuk salah satu yang paling cepat dan sering meninggalkan jejak cahaya gas terionisasi yang indah. Baca juga: Said Didu Beberkan Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Akibat Korupsi Pertamina 2018–2023

Read More
Gaza

Langkah Damai atau Strategi Politik? Israel Tarik Pasukan IDF dari Gaza Setelah Gencatan Senjata

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Israel resmi menarik sebagian pasukan militernya (IDF) dari Jalur Gaza setelah Kabinet Perang yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui gencatan senjata permanen dengan Hamas, Jumat (10/10). Langkah ini menjadi bagian penting dari kesepakatan perdamaian yang diharapkan bisa menghentikan konflik berkepanjangan di kawasan tersebut. Menurut laporan dari CNN, penarikan pasukan IDF dimulai sejak pukul 12.00 waktu setempat. Namun, penarikan pasukan IDF dari Gaza tidak dilakukan secara menyeluruh. Hanya beberapa area yang kini dikosongkan, sementara wilayah lainnya tetap dijaga untuk mengantisipasi potensi ancaman baru. Baca juga: Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional Resmi Dibuka Menteri Agama, Ini Makna Logo Hari Santri Nasional 2025 IDF Tetap Siaga di Beberapa Wilayah Gaza

Read More

Teologi Hijau, Jawaban Umat Islam atas Krisis Iklim

Malang – 1miliarsantri.net : Krisis iklim menjadi salah satu tantangan terbesar umat manusia abad ini. Perubahan iklim yang cepat dan dampak ekologis yang meluas mengancam keberlangsungan hidup di berbagai belahan dunia. Dalam konteks ini, umat Islam tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus menemukan pijakan teologis yang kuat untuk merespons krisis iklim secara spiritual dan praktis. Teologi hijau hadir sebagai jawaban yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kesadaran lingkungan. Konsep ini menegaskan tanggung jawab umat dalam menjaga bumi sebagai amanah, sekaligus meneguhkan peran keimanan dalam menghadapi krisis iklim. Hal ini telah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30 yang artinya: “Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi…” Ayat tersebut mengandung makna bahwa manusia memiliki amanah untuk mengurus bumi dan menjaga kelestariannya.

Read More

Wakaf Digital & Wakaf Konvensional, Apa Perbedaan dan Potensinya untuk Ummat?

Bekasi – 1miliarsantri.net : Sejak zaman Rasulullah SAW hingga kini, wakaf terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Jika dulu wakaf identik dengan pemberian aset fisik seperti tanah atau bangunan, yang dikenal juga dengan wakaf konvensional. Maka, kini seiring perkembangan teknologi yang semakin maju telah membawa wakaf ke level yang lebih modern dan mudah diakses, yaitu wakaf digital. Wakaf konvensional dan wakaf digital memiliki tujuan yang sama yaitu mengabadikan manfaat harta benda untuk kepentingan umum dan mendapatkan pahala yang terus mengalir (amal jariyah). Namun, perbedaan mendasar dalam cara pelaksanaannya menciptakan karakteristik, kelebihan, dan tantangan yang unik bagi keduanya. Apa Itu Wakaf Konvensional? Wakaf konvensional adalah praktik wakaf yang dilakukan secara tradisional, di mana pewakaf (wakif) menyerahkan asetnya secara langsung kepada pengelola wakaf (nazhir) atau lembaga wakaf. Aset yang diwakafkan umumnya berupa benda tidak bergerak, seperti tanah, bangunan, masjid, madrasah, atau makam. Wakaf ini biasanya melibatkan proses tatap muka, penandatanganan akta ikrar wakaf, dan pencatatan manual. Karakteristik Wakaf Konvensional:

Read More

Crowdfunding : Sarana Aksi Kepedulian untuk Kesejahteraan Umat

Gresik – 1miliarsantri.net : Crowdfunding adalah suatu tempat untuk menghimpun dana melalui platform yang dilakukan secara online, untuk pendanaan suatu proyek atau unit usaha dan melibatkan masyarakat sebagai donatur (Khamsidah dan PU, 2022). Adanya platform ini memudahkan donatur untuk berbagi sebagian hartanya secara online, melalui website atau aplikasi penyedia layanan tersebut. Crowdfunding dapat juga diartikan sebagai penggalangan dana, dimana dana yang telah terkumpul dari para donatur dapat diberikan secara langsung kepada penerima, yang telah disebutkan tujuan dalam mengadakan crowdfunding, setelah masa kampanye selesai. Para penyelenggara crowdfunding memiliki rasa peduli kepada kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Tujuan aksi kepedulian ini sangat luas, dapat berupa kepedulian bidang kesehatan, pendidikan, fasilitas umum, kebutuhan pokok, pertanian, dll. Tentunya aksi tersebut dapat terwujud dengan biaya dan tenaga penyelenggara. Pembiayaan tersebut dapat dikumpulkan dari kampanye crowdfunding yang diadakan. Sehingga menarik para donatur yang memiliki tujuan sama dengan kampanye yang ditayangkan. Dan proyek mensejahterakan masyarakat dapat segera terealisasikan sesuai dengan jenis crowdfunding yang dipilih. Baca juga: Bareskrim Polri Serahkan Panji Gumilang kepada Kejaksaan Jenis-jenis Crowdfunding Crowdfunding yang telah berjalan di Indonesia memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan hubungan timbal balik yang diterima oleh seorang donatur. Menurut Khamsidah dan PU (2022) crowdfunding dibagi menjadi 4 jenis, yaitu: 1. Donation Based

Read More

Dugaan Penyelewengan Dana Infaq Oknum Baznas Palopo, Bagaimana Kronologinya?

Bekasi – 1miliarsantri.net : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki peran vital sebagai lembaga yang mengelola zakat, infaq, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus dijaga dengan integritas tinggi. Namun, ketika muncul dugaan penyelewengan, kredibilitas lembaga ini dipertaruhkan. Belakangan ini, perhatian publik tertuju pada kasus dugaan penyelewengan dana infaq di Baznas Kota Palopo, Sulawesi Selatan, yang melibatkan seorang oknum komisioner berinisial IB. Kasus ini, meski dengan nilai yang tidak terlalu besar, telah menimbulkan gelombang pertanyaan dan desakan agar transparansi ditegakkan. Baca juga: Begini Konsep Harta dalam Islam, Agar Bisa Dijadikan Fasilitas untuk Beramal Saleh Bagaimana Kronologi Dugaan Penyelewengan Dana Infaq? Dugaan penyelewengan ini berawal dari mencuatnya informasi bahwa oknum komisioner Baznas Palopo menyelewengkan dana infaq dari Masjid Nur Afiat Lagaligo, Palopo. Nilai dana yang diduga disalahgunakan berkisar sekitar Rp3 juta. Masjid Nur Afiat sendiri diketahui sebagai salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah koordinasi Baznas Palopo. Namun, hingga saat ini, data dari Baznas Kota Palopo menunjukkan bahwa UPZ masjid tersebut belum menyetorkan dana infaqnya.

Read More

Memperingati Hari Santri Nasional 2025: Cerita Santri yang Selamat dari Runtuhnya Ponpes Al Khoziny

Bekasi – 1miliarsantri.net: Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober menjadi bukti bahwasannya santri menjadi simbol penting dalam menyebarkan nilai-nilai islam rahmatan lil alamin, serta menegaskan peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa. Pesantren, Wadah Orang Tua dalam Menghindari Jurang Keburukan Berbicara tentang pesantren, tidak sedikit orang tua di Indonesia memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di pesantren. Alasan yang paling sering ditemui adalah kekhawatiran akibat perkembangan zaman diiringi dengan teknologi yang semakin maju sehingga mengubah hampir seluruh lini kehidupan manusia. Teknologi yang tidak dipergunakan dengan bijak seringkali menyeret banyak orang, khususnya anak-anak yang sejatinya masih memerlukan banyak bimbingan dalam kehidupannya. Pergaulan yang semakin tak mengenal batas, banyaknya kemaksiatan akibat emosi labil dari anak-anak yang menginjak remaja juga menjadi faktor para orang tua memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di pesantren. Harapan orang tua tentunya ingin melihat anak-anaknya tidak hanya sukses di dunia namun juga di akhirat, dengan berbekal ilmu yang diajarkan di pesantren menjadi upaya para orang tua menjadikan pesantren sebagai wadah dalam menghindari jurang keburukan yang mengintai anak-anaknya. Seorang anak yang masuk pesantren nantinya akan dibekali oleh berbagai ilmu dan kebaikan di dalamnya, seperti berikut ini:

Read More

Kesaksian Mengerikan Aktivis Global Sumud Flotilla (GSF): Disiksa, Dipaksa Berlutut, hingga Diperlakukan Seperti Binatang di Tahanan Israel

Tegal – 1miliarsantri.net : Kisah memilukan datang dari para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditangkap setelah kapal pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza dibajak oleh militer Israel. Mereka mengaku mengalami berbagai bentuk penyiksaan selama berada di balik jeruji tahanan Zionis, mulai dari kekerasan fisik, perlakuan tidak manusiawi, hingga pelarangan akses terhadap obat-obatan penting. Organisasi hukum Adalah, yang menjadi kuasa hukum para aktivis, mengungkap sejumlah pelanggaran serius yang dilakukan otoritas Israel. Dalam pertemuan dengan lebih dari 80 peserta GSF di Penjara Ktziot, Israel selatan, Adalah menyebut banyak di antara mereka diperlakukan dengan cara-cara kejam. “Beberapa aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat kabel selama setidaknya lima jam,” ungkap Adalah, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (5/10/2025). Lebih jauh, Adalah mengungkap bahwa para tahanan tidak diperbolehkan mengakses obat-obatan penting, termasuk obat tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kanker. “Para peserta ditahan di sel yang penuh sesak, dan beberapa peserta dipaksa tidur di lantai dalam kondisi yang keras dan tidak sehat,” lanjut pernyataan itu. Tidak berhenti di situ, kekerasan fisik juga menjadi bagian dari penderitaan mereka. Salah satu aktivis mengalami luka pada tangannya akibat penganiayaan. Ada pula yang ditutup matanya dan diborgol dalam waktu lama. “Beberapa peserta melaporkan bahwa mereka diinterogasi oleh petugas tak dikenal, dan yang lainnya melaporkan penganiayaan serta penyiksaan oleh sipir penjara,” imbuh Adalah.

Read More