Visa Atlet Israel

Sesuai Arahan Prabowo: Indonesia Tak Berikan Visa Atlet Israel

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Keputusan pemerintah untuk menolak visa atlet Israel di Jakarta pada ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 menjadi sorotan publik. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang secara tegas mengecam tindakan kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina. Menurut Yusril, pemerintah Indonesia tidak akan melakukan kontak dalam bentuk apapun dengan pihak Israel hingga ada pengakuan terhadap kedaulatan Palestina. Sikap ini memperlihatkan komitmen kuat Indonesia terhadap nilai kemanusiaan dan politik luar negeri yang konsisten. Baca juga: Warga Asing Diharap Meninggalkan Lebanon Sebelum Aksi Balasan Iran Pembatalan Visa dan Respons Masyarakat Sebanyak 12 kontingen Israel yang sebelumnya direncanakan hadir di Jakarta kini resmi dibatalkan visanya oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Langkah ini dilakukan setelah Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) mengirim surat resmi untuk menolak kehadiran mereka. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses imigrasi berjalan transparan dan sesuai peraturan. Kebijakan ini sejalan dengan aspirasi masyarakat Indonesia yang selama ini menolak kehadiran atlet Israel di ajang olahraga tanah air. Bagi banyak orang, keputusan ini bukan sekadar tindakan politik, tapi juga simbol solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina. Baca juga: Netanyahu Bahas Ancaman Iran dengan Trump

Read More
Hujan Meteor Orionid

Benarkah Hujan Meteor Orionid Diperkirakan terjadi Tanggal 21 Oktober 2025? Ini Kata Ahli!

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Setelah langit sebelumnya memamerkan supermoon yang memesona, kini giliran fenomena hujan meteor Orionid 2025 yang siap menghiasi malam kamu. Fenomena langit ini akan menampilkan kilauan cahaya seperti bintang jatuh yang bertebaran, menciptakan panorama langit yang menakjubkan. Meski disebut bintang jatuh, meteor sebenarnya bukan bintang, melainkan partikel kecil yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Asal Usul dan Waktu Terjadinya Hujan Meteor Orionid Menurut laporan NASA, hujan meteor Orionid berlangsung dari 26 September hingga 22 November 2025, dengan puncaknya pada 21 Oktober 2025. Nama Orionid diambil dari konstelasi Orion, tepatnya dari arah bintang Betelgeuse yang berwarna merah terang. Namun, meteor ini bisa muncul dari berbagai arah langit. Dengan kecepatan mencapai 66 kilometer per detik, meteor Orionid termasuk salah satu yang paling cepat dan sering meninggalkan jejak cahaya gas terionisasi yang indah. Baca juga: Said Didu Beberkan Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Akibat Korupsi Pertamina 2018–2023 Jejak Komet Halley di Langit Bumi Fenomena ini terjadi karena Bumi melintasi partikel debu dari Komet Halley. Setiap kali komet legendaris ini mengorbit Matahari sekitar setiap 76 tahun, ia meninggalkan jejak partikel halus yang kemudian terbakar di atmosfer Bumi. Walau Komet Halley baru akan kembali mendekati Bumi pada tahun 2061, kita masih bisa menikmati hasil lintasannya dalam bentuk cahaya meteor setiap tahun di bulan Oktober. Waktu Terbaik Menyaksikan Hujan Meteor Orionid Puncak hujan meteor Orionid 2025 bisa kamu saksikan pada malam 21 Oktober, terutama antara tengah malam hingga pukul 2 pagi. Cobalah mencari tempat yang gelap, jauh dari polusi cahaya kota. Tahun ini, pengamatan akan lebih jelas karena bertepatan dengan fase bulan baru, sehingga langit tampak lebih gelap.

Read More
Gaza

Langkah Damai atau Strategi Politik? Israel Tarik Pasukan IDF dari Gaza Setelah Gencatan Senjata

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Israel resmi menarik sebagian pasukan militernya (IDF) dari Jalur Gaza setelah Kabinet Perang yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui gencatan senjata permanen dengan Hamas, Jumat (10/10). Langkah ini menjadi bagian penting dari kesepakatan perdamaian yang diharapkan bisa menghentikan konflik berkepanjangan di kawasan tersebut. Menurut laporan dari CNN, penarikan pasukan IDF dimulai sejak pukul 12.00 waktu setempat. Namun, penarikan pasukan IDF dari Gaza tidak dilakukan secara menyeluruh. Hanya beberapa area yang kini dikosongkan, sementara wilayah lainnya tetap dijaga untuk mengantisipasi potensi ancaman baru. Baca juga: Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional Resmi Dibuka Menteri Agama, Ini Makna Logo Hari Santri Nasional 2025 IDF Tetap Siaga di Beberapa Wilayah Gaza Dalam pernyataan resminya, IDF menjelaskan bahwa pasukan kini memposisikan diri di sepanjang garis penempatan baru sebagai bagian dari persiapan gencatan senjata Israel-Hamas dan proses pemulangan sandera. Meski begitu, Juru Bicara IDF, Avichay Adraee, menegaskan bahwa warga dilarang mendekati area yang masih menjadi zona operasi militer karena dianggap berbahaya. Beberapa lokasi yang disebut masih berisiko tinggi antara lain Beit Hanoun, Beit Lahiya, Shejaiya, hingga wilayah Khan Younis dan Rafah di bagian selatan. Adraee memperingatkan bahwa pasukan masih aktif di area tersebut untuk menyingkirkan ancaman yang dianggap mengganggu stabilitas keamanan. Baca juga: Hari Santri Nasional Apakah Libur? Cek Daftar Libur Nasional 2025 Berikut Ini! Gencatan Senjata Israel-Hamas, Awal Damai atau Sekadar Strategi?

Read More

Teologi Hijau, Jawaban Umat Islam atas Krisis Iklim

Malang – 1miliarsantri.net : Krisis iklim menjadi salah satu tantangan terbesar umat manusia abad ini. Perubahan iklim yang cepat dan dampak ekologis yang meluas mengancam keberlangsungan hidup di berbagai belahan dunia. Dalam konteks ini, umat Islam tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus menemukan pijakan teologis yang kuat untuk merespons krisis iklim secara spiritual dan praktis. Teologi hijau hadir sebagai jawaban yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kesadaran lingkungan. Konsep ini menegaskan tanggung jawab umat dalam menjaga bumi sebagai amanah, sekaligus meneguhkan peran keimanan dalam menghadapi krisis iklim. Hal ini telah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30 yang artinya: “Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi…” Ayat tersebut mengandung makna bahwa manusia memiliki amanah untuk mengurus bumi dan menjaga kelestariannya. Baca juga: Kisah Sukses Donatur yang Mengubah Hidup dengan Sedekah dan Wakaf Krisis Iklim dan Urgensi Teologi Hijau dalam Islam Krisis iklim telah mengakibatkan bencana alam yang lebih sering terjadi, seperti banjir, kekeringan, dan gelombang panas yang ekstrem. Dampak ini tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi. Dalam Islam, alam adalah ciptaan Allah yang harus dipelihara dengan penuh tanggung jawab. Teologi hijau merupakan wujud konkret dari ajaran Islam yang mengedepankan harmoni manusia dengan lingkungan. Melalui pendekatan teologi hijau, umat Islam diajak memahami bahwa krisis iklim bukan semata persoalan teknis, melainkan juga masalah moral dan spiritual yang membutuhkan solusi berbasis nilai agama. Dalam konteks pesantren dan komunitas Muslim, teologi hijau menjadi bagian dari tradisi pembelajaran dan praktik keagamaan yang menanamkan nilai cinta lingkungan dan kesederhanaan. Dengan demikian, krisis iklim dapat dihadapi bukan hanya dengan teknologi, tetapi juga dengan perubahan sikap dan gaya hidup yang berakar pada ajaran Islam. Implementasi Teologi Hijau dalam Komunitas Muslim

Read More

Wakaf Digital & Wakaf Konvensional, Apa Perbedaan dan Potensinya untuk Ummat?

Bekasi – 1miliarsantri.net : Sejak zaman Rasulullah SAW hingga kini, wakaf terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Jika dulu wakaf identik dengan pemberian aset fisik seperti tanah atau bangunan, yang dikenal juga dengan wakaf konvensional. Maka, kini seiring perkembangan teknologi yang semakin maju telah membawa wakaf ke level yang lebih modern dan mudah diakses, yaitu wakaf digital. Wakaf konvensional dan wakaf digital memiliki tujuan yang sama yaitu mengabadikan manfaat harta benda untuk kepentingan umum dan mendapatkan pahala yang terus mengalir (amal jariyah). Namun, perbedaan mendasar dalam cara pelaksanaannya menciptakan karakteristik, kelebihan, dan tantangan yang unik bagi keduanya. Apa Itu Wakaf Konvensional? Wakaf konvensional adalah praktik wakaf yang dilakukan secara tradisional, di mana pewakaf (wakif) menyerahkan asetnya secara langsung kepada pengelola wakaf (nazhir) atau lembaga wakaf. Aset yang diwakafkan umumnya berupa benda tidak bergerak, seperti tanah, bangunan, masjid, madrasah, atau makam. Wakaf ini biasanya melibatkan proses tatap muka, penandatanganan akta ikrar wakaf, dan pencatatan manual. Karakteristik Wakaf Konvensional: Kelebihan dan Kekurangan: Wakaf konvensional memiliki kelebihan berupa rasa otentisitas dan “keabadian” yang kuat. Pewakaf bisa melihat langsung wujud fisik dari wakafnya, yang seringkali memberikan kepuasan spiritual. Namun, kekurangannya adalah prosesnya yang memakan waktu dan cenderung tidak fleksibel. Selain itu, aset wakaf yang tidak produktif (misalnya tanah kosong yang tidak dikelola) bisa menjadi beban bagi nazhir dan kurang memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Baca juga: Kementerian wakaf dan urusan agama palestina Apa Itu Wakaf Digital?

Read More

Crowdfunding : Sarana Aksi Kepedulian untuk Kesejahteraan Umat

Gresik – 1miliarsantri.net : Crowdfunding adalah suatu tempat untuk menghimpun dana melalui platform yang dilakukan secara online, untuk pendanaan suatu proyek atau unit usaha dan melibatkan masyarakat sebagai donatur (Khamsidah dan PU, 2022). Adanya platform ini memudahkan donatur untuk berbagi sebagian hartanya secara online, melalui website atau aplikasi penyedia layanan tersebut. Crowdfunding dapat juga diartikan sebagai penggalangan dana, dimana dana yang telah terkumpul dari para donatur dapat diberikan secara langsung kepada penerima, yang telah disebutkan tujuan dalam mengadakan crowdfunding, setelah masa kampanye selesai. Para penyelenggara crowdfunding memiliki rasa peduli kepada kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Tujuan aksi kepedulian ini sangat luas, dapat berupa kepedulian bidang kesehatan, pendidikan, fasilitas umum, kebutuhan pokok, pertanian, dll. Tentunya aksi tersebut dapat terwujud dengan biaya dan tenaga penyelenggara. Pembiayaan tersebut dapat dikumpulkan dari kampanye crowdfunding yang diadakan. Sehingga menarik para donatur yang memiliki tujuan sama dengan kampanye yang ditayangkan. Dan proyek mensejahterakan masyarakat dapat segera terealisasikan sesuai dengan jenis crowdfunding yang dipilih. Baca juga: Bareskrim Polri Serahkan Panji Gumilang kepada Kejaksaan Jenis-jenis Crowdfunding Crowdfunding yang telah berjalan di Indonesia memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan hubungan timbal balik yang diterima oleh seorang donatur. Menurut Khamsidah dan PU (2022) crowdfunding dibagi menjadi 4 jenis, yaitu: 1. Donation Based Seorang donatur yang memberikan sebagian hartanya berniat khusus untuk sedekah tanpa mengharap imbalan dari penerima donatur. Proyek ini bersifat non-profit, sehingga donatur tidak mendapat imbalan apapun. Sebagai contoh pembangunan masjid, panti asuhan, sekolah, klinik kesehatan, dll. 2. Reward Based Penyelenggara crowdfunding menyediakan barang atau jasa bagi para donatur, sebagai penghargaan atas usahanya dalam memberikan hartanya. Seperti gelang pendekar anak yang dikeluarkan oleh UNICEF dan diberikan kepada donatur dengan ketentuan minimal donasi Rp 150.000/bulan. Tujuan donasi tersebut digunakan khusus untuk kebutuhan anak-anak baik dari masalah gizi ataupun sekolah. 3. Debt Based Crowdfunding jenis ini, seperti sistem pinjaman. Dimana para pemberi dana (investor) akan mendapatkan kembali uang yang telah diberikan kepada peminjam dengan imbalan bunga pinjaman yang telah disepakati. Biasanya dilakukan oleh pelaku usaha yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya. 4. Equity Based Layaknya saham, crowdfunding ini memberikan dividen sebagai imbal hasil dari dana yang di investasikan kepada perusahaan yang mengajukan proposal. Investor bebas memilih saham atau ekuitas mana yang akan dibeli untuk mendapatkan dividen nantinya. Melihat jenis-jenis crowdfunding yang cocok untuk aksi kepedulian yang banyak dilakukan saat ini adalah donation based. Seperti yang dapat kita lihat di website kitabisa.com sebagai salah satu contoh platform penyedia crowdfunding. Disana terdapat berbagai macam kampanye yang ditayangan, salah satunya tentang petani difabel. Dari penggalangan dana tersebut dapat membiayai kelompok difabel untuk tetap produktif bekerja sebagai petani. Sehingga mereka tidak kehilangan lapangan pekerjaan, karena keterbatasan yang dimilikinya. Hal ini, menjadi salah satu contoh aksi kepedulian yang dapat mensejahterakan masyarakat, melalui program khusus yang dituju. Masih banyak aksi kepedulian lainnya yang berdampak kepada masyarakat, dan crowdfunding dapat menjadi salah satu cara untuk mengumpulkan dana dalam pelaksanaan aksi tersebut.

Read More

Dugaan Penyelewengan Dana Infaq Oknum Baznas Palopo, Bagaimana Kronologinya?

Bekasi – 1miliarsantri.net : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki peran vital sebagai lembaga yang mengelola zakat, infaq, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus dijaga dengan integritas tinggi. Namun, ketika muncul dugaan penyelewengan, kredibilitas lembaga ini dipertaruhkan. Belakangan ini, perhatian publik tertuju pada kasus dugaan penyelewengan dana infaq di Baznas Kota Palopo, Sulawesi Selatan, yang melibatkan seorang oknum komisioner berinisial IB. Kasus ini, meski dengan nilai yang tidak terlalu besar, telah menimbulkan gelombang pertanyaan dan desakan agar transparansi ditegakkan. Baca juga: Begini Konsep Harta dalam Islam, Agar Bisa Dijadikan Fasilitas untuk Beramal Saleh Bagaimana Kronologi Dugaan Penyelewengan Dana Infaq? Dugaan penyelewengan ini berawal dari mencuatnya informasi bahwa oknum komisioner Baznas Palopo menyelewengkan dana infaq dari Masjid Nur Afiat Lagaligo, Palopo. Nilai dana yang diduga disalahgunakan berkisar sekitar Rp3 juta. Masjid Nur Afiat sendiri diketahui sebagai salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah koordinasi Baznas Palopo. Namun, hingga saat ini, data dari Baznas Kota Palopo menunjukkan bahwa UPZ masjid tersebut belum menyetorkan dana infaqnya. Isu ini tidak hanya beredar di kalangan terbatas, tetapi juga telah menjadi pemberitaan di berbagai media online dan menjadi perbincangan publik. Respons dari berbagai pihak pun bermunculan. Baznas RI, sebagai induk dari Baznas di daerah, bahkan langsung menanyakan kebenaran isu tersebut kepada pihak Baznas Palopo. Pihak pemerintah kota, melalui Kabag Kesra, juga telah menerima laporan dan meminta Baznas Palopo untuk membuat klarifikasi dan telaah terkait masalah ini. Desakan juga datang dari Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil, yang meminta Pemkot Palopo untuk segera bertindak dan tidak membiarkan isu ini berlarut-larut, yang berpotensi mencoreng nama baik lembaga. Respons dan Langkah yang Diambil Menanggapi isu yang berkembang, pihak Baznas Palopo telah mengambil beberapa langkah. Ketua Baznas Palopo, Asyad Syam, mengakui bahwa laporan terkait masalah ini telah sampai ke Baznas RI dan Pemkot Palopo. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya diminta untuk segera membuat laporan resmi dan klarifikasi. Secara internal, Baznas Palopo berharap dugaan ini tidak benar, karena jika terbukti, hal tersebut akan sangat merusak kepercayaan masyarakat terhadap Baznas sebagai lembaga yang mengemban amanah suci. Pihak yang diduga terlibat, oknum komisioner IB, juga telah memberikan respons dsn mengakui adanya masalah terkait dana infaq tersebut, namun mengklaim bahwa hal itu hanya disebabkan oleh miskomunikasi. Permintaan maaf pun telah disampaikan. Namun, penjelasan ini tidak serta-merta menghentikan polemik. Masyarakat dan berbagai pihak tetap menuntut adanya pertanggungjawaban yang jelas dan transparan.

Read More

Memperingati Hari Santri Nasional 2025: Cerita Santri yang Selamat dari Runtuhnya Ponpes Al Khoziny

Bekasi – 1miliarsantri.net: Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober menjadi bukti bahwasannya santri menjadi simbol penting dalam menyebarkan nilai-nilai islam rahmatan lil alamin, serta menegaskan peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa. Pesantren, Wadah Orang Tua dalam Menghindari Jurang Keburukan Berbicara tentang pesantren, tidak sedikit orang tua di Indonesia memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di pesantren. Alasan yang paling sering ditemui adalah kekhawatiran akibat perkembangan zaman diiringi dengan teknologi yang semakin maju sehingga mengubah hampir seluruh lini kehidupan manusia. Teknologi yang tidak dipergunakan dengan bijak seringkali menyeret banyak orang, khususnya anak-anak yang sejatinya masih memerlukan banyak bimbingan dalam kehidupannya. Pergaulan yang semakin tak mengenal batas, banyaknya kemaksiatan akibat emosi labil dari anak-anak yang menginjak remaja juga menjadi faktor para orang tua memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di pesantren. Harapan orang tua tentunya ingin melihat anak-anaknya tidak hanya sukses di dunia namun juga di akhirat, dengan berbekal ilmu yang diajarkan di pesantren menjadi upaya para orang tua menjadikan pesantren sebagai wadah dalam menghindari jurang keburukan yang mengintai anak-anaknya. Seorang anak yang masuk pesantren nantinya akan dibekali oleh berbagai ilmu dan kebaikan di dalamnya, seperti berikut ini: Point-point tersebut merupakan nilai-nilai kebaikan yang akan didapatkan oleh anak-anak yang mondok di pesantren. Namun, di luar dari nilai-nilai kebaikan tersebut, terdapat sisi lain yang juga perlu diperhatikan mengenai keamanan para santri di pondok pesantren, seperti kejadian runtuhnya bangunan salah satu pondok pesantren di daerah Sidoarjo, Jawa Timur. Baca juga: Kesaksian Mengerikan Aktivis Global Sumud Flotilla (GSF): Disiksa, Dipaksa Berlutut, hingga Diperlakukan Seperti Binatang di Tahanan Israel Insiden Pesantren Al Khoziny, Bangunan Runtuh dalam Sekejap Baru-baru ini, kejadian runtuhnya salah satu bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa timur menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan juga bagi santri yang berhasil selamat dari kejadian tersebut.

Read More

Kesaksian Mengerikan Aktivis Global Sumud Flotilla (GSF): Disiksa, Dipaksa Berlutut, hingga Diperlakukan Seperti Binatang di Tahanan Israel

Tegal – 1miliarsantri.net : Kisah memilukan datang dari para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditangkap setelah kapal pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza dibajak oleh militer Israel. Mereka mengaku mengalami berbagai bentuk penyiksaan selama berada di balik jeruji tahanan Zionis, mulai dari kekerasan fisik, perlakuan tidak manusiawi, hingga pelarangan akses terhadap obat-obatan penting. Organisasi hukum Adalah, yang menjadi kuasa hukum para aktivis, mengungkap sejumlah pelanggaran serius yang dilakukan otoritas Israel. Dalam pertemuan dengan lebih dari 80 peserta GSF di Penjara Ktziot, Israel selatan, Adalah menyebut banyak di antara mereka diperlakukan dengan cara-cara kejam. “Beberapa aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat kabel selama setidaknya lima jam,” ungkap Adalah, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (5/10/2025). Lebih jauh, Adalah mengungkap bahwa para tahanan tidak diperbolehkan mengakses obat-obatan penting, termasuk obat tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kanker. “Para peserta ditahan di sel yang penuh sesak, dan beberapa peserta dipaksa tidur di lantai dalam kondisi yang keras dan tidak sehat,” lanjut pernyataan itu. Tidak berhenti di situ, kekerasan fisik juga menjadi bagian dari penderitaan mereka. Salah satu aktivis mengalami luka pada tangannya akibat penganiayaan. Ada pula yang ditutup matanya dan diborgol dalam waktu lama. “Beberapa peserta melaporkan bahwa mereka diinterogasi oleh petugas tak dikenal, dan yang lainnya melaporkan penganiayaan serta penyiksaan oleh sipir penjara,” imbuh Adalah. Baca juga: Titik Balik Iklim: Terumbu Karang Dunia Hadapi Kemunduran Besar Bantahan Israel dan Versi yang Bertolak Belakang Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel membantah tuduhan penyiksaan tersebut. Mereka menyebut kesaksian para aktivis sebagai “kebohongan” dan mengklaim telah memenuhi seluruh hak hukum para tahanan. “Semua hak hukum para tahanan sepenuhnya ditegakkan,” tulis Kemlu Israel melalui platform X. Dalam pernyataan kepada CNN, pihaknya juga menegaskan bahwa makanan, air, dan obat-obatan telah diberikan. “Tentu saja mereka menerima makanan, air, dan obat-obatan, dan mereka tidak dianiaya,” ujar perwakilan Israel. Namun, pernyataan itu jelas bertolak belakang dengan kesaksian para aktivis yang telah dibebaskan maupun dideportasi. Greta Thunberg Jadi Korban Penyiksaan Di antara para korban perlakuan brutal itu adalah aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg. Ia termasuk dalam rombongan GSF yang ditangkap saat kapal mereka dicegat ketika hampir mencapai Gaza. Kesaksian dari sesama aktivis menyebut Greta mengalami penyiksaan dari pasukan Israel.

Read More

Titik Balik Iklim: Terumbu Karang Dunia Hadapi Kemunduran Besar

Surabaya – 1miliarsantri.net : Sebuah laporan internasional terbaru yaitu Global Tipping Points Report 2025, menyimpulkan bahwa ekosistem terumbu karang air hangat global telah melewati tipping point termal yang tak lagi memungkinkan pemulihan normal. Laporan ini disusun oleh sekitar 160 ilmuwan dari 23 negara bekerja sama dengan institusi seperti University of Exeter dan Stockholm Resilience Centre. Menurut publikasi pendukung, ambang tipping point terumbu karang diperkirakan di kisaran 1,0-1,5 Celsius pemanasan global dibanding era pra-industri, dengan nilai pusat sekitar 1,2 Celsius. Dengan kondisi pemanasan global saat ini yang telah mencapai kurang lebih 1,4 Celsius, sistem karang berada dalam fase overshoot, yaitu kondisi di mana tekanan lingkungan telah melewati batas toleransi mereka. Laporan menyatakan bahwa peluang untuk mempertahankan terumbu karang yang sehat dalam skala besar setelah melebihi 1,5 Celsius adalah sangat rendah (kemungkinan > 99% telah melewati batas aman). Meningginya Angka Kematian Karang secara Massal Sejak Januari 2023, lebih dari 80% terumbu karang di berbagai negara mengalami peristiwa bleaching hebat akibat lonjakan suhu laut. Dalam kondisi semacam ini, alga simbion (zooxanthellae) yang hidup di dalam jaringan karang keluar, menyebabkan karang kehilangan warna (memutih) dan dalam banyak kasus, mati jika stres suhu berlanjut. Fenomena ini telah menjadi peristiwa pemutihan global terburuk dalam catatan modern, dan banyak karang tidak memiliki waktu untuk pulih sebelum gelombang panas laut berikutnya. Akibatnya, struktur ekosistem mulai rusak seperti karang mati digantikan oleh alga atau substrat kosong, mengurangi keanekaragaman dan produktivitas biologis. Baca juga: Santri Asal DKI Jakarta Tembus Final MQK Internasional 2025 Dampak pada Masyarakat Pesisir Terumbu karang merupakan pondasi ekosistem pesisir yang menyediakan habitat bagi ikan, pelindung pantai dari gelombang, dan tulang punggung pariwisata laut. Hingga 1 miliar orang bergantung secara langsung atau tidak langsung pada kondisi karang sehat untuk mata pencaharian. Jika kerusakan terus meluas, sektor perikanan lokal bisa mengalami penurunan tangkapan, wisata pantai menurun, dan pantai menjadi lebih rentan terhadap erosi atau bencana laut. Situasi ini menempatkan masyarakat pesisir pada risiko sosial-ekonomi tinggi. Sebagai indikasi lokal, Great Barrier Reef Australia melaporkan penurunan karang terbesar dalam 39 tahun terakhir.

Read More