Kadaker Minta Jamaah Calon Haji Agar Selalu Memakai Gelang

Makkah — 1miliarsantri.net : Sebanyak delapan kelompok terbang (kloter) calon jamaah haji (Calhaj) Indonesia yang datang lebih dulu di Madinah mulai bergeser ke Makkah dan Rombongan jamaah kloter pertama telah tiba di Hotel Al-Ghadeer, Makkah, Senin (20/5/2024) sekitar pukul 12.00 WAS dengan jumlah 392 orang. Kepala Daker Makkah, Kholilurrahman meminta kepada calhaj Indonesia untuk selalu memakai gelang saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci Makkah. Sehingga, petugas dapat dengan mudah melayani calhaj yang sakit atau terpisah dari rombongannya. “Jamaah jangan lupa selalu menggunakan gelang jamaah haji, karena dalam gelang itu akan nampak nama jamaah, kemudian nama kloternya nama paspornya, itu sangat memudahkan petugas untuk membantu melayani jamaah ketika jamaah itu tiba tiba sakit, pingsan, atau terpisah rombongan kesasar tidak tahu tempat tinggalnya,” terang Kholilurrahman di Kantor Urusan Haji Indonesia, Makkah, Selasa (21/5/2024). Selanjutnya, dia juga mengimbau kepada calon jamaah haji Indonesia agar selalu bertanya kepada petugas jika lupa akan tempat tinggalnya. Ketika tiba di Makkah, kata dia, calhaj Indonesia juga harus memastikan untuk mendapatkan kartu hotel. “Kalau nanti jamaah terpisah rombongan tersesat, nanti tunjukkan kartu hotel itu kepada petugas, sehingga petugas mudah mengantarkan jamaah sampai ke sektornya, ke kantornya, ke hotelnya dan ke kamarnya,” sambung Kholilurrahman. Dia menuturkan, cuaca di Makkah sendiri saat ini sudah panas. Bahkan, menurut dia, pada saat puncak haji nanti cuacanya bisa mencapai 50° celsius. Karena itu, dia juga mengimbau kepada calhaj Indonesia untuk menghindari paparan terik matahari secara langsung. “Jamaah haji kita sebaiknya beribadah di hotel atau di masjid atau mushalla yang ada di hotel, terutama jamaah yang lansia yang risiko tinggi agar tidak memaksakan diri untuk melaksanakan sholat di Masjidil Haram,” himbaunya. Dia mengatakan, jamaah yang sehat dan kuat bisa melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Namun, dia tetap menyarankan agar tetap membawa payung dan membawa air minum. “Jangan sampai dehidrasi, karena banyak kasus jamaah yang sakit karena dehidrasi ketika di Masjidil Haram, lupa membawa payung, lupa membawa air,” lanjut Khalilurrahman. Demikian pula ketika nanti jamaag melaksanakan sholat di Masjidil Haram, juga diimbau agar tidak menitipkan sandal atau sepatunya di area Masjidil Haram. “Sandal atau sepatu yang dibawa itu jangan ditinggal, jangan dititipkan di loker-loker penitipan di area Masjidil Haram karena masuknya dan keluarnya akan berbeda. Masuknya dari pintu King Fahd nanti keluarnya akan berbeda. Oleh karena itu, saran saya jika menggunakan sandal pasukan sandal dalam kantong plastik, masukkan tas dan dibawa, jangan ditinggal kemudian,” tandas Khalilurrahman. Yang tidak kalah penting, dia juga mengimbau kepada calhaj Indonesia agar selalu waspada ketika beribadah ke Masjidil Haram, serta tidak membawa perhiasan. “Jangan membawa perhiasan khawatir ada tindakan kriminal atau pencopetan yang terjadi di area Masjidil Haram,” ucapnya. Ketika akan beribadah ke Masjidil Haram, Khalilurrahman juga menyarankan kepada calhaj Indonesia untuk tidak berangkat sendirian, melainkan berkelompok. “Ketika mereka berangkat 10 orang, maka pulang pun harus 10 orang. Ketika mereka berkelompok lima orang, pulang pun 5 orang, jangan sendiri-sendiri. Pastikan mereka berangkat bareng, pulang pun bareng,” tegasnya. Setelah calhaj Indonesia sampai ke hotel, tambah dia, calhaj Indonesia juga tidak boleh memasak dengan alat yang bisa berpotensi menimbulkan kebakaran. “Jadi kalau seandainya memasak, itu supaya alat masak air itu yang otomatis. Dan pastikan ketika mereka akan sholat ke Masjidil Haram, semua alat masak tersebut agar dipastikan mati dulu, sehingga tidak terjadi kebakaran seperti tahun-tahun yang lalu. Karena lalai ditinggal untuk sholat, kemudian magicom-nya meledak kebakaran,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Sepak Terjang Presiden Iran Semasa Hidupnya

Teheran — 1miliarsantri.net : Presiden Iran Ebrahim Raisi dipastikan meninggal dunia akibat kecelakan helikopter di barat laut negara tersebut. Kehidupan pemimpin Iran tersebut dipandang sarat kontroversial meski ia belakangan juga yang akhirnya memelopori perdamaian dengan Arab Saudi dan membuka harapan soal perdamaian di Timur Tengah. Ebrahim Raisi memenangkan Pemilihan Presiden Iran pada Sabtu 2021 lalu. Ia lahir di timur laut Kota Masyhad. Dia dibesarkan di lingkungan keluarga yang religius. Menurut situs kampanyenya, Raisi menerima gelar doktor di bidang hukum dan yurisprudensi dari Universitas Mottahari di Teheran. Raisi telah menjadi tokoh kunci dalam peradilan Iran sejak awal 1980-an. Pada 1981, ketika dia berumur 20 tahun, Raisi diangkat menjadi jaksa Kota Karaj, dekat Teheran. Dua tahun kemudian, dia diangkat menjadi jaksa Hamedan, sebuah kota yang jaraknya 180 mil dari Karaj. Dia menjabat sebagai jaksa di dua kota tersebut secara bersamaan selama beberapa bulan. Raisi akhirnya dipromosikan menjadi jaksa Provinsi Hamedan. Pada 1985, Raisi pindah ke Teheran. Di sana ia menjabat sebagai wakil jaksa. Jabatan senior lainnya yang pernah dijabat Raisi termasuk wakil ketua pengadilan dari 2004 hingga 2014. Pada 2014-2016, dia menjadi jaksa agung. Nama Raisi lekat dengan eksekusi massal tahanan politik Iran pada 1988. Namanya muncul karena kala itu dia merupakan anggota terkemuka dari apa yang disebut “komite kematian”. Komite bentukan Ruhollah, pemimpin tertinggi Iran pada era tersebut, berisi sekelompok pejabat peradilan dan intelijen Iran. Saat menjabat sebagai presiden Iran, ia kemudian membuka jalan perdamaian dengan Saudi. Hubungan Iran dan Saudi yang sudah lama rapuh kian retak sejak awal 2016. Hal itu terjadi setelah Kedutaan Besar Saudi di Teheran digeruduk. Kala itu, rakyat Iran tengah menggelar demonstrasi memprotes keputusan Saudi mengeksekusi ulama Syiah terkemuka, Nimr Al-Nimr, dan tahanan lainnya. Kala itu, Raisi mengungkapkan, dialog dengan negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah akan menjadi prioritas pemerintahan barunya. Iran dan Arab Saudi pada Jumat 10 Maret 2023 kemudian menyepakati perjanjian bersejarah untuk membangun kembali hubungan diplomatik yang terputus sejak 2017 lalu. Mereka sepakat membuka kembali kedutaan masing-masing setelah tujuh tahun ketegangan. Terobosan diplomatik yang dinegosiasikan dengan Cina itu diharapkan menurunkan ketegangan dan menghentikan konflik bersenjata di wilayah tersebut. Benar saja, tak lama kemudian Saudi menyepakati gencatan senjata dengan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Saudi dan negara-negara Teluk juga menyambut kembali Presiden Suriah Bashar al-Assad ke dalam Liga Arab. Saat proses perdamaian Timur Tengah itu berlangsung, Israel dan Amerika Serikat kemudian membuat gerakan normalisasi dengan Saudi. Hal ini salah satu pemicu para pejuang Palestina melancarkan Operasi Topan al-Aqsa pada 7 Oktober 2023. Iran di bawah Presiden Raisi kemudian jadi salah satu penentang utama pembalasan brutal Israel atas serangan itu di Jalur Gaza. Iran telah memberikan dukungan finansial dan lainnya selama bertahun-tahun kepada Hamas, yang memimpin serangan ke Israel pada 7 Oktober. Jihad Islam Palestina juga mengambil bagian di dalamnya. Namun tidak ada bukti bahwa Iran terlibat langsung dalam serangan itu. Kelompok-kelompok di bawah pengaruh Iran melakukan aksi-aksi nyata mencoba menghentikan serangan Israel ke Jalur Gaza. Hizbullah di Lebanon terus melakukan tekanan dengan rudal-rudal di perbatasan dengan Israel, Houthi di Yaman menyetop pelayaran ke Israel yang melintasi Laut Merah, sementara Hamas terus melakukan perlawanan di Gaza. Ketegangan memuncak bulan lalu, ketika Iran di bawah Raisi dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meluncurkan ratusan drone dan rudal balistik ke Israel sebagai tanggapan atas serangan udara terhadap Konsulat Iran di Suriah yang menewaskan dua jenderal dan lima perwira Iran. Israel, dengan bantuan Amerika Serikat, Inggris, Yordania dan negara-negara lain, mencegat hampir semua proyektil tersebut. Sebagai tanggapan, Israel tampaknya melancarkan serangannya sendiri terhadap sistem radar pertahanan udara di kota Isfahan di Iran, tidak menimbulkan korban jiwa tetapi mengirimkan pesan yang jelas. Kedua pihak telah melancarkan perang bayangan melalui operasi rahasia dan serangan siber selama bertahun-tahun, tapi baku tembak pada bulan April merupakan konfrontasi militer langsung pertama mereka. Pada akhirnya, berpulangnya Raisi menimbulkan faktor baru pada dinamika di Timur Tengah. Kecelakaan helikopter yang menewaskan Raisi bisa jadi salah satu peristiwa signifikan yang dampaknya akan bergaung sampai jauh di masa datang. (ram) Baca juga :

Read More

Mahalnya Pendidikan Tinggi di Indonesia Menjadi Perbincangan Hangat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mahalnya pendidikan tinggi di Indonesia hangat jadi perbincangan belakangan. Sepanjang ribuan tahun peradaban Islam, hal tersebut tak pernah menjadi persoalan. Alih-alih membayar mahal untuk berkuliah, para ilmuwan, pengajar, dan pelajar justru diupah dan diberi fasilitas hidup. Bagaimana hal itu bisa dilakukan? Toru Miura, peneliti dari The Oriental Library and Ochanomizu University di Tokyo, Jepang menilai, jawabannya adalah sistem wakaf. Secara garis besar, wakaf adalah semacam pengalihan permanen harta seseorang baik yang diam maupun bergerak untuk keperluan umum. Bentuknya bisa berupa bangunan, tanah, juga belakangan uang dan aset produktif. Meskipun terdapat riwayat bahwa Khalifah Umar bin Khattab yang memulai mendirikan badan wakaf atas saran Rasulullah SAW, baru pada abad kesembilan sistem hukum yang mendasari wakaf dikembangkan. Pada abad itu, tepatnya pada 850-an Masehi, sebuah masjid yang kelak menjadi universitas tertua di dunia menurut UNESCO didirikan menggunakan skema wakaf dari Fatimah al-Fihri, putri seorang saudagar kaya di Fez, Maroko. Fatimah mewakafkan masjid yang dinamai al-Qarawiyyin tersebut sekaligus mendanai pembelajaran di sana hingga jenjang pendidikan tinggi. Sementara pada abad ke-11, Niẓām al-Mulk, wazir Kesultanan Seljuk, mendirikan Madrasah Niẓāmiyya di Baghdad. Berbeda dengan perluasan maknanya di Indonesia, “madrasah” pada masa itu adalah lembaga pendidikan tinggi. Lembaga pendidikan dasar lebih sering disebut “kuttab”. Menurut Toru Miura, semua profesor, khatib, dan penghafal Alquran ditunjuk dan gajinya dibayarkan dari dana wakaf. Pengelana terkenal Ibnu Jubair (wafat 1217) juga melaporkan penyebaran lembaga wakaf di kota-kota besar dalam catatan perjalanannya. Nūr al-Dīn (wafat 1174) dari dinasti Zangi menyumbangkan dua pabrik, tujuh kebun buah-buahan, tanah yang belum digarap, pemandian umum dan toko-toko untuk lembaga pembelajaran ulama di Masjid Umayyah, yang total pendapatan tahunannya lebih dari 500 dinar. Sebanyak 30 madrasah didirikan di Baghdad yang menyerupai istana indah, di mana para profesor dan mahasiswa diberikan gaji dan tunjangan melalui wakaf dalam jumlah besar. Pada abad keempat belas, Rashīd al-Dīn (wafat 1318), wazir Ilkhanid, membangun kompleks besar lembaga wakaf di luar Tabriz di Iran. Berdasarkan dokumen wakaf-wakaf yang ditulisnya, kompleks tersebut terdiri dari makamnya, masjid jami, ruang penyalinan buku, rumah tinggal, rumah sakit, tempat ulama dan rumah untuk orang miskin. Sebagian besar harta wakaf adalah tanah pertanian di Azerbaijan, dan juga di Yazd dan Hamadan di Iran. Separuh dari pendapatan tersebut digunakan untuk pengeluaran lembaga wakaf, dan separuhnya lagi untuk kerabat dan keturunan Rasyid al-Dīn. Dalam catatannya, sebanyak 350 orang yang terdiri atas dosen, penghafal Alquran, dan pelajar adalah penerima manfaat wakaf tersebut. Selain itu ada 30 musafir, dan 100 orang miskin. Semua pelajar diberikan tempat tinggal. Di Andalusia, wakaf populer dari abad ke-12 hingga ke-15 untuk masyarakat miskin dan untuk jihad, serta untuk masjid dan lembaga pendidikan. Properti pertanian dan perkotaan (toko, gudang, rumah) banyak yang diwakafkan. Hampir semuanya kemudian direbut institusi Kristen setelah Islam diusir dari Semenanjung Iberia. Alhambra merupakan sebuah kompleks istana dan benteng peninggalan bersejarah sekaligus bukti jejak peradaban Islam di Eropa. Di Damaskus, hingga abad ke-16 terdapat 152 madrasah alias institusi pendidikan tingga yang didanai dan dioperasikan dengan wakaf. Di Kairo, ada 73 madrasah dioperasikan dengan wakaf pada abad ke-15. Kemudian di Isfahan ada 48 madrasah didanai dengan wakaf. Ibnu Baṭṭūṭa (1368–1369) juga melaporkan masifnya penyebaran wakaf di Damaskus saat mengunjungi daerah itu pada 1326. “Jenis wakaf di Damaskus dan pengeluarannya tidak dapat dihitung, begitu banyak jumlahnya. Penduduk Damaskus saling bersaing satu sama lain. untuk membangun dan mewakafkan masjid, mushala sufi, madrasah, dan makam-makam,” tuturnya. Damaskus jadi perhatian Tori Miura karena catatan wakaf dari wilayah itu sepanjang abad pertengahan tergolong lengkap. Dari dokumen-dokumen itu, diketahui bahwa wakaf untuk madrasah adalah yang paling banyak kedua, hanya kalah dari wakaf untuk bangunan dan tanah di Makkah dan Madinah. Ditemukan sebanyak 169 dokumen wakaf untuk Madrasah Umariyyah yang saat itu terbesar di Damaskus. Data lain yang terungkap dari dokumen-dokumen di Damaskus itu, kebanyakan donatur wakaf adalah pejabat negara. Diantaranya 26 sultan dan raja, 18 panglima militer, 36 sheikh alias tokoh masyarakat, dan 26 qadi alias hakim. Demikianlah bagaimana pendidikan tinggi dalam Islam didanai selama ratusan tahun. Jika pelajar perlu mengeluarkan biaya, biasanya hanya untuk biaya hidup. Sistem itu sempat bertahan lama sampai masa Kesultanan Turki Utsmani pada abad ke-19. Belakangan, sistem pemerintahan kebanyakan wilayah Darul Islam berubah seturut datang dan perginya kolonialisme. Demikian juga sistem pendidikannya. (rid) Baca juga :

Read More

Peringatan Imam al Ghazali Tentang Pendidikan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Agama Islam menempatkan ilmu sebagai sesuatu yang sangat penting, bahkan Allah SWT memuliakan orang-orang berilmu. Untuk itu, Muslim disarankan untuk belajar sepanjang hidupnya agar terus mendapatkan ilmu. Islam juga menekankan kepada para pemilik ilmu untuk mengajarkan atau mengamalkan ilmu yang didapatnya kepada orang lain. Lantas, bagaimana jika orang yang memiliki ilmu tapi dikomersilkan dengan tujuan untuk meraup harta dunia? Ini pendapat Imam Al-Ghazali dalam Kitab Minhajul Abidin. Imam Al-Ghazali menjelaskan betapa pentingnya ilmu, bahkan ilmu lebih mulia dari sekedar ibadah tanpa ilmu. Akan tetapi, Imam Al-Ghazali juga mengingatkan ada bahaya di sekitar ilmu. Untuk menghadapi berbagai kesulitan dalam menuntut ilmu maka ringankan hati agar mudah dan ikhlas melakukannya. Ia mewanti-wanti agar ilmu jangan digunakan untuk memperkaya diri sendiri. “Ketahuilah bahwa sangat besar bahaya dalam menuntut ilmu, jika menuntut ilmu bertujuan untuk menarik perhatian manusia, menjadikan ilmu sebagai alat agar bisa duduk bersama para penguasa, dan membanggakan diri terhadap orang yang mendebat atau menjadikan ilmu sebagai alat untuk memburu dunia,” kata Imam Al-Ghazali dalam Kitab Minhajul Abidin. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menuntut ilmu untuk tujuan berbangga-banggaan dengan para orang-orang pandai atau untuk memamerkannya pada orang-orang yang bodoh atau untuk memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya, maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka.” Abu Yazid Al Bustomi mengatakan, “Aku telah melakukan mujahadah selama 30 tahun dan aku tidak mendapati sesuatu yang lebih sulit aku hadapi selain dari ilmu dan bahaya yang mengitarinya.” Abu Yazid Al Bustomi mengingatkan, jauhkan pandangan kamu dari sesuatu yang dijadikan indah oleh setan. Setan itu akan mengatakan kepada kamu, “Jika bahaya yang sebesar ini terjadi pada ilmu, maka meninggalkannya tentu lebih utama.” Abu Yazid Al Bustomi mengingatkan, “Kamu jangan pernah berpikir seperti yang dikatakan setan.” Ilmu tetap penting dan harus dipelajari meski ada bahaya di sekitarnya. Sebab banyak orang fakir ilmu yang masuk neraka. Rasulullah SAW bersabda, “Aku mengarahkan pandangan pada malam Mi’raj-ku ke arah neraka, lalu aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah apakah mereka fakir karena harta.” Nabi SAW menjawab, “Bukan (fakir harta) tapi mereka fakir dari ilmu.” Imam Al-Ghazali mengingatkan, siapa saja yang tidak mempelajari ilmu maka ia tidak akan dapat melakukan ibadah dengan benar dan tidak bisa melaksanakan hak-hak hidupnya sebagaimana mestinya. Sekiranya seorang menyembah Allah Ta’ala seperti ibadahnya para malaikat langit tanpa disertai dengan ilmu, maka tentulah ia termasuk orang-orang yang merugi. Maka teguhkan diri dalam menuntut ilmu dengan cara mengkaji, menyampaikan dan mengajarkannya. Usirlah kemalasan serta rasa bosan yang menerpa saat menuntut ilmu. Jika tidak diusir rasa malas itu, maka seseorang berada dalam bahaya kesesatan dan semoga Allah melindungi kita semua dari kesesatan. Hal ini dijelaskan Imam Al-Ghazali dalam Kitab Minhajul Abidin yang diterjemahkan Abu Hamas As-Sasaky dan diterbitkan Khatulistiwa Press 2013. (wink) Baca juga :

Read More

Rasulullah SAW Berpesan tentang Orang yang Memperoleh Harta Kekayaan dengan Cara yang Tidak Benar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW pernah berpesan tentang orang yang memperoleh harta kekayaan dengan cara yang tidak benar atau zalim. Peringatan ini tercantum dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri RA, dan dapat ditemukan dalam Shahih Bukhari. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menekankan bahwa harta yang diperoleh dengan cara-cara yang tidak adil atau merugikan orang lain tidak akan membawa berkah dan justru akan menjadi sumber malapetaka bagi pemiliknya. Pesan dari Rasulullah SAW ini juga menekankan pentingnya kejujuran dan keadilan dalam mencapai kekayaan yang berkah dan bagaimana cara yang benar dalam menggunakannya. Islam mengajarkan bahwa harta yang diperoleh dengan cara yang halal dan benar akan membawa manfaat dan berkah, baik di dunia maupun di akhirat. Dan merekalah orang-orang yang beruntung. Sebaliknya, harta yang diperoleh dengan cara yang zalim tidak hanya akan merusak hubungan sosial dan menyebabkan kerugian bagi orang lain. Berikut haditsnya: عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَكْثَرَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ مَا يُخْرِجُ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ قِيلَ وَمَا بَرَكَاتُ الْأَرْضِ قَالَ زَهْرَةُ الدُّنْيَا فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ هَلْ يَأْتِي الْخَيْرُ بِالشَّرِّ فَصَمَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ يُنْزَلُ عَلَيْهِ ثُمَّ جَعَلَ يَمْسَحُ عَنْ جَبِينِهِ فَقَالَ أَيْنَ السَّائِلُ قَالَ أَنَا قَالَ أَبُو سَعِيدٍ لَقَدْ حَمِدْنَاهُ حِينَ طَلَعَ ذَلِكَ قَالَ لَا يَأْتِي الْخَيْرُ إِلَّا بِالْخَيْرِ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ وَإِنَّ كُلَّ مَا أَنْبَتَ الرَّبِيعُ يَقْتُلُ حَبَطًا أَوْ يُلِمُّ إِلَّا آكِلَةَ الْخَضِرَةِ أَكَلَتْ حَتَّى إِذَا امْتَدَّتْ خَاصِرَتَاهَا اسْتَقْبَلَتْ الشَّمْسَ فَاجْتَرَّتْ وَثَلَطَتْ وَبَالَتْ ثُمَّ عَادَتْ فَأَكَلَتْ وَإِنَّ هَذَا الْمَالَ حُلْوَةٌ مَنْ أَخَذَهُ بِحَقِّهِ وَوَضَعَهُ فِي حَقِّهِ فَنِعْمَ الْمَعُونَةُ هُوَ وَمَنْ أَخَذَهُ بِغَيْرِ حَقِّهِ كَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ Abu Said Al Khudri RA menceritakan bahwa suatu hari Nabi SAW duduk di atas mimbar dan para sahabat pun duduk di dekatnya. Lalu beliau SAW, “Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan terjadi pada kalian sepeninggalku adalah sesuatu yang Allah keluarkan untuk kalian dari berkahnya bumi.” Kemudian ditanyakan kepada beliau SAW, “Apa maksud dari berkahnya bumi?” Beliau SAW menjawab, “Perhiasan dunia.” Seseorang kemudian bertanya kepada beliau SAW, “Wahai Rasulullah, apakah mungkin kebaikan akan mendatangkan keburukan?” Rasulullah SAW kemudian diam sejenak, sampai beberapa sahabat mengira telah turun wahyu kepada beliau. Setelah itu, beliau mengusap keningnya lalu bersabda, “Di manakah orang yang bertanya tadi?” Lelaki itu berkata, “Saya.” Perawi Abu Said berkata, “Kami sempat memujinya ketika dia tiba-tiba muncul.” Beliau SAW bersabda, “Sungguh kebaikan itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan. Sungguh harta dunia ini adalah hijau dan manis. Setiap sesuatu yang ditumbuhkan pada musim semi akan mematikan atau membinasakan, kecuali pemakan hijau-hijauan, dia makan sampai lambungnya melebar. Kemudian menghadap matahari lalu buang air besar, kencing dan kembali, dan makan. Sungguh harta itu terasa manis, maka siapa yang mendapatkan kekayaan dengan cara yang benar dan meletakkan dengan cara yang benar pula, maka dia beruntung. Dan siapa yang mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak benar, maka dia ibarat orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang.” Dari hadits itu diketahui, orang yang mendapatkan kekayaan dengan cara yang benar, dan menggunakannya dengan benar pula, maka dia beruntung. Orang ini akan menggunakan hartanya untuk hal yang diridhai Allah SWT seperti bersedekah, berzakat, menyantuni anak yatim, dan amal saleh lainnya. (yan) Baca juga :

Read More

Pasukan Israel Serbu Masjid Ibrahimi dan Larang Adzan Berkumandang

Ramallah — 1miliarsantri.net : Pasukan zionis Israel pada Jumat (17/5/2024) lalu menyerbu Masjid Ibrahimi di Kota Hebron, Tepi Barat. Tentara Israel juga melarang adzan serta ibadah sholat Magrib di masjid tersebut. Direktur Departemen Wakaf di Hebron, Ghassan al-Rajabi, mengungkapkan tentara Israel memaksa pegawai Departemen Wakaf untuk keluar dari masjid. Mereka juga dilarang melaksanakan sholat Magrib. Menurut al-Rajabi, aksi yang dilakukan tentara Zionis tampaknya dilakukan untuk mengamankan salah satu pejabat senior Israel yang mengunjungi masjid tersebut. Al-Rajabi mengatakan bahwa Masjid Ibrahimi masih ditutup bagi jamaah Palestina sampai waktu sholat Isya. Pasca pembantaian terhadap 29 jamaah Palestina pada 1994 di dalam masjid yang dilakukan pemukim ekstremis Yahudi, Baruch Goldstein, otoritas Israel memisahkan kompleks masjid antara jamaah Muslim dan Yahudi. Pada Juli 2017, Komite Warisan Dunia UNESCO memutuskan untuk memasukkan Masjid Ibrahimi dan Kota tua Hebron ke dalam Daftar Warisan Dunia. Hebron dihuni oleh sekitar 160 ribu Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim ilegal Yahudi. Pemukim Yahudi tinggal di serangkaian daerah kantong khusus Yahudi yang dijaga ketat pasukan Israel. Sementara itu, 13 negara telah melayangkan surat pernyataan bersama untuk Israel yang memperingatkan serangan darat besar-besaran di kota paling selatan Gaza, Rafah, menurut laporan sejumlah media. Surat pernyataan bersama yang ditandatangani menteri luar negeri dari 13 negara tersebut dan dikirim ke pemerintah Israel pada Rabu. Dalam surat itu Israel didesak agar memberikan akses bantuan kemanusiaan bebas hambatan ke wilayah Palestina yang terkepung. Surat itu ditandatangani negara-negara G7 Kanada, Jerman, Prancis, Italia, Jepang dan Britania Raya, serta Australia, Denmark, Finlandia, Belanda, Selandia Baru, Korea Selatan dan Swedia, lapor harian Jerman Suddeutsche Zeitung. Melalui surat setebal empat halaman itu, para menteri luar negeri menegaskan kembali dukungan mereka terhadap hak Israel untuk membela diri melawan kelompok Palestina Hamas. Mereka juga memperingatkan terhadap serangan militer besar-besaran di Kota Rafah dan menekankan bahwa aksi tersebut akan menimbulkan dampak “bencana” terhadap warga sipil. Para menteri luar negeri itu juga menggarisbawahi bahwa pemerintah Israel harus melakukan segala daya mereka untuk meringankan krisis kemanusiaan yang menghancurkan dan memburuk di Jalur Gaza. Lebih lanjut, mereka juga menuntut agar Israel membuka semua penyeberangan perbatasan, termasuk penyeberangan Rafah, untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan bagi warga sipil Palestina. Surat itu juga meminta otoritas Israel agar memberikan akses kepada organisasi bantuan internasional, serta badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Gaza, menjamin keselamatan pekerja dan personel internasional serta memberikan izin yang memadai bagi pengemudi truk setempat. (zul/AJ) Baca juga :

Read More

Setelah Bertemu Wahidin, Lahirlah Budi Utomo dan Hari Kebangkitan Nasional

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Setelah berkeliling ke berbagai wilayah, dokter Wahidin Soedirohoesodo beristirahat di Batavia pada pertengahan 1907. Dokter Soetomo berkesempatan bertemu dengannya. Soetomo menyimak cerita Wahidin dengan penuh seksama. Pertemuan inilah yang mendorong Soetomo mewujudkan pendirian Budi Utomo pada 1908. Delapan pendiri Budi Utomo tindak tanduknya dinilai Douwes Dekker sangat tenang, kurang cocok dengan kondisi zaman saat itu. Tapi, sekarang tanggal lahir Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Wahidin bercerita mengenai upaya penggalangan beasiswa yang dihalang-halangi pihak Belanda. Saat ia tiba di suatu daerah sudah tersiar kabar para priyayi tak akan menghadiri pertemuan dengan Wahidin. Para priyayi itu dihalang-halangi oleh asisten residen agar tidak menemui Wahidin. Wahidin pun bergegas menghadap asisten residen itu. Soetomo, yang dikutip Ketua Budi Utomo periode 1917-1918, menceritakannya sebagai berikut: Sesoedahnja masoek didalam kantor toean Ass.-Resident itoe, tinggallah beliau berdiri dengan diam, hingga toean Ass.-Resident menengok padanja. Toean Ass.-Resident mendjadi sabar, seketika itu djoega, moekanja mendjadi manis dan tersenjoem poela. Maka kata Toean Ass.-Resident padanja: “Dokter, maksoedmoe haroes ditoendjang sekoeat-koeatnja. Baiklah berbitjara pada hari malam conferentie, hingga sekalian ambtenaar saja dapat mendengarnja.” Maka dengan bantoean toean Ass.-Resident ini, jang moela asalnja bermaksoed akan merintangi kemaoeannja itoe, dapatlah beliau perhatian jang loear biasa besarnja. Kesediaan Wahidin menghadap asisten residen dan berdiam diri selama belum disapa, memberikan gambaran bahwa sebagai orang Jawa Wahidin bisa menunjukkan sikap anak kepada bapak agar keinginannya dituruti orang tua. Demikianlah, sebab orang-orang Belanda memang memosisikan dirinya sebagai “bapak” bagi bangsawan Jawa. Dengan kesadaran barunya, Soetomo bersama tujuh pemuda bangsawan Jawa yang menempuh studi di STOVIA mendirikan Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Di kemudian hari, tanggal kelahiran Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Budi Utomo yang tenang menggambarkan karakter para pendirinya. Dengan tenang, Budi Utomo memperjuangkan perluasan pendidikan bagi orang Indonesia seperti yang telah diperjuangkan oleh dokter Wahidin Soedirohoesodo, tapi tujuh tahun kemudian, mulai 1915, menekuni urusan politik juga. Ketenangan Budi Utomo yang didirikan dokter Soetomo itu khas bangsawan Jawa. Itu membuat EFE Douwes Dekker perlu menyentilnya. Douwes Dekker menganjurkan agar anggota Budi Utomo tidak memakai kain saat mengadakan pertemuan. Sebagai anak bangsawan, mereka selalu mengenakan kain dan blangkon dengan mondolan di bagian belakang ketika belajar di STOVIA dan di dalam pertemuan-pertemuan Budi Utomo. Itu merupakan cara berpenampilan yang baik bagi bangsawan muda Jawa yang mau bangkit pada saat itu, sehingga tanggal lahir Budi Utomo dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Penampilan lahiriah ini penting selain juga harus menjaga ucapan. Sastrawan dan budayawan Yogyakarta, Iman Budhi Santosa, mengutip Serat Sasanasunu yang ditulis pujangga Surakarta, Yasadipura II, pada 1820: Dalam Sasanasunu pupuh 3 bait 16, terdapat ajaran mengenai berbusana sebagai berikut: “Rehning anom sawatawis/bareo bareo aja/iku bangsat panganggone/lan den nganggo masa kala/lulungan pasamuwan/jingkengan sawetareku/pepenyon amomondholan.” Artinya: “Karena masih muda, baiklah rapi tetapi secukupnya saja/jangan boros dalam hal pakaian/karena seperti itu cara berpakaiannya penjahat/berpakaian rapi perlu melihat situasi/seperti sewaktu bepergian atau pesta/ikat kepala diatur semestinya/dengan mondolan dan bentuk penyunya.” Tetapi, menurut Douwes Dekker, penampilan lahiriah pemuda bangsawan Jawa itu tidak bisa mewakili karaker pemuda yang diperlukan saat itu. Maka, kepada para siswa STOVIA anggota Budi Utomo itu, pada 1912 Douwes Dekker berkata, ”Hilangkan dan buanglah itu semua.” Roeslan Abdoelgani pernah menanyakan alasan Douwes Dekker menyarankan hal itu. “Och, Roeslan, onze jongens moeten brutal zijn even brutal als de Nederlanders,” jawab Douwes Dekker. Roeslan Abdoelgani menceritakan hal itu pada pembentukan Lembaga Pembinaan Kesatuan Bangsa (LPKB) Cabang Bandung, 15 Juli 1963. Arti jawaban Douwes Dekker: “Oh, Roeslan, pemuda kita harus kurang ajar seperti kurang ajarnya pemuda Belanda.” Kain dan mondolan blangkon itu pernah menjadi bahan poyokan orang pesisir utara. Mereka masuk Yogyakarta di zaman revolusi kemerdekaan. Melihat mondolan di blangkon –seperti diceritakan Sukarno dalam suratnya kepada Douwes Dekker— orang pesisir utara itu menceletuk, “Apa itu, zaman perjuangan, granatnya tidak dilempar, tetapi disimpan di belakang kepala.” Berbeda dengan para pemuda di Batavia, para pemuda Indonesia yang berada di Leiden, Belanda, sudah mengenakan celana pantalon dan jas. Pada tahun 1917 mereka mulai mengenal nama “Indonesia” yang kemudian dibawa pulang ke Batavia, jauh sebelum Soetomo bertemu Wahidin Soedirohoesodo. Maka, ketika Soetomo dan kawan-kawan mendirikan Budi Utomo, mereka belum mengenal kata “Indonesia”. tapi tanggal lahir Budi Utomo kemudian menjadi Hari Kebangkitan Nasional bagi bangsa Indonesia. Di Batavia, pusat pemerintahan kolonial Hindia Belanda, nama “Indonesia” itu dipakai secara informal untuk mengganti nama resmi yang dipakai Belanda: Nederlandsch Indie (Hindia Belanda). Inilah contoh dari kuasa bahasa dalam pepatah Belanda: Taal is macht. Bahasa adalah kekuatan. Bahasa adalah kuasa. (jeha) Baca juga :

Read More

Ini Barang yang Tidak Boleh Dibawa Oleh Jamaah Haji

Solo — 1miliarsantri.net : PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo memastikan seluruh barang bawaan jamaah haji Embarkasi Solo, Boyolali, Jawa Tengah, dalam kondisi aman dan tidak ada yang melanggar aturan ataupun ketentuan yang berlaku dalam penerbangan. “Sejauh ini (barang bawaan jamaah calon haji) aman, karena jamaah sendiri mungkin sudah fokus dengan ibadah, mereka juga pasti menginginkan penerbangan yang aman, nyaman, dan selamat. Mereka mengikuti dengan apa yang kita perintahkan (pemeriksaan),” terang General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Adi Soemarmo Erick Rofiq Nurdin di Solo, Ahad (19/5/2024) malam. Erick menyampaikan pemeriksaan terhadap barang bawaan jamaah haji dilakukan di Embarkasi Solo oleh petugas sekuriti bandara atau aviation security (avsec), guna memastikan keamanan penerbangan. Dia menegaskan bahwa jamaah haji dilarang membawa barang-barang berbahaya seperti barang yang mudah terbakar/meledak, aerosol dan cairan dengan volume lebih dari 100 ml, senjata api, senjata tajam, dan pengisi daya (powerbank) di atas 20.000 mAH. “Untuk penerbangan internasional, penumpang tidak diperkenankan membawa LAG (liquid, aerosol dan gel) sebagai bagasi kabin. Contohnya, parfum, minuman, dan cairan di atas 100 ml,” imbuhnya. Selain itu, Erick juga menyebutkan barang-barang yang dilarang (prohibited items) untuk dibawa sebagai bagasi kabin yaitu benda tajam seperti pisau, silet, gunting serta benda-benda berbahaya lainnya. Sementara itu, bagi jamaah calon haji yang memiliki riwayat penyakit, diberikan kebijakan jika membawa cairan obat meskipun volumenya di atas 100 ml, dengan ketentuan dilengkapi dengan surat keterangan dari dokter, yang menyatakan bahwa obat tersebut tidak boleh terpisah dari orang sakit itu. “Untuk obat-obatan cair dengan volume lebih dari 100 ml sesuai ketentuan yang berlaku diperkenankan untuk dibawa ke kabin pesawat,” papar Erick. Meski begitu, Erick mengatakan, barang seperti pisau, gunting dan silet masih dapat dibawa oleh jamaah calon haji, namun benda-benda tersebut harus disimpan ke dalam bagasi pesawat. “Benda-benda tajam merupakan prohibited item dalam penerbangan. Namun, bukan berarti benda tersebut sama sekali tidak boleh dibawa. Gunting, silet, atau pisau yang biasanya digunakan oleh para jamaah haji untuk tahalul dapat tetap dibawa, namun disimpan di bagasi. Jika pada saat pemeriksaan oleh tim avsec ditemukan barang-barang yang tidak diizinkan untuk dibawa ke kabin pesawat, maka akan dilakukan edukasi kepada jamaah yang bersangkutan,” sambung Erick. Erick juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi kepada petugas yang mendampingi jamaah calon haji dari masing masing daerah untuk melakukan sosialisasi terkait barang bawaan yang dilarang saat melakukan penerbangan internasional. Namun, apabila pada saat pemeriksaan penumpang masih terdapat jamaah haji yang membawa benda yang dilarang, maka petugas avsec akan menyimpan dan mencatat untuk kemudian diserahkan kepada petugas pendamping dari daerah para jamaah calon haji. Sehingga, setelah para jamaah haji pulang ke Indonesia bisa berhubungan lagi dengan petugas daerah masing-masing untuk mendapatkan kembali barang-barang yang sebelumnya ditahan saat pemeriksaan oleh petugas avsec. “Untuk keselamatan penerbangan, kami pastikan agar tidak ada benda PI (prohibited item) yang terangkut pesawat,” tegas Erick. Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya memastikan keberangkatan angkutan udara haji melalui Bandara Adi Sumarmo Solo telah memenuhi seluruh aspek keamanan dan keselamatan penerbangan melalui monitoring dan ramp check di lapangan. “Melalui serangkaian monitoring dan ramp check yang telah dilakukan sejak sebelum pelaksanaan angkutan haji, para inspektur dari Ditjen Hubud memastikan bahwa semua protokol keselamatan dan keamanan telah dipatuhi dengan ketat oleh semua pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan dan penyelenggara bandar udara,” kata Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah III Surabaya Rizal. Rizal memastikan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan termasuk angkutan udara haji, tetap menjadi prioritas utama dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub. “Kami akan terus melakukan pengawasan dan peningkatan terhadap aspek keselamatan, keamanan, serta pelayanan penerbangan, sehingga setiap operasi penerbangan, khususnya Angkutan Udara Haji dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman,” pungkasnya. (pink) Baca juga :

Read More

Hukum Qurban Dalam Pandangan Khusus

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam dunia Islam, ibadah qurban merupakan salah satu amalan yang memiliki tempat khusus, terutama pada saat Idul Adha. Namun, hukum melaksanakan ibadah kurban menjadi topik perdebatan di kalangan ulama, dengan pandangan yang berbeda mengenai kewajibannya. Sebagian ulama berpendapat bahwa melaksanakan ibadah qurban adalah wajib bagi orang yang berkelapangan. Pandangan ini didukung oleh tokoh-tokoh seperti Rabi’ah (guru Imam Malik), Al Auza’i, Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Laits bin Sa’ad, sebagian ulama pengikut Imam Malik, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin. Mereka berargumen bahwa seseorang yang memiliki kemampuan finansial wajib untuk berqurban sebagai bentuk ibadah dan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Di sisi lain, mayoritas ulama (jumhur) menyatakan bahwa ibadah kurban bersifat Sunnah Mu’akkadah, yaitu sunnah yang sangat ditekankan. Ibnu Hazm menegaskan bahwa tidak ada riwayat sahih dari seorang sahabat pun yang menyatakan bahwa qurban itu wajib. Pernyataan ini menguatkan pandangan bahwa kurban lebih merupakan anjuran yang sangat ditekankan daripada sebuah kewajiban yang harus dipenuhi. Perbedaan pandangan ini mencerminkan keragaman interpretasi dalam memahami teks-teks agama dan bagaimana mereka diaplikasikan dalam kehidupan umat Islam. Bagi mereka yang berpegang pada pendapat wajib, ibadah qurban menjadi sebuah keharusan yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu, sebagai wujud ketaatan dan kepatuhan. Sementara itu, bagi yang mengikuti pendapat sunnah mu’akkadah, ibadah qurban adalah amalan yang sangat dianjurkan, namun tidak mengandung konsekuensi dosa jika ditinggalkan, asalkan tidak meremehkan syariat. Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memilih pendapat yang kedua, yaitu bahwa qurban hukumnya sunnah muakkadah. Keputusan ini diambil berdasarkan kajian terhadap teks-teks agama dan pertimbangan kemaslahatan umat. Dengan memilih pandangan ini, Muhammadiyah menekankan pentingnya ibadah qurban sebagai amalan yang sangat dianjurkan. Namun, qurban berubah menjadi wajib jika seseorang bernadzar, misalnya mengatakan: “Saya wajib berqurban karena Allah.” Atau seseorang telah menentukan hewannya untuk qurban, misalnya menyatakan: “Ini hewan qurban.” Dalam kasus nadzar, kewajiban tersebut menjadi mengikat karena seseorang telah berjanji kepada Allah untuk melaksanakan qurban, sehingga pelaksanaannya menjadi sebuah tanggung jawab yang harus dipenuhi. (yan) Baca juga :

Read More

Kisah Sunan Amral Mengenakan Baju Kompeni Saat Menjemput Pakubuwono 1

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Pakubuwono I menuruti permintaan Adipati Urawan mengirim utusan untuk menghadap Amangkurat II. Urawan saat itu menyamar sebagai tukang rumput menemui Pakubuwono I sebagai utusan Amangkurat II untuk menghentikan perang kakak adik berebut keraton Mataram. Dalam suratnya yang dititipkan kepada utusan, Pakubuwono I menyerahkan hidup matinya kepada Sunan Amral alias Amangkurat I. Setelah membaca surat itu Sunan Amral pun berniat menjemput adiknya, Pakubuwono I. Saat menjemput, Sunan Amral mengenakan pakaian Kompeni. Prajurit Mataram pengiring Pakubuwono I pun bersiaga, Sunan Amral hampir fiserbu lagi karena dikira musuh. Sebelum penjemputan dilakukan, Sunan Amral memerintahkan kepada Patih Nerangkusumo untuk menyiapkan tempat tinggal untuk Pakubuwono I. Tempat tinggal itu tidak boleh jauh dari keraton. Selama tujuh hari tempat tinggal dipersiapkan di sebelah barat pasar. Semua perlengkapan didatangkan dari keraton. Saat hari penjemputan tiba, Sunan Amral naik gajah. Pakubuwono I meminta para prajurit mengikat tombak. Tembang kodhok ngorek bergema dari gamelan, genderang bergemuruh. Gara-gara Sunan Amral datang dengan mengenakan pakaian Kompeni, prajurit Pakubuwono I melepas tombak-tombak dari ikatannya. Mereka bersiap menyerbu Sunan Amral, membuat prajurit Kartosuro yang mengiring Sunan Amral kalang kabut. Pakubuwono I kaget dibuatnya sehingga bertanya kepada punggawanya. Ia mendapat jawaban jika ada yang datang mengenakan pakian Kompeni. Itulah yang membuat para prajurit bersiaga. Pakubuwono I pun segera meminta Adipati Urawan menemui Sunan Amral untuk memberi tahu bahwa penampilannya membuat prajurit Mataram terkejut. Mereka menganggap yang datang adalah musuh. Prajurit Kartosuro yang sudah melarikan diri menduga, Pakubuwono I hanya pura-pura menyerah. Mereka menduga Pakubuwono I akan mengamuk begitu sudah dekat dengan Sunan Amral. Maka, meliihat prajurit Mataram membuka ikatan tombak dan bersiaga untuk menyerbu Sunan Amral yang mengenakan pakaian Kompeni, prajurit Mataram melarikan diri. Mereka tak mau menjadi korban perang saudara berebut keraton Mataram. Tiba di hadapan Sunan Amral, Adipati Urawan menyampaikan pesan Pakubuwono I bahwa prajurit Mataram terkejut melihat Sunan Amral datang mengenakan pakaian Kompeni. Dikira, musuh yang datang, Sunan Amral hampir diserbu lagi. Sunan Amral lalu memerintahkan Urawan kembali kepada Pakubuwono I. Pakubuwono I pun meminta para prajurit mengikat kembali tombak mereka laku berangkat menemui Sunan Amral. Begitu tiba di hadapan Sunan Amral, Pakubuwono I turun dari kuda. Ia langsung sungkem dan Sunan Amral segera memeluknya. Mereka menangis haru. Kepada para adipati, Sunan Amral meminta agar mereka juga berbakti kepada Pakubuwono I. Para adipati segera msju untuk menyampaikan sembah bakti. Mereka kemudian bersama-sama berangkat ke keraton. Pakubuwono I mrnyerahkan keraton Mataram kepada Sunan Amral. Sunan Amral kemudian memberikan gelar baru buat adiknya, yang merupakan wasiat dari Amangkurat I, yaitu Pangeran Adipati. Pangeran Puger yang menjadi Pakubuwono I kini menjadi Pangeran Adipati Puger. Oleh Sunan Amral, Pangeran Adipati Puger diserahi tanggung jawab terhadap 12 ribu orang Matatam. (jeha) Baca juga :

Read More