Kadaker Minta Jamaah Calon Haji Agar Selalu Memakai Gelang
Makkah — 1miliarsantri.net : Sebanyak delapan kelompok terbang (kloter) calon jamaah haji (Calhaj) Indonesia yang datang lebih dulu di Madinah mulai bergeser ke Makkah dan Rombongan jamaah kloter pertama telah tiba di Hotel Al-Ghadeer, Makkah, Senin (20/5/2024) sekitar pukul 12.00 WAS dengan jumlah 392 orang.
Kepala Daker Makkah, Kholilurrahman meminta kepada calhaj Indonesia untuk selalu memakai gelang saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci Makkah. Sehingga, petugas dapat dengan mudah melayani calhaj yang sakit atau terpisah dari rombongannya.
“Jamaah jangan lupa selalu menggunakan gelang jamaah haji, karena dalam gelang itu akan nampak nama jamaah, kemudian nama kloternya nama paspornya, itu sangat memudahkan petugas untuk membantu melayani jamaah ketika jamaah itu tiba tiba sakit, pingsan, atau terpisah rombongan kesasar tidak tahu tempat tinggalnya,” terang Kholilurrahman di Kantor Urusan Haji Indonesia, Makkah, Selasa (21/5/2024).
Selanjutnya, dia juga mengimbau kepada calon jamaah haji Indonesia agar selalu bertanya kepada petugas jika lupa akan tempat tinggalnya. Ketika tiba di Makkah, kata dia, calhaj Indonesia juga harus memastikan untuk mendapatkan kartu hotel.
“Kalau nanti jamaah terpisah rombongan tersesat, nanti tunjukkan kartu hotel itu kepada petugas, sehingga petugas mudah mengantarkan jamaah sampai ke sektornya, ke kantornya, ke hotelnya dan ke kamarnya,” sambung Kholilurrahman.
Dia menuturkan, cuaca di Makkah sendiri saat ini sudah panas. Bahkan, menurut dia, pada saat puncak haji nanti cuacanya bisa mencapai 50° celsius. Karena itu, dia juga mengimbau kepada calhaj Indonesia untuk menghindari paparan terik matahari secara langsung.
“Jamaah haji kita sebaiknya beribadah di hotel atau di masjid atau mushalla yang ada di hotel, terutama jamaah yang lansia yang risiko tinggi agar tidak memaksakan diri untuk melaksanakan sholat di Masjidil Haram,” himbaunya.
Dia mengatakan, jamaah yang sehat dan kuat bisa melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Namun, dia tetap menyarankan agar tetap membawa payung dan membawa air minum.
“Jangan sampai dehidrasi, karena banyak kasus jamaah yang sakit karena dehidrasi ketika di Masjidil Haram, lupa membawa payung, lupa membawa air,” lanjut Khalilurrahman.
Demikian pula ketika nanti jamaag melaksanakan sholat di Masjidil Haram, juga diimbau agar tidak menitipkan sandal atau sepatunya di area Masjidil Haram.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


