Sepak Terjang Presiden Iran Semasa Hidupnya

Dengarkan Artikel Ini

Teheran — 1miliarsantri.net : Presiden Iran Ebrahim Raisi dipastikan meninggal dunia akibat kecelakan helikopter di barat laut negara tersebut. Kehidupan pemimpin Iran tersebut dipandang sarat kontroversial meski ia belakangan juga yang akhirnya memelopori perdamaian dengan Arab Saudi dan membuka harapan soal perdamaian di Timur Tengah.

Ebrahim Raisi memenangkan Pemilihan Presiden Iran pada Sabtu 2021 lalu. Ia lahir di timur laut Kota Masyhad. Dia dibesarkan di lingkungan keluarga yang religius. Menurut situs kampanyenya, Raisi menerima gelar doktor di bidang hukum dan yurisprudensi dari Universitas Mottahari di Teheran.

Raisi telah menjadi tokoh kunci dalam peradilan Iran sejak awal 1980-an. Pada 1981, ketika dia berumur 20 tahun, Raisi diangkat menjadi jaksa Kota Karaj, dekat Teheran. Dua tahun kemudian, dia diangkat menjadi jaksa Hamedan, sebuah kota yang jaraknya 180 mil dari Karaj.

Dia menjabat sebagai jaksa di dua kota tersebut secara bersamaan selama beberapa bulan. Raisi akhirnya dipromosikan menjadi jaksa Provinsi Hamedan. Pada 1985, Raisi pindah ke Teheran. Di sana ia menjabat sebagai wakil jaksa. Jabatan senior lainnya yang pernah dijabat Raisi termasuk wakil ketua pengadilan dari 2004 hingga 2014. Pada 2014-2016, dia menjadi jaksa agung.

Nama Raisi lekat dengan eksekusi massal tahanan politik Iran pada 1988. Namanya muncul karena kala itu dia merupakan anggota terkemuka dari apa yang disebut “komite kematian”. Komite bentukan Ruhollah, pemimpin tertinggi Iran pada era tersebut, berisi sekelompok pejabat peradilan dan intelijen Iran.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca