Negara-negara Besar Desak Iran-Israel Tahan Diri

Dengarkan Artikel Ini

Gaza — 1miliarsantri.net : Pemimpin dunia menyerukan penurunan ketegangan setelah serangan rudal Iran ke Israel. Serangan ini membuat dunia khawatir akan pecahnya perang besar di Timur Tengah.

Tehran menyatakan serangan pada Selasa itu merupakan balasan atas pembunuhan pemimpin militan yang didukung Iran. Sementara itu, Israel mengklaim sedang melakukan ofensif darat melawan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.

Ini adalah kedua kalinya Iran menyerang Israel secara langsung. Sebelumnya, Iran melancarkan serangan rudal dan drone pada April lalu sebagai pembalasan atas serangan udara Israel yang mematikan ke konsulat Iran di Damaskus.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam “konflik yang meluas di Timur Tengah”. Dengan meluasnya konflik Israel dengan Hizbullah di samping perang yang sedang berlangsung dengan militan Hamas Palestina di Gaza, Guterres mengkritik “eskalasi demi eskalasi” di kawasan tersebut.

“Ini harus dihentikan. Kita sangat membutuhkan gencatan senjata,” tegasnya.

Presiden AS Joe Biden memerintahkan militer AS untuk “membantu pertahanan Israel terhadap serangan Iran dan menembak jatuh rudal yang menargetkan Israel”. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyebut serangan itu “sama sekali tidak dapat diterima”.

Israel bersumpah akan membalas serangan Iran.

“Serangan ini akan ada konsekuensinya. Kami punya rencana, dan kami akan beroperasi di tempat dan waktu yang kami tentukan,” kata juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari.

Kelompok Islamis Palestina Hamas memuji serangan Iran ke Israel. Hamas mengatakan serangan itu adalah pembalasan atas pembunuhan termasuk pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di Beirut dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Tehran.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam serangan Iran dan menyerukan penghentian “spiral kekerasan” yang melanda Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares mengatakan Madrid mengeluarkan “seruan baru kepada semua aktor, termasuk Israel, untuk menunjukkan pengendalian diri dan tidak eskalasi”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *