Rasulullah SAW Mengajarkan Baca Doa Ini Agar Mendapatkan Rahmat Allah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rahmat Allah SWT begitu luas kepada makhluk-Nya. Bahkan dalam sebuah riwayat, tentang perandaian luasnya rahmat tersebut, Allah SWT baru memberikan satu rahmat dari 100 rahmat yang Dia miliki. Kendati demikian, Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan kita berdoa meminta rahmat-Nya. Sebab sebagai umat Islam, penting kiranya untuk membaca doa-doa. Sebab doa merupakan ‘senjata’ bagi orang yang beriman. Dengan berdoa dalam waktu susah maupun senang, Allah SWT akan senantiasa memudahkan segala perkara yang hamba-Nya lalui. Dalam buku Kumpulan Doa Doa terbitan Kementerian Agama disebutkan sejumlah bacaan doa harian. Salah satunya adalah doa memohon keluasan rahmat. Doa ini disarikan dari surat Ghafir ayat 7-8. Berikut lafaznya: رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذذَابَ الْجَحِيمِ رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ “Robbana wasi’ta kulla syai’in rohmatan wa ilman faghfir lilladzina taabuu wattaba’u sabilaka waqihim adzabal jahim. Robbana wa adkhilhum jannati adnin allati wa adatahum wa man sholaha min aabaa-ihim wa azwaajihim wa dzurriyatihim innaka antal azizul hakim.” Yang artinya, “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertauba dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga yang Engkau janjikan kepada mereka dari orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan.” Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah yang diterbitkan oleh Pustaka Kalbu, menjelaskan, doa adalah senjatanya orang beriman. Setiap kita punya kebutuhan, maka hendaklah manusia berdoa kepada Allah SWT, mohonlah kepada Allah SWT agar keinginan terpenuhi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Read More

Ini Adab Mengkritik Dalam Ajaran Islam

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam Islam mengajarkan sebuah prinsip kritis yang penuh adab. Kritik di dalam Islam dianggap sebagai instrumen perbaikan, namun dengan syarat-syarat tertentu. Adab mengkritik menjadi landasan utama, di mana setiap kritik haruslah dilakukan dengan keahlian dan tanpa meninggalkan jejak penghinaan. Islam mengajarkan bahwa kritik yang konstruktif adalah jalan untuk mencapai perbaikan, sementara penghinaan hanya akan merusak esensi dari pesan yang ingin disampaikan. Para ulama terdahulu memberikan petunjuk mengenai pedoman dalam memberikan kritik. Mereka menggunakan penilaian yang adil, memiliki standar yang jelas dalam mengkritik orang dan pernyataan. Contohnya, ulama hadits pada masa lampau sangat ketat dalam menilai sebuah riwayat hadits. Namun, mereka juga memahami bahwa tidak selalu diperlukan untuk mengevaluasi lawan atau lawan bicara dalam setiap kondisi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengungkapkan kritik. Ada beberapa adab yang harus diperhatikan jika ingin melakukan kritik: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan seseorang mendapatkan ganjaran sesuai niatnya.” (HR. Bukhari no. 6953). “Hendaknya kalian berdua ucapkan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia akan ingat atau takut kepada Allah” (QS. Thaha: 44). Orang yang menyampaikannya disebut orang yang melakukan kebodohan. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian” (QS. Al-Hujurat: 6). “Tahrisy adalah memancing pertengkaran antara orang-orang satu sama lain” (Jami’ Al Ushul, 2/754). Dengan kata lain, tahrisy adalah provokasi. Tahrisy adalah perbuatan langkah setan untuk memecah belah kaum Muslimin. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Read More

Disaat Ditimpa Musibah dan Posisi Sulit, Rasulullah Kerap Berdzikir Yaa Hayyu Yaa Qayyum

Surabaya — 1miliarsantri.net : Masalah merupakan persoalan hidup yang harus dilewati oleh setiap manusia, tidak terkecuali umat Muslim. Masalah-masalah inilah yang membuat seseorang terus berproses menjadi lebih dewasa. Tingkatan kesulitannya tentu saja berbeda-beda, begitu juga cara mereka menyelesaikannya. Tetapi bagi seorang Muslim, Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk tidak lepas dari dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum saat menghadapi cobaan yang amat sulit tersebut. Dzikir ini dipanjatkan Rasulullah ketika beliau sedang mengalami kesulitan. Melalui dzikir ini, Allah kemudian memberikan kemudahan atas kesulitan tersebut. Ya Hayyu Ya Qayyum sendiri merupakan nama-nama Allah yang terdapat dalam 99 Asmaul Husna. Al-Hayyu berarti Yang Maha Hidup dan al-Qayyum berarti Yang Maha Mandiri. Dijelaskan oleh Ibnu Qayyim dalam kitabnya Al-Jawabul Kafi Liman Saala ‘Anid Dawaaisy-Syafi dan dinukil oleh Abdul Syukur Al Azizi dalam bukunya Hati Bahagia Rizki tak Terhingga, Ya Hayyu Ya Qayyum juga dikenal sebagai Ismul a’dzham atau Ismullahil a’dzham. Ismul a’dzham atau Ismullahil a’dzham adalah nama Allah Yang Paling Agung yang ada di dalam Alquran. Nama-nama ini, jika digunakan untuk berdoa maka doa orang tersebut akan dikabulkan oleh Allah Swt dengan segera. Penggunaan doa ini juga telah banyak diamalkan oleh orang-orang shalih dan para wali Allah Swt sejak zaman dahulu, sebelum masa Rasulullah Saw hingga sekarang. Rasulullah Saw bersabda: “Ismullah al-A’dzham yang jika digunakan untuk berdoa, maka Allah Swt akan mengabulkan doanya, (yakni) yang terdapat dalam tiga surat Alquran, yaitu al-Baqarah, Ali Imran, dan Thaahaa.” (HR. Ibnu Majah, Hakim dan Thabrani). Ibnul Qayyim al-Jauziyah, menyebutkan, bahwa yang dimaksud oleh Rasulullah Saw dalam hadits tersebut, menurut Al-Qasim adalah ya Hayyu ya Qayyum, yang terdapat dalam al-Baqarah ayat 255, Ali Imran ayat 2, dan Thaahaa ayat 111. Dalam hadits lain juga dikisahkan bahwa Rasulullah Saw bertanya kepada Abu Mundzir. Beliau bertanya, “Hai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat Alquran yang menurutmu paling agung?” “Allah dan rasul-Nya lebih tahu,” jawab Abu Mundzir. Kemudian, Rasulullah Saw. kembali bertanya, “Hai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat Alquran yang menurutmu paling agung?” Abu Mundzir menjawab, “Yaitu ayat, ‘Dia-lah Allah, Tiada Tuhan selain Dia, Yang Hidup, Yang Berdiri Sendiri (al-Hayyu, al-Qayyum).”

Read More

Ustadz Syam: Musibah Juga Patut Disyukuri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dai muda Ustadz Syam Elmarusy menegaskan bahwa musibah juga patut disyukuri, karena nikmat di akhirat lebih penting daripada nikmat di dunia. “Syukur itu ada dua macam yakni Syakir dan Syakur. Syakir adalah syukur karena mendapat nikmat sedang Syakur adalah syukur karena musibah,” urainya daat memberikan tausiyah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Ahad (17/12/2023) Pendakwah yang tinggal di Jakarta itu menyampaikan hal itu dalam agenda bulanan MAS yakni “Majelis Subuh GenZI (Generasi Z Islami)” yang bertema “Rahasia Muda Penuh Karya”. Di hadapan 2.000-an GenZI dan milenial, ia menjelaskan syakur (syukur karena musibah) itu patut dilakukan, karena musibah (ujian di dunia) itu bisa menghasilkan kebaikan/nikmat di akhirat. “Kalau kita bersyukur, inSya-Allah, nikmat (kebaikan) kita akan bertambah, meski mungkin menderita di dunia. Ibarat orang pincang yang tetap shalat itu artinya sehat, karena orang yang sehat/kaya tapi tidak shalat itu justru (sebenarnya) sakit/miskin,” sambungnya. Dalam tausiyah yang diawali dengan Shalat Subuh Berjamaah dan Doa Khotmil Qur’an oleh KH Abdul Hamid Abdullah (Imam Besar MAS) itu, Ustadz Syam menyebut orang yang taat (shalat) adalah orang cerdas, dengan mencontohkan Uwais Al Qarni dari Yaman. “Kalau kita taat atau shalat termasuk hamba yang cerdas karena patuh atau mengikuti perintah Allah yang memberi nikmat. Contohnya, Uwais Al Qarni yang miskin, tapi shalatnya cukup kuat, bahkan saking miskinnya sempat makan sisa roti di tempat sampah agar kuat untuk shalat. Beliau juga dikenal berbakti pada ibunya,” katanya.

Read More

Anak Nabi Juga Pembunuh

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kisah Habil dan Qabil sangat populer dikalangan Muslimin. Mengingat, kisah keduanya merupakan tragedi dosa pembunuhan pertama yang dilakukan manusia. Inilah pelajaran pertama dari Allah bahwa manusia selalu digoda hawa nafsu untuk berbuat keburukan. Bukanlah jaminan putra seorang nabi yang mulia karena setan selalu hadir di setiap pembuluh darah manusia untuk bermaksiat kepada Allah. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi perseteruan kedua putra Adam tersebut? Cukup panjang kisah keduanya. Kisah keduannya dapat dibaca dalam Surah al-Maidah ayat 27-31. “Aduhai celaka aku!” teriak Qabil tak percaya dengan apa yang telah dilakukannya. Tapi, tubuh saudaranya, Habil, telah membiru tinggal seonggok daging. Penyesalannya tak terkira. Ia hanya mampu memandangi wajah pucat Habil yang tewas digenggaman tangannya. Kisah bermula ketika Nabi Adam dan Hawa (Eve) dikaruniai empat orang anak. Pertama kali, Hawa melahirkan anak kembar, yakni Qabil (Cain) dan seorang anak perempuan. Lalu, tak lama kemudian sang ibunda umat manusia melahirkan kembali dua anak kembar, yakni Habil (Abil) dan seorang anak perempuan. Keluarga Adam pun hidup bahagia. Anak-anak tumbuh dengan sehat hingga dewasa. Qabil dan Habil pun dewasa dengan perawakan sehat. Qabil bekerja mengolah tanah atau bertani. Sementara, Habil memilih menjadi peternak. Kehidupan berjalan normal hingga turun perintah Allah kepada Adam untuk menikahkan putra-putrinya. Allah memerintahkan agar Adam menikahkan setiap putranya pada selain kembaran mereka. Artinya, Qabil menikah dengan kembaran Habil dan Habil menikah dengan kembaran Qabil. Maka, disampaikanlah berita tersebut oleh Adam kepada kedua putranya. Tapi, kecantikan fisik telah menjadi daya tarik manusia sejak masa silam. Hal ini pun meyebabkan Qabil merasa iri dengan adiknya, Habil. Penolakan serta-merta datang dari Qabil. Putra sulung Adam mengajukan protes. Ia tak setuju pilihan pasangannya. Menurutnya, kembaran Habil tak secantik kembarannya. Dia pun berontak pada perintah Allah tersebut dengan menolak menuruti nasihat sang ayah. Adam pun merasa dilema atas sikap putra sulungnya. Sang Nabi ingin keluarganya selalu harmonis dan diliputi kedamaian. Dia pun meminta pertolongan Allah. Doanya pun terkabul, Allah dengan kebijaksanaan-Nya meminta pengorbanan dari setiap putra Adam. Siapa yang pengorbanannya diterima akan mendapat keadilan di sisi-Nya. Habil pun kemudian mengorbankan seekor unta yang terbaik dari ternaknya. Tapi, Qabil justru mengorbankan hasil panen biji-bijian yang paling buruk. Allah pun tak menerima korban Qabil karena ia melakukannya tanpa diliputi keikhlasan. Selain itu, Allah juga murka karena Qabil tak mematuhi ayahnya. Bukan bertaubat, Qabil justru makin marah bukan kepalang. Karena itu, berarti ia tak dapat menikahi saudara kembarnya yang jelita. Dengan hati diliputi kemarahan, Qabil mendatangi Habil untuk membunuhnya. Ia mendekati tubuh saudaranya untuk segera dihabisi. Di ujung maut, Habil masih berusaha mengingatkan saudaranya bahwa membunuh adalah dosa besar. Ia terus mencoba agar saudaranya tak terjatuh pada dosa hingga mendapat kemurkaan Allah.

Read More

Hadist Ini Menerangkan Dimana Kemunculan Dajjal

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shiddiq RA, disebutkan ihwal kemunculan dajjal. Dalam hadits ini, Rasulullah SAW bersabda: (إنَّ الدَّجَّالَ يَخرُجُ من أرضٍ بالمَشرِقِ يُقالُ لَها: خُراسانُ، يَتبَعُه أقوامٌ كأنَّ وُجوهَهم الْمَجَانُّ الْمُطْرَقةُ ). “Sungguh dajjal itu akan keluar dari sebuah negeri di Timur bernama Khurasan, yang diikuti oleh orang-orang yang wajahnya seperti topeng kepala dari besi yang dipukuli dengan palu.” (HR Tirmidzi). Ali Al Qari menjelaskan, orang-orang yang mengikuti dan menaati dajjal mengacu pada kelompok atau orang-orang aneh dari kalangan umat manusia. Orang-orang ini wajahnya menyerupai topeng kepala dari besi yang dipukuli dengan palu. Imam As Suyuti menjelaskan, kemungkinan orang-orang itu akan mendatangi dajjal di Khurasan, sebagaimana disampaikan Nabi SAW. Mereka akan mengikuti dajjal atau mereka akan mendatangi Khurasan. Diriwayatkan pula dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Read More

Gus Baha : Kematian adalah Pensiun ala Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kebanyakan dari kita sudah terpola untuk berpikir ingin hidup tenang di hari tua, duduk-duduk tanpa beban, hanya bermain dengan cucu, reunian jalan-jalan ke sana ke mari. (Masa pensiun adalah masa yang secara alamiah akan menghampiri setiap orang, datangnya sudah pasti berdasarkan pencapaian usia tertentu. Kadang orang beranggapan, masa pensiun adalah memasuki masa usia tua, fisik yang makin lemah, makin banyak penyakit, cepat lupa, penampilan tidak menarik. Atau juga anggapan bahwa masa pensiun merupakan tanda seseorang sudah tidak berguna dan tidak dibutuhkan lagi karena usia yang menua dan produktivitas makin menurun. Tanpa disadari, pemahaman seperti inilah yang mempengaruhi persepsi seseorang sehingga ia menjadi over sensitif dan subyektif terhadap stimulus yang ditangkap dan kondisi mengakibatkan orang jadi sakit-sakitan saat masa pensiun tiba.) Kita ingin hidup di zona nyaman…Atau kita hanya berpikir menghabiskan masa tuahanya dengan shalat dan membaca Quran dari waktu ke waktu, tanpa kegiatan lain lainnya… Itulah mindset kita.Setidaknya itulah fenomena yang terjadi di sekitar kita. Ketika kita belum memasuki usia pensiun pun, kita kerap sudah merasa bukan saatnya untuk aktif. Kita kehilangan gairah.Bahkan mungkin kehilangan arah,mau apa..?mau ke mana..?untuk apa…? Hanya ingin hidup tenang di zona nyaman.Hanya ingin bersenang-senang, tak ingin bergerak. Kita bahkan cenderung hanya ingin memikirkan diri sendiri. Makin tak peduli dengan sesama.Kita merasa sudah saatnya istirahat… Bukankah begitu??Seperti itu pula dulu saya berpikir tadinya… Sebenarnya, adakah Islam mengajarkan pola pikir semacam itu tentang hari tua..? Alhamdulillah…Allah memberi jawaban dg mempertemukan aku pada seseorang, sambil membaca Al Qur’an Surah Al-Insyirah: 5-6& 7-8Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا  fa inna ma’al-‘usri yusroo “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5)Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا  inna ma’al-‘usri yusroo “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 6) Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: فَاِ ذَا فَرَغْتَ فَا نْصَبْ  fa izaa faroghta fangshob Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 7) وَاِ لٰى رَبِّكَ فَا رْغَبْ wa ilaa robbika farghob “dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 8) Jadi, kalau digabung 2 ayat itu, artinya :Maka apabila engkau sudah selesai mengerjakan satu urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh sungguh urusan yang lain…Dan kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.Rasulullah saw kepada umatnya. Sabda beliau: خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahîhah) Lalu saya teringat… kitab Sirah Nabawiyah Rasulullah memulai hidup baru di usia 40 tahun.Demikian pula sahabat-sahabat beliau, seperti :Abu Bakar Siddiq yang lebih muda 2 tahun enam bulan dibanding Rasulullah Di usia itu, Rasulullah dan para sahabat memasuki perjuangan baru, meninggalkan kenyamanan yang selama ini mereka rasakan…

Read More

Istighfar Selain Berfungsi Untuk Ketenangan Jiwa, juga Berfungsi Secara Medis

Surabaya — 1miliarsantri.net : Istighfar atau memohon ampunan kepada Allah merupakan sumber ketenangan jiwa. Tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi istighfar juga telah terbukti memiliki dampak positif secara medis pada kesehatan mental dan emosional. Dalam riwayat Abdullah bin Abbas RA, Nabi Muhammad SAW menyampaikan pesan cara mengatasi permasalahan yang sering dihadapi jiwa. Cara ini sebaiknya dilakukan oleh setiap muslim ketika sedang merasa gundah-gulana. Dari Abdullah bin Abbas RA, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang terbiasa memohon ampun, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari kesusahannya dan terbebas dari kesedihannya, serta memberinya Rezeki dari arah yang dia inginkan. tidak menyangka.” (HR Ahmad dalam Musnadnya, ath-Tabrani dalam al-Mu’jam al-Awsath, Ibnu Majah, Abu Daud, dan al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra). Adapun dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali-Imran: 135) Nadiah Thayyarah melalui “Ilmu dalam Al-Qur’an: Memahami Keajaiban Ilmiah Firman Allah”, menjelaskan, para psikolog telah menyampaikan orang yang menderita komplikasi kejiwaan biasanya disebabkan oleh tekanan batin sejak kecil atau akibat peristiwa traumatik yang mereka alami Ketika beranjak dewasa, perasaan depresi ini semakin meningkat hingga menimbulkan komplikasi kejiwaan. Bahkan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Kemudian.

Read More

Rasulullah SAW Selalu Membaca Tiga Doa ini Dalam Sholat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW kerap membaca sejumlah doa jika berada dalam gerakan-gerakan tertentu sholat. Setidaknya terdapat tiga doa yang kerap beliau baca. Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam kitab Fikih Shalat merangkum doa-doa Rasulullah SAW dalam sholat sebagai berikut: Pertama, doa selamat dari adzab kubur. Nabi berdoa, “Allahumma inniy audzubika min adzabil-qabri wa audzu bika min fitnatil-masih ad-dajaali wa audzubika min fitnati al-mahya wa fitnatil-mamaati. Allahumma inniy audzubika minal-ma’tsami wal-maghrami.” Yang artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.” Kedua, doa memohon ampunan. Nabi berdoa, “Allahummaghfirliy dzanbiy wa wasi’liy fii daari wa baarikliy fima razaqtaniy.” Yang artinya, “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, luaskanlah tempat tinggal (persinggahanku) dan berkahilah rizki yang Engkau berikan kepadaku.”

Read More

Rasulullah SAW Sosok yang Menyayangi Istri dan Anak-anaknya.

Surabaya — 1miliarsantri.net : Nabi Yang mulia, Rasulullah Muhammad SAW begitu mencintai istrinya dan anak perempuannya. Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan mereka pada kebaikan. Ali menceritakan kepada kami, bahwasanya pernah suatu kali Fathimah mengeluhkan sakit yang ia rasakan di tangannya akibat menggiling tepung (sendiri). Pada saat yang sama ketika itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memperoleh ghanimah berupa tawanan. Mengetahui hal itu, Fathimah pun berangkat untuk menemui Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, namun ia tidak mendapati beliau di rumahnya, ia hanya bertemu dengan bunda Aisyah saja. Maka ia pun memutuskan untuk memberitahukan bunda Aisyah tentang maksud kedatangannya. Setelah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di rumah, bunda Aisyah pun menceritakan tentang kedatangan Fathimah dan tujuannya. Lalu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pun langsung datang ke rumah kami, padahal ketika itu kami sudah menuju ke pembaringan. Mengetahui kedatangan beliau, kami pun segera beranjak dari tempat tidur untuk berdiri menyambutnya. Namun beliau berkata, “Tetaplah di tempat kalian.” Lalu beliau duduk di tengah-tengah antara aku dan Fathimah, bahkan ketika itu aku dapat merasakan bekunya kaki beliau di dadaku. Kemudian beliau berkata, “Maukah kalian berdua aku ajarkan perkara yang lebih baik dari apa yang kalian minta? Apabila kalian hendak tidur, maka bacalah takbir sebanyak tiga puluh empat kali, tasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, dan tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali. Itu semua lebih baik untuk kalian berdua dibandingkan memiliki seorang pembantu.” (HR. Bukhari no.3705 dan Muslim no.2727) Pada riwayat lain ditambahkan, bahwa setelah menyampaikan riwayat itu Ali Radhiyallahu Anhu berkata, “Aku tidak pernah meninggalkan kebiasaan itu setelah aku mendengarnya dari Nabi.” Seseorang bertanya, “Meskipun pada malam (perang) Shiffin?” ia menjawab, “(Aku tidak pernah meninggalkannya) meskipun pada malam (perang) Shiffin.” (HR. Bukhari no.5362 dan Muslim no.2727) Seperti dikutip dari buku Beginilah Rasulullah ﷺ Bersama Keluarga, Dari Aisyah radiallahuanha ia berkata : “Ketika istri-istri Nabi berada di dekatnya, ia tidak meninggalkan satu pun dari mereka. Kemudian Fatimah datang dengan berjalan, tidak sedikitpun cara jalan Fatimah menyelisihi cara jalan Rasulullah. Ketika Nabi melihatnya ia pun menyambutnya seraya berkata : “Selamat datang anakku”. Kemudian mendudukannya di kanan atau kirinya”. (HR. Muslim) Demikianlah kelembutan dan sayang Nabi ﷺ kepada anaknya. Dengan tersenyum, sambutan yang penuh dengan cinta dan penghargaan. Karena anak-anak kita tidak hanya menginginkan pemenuhan kebutuhan makan dan pakaian, melainkan mereka juga menginginkan interaksi yang baik, didengarkan serta ditanggapi harapan-harapan mereka.

Read More