Ustadz Syam: Musibah Juga Patut Disyukuri
Surabaya — 1miliarsantri.net : Dai muda Ustadz Syam Elmarusy menegaskan bahwa musibah juga patut disyukuri, karena nikmat di akhirat lebih penting daripada nikmat di dunia.
“Syukur itu ada dua macam yakni Syakir dan Syakur. Syakir adalah syukur karena mendapat nikmat sedang Syakur adalah syukur karena musibah,” urainya daat memberikan tausiyah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Ahad (17/12/2023)
Pendakwah yang tinggal di Jakarta itu menyampaikan hal itu dalam agenda bulanan MAS yakni “Majelis Subuh GenZI (Generasi Z Islami)” yang bertema “Rahasia Muda Penuh Karya”.
Di hadapan 2.000-an GenZI dan milenial, ia menjelaskan syakur (syukur karena musibah) itu patut dilakukan, karena musibah (ujian di dunia) itu bisa menghasilkan kebaikan/nikmat di akhirat.
“Kalau kita bersyukur, inSya-Allah, nikmat (kebaikan) kita akan bertambah, meski mungkin menderita di dunia. Ibarat orang pincang yang tetap shalat itu artinya sehat, karena orang yang sehat/kaya tapi tidak shalat itu justru (sebenarnya) sakit/miskin,” sambungnya.
Dalam tausiyah yang diawali dengan Shalat Subuh Berjamaah dan Doa Khotmil Qur’an oleh KH Abdul Hamid Abdullah (Imam Besar MAS) itu, Ustadz Syam menyebut orang yang taat (shalat) adalah orang cerdas, dengan mencontohkan Uwais Al Qarni dari Yaman.
“Kalau kita taat atau shalat termasuk hamba yang cerdas karena patuh atau mengikuti perintah Allah yang memberi nikmat. Contohnya, Uwais Al Qarni yang miskin, tapi shalatnya cukup kuat, bahkan saking miskinnya sempat makan sisa roti di tempat sampah agar kuat untuk shalat. Beliau juga dikenal berbakti pada ibunya,” katanya.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


