Disaat Ditimpa Musibah dan Posisi Sulit, Rasulullah Kerap Berdzikir Yaa Hayyu Yaa Qayyum
Surabaya — 1miliarsantri.net : Masalah merupakan persoalan hidup yang harus dilewati oleh setiap manusia, tidak terkecuali umat Muslim. Masalah-masalah inilah yang membuat seseorang terus berproses menjadi lebih dewasa.
Tingkatan kesulitannya tentu saja berbeda-beda, begitu juga cara mereka menyelesaikannya. Tetapi bagi seorang Muslim, Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk tidak lepas dari dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum saat menghadapi cobaan yang amat sulit tersebut.
Dzikir ini dipanjatkan Rasulullah ketika beliau sedang mengalami kesulitan. Melalui dzikir ini, Allah kemudian memberikan kemudahan atas kesulitan tersebut.
Ya Hayyu Ya Qayyum sendiri merupakan nama-nama Allah yang terdapat dalam 99 Asmaul Husna. Al-Hayyu berarti Yang Maha Hidup dan al-Qayyum berarti Yang Maha Mandiri.
Dijelaskan oleh Ibnu Qayyim dalam kitabnya Al-Jawabul Kafi Liman Saala ‘Anid Dawaaisy-Syafi dan dinukil oleh Abdul Syukur Al Azizi dalam bukunya Hati Bahagia Rizki tak Terhingga, Ya Hayyu Ya Qayyum juga dikenal sebagai Ismul a’dzham atau Ismullahil a’dzham.
Ismul a’dzham atau Ismullahil a’dzham adalah nama Allah Yang Paling Agung yang ada di dalam Alquran. Nama-nama ini, jika digunakan untuk berdoa maka doa orang tersebut akan dikabulkan oleh Allah Swt dengan segera. Penggunaan doa ini juga telah banyak diamalkan oleh orang-orang shalih dan para wali Allah Swt sejak zaman dahulu, sebelum masa Rasulullah Saw hingga sekarang.
Rasulullah Saw bersabda: “Ismullah al-A’dzham yang jika digunakan untuk berdoa, maka Allah Swt akan mengabulkan doanya, (yakni) yang terdapat dalam tiga surat Alquran, yaitu al-Baqarah, Ali Imran, dan Thaahaa.” (HR. Ibnu Majah, Hakim dan Thabrani).
Ibnul Qayyim al-Jauziyah, menyebutkan, bahwa yang dimaksud oleh Rasulullah Saw dalam hadits tersebut, menurut Al-Qasim adalah ya Hayyu ya Qayyum, yang terdapat dalam al-Baqarah ayat 255, Ali Imran ayat 2, dan Thaahaa ayat 111.
Dalam hadits lain juga dikisahkan bahwa Rasulullah Saw bertanya kepada Abu Mundzir. Beliau bertanya, “Hai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat Alquran yang menurutmu paling agung?”
“Allah dan rasul-Nya lebih tahu,” jawab Abu Mundzir.
Kemudian, Rasulullah Saw. kembali bertanya, “Hai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat Alquran yang menurutmu paling agung?”
Abu Mundzir menjawab, “Yaitu ayat, ‘Dia-lah Allah, Tiada Tuhan selain Dia, Yang Hidup, Yang Berdiri Sendiri (al-Hayyu, al-Qayyum).”
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


