Kisah Al-Biruni Menghitung Keliling Bumi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menurut perhitungan modern, seperti dicatat Sigurd Humerfelt dalam “How WGS 84 Defines Earth” (2010), keliling bumi di area khatulistiwa adalah 40.075,017 km. Dengan memanfaatkan kalkulasi trigonometri, seorang saintis Muslim dari abad ke-11, al-Biruni, menemukan bahwa keliling bumi adalah 40.225 km. Angka itu bila dibandingkan dengan hasil temuan kini hanya menyimpang sekira 0,38 persen. Dengan perkataan lain, akurasi sang polymath Muslim sangat besar, yakni mencapai 99,62 persen. Al-Biruni menemukan pula radius bumi, yakni 6.339,6 km. Hingga abad ke-16 M, akademisi Eropa Barat belum mampu mengukur jarak demikian, seperti yang dilakukan Muslim genius tersebut. Maka, bagaimana metode yang diterapkan sang al-Ustadz fii al-‘Ulum (Gurunya Banyak Ilmu) untuk sampai pada hasil demikian? Heriyanto menjelaskan, pertama-tama al-Biruni—seperti halnya para ilmuwan Muslim terdahulu maupun sezamannya—berprinsip bahwa bumi ini berbentuk bulat seperti bola. Ia juga menunjukkan, planet ini berputas pada porosnya. Kemudian, al-Biruni mesti menemukan data penting, yakni jarak jari-jari bumi. Sebab, nilai pi sudah ditemukan oleh matematikawan sebelumnya, termasuk Muhammad bin Musa al-Khwarizmi (780-847). Selain itu, besaran tinggi gunung juga telah diketahui. Untuk menyederhanakan kalkulasi, bentuk bola itu dilukiskan dalam bentuk dua dimensi, yaitu lingkaran. Katakanlah, O adalah titik pusat bumi. Titik A adalah titik di permukaan Bumi yang menjadi kaki gunung yang tinggi. Titik P berarti titik puncak gunung. Titik B adalah titik di permukaan bumi yang merupakan titik singgung garis P dengan horizon bumi—titik S. Kedua titik P dan S membentuk garis PS. Titik A dan B berada pada bidang permukaan bumi yang ketinggiannya sama dengan permukaan laut (h = 0 meter). Garis AP adalah tinggi gunung. Garis OB tegak lurus dengan garis PS. Ini sesuai dengan dalil geometri, sebuah garis yang menyinggung lingkaran akan tegak lurus dengan jari-jari lingkaran yang melalui titik singgung garis tersebut dengan lingkaran (titik B).

Read More

Kisah Islamnya Sayyidina Shuhaib RA

Surabaya –1miliarsantri.net : Sayyidina Shuhaib RA dan Sayyidina ‘Ammar RA memeluk lslam dalam waktu yang sama. Pada waktu itu, Baginda Nabi SAW sedang berada di rumah Sayyidina Arqam Rodhiyatlahu ‘anhu. Kedua orang ini berangkat dari tempat yang berbeda untuk menemui Baginda Nabi SAW. Secara kebetulan mereka berdua bertemu di depan pintu rumah Sayyidina Arqam Radhiyallohu ‘onhu. Keduanya saling menanyakan maksud kedatangan masing-masing. Ternyata maksud kedatangan mereka berdua sama, yakni untuk memeluk lslam dan berusaha mengambil keberkahan dari Baginda Nabi Shallollahu’alaihi wasallam. Sayyidina Shuhaib Radhiyallohu ‘anhu pun masuk lslam. Setelah ia masuk lslam, ia juga mengalami penderitaan seperti Kaum Muslimin yang jumlahnya masih sangat sedikit dan lemah. la disakiti dengan berbagai macam cara. Akhirnya, karena tidak tahan menanggung penderitaan itu, ia berniat untuk hijrah. Namun, Kaum Kafir Quraisy sangat tidak suka bila orang-orang lslam pergi ke tempat lain dan hidup dengan tenang. Apabila orang-orang kafir itu mendengar ada orang lslam yang akan berhijrah, mereka akan berusaha menghalang-halanginya. Orang-orang kafir Quraisy pun mengirim serombongan orang untuk mengejar dan menangkap Sayyidina Shuhaib. Sayyidina Shuhaib RA membawa satu wadah yang penuh dengan anak panah. la berseru kepada Kaum Kafir Quraisy, “Dengarkanlah! Kalian tahu aku pemanah yang paling mahir di antara kalian. Selama masih tersisa satu anak panah padaku, kalian tidak dapat mendekatiku. Jika anak-anak panah ini habis, akan kugunakan pedangku untuk melawan kalian, sehingga pedang ini terlepas dari tanganku. Setelah itu, berbuatlah semampumu. Tetapi, jika kalian mau, sebagai ganti nyawaku, kalian akan kuberitahu tempat hartaku di Makkah, dan akan aku berikan kepada kalian kedua budak perempuanku. Ambillah semuanya.” Kaum Kafir menyetujui usul tersebut. Sayyidina Shuhaib Radhiyallohu ‘anhu menyerahkan hartanya, kemudian melepaskan diri. Terhadap kejadian ini, maka turunlah ayat Al-Qur’an: وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ Wa minan-nāsi may yasyrī nafsahubtigāa marḍātillāh, wallāhu raụfum bil-‘ibād Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Read More

Sampaikan Pesan Humanis, NU Goes Global

Washington — 1miliarsantri.net : Dalam kunjungan bersejarah ke Amerika Serikat, KH Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, membawa misi perdamaian dan harmoni global. Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), beliau memulai rangkaian pertemuan strategis di Washington DC. Gus Yahya memukau para pakar di The Heritage Foundation, sebuah think tank berpengaruh di lingkaran Partai Republik. Selama lebih dari dua jam, ia memaparkan visi tentang peran krusial Indonesia dan NU dalam dinamika geopolitik, terutama di kawasan Indo-Pasifik dan dunia Islam. Jeff Smith, Direktur Pusat Studi Asia di lembaga tersebut, menyatakan komitmennya untuk mendukung kerja sama dengan Indonesia dan NU di masa depan. Perjalanan diplomasi berlanjut dengan jamuan makan siang bersama Peter Berkowitz, mantan pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri AS. Berkowitz, yang pernah hadir dalam Forum R20 di Bali, memuji inisiatif NU dan berjanji menghubungkan Gus Yahya dengan jaringan strategis di AS. Sore harinya, The Atlantic Council menjadi saksi pemaparan Gus Yahya tentang urgensi integrasi dunia Islam ke dalam sistem global. Frederick Kempe, Presiden dan CEO The Atlantic Council, mengakui pentingnya peran NU dalam dinamika global dan menyatakan dukungannya terhadap inisiatif-inisiatif NU di kancah internasional. Puncak hari pertama ditandai dengan makan malam bersama tokoh-tokoh kunci dari berbagai sektor, termasuk media, politik, dan teknologi. Gus Yahya menguraikan konsep “fiqih peradaban” dan pentingnya menguatkan kembali prinsip-prinsip dasar Piagam PBB untuk mencegah eskalasi konflik global.

Read More

Beberapa Destinasi dan Tempat Wisata Sebagai Keajaiban Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada sebuah survei yang dilakukan oleh organisasi dunia yang melibatkan responden global tentang keajaiban dunia dan tempat tempat indah di dunia, dari Indonesia ternyata yang masuk hanya Pulau Komodo. Padahal Indonesia masih punya Borobudur, Prambanan dan tempat tempat indah lainnya seperti Bali, Raja Empat. Memang dari daftar asli Tujuh Keajaiban Dunia Kuno dibuat pada tahun 225 SM oleh Philo dari Byzantium, seorang insinyur Yunani kuno dan ahli mekanika, dari tujuh bangunan dalam daftarnya, hanya tinggal satu — Piramida Agung Giza — yang bertahan dalam ujian waktu. Lalu, pada tahun 2007, sebuah organisasi swasta yang dikenal sebagai Yayasan 7 Keajaiban Baru berusaha untuk memodernisasi daftar yang sangat ketinggalan zaman ini. Mereka melakukannya melalui jajak pendapat di seluruh dunia yang melibatkan jutaan pemilih global. Hasilnya adalah Tujuh Keajaiban Dunia Baru, termasuk Tembok Besar China, Taj Mahal, Machu Picchu, dan banyak lagi. Organisasi tersebut juga memilih 7 Keajaiban Alam Baru, yang berisi objek wisata alam mulai dari Air Terjun Iguazu hingga Pulau Komodo. Ini memperbarui — atau setidaknya menambah — Tujuh Keajaiban Alam Dunia yang tidak resmi yang diakui secara luas. Jelas, tidak ada kekurangan lokasi yang menakjubkan, dan kami di sini untuk menyoroti lebih banyak lagi yang mungkin belum pernah Anda pertimbangkan sebelumnya Sulit untuk tidak setuju dengan daftar ini, tetapi dengan begitu banyak bangunan dan keajaiban alam di planet kita yang menakjubkan ini, sulit untuk berhenti di situ saja. Dengan mengingat hal itu, kami telah menyusun daftar destinasi dan objek wisata lain yang benar-benar layak dianggap sebagai keajaiban. Dari bangunan kuno hingga dataran garam yang luas, tempat-tempat ini layak masuk dalam daftar tujuan wisata Anda. Uluru, yang merupakan nama Anangu, adalah salah satu tempat paling misterius di dunia. Tempat ini merupakan monolit batu pasir yang mencolok dan keajaiban geologi yang tidak dapat dijelaskan. Suku Anangu adalah pemilik asli batu suci ini. Nama Uluru secara kasar diterjemahkan menjadi “kerikil besar” dalam bahasa Inggris. William Gosse, seorang penjelajah dan surveyor Inggris, menjadi orang non-pribumi pertama yang menyaksikan anomali luar biasa ini pada tahun 1873. Ia menamakannya Ayres Rock, nama yang melekat hingga tahun 1993 ketika secara resmi diberi gelar ganda Uluru/Ayers Rock. Dengan panjang 2,2 mil, lebar 1,2 mil, dan berdiri di ketinggian 1.141 kaki dengan puncak yang hampir rata sempurna, Uluru tampak menonjol di lanskap yang tadinya datar ini. Mineral besi pada batu tersebut membuatnya berubah warna dengan anggun sepanjang hari. Di pagi hari, warnanya tampak seperti merah lembut, hampir merah muda. Saat matahari bergerak melintasi langit, warnanya berubah menjadi merah menyala, lalu menjadi jingga keemasan cerah, sebelum kembali menjadi merah lagi dengan bayangan yang pekat. Saat matahari terbenam di cakrawala, warna batu tersebut memudar menjadi ungu tua dan biru. Ini adalah formasi unik yang tidak ada duanya di planet ini. Namun, sejak 2019, Anda tidak dapat lagi mendaki ke puncaknya. Hal ini disebabkan oleh hukum adat Anangu yang melarangnya, selain kekhawatiran akan keselamatan wisatawan di puncak yang berangin kencang tersebut. Untungnya, berdiri dengan kagum di atas monolit prasejarah ini sudah lebih dari cukup bagi setiap wisatawan yang datang ke wilayah tersebut. Gua Ellora Perjalanan ke kota Aurangabad di India mungkin bukan pengalaman yang berkesan; namun, daftarlah untuk mengikuti tur atau temukan jalan Anda sendiri ke Gua Ellora yang terletak di pedesaan di barat laut, dan itu akan menjadi petualangan yang berharga. Kuil-kuil yang diukir dari batu ini dipahat dari tebing basal terjal antara tahun 200 SM hingga 1.000 M dan membentang sepanjang 1,2 mil. 12 kuil selatan yang lebih tua adalah gua Buddha, sedangkan 17 kuil pusat didedikasikan untuk agama Hindu. Lima kuil yang lebih baru di utara kompleks tersebut mewakili Jainisme, agama yang relatif kecil, namun kuno, di negara tersebut. Lalu ada Kuil Kailasa. Kuil Kailasa adalah gua nomor 16. Kuil ini dipahat dari satu batu pada tahun 760 M dari atas ke bawah hanya dengan palu dan pahat. Tingginya 100 kaki (30,5 meter), panjang 300 kaki (92 meter), dan lebar 175 kaki (53 meter), menjadikannya struktur monolitik terbesar di dunia. Kuil ini dibangun sebagai representasi Gunung Kailash di Tibet, yang konon merupakan tempat tinggal dewa Hindu, Siwa. Detail rumit gua ini telah bertahan selama bertahun-tahun dan sebagian besar tetap utuh dengan kemegahan yang sulit ditandingi. Namun, perjalanan ke Aurangabad tidak berakhir di Gua Ellora. Sekitar 50 mil ke arah timur laut, Anda akan menemukan serangkaian gua lain yang dilindungi UNESCO. Gua Ajanta adalah kumpulan kuil Buddha yang dipahat di batu yang menakjubkan dan alasan lain yang membuat panas dan kebisingan Aurangabad sepadan dengan usaha tersebut. Anda bahkan mungkin lebih menikmati tempat-tempat ini daripada keajaiban resmi negara ini, Taj Mahal. Salar De Uyuni 11.975 kaki (3.650 meter) di atas permukaan laut di wilayah Altiplano di Bolivia barat adalah Salar de Uyuni yang luar biasa, dataran garam terbesar di dunia. Dataran ini mencakup area seluas sekitar 3.861 mil persegi dan diperkirakan mengandung sekitar 10 miliar ton garam. Di sini, semuanya berwarna putih bersih, seperti salju, yang kontras dengan langit biru tua. Namun, selama musim hujan, air terkumpul di permukaan untuk memantulkan warna-warna dramatis langit dengan sempurna dalam efek cermin yang memukau. Ini adalah salah satu pemandangan paling unik di dunia dan tidak boleh dilewatkan oleh setiap pengunjung ke daerah tersebut. Awan dan warna menciptakan ilusi cakrawala yang menakjubkan dan memberi pengunjung beberapa momen Instagram yang tak terbayangkan. Kawanan burung flamingo menjadikan dataran garam ini sebagai rumah mereka, terutama selama bulan-bulan musim panas yang basah sebelum mereka lolos dari musim dingin yang sangat dingin. Warna merah muda cerah mereka kontras dengan warna biru beludru langit dataran tinggi, yang terpantul dari permukaan air untuk menciptakan impian fotografer. Altiplano juga merupakan rumah bagi masyarakat adat konservatif yang telah melestarikan identitas budaya mereka selama ratusan tahun. Namun, karena dataran ini diperkirakan menyimpan 17% litium planet ini, logam yang penting dalam produksi baterai, kekhawatiran berkembang bahwa penduduk asli di daerah tersebut tidak mendapat banyak manfaat dari penambangan sementara dibiarkan menangani dampak lingkungan sendirian. The Acropolis, Greece Acropolis adalah Situs Warisan Dunia UNESCO di Athena, Yunani, dan merupakan puncak peradaban Yunani kuno. Acropolis dibangun pada abad ke-5 SM dan berdiri megah di…

Read More

Cinta Rasulullah pada Syuhada Uhud

Jakarta — 1miliarsantri.net : Jabal Uhud, nama sebuah bukit terbesar di Madinah. Jaraknya sekitar lima kilometer dari pusat kota. Ia menjadi saksi bisu peristiwa peperangan yang telah menewaskan puluhan sahabat Nabi Muhammad SAW, termasuk sang paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul Muthallib. Perang Uhud terjadi pada 15 Syawal tahun ketiga Hijriah, atau sekitar bulan Maret 625 Masehi. Pertempuran ini dipicu keinginan balas dendam dari orang-orang kafir Quraisy usai kekalahan mereka dalam Perang Badar. Jabal Uhud merupakan kumpulan bukit-bukit yang berdiri sendiri atau tidak bersambung dengan bukit lainnya, sebagaimana umumnya bukit di Madinah. Karena itu pula, bukit ini disebut Uhud karena posisinya yang sendiri atau menyendiri (Uhud). Bukit Uhud sendiri berwarna kemerah-merahan, seakan mengingatkan umat Islam akan peristiwa yang bersejarah itu. Rasulullah SAW bersabda, “Mereka yang dimakamkan di Uhud tak memperoleh tempat lain, kecuali rohnya berada di dalam burung hijau yang melintasi sungai surgawi. Burung itu memakan makanan dari taman surga dan tak pernah kehabisan makanan. Pada syuhada itu berkata, siapa yang akan menceritakan kondisi kami kepada saudara kami bahwa kami sudah berada di surga.” Maka Allah berfirman, “Aku yang akan memberi kabar kepada mereka.” Kemudian, turunlah firman-Nya, yakni Alquran surah Ali Imran ayat ke-169 dan 170. Artinya, “Janganlah kamu mengira bahwa orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka berada dalam keadaan senang disebabkan karunia Allah yang diberikan kepada mereka, dan mereka bersuka cita terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”

Read More

Nabi Idris Memiliki Sejumlah Keutamaan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Setelah Nabi Adam sebagai manusia pertama, ada lelaki yang diangkat menjadi nabi Allah, yakni Idris ‘alaihi salam (AS). Menurut Ibnu Katsir dalam Qishash al-Anbiya’, beliau diperkirakan berusia 345 tahun. Ada pula yang menyebutkan usianya 308 tahun. Terdapat sejumlah keistimewaan mengenai Nabi Idris AS. Pertama, ia adalah manusia pertama yang pandai baca tulis dengan pena. Kepada Idris-lah, Allah memberikan 30 lembaran-lembaran ajaran, yang berisi petunjuk untuk disampaikan kepada umatnya. Kedua, Nabi Idris diberi bermacam-macam pengetahuan, antara lain, merancak (merawat) kuda, ilmu perbintangan (falak), sampai ilmu berhitung alias matematika. Ketiga, nama Nabi Idris sendiri berasal dari kata darasa yang artinya belajar. Idris memang sangat rajin mengkaji ajaran Allah, yang diturunkan kepada Adam dan Nabi Syits. Bahkan, ajaran yang langsung kepada dirinya. Nabi Idris juga sangat tekun mengkaji fenomena alam semesta, yang semua merupakan ayat dan pertanda dari Tuhannya. Terakhir, Nabi Idris ialah orang yang pertama pandai memotong dan menjahit pakaiannya. Orang-orang sebelumnya konon hanya mengenakan kulit binatang secara sederhana dan apa adanya untuk dijadikan penutup aurat. Idris yang haus akan ilmu pengetahuan sehari-hari memang disibukkan oleh berbagai kepentingan. Namun, ia tetap selalu ingat kepada Tuhan. Dengan berbekal pengetahuan yang mencapai kelengkapan, kekuatan dan kehebatan yang mumpuni, Idris menjadi gagah berani tak takut mati, tak gentar kepada siapa saja, terutama dalam menyadarkan keturunan Qabil-Iqlima, yang saat itu penuh dengan kesesatan.

Read More

Lima Rahasia Kesehatan Ala Rasulullah SAW

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW disebutkan dalam beberapa riwayat pernah mengalami sakit hanya dua kali selama masa hidup sampai akhir hayatnya di usia 63 tahun Selama masa hidup, Rasulullah Muhammad SAW hanya sakit dua kali, yang pertama adalah ketika demam sesaat setelah menerima wahyu pertama dari Malaikat Jibril, dan sakit yang kedua adalah sakit menjelang meninggalnya. Tapi dalam riwayat yang lain juga disebutkan, sakit yang pertama itu bukan demam sesaat setelah mendapatkan wahyu, sebab itu tidak bisa disebut sakit. Akan tetapi sakit yang pertama adalah ketika kaki Rasulullah Muhammad SAW berdarah ketika dilempari batu oleh penduduk Thaif. Akan tetapi yang ingin disampaikan oleh dr. Agus adalah bukan perdebatan soal kapan waktunya Rasulullah sakit. Melainkan perihal apa yang menyebabkan Rasulullah semasa hidupnya amat jarang sakit. “Sehat yang dilakukan Rasul itu memenuhi empat kriteria sehat (sehat fisik, jiwa, sosial, dan spiritual),” ungkap dr. Agus Taufiqurrahman. Adapun kunci sehat yang dijalani oleh Rasulullah itu sekurangnya meliputi lima hal, yaitu menjaga kebersihan, menjaga makan, menjaga emosi, kebiasaan mengatur tidur dan bangun lebih awal, dan kebiasaan Rasulullah Muhammad SAW yang sering melakukan puasa. Terkait dengan kebiasaan berpuasa yang dilakukan oleh Rasulullah, kata dr. Agus, selain menyehatkan, juga dapat mencegah penuaan dini, puasa dapat dijadikan sebagai cara untuk antiangina.

Read More

Kisah 3 Syuhada yang Ditangisi Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Waktu itu, bulan Jumadilawal tahun kedelapan Hijriyah. Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan tiga ribu prajurit pilihan untuk melakukan ekspedisi ke Syam (Suriah). Misi ini dipimpin Zaid bin Haritsah dengan bertujuan agar Muslimin dapat memberi pelajaran kepada suku-suku Arab yang telah berkhianat. Kabilah-kabilah di perbatasan Jazirah Arab-Romawi itu tidak segan-segan menyerang juru dakwah Islam yang sedang melaksanakan tugasnya. Rasulullah SAW juga berpesan, “Kalau Zaid gugur, maka Jafar yang akan memegang tampuk pimpinan pasukan. Bila Jafar gugur, maka Abdullah bin Rawahah menggantikannya.” Kabar keberangkatan ekspedisi ini sampai pada kubu musuh di Syam. Negeri itu sedang dikuasai Romawi, yang dipimpin Heraklius. Ia lantas menyiapkan pasukan sekitar 100 ribu orang yang dikomandoi Panglima Theodurus, adik Kaisar Romawi. Mereka sudah siap menghadang pasukan Muslim. Ketika Zaid menerima berita tentang pasukan musuh itu, ia pun mengadakan musyawarah. Ada yang mengusulkan, hal itu sebaiknya dilaporkan terlebih dahulu kepada Rasulullah SAW. Dengan begitu, pasukan Muslimin menunggu instruksi selanjutnya dari Madinah. Namun, Abdullah bin Rawahah menyanggahnya. “Yang kalian segani adalah hal yang justru kalian bertolak karena menginginkannya. Kita tidak pernah berperang karena mengandalkan bilangan dan kekuatan, tetapi berdasarkan kebenaran agama ini. Marilah kita maju! Karena kita hanya punya dua alternatif. Menang atau gugur sebagai syahid,” ujar Abdullah. Maka, terjadilah peperangan dahsyat yang tidak seimbang di Mu’tah (kini wilayah Yordania). Bendera Nabi SAW dibawa oleh Zaid, yang melaju ke tengah-tengah musuh membabat siapa yang berani menghadangnya. Zaid–anak angkat Rasulullah SAW ini yakin bahwa kematiannya tidak terelakkan lagi. Benar saja, ia pun mati syahid di jalan Allah.

Read More

Beberapa Peristiwa Perang Semasa Hidup Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Agama Islam meski disampaikan secara damai dan lembut tetap tidak bisa menghindari peperangan dengan kaum musyrikin. Ada banyak peristiwa-peristiwa perang di zaman Rasulullah Muhammad SAW. Ustad Ahmad Sarwat Lc dalam buku berjudul Islam Agama Perdamaian menjelaskan tentang peristiwa-peristiwa perang di zaman Nabi. Meski banyak peristiwa perang, dalam bukunya Ustad Ahmad menegaskan dan menyimpulkan Islam adalah agama perdamaiannya. Di dalam kitab Sirah Nabawiyah, isinya bertabur dengan banyak kisah-kisah perang. Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriyah, bertepatan dengan 13 Maret 624 Masehi. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy. Kemudian mereka mundur dalam kekacauan. Dr. Musthafa As-Siba’i dalam kitabnya Sirah Nabawiyah Durus Wa ‘Ibar menyebutkan bahwa perang Uhud terjadi pada Sabtu, 15 Syawal 3 Hijriyah. Kekuatan pasukan Muslimin awalnya 1.000 orang, namun berkurang menjadi hanya tinggal sekitar 700 orang. Sementara pasukan musyrikin Makkah berkekuatan 3.000 orang dengan perbekalan dan kendaran lengkap. Al-Mubarakfuri di dalam kitabnya Ar-Rahiq Al-Makhtum menyebutkan bahwa tidak kurang dari 70 ayat Alquran telah turun dalam peristiwa perang Uhud ini. Ayat Alquran turun pada setiap momen dari kejadian perang itu, episod demi episod. Yang paling banyak turun ayat dalam Surah Ali Imran, khususnya mulai dari ayat 121 hingga ayat 179. Dinamakan perang Khandaq yang artinya parit karena strategi bertahan di dalam kota Madinah menggunakan parit yang digali sepanjang 5 kilometer. Perang ini juga dinamakan dengan perang Ahzab, karena pihak musuh merupakan gabungan kekuatan para musuh Islam. Pihak musuh di antaranya kaum musyrikin Makkah, beberapa kelompok dari kaum Yahudi dan orang-orang munafikin di dalam Madinah. Perang Ahzab ini juga menjadi nama salah satu surah di dalam Alquran, yakni surat ke-33. Al-Waqidi di dalam kitab Al-Maghazi menyebutkan bahwa peristiwa perang ini terjadi pada Selasa, 8 Dzulhijjah 5 Hijriyah. Sementara, Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya Ghazawat Ar-Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: Durus wa Ibar wa Fawaid mengutip pendapat Ibnu Saad menuliskan bahwa pasukan Ahzab dikalahkan pada Rabu bulan Dzulhijjah 5 Hijriyah. Berbeda dengan Al-Waqidi dan Ash-Shalabi, Dr. Musthafa As-Siba’i dalam kitabnya Sirah Nabawiyah Durus wa ‘Ibar menyebutkan bahwa perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal 5 Hijriyah. Perang Bani Quraidhah terjadi pada akhir perang Khandaq. Ini adalah peristiwa dikepungnya benteng milik Bani Quraidhah dan dibunuhnya semua penghuninya, karena mereka telah berkhianat. Awalnya ketika Rasulullah SAW pulang dari perang Khandaq dan hendak meletakkan baju perangnya, tiba-tiba datang Malaikat Jibril yang membawa perintah Allah untuk meneruskan perang mengepung Benteng Yahudi Bani Quraidhah. Meski banyak peristiwa perang di zaman Nabi, Ustaz Ahmad menegaskan, bukan berarti intisari kehidupan Rasulullah SAW hanya soal perang saja. Perang Khaibar terjadi pada tahun ketujuh Hijriyah. Rasulullah SAW berangkat meninggalkan Madinah menuju ke Khaibar di awal bulan Muharam, sepulang dari perjalanan umrah yang terhambat di Hudaibiyah.

Read More

Sholawat Barjanji Menjadi Tradisi disaat Maulid Nabi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bulan Rabiul Awal telah datang. Salah satu momentum keagamaan yang ditunggu-tunggu umat Islam adalah perayaan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW yang lazim dsebut sebagai maulid nabi. Salah satu kitab yang kerap dibaca dalam perayaan maulid yakni Kitab Berzanji. Kitab ini menjadi salah satu karya sastra Islam yang terkenal dalam tradisi Melayu dan Indonesia. Kitab ini sebagian besar berisi syair-syair atau puisi-puisi yang memuji dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW, dan juga beberapa cerita tentang kehidupan beliau. Kitab Berzanji sangat populer di dunia Islam dan telah dihafalkan dan dibaca oleh banyak orang Muslim di seluruh dunia. Syair-syair dalam kitab ini menggambarkan keindahan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW, serta berbagai kejadian luar biasa yang terjadi selama hidupnya. Dalam buku “Maulid Berzanji” karya Ustadz M Syukron Maksum dijelaskan, Maulid Berzanji merupakan bentuk doa-doa, puji-pujian, dan menceritakan riwayat nabi Muhammad yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada. Warga muslim mengikuti barzanji dengan melantunkan shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW diiringi rebana saat digelarnya seni Gembrung di Kedondong, Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (28/9/2023). Pagelaran seni Gembrung di wilayah tersebut merupakan tradisi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kitab ini sebenarnya berjudul “Iqd Al Jawhar fi Mawlid An-Nabiy Al Azhar”, namun lebih terkenal dengan Maulid Barzanji sesuai nama penyusunnya, yaitu Syekh Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barzanji. Sejarah kitab Al-Barzanji tidak dapat dipisahkan dengan momentum besar peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar pertama kali. Walaupun, ada banyak pendapat tentang perayaan Maulid Nabi pertama tersebut. Maulid Nabi atau hari kelahiran nabi Muhammad pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam dalam perang Salib. Sebab, waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara Salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Pada 1099, tentara Salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Sementara, umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan semangat ukhuwah. Lalu, pemimpin umat Islam dalam Perang Salib, Salahuddin Yusuf al-Ayyubi mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW secara massal. Karena, menurut dia, semangat juang Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat Islam kepada nabi mereka. Sebenarnya, menurut Ustadz M Syukron Maksum, hal itu bukan gagasan murni Salahuddin melainkan usul dari iparnya, Muzaffaruddin Gekburi yang menjadi semacam bupati di Irbil, Surya Utara.

Read More