Indeks Kerukunan Umat Beragama 2024 Lebih Baik dari Tahun Lalu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indeks Kerukunan Umat Beragama (Indeks KUB) 2024 sebesar 76,47. Indeks ini naik 0,45 point dibandingkan 2023. Indeks ini diketahui karena Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama secara rutin melakukan survei. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Basuki mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, Indeks IKUB di Indonesia menunjukkan tren positif. Indeks KUB 2022 sebesar, 73,09. Sementara dua tahun berikutnya, indeks KUB sebesar 76,02 pada 2023, dan 76,47 pada 2024. “Tren ini menggambarkan bahwa sikap toleransi antarumat beragama di Indonesia cenderung membaik. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan ini adalah berbagai upaya Kementerian Agama dalam menyosialisasikan dan menginternalisasikan penguatan moderasi beragama melalui berbagai program dan kegiatan,” ujar Wamenag, Ahad (6/10/2024). Menurut Wamenag, meski indeks menunjukan tren positif, namun tantangan dalam menjaga kerukunan beragama masih ada. “Beberapa kasus intoleransi dan sikap umat beragama yang belum menunjukkan sikap moderat masih terjadi di berbagai wilayah,” sebutnya. Sejalan dengan itu, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penguatan Moderasi Beragama yang mengamanatkan pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber).

Read More

Tabiat Buruk Yahudi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sifat-sifat buruk Yahudi sering disebutkan di dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Sifat buruk di dalam riwayat tersebut rupanya cukup familier di telinga umat Islam, apa saja? Dilansir di albetaqa, setidaknya terdapat tujuh sifat buruk yang terekam dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Berikut penjabarannya: Pertama, Yahudi merupakan kaum yang dimurkai Allah serta sesat. Hal ini sebagaimana hadits sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW dari firman Allah, “Shirotalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim wa laadholin.” Yang artinya, “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” Kaum Yahudi dimurkai Allah dan kaum Nasrani merupakan kaum yang sesat.” (HR At Tirmidzi). Kedua, kaum Yahudi kerap memutarbalikkan Kalam Tuhan. Hal ini sebagaimana terekam dalam hadits riwayat Imam Bukhari: فأتوا بالتوراة فنشروها، فوضع احدهم يده على آية الرجم، فقرأ ما قبلها و ما بعدها. فقال له عبد للله بن سلام ارفع يدك. فرفع يده فإذا فيها اية الرجم Ketiga, kaum Yahudi kerap berbohong dan suka memfitnah. Hal ini juga disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari: Bencana Perkuat Literasi Kebencanaanكما قال عنهم عبد الله بن السلام فى حضرة النبي، إن اليهود قوم بهت و إنهم يعلموا با سلامي من قبل أن تسألهم يهتوني Keempat, Yahudi kerap menghalalkan yang haram. Hal ini sebagaimana hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim: قال النبي، لعن الله اليهود حرمت عليهم الشحوم فجملوها فباعوها

Read More

Hadits Singgasana Iblis di Lautan dan Mitos Nyi Roro Kidul

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Meski sudah diusir dari surga ke bumi, iblis mendapat penangguhan hukuman dari Allah SWT untuk menjalankan misinya mencari ‘kawan’ sebanyak-banyaknya sebagai teman di neraka. Alquran mendeskripsikan kisah iblis diusir dari surga dalam QS Al A’raf ayat 13-17. قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ Qāla fahbiṭ min-hā fa mā yakụnu laka an tatakabbara fīhā fakhruj innaka minaṣ-ṣāgirīn قَالَ اَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ Qāla anẓirnī ilā yaumi yub’aṡụn قَالَ اِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ Qāla innaka minal-munẓarīn Qāla fa bimā agwaitanī la`aq’udanna lahum ṣirāṭakal-mustaqīm Tsumma laātiyannahum mim baini aidīhim wa min khalfihim wa ‘an aimānihim wa ‘an syamāilihim, wa lā tajidu akṡarahum syākirīn Ibnu Katsir mengatakan, hingga hari ini, Iblis merupakan makhluk yang diberi penangguhan oleh Allah SWT. Mereka tidak menerima azab sekarang dan tidak akan pernah mati sebelum Kiamat tiba. Setelah tinggal di bumi, Iblis membangun singgasana di tengah laut. Dia duduk di atas singgasana itu, sambil senantiasa mengirimkan pasukan yang bertugas untuk mengembuskan berbagai kejahatan dan fitnah di tengah manusia. Mengenai habitat iblis yang berada di laut juga diungkap oleh hadits Rasulullah SAW. Dari Jabir Ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setan itu membangun singgasana di atas air. Ia kirimkan pasukan di tengah-tengah manusia. Pasukan yang paling dekat kedudukannya dengan setan adalah yang mampu mengembuskan fitnah yang paling besar. Salah seorang dari mereka datang dan melapor, “Aku selalu bersama si Fulan, hingga aku tinggalkan saat mengatakan ini dan itu. Iblis berkata, “Tidak begitu, demi Allah kamu tidak melakukan apapun.’ Kemudian, datanglah satu lagi pasukannya dan melapor, ‘Aku tidak meninggalkannya sebelum berhasil memecah belah antara ia dan keluarganya.’ Maka, iblis mendekati setan itu dan berkata,’ Bagus sekali” (HR Muslim).

Read More

Pesona Pantai Oman: Surga Tersembunyi bagi Pecinta Wisata Bahari

Oman — 1miliarsantri.net : Oman menjadi destinasi wisata yang menonjol berkat keragaman budaya dan lanskap uniknya. Selain pegunungan, gurun luas, dan pulau-pulau tersembunyi, Oman juga dianugerahi garis pantai sepanjang 3.000 km, dengan 1.700 km di antaranya berupa pantai berpasir yang memukau. Bagaimana cara meningkatkan pariwisata kapal pesiar dan bahari untuk memanfaatkan garis pantai yang luas ini? Mohammad al Busaidi, pegawai pemerintah, mengatakan bahwa Oman memiliki garis pantai yang luas dan indah, yang bisa menjadi aset besar untuk wisata bahari. Salah satu cara meningkatkannya adalah dengan membangun marina dan pelabuhan kelas dunia di sepanjang tempat wisata populer seperti Musandam, Sur, dan Salalah. Terminal kapal pesiar mewah akan menarik wisatawan kelas atas. Selain itu, menawarkan kegiatan bahari seperti snorkeling, menyelam, dan melihat lumba-lumba di lebih banyak lokasi akan mendorong operator kapal pesiar untuk memasukkan Oman dalam rute mereka. Salim al Farsi, pengusaha, berpendapat bahwa keindahan alam Oman tak tertandingi di kawasan Teluk. Pulau-pulau dan garis pantainya harus dipromosikan lebih gencar secara internasional. Memperkenalkan kapal pesiar dan layanan yacht ramah lingkungan yang menjelajahi area yang belum banyak dikenal seperti Kepulauan Daymaniyat dan pulau-pulau tersembunyi lainnya akan menarik para pencari petualangan. Bekerja sama dengan agen perjalanan global dan memberikan insentif kepada perusahaan kapal pesiar untuk beroperasi di Oman juga bisa meningkatkan jumlah wisatawan. Ia juga menyarankan agar semua ini dapat diakses oleh semua orang, bukan hanya segelintir orang. Manish Verma, insinyur, menyatakan bahwa untuk meningkatkan wisata bahari, Oman perlu fokus pada peningkatan infrastruktur di sekitar area pesisir. “Kita harus membangun fasilitas yang lebih baik untuk wisatawan, seperti hotel tepi pantai, restoran makanan laut, dan tur perahu berpemandu,” ungkapnya. Mempromosikan warisan bahari Oman, budaya nelayan tradisional, dan menyelenggarakan kompetisi berlayar internasional juga dapat menarik lebih banyak perhatian ke negara ini sebagai tujuan utama kapal pesiar.

Read More

Kobarkan Api Semangat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pemikiran dan perjuangan Hadlratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari terus dikobarkan dan dikembangkan. Hal itu sebagai komitmen ulama pendiri NU untuk memperjuangkan, mempertahankan dan kini mengisi kemerdekaan Indonesia. “Bila dicermati pemikiran dan langkah perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari, sesungguhnya lebih maju dan melampaui zaman bagi kalangan santri. Karena itu, kita bertanggung jawab untuk terus merawat dan selalu mengobarkan semangatnya,” tutur KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Kiai Kikin menegaskan hal itu, terkait dengan Halaqoh Pemikiran Hadratussyaik KH. M. Hasyim Asyari di Gedung Monumen Resolusi Jihad NU, di Surabaya, Sabtu (28/9/2024) lalu. Selain Kiai Kikin, yang Ketua PWNU Jawa Timur, pembicara Riadi Ngasiran (Pemerhati sejarah dan Sejarawan NU), Kombes (Pol) Nanag Juni Mawanto (Direktur Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jatim), dan Fahrul Muzaqqi (Fisipol Unair). Hadir pada kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Ahmad Zulhilmi Ghazali, KH Abdul Hari (Wakil Rais) dan KH Achmad Saiful Chalim (Katib Syuriah PCNU Surabaya), H Roisuddin Bakri (Ketua Ikapete Jatim), H Moch Saiful Bachri (pengurus Ikapate yang juga Wakil Sekretaris PCNU Surabaya). Pada kesempatan itu, Riadi Ngasiran mengingatkan keberadaan Fatwa Djihad Kiai Hasyim Asy’ari (17 September 1945), yang ditujukan kepada masyarakat luas, terutama kaum santri dan umat Islam. Diperkuat dengan keputusan PBNU yang mengeluarkan ‘peringatan’ untuk pemerintah pada saat itu, yakni Resolusi Djihad NU di Surabaya (22 Oktober 1945). “Pada saat perang dan kondisi belum aman, masa Revolusi Fisik 1945-1945, ini telah mengeluarkan Resolusi Djihad NU di Purwokerto (hasil Muktamar NU pada tanggal 26-29 Maret 1946). Semua itu menjadi bukti andil nyata yang diberikan umat Islam pada umumnya dan Nahdlatul Ulama pada khususnya bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tutur Riadi Ngasiran, yang penulis buku Perang Sabil di Surabaya, Resolusi Jihad NU 1945, segera terbit. Diingatkan, santri yang aktivis budaya dan pemikiran ini, untuk mengenang perjuangan para ulama dan kaum santri, terutama pada saat terjadinya pertempuran 10 November 1945, didirikan Monumen Resolusi Djihad yang telah diresmikan pada 22 Oktober 2011 oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siroj. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan gambaran akan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda, khususnya di Surabaya dan secara umum generasi muda Indonesia. “Alhamdulillah, sejak 2015, tanggal 22 Oktober ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Santri Nasional,” tutur Riadi

Read More

Sudah Selayaknya Soeharto dan Gus Dur Dianugerahi Gelar Pahlawan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Yayasan Jayabaya Moestar Pj Moeslim menyebut sudah selayaknya negara menganugrahi Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) gelar pahlawan nasional. Soeharto, lanjut Moestar, telah sangat berjasa dalam pembangunan bangsa ini. “Beliau telah berhasil membawa bangsa ini dari keterpurukan di masa sebelumnya, menjadi jauh lebih baik,” tuturnya kepada 1miliarsantri, Ahad (29/9/2024). Selain itu, pada akhir masa kekuasaannya, Soeharto juga tidak menggunakan kekuatan militer untuk mempertahankan jabatannya. “Beliau bisa saja menggunakan tentara dalam menghentikan demonstrasi. Tapi jiwa besarnya ditunjukkan dengan berhenti menjadi Presiden RI mengikuti kehendak rakyat,” lanjutnya. Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) resmi mencabut nama Soeharto dari Ketetapan (Tap) MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang perintah untuk menyelenggarakan yang bersih tanpa korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). Keputusan itu diambil dalam rapat paripurna sidang akhir MPR RI periode 2024-2029. Hal ini menindaklanjuti surat dari Partai Golkar per 18 September 2024. “Terkait dengan penyebutan nama mantan Presiden Soeharto dalam TAP MPR Nomor 11/MPR 1998 tersebut secara diri pribadi, Bapak Soeharto dinyatakan telah selesai dilaksanakan karena yang bersangkutan telah meninggal dunia,” kata Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam rapat paripurna di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2024). Selain Soeharto, Moestar juga menilai Gus Dur layak mendapat gelar pahlawan nasional.

Read More

Albania Bakal Bentuk Negara Islam Mikro untuk Kelompok Sufi Syiah

Tirana — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri Albania, Edi Rama mengumumkan rencana untuk membentuk negara mikro mirip Kota Vatikan yang dikelola Bektashi, sebuah ordo Sufi Syiah. Bila semua berjalan sesuai rencana, negara yang disebut “Negara Berdaulat Ordo Bektashi” akan menjadi negara terkecil di dunia, hanya seperempat luas Kota Vatikan. “Albania akan mengubah Muslim Bektashi yang berbasis di Tirana, menjadi negara berdaulat untuk mempromosikan moderasi, toleransi dan hidup berdampingan secara damai,” terang Edi Rama. Rama menambahkan, lahan seluas 10 hektar itu akan memiliki administrasi, paspor, dan perbatasannya sendiri. Melansir Euronews, negara baru ini akan memperbolehkan minuman beralkohol, mengizinkan setiap orang untuk mengenakan apa pun yang mereka inginkan, dan tidak menerapkan aturan gaya hidup, yang mencerminkan praktik toleran Ordo Bektashi. Rama mengatakan tujuan negara baru ini adalah untuk mempromosikan versi Islam yang toleran yang menjadi kebanggaan Albania. Menurut sensus terbaru, Bektashi mewakili sekitar 10 persen komunitas Muslim Albania. Negara Balkan berpenduduk sekitar 2,8 juta jiwa ini dikenal dengan toleransi beragama di wilayah yang terpecah belah. Keputusan dibuat dengan ‘cinta dan kebaikan’Sebuah cabang dari tasawuf, gerakan Bektashi atau Bektashiyya berasal dari wilayah Anatolia di Turki dan segera menjadi ordo resmi unit militer elit, Janissari.

Read More

Gubuk Seng, Menyimpan Duka Tsunami Krakatau

Lampung Selatan — 1miliarsantri.net : Gemuruh ombak yang menghempas batu karang seakan memecah kesunyian di perairan Selat Sunda. Hilir mudik beragam jenis burung menerjang angin laut menambah keelokan yang nyaris sempurna saat memandang panorama Gunung Anak Krakatau (GAK). Gubuk Seng, begitu penduduk Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung menyebutnya. Sebuah perbukitan yang agak tinggi dari permukaan laut, memaksa mata terbelalak melihat GAK dari dekat sebagai keagungan sekaligus keindahan ciptaan Allah SWT. Gunung Krakatau (gunung berapi purba) yang meletus pada Agustus 1883, dalam rentang waktu kaldera vulkanisnya telah bermetamorfosis menjadi GAK sampai sekarang. GAK termasuk gunung berapi yang masih aktif vulkanisnya dalam waktu tertentu. Menurut data magma.esdm.go.id, GAK terakhir erupsi mengeluarkan kolom abu dari puncaknya setinggi 1.000 meter pada 16 Desember 2023. Sebelumnya, erupsi GAK yang memuntahkan lava pijar merah dan kolom abu terus beriringan yang dapat dilihat terang dari Pulau Sebesi, terutama pada malam hari. Saking dekatnya dengan GAK, terdapat Menara Pos Pemantau GAK. Namun, banyak yang menyayangkan bangunan pemerintah ini terbengkalai. Menara yang tinggi sekira 100 meter ini tidak terpakai lagi, aktivitas pemantauan dipindahkan jauh dari Gubuk Seng ke Desa Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan atau seberang Pulau Sebesi. “Seharusnya menara ini diaktifkan lagi, karena lebih dekat, agar informasi perkembangan letusan Gunung Anak Krakatau cepat tersampaikan ke masyarakat,” kata Tri, pengunjung asal Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Sembilan bulan aktivitas vulkasnis GAK senyap, warga sekitar pun tenang. Meski trauma penduduk Pulau Sebesi masih membekas pasca bencana gelombang tsunami GAK pada 22 Desember 2018. Musibah ini menelan nyawa ratusan jiwa, korban luka, rumah hilang dan hancur, juga perahu dan kapal nelayan tersapu ombak. Gubuk Seng menjadi tempat terparah saat gelombang tsunami yang tingginya melebihi pohon kelapa normal yang ada di bukit tersebut. Memang, Gubuk Seng bukan tempat pemukiman warga. Sehari-hari kawasan ini sepi penduduk, karena hanya tempat berladang atau berkebun. Ketika mendekati musim panen sebagian warga mendiami gubuk-gubuk di ladangnya. Bahkan, ada sebagian kecil warga yang terpaksa menetap di gubuk-gubuk dalam kebunnya bersama anak-anaknya, agar tidak jauh bolak balik dari Desa Tejang, pusat keramaian Pulau Sebesi yang jarak tempuhnya sekira 20-30 menit naik motor. Bencana tsunami krakatau enam tahun lalu masih meninggalkan bekas kerusakan dan menyimpan duka mendalam. Masih terdapat beberapa pohon besar yang diperkirakan usia ratusan tahun di tepi bukit tercerabut dari akarnya menjadi saksi. Sebagian warga telah membangun kebali gubuk-gubuk atau pondokan di dalam kebunnya setelah disapu gelombang tsunami.

Read More

Emak-Emak Yahudi ingin membunuh Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net :” Upaya membunuh Rasulullah Muhammad SAW pernah dilakukan melalui cara racun. Namun, Rasulullah SAW selamat dari upaya pembunuhan itu. Dalam sebuah hadits disebutkan: Anas radhiyallahu ‘anhu menceritakan, أن امرأة يهودية أتت رسول الله صلى الله عليه وسلم بشاة مسمومة، فأكل منها، فجيء بها إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فسألها عن ذلك فقالت: أردت لأقتلك! قال: “ما كان الله ليسلطك على ذاك” أو قال: “عليّ”، قالوا: ألا نقتلها؟ قال: “لا”، قال أنس: فما زلت أعرفها في لهوات رسول الله صلى الله عليه وسلم (متفق عليه). Bahwa ada seorang wanita Yahudi datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seekor kambing (bakar) yang telah diracuni. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memakan sebagian darinya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang untuk memanggil wanita (yang memberi kambing) itu dan wanita itu pun datang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam segera bertanya kepadanya tentang hal itu. Wanita itu menjawab, “Saya ingin membunuhmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak menguasakanmu untuk atas hal itu”, atau beliau bersabda “ … atasku (yakni membunuhku -pent)”. Para sahabat berkata, “Perlukah kita membunuh wanita ini?” “Jangan!” jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya melihat bekas racun itu senantiasa berada di langit-langit mulut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” (HR Muslim).

Read More

Nasihat Sayyidina Anas RA saat Gelap Gulita

Jakarta — 1miliarsantri.net : Syaikh Nadhr bin Abdullah Rahmotullah ‘alaih bercerita, “Pada waktu hidupnya Sayyidina Anas Rodhiyollohu ‘anhu, tiba-tiba siang menjadi gelap. Segera aku menjumpai Sayyidina Anas RA dan bertanya kepadanya, “Apakah kejadian seperti ini pernah terjadi pada zaman Baginda Nabi SAW?” Jawabnya, “Na’udzubilloh, jika angin bertiup sedikit kencang pada zaman Baginda Nabi SAW,kami segera pergi ke masjid karena takut akan terjadi Kiamat.” Sayyidina Abu Darda’ RA juga bercerita, “Jika terjadi angin ribut, biasanya Baginda Rasulullah SAW akan merasa takut dan segera pergi ke masjid.” Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi dalam kitab Fadhilah Amal menjelaskan, belakangan ini, meskipun berbagai musibah besar melanda kita, siapakah yang ingat untuk datang ke masjid? Jangankan masyarakat awam, bahkan orang-orang berilmu pun sedikit yang mempedulikannya. “Silakan menjawab masalah ini dengan merenungkannya didalam hati masing-masing,” ujar Maulana Zakariyya. (jeha)

Read More