Innovasi Baru Kaligrafi Digital pada MTQ Nasional 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) RI menghadirkan inovasi baru dengan memperlombakan seni kaligrafi digital, yang merupakan golongan dari cabang kaligrafi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2024 di Kalimantan Timur. “Seni kaligrafi digital menjadi salah satu golongan baru yang untuk pertama kalinya diperlombakan pada MTQ Nasional 2024,” kata Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi dalam keterangannya di Samarinda, beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, lomba seni kaligrafi digital digelar untuk memberi dampak positif bagi generasi muda, yang diharapkan dapat menggaet dan termotivasi untuk mencintai Alquran dengan cara yang kreatif berbasis digital. “Dengan adanya lomba ini, diharapkan generasi muda dapat lebih tertarik untuk terlibat dalam kegiatan yang digelar oleh Kemenag,” sambungnya. Dalam cabang kaligrafi, kata Zayadi, terdapat empat golongan yang diperlombakan, yaitu naskah Alquran, mushaf Al Quran, dekorasi Alquran, dan kontemporer Alquran. Dikatakannya, semua golongan tersebut masih menggunakan metode manual, dengan media seperti kanvas, cat warna, kertas, atau karton. “Khusus untuk Seni Kaligrafi Digital, seluruh prosesnya dilakukan menggunakan perangkat komputer dan perangkat digital lainnya, seperti iPad. Dengan demikian, kreasi dan inovasi dalam lomba ini sepenuhnya berbasis teknologi,” lanjutnya. Kemudian untuk menilai seni kaligrafi digital, lanjutnya, dewan hakim yang direkrut mesti memenuhi tiga standar kriteria, yaitu: pengetahuan tentang kaligrafi, termasuk khath Naskh dan kaidah-kaidahnya; keahlian dalam seni rupa, termasuk komposisi warna; serta keahlian di bidang teknologi informasi (IT).

Read More

Ada Banyak Jin Kafir yang Dikurung Nabi Sulaiman di Dasar Laut

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mereka kafir kepada Sulaiman ‘alaihissalam dan menolak untuk taat kepadanya, maka Sulaiman mengurung mereka di pulau-pulau yang ada di lautan atau di dasar laut. Allah SWT berfirman dalam Surat Saba ayat 12 sebagai berikut ini: وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ ۖ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ ۖ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ “Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama” dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.” Sebuah isyarat terkait bagaimana Nabi Sulaiman memperlakukan jin kafir itu tersirat dalam riwayat Bukhari. Dijelaskan ketika setan tiba-tiba muncul di hadapan Rasulullah SAW, beliau langsung hendak mengikatnya, lalu beliau bersabda: وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أُوثِقَهُ إِلَى سَارِيَةٍ حَتَّى تُصْبِحُوا، فَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ، فَذَكَرْتُ قَوْلَ سُلَيْمَانَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ “Aku hendak mengikatnya pada sebuah tiang hingga kalian bangun dan melihatnya, lalu aku teringat perkataan Sulaiman رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي “Ya Tuhan, berilah aku kerajaan yang tak seorang pun dapat memilikinya setelahku’ (QS Shad ayat 35), lalu Allah mengusirnya dalam keadaan hina.” Setan-setan ini tetap terpenjara untuk sementara waktu, dan kemudian Allah berkehendak untuk melepaskan rantai mereka dan membawa mereka keluar kepada manusia untuk menggoda mereka, dan mereka menggoda mereka dengan cara yang berbahaya! Diriwayatkan Muslim yang dinukilkan dari Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia berkata:

Read More

Kain Songket Indonesia, Kekayaan Tradisi yang Mendunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan warisan leluhur, memiliki berbagai jenis kain tradisional yang sarat akan nilai seni dan sejarah. Di antara kekayaan tersebut, kain songket menonjol sebagai salah satu yang paling elegan dan penuh makna. UNESCO mencatat bahwa songket merupakan teknik tenun yang melibatkan penyisipan benang-benang hias di antara benang dasar, menciptakan pola yang terlihat mengambang dengan kilauan benang emas atau perak. Berikut adalah lima kain songket yang tak hanya menjadi kebanggaan Indonesia tetapi juga sudah diakui di tingkat internasional: Benang emas atau perak kemudian ditenun dengan indah, menciptakan kain yang sering digunakan dalam upacara adat dan pernikahan sebagai simbol status dan kekayaan. Warna-warna seperti merah cerah, hijau, dan ungu mendominasi, menjadikan kain ini sangat populer di kalangan bangsawan pada masa lalu. Kini, keindahan Songket Palembang tidak hanya dinikmati di Indonesia, tetapi juga oleh wisatawan internasional. Warna-warna yang lembut dipadukan dengan benang emas atau perak menciptakan kain yang anggun dan halus. Kualitas tenunan Songket Silungkang sangat tinggi, menjadikannya salah satu kain yang diburu oleh kolektor dan pecinta kain tradisional.

Read More

Kisah Umar bin Khattab Saat ke Yerusalem Naik Unta Pinjaman

Jakarta — 1miliarsantri.net : Contoh-contoh kesederhanaan para pemimpin Islam yang mendapat bimbingan dari Rasulullah SAW sangat banyak. Satu di antaranya yakni kesederhanaan Umar bin Khattab RA saat menjadi khalifah atau pemimpin negara sekaligus umat Islam. Umar bin Khattab adalah contoh manusia yang berhasil menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam semua sendi kehidupannya. Setiap tindakannya senantiasa seperti yang diajarkan Rasulullah. Kehidupan Umar begitu sederhana, tawadhu, dan tidak menyombongkan statusnya sebagai seorang Khalifah. Umar selalu mengisi hari-harinya dengan mempraktikan yang dicontohkan Rasulullah. Kesederhanaan Umar sebagai seorang hamba Allah dan pengikut Rasulullah terus berlanjut bahkan kendati ia berhasil menaklukkan Bizantium dan bangsa-bangsa lainnya. Umar sedikit pun tak mengubah gaya hidupnya. Ada kisah menarik yang menggambarkan ketawadhuan Umar bin Khattab, seperti dikutip dalam buku Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Manusia karya Fethullah Gulen. Ketika Al Quds (Yerusalem) dulu berhasil ditaklukkan pasukan Islam, ternyata para pendeta yang berada di kota suci itu tidak bersedia menyerahkan kunci kota kepada panglima pasukan muslim yang telah memenangi pertempuran. Para pendeta merasa tak menemukan orang yang pantas untuk menerima kunci kota suci itu. Kabar itu pun sampai pada Umar bin Khattab. Sang Amirul Mukminin pun langsung berangkat menuju Al Quds dengan mengendarai seekor unta yang dipinjamnya dari Baitul Mal. Di sepanjang perjalanan menuju Al Quds, Umar rela bergantian mengendarai unta pinjaman dari Baitul Mal itu dengan ajudannya.

Read More

Tips Mindfulness Dari Umar Bin Khattab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Al-Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyampaikan sebuah hadist Rasulullah tentang pentingnya menundukkan hawa nafsu, رَجَعْنَا مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَي اْلجِهَادِ اْلأَكْبَرِ. قَالُوا: وَمَا جِهَادُ اْلأَكْبَرِ؟ قَالَ: جِهَادُ اْلقَلْبِ أَوْ جِهَادُ النَّفْسِ. Rasulullah bersabda, “Kita telah kembali dari jihad kecil menuju jihad besar.” Para sahabat berkata, “Apakah jihad besar itu?” Nabi menjawab, “Jihad hati atau jihad nafsu.” Hadist tersebut disampaikan setelah kepulangan Nabi dan para sahabat dari perang Badar. Makna utamanya adalah berperang melawan hawa nafsu sama pentingnya dengan berperang melawan musuh yang memegang senjata. Makna lain dari sabda Rasulullah tersebut untuk memberi penekanan bahwa detik-detik perang melawan musuh sudah selesai, dengan perkataan beliau roja’na (kita sudah kembali). Artinya, medan bertempur telah ditinggalkan. Maka jangan sampai pikiran ini masih saja “menghadapi musuh”. Apa yang sudah terjadi maka lepaskanlah dan segera beralih kepada apa yang ada di hadapan kita sekarang. Selanjutnya Rasulullah menerangkan bahwa perjuangan yang kini sedang dihadapi adalah melawan hawa nafsu, maka inilah jihad yang ditempuh berikutnya. Bandingkan dengan orang-orang musyrik yang kalah dalam perang Badar, saat mereka kembali ke kampung halaman ternyata pikiran mereka masih saja “menghadapi musuh” padahal kenyataannya mereka sudah berada di rumah. Mereka masih menyimpan dendam, matanya tidak bisa tidur memikirkan apa yang sudah selesai tersebut. Itulah sebabnya mereka lanjut mengatur siasat pembalasan yang kelak menjadi perang Uhud. Alangkah indahnya Rasulullah yang mengajarkan agar pikiran kita benar-benar berada pada momentum yang sedang berlangsung. Apabila di medan tempur, tentu berjihad melawan musuh. Namun setiba di rumah, tinggalkan musuh dan waktunya berjihad melawan nafsu.Inilah yang disebut orang-orang barat di masa kini sebagai mindfulness, yaitu seni menikmati hidup menurut momen yang sedang berlangsung. Bukan momen yang telah berlalu.

Read More

Siswi Madrasah Muallimaat Juarai Kompetisi Internasional di Thailand

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Tim Hizbul Wathan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta meraih prestasi ajang International Scout Camp (ISC) di Thailand. Tim yang terdiri lima siswi tersebut meraih silver award dan special award. Sebanyak 22 peserta didik Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti kegiatan kepanduan ISC di Thailand pada tanggal 20-28 Agustus 2024 di Sangkhom Islam Wittaya di Sadao District Songkhla Thailand. Kegiatan ISC yang telah berlangsung selama lima tahun ini diikuti oleh tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand. Terdapat beberapa pelatihan yang harus diikuti oleh 22 peserta dari Mu’allimaat sebelum melaksanakan perkemahan Internasional di Songkhla Thailand, di antaranya pelatihan manajemen diri, leadership, tapak suci, baris berbaris, public speaking, tali temali, membuat karya batik tulis, pengolahan limbah organik, membuat yel-yel dan pengelolaan limbah maggot. Tim yang terdiri dari 5 siswi ini mengusung tema kelestarian lingkungan dengan mengulik topik pengelolaan limbah sebagai upaya penanganan pencemaran lingkungan akibat limbah. Tim inovasi menawarkan solusi penanganan cemaran limbah anorganik dengan pembuatan ecobrick. Sementara limbah organik dapat diolah dengan bantuan budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Sebagai negara berkembang, topik ini menarik untuk dibahas karena ide inovatif sekaligus meningkatkan nilai tambah dari limbah.

Read More

Mengenal Suku Kalang

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kerajaan Majapahit seperti yang kita ketahui sangat berambisi menyatukan nusantara, dimana salah satunya adalah tanah Borneo. Majapahit sangat berambisi untuk menguasai tanah Borneo karena melalui informasi telik sandinya mengabarkan ada dua kerajaan yang sangat makmur di sana. Dua kerajaan tersebut adalah Tanjung Puri dan Nan Sarunai, sehingga pada 1356 M Majapahit mengirim ekspedisi militer pertamanya ke Borneo. Penyerangan pertama di tanah Borneo oleh Majapahit pada 1309 M, dengan 40.000 yang menyerang kerajaan Nan Sarunai. Akan tetapi penyerangan pertama mengalami kegagalan, disini peran Suku Kalang atau Wong Kalang terlihat. Dilansir melalui jurnal yang berjudul Asal Muasal Wong Jonegoro: Tinjauan Historis Hubungan Wong Kalang dan Masyarakat Samin Bojonegoro, yang di tulis oleh Firza Azzam Fadilla dan Agus Danugroho, kisah tentang kehadiran komunitas masyarakat kuno Kalang ternyata juga pernah termaktub dalam kitab paling sohor dari era Kerajaan Majapahit, Kitab Negarakertagama. Suku Kalang yang ditugaskan menjaga hutan dari serangan musuh, mereka mereka sendiri sudah lama dikenal sebagai orang-orang yang sakti mandraguna. Mereka bermukim di Pulau Jawa terkhusus di wilayah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, contohnya di Kabupaten Blora dan Rembang di Jawa Tengah, serta di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban di Jawa Timur.

Read More

Raja Jawa yang tak Takut kepada Penjajah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kerajaan Mataram Islam berada di puncak kejayaan saat dipimpin Sultan Agung. Raja Jawa tersebut dikenal tak tunduk kepada penjajah dari negeri Eropa: Belanda. Sultan Agung adalah raja dari Kerajaan Mataram yang berkuasa pada tahun 1613-1646. Ia memiliki ambisi besar untuk mempersatukan Pulau Jawa sehingga untuk memenuhi keinginan kuatnya tersebut dia mulai menaklukan wilayah sekitar kerajaan hingga ke daerah yang lebih jauh. Tak hanya di wilayah tengah Jawa saja, gerakan ekspansi Mataram juga hingga ke tanah Pasundan. Bahkan dia berambisi menaklukkan Batavia yang saat itu dikuasai VOC dan mencoba menaklukkan Banten. Dua kekuatan itu belum bisa ditaklukkan hingga Sultan Agung lengser. Dari dua kekuatan tersebut, hadirnya VOC yang saat itu sebagai penguasa di Batavia menjadi kendala terbesar bagi Sultan Agung. Bahkan dari dua kali penyerbuan, Pasukan Mataram tak bisa menembus Benteng Batavia. Pada 1628 dan 1629, Pasukan Mataram yang menyerbu Batavia gagal total setelah semangat juang pasukan Mataram turun drastis lantaran kehabisan bahan makanan. Salah satu lumbung pangan di Tegal dan Cirebon dihancurkan dan dibakar kompeni, sehingga pasukan Mataram kelaparan hingga banyak yang meninggal dunia. Saat itu banyak prajurit Mataram meninggalkan medan perang untuk mencari makanan ke hutan-hutan. Keadaan ini diperparah dengan ditolaknya permintaan bantuan bahan makanan kepada Banten. Kekurangan bahan makanan yang tidak bisa diatasi tersebut, membuat Sultan Agung terpaksa menarik mundur pasukan Mataram dari medan perang. Kisah Raja Jawa yang tak Takut BelandaNama asli Sultan Agung Hanyokrokusumo yang lahir pada 1593 dan wafat pada 1645) adalah Raden Mas Jatmika. Dia dikenal dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Sultan Agung merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Sultan Agung naik takhta pada tahun 1613 dalam usia 20 tahun dan dikenal sebagai salah satu raja yang berhasil membawa kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada 1627, tepatnya setelah empat belas tahun Sultan Agung memimpin kerajaan Mataram Islam. Pada masa pemerintahan Sultan Agung daerah pesisir seperti Surabaya dan Madura berhasil ditaklukan. Di bawah pemerintahannya, wilayah kekuasaan Mataram Islam meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat. Kehadiran Sultan Agung sebagai penguasa tertinggi, membawa Kerajaan Mataram Islam kepada peradaban kebudayaan pada tingkat yang lebih tinggi. Sebagai seorang raja, Sultan Agung memiliki berbagai keahlian. Mulai dari bidang militer, politik, ekonomi, sosial dan budaya,yang menjadikan peradaban kerajaan Mataram pada tingkat yang lebih tinggi. Sultan Agung merupakan penguasa lokal pertama yang secara besar-besaran melakukan perlawanan dengan Belanda yang kala itu hadir lewat kongsi dagang VOC (Vereenigde Ooos Indische Compagnie). Perlawanan Sultan Agung terhadap VOC di Batavia dilakukan pada tahun 1628 dan 1629. Sultan Agung melakukan perlawanan karena dia menyadari kehadiran VOC di Batavia dapat membahayakan hegemoni kekuasaan Mataram Islam di Pulau Jawa. Saat itu kekuasaan Mataram Islam meliputi hampir seluruh Jawa dari Pasuruan sampai Cirebon. Sementara saat itu VOC telah menguasai beberapa wilayah seperti di Batavia. Selain itu, kehadiran VOC akan menghambat penyebaran agama Islam di Jawa yang dilakukan Sultan Agung. Sultan Agung memiliki prinsip untuk tidak penah bersedia berkompromi dengan VOC maupun penjajah lainnya. Namun serangan Mataram Islam terhadap VOC yang berkedudukan di Batavia mengalami kegagalan disebabkan tentara VOC membakar lumbung persediaan makanan pasukan kerajaan Mataram Islam.

Read More

Lebih dari 3.000 Orang Menjadi Mualaf di Uni Emirat Arab

Riyadh — 1miliarsantri.net : Lebih dari 3.000 penduduk dan pengunjung di Uni Emirat Arab (UEA) memeluk Islam di paruh pertama 2024. Statistik mengejutkan tersebut disampaikan oleh Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal di Dubai, yang diwakili oleh Pusat Kebudayaan Islam Mohammed Bin Rashid. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan akan minat pada agama Islam dan upaya yang dilakukan untuk mengenalkan ajaran-ajaran Islam pada masyarakat. “Lebih dari 3.000 orang memeluk Islam menandakan keberhasilan upaya kami dalam mempromosikan pesan toleransi dan pemahaman yang disampaikan oleh agama mulia kami,” terang Direktur Eksekutif Sektor Urusan Islam, Dr Omar Mohammed Al Khateeb, seperti dikutip dari Gulf Today, Sabtu (31/8/2024). Omar Mohammed menambahkan, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik namun mewakili transformasi dalam kehidupan masyarakat dan keinginan mereka untuk mengadopsi nilai-nilai perdamaian dan cinta kasih. “Di Pusat Kebudayaan Islam Mohammed Bin Rashid, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada semua mualaf baru melalui program pendidikan komprehensif yang dirancang untuk menawarkan pemahaman Islam yang mendalam dan menyeluruh. Kami juga berdedikasi untuk memfasilitasi adaptasi dan integrasi mereka. ke masyarakat dengan menyediakan sumber daya dan bimbingan yang diperlukan.” sambungnya. Omar mencatat bahwa Pusat Kebudayaan Islam Mohammed Bin Rashid terus melakukan serangkaian inisiatif dan acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran beragama dan mendorong keterlibatan positif dengan masyarakat.

Read More

Penaklukan yang Sukses Ini Pernah Dinubuatkan Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW pernah menubuatkan beberapa penaklukan penting dalam sejarah Islam. Rasulullah telah menyatakan terlebih dahulu berbagai penalukan yang akan terjadi di masa depan, yang kemudian terbukti benar. Nubuat Rasulullah tentang penaklukan yang sukses dilakukan umat Islam telah dijelaskan dalam hadits berikut ini: عن جابر بن عبدالله قال إنه أثناء حفر الخندق خارج المدينة لصد جيش مقبل، عرض لنا صخرة في مكان من الخندق لا تأخذ فيها المعاول، وقد أصاب النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه جهد شديد حتى ربط النبي صلى الله عليه وسلم على بطنه حجرا من الجوع، قال فشكوا إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم فجاء رسول الله صلى الله عليه و سلم قال عوف وأحسبه قال وضع ثوبه ثم هبط إلى الصخرة فأخذ المعول فقال بسم الله فضرب ضربة فكسر ثلث الحجر وقال الله أكبر أعطيت مفاتيح الشام والله انى لأبصر قصورها الحمر من مكاني هذا ثم قال بسم الله وضرب أخرى فكسر ثلث الحجر فقال الله أكبر أعطيت مفاتيح فارس والله انى لأبصر المدائن وأبصر قصرها الأبيض من مكاني هذا ثم قال بسم الله وضرب ضربة أخرى فقلع بقية الحجر فقال الله أكبر أعطيت مفاتيح اليمن والله انى لأبصر أبواب صنعاء من مكاني هذا. عن أبي ذر(رضي الله عنه) أن الرسول صلى الله عليه وسلم قال: ستفتحون مصر، وهي أرض يسمى فيها القيراط، فاستوصوا بأهلها خيرا، فإن لهم ذمة ورحما، فإذا رأيت رجلين يقتتلان في موضع لبنة فاخرج منها” Artinya: (Dari Jabir bin Abdullah, dia mengatakan bahwa ketika menggali parit di luar kota untuk mengusir tentara yang mendekat, dia menunjukkan kepada kita sebuah batu di suatu tempat di parit yang tidak bisa diambil dengan sekop, dan para sahabatnya begitu kelelahan hingga Nabi Muhammad SAW mengikatkan batu ke perutnya karena lapar dan memberinya kedamaian, dan Rasulullah SAW datang. Dia berkata, ‘Beliau mengenakan bajunya, lalu turun ke batu dan mengambil beliung (kapak).’ Beliau berkata, ‘Bismillah’ dan beliau memukul, memecahkan sepertiga dari batu itu, dan berkata, ‘Allahu Akbar aku diberi kunci Syam, dan demi Allah, saya bisa melihat istana merahnya dari tempat ini’. Kemudian beliau berkata, “Bismillah”, dan memukul lagi, memecahkan sepertiga dari batu itu. Beliau berkata, “Allahu Akbar, aku telah diberikan kunci ke Persia. Demi Allah, saya dapat melihat kota-kota dan melihat istana putihnya.” Kemudian dia berkata, “Bismillah,” dan memukul lagi, merobohkan sisa batu itu, “Allahu Akbar, saya telah diberikan kunci ke Yaman. Demi Allah, saya bisa melihat gerbang Sana’a dari tempat saya ini.” Dari Abu Dzar ra, sesungguhnya Rasulullah SAW juga bersabda: ‘Kalian akan menaklukkan Mesir, yang merupakan tanah di mana Qirat disebut, jadi bersikap baiklah kepada rakyatnya, karena mereka memiliki komitmen dan kasih sayang. Jika kalian melihat dua orang laki-laki berkelahi di tempat batu bata, keluarlah dari sana’). Nubuwat Rasulullah di atas disampaikan saat Perang Khandaq yang terjadi pada tahun 627 Masehi (5 Hijriah). Apa yang Rasulullah kabarkan dalam hadits ini terjadi beberapa waktu kemudian. Negeri pertama yang berhasil ditundukkan adalah Yaman. Penaklukan Yaman oleh umat Islam merupakan bagian dari ekspansi Islam yang terjadi pada era Nabi Muhammad SAW. Penaklukan ini berlangsung pada masa pemerintahan gubernur Yaman saat itu, Badzan bin Sasan. Awalnya, Badzan menerima surat dari Raja Persia yang menolak ajakan Rasulullah, Kisra Abrawiz. Isinya, raja yang mengaku Tuhan itu menginstruksikan agar Badzan menangkap dan membawa Nabi Muhammad SAW kepadanya. Namun, Badzan justru sedikit tertarik pada ajaran tauhid, walakin ia masih ragu-ragu meninggalkan agama Majusi. Dia lalu berpesan kepada utusannya, jika betul wahyu yang disampaikan Nabi Muhammad SAW bahwa Kisra meninggal, maka dia akan memeluk Islam. Satu setengah bulan kemudian, datanglah utusan dari istana Persia ke Sana’a (Yaman) yang mengabarkan kematian Kisra tepat pada waktu yang telah diramalkan sebelumnya oleh Rasulullah SAW. Penguasa kafir itu beserta saudara-saudaranya tewas ditikam anaknya sendiri yang bernama Syiraweh. Setelah menerima kabar tersebut, Badzan bin Sasan mengumumkan beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Seluruh rakyatnya kemudian mengikutinya, mengucapkan dua kalimat syahadat. Sejak saat itu, Yaman berada dalam naungan kedaulatan Islam. Penaklukan negeri Syam oleh umat Islam merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Penaklukan Syam berlangsung sekitar 6-7 tahun, dimulai tahun 12 Hijriyah era khilafah Abu Bakar hingga tahun 19 Hijriyah pada masa Khalifah Umar. Sebelum penaklukan Islam, Syam merupakan bagian dari Kekaisaran Bizantium, salah satu kekaisaran terbesar di dunia pada saat itu. Syam memiliki populasi yang cukup besar, termasuk komunitas Kristen dan Yahudi, serta merupakan pusat perdagangan dan budaya yang penting. Damaskus adalah salah satu kota pertama yang ditaklukkan oleh pasukan Muslim. Setelah pertempuran sengit, kota ini akhirnya menyerah dan menjadi salah satu pusat administrasi dan militer utama umat Islam di Syam. Pada awal abad ke-7, Persia berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Sassaniyah, yang saat itu merupakan salah satu kekaisaran terbesar dan paling kuat di dunia. Namun, Sassaniyah mengalami penurunan kekuatan akibat konflik internal, perang yang berlarut-larut dengan Kekaisaran Bizantium, serta pergolakan sosial dan ekonomi di dalam negeri.

Read More