Pasar EdTech Meroket: USD 3 Miliar Jadi USD 9 Miliar di 2033
Malang – 1miliarsantri.net : Seiring dengan percepatan transformasi digital di sektor pendidikan, edtech menjadi istilah yang semakin sering disebut sebagai masa depan pembelajaran. Pasar edtech global diyakini akan berkembang dari angka yang relatif kecil, misalnya USD 3 miliar di beberapa segmen regional menjadi pertumbuhan eksponensial hingga USD 9 miliar atau bahkan lebih di tahun 2033. Transformasi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi soal perubahan budaya belajar, kebijakan pemerintah, dan daya inovasi pelaku pendidikan digital. Mengapa edtech bisa tumbuh begitu pesat dan bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan momentum tersebut? Apa Pemicu Lonjakan Pasar Pertumbuhan Edtech? Pertumbuhan pasar edtech didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, pandemi COVID19 memaksa institusi pendidikan beralih ke pembelajaran jarak jauh dan hybrid, sehingga meningkatkan adopsi platform edtech. Kedua, semakin meluasnya akses internet dan jaringan seluler yang cepat memberikan peluang besar bagi solusi pembelajaran digital menjangkau daerah terpencil dan populasi kurang terlayani. Ketiga, munculnya teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan adaptive learning semakin memikat pengguna. Edtech kini bukan hanya soal video pelajaran, tetapi pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Keempat, investor global dan lokal mulai memasukkan edtech dalam daftar prioritas portofolionya karena potensi pertumbuhan yang tinggi. Peluang dan Hambatan Edtech di Indonesia Indonesia sebagai negara dengan populasi muda yang besar memiliki peluang besar pada industri edtech. Permintaan akan pembelajaran fleksibel, kelas online, kursus keterampilan, dan solusi belajar tambahan terus meningkat. Aplikasi pembelajaran bahasa, persiapan ujian, hingga pelatihan vokasi sudah mulai ramai digunakan.


