Hari Santri 2025: Menag Canangkan Direktorat Eselon I Khusus Pesantren

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi momen penting bagi dunia pesantren di Indonesia. Dalam acara pembukaan Hari Santri yang digelar Kementerian Agama (Kemenag), Menteri Agama (Menag) Nazaruddin Umar mengumumkan rencana pembentukan Direktorat Eselon I khusus pesantren. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Menag, pesantren memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa serta pembangunan moral dan spiritual masyarakat Indonesia. Karena itu, penguatan struktur kelembagaan di Kemenag yang secara khusus menangani urusan pesantren dinilai sangat mendesak. “Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan. Ia adalah pusat pembentukan karakter, moralitas, dan bahkan ekonomi umat. Karena itu, sudah saatnya pesantren memiliki direktorat khusus di tingkat Eselon I yang fokus mengurus kebijakan, program, dan pengembangannya,” ujar Nazaruddin Umar saat membuka peringatan Hari Santri 2025 di Jakarta, seperti dikutip dari Kemenag.go.id Pesantren Sebagai Pilar Pendidikan dan Kebangsaan Sejak dulu, pesantren telah menjadi bagian penting dari sistem pendidikan Indonesia. Lembaga ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter mandiri, tangguh, dan berjiwa kebangsaan. Menag menilai bahwa penguatan pesantren akan membantu menciptakan keseimbangan antara spiritualitas, intelektualitas, dan kemandirian ekonomi santri. “Santri hari ini adalah penerus ulama masa depan. Maka, pesantren harus diperkuat bukan hanya secara fisik, tapi juga secara kelembagaan agar mampu menghadapi tantangan zaman,” tutur Menag. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung pesantren, seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan alokasi dana abadi pesantren. Namun, Nazaruddin Umar menilai bahwa dukungan struktural di tingkat pusat masih perlu diperkuat agar koordinasi dan implementasi kebijakan lebih efektif. Baca juga: Pemerintah Tanggapi Isu Dapur Fiktif dalam Program MBG Rencana Pembentukan Direktorat Khusus Pesantren Pembentukan Direktorat Eselon I ini nantinya akan menjadi lembaga tertinggi di bawah Kementerian Agama yang fokus pada urusan pesantren. Selama ini, urusan pesantren berada di bawah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) yang masih termasuk dalam Ditjen Pendidikan Islam. Dengan adanya direktorat khusus, diharapkan pengelolaan pesantren menjadi lebih fokus dan terkoordinasi, mulai dari pengembangan kurikulum, kesejahteraan guru dan santri, hingga digitalisasi administrasi pesantren. “Kami ingin memastikan bahwa kebijakan terhadap pesantren tidak sekadar bersifat administratif, tetapi substantif. Direktorat ini nantinya akan mengawal transformasi pesantren menjadi lembaga pendidikan yang modern tanpa kehilangan ruh keislamannya,” jelas Menag. Selain itu, rencana ini juga sejalan dengan semangat Hari Santri 2025 yang mengusung tema ‘Santri Mandiri, Pesantren Maju, Indonesia Berdaya’. Tema ini menegaskan bahwa kemandirian pesantren harus menjadi pilar bagi kebangkitan ekonomi umat dan ketahanan sosial bangsa.

Read More

Menteri Keuangan Purbaya Tentang Usulan ‘Family Office’ Luhut : Ya Bangun Saja Sendiri

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak penggunaan APBN untuk membiayai skema family office yang diusulkan Luhut. Jakarta – 1miliarsantri.net: Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, tentang pembentukan “Famili Office”, yang telah lama diinisiasi oleh mantan Menko Marvest itu. Wacana pembentukan family office di Indonesia kembali menuai sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap penggunaan dana APBN untuk proyek tersebut. Usulan pembentukan family office (kantor keluarga atau manajemen kekayaan ultra-kaya) di Indonesia telah lama mengemuka, terutama melalui peran Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), sebagaimana dikutip dari finance.detik.com. Konsep ini dirancang sebagai pusat keuangan atau Wealth Management Consulting (WMC) yang melayani individu dan keluarga dengan aset besar, dan diharapkan menarik dana investasi luar negeri masuk ke dalam negeri. Rencana konkret menyebutkan Bali sebagai lokasi potensial untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) pusat keuangan + family office. Namun, pertanyaan muncul: dari mana sumber dana pembangunan dan operasionalnya? Inilah yang memicu respons dari Menteri Keuangan Purbaya. Pernyataan Tegas Menteri Keuangan Purbaya: “Bangun Sendiri, Tak Gunakan APBN” Dalam pernyataannya kepada wartawan (13 Oktober 2025), Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah pusat tidak akan mengalihkan dana APBN untuk mendanai berdirinya family office seperti yang diusulkan. Purbaya mengatakan: “Biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana.” Ia menegaskan komitmen pada prinsip anggaran yang tepat waktu, tepat sasaran, dan tanpa kebocoran. Selain itu, ia juga menyatakan belum terlalu memahami sepenuhnya konsep family office yang diusulkan, meskipun Luhut sering membahasnya. Dengan demikian, Purbaya menolak penggunaan dana publik untuk proyek tersebut dan mengalihkan tanggung jawab kepada DEN atau pihak swasta.

Read More

Pemerintah Tanggapi Isu Dapur Fiktif dalam Program MBG

Indramayu – 1miliarsantri.net : Pemerintah menanggapi isu dapur fiktif dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang beberapa waktu terakhir viral di media sosial. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang terjadi di beberapa daerah, sekaligus menegaskan bahwa kasus ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah. “Pertama-tama, atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional (BGN), kami memohon maaf karena telah terjadi kasus yang tentu saja bukan sesuatu yang kami harapkan dan bukan suatu kesengajaan,” kata Prasetyo saat konferensi pers, dilansir dari YouTube Merdeka Dotcom. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BGN serta pemerintah daerah untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak menerima penanganan secepat dan sebaik mungkin. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan, termasuk mitigasi dan perbaikan agar masalah serupa tidak terulang di kemudian hari. Prasetyo menekankan pentingnya keterbukaan dan koordinasi antara pemerintah pusat, BGN, dan daerah untuk menjaga kualitas program MBG. Baca juga: Ekspor Nikel RI ke China Capai US$ 2,73 Miliar, Tantangan Diversifikasi Masih Mengemuka Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Terkait isu temuan ribuan titik dapur fiktif yang ramai dibicarakan di media sosial dan diangkat oleh anggota DPR, Prasetyo menyatakan pemerintah akan memeriksa dan menindaklanjuti laporan tersebut. “Nanti kami cek juga dengan BGN,” ujarnya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. Selain itu, pemerintah juga menanggapi usulan DPR untuk mengalihkan program MBG menjadi pemberian uang tunai kepada orang tua penerima. Prasetyo menyebut bahwa sejak awal banyak ide yang diajukan terkait program ini, dan tidak berarti satu ide lebih baik dari yang lain. Pemerintah tetap menilai bahwa konsep yang saat ini dijalankan oleh BGN merupakan metode terbaik untuk saat ini, namun tetap akan terus diperbaiki berdasarkan catatan evaluasi. Mengenai penerapan sanksi, Prasetyo menyatakan bahwa apabila ditemukan kelalaian atau kesengajaan dalam pelaksanaan SOP oleh SPBG, sanksi akan diberikan kepada pihak terkait. Namun, sanksi ini diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu operasional program dan tetap memastikan penerima manfaat mendapatkan MBG.

Read More

Relawan SPPG Ceger 01–Cipayung 02 Tingkatkan Kompetensi Lewat Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji di Jakarta Timur

Relawan SPPG Ceger 01–Cipayung 02 ikuti pelatihan keamanan pangan siap saji di Puskesmas Cipayung untuk wujudkan layanan masyarakat yang sehat dan higienis. Jakarta Timur — 1miliarsantri.net: Sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan sosial dan kesehatan masyarakat, Relawan SPPG Ceger 01–Cipayung 02 mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji yang digelar di Aula Lantai 4 Puskesmas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini dihadiri oleh puluhan relawan yang terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, yakni Ibu Nesya yang menyampaikan materi secara daring melalui Zoom Meeting, serta dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur — dr. Emma, Bapak Sukadi, dan Bapak Faris. Baca Juga : Breaking News : Peringatan Dini Tsunami SULUT dan PAPUA Pentingnya Keamanan Pangan untuk Kesehatan Masyarakat Dalam sesi materi, para narasumber menegaskan bahwa keamanan pangan adalah pilar utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Setiap relawan yang berperan dalam pengolahan dan pendistribusian makanan harus memahami prinsip higienitas, kebersihan, dan standar gizi yang tepat. Selain teori, peserta juga mendapatkan edukasi praktis mengenai standar operasional makanan siap saji — mulai dari cara penyimpanan bahan baku, teknik memasak aman, hingga distribusi sesuai ketentuan kesehatan. Materi juga membahas pencegahan kontaminasi, penggunaan bahan tambahan yang aman, serta kebersihan diri dan peralatan dapur. Baca Juga : Jumat Hari yang Istimewa Bagi Umat Islam — Keberkahan dan Keistimewaan yang Sering Kita Lupakan Apresiasi dan Dukungan untuk Relawan Ketua SPPG Ceger 01–Cipayung 02, Ibu Wahyu Armadhea Putri, S.Sos, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan Sudinkes Jakarta Timur atas dukungannya dalam membina para relawan.

Read More

Breaking News : Peringatan Dini Tsunami SULUT dan PAPUA

Jakarta – 1miliarsantri.net: Gempa kembali mengguncang wilayah Indonesia. Gempa dengan kekuatan 7,6 SR dengan peringatan dini tsunami di Sulut dan Papua, dikutip dari channel Telegram resmi InaTEWS_BMKG, pagi ini Kamis 10 Oktober 2025. TELAH TERJADI GEMPA BUMI DENGAN PARAMETER SEMENTARA SEBAGAI BERIKUT: Kekuatan : 7.6 SRTanggal : 10-Oct-2025Waktu Gempa : 08:43:58 WIBGaris Lintang : 7.34 LUGaris Bujur : 126.87 BTKedalaman : 56 Km Lokasi : Mindanao, PhilippinesKeterangan : 287 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT371 km TimurLaut MELONGUANE-SULUT441 km TimurLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT689 km TimurLaut MANADO-SULUT2686 km TimurLaut JAKARTA-INDONESIA Evaluasi: BERPOTENSI TERJADI TSUNAMI DI WILAYAH:

Read More

Musala Pondok Ambruk di Sidoarjo, Bayang Keemasan Cordoba yang Terlupakan

Sidaorja – 1miliarsantri.net | KETIKA lantai musala di komples Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo ambruk saat waktu salat, bukan hanya beton yang patah — tetapi juga rasa aman, kepercayaan, dan martabat lembaga pendidikan Islam bisa ikut terguncang. Peristiwa tragis itu tak sekadar menggores duka, tetapi menelanjangi satu kenyataan getir: bahwa membangun tempat ibadah dan thalabul ilmi tak cukup dengan niat baik, melainkan harus ditegakkan di atas ilmu, amanah, dan tanggung jawab profesional. Pondasi yang Lemah, Nilai yang Runtuh Analisis teknis menunjukkan bahwa ambruknya musala disebabkan oleh kombinasi kegagalan struktural: fondasi yang lemah, desain penopang yang tak memadai, dan penambahan beban pengecoran yang melampaui kapasitas struktur. Lebih buruk lagi, bangunan tersebut berdiri tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tanpa pengawasan ahli sipil bersertifikat. Diduga pula bahwa pengecoran belum cukup matang saat diberi beban tambahan — membuat struktur rapuh meski tampak kokoh di luar. Namun di balik setiap kesalahan teknis, tersimpan kegagalan moral. Ketika efisiensi biaya lebih diutamakan daripada keselamatan, maka yang roboh bukan sekadar dinding, tapi nilai amanah yang menjadi ruh pendidikan Islam. Dalam pandangan syariat, setiap kelalaian yang menelan nyawa bukan sekadar keteledoran, tetapi juga dosa sosial yang menodai makna tanggung jawab. Tatapan Dunia dan Nama Baik yang Diuji Tak butuh waktu lama, berita itu menembus sekat wilayah dan waktu. Media massa mainstream nasional seperti Kompas dan Tempo, melaporkan insiden itu secara luas dan beruntun. Di beberapa portal media massa besar internasional seperti Al Jazeera, The Associated Press dan Reuters, berita serupa muncul dengan judul menyedihkan: collapse of an Islamic boarding school building in Indonesia. Dunia menatap, dan yang tampak bukanlah cahaya ilmu para santri, melainkan reruntuhan kelalaian manusia. Persepsi ini menyakitkan. Sebab pesantren sejatinya adalah benteng amanah dan etika, bukan simbol kerapuhan tata kelola. Ketika bangunan rumah ibadah dan madrasah runtuh karena human error, maka yang retak bukan hanya bangunannya, tetapi juga bisa dalam hal kepercayaan umat terhadap profesionalitas lembaga Islam di tanah air. Bayang-Bayang Keemasan Arsitektur Islam Ironisnya, umat Islam yang dahulu dikenal membangun masjid megah di Cordoba, madrasah megah di Baghdad, dan universitas berwibawa di Fez dan Kairo, kini justru kehilangan ruh keahlian dan kehati-hatian itu. Pada masa keemasan Islam, arsitek dan insinyur Muslim menggabungkan iman, ilmu, etika dan estetika dalam satu kesatuan yang utuh. Kubah, menara, dan jendela bukan sekadar ornamen — melainkan hasil perhitungan ilmiah yang memuliakan Sang Pencipta. Bangunan mereka berdiri berabad-abad karena adanya kejujuran teknik dan kesungguhan niat. Mereka membangun bukan untuk cepat jadi, tapi untuk tahan diuji. Sementara kini, banyak proyek pembangunan lembaga Islam terjebak dalam logika praktis: murah, cepat, dan tampak megah — meski rapuh dari dalam. Dari Reruntuhan Menuju Kesadaran Baru

Read More

Tragedi Robohnya Musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny ; Cahaya Ilmu di Tengah Ujian Kehidupan

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Pondok pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo  telah lama dikenal sebagai salah satu pesantren yang berperan penting dalam mencetak generasi muda berakhlak mulia dan berwawasan luas. Di tempat ini, ratusan santri menimba ilmu agama sekaligus membentuk karakter yang tangguh. Musibah robohnya musala tiga lantai di Pondok Pesantren Al-Khoziny yang terjadi pada Senin (29/09) sore, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban santri. Tak kurang 38 orang santri terjebak di bawah reruntuhan gedung dan dilaporkan belum ditemukan hingga Selasa (30/09). Tim SAR gabungan saat ini berpacu dengan waktu, mengingat terdapat periode krusial atau golden time. Data sementara mencatat total ada 98 santri jumlah korban luka-luka yang dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar dan RS Delta Surya. Setidaknya tiga santri meninggal dunia, akibat robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo. Sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap cobaan, selalu hadir bersama hikmah bagi seorang muslim. Sesiapapun dari kita pasti akan diuji dengan berbagai cobaan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155-157 yang berbunyi: “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mengucapkan : “inna lillahi wa innaa ilaihi rojiuun”.” Keberadaan pesantren ini bukan hanya tempat belajar, melainkan juga wadah pembinaan spiritual yang menguatkan nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat. Peran Penting Pondok Pesantren Al-Khoziny dalam Pendidikan Islam Pondok pesantren Al-Khoziny selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan yang konsisten dalam menjaga tradisi Islam. Bagi santri, pesantren tidak hanya tempat menuntut ilmu, melainkan juga menjadi rumah kedua yang membentuk kepribadian mereka. Kurikulum yang diterapkan di dalamnya mencakup pembelajaran Al-Qur’an, hadis, fiqih, dan ilmu agama lainnya, yang dilengkapi dengan pendidikan karakter sehari-hari. Selain itu, Pondok pesantren Al-Khoziny juga menekankan pentingnya kebersamaan. Santri diajarkan untuk hidup sederhana, mandiri, serta saling tolong-menolong. Nilai-nilai inilah yang menjadikan lulusan pesantren tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang luas, tetapi juga siap menghadapi tantangan sosial di masyarakat nantinya. Dengan demikian, pesantren ini telah memberikan kontribusi besar dalam membangun generasi muslim yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya guna. Musibah dan Solidaritas untuk Pondok Pesantren Al-Khoziny

Read More

Presiden Prabowo Gelar Rapat Bahas MBG dan Program Strategis Usai Lawatan Luar Negeri

Presiden Prabowo gelar rapat di Kertanegara bahas Program MBG, ketahanan pangan, kesehatan gratis hingga pembangunan strategis usai lawatan luar negeri. Jakarta – 1miliarsantri.net: Sekembalinya dari luar negeri dalam rangkaian kunjungan kerja kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu petang (28/9). Rapat yang berlangsung sekitar dua jam itu digelar segera setelah Presiden Prabowo kembali dari lawatan luar negeri. Meski bertepatan dengan hari libur, pertemuan tersebut menunjukkan komitmen Presiden dalam memastikan jalannya program prioritas pemerintah tetap sesuai rencana dan tepat sasaran. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa salah satu topik utama yang dibahas adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini kembali mendapat sorotan karena dinilai sangat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. “Salah satu yang menjadi pembahasan utama adalah mengenai Program Makan Bergizi Gratis, terkait langkah terbaik dan evaluasi agar program ini dapat berjalan baik sesuai dengan yang direncanakan dan tepat sasaran,” ujar Seskab Teddy. Presiden Beri Arahan Teknis dan Detil Mengutip setkab.go.id, Teddy menuturkan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan yang sangat teknis terkait implementasi MBG. “Presiden Prabowo memberikan petunjuk-petunjuk yang sangat detil, bahkan sangat teknis, misalnya berkenaan dengan masalah kedisiplinan, prosedur, terutama masalah kebersihan,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan perhatian Presiden tidak hanya pada aspek kebijakan besar, tetapi juga hingga ke level operasional lapangan. Selain membahas MBG, rapat tersebut juga menyinggung sejumlah program strategis pemerintah di berbagai sektor. Di antaranya adalah ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, energi, kelautan, program Desa Nelayan, penguatan Koperasi Desa, serta pembangunan Tanggul Laut Pantai Utara Jawa.

Read More

Ustadz Abdul Somad Tekankan Toleransi Di Mabes Polri, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

Jakarta – 1miliarsantri.net: Ada yang istimewa di Mabes Polri dengan kehadiran Ustadz Abdul Somad, da’i internasional yang dikenal dengan sapaan UAS memberikan ceramah di Mabes Polri, menekankan pentingnya toleransi beragama, penguatan mental, dan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat. UAS menyampaikan pesan penting tentang toleransi beragama dalam ceramahnya di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2025). Dalam kesempatan tersebut, UAS menegaskan bahwa menjaga toleransi adalah kunci untuk memperkuat persatuan di Indonesia. Pentingnya Kekuatan Mental dan Amanah Dalam Menjalankan Tugas Pada kesempatan itu, selain menyoroti tentang toleransi, ustad yang pernah mengenyam pendidikan di Mesir dan Maroko juga mnenekankan pentingnya kekuatan mental dan amanah dalam menjalankan tugas. Sebagai tokoh agama, ia mengajak seluruh anggota Polri untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam pengabdian kepada masyarakat. “Saya menyampaikan sesuai dengan kapasitas saya sebagai guru, dosen, dan pendidik. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini bisa memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat,” terangnya. Kapolri: Kegiatan Ini Untuk Perkuat Sinergi Polri-Ulama

Read More

Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional Resmi Dibuka Menteri Agama, Ini Makna Logo Hari Santri Nasional 2025

Menteri Agama Secara Resmi Membuka Rangkaian Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Jombang – 1miliarsantri.net: Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 telah secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, 22 September 2025. Dalam kesempatan pembukaan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025, Menteri Agama juga mengungkapkan rencana pemerintah terkait penguatan pondok pesantren. Kemenag akan menghadirkan Eselon I untuk menggantikan Eselon II dalam mengurus pondok pesantren. “Selama ini pondok pesantren diurus eselon II. Insya Allah, dalam waktu tidak lama lagi akan keluar ketetapan untuk menjadikannya diurus oleh satu eselon I tersendiri,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jombang, Jawa Timur, Senin (22/9/2025). Kemandirian Pesantren dan Kuatnya Pesantren Menunjukan Kekuatan Bangsa Nasarudin mengatakan, pesantren sejak dulu dikenal mandiri. “Kemandirian ini tidak boleh hilang. Namun, bukan berarti pemerintah lepas tangan. Buktinya, kita punya Undang-Undang Pesantren dan sekarang sedang dalam proses penguatan kelembagaan,” dikutip dari Kemenag.Go.Id Lebih lanjut Menag menambahkan, pemilihan Ponpes Tebuireng sebagai lokasi pembukaan Hari Santri 2025 penuh makna. “Di sinilah dimulai Resolusi Jihad yang kemudian menjadi cikal bakal Hari Santri. Tahun ini kita mengenang satu dasawarsa pengakuan negara terhadap santri,” terang Nasarudin. “Kalau pesantren kuat, bangsa ini juga akan kuat,” tegas Menag.

Read More