Memperingati Hari Santri Nasional 2025: Cerita Santri yang Selamat dari Runtuhnya Ponpes Al Khoziny

Bekasi – 1miliarsantri.net: Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober menjadi bukti bahwasannya santri menjadi simbol penting dalam menyebarkan nilai-nilai islam rahmatan lil alamin, serta menegaskan peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa. Pesantren, Wadah Orang Tua dalam Menghindari Jurang Keburukan Berbicara tentang pesantren, tidak sedikit orang tua di Indonesia memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di pesantren. Alasan yang paling sering ditemui adalah kekhawatiran akibat perkembangan zaman diiringi dengan teknologi yang semakin maju sehingga mengubah hampir seluruh lini kehidupan manusia. Teknologi yang tidak dipergunakan dengan bijak seringkali menyeret banyak orang, khususnya anak-anak yang sejatinya masih memerlukan banyak bimbingan dalam kehidupannya. Pergaulan yang semakin tak mengenal batas, banyaknya kemaksiatan akibat emosi labil dari anak-anak yang menginjak remaja juga menjadi faktor para orang tua memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di pesantren. Harapan orang tua tentunya ingin melihat anak-anaknya tidak hanya sukses di dunia namun juga di akhirat, dengan berbekal ilmu yang diajarkan di pesantren menjadi upaya para orang tua menjadikan pesantren sebagai wadah dalam menghindari jurang keburukan yang mengintai anak-anaknya. Seorang anak yang masuk pesantren nantinya akan dibekali oleh berbagai ilmu dan kebaikan di dalamnya, seperti berikut ini: Point-point tersebut merupakan nilai-nilai kebaikan yang akan didapatkan oleh anak-anak yang mondok di pesantren. Namun, di luar dari nilai-nilai kebaikan tersebut, terdapat sisi lain yang juga perlu diperhatikan mengenai keamanan para santri di pondok pesantren, seperti kejadian runtuhnya bangunan salah satu pondok pesantren di daerah Sidoarjo, Jawa Timur. Baca juga: Kesaksian Mengerikan Aktivis Global Sumud Flotilla (GSF): Disiksa, Dipaksa Berlutut, hingga Diperlakukan Seperti Binatang di Tahanan Israel Insiden Pesantren Al Khoziny, Bangunan Runtuh dalam Sekejap Baru-baru ini, kejadian runtuhnya salah satu bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa timur menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan juga bagi santri yang berhasil selamat dari kejadian tersebut.

Read More

Santri Asal DKI Jakarta Tembus Final MQK Internasional 2025

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Kabar membanggakan datang dari dunia pesantren Indonesia. Seorang santri asal DKI Jakarta berhasil menembus babak final Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional 2025, ajang bergengsi yang mempertemukan para pembaca kitab kuning terbaik dari berbagai negara. Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri Indonesia mampu bersaing di kancah global dan mengharumkan nama bangsa melalui penguasaan literatur keislaman klasik. Dilansir dari Kemenag DKI Jakarta, peserta asal DKI tersebut berhasil melewati serangkaian seleksi ketat yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Mesir. Kompetisi ini menjadi ajang untuk menilai kemampuan membaca, memahami, dan menjelaskan isi kitab kuning, warisan intelektual Islam yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren. Kebanggaan Santri Indonesia di Pentas Dunia Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani, mengapresiasi capaian luar biasa santri DKI yang berhasil menembus babak final. Menurutnya, prestasi ini tidak hanya membanggakan DKI Jakarta, tetapi juga menjadi representasi kualitas pesantren Indonesia di tingkat internasional. “Santri kita menunjukkan bahwa penguasaan kitab kuning tidak kalah dengan negara lain. Ini adalah bukti nyata bahwa pesantren Indonesia memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan terus berkembang,” ujar Ramdhani dalam keterangannya. MQK Internasional 2025 diselenggarakan secara hybrid di bawah koordinasi Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan beberapa lembaga keislaman dunia. Ajang ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga mengasah daya pikir kritis, argumentasi ilmiah, dan kemampuan bahasa Arab peserta. Santri asal DKI Jakarta tersebut menonjol berkat ketepatan membaca, keluwesan menjelaskan makna teks, serta argumentasi mendalam saat menjawab pertanyaan juri. “Ia tampil sangat percaya diri dan memahami konteks kitab dengan baik. Ini menunjukkan kualitas pendidikan pesantren di Jakarta semakin meningkat,” ujar salah satu juri asal Universitas Al-Azhar, Mesir. Baca juga: Rocky Gerung Wanti-Wanti Presiden Prabowo Soal Ancaman Civil Disobedience Jika Demokrasi Diabaikan Peran MQK dalam Menguatkan Tradisi Intelektual Pesantren Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) merupakan ajang yang bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat keilmuan di pesantren. Melalui lomba ini, para santri diuji dalam kemampuan membaca dan memahami kitab turats (klasik) yang menjadi sumber utama ajaran Islam tradisional. Di Indonesia, MQK sudah menjadi tradisi rutin sejak diselenggarakan oleh Kemenag beberapa dekade lalu. Kini, ajang ini berkembang ke level internasional dengan melibatkan pesantren dan lembaga keislaman dari berbagai negara. “MQK Internasional menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berbicara soal pendidikan lokal, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap peradaban Islam global,” kata Ramdhani. Ia menambahkan bahwa kompetisi ini juga mendorong santri untuk mengasah kemampuan riset, menulis ilmiah, dan berdiskusi dengan nalar terbuka. MQK menjadi wadah bagi santri untuk memperkenalkan cara berpikir moderat dan rasional dalam memahami ajaran Islam. Santri DKI Jakarta Jadi Inspirasi Generasi Muda

Read More

Rocky Gerung Wanti-Wanti Presiden Prabowo Soal Ancaman Civil Disobedience Jika Demokrasi Diabaikan

Indramayu – 1miliarsantri.net : Pengamat politik Rocky Gerung memberikan peringatan keras terkait dinamika politik Indonesia pasca-reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto. Dilansir dari YouTube pribadinya, menurut Rocky, keputusan pemerintah yang dianggap tidak responsif terhadap tuntutan demokrasi dan aspirasi generasi muda berpotensi memicu gelombang protes atau civil disobedience yang tak terbendung. Rocky menyoroti pengaruh gerakan pemuda global, khususnya Generasi Z, yang kerap menggunakan media sosial untuk menyalurkan aspirasi politik dan menekan pemerintah agar lebih transparan dan demokratis. Ia menyinggung fenomena di Nepal dan Timor Leste sebagai contoh di mana ketidakpedulian elit politik terhadap tuntutan demokrasi berujung pada bentrokan dengan aparat. Menurut Rocky, Indonesia memiliki risiko yang serupa, bahkan lebih besar, karena adanya sinyal ketidakpekaan kabinet terhadap nilai demokrasi. “Gerakan Agustus” dan Gelombang Digital Rocky mengingatkan soal “Gerakan Agustus”, sebuah inisiatif tanpa pemimpin yang terkoordinasi melalui media sosial. Bagi Rocky, pola gerakan ini menunjukkan bagaimana anak-anak muda bisa dengan cepat menyuarakan ketidakpuasan politik. “Prerogatif presiden itu bisa dibatalkan oleh opini netizen yang menilai bahwa yang seharusnya menjadi prioritas adalah demokrasi, bukan pengangkatan menteri secara sepihak,” ujarnya. Rocky menilai, meski reshuffle adalah hak presiden, opini publik tetap dapat menentukan arah legitimasi politik. “Value demokrasi harus dijadikan pedoman dalam setiap kebijakan, bukan pragmatisme politik atau oportunisme,” tegasnya. Baca juga: UMKM Syariah Laris Manis Di FESyar Jawa, Omzet Tembus Hingga Rp6,8 Miliar Media Sosial, Antara Partisipasi dan Ancaman Peringatan Rocky tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang menyoroti fenomena media sosial di Indonesia. Dalam jurnal Fenomena Media Sosial: Antara Hoax, Destruksi Demokrasi, dan Ancaman Disintegrasi Bangsa karya Febriansyah dan Nani Nurani Muksin, disebutkan bahwa media sosial memang menjadi ruang baru bagi publik untuk berpartisipasi. Namun, ruang ini juga paling rawan dimanfaatkan untuk penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Penelitian itu menemukan bahwa isu politik adalah materi hoaks yang paling sering beredar. Dampaknya tidak hanya membuat gaduh, tapi juga merusak kualitas demokrasi bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan. Dengan kata lain, media sosial bisa menjadi pedang bermata dua: wadah aspirasi sekaligus medium yang mempercepat polarisasi.

Read More

Trans7 Minta Maaf ke Pesantren Lirboyo: ‘Mengaku Lalai’ — Ini Penjelasannya…

Trans7 akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Pondok Pesantren Lirboyo setelah tayangan kontroversial tanpa sensor mendalam. Kediri – 1miliarsantri.net: Tayangan kontroversial dari program Xpose Uncensored Trans7 yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 memicu gelombang kecaman dari masyarakat, khususnya kalangan Pesantren Lirboyo Kediri. Tanggapan itu akhirnya direspon langsung oleh manajemen Trans7 dalam aksi permintaan maaf terbuka yang dipimpin oleh Direktur Produksi, Andi Chairil. Akibat kelalaian pihak Trans7, Warganet menyerukan untuk memboikot Trans 7 karena tayangannya menyinggung Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH Anwar Manshur. Tagar boikot Trans7 mewarnai medsos dilakukan berbagai kalangan terutama dari kalangan pondok pesantren seluruh Indonesia. Trans7 terindikasi menabrak Pasal 36 ayat (5) huruf (a) dan (b) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran). Pasal ini mengatur bahwa setiap program siaran wajib menjaga nilai-nilai agama dan kesusilaan, serta tidak boleh menampilkan isi yang melecehkan martabat seseorang atau kelompok masyarakat. mengatur bahwa setiap program siaran wajib menjaga nilai-nilai agama dan kesusilaan, serta tidak boleh menampilkan isi yang melecehkan martabat seseorang atau kelompok masyarakat. Trans7 Meminta Maaf Secara Resmi Dalam video permintaan maaf yang diunggah CNN Indonesia, Andi Chairil menyampaikan: “Kami menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, para pengasuh, santri, dan alumni. Kami mengakui kelalaian dalam isi pemberitaan itu, karena kami tidak melakukan sensor mendalam atas materi dari pihak luar.” “Walaupun materi itu berasal dari PH (production house), Trans7 tetap harus memegang tanggung jawab atas penayangan.” Selain itu, Andi menyebut bahwa permohonan maaf telah disampaikan secara langsung kepada Gus Adib, salah satu putra KH Anwar Mansur, pada malam hari sebelumnya, serta melalui surat WA yang akan diteruskan ke pihak pesantren. Penjelasan “Tidak Melakukan Sensor Mendalam” Salah satu inti dari pernyataan Trans7 adalah pengakuan bahwa proses sensor atas materi eksternal (yang disuplai oleh rumah produksi) tidak dilakukan dengan kedalaman yang memadai. Hal ini dianggap sebagai kelalaian serius dalam menjaga etika penyiaran terhadap lembaga keagamaan. Menurut Andi, walaupun produksi berasal dari pihak eksternal, tanggung jawab final ada pada stasiun televisi (Trans7). Ia menyampaikan komitmen untuk mengevaluasi sistem kontrol konten agar kejadian serupa tak terulang. Audiensi & Tanggung Jawab Profesional Melansir detiknews, dalam audiensi antara pihak Trans7 dan HIMASAL, Andi Chairil mengakui kelalaian dan menyampaikan bahwa sanksi terhadap PH akan dibicarakan dalam forum internal direksi. Dalam audiensi tersebut, ia menyatakan: “Trans7 mengakui kelalaian walaupun itu materi atau konten dari PH (production house), tetapi Trans7 tidak lepas dari tanggung jawab untuk itu.”

Read More

Hari Santri Nasional Apakah Libur? Cek Daftar Libur Nasional 2025 Berikut Ini!

Bekasi – 1miliarsantri.net: Tanggal 22 Oktober menjadi momen penting bagi santri di Indonesia dengan dikeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 mengenai penetapan Hari Santri Nasional (HSN). Penetapan ini bukan tanpa alasan, melainkan bentuk pengakuan dari  negara atas peristiwa heroik para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dipelopori oleh KH. Hasyim Asy’ari yang menyerukan jihad kepada suluruh umat Islam, terutama santri dan ulama. Jihad tersebut dijadikan oleh beliau sebagai kewajiban agama bagi umat muslim, yang puncaknya terjadi pada pertempuran di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Sehingga, secara tidak langsung peristiwa ini menjadi bukti bahwa santri dan pesantren menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga NKRI. Dikutip dari kemenag.go.id, Peringatan Hari Santri Nasional 2025 dipusatkan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang pada Hari Senin, tanggal 22 September 2025 dengan menghadirkan Menteri Agama Nasarudin Umar. Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasarudin Umar menyampaikan pentingnya peran santri dalam gerakan ekoteologi dan pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, ekoteologi bukan sekedar wacana melainkan praktik nyata yang dapat dimulai dari lingkungan pesantren seperti program penghijauan, gaya hidup hemat energi, hingga pola konsumsi ramah lingkungan merupakan bentuk ibadah ekologis yang sejalan dengan ajaran Islam. “Kalau kita olah pundi-pundi umat ini secara optimal, maka umat bisa terbebas dari kemiskinan. Dan di sinilah santri punya peran besar, bukan hanya sebagai penjaga moral bangsa, tetapi juga motor ekonomi umat,”Ujar beliau menambahkan. Baca juga: 25 Pesantren di Pekalongan Siap Wujudkan Pesantren Hijau Sambut Hari Santri 2025 Lalu, Hari Santri Nasional Apakah Libur? Peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang mengangkat tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” dimaknai sebagai komitmen santri di masa kini dan masa depan.

Read More

25 Pesantren di Pekalongan Siap Wujudkan Pesantren Hijau Sambut Hari Santri 2025

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2025, sebanyak 25 pesantren di Kabupaten Pekalongan berkomitmen mewujudkan konsep Pesantren Hijau. Program ini menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pelatihan dan pendampingan, pesantren diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan menuju kehidupan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dilansir dari NU Online, kegiatan pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU, Kementerian Agama (Kemenag), serta Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penghijauan lingkungan pesantren, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis kepada santri sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral terhadap alam. Pesantren Hijau: Integrasi Agama dan Ekologi Konsep Pesantren Hijau berangkat dari pemahaman bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam. Dalam pandangan Islam, menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Melalui program ini, pesantren di Pekalongan berupaya menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pelatihan yang diikuti para perwakilan pesantren mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah berbasis pesantren, konservasi air dan energi, hingga pembuatan taman dan kebun produktif di lingkungan pondok. Santri juga dibekali dengan pengetahuan tentang daur ulang, pemanfaatan energi terbarukan, dan sistem pertanian organik. Menurut perwakilan LPBI PBNU, tujuan utama program ini adalah membentuk ekosistem pesantren yang mandiri, bersih, dan peduli lingkungan. “Santri bukan hanya diajarkan mengaji, tapi juga diajak memahami makna rahmatan lil ‘alamin melalui tindakan nyata menjaga bumi,” ungkapnya. Baca juga: Semarak Hari Santri 2025 Warnai Pesantren: Dari MBG hingga Aksi Peduli Lingkungan 25 Pesantren Berkomitmen Jadi Contoh Nasional Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang paling aktif mengembangkan program Pesantren Hijau. Sebanyak 25 pesantren dari berbagai kecamatan, seperti Kajen, Bojong, Wiradesa, dan Kedungwuni, terlibat dalam pelatihan ini. Mereka akan menjadi percontohan bagi pesantren lain di wilayah Jawa Tengah. Para pengasuh pesantren menyambut baik inisiatif ini. Menurut mereka, gerakan pesantren hijau bukan sekadar kegiatan seremonial menyambut Hari Santri, tetapi sebuah gerakan jangka panjang yang sejalan dengan misi dakwah Islam yang ramah lingkungan. “Kami ingin santri memiliki kesadaran ekologis yang tinggi. Lingkungan yang bersih adalah bagian dari ibadah. Menanam pohon dan mengelola sampah adalah wujud cinta kepada ciptaan Allah,” ujar salah satu pengasuh pesantren peserta pelatihan. Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga mencakup pendampingan dan monitoring jangka panjang. Setiap pesantren akan diminta membuat rencana aksi lingkungan, seperti pembuatan bank sampah, pengelolaan air limbah, hingga pembangunan ruang hijau terbuka. Menyambut Hari Santri dengan Semangat Hijau

Read More

Aliansi Forum Media Banten Ngahiji Desak Inspektorat Audit Fungsi Pengawasan Internal Diskominfo Kabupaten Tangerang

Aliansi Forum Media Banten Ngahiji Mendesak Inspektorat Kabupaten Tangerang Audit Fungsi Pengawasan Internal Diskominfo Terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Kabupaten Tangerang – 1miliarsantri.net: Aliansi Forum Media Banten Ngahiji (FMBN) secara tegas mendesak Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap fungsi pengawasan internal Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang. Desakan ini mencuat setelah beredar dugaan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran publik dan praktik korupsi dalam pengadaan bandwidth internet serta berbagai program digitalisasi yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2021–2025. Ketua FMBN, Budi Irawan, Dalam Rilis Resmi “Aliansi Forum Media Banten Ngahiji” menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial insan pers terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. FMBN menilai lemahnya fungsi pengawasan internal Diskominfo dapat menimbulkan kerugian keuangan negara serta mencederai semangat good governance sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Lebih lanjut, FMBN menekankan pentingnya langkah cepat dan konkret dari Inspektorat untuk memastikan setiap program berbasis digital yang dijalankan oleh Diskominfo berjalan sesuai ketentuan, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. “Kami tidak menuduh, tetapi mendesak adanya audit transparan agar publik mengetahui bagaimana uang rakyat digunakan. Ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” tambah Budi. Langkah yang ditempuh FMBN ini diharapkan menjadi dorongan moral agar seluruh instansi pemerintah daerah menerapkan pengawasan berlapis, bukan hanya sebagai formalitas laporan, melainkan instrumen pencegahan terhadap segala bentuk penyimpangan dalam penggunaan anggaran publik. Legal Opini (Yuridis Normatif) Dasar Hukum dan Analisis Pasal 10 ayat (1) menegaskan bahwa setiap keputusan dan/atau tindakan pejabat pemerintahan harus berdasarkan pada asas umum pemerintahan yang baik (AUPB), termasuk asas akuntabilitas, keterbukaan, dan proporsionalitas. Jika Diskominfo terbukti melakukan penyimpangan dalam penggunaan anggaran tanpa dasar hukum yang sah, maka hal tersebut melanggar AUPB dan dapat dikategorikan sebagai perbuatan maladministrasi. Pasal 386–388 mengatur tentang pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, di mana Inspektorat Daerah berperan sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang wajib melakukan audit, reviu, evaluasi, dan pemantauan atas pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.

Read More

Semarak Hari Santri 2025 Warnai Pesantren: Dari MBG hingga Aksi Peduli Lingkungan

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi momentum penuh semangat di berbagai pesantren di seluruh Indonesia. Tak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tahun ini Hari Santri juga diramaikan dengan berbagai program sosial dan lingkungan yang mencerminkan kepedulian santri terhadap masyarakat dan alam sekitar. Berdasarkan laporan dari Kemenag.go.id, semarak Hari Santri 2025 berlangsung dengan beragam kegiatan, mulai dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), layanan cek kesehatan gratis, hingga aksi tanam pohon dalam gerakan Satu Santri Satu Pohon. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa santri masa kini tak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga aktif dalam menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan. MBG dan Cek Kesehatan Gratis: Santri Sehat, Bangsa Kuat Salah satu kegiatan utama dalam peringatan Hari Santri 2025 adalah pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai pesantren. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi para santri sekaligus mendukung kesehatan mereka agar dapat belajar dan beraktivitas dengan optimal. Kegiatan ini juga diiringi dengan cek kesehatan gratis yang melibatkan tenaga medis dari Kementerian Agama dan dinas kesehatan setempat. Para santri mendapatkan pemeriksaan umum, pengecekan tekanan darah, serta penyuluhan tentang pola hidup sehat. “Santri harus kuat, sehat, dan cerdas. Karena itu, peringatan Hari Santri tahun ini tidak hanya berisi kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata untuk menjaga kesehatan para santri,” ujar perwakilan Kemenag dalam sambutannya. Selain menjaga kesehatan, program ini juga menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan santri. Kolaborasi antara pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar membuat pelaksanaan program ini berjalan lancar dan mendapat sambutan positif. Baca juga: Aksi Damai Himpunan Alumni Santri Lirboyo di Brebes Warnai Gelombang Protes Nasional terhadap Trans7 Aksi Satu Santri Satu Pohon: Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan Tidak hanya peduli pada kesehatan, para santri juga menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian alam melalui gerakan Satu Santri Satu Pohon. Program ini menjadi salah satu simbol penting dalam peringatan Hari Santri 2025, menggambarkan bahwa santri turut berperan aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Aksi menanam pohon dilakukan secara serentak di ratusan pesantren di seluruh Indonesia. Jenis pohon yang ditanam pun beragam, mulai dari pohon buah, tanaman obat keluarga, hingga pohon peneduh. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil namun berdampak besar bagi masa depan lingkungan Indonesia. Menurut Kemenag, gerakan ini juga menjadi bentuk dakwah ekologis, ajakan untuk mencintai alam sebagai bagian dari ibadah. “Menanam pohon bukan hanya menjaga bumi, tapi juga bagian dari ajaran Islam untuk merawat ciptaan Allah,” ujar salah satu pengasuh pesantren yang ikut dalam kegiatan tersebut. Selain menanam pohon, beberapa pesantren juga menggelar kegiatan bersih lingkungan, pengelolaan sampah, serta edukasi tentang pemanfaatan energi ramah lingkungan. Semua kegiatan ini menggambarkan semangat Santri Hijau Indonesia, yaitu santri yang berperan dalam menjaga lingkungan hidup.

Read More

Presiden Prabowo Bentuk Komite Percepatan Pembangunan Papua, Dipimpin Velix Wanggai

Jakarta – 1miliarsantri.net : Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dan melantik Velix Vernando Wanggai sebagai ketua pada Rabu (8/10/2025) di Istana Negara. Komite ini dibentuk lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2025 dan bertujuan mengatasi ketimpangan pembangunan di wilayah timur Indonesia melalui koordinasi program infrastruktur, layanan kesehatan, dan pengembangan ekonomi lokal bersama pemerintah daerah dan masyarakat adat. Struktur, Mandat, dan Fokus Komite Komite Eksekutif diberi mandat untuk menyelaraskan program antarkementerian, mempercepat realisasi proyek infrastruktur strategis, meningkatkan akses layanan kesehatan dasar, serta mendorong pemberdayaan ekonomi yang berakar pada kearifan lokal dan masyarakat adat di enam provinsi Papua. Dalam struktur yang dilantik tercatat sepuluh anggota kunci, antara lain John Wempi Wetipo, Ignatius Yogo Triyono, Paulus Waterpauw, Ribka Haluk, Ali Hamdan Bogra, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Yanni, John Gluba Gebze, dan Juharson Estrella Sihasale yang diharapkan memperkuat representasi daerah. Komite akan memfokuskan kerja pada tiga sektor utama: Menyelaraskan pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, dan fasilitas dasar lainnya yang selama ini menjadi hambatan konektivitas di Papua. Memperluas cakupan puskesmas, rumah sakit rujukan, serta memperkuat sistem rujukan dan distribusi tenaga medis ke desa-desa terpencil. Mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agribisnis berbasis lokal, serta menjaga hak-hak masyarakat adat dalam akses sumber daya dan tanah ulayat. Setelah pelantikan, Sekretariat Kabinet menyatakan bahwa pembentukan komite merupakan “langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan di Tanah Papua.” Velix Wanggai sendiri menegaskan komite akan bekerja sebagai penghubung operasional antara pusat, kementerian, pemerintah daerah provinsi, dan pemangku adat untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan lokal. Baca juga: Aksi Damai Himpunan Alumni Santri Lirboyo di Brebes Warnai Gelombang Protes Nasional terhadap Trans7 Koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Adat

Read More

Aksi Damai Himpunan Alumni Santri Lirboyo di Brebes Warnai Gelombang Protes Nasional terhadap Trans7

Tegal – 1miliarsantri.net : Tayangan Xpose Uncensored Trans7 yang disiarkan pada Senin, 13 Oktober 2025, menuai kecaman luas setelah dinilai melecehkan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Indonesia. Kontroversi ini memicu gelombang protes nasional dan tagar #BoikotTrans7 yang viral di media sosial. Program Xpose Uncensored sendiri memang dikenal dengan pendekatan investigatif dan satirnya terhadap realitas sosial. Namun, dalam episode terbarunya, program ini dianggap “kebablasan” setelah menyinggung kehidupan santri dan kiai di Ponpes Lirboyo. Tayangan tersebut menampilkan potongan visual para santri yang menyalami seorang kiai sepuh dan momen ketika sang kiai turun dari mobil. Narasi suara (voice over) yang menyertainya justru menimbulkan kemarahan karena menggunakan diksi yang dianggap merendahkan tradisi pesantren. Narasi itu menyebut santri “rela ngesot” demi memberi amplop kepada kiai, serta menyiratkan seolah kiai yang seharusnya memberi imbalan kepada santri. Kalimat itu dianggap menodai hubungan ta’dzim (penghormatan) antara santri dan kiai—sebuah nilai luhur yang menjadi fondasi pendidikan pesantren. Alih-alih menggambarkan kehidupan spiritual, tayangan tersebut justru dinilai sinis dan melecehkan dunia pesantren. Banyak netizen menilai Xpose Uncensored Trans7 telah mencoreng martabat ulama, terutama KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Kritik keras juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang menilai Trans7 tidak sensitif terhadap nilai-nilai keagamaan. Baca juga: Hari Santri 2025: Menag Canangkan Direktorat Eselon I Khusus Pesantren Aksi Damai di Brebes Serukan Boikot Trans7 Protes atas tayangan itu tak hanya ramai di dunia maya. Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ratusan santri dan alumni Lirboyo yang tergabung dalam Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Brebes menggelar aksi damai di alun-alun dan Polres Brebes, Selasa (14/10/2025). Aksi damai ini menjadi simbol solidaritas nasional dalam gerakan Boikot Trans7. Para santri membawa spanduk dan poster dengan seruan moral agar dunia penyiaran lebih menghargai lembaga keagamaan. Ketua HIMASAL Brebes, KH Hirin Dzuluqornain, memimpin langsung penyampaian pernyataan sikap di hadapan peserta dan awak media. “Kami menilai tayangan Trans7 tersebut telah menampilkan framing negatif terhadap pesantren Lirboyo dan para kiai. Ini jelas mencederai hati jutaan santri di seluruh Indonesia,” ungkap KH Hirin. Dalam pernyataan resminya, HIMASAL Brebes menuntut empat hal:

Read More