Brigade Al Qassam Hancurkan Lebih dari 180 tank Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Sayap bersenjata Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, telah menghancurkan lebih dari 180 kendaraan tempur Israel di Jalur Gaza. Hal itu disampaikan juru bicara Brigade al-Qassam, Abu Ubaida. “Para pejuang kami telah menghancurkan secara keseluruhan atau sebagian lebih dari 180 kendaraan tempur dalam 10 hari terakhir setelah berakhirnya gencatan senjata kemanusiaan,” ujarnya, Senin (11/12/2023). Dia menambahkan, pasukan perlawanan sekarang berada dalam jarak dekat dengan musuh di dekat Beit Lahia, Deir al-Balah, Jabalia, Syekh Rawdan, al-Zeitun, Khan Yunis, dan mereka mengalami kerugian besar. “Orang-orang Palestina melakukan penyergapan dan meledakkan ranjau di jalan militer Israel, melakukan penembak jitu dan senapan mesin ke arah pasukan Israel. “Musuh gagal di semua bagian garis depan dan akan benar-benar dikalahkan jika tidak menghentikan agresinya,” lanjutnya. Ia menegaskan Israel, dalam aksinya, tidak akan dapat membebaskan dengan paksa seorang tentara pun yang ditawan pada tanggal 7 Oktober.

Read More

Israel Hancurkan Jalanan utama Kota Rafah

Rafah — 1miliarsantri.net : Pasukan zionis Israel melancarkan serangan udara ke kota Rafah di pinggiran Gaza, pada Ahad (10/12/2023) dini hari pukul 02.00 waktu setempat. Serangan udara ini adalah situasi yang menyedihkan bagi para pengungsi yang pindah ke Kota Rafah dari Khan Younis di Gaza selatan. Wartawan Aljazirah, Hani Mahmoud, melaporkan dari Rafah bahwa ada sekitar 30 serangan udara menghancurkan dua jalan utama yang menghubungkan Kota Rafah ke Khan Younis dan seluruh Jalur Gaza. Kondisi ini membuat pergerakan menjadi sangat sulit bagi orang-orang yang mencoba mengungsi dari Khan Younis ke Rafah. Ada kekhawatiran yang semakin besar bahwa operasi militer Israel akan meluas ke Kota Rafah. Masyarakat khawatir hal ini akan menyebabkan pengungsian permanen mereka, karena tidak ada tempat lain yang bisa mereka tuju kecuali perbatasan dengan Mesir. Semenara itu gambar-gambar terbaru dari Jalur Gaza yang berhasil diperoleh Aljazirah memperlihatkan asap tebal dari pengeboman Israel terlihat di langit dari berbagai wilayah kantong yang terkepung pada hari ini. Serangan Israel sepanjang Sabtu (9/12/2023) telah menewaskan puluhan orang di Gaza tengah, menurut laporan kantor berita WAFA. Dari Khan Younis dilaporkan setidaknya 10 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di wilayah tersebut. Serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di Khan Younis.

Read More

Terhitung 36 Tahun Perlawanan Rakyat Palestina Kepada zionis, dari Batu hingga Taufan Al-Aqsa

Gaza — 1miliarsantri.net : Pada 8 Desember lalu menandai peringatan intifada pertama (intifada batu) yang diperjuangkan rakyat Palestina atas penolakan terhadap penjajahan pada 1987. Rakyat Palestina harus membayar mahal perlawanan tersebut. Namun, mereka tidak berhenti untuk melakukan perlawanan demi perlawanan. Rakyat Palestina memulai perlawanan engan batu lalu beralih ke perjuangan bersenjata. Kemudian, kemampuan militer mulai berkembang menjadi rudal, yang berujung pada Pertempuran Thufanul Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023. Di sisi lain, teroris Israel kian bringas dengan melakukan pembunuhan, penganiyaan, penangkapan, penghancuran rumah, hingga genosida di Jalur Gaza. Percikan perlawanan terjadi di Gaza, ketika sebuah truk militer Israel menabrak kendaraan yang membawa para pekerja Palestina yang kembali ke Jalur Gaza dari tempat kerja mereka di Israel. Peristiwa itu membuat empat warga Palestina syahid dan tujuh luka-luka. Intifada pertama meletus dan bergerak ke Tepi Barat. Intifada pertama kala itu, rakyat Palestina masih mengandalkan batu, meski sudah ada pula yang menggunakan senjata rakitan. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Nasional Palestina, 1.550 warga Palestina menjadi syahid selama intifada, yang apinya mereda dengan dimulainya proses politik dan penandatanganan Perjanjian Oslo pada September 1993. Sekitar 100.000 orang ditangkap, dan hampir 70.000 orang terluka. Data organisasi hak asasi manusia Israel B’Tselem menunjukkan, 741 rumah warga Palestina dibongkar dan ditutup sebagai hukuman terhadap aktivis Intifada, selain sekitar 1.800 rumah yang dibongkar dengan dalih membangun tanpa izin. B’Tselem menunjukkan, puluhan ribu warga Palestina disiksa selama penangkapan, dan 383 warga radikal Israel dan tentara Israel tewas. Dalam Pertempuran Thuufanul Al-Aqsa, tentara teroris Israel membunuh lebih dari 16.200 warga Palestina, melukai puluhan ribu orang, dan menghancurkan sekitar 280.000 unit rumah di Jalur Gaza. Perlawanan Palestina tidak berhenti di Intifada Batu. Namun, setelah itu mereka bangkit memperjuangkan pembebasan Masjid Al-Aqsa dari yahudisasi pada 1996. Mereka mereka bangkit mendukung Masjid Al-Aqsa pada 2000. Sementara Tepi Barat menjadi saksi serangkaian aksi perlawanan, Gaza berperang berturut-turut. Namun perlawanan Palestina belum membawa ke pembentukan sebuah negara. Jika PLO menganggap Otoritas Palestina sebagai inti, mengapa Palestina terus mengulangi pengalaman yang sama?

Read More

Masjid Otsman bin Qashqar yang dibangun tahun 1220 Masehi Dihancurkan Tentara Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara zionis Israel kembali menghancurkan Masjid Otsman bin Qashqar yang berada di kota tua Kota Gaza yang dibom oleh teroris Israel pada Kamis (07/12/2023). Masjid tersebut merupakan masjid bersejarah yang dibangun pada 620 Hijriyah (1220 Masehi). “Arkeologi kuno Masjid Otsman bin Qashqar di kota tua Kota Gaza hari ini dibom oleh pesawat tempur Israel, yang juga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada rumah-rumah di sekitarnya,” terang kantor berita Palestina, WAFA, dalam laporannya. Masjid Otsman bin Qashqar terletak di lingkungan al-Zaytoun, sebelah timur Kota Gaza. “Masjid ini dibangun pada tahun 620 Hijriyah (1220 M). Meskipun luasnya kecil, tapi merupakan salah satu masjid dan situs arkeologi tertua di Jalur Gaza,” lanjutnya. Masjid Ostman bin Qashdar berdiri di dekat Masjid Agung Al Omari yang sudah terlebih dulu hancur akibat agresi Israel. Sejak memulai agresinya ke Gaza pada 7 Oktober 2023, pesawat-pesawat tempur Israel telah menghancurkan puluhan situs arkeologi dan bangunan-bangunan bersejarah di wilayah tersebut.

Read More

Hampir Seluruh Warga Gaza Terserang Penyakit Karena Tidak Berfungsinya Beberapa Rumah Sakit

Gaza — 1miliarsantri.net : Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) untuk Tepi Barat dan Gaza, Richard Pepperkorn mengatakan intensitas pengeboman Israel di wilayah selatan Palestina terus meningkat usai gencatan senjata berakhir. Dia menyanpaikan, rumah sakit banyak yang tidak berfungsi dan warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit. “Situasinya semakin memburuk dari jam ke jam. Ada pengeboman intensif yang terjadi di sekitar, termasuk di sini di daerah selatan, Khan Younis dan bahkan di Rafah,” terang Pepperkorn, Jumat (08/12/2023). Ia menambahkan, sebanyak 18 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza berfungsi dalam kapasitas yang amat terbatas. Sementara tiga rumah sakit hanya menyediakan pertolongan pertama dasar, sedangkan sisanya memberikan layanan parsial. Lalu 12 dari 18 rumah sakit itu berada di selatan. Hanya sekitar 1.400 tempat tidur rumah sakit yang masih tersedia di Jalur Gaza. Pepperkorn mengatakan bahwa sejak dimulainya perang, warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit. Sebanyak 120.000 orang dilaporkan mengalami infeksi pernapasan akut; hampir 26.000 orang dengan kudis. Kemudian ada 86.000 kasus diare, termasuk 44.000 di antara anak-anak berusia di bawah lima tahun, yang 20 hingga 30 kali lebih tinggi dari yang diperkirakan. Sementara itu, terdapat sekitar 1.150 kasus penyakit kuning bersama dengan kasus cacar air, ruam kulit, dan meningitis. Dalam laporan WAFA, Juru Bicara UNICEF James Elder mengatakan bahwa penampungan korban perang kian padat. “Dalam dua jam ada 5.000 orang, di mana tidak ada seorang pun sebelumnya. Secara kritis di tempat-tempat ini, tidak ada sanitasi,” imbuhnya.

Read More

Keluarga Sandera Israel Marah dan Kecam Netanyahu

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bertemu dengan keluarga sandera yang telah kembali pada Selasa (5/12/2023). Pertemuan ini digambarkan oleh beberapa dari mereka yang hadir sebagai pertemuan yang keras dan penuh kemarahan. Pertemuan itu terjadi ketika pertempuran kembali terjadi di Jalur Gaza setelah jeda tujuh hari yang mengakibatkan kembalinya lebih dari 100 sandera dari daerah kantong tersebut. Nasib 138 sandera lain yang masih tertinggal di Gaza belum jelas. “Saya mendengar cerita yang membuat hati saya patah, saya mendengar tentang rasa haus dan lapar, tentang kekerasan fisik dan mental. Saya mendengar dan Anda juga mendengar, tentang kekerasan seksual dan kasus pemerkosaan brutal yang tidak pernah terjadi sebelumnya,” ungkapnya. Namun, nyatanya, dalam pertemuan itu, beberapa kerabat yang menghadiri pertemuan tersebut sangat kritis terhadap pemerintah. Dani Miran yang putranya Omri disandera pada 7 Oktober bersama dengan sekitar 240 warga Israel dan orang asing lainnya mengatakan, dia merasa intelijen Israel telah dihina oleh pertemuan tersebut dan keluar di tengah-tengah pertemuan. “Saya tidak akan menjelaskan secara perinci apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut, tetapi keseluruhan kinerja ini buruk, menghina, berantakan,” kata Miran kepada Channel 13 Israel. Miran mengatakan, pemerintah telah membuat “lelucon” mengenai masalah itu. “Mereka bilang ‘kami sudah melakukan ini, kami sudah melakukan itu.’ (Pemimpin Hamas di Gaza, Yahya) Sinwar adalah orang yang mengembalikan rakyat kami, bukan mereka. Saya marah karena mereka mengatakan bahwa mereka mendikte sesuatu. Mereka tidak mendikte satu langkah pun,” ujarnya. Pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai forum bagi para sandera yang dibebaskan untuk menceritakan kepada para menteri tentang pengalaman mereka selama disandera. Sebuah kelompok yang mewakili keluarga sandera mengeluarkan serangkaian kutipan tanpa nama yang dikatakan diambil dari pernyataan beberapa mantan sandera pada pertemuan tersebut.

Read More

Hamas Tembak Mati 10 Tentara Israel dalam Serangan Terbaru di Khan Younis

Gaza — 10miliarsantri.net : Pertempuran di Gaza pada Selasa (5/12/2023), telah memasuki hari ke-60 sejak serangan balasan Israel seusai Hamas menerobos perbatasannya pada 7 Oktober 2023. Pada Selasa, kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengatakan bahwa mereka telah membunuh 10 tentara Israel di Khan Younis, Gaza selatan. Sayap bersenjata kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina tersebut, Brigade Qassam, mengatakan bahwa para tentara zionis Israel tersebut dibunuh oleh para pejuangnya dalam “jarak dekat” di Khan Younis timur. Kelompok itu mengatakan para pejuangnya juga menghantam tiga tank Israel, dua pengangkut personel dan tiga buldoser militer dengan peluru anti-peluru di sebelah timur dan utara Khan Younis. Delapan puluh tentara Israel tewas dalam serangan ke Gaza Setelah berminggu-minggu melakukan pengeboman berat, Israel akhirnya melancarkan serangan darat di wilayah tersebut pada 27 Oktober. Sejak saat itu, total tentara Israel yang terbunuh juga terus bertambah, di mana mereka mengatakan setidaknya 80 tentara telah terbunuh sejak dimulainya serangan ke Gaza. Sementara itu, Israel dengan menggunakan amunisi buatan AS pada Selasa, telah menewaskan 43 warga sipil di Gaza. Hal itu disampaikan kelompok hak asasi manusia, Amnesty Internasional. “Militer Israel membunuh 43 warga Palestina dengan menggunakan amunisi buatan Amerika Serikat (AS) dalam dua serangan udara yang didokumentasikan di wilayah Gaza yang diblokade,” ungkap Amnesty International mengatakan dalam sebuah laporan. Sebuah investigasi baru oleh Amnesty International telah menemukan Amunisi Serangan Langsung Gabungan (JDAM) buatan Amerika Serikat digunakan oleh militer Israel dalam dua serangan udara yang mematikan dan melanggar hukum di rumah-rumah yang penuh dengan warga sipil di Gaza yang diduduki.

Read More

Imbas Boikot Produk Pro Israel, Banyak Yang Hengkang Keluar dari Maroko

Maroko — 1miliarsantri.net : Jaringan kedai kopi populer Amerika, Starbucks, dan brand pakaian siap pakai asal Swedia H&M menghentikan operasinya di Maroko pada Desember ini. Media lokal melaporkan bahwa anak perusahaan Maroko dari raksasa waralaba Kuwait, Alshaya Morocco, yang memiliki hak waralaba H&M dan Starbucks, sedang bergulat dengan dampak boikot komersial luas yang diprakarsai oleh warga Maroko. Kampanye boikot yang meluas, setelah serangan militer Israel di Jalur Gaza, berdampak buruk pada berbagai merek Barat di sejumlah negara Arab seperti Mesir, Yordania, Kuwait, dan Maroko. Raksasa makanan cepat saji seperti McDonald’s, Starbucks, dan KFC mengalami penurunan jumlah pelanggan yang signifikan, seperti dikutip dari Morocco World News, Selasa (05/12/2023). Kampanye boikot merupakan cerminan kemarahan dan kecaman yang meluas atas agresi Israel yang membabi buta ke Palestina. Boikot yang sebagian besar dipicu oleh seruan di media sosial, semakin meluas hingga mencapai puluhan perusahaan dan produk, kemudia memaksa konsumen untuk memilih alternatif lokal. Merek-merek ini dicurigai memberikan dukungan finansial kepada Israel di tengah agresinya di Gaza dan Tepi Barat. Namun, perusahaan-perusahaan tersebut memberi pernyataan resmi dengan narasi yang berbeda. Mereka mengatakan keputusan untuk keluar dari pasar Maroko didorong oleh kurangnya daya tarik bagi bisnis mereka.

Read More

Begini Bentuk Propaganda yang Dilakukan Untuk Melumpuhkan Serangan Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Pelepasan sandera Israel selama gencatan senjata yang berakhir pada Jumat lalu benar-benar dimanfaatkan kelompok pejuang Palestina, Hamas. Sayap bersenjata mereka, Brigade Izzuddin Al-Qasam merekam utuh video pelepasan tersebut yang diwarnai dengan senyuman, jabat tangan, hingga pelukan. Kantor Berita asal Lebanon Al-Mayadeen menulis jika apa yang dilakukan para pejuang cukup untuk menghancurkan propaganda Israel di hadapan masyarakat international. Mereka merilis rekaman video kesepakatan pertukaran tawanan setiap hari. Dengan video-video tersebut, gerakan perlawanan menjadi pusat perhatian pengguna media sosial, yang mengambil screenshot dari video tersebut dan mengomentari rekamannya, baik dengan membuat meme, memuji cara Hamas memperlakukan para tawanan, atau bahkan mengungkapkan rasa takjub. atas gagasan tentang bagaimana para tawanan mengucapkan selamat tinggal kepada para pejuang Hamas. Adanya video tersebut menjadi bukti yang cukup jelas untuk membuktikan bahwa mereka semua dalam kondisi baik dan sehat. Video itu menunjukkan para tawanan melambaikan tangan sambil tersenyum lebar sambil mengucapkan “terima kasih” kepada para pejuang Perlawanan. Penyebaran video ini membuat pengguna media sosial yang pro-“Israel” menjadi putus asa. Kampanye senilai miliaran dolar untuk mencoba menjelek-jelekkan Perlawanan Palestina kini sia-sia belaka. Sekarang, mereka harus mengupayakan modifikasi terhadap propaganda mereka. Netizen pro Israel mengaitkan semua yang terjadi selama pertukaran dengan Sindrom Stockholm, tekanan dari Perlawanan, dan alasan serupa lainnya yang dibuat-buat. Mereka mencoba mengedit video sesuai keinginan mereka, mengambil gambar di luar konteksnya, dan mengarang berita dan gambar demi menyebarkan narasi palsu mereka. Salah satu contohnya adalah adalah postingan di X oleh mantan Penasihat Media Internasional untuk Presiden Israel Isaac Herzog Eylon Levy. Dia mengunggah bagian berdurasi lima detik dari salah satu video pembebasan tawanan Hamas dengan judul: “Jangan main-main dengan wanita Yahudi.” Video tersebut memperlihatkan hanya berdurasi 5 detik seorang wanita berbicara dengan ekspresi wajah serius kepada salah satu pejuang Hamas. Levy sepertinya telah memotong bagian di mana wanita yang sama tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal kepada para pejuang Perlawanan. Di bawah postingan tersebut, banyak yang membantah rekaman Levy, dengan mengatakan bahwa dia telah salah membingkai dan mengambil rekaman tersebut di luar konteks. Dalam sebuah artikel di surat kabar Israel Hayom, analis politik, Yaniv Peleg, mengakui bahwa mempublikasikan rekaman seperti itu di televisi “merugikan Israel.” Analis politik lainnya, Maya Lecker, menulis di Haaretz bahwa “banyak influencer pro-Palestina dan pengguna media sosial – kebanyakan dari mereka berasal dari luar Israel dan Palestina – menganggap penyerahan sandera setiap malam sebagai pertunjukan kemanusiaan dan moralitas yang menghangatkan hati di depan umum. oleh militan Hamas.” Dalam artikel di Times of Israel, penulis Michael Bachner berbicara tentang bagaimana Hamas memaksa para tawanan untuk tersenyum dan melambai ke arah kamera. Tidak hanya itu, ia juga mengklaim bahwa Hamas “tampaknya telah memaksa” seorang sandera bernama Danielle Alone untuk menulis surat ucapan terima kasih kepada para pejuang Hamas atas kemanusiaan mereka yang luar biasa di Gaza. Penulis bahkan tidak memberikan satu pun bukti untuk mendukung klaimnya. Seluruh tulisannya terkesan seperti seorang propagandis pro-Israel yang marah. Israel menyaksikan Hamas memenangkan perang propaganda sementara mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Efek bola salju terus bergulir. Alasan lain yang membuat mereka marah adalah karena mereka tidak pernah memandang perlakuan terhadap narapidana, tahanan, atau sandera sebagai hal yang berbeda. Kekejaman, ketidakmanusiawian, kebiadaban, dan penyiksaan adalah nama tengah mereka. Jika kita melihat kondisi para tahanan Palestina yang dibebaskan dan kondisi para tawanan Israel, jelas sekali perbedaannya sangat mencolok. Israa Jaabis dibebaskan dengan wajah dan tangannya terbakar habis. Beberapa perempuan Palestina yang telah dibebaskan berbicara kepada Al Mayadeen tentang penyiksaan tanpa akhir yang mereka alami selama di penjara. “Apakah kami mendapat kabar dari para tawanan Israel? Kami baru mendengar kabar dari Yocheved Lifshitz, tawanan Israel, yang dibebaskan oleh Brigade al-Qassam pada bulan Oktober. Dia menjelaskan bagaimana para pejuang al-Qassam sangat bersahabat dengan para tawanan, merawat mereka, dan memberi mereka obat-obatan,”kata dia.

Read More

Sebanyak 700 Warga Gaza Meninggal Akibat Serangan Beruntun Selama 24 Jam

Gaza — 1miliarsantri.net : Direktorat Jenderal Kantor Media Pemerintahan Gaza mengabarkan, sebanyak 700 warga Palestina di Gaza meninggal dunia akibat serangan bertubi-tubi Israel selama 24 jam sejak Sabtu (02/12/2023) hingga Minggu (03/12/2023) malam. Dengan jumlah korban jiwa itu, Israel tercatat telah meningkatkan serangannya terhadap daerah kantong-kantong di Gaza yang telah terkepung setelah berakhirnya gencatan senjata selama sepekan pada Jumat lalu. Di antaranya di lingkungan Sheikh Radwan dan Nassr. Akibat masih terus berlanjutnya serangan Israel ke Gaza, Hamas pun menyatakan, perundingan pertukaran tawanan tidak akan dilanjutkan sampai serangan Israel di Gaza berakhir. Hari ini pun dilaporkan sebanyak 600 warga negara asing dan warga Palestina dengan kewarganegaraan ganda di Gaza akan diizinkan masuk ke Mesir. Sebuah daftar diterbitkan oleh pejabat perbatasan Palestina yang memuat nama-nama orang yang diizinkan keluar dari wilayah kantong yang terkepung tersebut. “Lebih dari 300 orang dalam daftar berasal dari Amerika dan Kanada. Ada juga sejumlah orang Jerman, Norwegia, Yunani, Turki, dan Filipina,” ucap salah satu pejabat tersebut.

Read More