Terhitung 36 Tahun Perlawanan Rakyat Palestina Kepada zionis, dari Batu hingga Taufan Al-Aqsa
Gaza — 1miliarsantri.net : Pada 8 Desember lalu menandai peringatan intifada pertama (intifada batu) yang diperjuangkan rakyat Palestina atas penolakan terhadap penjajahan pada 1987. Rakyat Palestina harus membayar mahal perlawanan tersebut. Namun, mereka tidak berhenti untuk melakukan perlawanan demi perlawanan.
Rakyat Palestina memulai perlawanan engan batu lalu beralih ke perjuangan bersenjata. Kemudian, kemampuan militer mulai berkembang menjadi rudal, yang berujung pada Pertempuran Thufanul Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023.
Di sisi lain, teroris Israel kian bringas dengan melakukan pembunuhan, penganiyaan, penangkapan, penghancuran rumah, hingga genosida di Jalur Gaza.
Percikan perlawanan terjadi di Gaza, ketika sebuah truk militer Israel menabrak kendaraan yang membawa para pekerja Palestina yang kembali ke Jalur Gaza dari tempat kerja mereka di Israel. Peristiwa itu membuat empat warga Palestina syahid dan tujuh luka-luka.
Intifada pertama meletus dan bergerak ke Tepi Barat. Intifada pertama kala itu, rakyat Palestina masih mengandalkan batu, meski sudah ada pula yang menggunakan senjata rakitan.
Berdasarkan data dari Pusat Informasi Nasional Palestina, 1.550 warga Palestina menjadi syahid selama intifada, yang apinya mereda dengan dimulainya proses politik dan penandatanganan Perjanjian Oslo pada September 1993. Sekitar 100.000 orang ditangkap, dan hampir 70.000 orang terluka.
Data organisasi hak asasi manusia Israel B’Tselem menunjukkan, 741 rumah warga Palestina dibongkar dan ditutup sebagai hukuman terhadap aktivis Intifada, selain sekitar 1.800 rumah yang dibongkar dengan dalih membangun tanpa izin.
B’Tselem menunjukkan, puluhan ribu warga Palestina disiksa selama penangkapan, dan 383 warga radikal Israel dan tentara Israel tewas.
Dalam Pertempuran Thuufanul Al-Aqsa, tentara teroris Israel membunuh lebih dari 16.200 warga Palestina, melukai puluhan ribu orang, dan menghancurkan sekitar 280.000 unit rumah di Jalur Gaza.
Perlawanan Palestina tidak berhenti di Intifada Batu. Namun, setelah itu mereka bangkit memperjuangkan pembebasan Masjid Al-Aqsa dari yahudisasi pada 1996. Mereka mereka bangkit mendukung Masjid Al-Aqsa pada 2000.
Sementara Tepi Barat menjadi saksi serangkaian aksi perlawanan, Gaza berperang berturut-turut.
Namun perlawanan Palestina belum membawa ke pembentukan sebuah negara. Jika PLO menganggap Otoritas Palestina sebagai inti, mengapa Palestina terus mengulangi pengalaman yang sama?
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


