Kesepakatan Peraturan Baru Mengenai Imigrasi di Uni Eropa

Brussel — 1miliarsantri.net : Uni Eropa mencapai kesepakatan mengenai peraturan baru yang dirancang untuk membagi biaya dan pekerjaan dalam menampung para migran secara lebih merata dan membatasi jumlah orang yang masuk. Perwakilan Parlemen Eropa dan pemerintah Uni Eropa mencapai kesepakatan setelah melakukan pembicaraan sepanjang malam mengenai undang-undang kolektif Uni Eropa yang disebut Pakta Baru tentang Migrasi dan Suaka. Undang-undang ini akan mulai berlaku tahun depan. Undang-undang tersebut mencakup penyaringan migran tidak resmi ketika mereka tiba di Uni Eropa, prosedur untuk menangani permohonan suaka, aturan untuk menentukan negara Uni Eropa mana yang bertanggung jawab untuk menangani permohonan tersebut dan cara-cara untuk menangani krisis. Kedatangan migran di Uni Eropa sudah jauh menurun dibanding kansaat puncaknya pada 2015 yang mencapai lebih dari 1 juta orang. Tetapi terus merangkak naik dari titik terendah pada tahun 2020 menjadi 255 ribu pada tahun ini hingga November. Lebih dari separuhnya menyeberangi Mediterania dari Afrika, terutama ke Italia. Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi menyebut pakta tersebut sebagai “kesuksesan besar” bagi Eropa dan Italia. Ia mengatakan dengan undang-undang ini negara-negara perbatasan Uni Eropa yang paling terpapar migrasi tidak akan lagi merasa sendirian. Sebelumnya Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan kesepakatan ini melegakan negara-negara yang terkena dampaknya imigrasi termasuk Jerman. Upaya-upaya sebelumnya untuk membagi tanggung jawab menampung para migran mengalami kegagalan. Karena anggota Uni Eropa khususnya di wilayah timur tidak mau menerima orang-orang yang tiba di Yunani, Italia dan negara-negara lain.

Read More

Angka Kemiskinan di Israel Semakin Meroket

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Menurut temuan Alternative Poverty Report, serangan militer zionis Israel di Gaza mempunyai dampak yang sangat negatif terhadap perekonomian negara tersebut. Dari data laporan tahunan mengungkap, meningkatnya keadaan darurat sosial-ekonomi dan semakin parahnya kemiskinan sejak serangan Israel yang memakan banyak korban jiwa di Gaza, yang secara luas dianggap sebagai genosida. Menurut data laporan itu yang dikutip Middle East Monitor, pembunuhan tanpa pandang bulu yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza telah secara signifikan merusak pendapatan 19,7 persen masyarakat Israel, dengan 45,5 persen menyatakan kekhawatiran akan semakin memburuknya kesulitan ekonomi. Yang mengejutkan, 100 persen badan amal yang didedikasikan untuk mendukung masyarakat miskin melaporkan tidak menerima bantuan dari pemerintah Israel sejak dimulainya invasi, meskipun ada peningkatan jumlah permintaan bantuan. Garis kemiskinan alternatif, yang mewakili biaya hidup minimum, didefinisikan sebagai 5.107 shekel (1.401 dolar AS) per bulan untuk seorang individu dan 12.938 shekel (3.551 dolar AS) untuk sebuah keluarga yang terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak. Menurut laporan itu, 81,8 persen penerima bantuan terlilit utang, 85,1 persen menderita kekurangan energi, 79,3 persen menderita penyakit kronis, 81,6 persen penerima bantuan lanjut usia hidup dalam kemiskinan, dan 31,5 persen menghadapi kerawanan pangan yang parah. Laporan ini menyoroti keberadaan segmen populasi yang tidak secara resmi diklasifikasikan sebagai kelompok miskin berdasarkan Asuransi Nasional, namun pada kenyataannya, hidup dalam kemiskinan. Keluarga dengan pendapatan per kapita di atas garis kemiskinan namun di bawah biaya hidup minimum menghadapi tantangan dalam memenuhi kondisi kehidupan yang penting, yang mengakibatkan tingkat kemiskinan yang bervariasi. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 50,9 persen penerima bantuan mengurangi atau mengabaikan makanan karena kendala keuangan. Hampir 40 persen melaporkan bahwa anak-anak mereka harus mengurangi porsi makan atau tidak makan karena dana tidak mencukupi, sehingga menyebabkan kompromi dalam memberikan nutrisi yang direkomendasikan untuk anak-anak mereka. Sebagai respons terhadap kesulitan ekonomi, 62,1 persen melaporkan situasi ekonomi yang memburuk selama setahun terakhir. Selain itu, 20,8 persen menyatakan kemungkinan besar harus meninggalkan rumah mereka karena kesulitan membayar sewa atau pinjaman perumahan. Ketegangan ekonomi memaksa 66,2 persen responden menahan diri untuk tidak memperbaiki kerusakan yang signifikan di apartemen mereka. Selain itu, 73 persen penerima bantuan menyatakan bahwa kesulitan ekonomi memaksa mereka untuk tidak lagi membeli peralatan belajar dasar dan buku pelajaran untuk anak-anak mereka. Kurangnya sumber daya keuangan mengakibatkan 69,4 persen dari mereka tidak memiliki akses terhadap komputer untuk kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. Demikian pula, 85,1 persen terpaksa berhenti mengikuti kursus tambahan, kegiatan sekolah, dan perjalanan wisata karena kendala keuangan.

Read More

Israel Direpotkan Serangan dari Lebanon, Yaman dan Suriah

Beirut — 1miliarsantri.net : Israel terus mendapatkan serangan-serangan dan ancaman dari negara-negara di sekitarnya. Roket-roket dari Suriah dan Lebanon serta pencegatan kapal di Yaman terus memberikan tekanan pada Israel untuk mengehntikan genosidanya di Jalur gaza. Kelompok Hizbullah di Lebanon pada Senin (18/12/2023) menyerang dua baterai Iron Dome Israel di pemukiman Israel utara “Kabri” dekat daerah perbatasan Israel-Lebanon. Iron Dome adalah sistem rudal pertahanan udara bergerak yang dirancang untuk mencegat rudal jarak pendek dan peluru artileri oleh Rafael, sebuah perusahaan sistem pertahanan canggih. Koresponden Almayadeen di Lebanon selatan melaporkan melihat proyektil diluncurkan dari Lebanon menuju hulu al-Jalil di seberang sektor tengah di wilayah utara Palestina yang diduduki. Selanjutnya, sirine terdengar di pemukiman “Dishon”, al-Malikiya, “Yiftah”, dan “Ramot Naftali”. Walikota pemukiman Israel utara Kiryat Shmona, Avichai Stern, sebelumnya mengkritik cara pemerintah pendudukan Israel menghadapi situasi yang semakin memburuk di wilayah perbatasan Lebanon dengan serangan harian dari Hizbullah. “Kami diserang setiap hari dan kami terus mencatat korban luka setiap hari. Kemarin, seorang tentara di brigade cadangan tewas; kami mencatat korban luka dan korban jiwa setiap hari,” ujar Stern kepada berita Israel Channel 13, kemarin. Terkait serangan-serangan itu, pasukan penjajah Israel (IDF) telah mengembangkan rencana untuk menyerang Lebanon dengan tujuan untuk memukul mundur Hizbullah. Media the Times dan Newsweek melaporkan rencana itu berdasar informasi yang diberikan oleh juru bicara militer Israel, juru bicara Jonathan Conricus. Israel khawatir Hizbullah berpotensi melancarkan serangan seperti yang dilakukan pejuang-pejuang dari Gaza pada 7 Oktober di utara Israel, menurut seorang perwira militer senior Israel yang berbicara dengan the Times. “Tentara Israel telah menyetujui rencana dan menetapkan jadwal kesiapan,” klaim Conricus, menurut surat kabar tersebut. Sementara, kelompok Houthi Yaman telah menyerang dua lagi kapal dagang di Laut Merah dengan drone angkatan laut pada Senin (18/12/2023). Kelompok tersebut telah mengkonfirmasi. Ini adalah gelombang serangan terbaru guna mendesak disudahinya serangan militer Israel di Gaza. Menurut Reuters, juru bicara Houthi Yahya Sarea mengidentifikasi kapal-kapal itu sebagai MSC Clara dan Swan Atlantic milik Norwegia. Dia mengatakan, serangan tersebut dilakukan setelah kru kapal gagal menanggapi panggilan dari kelompok tersebut. Pemilik Swan Atlantic mengatakan kapalnya dihantam benda tak dikenal, namun tidak ada awak kapal yang terluka. MSC Clara adalah kapal berbendera Panama, menurut data LSEG. Rincian serangan terhadap kapal tersebut belum diketahui. Kelompok Houthi mengatakan bahwa mereka telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah yang mempunyai hubungan dengan Israel sebagai protes atas serangan militer mereka terhadap warga Palestina di Gaza, dan telah memperingatkan agar tidak berlayar ke wilayah tersebut. Serangan-serangan tersebut telah memicu kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap jalur minyak, biji-bijian dan barang-barang lainnya yang merupakan jalur perdagangan global yang penting, dan telah meningkatkan biaya asuransi dan pengiriman barang melalui Laut Merah. Segera setelah serangan terbaru, pasar asuransi London memperluas wilayah di Laut Merah yang dianggap berisiko tinggi.

Read More

Israel Klaim Temukan Terowongan Raksasa Palestina di Jalur Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Brigade Al-Qassam menanggapi berita terkait adanya Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menemukan terowongan raksasa di Jalur Gaza utara. Brigade Al-Qassam mengatakan Israel datang terlambat untuk menemukan terowongan itu setelah Hamas menyelesaikan misi mereka. “Anda datang terlambat, misi telah selesai,” terang Brigade Al-Qassam di saluran Telegram pada Senin (18/12/2023). Postingan itu menunjukkan klip tentara pendudukan menemukan terowongan tersebut, dan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Galant, tur di dalamnya. Setelah menyampaikan pesan itu, Brigade Al-Qassam merilis postingan berjudul “Coming soon (Segera)”, yang mengacu pada pernyataan yang mungkin mengungkapkan operasi tertentu, seperti diberitakan Sky News. Pada Ahad (17/12/2023), IDF mengungkapkan apa yang mereka gambarkan sebagai terowongan serangan terbesar yang digunakan Hamas di Jalur Gaza utara. Terowongan itu memiliki panjang 4 kilometer dan kedalaman 50 meter dengan pintu kokoh yang dirancang untuk mencegah masuknya pasukan Israel. “Pembukaan terowongan terdekat terletak sekitar 400 meter dari Penyeberangan Erez (Beit Hanoun) di Jalur Gaza utara,” kata juru bicara IDF, Daniel Hagari, Ahad (17/12/2023). Dalam video yang dirilis IDF, terowongan itu bercabang menjadi beberapa cabang, yang merupakan jaringan terowongan yang luas dan kompleks. “Jalan tersebut berisi infrastruktur sanitasi, listrik, komunikasi, dan telepon, selain pintu kokoh yang dirancang untuk mencegah masuknya pasukan tentara Israel. Terowongan itu memungkinkan pergerakan kendaraan di dalamnya, dan banyak senjata Hamas ditemukan di dalamnya,” tambahnya. Meski berada di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, IDF memastikan terowongan itu tidak mencapai wilayah Israel.

Read More

Korban Tewas Akibat Agresi Israel ke Palestina Diperkirakan Nyaris 19 Ribu Jiwa

Gaza — 1miliarsantri.net : Sejak perang yang meletus pada 7 Oktober 2023 lalu agresi Israel terhadap Palestina terus berlangsung di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Hingga Ahad (17/12/2023) diperkirakan jumlah korban jiwa meningkat menjadi sedikitnya 18.884 orang dan lebih dari 55.000 orang terluka. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa jumlah korban jiwa di Jalur Gaza telah mencapai 18.600 orang, sementara jumlah korban tewas di Tepi Barat juga melonjak menjadi 286 orang. Selain itu, sebanyak 51.000 warga Palestina luka-luka di Gaza dan sekitar 3.430 lainnya di Tepi Barat. Kementerian kesehatan menjelaskan bahwa sektor kesehatan di Gaza sedang menghadapi krisis yang parah. Ini karena puluhan pusat kesehatan berhenti beroperasi akibat kekurangan bahan bakar dan bombardir yang dilancarkan militer Israel. Kementerian Kesehatan juga melaporkan bahwa lebih dari 60 persen pemukiman warga di Gaza telah hancur, termasuk lebih dari 56.000 unit rumah hancur total dan 224.000 unit hancur sebagian. Penghitungan akhir unit dan bangunan yang hancur masih belum tersedia karena adanya serangan udara Israel. Kementerian menduga, ada kecenderungan pasukan pendudukan Israel menargetkan rumah sakit, pusat kesehatan, ambulans, dan tim medis di Tepi Barat. “Pendudukan telah meningkatkan serangan terhadap rumah sakit, mengepung dan menggerebek rumah sakit, serta menyerang ambulans dan menahan korban luka,” tulisnya. Serangan Israel di Tepi Barat terus berlanjut, katanya, dengan sekitar 308 insiden tercatat, sejak dimulainya agresi terhadap rakyat Palestina pada tanggal 7 Oktober 2023 lalu. Selain menelan belasan ribu korban jiwa, serangan-serangan tersebut mengakibatkan korban luka-luka dan kerusakan harta benda milik warga Palestina.

Read More

Tentara Israel Bacakan Doa Shema Yisrael Melalui Pengeras Suara Masjid

Gaza — 1miliarsantri.net : Pemerintah Turki mengutuk keras aksi provokatif pasukan Israel yang mempraktikkan ritual keagamaan Yahudi di dalam sebuah masjid di Jenin, Tepi Barat. Ankara menyerukan agar para pelaku yang terlibat dalam tindakan tersebut dihukum seberat-beratnya karena selain sebagai tindakan provokatif, juga merupakan penodaan agama. “Kami mengutuk keras provokasi tentara Israel yang menyerbu Kamp Pengungsi Jenin, dan tidak menghormati kesucian tempat ibadah dengan memasuki masjid,” terang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki Oncu Keceli, Ahad (17/12/2023). Di Yerusalem Timur dan Tepi Barat, di mana ketegangan meningkat sangat tinggi akibat teror pemukim (Yahudi) dan tekanan berat serta serangan oleh pasukan keamanan Israel terhadap warga Palestina, banyak pihak mengharapkan serangan terhadap tempat-tempat suci umat Islam akan segera diakhiri dan mereka yang melakukan provokasi ini akan dihukum seberat-beratnya. Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, sempat mengomentari secara tidak langsung aksi provokatif pasukan Israel yang memasuki sebuah masjid di Jenin dan mempraktikkan ritual keagamaan Yahudi. Dia mengatakan, aksi penodaan terhadap situs keagamaan tak boleh ditoleransi. “Penodaan terhadap situs keagamaan tidak boleh ditoleransi. Oleh karena itu, hal tersebut bertentangan dengan kepatutan. Situs keagamaan harus dihormati dan tidak boleh diselewengkan dengan cara apa pun,” tutur Dujarric, Kamis (14/12/2023). Pernyataan Dujarric muncul setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir membagikan sebuah video yang memperlihatkan pasukan Israel melakukan ritual Yahudi di sebuah masjid di kota Jenin, Tepi Barat. Dalam video itu tampak seorang tentara Israel membacakan doa Shema Yisrael melalui pengeras suara masjid.

Read More

Pengungsi Gaza Semakin Terpuruk, Tenda Pengungsian Tergenang Banjir

Gaza — 1miliarsantri.net : Penderitaan warga Palestina semakin bertambah di tengah pemboman Israel yang terus berlangsung. Tenda-tenda kemah untuk warga di tempat pengungsian di Rafah, Jalur Gaza selatan, tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Gaza. Seorang pengungsi Palestina, Yasmin Mhani, mengatakan dia terbangun di malam hari dan menemukan anaknya yang berusia tujuh bulan basah kuyup. Keluarganya yang beranggotakan lima orang itu berbagi satu selimut setelah rumah mereka dihancurkan oleh serangan udara Israel. “Rumah kami hancur, anak kami menjadi syahid dan saya tetap menghadapi semuanya. Ini adalah tempat kelima yang harus kami tuju, mengungsi dari satu tempat ke tempat lain, hanya dengan mengenakan kaus oblong,” terangnya sambil menggantungkan pakaian basah di luar tendanya. Sementara Aziza al-Shabrawi, salah satu pengungsi lainnya, mencoba dengan sia-sia mengeluarkan air hujan dari tenda keluarganya. Ia terus mengeluarkan air sambil menunjuk pada kedua anaknya yang hidup dalam kondisi genting. “Putra saya sakit karena kedinginan dan putri saya bertelanjang kaki. Kita seperti pengemis. Tidak ada yang peduli, tidak ada yang membantu,” ujar pria berusia 38 tahun itu.“ Cuaca membawa lebih banyak cobaan bagi keluarga-keluarga yang mengungsi ke selatan Jalur Gaza. Angin dingin merobek tenda-tenda tipis mereka, sementara hujan membasahi pakaian dan selimut mereka. ‘’Hujan deras dan angin dingin di Gaza semalam (Rabu, 13/12/2023) telah memperburuk penderitaan keluarga-keluarga Palestina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sekarang mereka meringkuk di tenda-tenda yang rapuh dan kebanjiran,’’ imbuhnya.

Read More

Sebanyak 192 Masjid Dihancurkan Zionis Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Pasukan zionis Israel telah menghancurkan sebanyak 192 masjid di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lali. Ini belum termasuk bangunan-bangunan lain, seperti klinik, rumah sakit, gedung sekolah, rumah-rumah warga yang juga tak luput dari pengeboman. Dua hari yang lalu, pesawat tempur Israel meluncurkan serangan terhadap Masjid Omari di Kota Tua Kota Gaza. Serangan Israel menghancurkan sebagian besar dari masjid tersebut. English Al Mayadeen mengatakan, serangan pada tempat ibadah tersebut dilakukan Israel dengan dalih menyerang markas Hamas. “Media Israel melaporkan bahwa Pasukan Pendudukan Israel telah menghancurkan 192 masjid selama masa agresi dengan dalih menyerang terowongan Hamas di bawahnya,” demikian keterangannya. Masjid Omari didirikan lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Masjid Omari ini dianggap sebagai salah satu masjid terbesar dan paling kuno di Gaza dan masjid terbesar ketiga di Palestina yang diduduki setelah Masjid Al-Aqsha dan Ahmed Pasha Al-Jazzar di Acre. Penduduk setempat menyebut masjid itu sebagai Masjid Al-Aqsha Kecil, karena kemiripannya dengan Masjid Al-Aqsha di Al-Quds. Otoritas Gaza pun mendesak badan PBB di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, UNESCO untuk melindungi situs-situs bersejarah di wilayah Palestina. “Kejahatan yang menargetkan dan menghancurkan situs arkeologi harus mendorong dunia dan UNESCO mengambil tindakan untuk melestarikan warisan peradaban dan budaya yang besar ini,” kata Kementerian Pariwisata dan Purbakala Gaza. Otoritas setempat juga memperkirakan, dari ratusan gempuran Israel pada masjid-masjid di Gaza, setidaknya sudah 104 masjid yang hancur total akibat agresi tersebut. Selain itu, baru-baru ini, Israel menghancurkan masjid lain di kamp New Nuseirat di Gaza tengah.

Read More

Pemerintah Kerajaan Saudi Melakukan Pemeliharaan Rutin Ka’bah Jelang Musim Haji 2024

Riyadh — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tengah melakukan pemeliharaan rutin Kakbah. Pekerjaan mulai dilakukan sejak Sabtu (09/12/2023) di bawah pengawasan Departemen Manajemen Proyek Kementerian Keuangan Saudi dengan lembaga pemerintah lainnya. Pemeliharaan berkala tersebut merupakan upaya berkelanjutan dari komitmen Pemerintahan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam merawat dan memuliakan Kakbah, menjaga kesucian dan seluruh elemen agar tetap dalam kondisi optimal. Mengutip Saudi Press Agency, sejak berdiri pada 1438 H, Departemen Manajemen Proyek sudah aktif mengawasi proyek perluasan Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah atas pengarahan Raja Salman. Departemen Manajemen Proyek juga mengawasi pekerjaan renovasi berkala unsur-unsur Kakbah sebelumnya yang dilaksanakan pada bulan Syawal 1440 H dan Dzulhijjah 1442 H. Pekerjaan konstruksi yang tengah berlangsung di sekitar Kakbah tidak terlihat karena tertutup pagar tinggi. Selain itu, Hijr Ismail di sisi utara Ka’bah juga akan ditutupi. Akibat renovasi tersebut, sementara jamaah tidak dapat menyentuh Kakbah dan melihat Hajar As-Wad. Namun, jamaah masih dapat melakukan tawaf atau mengeliling Kakbah, serta ibadah lainnya tanpa hambatan apapun.

Read More

Resolusi PBB Mengenai Gencatan Senjata Israel Hamas Diharapkan Bisa Disetujui

New York — 1miliarsantri.net : Palestina berharap pemungutan suara yang dilaksanakan Majelis Umum PBB mengenai resolusi yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan di Gaza menjadi bentuk dukungan global yang luas untuk mengakhiri perang Israel-Hamas, yang kini memasuki bulan ketiga. Sebelumnya pada Jumat (8/12/2023), Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan. Negara-negara Arab dan Islam kemudian menyerukan sidang darurat Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara pada Selasa (12/12/2023) sore untuk melakukan pemungutan suara mengenai resolusi yang menuntut gencata senjata di Gaza. Berbeda dengan resolusi Dewan Keamanan, resolusi Majelis Umum tidak mengikat secara hukum. Namun, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, pesan-pesan yang disampaikan dalam majelis tersebut sangat penting dan mencerminkan opini dunia. Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, pada Ahad (10/12/2023) mengatakan kepada Associated Press, resolusi yang gagal di Dewan Keamanan disponsori oleh 103 negara. Dia berharap akan ada lebih banyak sponsor dan suara yang tinggi untuk resolusi Majelis Umum pada Selasa. Pada 27 Oktober, Majelis Umum PBB menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza yang mengarah pada penghentian permusuhan. Ketika itu, hasil pemungutan suara 120-14 dengan 45 abstain. Ini adalah tanggapan pertama PBB terhadap perang Gaza. Setelah empat kali gagal, Dewan Keamanan PBB pada 15 November mengadopsi resolusi pertama setelah pecahnya perang Israel-Hamas. Dewan Keamanan menyerukan jeda kemanusiaan yang mendesak dan jangka panjang di Gaza untuk mengatasi meningkatnya krisis bagi warga sipil Palestina selama serangan udara dan darat Israel. Pemungutan suara di dewan yang beranggotakan 15 orang itu menghasilkan skor 12-0 dan Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia abstain. Amerika Serikat dan Inggris mengatakan mereka abstain karena resolusi tersebut tidak mengutuk serangan mengejutkan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel. Sementara Rusia karena kegagalan Dewan Keamanan menuntut gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. Seruan gencatan senjata semakin meningkat seiring dengan meningkatnya korban gugur di tengah serangan Israel untuk melenyapkan Hamas di Gaza. Pada Jumat, AS memveto resolusi Dewan Kemananan PBB untuk gencatan senjata di Gaza, dengan hasil pemungutan suara adalah 13-1, sementara Inggris abstain. Pertemuan dan pemungutan suara Dewan Keamanan pada Jumat lalu merupakan tanggapan terhadap surat Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang menggunakan Pasal 99 Piagam PBB. Hal ini memungkinkan seorang sekjen PBB untuk menyampaikan ancaman yang ia lihat terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Gutteres memperingatkan adanya bencana kemanusiaan di Gaza dan mendesak dewan tersebut untuk menuntut gencatan senjata kemanusiaan.

Read More