Pemerintah Indonesia Hadirkan Produk Ekonomi Kreatif Dalam Perhelatan Hajj and Umrah Services Conference and Exhibition 2024

Jeddah — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengadakan kerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi guna menghadirkan produk-produk ekonomi kreatif lokal di salah satu pameran haji dan umrah terbesar di dunia, Hajj and Umrah Services Conference and Exhibition 2024. Sandiaga saat hadir di acara pameran, Selasa (9/1/2024) mengatakan, pameran yang berlangsung selama tiga hari pada 9 hingga 11 Januari 2024 di King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, Arab Saudi, itu diikuti 19 pelaku ekraf tanah air yang diharapkan dapat mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya peluang usaha. “Kami secara resmi diundang oleh Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia untuk turut berpartisipasi aktif dalam pertukaran informasi produk parekraf dalam penyelenggaraan event ini bersama dengan 19 pelaku usaha sektor ekonomi kreatif karya anak bangsa,” terang Sandiaga Umo kepada 1miliarsantri.net, Kamis (11/1/2024). Partisipasi aktif pelaku ekraf tanah air dalam pameran diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha parekraf, khususnya wisata ramah Muslim. Mengingat, Hajj and Umrah Services Conference and Exhibition 2023 dikunjungi oleh 105.000 pengunjung, 83 menteri dan delegasi petinggi kenegaraan. Selain itu, acara juga diramaikan oleh 360 partisipan dan mencapai 200 lebih nota kesepakatan.

Read More

Sekitar 56 persen Rumah di Gaza Hancur, Kelaparan Mulai Melanda

Gaza — 1miliarsantri.net : Pelapor khusus PBB mengenai situasi hak asasi manusia (HAM) di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, mengatakan kelaparan dan kurangnya fasilitas permukiman akibat kehancuran yang disebabkan serangan Israel di Gaza semakin memperkuat tuduhan genosida oleh Israel. Melalui unggahan di platform X pada Rabu (10/1/2024), Albanese menyebut 45 persen penduduk Gaza mengalami kelaparan parah. “Di beberapa daerah, sembilan dari 10 keluarga hidup 24 jam tanpa makanan. Ini memperburuk tuduhan genosida, karena kehancuran fisik dapat dilakukan melalui kelaparan (ICTR),” urainya. Albanese mempertanyakan klaim Israel bahwa jumlah orang yang menderita kelaparan parah disebut “berlebihan” dan mengapa media dan pemantau HAM tidak bisa memasuki Gaza. Sementara itu, mengenai situasi perumahan, Balakrishnan Rajagopal, pelapor khusus PBB mengenai hak atas perumahan, mengatakan bahwa sekitar 56 persen rumah di Gaza hancur atau rusak. “Gaza Utara paling terkena dampaknya, hingga 82 persen permukiman hancur atau rusak,” kata Rajagopal, juga melalui X. Dia mendorong Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mempertimbangkan fakta ini sebagai bukti genosida jika digabungkan dengan gugatan publik yang diajukan sebelumnya oleh Afrika Selatan. Afrika Selatan mengajukan gugatan pada 29 Desember 2023, dengan mengklaim bahwa Israel melanggar Konvensi PBB tahun 1948 tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida terkait tindakan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Read More

Akibat Pernyataan Boikot Produk Israel, Mc Donald’s Mengalami Penurunan Drastis

Jakarta — 1miliarsantri.net : CEO McDonald’s Chris Kempczinski mengungkapkan bahwa jaringan makanan cepat saji di Timur Tengah dan seluruh dunia terkena dampak seruan boikot untuk mendukung Gaza. “Saya menyadari bahwa beberapa pasar di Timur Tengah dan beberapa pasar di luar kawasan mengalami dampak bisnis yang berarti akibat perang dan misinformasi terkait yang mempengaruhi merek seperti McDonald’s,” terang CEO tersebut dalam postingan di LinkedIn. Menurutnya ini sangat mengecewakan dan tidak berdasar. Di setiap negara tempat beroperasi, termasuk negara-negara Muslim, McDonald’s dengan bangga diwakili oleh pemilik-operator lokal yang bekerja tanpa kenal lelah untuk melayani dan mendukung komunitas mereka sambil mempekerjakan ribuan warganya. Melansir Al Arabiya, Rabu (10/1/2024), McDonald’s mengalami dampak terparah setelah cabangnya di Israel mengunggah di media sosial membagikan ribuan makanan gratis kepada tentara Israel. Setelah unggahan tersebut, waralaba McDonald’s di Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, Mesir, Oman, Arab Saudi, dan Lebanon mengeluarkan pernyataan yang menyangkal hubungan mereka dengan waralaba Israel. Bahkan, beberapa diantaranya menjanjikan sumbangan ke Gaza. Bisnis McDonald’s di Mesir mengalami penurunan penjualan yang signifikan hingga 70 persen pada Oktober-November dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Mayoritas pemegang waralaba McDonald’s di Timur Tengah dan Afrika Utara menerbitkan pernyataan solidaritas untuk Palestina pada awal kampanye militer Israel di Gaza, dan banyak di antara mereka yang berjanji untuk menyumbang di wilayah tersebut.

Read More

Mahmoud Bocah 11 Tahun Tetap Teguh Meski Seluruh Keluarganya Syahid Dibantai Teroris Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Rami Awad berusaha mencari tenda untuk membawa keluarganya ke sebuah tempat pegungsian di Rafah, Jalur Gaza selatan. Tetapi, dia tidak berhasil menemukan tenda. Dia berencana mengevakuasi seluruh keluarganya ke tempat pengungsian, namun sebelum itu terjadi, sebuah bom menghantam rumah rumah di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan pada Sabtu dini hari (6/1/2023). Rami syahid bersama istri dan dua anaknya serta beberapa kerabat. Namun, putra ketiganya, Mahmoud (11 tahun), selamat dari malapetaka tersebut, karena sedang menginap di rumah pamannya. Pada pagi hari, Mahmoud pergi ke kamar jenazah di Rumah Sakit Eropa, dimana ayah dan saudara-saudaranya terbaring di rak berbalut kain kafan. Mahmoud berkata dengan tenang, napas terengah-engah seolah-olah mencoba menahan tangis, “Ibu berkata padaku: Pergi tidur malam ini di rumah pamanku, Isa. Jadi, saya tidur di rumah pamanku Isa, dan mereka (Israel) menyerang rumah (tempat keluarga tinggal).” Dia menambahkan, sambil berbicara seolah-olah mencoba menahan tangis, “Saudara-saudaraku syahid, ayah saya Rami Awad, saudara kecil saya di kelas dua, dan saudara saya yang lebih besar di kelas delapan, dan ibu saya.” Sebelum pembantaian, keluarga Awad tinggal di Kamp Shati di barat kota Gaza, yang menampung para pengungsi Palestina yang diusir dari tanah mereka pada 1948 dan keturunan mereka. Mahmoud mengatakan, “Kami tinggal di Kamp Shati, dan pasukan Israel menjatuhkan pamflet” menyatakan bahwa Kota Gaza adalah zona perang, “jadi kami pindah ke Khan Yunis dengan harapan aman, tetapi mereka juga menyerang kami.”

Read More

Para Pengungsi di Tengah Cuaca Dingin dan Kelaparan Memenuhi Kota Rafah

Gaza — 1miliarsantri.net : Kota Rafah, Jalur Gaza selatan mendadak menjadi kota paling ramai saat ini. Dalam tayangan Aljazeera, kota tersebut sudah dipenuhi para murabith. Bahkan, sekadar mencari tempat duduk untuk melepas lelah butuh effort tinggi. “Kami sungguh menderita. Kami datang ke Rafah dan tidak ada tempat yang kosong, bahkan jalanan juga penuh orang. Saya berdiri di trotoar mencoba mencari tempat untuk duduk, tapi tidak ada. Kami telah menjadi pengungsi di Nusayriah selama dua bulan, dan 3 hari yang lalu pasukan pendudukan Israel memberi tahu kami untuk pergi ke Rafah karena kami berada dalam bahaya. Hidup kami berada di jalanan, semuanya sekarang berada dalam bahaya,” terang Said, seorang warga sipil yang terpaksa mengungsi di kota tersebut. Sementara itu, Hajjah Ghada Al-Banna bersandar pada mobil putranya yang mengungsi di tepi jalan, dengan air matanya mengalir, dia berbicara tentang tragedi yang mengerikan. “Lebih dari dua bulan kami berdiri di jalanan, merasakan dingin dan lapar, tak seorang pun melihat kami dengan mata, kami lelah dan mati karena kedinginan, dan tidak tahu kemana harus pergi,” ungkapnya. Dia melanjutkan, “Kami ingin dunia berdiri bersama kami, bahkan jika hanya satu hari atau satu jam. Sebelumnya, kami berada di Bureij di sekolah yang dimiliki oleh UNRWA, setidaknya kami memiliki tempat untuk berlindung. Namun, sekarang kami menderita di jalanan, tidak tahu di mana dan bagaimana kami bisa duduk sama sekali.” Kepala Pemerintah Kota Rafah, Ahmad al-Sufi, mengatakan, sejumlah besar penduduk mengarah ke Kota Rafah, yang pada dasarnya sudah menderita dari kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Jumlah pengungsi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah setempat. Tidak ada alat transportasi yang dapat berjalan dengan mudah di jalanan karena kepadatan yang tinggi dan keberadaan tenda pengungsi di jalan-jalan.

Read More

Fatihia Al-Shami Mampu Bertahan Sebagai Murabithah Meski Terus-Menerus Menjadi Korban Yang Dilakukan Teroris Israel.

Gaza — 1miliarsantri.net : Nenek Palestina, Fatihia Al-Shami, duduk di depan tenda kecil tempat dia ribath setelah rumahnya dibom di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan. Nenek berusia 80 tahun ini memilih tetap bertahan sebagai murabithah meski terus-menerus menjadi korban pembantaian yang dilakukan teroris Israel. Dia mengaku harus menjalani hari-hari dengan sangat sulit. Tapi meskipun begitu, dia tetap teguh menolak pengungsian dan tetap bertahan di tanahnya. “Jika seluruh dunia datang, kami tidak akan meninggalkan tanah kami. Jika bukan saya, anak dan cucu saya akan hidup di sini selamanya, saya ingin syahid (mati) di tanahku. Saya akan tetap di sini meskipun semua kehancuran dan serangan,” katanya Nene Fatihia, Ahad (7/1/2024). Dia melanjutkan, berbicara tentang kondisi hidupnya setelah pindah ke tenda, “Saya seorang wanita tua, usia 80 tahun, saya tidak punya tempat mandi, tidak ada tempat untuk berwudhu, saya tidak punya makanan untuk dimakan dan tidak ada selimut untuk berteduh. Kami tinggal di tenda di jalanan.” Dengan kata-kata yang memilukan, dia menyelesaikan, “Tidak ada yang bersama kami, rakyat Palestina menderita, kami hanya punya Allah, tapi saya tidak akan keluar dari rumah saya, saya tidak ingin keluar, baik mati atau terhina.”

Read More

Kelompok Hizbullah Lebanon Tembakkan 62 Roket ke Pangkalan Militer Israel

Beirut — 1miliarsantri.net : Pasca kematian wakil pemimpin Hamas, Saleh al-Arouri, yang terbunuh akibat serangan drone zionis Israel ke Beirut, kelompok Hizbullah Lebanon menembakkan lebih dari 62 roket ke pangkalan militer Israel. Hizbullah mengatakan, serangan itu merupakan respons atas wafat nya sang pemimpin Hamas. Militer Israel belum merilis keterangan tentang dampak dari serangan roket Hizbullah “Sebagai bagian dari respons awal terhadap kejahatan pembunuhan pemimpin besar Sheikh Saleh al-Arouri, perlawanan Islam (Hizbullah) menargetkan pangkalan kendali udara Meron dengan 62 jenis rudal,” terang Hizbullah dalam sebuah pernyataan, Sabtu (6/1/2024), dikutip laman Al Arabiya. Saleh al-Arouri terbunuh dalam serangan drone Israel ke kantor Hamas di Mecherfeh di Beirut selatan, Lebanon, Selasa (2/1/2024) malam lalu. Selain Arouri, setidaknya terdapat lima orang lainnya yang turut tewas dalam serangan itu, termasuk dua komandan Brigade Al-Qassam, yakni sayap militer Hamas. Arouri menjadi pemimpin Hamas paling senior yang dibunuh Israel sejak pecahnya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023. Menyusul kematian Arouri, Hamas dilaporkan telah membekukan pembicaraan tentang gencatan senjata dengan Israel. Kelompok Hizbullah sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan pembunuhan Arouri berlalu begitu saja. Hizbullah, yang sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 turut terlibat konfrontasi dengan Israel di perbatasan Lebanon, mengisyaratkan siap membalas kematian Arouri. “Pembunuhan Arouri adalah kejahatan besar dan berbahaya yang tidak bisa kami diamkan,” ujar Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah dalam pidatonya yang disiarkan di televisi, Rabu (3/1/2024).

Read More

Lebih Dari 10.000 Pasien Kanker di Gaza Berjuang Tanpa Perawatan Medis

Gaza — 1miliarsantri.net : Lebih dari 10.000 pasien kanker di Gaza saat ini tidak mendapatkan perawatan medis yang diperlukan setelah Rumah Sakit Persahabatan Palestina-Turki ditutup secara paksa akibat agresi teroris Israel. Para pejabat kesehatan di Jalur Gaza mengatakan, pasien kanker di sana mengalami kondisi yang tak tertahankan dan tidak manusiawi, tidak memiliki akses untuk mendapatkan pengobatan khusus untuk kanker. Lantai tiga dan terakhir Rumah Sakit Persahabatan Palestina-Turki, satu-satunya rumah sakit di Gaza yang menangani pasien kanker, menjadi sasaran serangan udara Israel pada akhir Oktober lalu, menyebabkan kerusakan yang signifikan dan membuat rumah sakit tersebut tidak dapat beroperasi. Dibiayai oleh pemerintah Turki, rumah sakit ini merupakan salah satu fasilitas medis terbesar di Palestina yang didedikasikan khusus untuk merawat pasien kanker di Gaza.

Read More

Hamas Menangguhkan Upaya Untuk Membahas Pertukaran Sandera dengan Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok Perlawanan Palestina, Hamas dilaporkan telah menghentikan pembicaraan yang sedang dirintis tentang kesepakatan pertukaran sandera di Mesir. Keputusan ini diambil setelah Israel dengan sengaja membunuh pemimpin senior Hamas, Saleh al-Arouri, pada Selasa (2/1/2024) kemarin di pinggiran kota Beirut, Dahiyeh. Hamas menangguhkan upaya mediasi setelah peristiwa pembunuhan tersebut. Kunjungan delegasi Israel ke Kairo untuk membahas kesepakatan pertukaran sandera baru yang dipersingkat, kata sebuah sumber Mesir The New Arab, Al-Araby Al-Jadeed. Pembunuhan Arouri dinilai akan memberikan pukulan besar bagi harapan kesepakatan pertukaran sandera baru yang dicapai. Pejabat Israel telah mengatakan dalam beberapa hari terakhir, ada kemajuan diskusi pada putaran baru pertukaran sandera tersebut. Para pemimpin Israel telah dikutuk oleh masyarakat luas karena bagaimana mereka mengatur pembebasan sandera Israel, yang diambil selama serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober. Dalam beberapa bulan sejak mereka ditawan, beberapa sandera telah terbunuh dalam perang di Gaza, oleh pasukan Israel. Kesepakatan pertukaran sandera-tahanan yang dicapai pada akhir November dengan bantuan negara-negara yang menengahi, termasuk Mesir dan Qatar, sebanyak 78 sandera Israel dibebaskan dan 240 tahanan Palestina dibebaskan. Padahal, Hamas sebelumnya dilaporkan bersedia kembali ke meja perundingan dengan permintaan gencatan senjata selama 20-30 hari. Informasi tersebut ditulis media Israel Axios yang mengutip Direktur Mossad David Barnae jika Hamas mengajukan penawaran tersebut sebagai imbalan atas pembebasan sebanyak 50 tawanan termasuk anak-anak, wanita dan orang tua. Axios mengutip para pejabat Israel yang mengatakan bahwa mediator Qatar menyampaikan kepada “Israel” bahwa Hamas telah “sementara setuju” untuk melanjutkan diskusi mengenai perjanjian baru untuk pembebasan lebih dari 40 orang tawanan di Gaza. Hal ini akan menjadi imbalan atas gencatan senjata selama satu bulan, menurut tiga pejabat Israel. Aksi kriminal Israel yang membunuh Wakil pemimpin Hamas, Saleh al-Arouri, dalam serangan drone ke kantor Hamas di Mecherfeh di Beirut selatan, Lebanon, Selasa (2/1/2024) malam lalu membuat rencana pertukaran sandera buyar. Setidaknya enam orang tewas dalam serangan itu. Hamas telah mengonfirmasi kematian Arouri. Dua komandan Brigade Al-Qassam, yakni sayap militer Hamas, turut terbunuh bersama Arouri dalam serangan Israel. Kelompok Hizbullah Lebanon, yang sejak pecahnya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu ikut terlibat dalam konfrontasi dengan Israel, mengatakan bahwa kematian Arouri tidak akan dibiarkan begitu saja. “Ini serangan serius terhadap Lebanon dan perkembangan yang berbahaya selama perang,” kata juru bicara Hizbullah.

Read More

Mahkamah Internasional Gelar Sidang Dugaan Genosida Israel Pekan Depan

Gaza — 1miliarsantri.net : Mahkamah Pidana Internasional atau International Court of Justice (ICJ) akan memulai persidangan perdana dugaan genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza pada 11-12 Januari 2024 mendatang. Afrika Selatan (Afsel) selaku pihak yang membawa kasus tersebut ICJ akan menghadiri persidangan tersebut. “Kami akan hadir di pengadilan ICJ pada tanggal 11 bulan ini. Kami akan memaparkan kasus kami mengenai mengapa kami berpikir berdasarkan semua bukti termasuk niat khusus dari kejahatan genosida, kami menemukan bahwa berdasarkan banyak pernyataan dari para pemimpin bahwa ada niat khusus,” terang Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Afsel Zane Dangor, Rabu (03/01/2024). Israel pun akan hadir dalam persidangan di ICJ untuk membantah tuduhan Afsel. Pada 29 Desember 2023, ICJ mengumumkan Afsel telah mengajukan permohonan kepada mereka. Afsel meminta ICJ menunjukkan tindakan sementara terhadap Tel Aviv karena negara tersebut dipandang telah melanggar kewajibannya berdasarkan Konvensi Pencegahan dan Hukuman Kejahatan Genosida (Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide) terhadap warga Palestina di Gaza. Dalam siaran persnya, ICJ mengungkapkan permohonan Afsel menyatakan tindakan dan kelalaian Israel bersifat genosida. Karena tindakan tersebut dilakukan dengan maksud khusus yang diperlukan untuk menghancurkan warga Palestina di Gaza sebagai bagian dari kelompok nasional, ras, dan etnis Palestina yang lebih luas. “Perilaku Israel, melalui organ-organ negaranya, agen-agen negaranya, dan orang-orang serta badan-badan lain yang bertindak berdasarkan instruksi atau di bawah arahan, kendali, atau pengaruhnya, sehubungan dengan warga Palestina di Gaza, merupakan pelanggaran terhadap kewajiban-kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida,” tambah ICJ mengutip permohonan Afsel. Dalam permohonannya, Afsel menuduh Israel gagal mencegah genosida. Israel telah terlibat, sedang terlibat, dan berisiko terlibat lebih lanjut dalam tindakan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza. Selain mengajukan permohonan, Afsel meminta ICJ menunjukkan langkah-langkah sementara untuk melindungi hak-hak rakyat Palestina dari kerugian yang parah dan tidak dapat diperbaiki berdasarkan Konvensi Genosida. Tujuannya adalah memastikan kepatuhan Israel terhadap kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida, yang melarang terlibat dalam, mencegah, dan menghukum genosida Israel mengecam keras Afsel karena telah melaporkannya ke ICJ atas tuduhan melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Tel Aviv menganggap tindakan Afsel tersebut sebagai bentuk pencemaran nama baik

Read More