Putra Mahkota Arab Gelar Pertemuan Darurat

Riyadh — 1miliarsantri.net : Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh untuk membahas eskalasi militer yang sedang berlangsung di Gaza dan sekitarnya. Hal ini dilaporkan oleh Kantor Berita Saudi (SPA) pada hari Selasa. Selama pertemuan tersebut, MBS menegaskan kembali komitmen Arab Saudi untuk terlibat dengan pihak internasional dan regional guna membantu meredakan situasi. Dia juga menekankan dukungan Kerajaan bagi rakyat Palestina dalam upaya mereka mendapatkan hak-hak yang sah, kehidupan yang bermartabat, serta perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Menurut SPA, diskusi ini dihadiri oleh pejabat tinggi Saudi, termasuk Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman dan Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan. Hadir pula Kepala Intelijen Umum Khalid bin Ali al-Humaidan, serta Duta Besar Saudi untuk Yordania dan Duta Besar non-residen untuk Palestina, Naif bin Bandar al-Sudairi. Dari pihak Palestina, pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina Hussein al-Sheikh, Kepala Intelijen Umum Majid Faraj, Penasihat Diplomatik Dr. Majdi al-Khalidi, dan Duta Besar Palestina untuk Arab Saudi Bassem al-Agha. (dul)

Read More

Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas kembali batal

Gaza — 1miliarsantri.net : Tidak adanya kesepakatan pada hari Ahad (25/8/2024) lalu dalam pembicaraan gencatan senjata Gaza yang berlangsung di Kairo, Mesir. Hamas maupun Israel tidak menyetujui beberapa kompromi yang diajukan oleh mediator. Kondisi ini menimbulkan keraguan atas peluang keberhasilan dalam upaya terbaru yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 10 bulan di Gaza, Palestina. Namun, seorang pejabat senior AS menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai “konstruktif” dengan mengatakan bahwa pembicaraan tersebut dilakukan dengan semangat dari semua pihak untuk mencapai kesepakatan yang final dan dapat dilaksanakan. “Proses tersebut akan terus berlanjut selama beberapa hari mendatang melalui kelompok kerja untuk lebih lanjut membahas masalah dan rincian yang tersisa,” terang pejabat senior AS yang berbicara dengan syarat anonim, menambahkan bahwa timnya akan tetap berada di Kairo, dikutip dari laman Times Live, Kamis (29/8/2024). Pembicaraan yang berlangsung selama berbulan-bulan telah gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri kampanye militer Israel yang menghancurkan di Gaza. Juga gagal membebaskan para sandera yang tersisa yang ditawan oleh Hamas dalam serangan kelompok militan tersebut pada tanggal 7 Oktober terhadap Israel. Berbicara pada konferensi pers di Halifax, Kanada, penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan Washington berusaha keras di Kairo untuk mengamankan gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan. Poin-poin penting yang menjadi perdebatan dalam pembicaraan yang sedang berlangsung yang dimediasi oleh AS, Mesir, dan Qatar termasuk keberadaan Israel di Koridor Philadelphia, hamparan tanah sempit sepanjang 14,5 km di sepanjang perbatasan selatan Gaza dengan Mesir. Para mediator mengajukan sejumlah alternatif terhadap keberadaan pasukan Israel di Koridor Philadelphia dan Koridor Netzarim yang melintasi bagian tengah Jalur Gaza, tetapi tidak ada yang diterima oleh para pihak, kata sumber-sumber Mesir. Israel juga menyatakan keberatan terhadap beberapa tahanan Palestina yang dituntut Hamas untuk dibebaskan, dan Israel menuntut mereka keluar dari Gaza jika dibebaskan, kata sumber-sumber tersebut menambahkan. Telah terjadi banyak perundingan antara tim dari Israel, AS, dan Mesir sejak Kamis pekan lalu untuk mempersempit kesenjangan yang tersisa, kata pejabat senior AS, sebagai persiapan untuk Sabtu, ketika Qatar dan Mesir bertemu dengan perwakilan senior Hamas untuk membahas proposal tersebut secara terperinci.

Read More

Al-Aqsa di Ambang Kehancuran

Gaza — 1miliarsantri.net : Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengecam pernyataan kepala otoritas keamanan Israel Itamar Ben-Gvir mengenai pembangunan sinagoge di dalam lokasi Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, serta menyatakan bahwa pernyataan pejabat Zionis itu sangat kontraproduktif. “Pernyataan semacam ini sangat kontraproduktif. Mereka berisiko memperburuk situasi yang sudah sangat tegang,” terang juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (27/8/2024). Menyoroti sensitivitas seputar status tempat-tempat suci di Yerusalem, Dujarric mengatakan bahwa ada status quo yang disepakati oleh pihak terkait mengenai tempat-tempat suci di Yerusalem yang harus dihormati oleh semua pihak. Dujarric mendesak agar perjanjian tersebut dipatuhi, baik dalam tindakan maupun pernyataan publik, untuk menghindari meningkatnya ketegangan lebih lanjut. Ben-Gvir klaim Yahudi berhak berdoa di Masjid Al-Aqsa dan mengatakan bahwa dia akan membangun sinagoge di titik konflik tersebut. Ucapan Ben-Gvir merupakan pertama kali kepala otoritas keamanan Israel berbicara terbuka mengenai pembangunan sinagoga di dalam Masjid Al-Aqsa. Hal itu sejalan dengan perilakunya beberapa bulan terakhir yang telah berulang kali menyerukan agar umat Yahudi dapat beribadah di tempat tersebut. Seruan Ben-Gvir muncul di tengah serangan berulang ke dalam kompleks tersebut oleh pemukim ilegal Israel di bawah perlindungan kepolisian Israel.

Read More

Kisah Mencekam Pasukan Perdamaian PBB

Gaza — 1miliarsantri.net : Di perbatasan sepi antara Lebanon dan Israel, pasukan perdamaian PBB asal Spanyol telah lebih dari 10 bulan terjebak dalam zona perang. Beberapa anggota Pasukan Baret Biru terluka dalam baku tembak antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon, yang juga menewaskan puluhan warga sipil Lebanon akibat perang antara Israel dan militan Palestina di Gaza. “Kadang kami harus berlindung karena tembakan… bahkan terkadang di dalam bunker,” papar Alvaro Gonzalez Gavalda, seorang anggota Pasukan Baret Biru di Pangkalan 964 Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL). Untuk mencapai pangkalan, jurnalis AFP yang dikawal konvoi UNIFIL melewati desa-desa yang hampir kosong. Hanya sesekali terlihat toko kelontong atau bengkel mobil yang masih buka di sepanjang jalan, di mana ladang-ladang telah hangus terbakar akibat pemboman. Pangkalan yang dikelilingi kawat berduri dan dilindungi tembok batu tebal ini tak jauh dari kota Khiam, tempat puluhan rumah hancur atau rusak, sekitar lima kilometer dari perbatasan. Di balik tembok perbatasan, kota Metula di Israel terlihat jelas. Kota ini juga telah dikosongkan dari penduduk, sama seperti komunitas lain di kedua sisi perbatasan. Dari menara pengawas, teropong membantu pasukan perdamaian melihat lebih jauh – ke Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel. Wilayah ini sering menjadi sasaran tembakan Hizbullah. Letnan Kolonel Jose Irisarri dari Spanyol mengatakan misi mereka, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 1701, adalah “mengawasi wilayah” dan membantu pemerintah serta angkatan bersenjata Lebanon membangun kendali di selatan Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel. Resolusi tersebut mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah pada 2006. Resolusi itu menyerukan semua personel bersenjata untuk mundur ke utara Litani, kecuali pasukan keamanan negara Lebanon dan pasukan perdamaian PBB. Meskipun Hizbullah tidak memiliki kehadiran militer yang terlihat di wilayah perbatasan sejak saat itu, kelompok tersebut masih menguasai sebagian besar wilayah selatan. Ketika militan Hamas dari Jalur Gaza menyerang Israel pada 7 Oktober, memicu perang dengan Israel, Hizbullah membuka apa yang mereka sebut “front dukungan” sehari kemudian, meluncurkan roket dan tembakan lain dari Lebanon selatan ke posisi Israel. “Beberapa desa ini benar-benar kosong. Tidak ada yang tinggal di sana karena risiko dan serangan terus-menerus yang mereka alami,” kata Irisarri. Dewan Keamanan pertama kali membentuk UNIFIL pada tahun 1978 setelah Israel menginvasi Lebanon selatan. Misi mereka diperluas setelah perang 2006. Kini, dengan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas di mana Lebanon akan berada di garis depan, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengatakan peran UNIFIL “lebih penting dari sebelumnya.” Kontingen Spanyol yang terdiri dari 650 tentara, yang ditempatkan di beberapa posisi, adalah bagian dari sekitar 10.000 pasukan dari 49 negara dalam misi tersebut. “Ini adalah satu-satunya saluran penghubung antara pihak Israel dan pihak Lebanon dengan semua komponennya, seperti Hizbullah,” kata Lacroix kepada AFP pada awal Agustus.

Read More

Penderitaan Warga Gaza Meningkat Akibat Serangan Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Negosiator gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera kembali bertemu di Kairo pada Sabtu lalu. Mereka membahas proposal kompromi baru untuk menjembatani perbedaan antara Israel dan Hamas. Sementara itu, PBB melaporkan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk, dengan kasus kekurangan gizi melonjak dan polio mulai ditemukan. Menurut otoritas kesehatan Palestina, serangan militer Israel di Gaza pada Sabtu telah menewaskan 50 orang. Korban pertempuran selama 48 jam terakhir masih tergeletak di jalanan tempat pertempuran berlanjut atau terjebak di bawah puing-puing. Dua sumber keamanan Mesir menyatakan delegasi Hamas tiba pada hari Sabtu untuk lebih dekat mengkaji proposal yang muncul dalam pembicaraan utama antara Israel dan negara-negara mediator yaitu Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, diperkirakan akan hadir dalam pembicaraan tersebut. Pembicaraan yang berlangsung selama berbulan-bulan sejauh ini belum menghasilkan terobosan untuk mengakhiri kampanye militer Israel yang menghancurkan Gaza atau membebaskan sisa sandera yang ditawan Hamas dalam serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober yang memicu perang. Sumber-sumber Mesir mengatakan proposal baru tersebut mencakup kompromi tentang poin-poin yang masih belum terselesaikan, seperti cara mengamankan area-area kunci dan pemulangan orang-orang ke Gaza utara. Namun, belum ada tanda-tanda terobosan pada poin-poin krusial, termasuk desakan Israel untuk tetap mengendalikan apa yang disebut Koridor Philadelphi, di perbatasan antara Gaza dan Mesir. Hamas menuduh Israel telah mengingkari hal-hal yang sebelumnya telah disepakati dalam pembicaraan, yang dibantah oleh Israel. Kelompok tersebut mengatakan Amerika Serikat tidak menjadi mediator dengan itikad baik. Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terlibat perselisihan dengan negosiator gencatan senjata Israel mengenai apakah pasukan Israel harus tetap berada di sepanjang perbatasan antara Gaza dan Mesir, menurut seorang sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Seorang pejabat Palestina yang familiar dengan upaya mediasi mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi hasil pembicaraan. “Hamas hadir untuk membahas hasil pembicaraan mediator dengan pejabat Israel dan apakah ada cukup indikasi perubahan sikap Netanyahu tentang mencapai kesepakatan,” kata pejabat tersebut. Melanjutkan perang akan memperburuk nasib 2,3 juta penduduk Gaza, yang hampir semuanya menjadi tunawisma di tenda-tenda atau penampungan di antara puing-puing, dengan kekurangan gizi merajalela dan penyakit menyebar, serta membahayakan nyawa sandera Israel yang tersisa.

Read More

Para Pendemo Menentang Perang Gaza di Konvensi Nasional Demokrat

Chicago — 1miliarsantri.net : Suasana tegang menyelimuti Chicago saat ribuan demonstran pro-Palestina turun ke jalan. Mereka memprotes kedatangan Presiden Joe Biden untuk pembukaan Konvensi Nasional Partai Demokrat. Aksi ini menjadi bukti nyata penolakan terhadap dukungan pemerintahan Biden untuk Israel dalam konflik Gaza. Setelah berjam-jam berdemonstrasi dengan damai, puluhan pengunjuk rasa berhasil menembus sebagian pagar keamanan. Polisi anti huru-hara langsung diturunkan ke lokasi. Tim keamanan DNC belum memberikan komentar apakah para demonstran ditangkap atau tidak. “Petugas keamanan sedang berada di lokasi dan informasi lebih lanjut akan disampaikan segera,” ujar juru bicara kota Chicago. Teriakan protes semakin keras menjelang penerobosan pagar. Para demonstran berkumpul di taman lingkungan di sisi barat Chicago, menyerukan gencatan senjata. Di tengah keriuhan, massa melampiaskan kekesalan mereka pada Wakil Presiden Kamala Harris, menyebutnya “Kamala Pembunuh”. Polisi Chicago membentuk garis pengamanan di sekeliling taman untuk mengamankan para demonstran. Beberapa petugas berjaga menggunakan sepeda. Meski demikian, kelompok “March on the DNC” ternyata menarik lebih sedikit pendukung dari yang diperkirakan. Mereka berkumpul di taman di luar arena konvensi, beberapa jam sebelum Biden dijadwalkan berpidato. Mereka memulai pawai sejauh satu mil di dekat tempat delegasi Demokrat akan menominasikan Harris sebagai calon mereka untuk menghadapi Donald Trump dari Partai Republik dalam pemilihan presiden November mendatang. Awalnya, penyelenggara memperkirakan puluhan ribu demonstran akan hadir, cukup untuk memenuhi taman dan rute pawai. Namun hingga sore hari, hanya beberapa ribu orang yang berkumpul untuk mendengarkan pidato, dan taman hanya terisi setengahnya. Koalisi yang terdiri dari lebih dari 200 kelompok ini memperjuangkan berbagai isu, mulai dari hak reproduksi hingga keadilan rasial. Banyak peserta berasal dari komunitas Palestina dan Arab di Illinois serta negara-negara tetangga. Roman Fritz, salah satu delegasi termuda dari Wisconsin berusia 19 tahun, mengenakan syal bermotif keffiyeh Palestina tradisional. Dia berencana ikut dalam pawai namun tidak berniat mengganggu acara resmi nantinya. Fritz menyatakan dukungannya pada Harris sebagai calon partai untuk mengalahkan Trump.

Read More

Komandan Unit IDF Tewas Dibom Rekan Sendiri

Gaza — 1miliarsantri.net : Seorang komandan unit Israel dilaporkan tewas akibat serangan udara pasukan penjajahan sendiri yang gagal di Jalur Gaza selatan, Senin (19/8/3024) lalu. Insiden itu menambah daftar panjang kematian tentara Israel di tangan rekan mereka sendiri. Media Israel melansir, yang salah satu tentara tewas adalah Letnan Shahar Ben Nun (21). Ia adalah seorang komandan Unit Pengintaian Pasukan Terjun Payung dan pembunuhannya membuat jumlah korban tewas militer Israel sejak 7 Oktober menjadi 694 orang. Channel 12 milik pendudukan Israel melaporkan bahwa petugas dari Brigade Pasukan Terjun Payung itu tewas ketika sebuah bom Angkatan Udara Israel menghantam gedung tempat mereka ditempatkan di Gaza selatan di tengah genosida yang sedang mereka lakukan. Pasukan pendudukan Israel, setelah membunuh tentara mereka, menjelaskan bahwa “insiden” tersebut disebabkan oleh kerusakan amunisi yang “meleset dari sasaran yang diinginkan”. Sebuah platform media Israel juga melaporkan bahwa 3 tentara terluka parah dan 3 lainnya luka ringan, selain seorang perwira yang tewas akibat kegagalan militer tersebut. Menurut penyelidikan awal IDF, sekitar pukul 06.30, jet tempur F-15 Angkatan Udara Israel menyerang dua sasaran di daerah Khan Younis. Salah satu rudal berhasil mencapai sasarannya. Rudal kedua, karena masalah teknis, tidak meluncur dengan benar ke sasaran yang dituju dan malah menghantam gedung bertingkat tempat pasukan terjun payung ditempatkan. Bangunan itu berjarak sekitar 300 meter dari target yang dituju, demikian temuan penyelidikan. Rudal tersebut menghantam salah satu apartemen di lantai atas gedung tersebut. Para tentara di apartemen yang berdekatan terluka setelah sebagian bangunan runtuh menimpa mereka. Ini bukan pertama kalinya kejadian seperti ini terjadi sejak perang Israel di Gaza dimulai. Pada Januari 2024, militer Israel menerbitkan sebuah laporan yang mengakui bahwa beberapa tentaranya tewas dalam serangan udara dan pecahan peluru dari bahan peledak mereka sendiri. Beberapa di antaranya tertabrak kendaraan lapis baja Israel atau salah diidentifikasi dan terkena tembakan tank, penembakan, dan senjata api, menurut laporan itu.

Read More

Biden: Jangan Ada yang Menghalangi Gencatan Senjata Gaza

Washington — 1miliarsantri.net : Presiden AS Joe Biden menegaskan pada Jumat lalu bahwa tak satu pun pihak di Timur Tengah boleh menggagalkan upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera yang menurutnya sudah di depan mata. Namun, ia memperingatkan bahwa proses ini “masih jauh dari selesai.” “Tak ada yang boleh mengambil tindakan untuk menggagalkan proses ini,” tulis Biden di media sosial. Kemudian, saat berbicara dengan wartawan, Biden mengungkapkan optimismenya tentang prospek gencatan senjata. “Sejam yang lalu, prosesnya masih berjalan. Saya optimis. Memang masih jauh dari selesai. Ada beberapa masalah lagi. Saya rasa kita punya kesempatan,” tambahnya tanpa menjelaskan lebih lanjut. Ketika ditanya kapan gencatan senjata akan dimulai jika kesepakatan tercapai, Biden menjawab: “Itu masih harus dilihat.” Israel bersikeras bahwa perdamaian hanya mungkin jika kelompok Islamis Palestina Hamas dihancurkan, sementara Hamas mengatakan mereka hanya akan menerima gencatan senjata permanen, bukan sementara. Pembicaraan gencatan senjata di Doha dihentikan sementara pada Jumat, dengan pertemuan negosiator yang akan dilanjutkan minggu depan. Dalam pernyataan bersama, AS, Qatar, dan Mesir mengatakan Washington telah mengajukan proposal baru. Washington, sekutu terpenting Israel, mengatakan gencatan senjata akan mengurangi ancaman meluasnya perang Israel di Gaza.

Read More

Gencatan Senjata Dipastikan Tertunda

Gaza — 1miliarsantri.net : Negosiasi gencatan senjata di Gaza yang berlangsung di Doha dihentikan sementara. Para negosiator berencana untuk bertemu kembali minggu depan dalam upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hamas, serta membebaskan para sandera yang masih ditahan. Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir mengeluarkan pernyataan bersama bahwa Washington telah mengajukan proposal baru. Proposal ini dibangun berdasarkan poin-poin kesepakatan selama seminggu terakhir, menjembatani perbedaan antara kedua pihak sehingga memungkinkan implementasi kesepakatan secara cepat. Para mediator akan terus mengerjakan proposal tersebut dalam beberapa hari ke depan. “Jalan menuju hasil itu kini telah ditetapkan, menyelamatkan nyawa, membawa bantuan bagi rakyat Gaza, dan meredakan ketegangan regional,” ujar mereka dalam pernyataan tersebut. Seorang pejabat Israel mengatakan delegasi mereka di Doha akan kembali ke tanah air pada Jumat sore. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan bertemu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Senin. Putaran terbaru dari perundingan yang telah berlangsung berbulan-bulan untuk mengakhiri perang di Gaza dimulai antara Israel dan mediator pada hari Kamis. Kelompok militan Palestina Hamas tidak terlibat langsung dalam pembicaraan, tetapi terus diberi informasi tentang perkembangannya. Beberapa poin yang masih menjadi kendala termasuk sikap Israel yang bersikeras bahwa perdamaian hanya mungkin terjadi jika Hamas dihancurkan. Sementara itu, Hamas mengatakan mereka hanya akan menerima gencatan senjata permanen, bukan sementara. Kesulitan lain meliputi urutan pelaksanaan kesepakatan, jumlah dan identitas tahanan Palestina yang akan dibebaskan bersama dengan sandera Israel, kontrol perbatasan antara Gaza dan Mesir, serta kebebasan bergerak bagi warga Palestina di dalam Gaza. Semalam, pasukan Israel membombardir target-target di seluruh Gaza yang padat penduduk. Mereka juga mengeluarkan perintah baru agar warga meninggalkan area yang sebelumnya ditetapkan sebagai zona aman sipil. Israel mengklaim Hamas telah menggunakan zona-zona tersebut untuk menembakkan mortir dan roket ke arah Israel. Konflik ini bermula pada 7 Oktober ketika pejuang Hamas menyerbu Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang menurut data Israel. Kampanye militer Israel telah meratakan sebagian besar Gaza dan menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina, mayoritas sipil, menurut otoritas kesehatan Palestina. Israel mengklaim telah mengeliminasi 17.000 pejuang Hamas. Dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam, anggota politburo Hamas Hossam Badran mengatakan operasi Israel yang terus berlanjut menjadi hambatan bagi kemajuan gencatan senjata.

Read More

Produk Buah dan Sayur lokal Saudi Banjiri Pasar

Riyadh — 1miliarsantri.net : Perkembangan pertanian di Arab Saudi makin menyenangkan. Banyak buah dan sayur bisa diproduksi sendiri secara lokal. Ini karena tanah Arab mulai berhasil diolah dengan menggunakan teknologi modern, sehingga tanahnya kini bisa lebih subur dan bisa untuk mengembangkan industri pertanian. Sebagai buktinya saat ini pasar Arab Saudi dipenuhi dengan 11 jenis buah-buahan segar yang ditanam secara lokal, berkat kampanye pemerintah untuk swasembada produksi pangan, menurut Kementerian Lingkungan Hidup, Air dan Pertanian. Produk-produk tersebut meliputi buah ara, kurma, anggur, delima, pisang, melon, semangka, pepaya, jambu biji, buah jeruk dan apel, kata kementerian itu dalam sebuah laporan yang dimuat oleh Saudi Press Agency baru-baru ini. “Kelimpahan ini adalah hasil dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menyediakan produk pertanian segar kepada masyarakat, sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030,” kata pernyataan yang dikeluarkan selama kampanye “Musim Panen” MEWA baru-baru ini. Kementerian menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan produksi buah-buahan dan sayuran lokal, dan menumbuhkan lingkungan pertanian berkelanjutan yang berkontribusi untuk memenuhi tujuan Visi Saudi 2030. “Melalui program dukungan petani dan meningkatnya penggunaan teknologi pertanian modern, kementerian bertujuan untuk menyediakan buah-buahan berkualitas tinggi kepada warga dan penduduk, meningkatkan kesehatan masyarakat dan menawarkan pilihan makanan yang lebih sehat,” kata pernyataan itu.

Read More