Kebangkitan Pejuang Muda Palestina di Tepi Barat

Tepi Barat — 1miliarsantri.net : Pembantaian terus menerus dilakukan Israel di Gaza dan pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran membangkitkan perlawanan pejuang-pejuang muda Palestina di Tepi Barat. Perlawanan yang dilakukan pejuang lokal di berbagai wilayah Tepi Barat terus meningkat meski ditekan habis-habisan oleh Israel. Bagaimana riwayat gerakan perlawanan tersebut? Yang terkini, bentrokan meletus antara pejuang perlawanan Palestina dan pasukan pendudukan selama serangan mereka di sekitar kamp Balata di sebelah timur kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu malam. Aljazirah Arabia melansir klip video yang menangkap suara tembakan otomatis yang dahsyat di kamp pengungsi Palestina yang terletak di sebelah timur Nablus. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu kamp tersebut pada Rabu malam dan mendapat serangan dari pejuang perlawanan Palestina setempat. Brigade Al-Quds-Batalyon Nablus mengumumkan bahwa mereka menargetkan “pasukan pendudukan yang menyerbu Nablus dengan hujan peluru, dan kami terus menghadapi penjajah.” Bagaimana awalnya kebangkitan pejuang di Tepi Barat belakangan? Sedianya, kebangkitan itu sudah jauh sebelum Operasi Topan al-Aqsa pada Oktober 2023. Kamp pengungsi Jenin menjadi rumah bagi para pejuang yang membentuk kelompok perlawanan itu pada 202. Dilaporkan Aljazirah, ratusan pejuang bergabung di bawah panji Brigade Jenin yang terdiri atas para pejuang dari beberapa faksi bersenjata. Pejuang dari kelompok Jihad Islam Palestina, Fatah, dan Hamas juga diduga aktif di Jenin. Peningkatan jumlah pemuda Palestina yang mengangkat senjata ini seiring meningkatnya operasi militer Israel dan upaya untuk memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat. Bersamaan dengan Gaza, Jenin kini menjadi simbol utama perlawanan Palestina. Brigade Jenin hanyalah salah satu kelompok yang baru muncul. Mereka menunjukkan kekecewaan yang meningkat terhadap Otoritas Palestina dan frustrasi terhadap pendudukan Israel yang sedang berlangsung. Para pejuang muda ini sangat terlokalisasi. Mereka beroperasi di parit kamp pengungsi dan kota tua. Sebagian besar pemuda berasal dari seantero Tepi Barat, dari gurun Jericho yang sepi hingga Nablus yang luas di utara dan pengungsi Jenin. Mereka sering terlihat membawa senapan M16 dan mengenakan balaclava agar tidak teridentifikasi. “Brigade Jenin adalah organisasi bersenjata Palestina yang muncul pada 2021 di Kota Jenin dan berbasis di kamp Jenin dan dianggap sebagai salah satu kelompok modern yang muncul di Tepi Barat. Sedangkan, Lion’s Den berbasis di Kota Nablus. Hari ini, beberapa dari mereka tiba di Jenin untuk membantu menghadapi penjajah di Jenin dan membantu perlawanan di sana,” terang Konsultan Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban Dr Ahed Abu Al Atta beberapa waktu lalu. Ia menyatakan, kelompok-kelompok baru ini tak terafiliasi dengan kekuatan tradisional, tapi mereka mendapatkan dukungan yang meluas. “Tentu saja faksi-faksi Palestina mendukung mereka. Tapi, mereka bekerja dengan semua orang Palestina. Dan orang-orang memfasilitasi mereka dengan segala kebutuhan, sangat mencintai mereka dan memberi mereka perlindungan,” sambung Dr Ahed. Ia juga mengindikasikan ada semacam ketakpuasan atas perkembangan negosiasi Pemerintah Palestina saat ini yang mendorong perlawanan tersebut. “Intifada membutuhkan unsur-unsur besar dan saat ini kendala terbesar bagi terbentuknya intifada adalah koordinasi keamanan dengan pendudukan oleh penguasa. Namun, peristiwa ini dapat menjadi indikasi berkembangnya aksi perlawanan,” lanjutnya. Menurutnya, perlawanan terkini akan punya dampak panjang. Setiap tekanan yang dihadapi warga Palestina, menurut Dr Ahed, akan membuat perlawanan Palestina semakin kuat, semakin kompak, dan semakin bertenaga. Sedangkan Dr Achmed Mohammed Omar al Madani, seorang warga Palestina yang juga pakar terkait konflik di wilayah tersebut mengingatkan bahwa Israel pernah melakukan tindakan pemberantasan serupa pada 2002. Saat itu, mereka berpikir telah mengenyahkan akar perlawanan di Jenin setelah membunuh ratusan orang di pengungsian tersebut. “Sekarang setelah 20 tahun, muncul generasi-generasi pejuang baru ini,” ungkapnya. Al Madani menjelaskan, kelompok bersenjata itu muncul dari ketidakpuasan dan keputusasaan akan kondisi terkini. Kekuatan-kekuatan politik di Palestina tak kunjung bisa menegosiasikan kemerdekaan. Sementara ada ancaman nyata dari Israel yang dipimpin kelompok sayap kanan yang tak ragu melancarkan perang dan pembunuhan. Selain itu, para pemukim ilegal Yahudi kian merangsek ke wilayah Tepi Barat dan melakukan serangan terhadap warga Palestina. “Jadi apa yang harus kami lakukan? Komunitas internasional tak bisa membantu kami, Otoritas Palestina tak bisa membantu kami. Kami tak punya pilihan selain mengangkat senjata!” ujar Al Madani berapi-api. Ia meyakini, perlawanan yang bangkit belakangan tak akan dengan mudah diberantas Israel. Pada 2002, Israel berpikir dengan memberantas perlawanan pejuang senior, anak-anak muda Palestina akan lebih moderat. Yang terjadi justru sebaliknya. “Mereka pernah mencoba pada 2002 tapi tak berhasil. Apalagi sekarang dengan teknologi seperti ini!? Apapun yang terjadi, ide perlawanan Palestina tak akan musnah sampai kami merdeka”. Aboud, seorang pemuda di Ramallah, mengiyakan harapan generasinya kepada para pejuang muda tersebut. Ia sudah tak peduli lagi dengan pertentangan antarfaksi di Palestina. “Singa-singa ini yang akan menyelamatkan kami semua. Sekarang giliran generasi kami berjuang untuk tanah air kami,” kata dia, dilansir the Christian Science Monitor. Dalia Hatuqa, kolumnis Foreign Policy yang berbasis di Tepi Barat, menganalisis, secara tradisional, kelompok militan Palestina berfungsi sebagai sayap bersenjata partai politik, seperti Hamas dan Fatah dari Otoritas Palestina. Operasi milisi mendukung tujuan politik partainya. Namun, selama intifada kedua, serangan serigala tunggal alias lone wolf lebih meluas.

Read More

Drama Gencatan Senjata Gaza: Netanyahu Terpojok

Gaza — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi kemarahan di Israel dan luar negeri atas penanganannya terhadap pembicaraan gencatan senjata Gaza yang terhambat, tepat ketika kekhawatiran meningkat bahwa krisis tersebut bisa berkembang menjadi perang dengan Iran, menurut tiga pejabat Israel. Perbedaan pendapat antara Netanyahu dan pihak pertahanan mengenai kesepakatan, yang bisa membantu meredakan krisis yang semakin meningkat dan berisiko melibatkan seluruh Timur Tengah, juga muncul dalam pernyataan publik dan di balik pintu tertutup, dalam pertukaran kata-kata marah yang bocor pada hari Sabtu ke media Israel. Selama empat minggu terakhir, tiga pejabat Israel, satu di tim negosiasi dan dua lainnya yang memiliki pengetahuan mendalam tentang pembicaraan tersebut, menyuarakan kekhawatiran bahwa politik sedang merusak peluang tercapainya kesepakatan. “Perasaannya adalah bahwa perdana menteri menghindari membuat keputusan tentang kesepakatan dan tidak mendorongnya dengan kekuatan penuh,” kata salah satu pejabat kepada Reuters pada hari Minggu. Beberapa mitra koalisi sayap kanan ekstrem Netanyahu telah mengancam stabilitas pemerintah jika perang berakhir sebelum Hamas dikalahkan. Netanyahu berulang kali mengatakan bahwa pembebasan 115 sandera yang masih ditahan di Gaza sejak serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang adalah prioritas utama. Namun, masalah ini menjadi lebih mendesak karena perang di Gaza mengancam akan meluas menjadi konflik regional yang lebih besar setelah peningkatan ketegangan yang dramatis antara Israel dan Iran selama seminggu terakhir. Penyerang 7 Oktober menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut hitungan Israel. Otoritas kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 39.000 warga Palestina telah tewas dalam pertempuran di wilayah pesisir yang padat penduduk tersebut. Ketegangan antara Netanyahu – yang bersikeras bahwa dia menjaga keamanan Israel – dan beberapa anggota tim negosiasiannya terungkap dalam pernyataan publiknya pada hari Minggu. “Saya siap untuk melangkah sangat jauh untuk membebaskan semua sandera kami, sambil tetap menjaga keamanan Israel,” kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada rapat kabinetnya. “Komitmen kami sangat bertentangan dengan kebocoran dan pengarahan palsu mengenai masalah sandera kami.” Upaya Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas telah mendapatkan momentum selama bulan Juli tetapi hampir terhenti setelah persyaratan baru diperkenalkan ke dalam kerangka kerja yang disepakati yang diajukan oleh Washington pada bulan Mei. Kerangka kerja tersebut melibatkan tiga fase, dengan fase pertama melihat gencatan senjata enam minggu dan pembebasan sandera wanita, lansia, dan yang terluka sebagai imbalan atas pembebasan ratusan tahanan Palestina yang ditahan Israel. Namun sumber-sumber telah memberi tahu Reuters bahwa syarat baru Israel bahwa warga Palestina yang mengungsi harus diperiksa saat mereka kembali ke utara wilayah tersebut ketika gencatan senjata dimulai adalah salah satu poin yang menghambat.

Read More

Warga Asing Diharap Meninggalkan Lebanon Sebelum Aksi Balasan Iran

Lebanon — 1miliarsantri.net : Seruan mendesak semakin kuat pada minggu lalu agar warga asing meninggalkan Lebanon, yang akan berada di garis depan perang regional, saat Iran dan sekutunya bersiap merespons pembunuhan tokoh penting yang dituduhkan pada Israel. Sementara para diplomat bekerja untuk mencegah konflik yang ditakutkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Raja Abdullah II dari Yordania menyatakan eskalasi militer regional harus dihindari “dengan segala cara,” demikian disampaikan kepresidenan Prancis setelah mereka melakukan pembicaraan telepon. Dengan tindakan militer besar dari gerakan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran dan pihak lain yang secara luas diperkirakan akan terjadi, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan: “Jika mereka berani menyerang kami, mereka akan membayar harga yang mahal.” Perang hampir 10 bulan di Gaza antara Israel dan Hamas telah menyebabkan dampak kekerasan yang telah menjadi rutinitas di seluruh wilayah, dengan lebih banyak korban jiwa pada hari Minggu. Di dekat pusat komersial Israel Tel Aviv, petugas medis dan polisi mengatakan dua orang tewas dalam serangan pisau. Penyerang, seorang warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki Israel, “dilumpuhkan” oleh polisi dan dibawa ke rumah sakit, di mana ia dinyatakan meninggal. Hizbullah Lebanon, yang telah saling tembak hampir setiap hari dengan pasukan Israel sejak perang Gaza pecah pada Oktober, mengklaim beberapa serangan terhadap posisi militer Israel pada hari Minggu. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan Israel di berbagai daerah Lebanon selatan, setelah Hizbullah mengatakan pejuangnya telah menembakkan rentetan roket baru ke arah Israel utara. Militer Israel mengatakan sebagian besar dari 30 proyektil yang diluncurkan dari Lebanon berhasil dicegat. Juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan bahwa “saat ini” kebijakan Israel untuk melindungi warga sipil tidak berubah. Milisi Houthi Yaman yang didukung Iran pada Minggu lalu mengklaim serangan terhadap kapal kargo di Teluk Aden. Ini adalah serangan pertama semacam itu sejak Israel menyerang pelabuhan Hodeida yang dikuasai Houthi bulan lalu sebagai pembalasan atas serangan drone Houthi ke Tel Aviv. Arab Saudi dan Prancis menjadi negara terbaru dari beberapa negara yang meminta warganya meninggalkan Lebanon. “Dalam konteks keamanan yang sangat tidak stabil,” kementerian luar negeri di Paris “sangat meminta” warga negaranya untuk menghindari perjalanan ke Lebanon dan menyarankan mereka yang sudah berada di negara tersebut untuk pergi “sesegera mungkin.” Prancis juga mendesak warga negaranya yang tinggal di Iran untuk “sementara meninggalkan negara itu.” Beberapa maskapai penerbangan Barat telah menghentikan penerbangan ke Lebanon dan bandara lain di wilayah tersebut. Qatar Airways mengatakan rute Doha-Beirut akan “beroperasi hanya pada siang hari” setidaknya hingga hari Senin. Serangan Sekolah Mematikan LainnyaPembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Tehran pada hari Rabu, beberapa jam setelah pembunuhan kepala militer Hizbullah Fuad Shukr di Beirut oleh Israel, telah memicu sumpah balas dendam dari Iran dan “poros perlawanan” kelompok bersenjata yang didukung Tehran. Israel, yang dituduh oleh Hamas, Iran, dan pihak lain telah membunuh Haniyeh, tidak secara langsung berkomentar tentang serangan tersebut. Israel bersumpah untuk menghancurkan Hamas sebagai pembalasan atas serangan 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel yang mengakibatkan kematian sekitar 1.200 orang, menurut angka resmi Israel.

Read More

Hamas Mulai Adakan Pemilihan Pemimpin Baru

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza, mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu bahwa mereka telah memulai proses konsultasi luas untuk memilih pemimpin baru pergerakan mereka setelah pembunuhan pemimpin sebelumnya, Ismail Haniyeh. Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa Israel membunuh pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh menggunakan “proyektil jarak pendek” yang diluncurkan dari luar tempat tinggalnya di Tehran. “Operasi teroris ini dilakukan dengan menembakkan proyektil jarak pendek dengan hulu ledak sekitar 7 kilogram – menyebabkan ledakan kuat – dari luar area tempat tinggal,” kata Garda Revolusi dalam pernyataannya. Mereka menambahkan bahwa Israel “didukung oleh Amerika Serikat” dalam serangan tersebut. Haniyeh tewas pada Rabu dini hari di ibukota Iran, di mana ia menghadiri pelantikan presiden baru, Masoud Pezeshkian. Garda Revolusi kembali menegaskan bahwa kematian Haniyeh akan dibalas dan Israel akan menerima “hukuman berat pada waktu, tempat, dan cara yang tepat.” Israel, yang menolak berkomentar tentang pembunuhan Haniyeh, sebelumnya telah menyerang benteng Hizbullah di Beirut selatan.

Read More

Israel Tangkap Imam Besar Masjid al-Aqsa

Yerussalem — 1miliarsantri.net : Pasukan pendudukan Israel menangkap Imam Masjid al-Aqsa, Ekrima Sabri, dari rumahnya setelah ia memuji pemimpin biro politik Hamas yang syahid, Ismail Haniyeh. Pasukan penjajah Israel menangkap Syeikh Ekrima Sabri di lingkungan Sawaneh, kota al-Tur, sebelah timur al-Quds yang terjajah. Syeikh Sabri ditangkap karena ia memberikan penghormatan kepada martir kepala politbiro Hamas, Ismail Haniyeh, beberapa hari setelah ia dibunuh oleh pasukan penjajah Israel. Pada hari Jumat (2/8/2024), para pejabat Israel memulai kampanye penghasutan yang luas terhadap Syeikh Sabri. Kampanye ini dilakukan setelah ia menyampaikan khutbah terkait syahidnya Haniyeh. Syeikh Sabri memuji Haniyeh, berbicara tentang keutamaan para syuhada dan orang beriman. Khotbah tersebut disambut seruan takbir dari para jamaah. Selanjutnya, shalat ghaib dilakukan untuk Haniyeh, para sahabatnya, dan semua syuhada. Dalam khutbah Jumatnya, Syeikh Sabri menyatakan, “Masyarakat al-Quds dan sekitarnya, dari mimbar Masjid al-Aqsa yang diberkahi, menganggap Ismail Haniyeh sebagai syahid di hadapan Allah. padanya dan berilah dia tempat yang tertinggi di surga.” Sebagai tanggapan, polisi Israel memerintahkan penyelidikan terhadap Syeikh Sabri. “Menyusul teriakan salah satu khatib saat salat Jumat di al-Haram al-Sharif hari ini, polisi mulai memeriksa apakah ada kaitannya dengan penghasutan melalui koordinasi dengan otoritas terkait dan akan mengambil tindakan berdasarkan temuan tersebut,” ucap salah satu penduduk Israel.

Read More

Israel Klaim Tewaskan Mohammed Deif

Dhoha — 1miliarsantri.net : Menyusul kematian Ismail Haniyeh pada Rabu (31/7/2024), secara tiba-tiba, The Israel Defence Force (IDF) secara resmi mengumumkan kematian Mohammed Deif, Komandan Tertinggi Brigade Izzuddin el-Qassam, Kamis (1/8/2024). Padahal, dalam pada serangan dua pekan lalu, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pernyataan tersebut tidak dikeluarkan IDF. “Setelah memperoleh informasi intelijen, kami pastikan kematian Mohammed Deif, komandan Qassam, sayap militer gerakan Hamas, dalam serangan dua pekan lalu di Gaza,” tulis IDF dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (5/8/2024). Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan, kematian Deif menandakan kemajuan besar dalam upaya menghabisi Gerakan Hamas sebagai organisasi militer dan pemerintahan dan tercapai sudah tujuan perang Gaza. Tetapi, kabar ini langsung dibantah Hamas. Anggota Biro Politik Hamas, Ezzat Rasyaq, menegaskan bahwa konfirmasi dan penegasian informasi tentang Syahidnya siapapun pemimpin Qassam adalah otoritas internal Qassam dan Hamas. “Dan apa yang belum diumumkan secara resmi dari kedua otoritas itu, maka informasi yang beredar di media atau pihak lain tidak bisa dibenarkan,” jelas Rasyaq. Pada 14 Juli 2024 lalu, tentara Zionis Israel melakukan pembantaian di Mawasi, barat kota Khan Younis yang menyebabkan gugurnya 90 warga Palestina dan terluka nya 300 yang lain, termasuk puluhan anak-anak dan perempuan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat it mengatakan operasi Mawasi menargetkan Deif dan wakilnya, Rafi’ Salamah. “Tetapi sampai sekarang belum dipastikan kematian mereka berdua,” kata Netanyahu. Merespons pernyataan tersebut pada waktu itu, Khalil el Hayah, Wakil Ketua Hamas di Jalur Gaza membantah kabar tersebut. Dia menegaskan Netanyahu hanya berharap pepesan kosong, kemenangan palsu. “Saya katakan ke Netanyahu, Mohammed Deif sekarang mendengar dan menertawakan kebohongan-Kebohongan Anda,” kata dia sembari menyatakan Netanyahu berupaya menggagalkan perundingan pergantian tahanan, menghentikan perang, dan membebaskan sandera, dari operasi-operasi itu. Deif adalah salah satu pendiri sayap militer Hamas, Brigade Qassam, pada 1990-an dan telah memimpin pasukan tersebut selama lebih dari 20 tahun. Dia juga disebut-sebut sebagai tokoh kunci yang merencanakan aksi bom bunuh diri yang menyebabkan kematian puluhan warga Israel. Israel mengidentifikasi dia dan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, sebagai arsitek utama serangan 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 1.139 orang di Israel selatan dan memicu perang di Gaza. Pada pagi 7 Oktober, Hamas mengeluarkan rekaman suara langka Deif yang mengumumkan operasi Al-Aqsa yang menandakan serangan itu sebagai balasan atas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, situs tersuci ketiga umat Islam. Deif, 58, jarang berbicara atau tampil di depan umum. Jadi ketika saluran TV Hamas mengumumkan bahwa dia akan berbicara pada tanggal 7 Oktober, warga Palestina di Gaza tahu bahwa sesuatu yang signifikan sedang terjadi.

Read More

Ismail Haniyeh merupakan seorang pejuang Palestina yang menentang penjajahan

Teheran — 1miliarsantri.net : Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh telah gugur sebagai syuhada usai dibunuh militer zionis Israel di Teheran, Iran, Rabu (31/7/2024) lalu. Umat Islam seluruh dunia berduka atas wafatnya Ismail Haniyeh, seorang pejuang Palestina di ranah politik yang menentang penjajahan dan ketidakadilan penjajah. Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan kabar gembira kepada umat Islam yang berjuang yang syahid di jalan Allah SWT. Mereka akan mendapatkan hadiah surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah dijelaskan enam hadiah untuk Muslim yang wafat dengan jalan syahid. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنْ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنْ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ (رواه الترمذي وابن ماجه) “Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya akan diampuni sejak awal kematiannya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur, diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik dari dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya.” (HR Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah). Dalam hadits lain dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menyangkal orang yang mati syahid bukan hanya orang yang terbunuh saat berperang di jalan Allah SWT. Sebab, jika yang syahid hanya orang yang terbunuh saat berperang maka hanya sedikit jumlahnya. حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ قَالُوا فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ ابْنُ مِقْسَمٍ أَشْهَدُ عَلَى أَبِيكَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ قَالَ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ (رواه مسلم) Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari ayahnya dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian?”

Read More

Erdogan Sebut Gaza Kamp Pemusnahan Terbesar di Dunia

Ankara — 1miliarsantri.net : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pernah menyampaikan pernyataan bahwa Jalur Gaza telah menjadi kamp pemusnahan terbesar di dunia. Menurut Erdogan, Israel telah melakukan kekejaman yang akan “melampaui Hitler.” “Berapa banyak lagi anak-anak yang harus mati untuk melihat bahwa kebijakan invasif Israel membahayakan seluruh wilayah? Lihat, ini bukan jalan yang bisa terus berlanjut,” kata Presiden Turki Erdogan. Erdogan menuturkan bahwa para pemimpin dan organisasi Barat yang bertugas untuk memastikan keamanan internasional hanya menyaksikan kebrutalan ini dari jauh selama hampir 300 hari. Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 39.000 warga Palestina yang sebagian besar wanita dan anak-anak. Presiden Turki itu mengatakan, Israel adalah satu-satunya negara di wilayah tersebut yang mencari keamanannya melalui agresi, pembantaian, dan perampasan tanah, serta bertindak seperti organisasi teroris. Israel yang tidak memiliki hukum, disebutnya sebagai ancaman tidak hanya bagi Palestina dan Lebanon, tetapi juga bagi umat manusia secara keseluruhan dan bagi seluruh dunia saat ini. “Hitler telah dihentikan, meskipun terlambat, oleh aliansi AS dan Uni Soviet. Genosida, kebiadaban, dan barbarisme ini juga harus segera dihentikan oleh aliansi umat manusia sebelum terlambat,” ucapnya.

Read More

Israel dan Hamas Saling Saling Tuduh Gencatan Senjata

Gaza — 1miliarsantri.net : Israel dan Hamas saling menyalahkan pada Senin atas kurangnya kemajuan dalam mencapai gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera di Jalur Gaza, meskipun ada mediasi internasional. Hamas menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menambahkan syarat dan tuntutan baru pada proposal gencatan senjata yang didukung AS, setelah pembicaraan terbaru melalui mediator. Netanyahu, sebaliknya, membantah membuat perubahan apapun dan mengatakan Hamas-lah yang bersikeras melakukan banyak perubahan pada proposal awal. Kelompok milisi Palestina yang didukung Iran itu mengatakan telah menerima tanggapan terbaru dari Israel, menyusul pembicaraan di Roma yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar. “Jelas dari apa yang disampaikan mediator bahwa Netanyahu telah kembali ke strateginya untuk menunda-nunda, menghindar, dan menghindari pencapaian kesepakatan dengan menetapkan syarat dan tuntutan baru,” terang Hamas dalam pernyataan pada Senin lalu. Hamas menuduh Netanyahu mundur dari proposal yang sebelumnya diajukan oleh mediator, yang dikatakannya sudah didasarkan pada “dokumen Israel”. Kantor Netanyahu menanggapi bahwa pimpinan Hamas-lah yang mencegah kesepakatan dengan menuntut 29 perubahan pada proposal tersebut. “Israel berpegang pada prinsip-prinsipnya sesuai proposal awal yakni jumlah maksimum sandera (yang akan dibebaskan) yang masih hidup, kendali Israel atas Koridor Philadelphi (sepanjang perbatasan Gaza-Mesir), dan mencegah pergerakan teroris dan senjata ke Gaza utara,” ungkapnya. Pejabat politik senior Hamas Izzat El-Reshiq kemudian pada Senin membantah kelompoknya telah membuat syarat baru, menuduh Netanyahu mengulur-ulur waktu.

Read More

Kementerian Kesehatan Nyatakan Gaza Jadi Daerah Epidemi Polio

Gaza — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan, daerah terkepung yang berstatus sebagai daerah epidemi polio. Status epidemi dikeluarkan mengingat kondisi menyedihkan penduduk jalur Gaza sebagai akibat dari agresi brutal yang terus dilakukan oleh Israel. Penjajah telah merampas air yang dapat digunakan oleh penduduk, menghancurkan infrastruktur sanitasi, menyebabkan penumpukan ribuan ton sampah, kerawanan pangan, dan kepadatan penduduk di daerah pengungsian paksa. “Serta dengan ditemukannya keberadaan virus polio jenis CVPV2 di air limbah di Gubernuran Khan Younis dan Gubernuran Tengah,” terang Kementerian Kesehatan Palestina lewat keterangan tertulis kepada sejumlah media. Menurut Kementerian Kesehatan, status epidemi Gaza menjadi ancaman kesehatan bagi penduduk jalur Gaza dan negara-negara tetangga serta kemunduran bagi program pemberantasan polio global. Kementerian Kesehatan memperingatkan bahwa program untuk memerangi epidemi yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan dalam kemitraan dengan lembaga-lembaga internasional yang relevan, terutama UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia, tidak akan cukup. Terkecuali ada intervensi segera untuk mengakhiri agresi dan menemukan solusi radikal untuk masalah kurangnya air minum dan sarana kebersihan pribadi seperti deterjen dan desinfektan, memperbaiki jaringan pembuangan kotoran, dan mengangkut berton-ton sampah dan limbah padat. Anak-anak Palestina dievakuasi dari lokasi yang terkena pemboman di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Sabtu (13/7/2024). Menurut pejabat kesehatan setempat bahwa serangan udara Israel tersebut telah menewaskan setidaknya 90 warga Palestina di zona pengungsi camp kemanusiaan. Israel mengklaim serangan itu dilakukan untuk menargetkan panglima militer Hamas Mohammed Deif. Kementerian Kesehatan juga mencatat, ada sebanyak 1.737.524 kasus penyakit menular telah tercatat sejak awal agresi. Sementara itu, rumah sakit dan pusat perawatan primer mencatat sejumlah besar penyakit kulit di antara para pengungsi, terutama anak-anak, sebagai akibat dari kepadatan penduduk dan kondisi kehidupan yang buruk. Kondisi ini masih diperparah oleh pasukan pendudukan dengan mengevakuasi daerah pemukiman di Khan Yunis dan gubernuran pusat hari demi hari. Semua pusat perawatan kesehatan primer masih tidak berfungsi di Gubernuran Khan Yunis sebagai akibat dari penjajah yang memperluas agresinya di gubernuran dan memaksa warga untuk memindahkan mereka secara paksa. Risiko perluasan area pengungsian semakin meningkat, yang dapat meluas ke sekitar Rumah Sakit Nasser. Rumah sakit ini merupakan satu-satunya rumah sakit yang masih beroperasi meskipun menghadapi tantangan. Percepatan yang signifikan dalam memburuknya kondisi kesehatan dan penyebaran epidemi di antara warga dan pengungsi karena sulitnya mengakses air bersih dan langkanya makanan yang cukup, yang meningkatkan risiko epidemi yang meluas dan menambah beban sistem kesehatan. Krisis kekurangan bahan bakar terus berlanjut, mengancam kelangsungan operasi rumah sakit dan pusat kesehatan untuk menyediakan layanan medis bagi warga.

Read More