Gencatan Senjata Dipastikan Tertunda
Gaza — 1miliarsantri.net : Negosiasi gencatan senjata di Gaza yang berlangsung di Doha dihentikan sementara. Para negosiator berencana untuk bertemu kembali minggu depan dalam upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hamas, serta membebaskan para sandera yang masih ditahan.
Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir mengeluarkan pernyataan bersama bahwa Washington telah mengajukan proposal baru. Proposal ini dibangun berdasarkan poin-poin kesepakatan selama seminggu terakhir, menjembatani perbedaan antara kedua pihak sehingga memungkinkan implementasi kesepakatan secara cepat.
Para mediator akan terus mengerjakan proposal tersebut dalam beberapa hari ke depan. “Jalan menuju hasil itu kini telah ditetapkan, menyelamatkan nyawa, membawa bantuan bagi rakyat Gaza, dan meredakan ketegangan regional,” ujar mereka dalam pernyataan tersebut.
Seorang pejabat Israel mengatakan delegasi mereka di Doha akan kembali ke tanah air pada Jumat sore. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan bertemu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Senin.
Putaran terbaru dari perundingan yang telah berlangsung berbulan-bulan untuk mengakhiri perang di Gaza dimulai antara Israel dan mediator pada hari Kamis. Kelompok militan Palestina Hamas tidak terlibat langsung dalam pembicaraan, tetapi terus diberi informasi tentang perkembangannya.
Beberapa poin yang masih menjadi kendala termasuk sikap Israel yang bersikeras bahwa perdamaian hanya mungkin terjadi jika Hamas dihancurkan. Sementara itu, Hamas mengatakan mereka hanya akan menerima gencatan senjata permanen, bukan sementara.
Kesulitan lain meliputi urutan pelaksanaan kesepakatan, jumlah dan identitas tahanan Palestina yang akan dibebaskan bersama dengan sandera Israel, kontrol perbatasan antara Gaza dan Mesir, serta kebebasan bergerak bagi warga Palestina di dalam Gaza.
Semalam, pasukan Israel membombardir target-target di seluruh Gaza yang padat penduduk. Mereka juga mengeluarkan perintah baru agar warga meninggalkan area yang sebelumnya ditetapkan sebagai zona aman sipil. Israel mengklaim Hamas telah menggunakan zona-zona tersebut untuk menembakkan mortir dan roket ke arah Israel.
Konflik ini bermula pada 7 Oktober ketika pejuang Hamas menyerbu Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang menurut data Israel.
Kampanye militer Israel telah meratakan sebagian besar Gaza dan menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina, mayoritas sipil, menurut otoritas kesehatan Palestina. Israel mengklaim telah mengeliminasi 17.000 pejuang Hamas.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam, anggota politburo Hamas Hossam Badran mengatakan operasi Israel yang terus berlanjut menjadi hambatan bagi kemajuan gencatan senjata.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


