DPR RI Panggil Trans7 dan Alumni Santri Lirboyo: Bahas Tayangan Kontroversial, Trans7 Minta Maaf dan Program Dihentikan
Time Line Kasus Polemik Kasus Tayangan Kontroversial “Xpose Uncensored”
- 13 Oktober 2025 Tayangan “Xpose Uncensored” Trans7 menayangkan segmen yang dianggap menyinggung pesantren.
- 14 Oktober 2025 Trans7 memutus kerja sama dengan rumah produksi eksternal dan menarik tayangan dari seluruh platform.
- 15 Oktober 2025 Alumni Santri Lirboyo menyuarakan protes dan menuntut klarifikasi publik.
- 16 Oktober 2025 DPR RI mengadakan rapat bersama Trans7, KPI, Komdigi, dan HIMASAL. Trans7 resmi meminta maaf dan program dihentikan.
- 17 Oktober 2025 DPR dorong audit izin siar dan evaluasi pedoman penyiaran nasional.
Pernyataan DPR RI

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan ““Kami tidak melarang kreativitas media, tetapi semua harus punya tanggung jawab moral terhadap nilai agama dan budaya bangsa,”
Cucun Ahmad Samsurijal menegaskan bahwa polemik tayangan Exposé Uncensored di Trans 7 harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, terutama pelaku industri media, untuk menjaga nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan dalam ruang publik Indonesia.
“Kami di DPR telah mendengarkan langsung paparan dari Komdigi, KPI, dan pihak Trans7. Respon KPI luar biasa cepat untuk memastikan tidak ada lagi kelompok masyarakat yang tersakiti oleh tayangan di ruang publik,” pungkasnya.
Menteri Keuangan Purbaya Tentang Usulan ‘Family Office’ Luhut : Ya Bangun Saja Sendiri
Pesantren adalah benteng moral bangsa dan Media adalah cermin masyarakat
Pesantren sebagai benteng moral bangsa berperan penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Sementara itu, media sebagai cermin masyarakat memiliki tanggung jawab besar dalam mencerminkan realitas sosial dan budaya, serta mempengaruhi persepsi dan perilaku masyarakat.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi industri media bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh melampaui batas etika sosial dan keagamaan.
Langkah cepat DPR, KPI, dan Trans7 menunjukkan bahwa sistem penyiaran Indonesia masih memiliki mekanisme korektif yang responsif terhadap aspirasi publik.***
Penulis : Thamrin Humris
Editor : Thamrin Humris
Sumber : DPR RI, Trans7, Detik.Com, dan Majalahketik.com
Foto tangkapan layar TV Parlemen
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


