MUI Berharap Undang-undang Anti Islamophobia Segera Diberlakukan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong adanya undang-undang anti-islamophobia di seluruh negara khususnya di Asia Tenggara. MUI menilai Undang-undang anti-islamophobia sebagai upaya adanya toleransi yang kuat. “Hubungan antaragama bagus, masyarakat tidak kacau, rukun dan perdamaian bisa dibangun,” terang Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim kepada media di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (08/08/2023). Sudarnoto menambahkan, MUI terpanggil akan adanya ayat-ayat Alquran terkait dengan kemanusiaan, kebebasan beragama dan menghormati perbedaan dalam memerangi islamophobia. “MUI melihat pada keyakinan Islam itu menganjurkan perdamaian, tidak boleh menghina agama lain, harus ada penghargaan terhadap agama lain,” sambungnya. Tetapi, pada kenyataannya tidak sepenuhnya terjadi. Karena masih banyak kasus-kasus islamophobia di beberapa negara di dunia. Persoalan islamophobia, menurut Sudarnoto, merupakan persoalan yang sangat kompleks karena penyebabnya bukan hanya adanya kebencian terhadap Islam. Tapi punya kaitannya sangat erat dalam hal politik dan kebebasan berekspresi.

Read More

Duo Pemimpin Tangguh Samarkand

Baghdad — 1miliarsantri.net : KZ Ashrafyan dalam artikelnya, “Central Asia under Timur from 1370 to the Early 15th Century” mengatakan, Timur Lenk berperan besar dalam kebangkitan peradaban Islam di Asia tengah. Sebagai penguasa, ia cerdas dan menyukai perkembangan ilmu dan seni. Sebagai panglima perang, ia amat tangguh dan–sering kali–digambarkan kejam. Bagaimanapun, tokoh yang mendaku berdarah Mongol itu menjuluki dirinya sendiri, Syaifullah atau ‘pedang Allah.’ Selama 35 tahun memimpin, Timur berhasil merebut berbagai wilayah di sekitar Laut Kaspia, lembah Sungai Ural dan Volga. Seluruh Persia hingga kawasan Irak utara dan bahkan Baghdad berhasil dikendalikannya. Di sisi timur, ia berhasil menduduki daerah hingga perbatasan Pegunungan Hindu Kush. Tidak jauh berbeda dengan para tokoh militer Mongol, Timur Lenk menerapkan taktik yang kejam. Sebagai contoh, serbuannya atas Isfahan. Rakyat setempat dan penguasa lokal enggan menyerahkan pajak pada Samarkand. Maka kota tersebut diserbunya. Sekira 200 ribu warga tempatan dibantainya. Bagaimanapun bengisnya, Timur Lenk cukup visioner dengan tidak gegabah dalam menyapu suatu daerah. Saat melakukan penyerbuan, ia menghindari tindakan apa pun yang berpotensi merusak tempat-tempat ibadah serta pusat-pusat keilmuan, termasuk madrasah dan perpustakaan. Kemudian, warga lokal yang berasal dari kalangan ulama, cendekiawan, ilmuwan, dan seniman dibiarkannya hidup. Mereka lantas diajak atau dipaksa hijrah ke ibu kota, yakni Samarkand. Dengan begitu, Timur menjadikan pusat kerajaannya bergeliat dengan pelbagai aktivitas keilmuan dan seni. Semasa hidupnya, sang penakluk menjadi patron banyak ilmuwan dan seniman terkemuka. Sebut saja, sejarawan Ibnu Khaldun dan penyari Persia, Hafez. Kelak, para penerus takhta Dinasti Timuriyah juga mengikuti jejaknya dalam mendukung kemajuan sains dan seni di Samarkand. Di antara mereka adalah Ulugh Beg, yang berkuasa pada periode 1411-1449. Cucu Timur Lenk itu berkontribusi besar bagi perkembangan astronomi serta ilmu matematika, khususnya pencarian tentang trigonometri. Pada masanya, terjadi pendirian banyak madrasah di Samarkand dan Bukhara. Timur Lenk meninggal pada Februari 1405. Ia dan anak keturunannya berjasa besar, antara lain, dalam mengangkat kebudayaan Persia dan Turki dalam konteks peradaban Islam di Asia. Kedudukan bahasa Persia menjadi mirip bahasa Arab. Apabila dahulu, pada era Umayyah dan Abbasiyah, Arab menjadi bahasa pemersatu, kini peran itu diambil bahasa Persia. Kalau pada masa silam mercusuar peradaban yang terkemuka adalah Baghdad, kini fungsinya dimiliki Samarkand dan kota-kota sekitar, termasuk Bukhara dan Merv. Dalam periode duo-penguasa ini, Timur Lenk dan Ulugh Beg, Samarkand berkembang amat pesat. Hampir separuh aktivitas perdagangan di Asia berputar di kota tersebut. Pada masa itu, pasar-pasar setempat menjadi titik temu pelbagai komoditas dari Cina, India, Nusantara, dan sebagainya. Beragam produk seperti kulit, linen, rempah-rempah, sutera, dan batu mulia mudah ditemukan di sana.

Read More

RS Hasyim Asy’ari Jombang Resmi Beroperasi

Jombang — 1miliarsantri.net : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka agenda grand launching Rumah Sakit Hasyim Asy’ari (RSHA) yang berlokasi di Jalan Cukir-Parkir Makam Gusdur, Kwaron, Diwek, Jombang Jawa Timur, Selasa (08/08/2023). Selain dihadiri Gubernur Jatim, acara grand launching tersebut juga dihadiri istri KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) yakni Nyai Farida Salahuddin Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfuzh, Inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika Parni Hadi, dan Direktur RSHA Aria Dewanggana. Pendirian rumah sakit ini diawali dari mimpi Parni Hadi dan sahabatnya, Gus Solah. Dia dan Gus Solah sudah saling mengenal sejak puluhan tahun lalu. Gus Solah adalah sahabat ketika Parni masih menjadi wartawan. “Saya dan Mas Solah, boleh bermimpi, boleh berangan-angan tetapi perlu pelaksanaan. Hari ini, the dream comes true. Mimpi menjadi kenyataan,” kata Parni dalam sambutannya. Di hadapan Gubernur Khofifah, Parni pun mengusulkan untuk menggelar wisata medis yang menyehatkan di RSHA. Ini juga merupakan awal dari kerja sama Dompet Dhuafa dengan Pondok Pesantren Tebuireng. Kerja sama selanjutnya perlu dilaksanakan di bidang ekonomi, pendidikan dan lainnya. Dalam kesempatan tersebut Parni mengingatkan, Dompet Dhuafa harus mewujudkan pelayanan yang nyaman dan menyehatkan. Dia pun telah melakukan pengecekan kesehatan di laboratorium RSHA. Hanya menunggu setengah jam, hasilnya sudah keluar. Beberapa ruangan juga telah dia cek dan dinyatakan sudah memenuhi syarat. Hal menarik bagi Parni, adalah sawah yang mengelilingi RSHA. Rumah sakit yang berdiri di atas lahan wakaf keluarga Hasyim Asy’ari seluas 1 hektare itu menyuguhkan pemandangan yang menyehatkan.

Read More

Sepak Terjang Bupati Madiun Dalam Melawan Penjajah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kisah Raden Ronggo Prawirodirjo III yang gigih melawan penjajah Belanda menarik untuk dikulik. Pasalnya, setelah kabur dari Yogyakarta untuk berperang dengan Belanda, Bupati Wedana Mancanagera Timur Kesultanan Yogyakarta merangkap Bupati Madiun itu sempat diburu oleh Sultan Hamengkubuwono II. Padahal kala itu Raden Ronggo sudah bertekad untuk melawan kesewenang-wenangan Belanda ke rakyatnya. Maka ia putuskan kabur dari Yogyakarta menuju Maospati. Perlawanan Raden Ronggo ini kerap disebut mengandung semangat Ratu Adil yang menjadi salah satu ciri awal gerakan perlawanan di Nusantara. Ia dibantu wakilnya, seorang keturunan Bali, Mas Tumenggung Sumonegoro, Bupati Padhangan yang kini masuk wilayah Bojonegoro, dan cucu panglima Sultan Pertama, Mas Tumenggung Malangnegoro, mengaku mendapatkan bisikan gaib bahwa Ronggo harus ber- kuasa sebagai Sunan Ingalogo di keraton Kutha Pethik, “kerajaan” Ketonggo. Dikisahkan dari “Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta : Riwayat Raden Ronggo Prawirodirjo III dari Madiun, sekitar 1779 – 1810”, Sultan Hamengkubuwono II mengumpulkan pasukan ekspedisi yang terdiri dari seribu prajurit yang dipimpin oleh mantan punakawannya, Raden Tumenggung Purwodipuro (sekitar 1770-1826), yang kelak dipecat akibat ketidakbecusan dan korupsi. Sultan Hamengkubuwono II juga konon mengirimkan perintah kepada semua bupati di wilayah timur Yogyakarta, untuk bekerja sama memburu Raden Ronggo, yang juga merangkap sebagai Bupati Madiun ini pada 21 November 1810.

Read More

Kementerian Haji dan Umrah Saudi Arabia Memberikan Kemudahan Akses Bagi Jamaah Umrah

Jeddah — 1miliarsantri.net : Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia meminta jamaah dan pengunjung agar mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan, terutama peraturan untuk tidak berbaring atau tidur di wilayah koridor, tempat sholat, di jalur kendaraan darurat serta jalur untuk kursi roda didalam wilayah Masjidil Haram, Mekkah, terutama disaat dibukanya kembali pelaksanaan ibadah Umrah. Menteri Agama Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia, Tawfiq Fawzan Muhammed Alrabiah menegaskan agar para jamaah mematuhi etika umrah, di antaranya berperilaku baik dengan semua orang, bekerja sama, dan mematuhi instruksi dari penyelenggara. “Untuk menghindari adanya pelanggaran aturan, setiap jamaah yang ingin umrah harus mendapatkan izin sebelum tiba di Masjidil Haram di Mekkah melalui layanan Nusuk atau Tawakkalna,” terang Fawzan kepada media, Senin (07/08/2023) Fawzan menyebutkan, sekitar 10 juta umat Islam diperkirakan akan melaksanakan umrah di musim ini. Pemerintah Arab Saudi pun berharap 10 juta jamaah dari seluruh dunia untuk berpartisipasi. Musim umrah dimulai beberapa pekan lalu, bertepatan dengan dimulainya tahun baru Islam. Sebelumnya, Arab Saudi menerima sekitar 1,8 juta jamaah haji setelah tiga tahun pembatasan karena pandemi Covid-19. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Arab Saudi memberikan berbagai macam fasilitas kepada para jamaah umrah dunia dengan aturan baru yang meringankan.

Read More

Pernyataan Para Ulama Mengenai Anak Kecil Menjadi Imam Sholat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid menjelaskan, para ulama berbeda pendapat tentang orang yang paling utama menjadi imam Sholat Jamaah. Menurut Imam Malik, yang paling utama menjadi imam adalah orang yang paling menguasai pengetahuan ilmu agama dan bukan orang yang paling pandai membaca di antara mereka. Adapun Imam Syafii cenderung pada pendapat bahwa yang paling utama menjadi imam adalah orang yang menguasai ilmu pengetahuan. Namun menurut Imam Abu Hanifah, Ats Tsauri, dan Imam Ahmad, yang lebih utama menjadi imam adalah orang yang paling pandai membaca di antara mereka. Silang pendapat tersebut karena adanya perbedaan pemahaman terhadap sabda Nabi Muhammad SAW, “Yang menjadi imam bagi suatu kaum adalah orang yang paling pandai membaca. Jika dalam bacaan mereka sama, maka yang paling banyak pengetahuannya tentang sunnah di antara mereka. Jika pengetahuan mereka tentang sunnah sama, maka yang paling terdahulu hijrahnya di antara mereka. Dan jika hijrah mereka sama, maka yang paling dahulu masuk Islam di antara mereka. Dan janganlah seorang menjadi imam orang lain di tempat kekeuasaan orang lain tersebut, dan janganlah ia duduk di rumahnya di tempat kehormatannya kecuali dengan izinnya.” Hadits ini telah disepakati kesahihannya tetapi para ulama berbeda pendapat dalam memahaminya. Di antara mereka ada yang memahami hadits tersebut secara lahiriah, yakni Imam Abu Hanifah. Dan ada yang memahami bahwa yang dimaksud dengan orang yang pandai membaca ialah orang yang menguasai pengetahuan agama. Karena dalam masalah yang menyangkut imam itu lebih membutuhkan orang yang menguasai pengetahuan agama daripada orang yang pandai membaca. Lagi pula pada zaman dahulu sahabat-sahabat yang menguasai ilmu agama sekaligus mereka juga pandai membaca. Berbeda dengan orang-orang di zaman sekarang.

Read More

Sikap Rasulullah SAW Terhadap Pertunjukan Seni

Jakarta — 1miliarsantri.net : Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Nasaruddin Umar, mengungkapkan, tidak semua seni bersifat positif dalam pembinaan qalbu atau hati. Ada seni yang justru merusak qalbu. Di dalam Islam juga dikenal ada seni yang mendekatkan jiwa kepada Allah SW. Seni itu yang positif dan sangat dianjurkan. Ada juga seni yang mendekatkan diri kepada setan yang biasa disebut ‘suara-suara iblis’. Ini jenis seni negatif yang perlu dihindari. “Contohnya seni yang bisa membangkitkan birahi seperti seni erotis yang mempertontonkan keindahan lekuk tubuh dan menyebabkan para penontonnya berimajinasi seksual terhadap obyek tersebut. Seni ini menyebabkan seseorang melupakan Tuhan dan memusatkan perhatian dan nafsunya kepada makhluk,” kata Prof Nasaruddin Umar dalam kajiannya di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (07/08/2023). Nabi Muhammad SAW sering mencontohkan sikap terhadap seni. Terhadap seni yang positif, dia memberikan apresiasi positif. Sementara, terhadap seni yang negatif, beliau memberikan apresiasi negatif. “Dalam beberapa riwayat Nabi memberikan dukungan terhadap musik dan sesi suara,” tutur Prof Nasaruddin Umar. Dalam satu hadis riwayat Bukhari dan Muslim menceritakan dua budak perempuan pada hari raya ‘Id (Idul Adha) menampilkan kebolehannya bermain musik dengan menabuh rebana. Sementara, Nabi Muhammad SAW dan Siti Aisyah menikmatinya. Tiba-tiba Abu Bakar datang dan membentak kedua pemusik tadi, lalu Rasulullah menegur Abu Bakar dan berkata: “Biarkanlah mereka berdua hai Abu Bakar, karena hari-hari ini adalah hari raya”. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah yang mengatakan: “Saya melihat Nabi dengan menutupiku dengan surbannya sementara aku menyaksikan orang-orang Habsyi bermain di mesjid. Lalu Umar datang dan mencegah mereka bermain di mesjid, kemudian Rasulullah berkata: “Biarkan mereka, kami jamin keamanan wahai Bani Arfidah”. Dalam hadis riwayat Muslim dari ‘Aisyah disebutkan kelompok seniman Habasyah itu menampilkan seni tari-musik pada hari Raya ‘Id di mesjid. Rasulullah memanggil ‘Aisyah untuk menyaksikan pertunjukan itu, kepala ‘Aisyah diletakkan di pundak Nabi sehingga ‘Aisyah dapat menyaksikan pertunjukan tersebut. Dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin karya Imam Al-Gazali, ada suatu bab khusus tentang pentingnya seni. Dia menceritakan pengalaman pada masa Nabi seperti membiarkan orang melantunkan nyanyian dan syair ketika menunaikan ibadah haji, ketika prajurit melangsungkan lagu-lagu perjuangan untuk memotivasi prajurit di medan perang.

Read More

Menag Usulkan Perubahan Mekanisme Keberangkatan Calon Haji 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Evaluasi pelaksanaan haji tahun 2023 dilakukan oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) RI agar dalam pelaksanaan musim haji tahun mendatang bisa lebih baik dari pelaksanaan tahun ini. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan perubahan mekanisme penetapan jamaah haji berhak berangkat di 2024. “Ada catatan khusus yang saya kira penting dibahas bersama DPR. Salah satunya adalah membalik proses. Kemarin itu jamaah lunas dulu baru cek kesehatan, sehingga sering kali petugas kita itu tidak berani atau merasa nggak enak hati meloloskan meskipun jamaah dalam kondisi payah dengan alasan sudah melunasi,” terang Menag Yaqut ketika menutup Kegiatan Operasional pelaksanaan haji 2023, Sabtu (05/08/2023). Yaqut menyatakan, perubahan mekanisme ini penting untuk didiskusikan guna menekan angka kematian jamaah di tahun depan. Nantinya tergantung pembicaraan di DPR, dia berharap semoga bisa diubah posisinya. Cek kesehatan dulu, jika sudah dinyatakan layak, baru melunasi “Hal ini diharapkan dapat mengurangi angka kematian jamaah haji. Berdasarkan data Siskohat, hingga akhir masa operasional haji ada 773 jamaah wafat. Ini terdiri dari 752 jamaah haji reguler, 18 jamaah haji Khusus, dan tiga jamaah haji furada,” lanjutnya.

Read More

Mahfud MD : Ya Lal Wathan Bermakna Menggugah Rasa Nasionalisme Dan Munculnya Dari Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bagi sebagian besar masyarakat, terutama jamaah Nadhlatul Ulama pasti sudah populer dengan lagu Syubbanul Wathan atau dikenal dengan judul lagu Ya Lal Wathan. Lirik syair Ya Lal Wathan yang digubah KH Abdul Wahab Chasbullah ini mempunyai makna nasionalisme dari semangat kepesantrenan. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof H Mohammad Mahfud Mahmodin (MD) mengatakan, lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan setiap acara seremonial di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama sangat terasa ‘nyambung’ jika dilanjut dengan Ya Lal Wathan. Sebab kedua lagu tersebut merupakan tanda kecintaan kepada tanah air. “Ya Lal Wathan, Ya Lal Wathan. Hubbul wathan minal iman. Kalau diterjemahkan bebas: aduhai tanah airku, aduhai tanah airku, mencintai tanah air itu bagian dari iman. Itu nasionalisme yang paling tinggi, yang lahir dari semangat kepesantrenan,” terang Mahfud dalam Resepsi Puncak Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu (05/08/2023) malam. Ia menegaskan, nasionalisme bagi warga pesantren bukan termasuk rukun iman. Sebab rukun iman sudah ditetapkan ada enam. Tetapi nasionalisme kepesantrenan itu merupakan bagian dari cabang-cabang iman. “Karena saya ingin beribadah harus punya tanah air, tanah air ini harus dicintai. Maka disebut Indonesia biladi anta unwanul fakhama: Indonesia negeriku, engkau adalah tanda kehormatanku. Kemudian kullu man ya’tika yauman thamihan yalqa himama: barangsiapa yang datang mengganggumu akan kusikat habis, kujatuhkan di bawah dulimu,” lanjut Mahfud. Ungkapan semangat nasionalisme melalui syair berbahasa Arab juga terdapat di Aceh. Syair ini muncul pada 1930 atau beberapa tahun setelah momentum Sumpah Pemuda. Ya abna anaa jimsana IndonesiaKummina minkum wandzur ilaa wadlnikumWathani anta abun liTsalitsun min abawainiWathani anta hayatiWa munaa nafsi wa aini

Read More

Karpet Yang Diinjak Aparat Kepolisian Bukan Karpet Yang Biasa Dibuat Sholat

Padang — 1miliarsantri.net : Mrnyikapi video yang beredar yang menanyangjan sejumlah aparat kepolisian masuk kedalam masjid dengan menggunakan sepatu dan menginjak karpet masjid, Pengurus Harian Masjid Raya Sumatra Barat, Yuzardi Ma’at, mengklarifikasi bahwa sajadah yang terinjak-injak saat aparat kepolisian memulangkan ratusan pendemo yang menginap di Masjid Raya Sumbar bukanlah sajadah yang dipakai lagi untuk sholat. Yuzardi menyebut yang diinjak-injak aparat kepolisian saat masuk kedalam masjid tu adalah sajadah bekas yang memang kerap dipinjamkan ke musafir yang singgah dan menginap di Masjid Raya Sumbar. “Itu (sajadah yang terinjak aparat) adalah sajadah bekas yang tidak pernah dipakai lagi untuk sholat. Dan kejadian itu di aula lantai satu, bukan tempat sholat,” kata Yuzardi, kepada media, Senin (07/08/2023). Sebagaimana diiketahui sebuah video menayangkan polisi menginjak sajadah sholat di Masjid Raya Sumbar viral di sosial media. Kejadian itu pada Sabtu (05/08/2023) kemarin saat aparat dari Brimob Polda Sumbar memulangkan paksa ratusan pendemo yang sudah berhari-hari menginap di Masjid Raya Sumbar. Yuzardi menceritakan, semula pada Senin (31/07/2023) lalu usai melakukan demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumbar, ada ratusan pendemo yang meminta izin di lapangan parkir Masjid Raya Sumbar. Karena alasan kemanusiaan, pengurus melarang pendemo tersebut menginap di parkiran. Mereka disuruh masuk ke ruangan aula. Lantaran ruangan aula lantai satu Masjid Raya Sumbar hanya berlantai keramik, pengurus mengizinkan memakai sajadah bekas sebagai alas. “Sajadah yang kami pinjamkan memang bukan sajadah yang masih dipakai untuk sholat. Karena sajadah yang masih dipakai adalah sajadah ukuran besar di lantai dua,” imbuhnya. Yuzardi juga menjelaskan aula lantai satu Masjid Raya Sumbar tidak masuk area batas suci. Karena ketika hari-hari tertentu ketika ada acara, boleh masuk ke aula pakai sandal atau sepatu. Namun ketika sehari-hari ketika tidak ada acara, pengurus menyarankan agar masuk aula melepas alas kaki.

Read More