Kedahsyatan Surat Al Ikhlas

Jakarta — 1miliarsantri.net : Surat Al-Ikhlas berada di urutan ke-112 dalam Alquran. Berada setelah setelah Surat Al Lahab dan berada sebelum surat Al-Falaq. Apa rahasianya? Surat Al-Ikhlas berada setelah surat al-Masad (al-Lahab), dalam surat ini Allah SWT menyebutkan tentang kisah Abu Lahab dan istrinya yang memerangi dakwah tauhid dengan segala cara dan muslihat yang mereka lakukan. Keduanya tetap syirik menyembah berhala dan patung. Keduanya penghuni neraka. Datanglah surat Al-Ikhlas untuk memerintahkan manusia bertauhid dan menjauhi syirik kepada Allah SWT. Allah SWT tidak ada bandingan dan kembarannya. Tauhid inilah jalan keselamatan dari neraka. Dalam al-Itqan fi Ulum al-Quran, Imam as-Suyuthi mengungkapkan, kedua surat ini mempunyai rima yang sama. Akhir surat al-Lahab adalah qalqalah, demikian pula awal surat Al-Ikhlas diakhir dengan qalqalah. Lantas mengapa setelah surat al-Ikhlas, disusul dengan surat al-Falaq? Setelah Surat Al-Ikhlas menjelaskan tentang sifat-sifat Allah SWT yang tak ada tandingannya, maka datanglah surat al-Falaq untuk mengajarkan berlindung kepada Tuhan pemilik waktu Subuh, yaitu dari keburukan waktu subuh ketika cahaya sudah mulai terang dan dari keburukan malam dan gelap litanya, serta dari gelapnya makhluk seluruhnya, kerana hanya Dialah yang mampu mendatangkan manfaat dan mencegah kemudharatan, Tuhan satu-satunya, yang tiada bandingannya. Al-Ikhlas termasuk surat pendek favorit ketika sholat. Ternyata, hal ini pernah dilakukan pula sahabat Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Imam al-Bukhari, dalam kitab Shahih-nya, dari Anas bin Malik RA: عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، كَانَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِي مَسْجِدِ قُبَاءٍ ، وَكَانَ كُلَّمَا افْتَتَحَ سُورَةً يَقْرَأُ بِهَا لَهُمْ فِي الصَّلاَةِ مِمَّا يَقْرَأُ بِهِ افْتَتَحَ : بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا ، ثُمَّ يَقْرَأُ سُورَةً أُخْرَى مَعَهَا ، وَكَانَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ ، فَكَلَّمَهُ أَصْحَابُهُ ، فَقَالُوا : إِنَّكَ تَفْتَتِحُ بِهَذِهِ السُّورَةِ ، ثُمَّ لاَ تَرَى أَنَّهَا تُجْزِئُكَ حَتَّى تَقْرَأَ بِأُخْرَى ، فَإِمَّا تَقْرَأُ بِهَا وَإِمَّا أَنْ تَدَعَهَا ، وَتَقْرَأَ بِأُخْرَى فَقَالَ : مَا أَنَا بِتَارِكِهَا ، إِنْ أَحْبَبْتُمْ أَنْ أَؤُمَّكُمْ بِذَلِكَ فَعَلْتُ ، وَإِنْ كَرِهْتُمْ تَرَكْتُكُمْ ، وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْ أَفْضَلِهِمْ ، وَكَرِهُوا أَنْ يَؤُمَّهُمْ غَيْرُهُ ، فَلَمَّا أَتَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرُوهُ الخَبَرَ ، فَقَالَ : يَا فُلاَنُ ، مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ ، وَمَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُومِ هَذِهِ السُّورَةِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّهَا ، فَقَالَ : حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الجَنَّةَ Pernah Seorang sahabat Anshar menjadi imam di Masjid Quba. Setiap kali hendak membaca surat untuk mereka ia mengawalinya dengan membaca surat “qul huwallaahu Ahad” hingga selesai, kemudian baru ia membaca surat yang lain. la melakukan hal ini pada setiap rakaat. Sahabat-sahabatnya berkata kepadanya, “Sesungguhnya Engkau selalu mengawali dengan surat al-lkhlas, dan Engkau tidak merasa cukup dengannya tanpa membaca surat yang lain setelahnya. Sekarang silakan pilih, engkau membaca surat al-lkhlas saja, atau engkau meninggalkannya dan membaca surat yang lain saja”. Ia menjawab: “Aku tidak akan meninggalkan surat itu. Jika kalian suka aku mengimami kalian seperti itu, maka aku akan melakukannya. Jika kalian tidak suka, aku akan meninggalkan kalian.” Sedang mereka menganggap ia adalah orang yang terbaik di antara mereka, dan mereka tidak suka orang lain yang mengimami mereka sholat. Ketika Rasulullah SAW datang mengunjungi mereka, mereka menceritakannya kepada beliau. Lalu beliau bersabda, “Wahai fulan! Mengapa kamu menolak apa yang diperintahkan teman-temanmu kepadamu? Apa yang membuatmu selalu membaca surat itu setiap rakaat?” la menjawab: “Saya menyukai surat itu”. Beliau bersabda: حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ “Kecintaanmu pada surat itu akan memasukkanmu ke dalam surga.” Dan ternyata, surat Surat Al-Ikhlas juga mempunyai sejumlah keutamaan. Keutamaan tersebut banyak disebutkan dalam berbagai riwayat. Pertama, salah satunya adalah menyelamatkan saat berada di dalam kubur. Sebagaimana disebutkan dalam satu riwayat bahwa orang yang membaca surat Al Ikhlas akan terbebas dari fitnah dan impitan kubur. ذكر أبو نعيم من حديث أبي العلاء يزيد بن عبد الله بن الشخير عن أبيه قال: قال رسول الله ﷺ: من قرأ : قل هو الله أحد. من مرضه الذي يموت فيه لم يفتن في قبره ، وأمن من ضغطة القبر ، وحملته الملائكة يوم القيامة بأكفها حتى تجيزه من الصراط إلى الجنة ، قال: هذا حديث غريب Artinya: Abu Nu’aim meriwayatkan hadits dari Abi al ‘Ala Yazid bin Abdullah bin Syukhair dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa membaca Qul Huwallahu ahad, saat sakit yang membuatnya mati maka dia tidak akan terkena fitnah di dalam kubur dan selamat dari impitan kubur, dan para malaikat akan membawanya pada hari kiamat dengan tangannya hingga melewati shirat sampai ke surga. Dia berkata hadits ini Gharib. (Lihat Imam Qurthubi dalam kitab At Tadzkirah halaman 330 yang diterbitkan Maktabah Darul Minhaj). Sebab berdasarkan beberapa keterangan menyebutkan bahwa kubur akan menyempit dan menghimpit penghuninya. من ضغطة القبر أحد ولا سعد بن معاذ الذي منديل من مناديله خير من الدنيا وما فيها Hannad bin As Sariy mengatakan: Muhammad bin Fudhail meriwayatkan kepada kami dari ayahnya dari Ibnu Abi Mukaikah, dia berkata: Tiada seorang pun yang tak akan terimpit kubur, termasuk Sa’ad bin Mu’adz yang sapu tangannya lebih baik dari dunia dan seisinya. (Lihat Imam Qurthubi dalam kitab At Tadzkirah halaman 323 yang diterbitkan Maktabah Darul Minhaj). إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِياً مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ “Sesungguhnya kubur mempunyai penyempitan, jika ada seorang yang selamat darinya niscaya selamat darinya adalah Sa’ad bin Mu’adz” (HR Ahmad, Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sahih). ‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, لَوْ نَجَا أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ الْقَبْرِ لَنَجَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ و لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ روخي عَنْهُ “Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya Sa’ad bin Mu’adz akan selamat. Akan tetapi, sungguh kuburnya telah disempitkan dengan sangat sempit, kemudian dilapangkan (setelah itu) untuknya (HR Thabrani). Kedua, Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran adalah surat Al-Ikhlas. Hal ini diketahui dari hadits riwayat Bukhari dalam kitab Shahih-nya, dari jalur Abu Said al-Khudri di mana dia meriwayatkan sebagai berikut: عن أبي سعيد الخدريّ -رضي الله عنه قال أنَّ رجلاً سمع رجلاً يقرأُ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُردِّدُها، فلمّا أصبح جاء إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فذكر ذلك لهُ، وكأنَّ الرجلَ يتقالُّها، فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ: والذي نفسي بيدِهِ، إنّها لتعدلُ ثُلثَ القرآنِ “Di suatu…

Read More

Tentara Israel Ceritakan Kebiadaban IDF Selama Berada di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Tiga tentara cadangan yang ikut serta dalam kampanye genosida Israel di Gaza memberi kesaksian tentang aktivitas mereka selama berada di kantong yang terkepung itu. Mereka memasuki rumah-rumah tanpa alasan militer. Mereka bahkan menyaksikan tentara mencuri dan membakarnya. Mereka pun mengakui telah menyebabkan lebih banyak pembunuhan, penembakan anak-anak, dan bahkan membunuh tawanan mereka sendiri. Tindakan-tindakan ini, menurut kesaksian mereka, telah membuat mereka meninggalkan dinas militer Israel. Tentara Israel secara terbuka mengakui bahwa mereka menembak untuk membunuh dan menghancurkan semua yang menghalangi. Di tengah-tengah genosida yang sedang berlangsung, kekejaman ini terjadi secara langsung dan tak henti-hentinya. Israel telah menyebabkan banyak korban jiwa -berkisar antara 39.000 hingga 186.000 warga Palestina, terutama anak-anak dan perempuan. Ribuan orang lainnya diyakini terkubur di bawah reruntuhan, dengan sedikitnya 90.000 orang terluka, dan sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi secara paksa. Sementara itu, para pengamat khawatir bahwa “Israel” akan melancarkan agresi besar-besaran terhadap Lebanon. Awal bulan ini, enam tentara Israel memberikan kesaksian yang mengerikan ketika bercerita bagaimana rekan-rekan mereka sesama tentara, rutin mengeksekusi warga sipil Palestina. Eksekusi itu dilakukan untuk melepaskan rasa frustrasi terpendam atau demi mengurangi kebosanan. Bagi paramedis militer Israel, Yuval Green, perintah untuk membakar sebuah rumah adalah titik kritis yang membuatnya mengakhiri tugas cadangannya. Awal tahun ini, Green menghabiskan 50 hari di Khan Younis, sebuah kota di selatan Gaza, bersama unit penerjun payungnya. Mereka tidur di sebuah rumah yang hanya diterangi oleh lampu bertenaga baterai di tengah reruntuhan dan kehancuran. Green mulai mempertanyakan misi unitnya beberapa bulan sebelumnya. Ketika itu, dia mengetahui tentang penolakan Israel untuk memenuhi tuntutan Hamas mengakhiri perang dan membebaskan para tawanan. Green adalah satu dari tiga tentara cadangan Israel yang mengatakan kepada The Observer bahwa mereka tidak akan kembali jika dipanggil untuk dinas militer di Gaza. Ketiganya sebelumnya telah menyelesaikan wajib militer di Pasukan Pendudukan Israel (IDF), yang merupakan bagian utama dari komunitas pemukim Israel. Perilaku merusak yang disaksikan Green dari para tentara lain hanya menambah keraguan yang dibawanya ke Gaza. Dia menyaksikan siklus kekerasan tak berkesudahan yang disaksikannya. Ia mengaku tetap tinggal karena rasa tanggung jawab untuk merawat mereka yang ada di unitnya. Dia tinggal demi mereka yang ia kenal sejak menjalani wajib militer. “Saya melihat tentara mencoret-coret rumah atau mencuri sepanjang waktu. Mereka akan masuk ke sebuah rumah untuk alasan militer, mencari senjata, tetapi lebih menyenangkan untuk mencari cinderamata – mereka menyukai kalung dengan tulisan Arab yang mereka kumpulkan,” kata Green kepada The Observer. Pada awal tahun ini, dia berkata, “Kami diberi perintah. Kami berada di dalam sebuah rumah dan komandan kami memerintahkan untuk membakarnya.” Ketika ia menyampaikan masalah ini kepada komandan kompinya, ia menambahkan, “Jawaban yang ia berikan kepada saya tidak cukup baik. Saya berkata: ‘Jika kita melakukan semua ini tanpa alasan, saya tidak akan berpartisipasi. Saya pergi keesokan harinya.” Dua orang tentara cadangan menyebutkan bahwa mereka mungkin akan dipaksa untuk kembali bertugas jika pertukaran serangan pesawat tak berawak, serangan udara, dan tembakan artileri yang terjadi hampir setiap hari antara “Israel” dan Lebanon meningkat menjadi perang penuh. Ketiga tentara tersebut memiliki motivasi yang berbeda atas keputusan mereka untuk tidak bertugas di Gaza lagi, dari ketidakpuasan terhadap cara militer Israel melakukan perang hingga frustrasi dengan keengganan pemerintah untuk menyetujui kesepakatan yang dapat mengakhiri pertempuran. Ketiga tentara cadangan berbicara secara terbuka tentang keengganan mereka untuk kembali bertugas mewakili minoritas. Sebagian dari mereka merasa penolakan militer di Israel secara umum dianggap ilegal. Bulan lalu, sebanyak 41 tentara cadangan menandatangani sebuah surat terbuka yang menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi bertugas dalam serangan militer ke kota Rafah di selatan Gaza. “Setengah tahun di mana kami ambil bagian dalam upaya perang telah membuktikan kepada kami bahwa aksi militer saja tidak akan membawa pulang para sandera. Setiap hari yang berlalu membahayakan nyawa para sandera dan tentara yang masih berada di Gaza, dan tidak memulihkan keamanan bagi mereka yang tinggal di Gaza dan perbatasan utara,” tulis mereka. ‘Semua yang dilakukan ini hanya menyebabkan lebih banyak kematian di pihak kami atau pihak Palestina’ Guru kewarganegaraan Tal Vardi, yang melatih operator tank cadangan di utara Israel selama masa tugasnya di militer, mengatakan, “Setiap orang yang berakal sehat dapat melihat bahwa kehadiran militer tidak membantu membawa para sandera kembali.” “Jadi, jika kita tidak membawa pulang para sandera, yang terjadi hanyalah menyebabkan lebih banyak kematian di pihak kita atau pihak Palestina… Saya tidak bisa membenarkan operasi militer ini lagi. Saya tidak mau menjadi bagian dari militer yang melakukan hal ini,” tegasnya. “Jika ada, beberapa operasi ini telah membahayakan para tawanan, dan tentara juga telah membunuh beberapa orang secara tidak sengaja,” katanya, merujuk pada sebuah insiden pada Desember lalu ketika tentara Israel menembak mati tiga tawanan di Gaza yang mendekati mereka sambil melambaikan bendera putih. Seorang anggota Michael Ofer Ziv yang menjelaskan bahwa insiden itu membangkitkan keyakinan kuat dalam dirinya bahwa setelah dia menyelesaikan tugas militernya di perbatasan Gaza, dia tidak akan kembali. “Jadi, jika kita tidak membawa pulang para sandera, yang terjadi hanyalah menyebabkan lebih banyak kematian di pihak kita atau pihak Palestina. Saya tidak bisa membenarkan operasi militer ini lagi. Saya tidak mau menjadi bagian dari militer yang melakukan hal ini,” pungkasnya. (zul) Baca juga :

Read More

Sebanyak 1.562 Peserta Lulus Uji Kompetensi Calon Mahasiswa Al Azhar Mesir 2024 

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama telah mengumumkan hasil akhir Uji Kompetensi (Ikhtibar Tashfiyah atau Tahdid Mustawa) Calon Mahasiswa Universitas Al Azhar Mesir 2024. Total ada lebih 1.500 calon mahasiswa yang dinyatakan lulus pada uji kompetensi tahun ini. Uji Kompetensi dilaksanakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Markaz Syekh Zayed li Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyyah li Ghayr an-Nathigin Biha. Prosesnya difasilitasi oleh Markaz Al-Azhar Indonesia atau OIAA Indonesia. “Hari ini kami umumkan 1.562 peserta lulus Uji Kompetensi Calon Mahasiswa Universitas Al Azhar Mesir 2024. Ada 20 orang sebagai calon penerima beasiswa Al-Azhar 2024/2025, dan 1.542 orang sebagai calon mahasiswa non beasiswa atau mandiri,” terang Plt Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad di Jakarta, Senin (29/7/2024). Berdasarkan pengumuman tersebut, lanjut Prof Abu Rokhmad, peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi berhak mendapatkan rekomendasi studi dari Kementerian Agama. Tujuannya, untuk memperlancar proses pengurusan dokumen pendaftaran ke Universitas Al-Azhar. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi merinci bahwa ada sejumlah tahapan lanjutan yang harus diikuti peserta. Bagi calon mahasiswa baru yang tidak memiliki ijazah muadalah (disetarakan dengan SLTA Al-Azhar), atau pernah memiliki ijazah muadalah namun berakhir masa berlakunya, atau memiliki ijazah sebelum TA 2020/2021, harus mengikuti: a) Program penyiapan kompetensi (i’dad ta’hili), yaitu kelas persiapan mengikuti uji kompetensi penyetaraan (muadalah) b) Ujian penyetaraan (ikhtibar muadalah), sebagai syarat mendaftar di Universitas Al-Azhar c) Uji kompetensi level bahasa Arab (placement test/tahdid mustawa) d) Matrikulasi bahasa berdasarkan hasil uji kompetensi level bahasa Arab “Bagi calon mahasiswa baru yang memiliki ijazah muadalah yang masih berlaku, dapat langsung mengikuti uji kompetensi level bahasa Arab (placement test/tahdid mustawa) dan matrikulasi bahasa sesuai hasil uji kompetensi level bahasa Arab melalui Markaz Tatwir Taklimil at-Thullab Al- Wafidin wal Ajanib Al-Azhar, untuk selanjutnya akan diberikan rekomendasi studi dari Kementerian Agama Rl guna memperlancar proses pengurusan dokumen pendaftaran ke Universitas Al-Azhar,” paparnya. Tahap berikutnya adalah pemberkasan dan pendaftaran. Calon mahasiswa baru harus menyiapkan semua dokumen yang diperlukan sebagai syarat pendaftaran di Universitas Al- Azhar. “Berdasarkan kesepakatan antara Kementerian Agama RI dan Al-Azhar Al-Syarif untuk TA 2024/2025, pelaksanaan tahapan-tahapan selanjutnya bagi calon mahasiswa baru yang tercantum dalam pengumuman ini, diberikan tanggung jawabnya kepada Markaz Al-Azhar li Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyyah li Ghayr an- Nathiqin Biha/Markaz Al-Azhar Indonesia yang berada di bawah koordinasi Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, dengan supervisi Kementerian Agama RI dan Al-Azhar Al-Syarif,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Kemenag, BWI dan REI Banten Jajaki Sinergi Pemanfaatan Tanah Wakaf

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama menerima kunjungan Real Estate Indonesia (REI) Banten, Kamis (25/7/2024). Kunjungan tersebut bertujuan menjajaki peluang kerja sama pemanfaatan tanah wakaf di Indonesia. Hadir pula Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerjasama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin; Kasubdit Pengamanan Aset Wakaf, Jaja Zarkasi; dan Anggota Divisi Pengembangan dan Transportasi Digital Badan Wakaf Indonesia, Shalahuddin Ahmad. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono menjelaskan, pertemuan membahas peluang REI Banten untuk melakukan investasi di bidang properti di atas tanah wakaf. Ia menekankan, sebelum aset-aset wakaf diolah, Kemenag dan BWI harus memastikan bahwa tanah wakaf sudah jelas nazirnya, serta memiliki sertifikat yang clean and clear???????. “Jangan sampai menjadi masalah di kemudian hari,” tegasnya. Menurut Waryono, Kemenag memiliki data tanah wakaf yang dapat diproduktifkan. Kerja sama ini nantinya melibatkan Kemenag, BWI, nazir, dan REI Banten. “Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan MoU, serta pengawasan dan pembinaan oleh Kemenag dan BWI,” ujarnya. Waryono mengapresiasi niat REI Banten dalam kerja sama pemanfaatan tanah wakaf. “Luas tanah wakaf di Indonesia melebihi negara Singapura. Jika dimanfaatkan dengan baik, maksimal, dan akuntabel, manfaatnya bisa dirasakan oleh umat,” katanya. Perwakilan BWI, Shalahuddin, menambahkan, BWI adalah lembaga independen yang bertugas mengembangkan wakaf di Indonesia. “REI dapat melakukan koordinasi dengan BWI dalam kerja sama pemanfaatan tanah wakaf nantinya,” jelasnya. Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerjasama Zakat dan Wakaf Muhibuddin memaparkan program strategis Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, seperti Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Program Kota Wakaf. “Program-program ini memanfaatkan zakat dan wakaf yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi umat di Indonesia,” ungkapnya. Ketua REI Banten, Roni mengatakan, audiensi itu bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait tanah tanah wakaf yang dapat dikolaborasikan. “Kita memiliki tujuan yang sama. Tanah wakaf, selain untuk pemanfaatan komersil, juga ada tujuan sosial didalamnya. Kami ingin mengetahui secara mendalam terkait potensi kerjasama pemanfaatan tanah wakaf di Indonesia,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Perlunya Pendidikan Sholat Kepada Anak Sejak Dini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam mendidik generasi penerus, menanamkan kebiasaan ibadah sejak dini adalah hal yang sangat penting. Ajaran agama Islam menekankan perlunya membiasakan ibadah kepada anak-anak, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah: “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS Luqman [31]: 17). Ayat ini menekankan pentingnya shalat dan akhlak yang baik sebagai fondasi moral bagi anak-anak. Rasulullah Muhammad SAW juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya membiasakan anak-anak untuk beribadah, terutama dalam menjalankan shalat. Beliau bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika anak tersebut berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang mendidik dan tidak menyakiti) ketika umur mereka sepuluh tahun. Pisahkan tempat tidur mereka” (HR Abu Dawud, no. 495). Hadis ini menggarisbawahi betapa pentingnya memulai pembelajaran shalat sejak dini dan memberikan bimbingan yang konsisten kepada anak-anak. Dengan membiasakan anak-anak untuk beribadah, kita tidak hanya memenuhi kewajiban agama tetapi juga membentuk karakter dan moral yang kuat pada mereka. Ibadah yang dilakukan secara rutin dapat menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan ketekunan. Selain itu, melalui ibadah, anak-anak belajar untuk menghormati waktu, menumbuhkan rasa syukur, dan meningkatkan hubungan spiritual mereka dengan Sang Pencipta. Oleh karena itu, orang tua dan pendidik memiliki peran vital dalam membimbing dan memberikan contoh yang baik dalam beribadah. Dengan mengajarkan dan mencontohkan ibadah yang benar, akan membantu anak-anak untuk tumbuh menjadi individu yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan kehidupan dengan sikap yang positif. Pembiasaan ibadah sejak dini adalah investasi berharga untuk masa depan anak-anak kita dan generasi mendatang. (yan) Baca juga:

Read More

Surat Curhatan Para Tenaga Medis di Gaza Untuk Presiden Amerika

Gaza –1miliarsantri.net : Sejak Oktober tahun 2023 lalu, Gaza berubah, dari kawasan kecil yang padat menjadi reruntuhan bangunan. Ditambah lagi, dari satu sudut ke lainnya pasti ada kesedihan. Ada yang menuangkannya dalam vandalisme bertuliskan nama-nama siapa saja yang pernah tinggal di reruntuhan itu. Lainnya, masih ada yang memaksakan diri tinggal di bawah puing-puing. Hancur sudah bangunan dan infrastruktur yang ada di sana. Banyak sudah mayat bergelimpangan. Manusia di sana tidak diperlakukan secara wajar. Pasukan IDF di sana membabi buta menyerang siapa saja yang mereka curigai tanpa ada kejelasan bukti pelanggaran hukum. Banyak anak-anak menjadi sasaran pemboman militer Israel, pasukan khusus yang kini terkenal sebagai pembunuh anak-anak tak berdosa. Mereka yang masih hidup ada yang mengalami luka hebat. Mereka bertahan, meski orang tua mereka sudah lebih disayang Allah nun jauh di Arasy. Sekitar 45 dokter dan perawat yang menjadi relawan di Gaza telah menulis surat yang ditujukan kepada pemerintahan Biden, yang tiba pada hari Kamis, yang menyatakan bahwa “Israel” telah merenggut nyawa lebih dari 90.000 warga Palestina selama genosida yang sedang berlangsung di Jalur tersebut dan menyoroti kejahatan perang pendudukan dan pelanggaran hukum humaniter internasional. “Presiden Biden dan Wakil Presiden Harris, solusi apa pun untuk masalah ini harus dimulai dengan gencatan senjata segera dan permanen,” kata surat setebal delapan halaman itu, menuntut Amerika Serikat untuk memberlakukan embargo senjata terhadap rezim pendudukan, serta menarik dukungan diplomatik, ekonomi, dan militernya hingga gencatan senjata dilaksanakan. “Jumlah korban tewas akibat konflik ini sudah lebih dari 92.000 orang, atau 4,2 persen dari total populasi Gaza,” tulis para petugas medis, sambil mengklaim jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka yang disebutkan Kementerian Kesehatan Palestina, yang menunjukkan lebih dari 39.000 orang telah tewas . “Dengan hanya beberapa pengecualian yang sangat kecil, semua orang di Gaza sakit, terluka, atau keduanya,” kata para petugas medis, mengacu pada pekerja bantuan nasional, relawan internasional, dan warga sipil. Penembak jitu penjajah Israel sengaja menargetkan warga sipil, kata relawan kesehatan kepada The Guardian, menekankan dalam surat mereka bahwa mayoritas warga Palestina adalah wanita dan anak-anak . “Kami tidak dapat melupakan pemandangan kekejaman tak tertahankan yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak yang kami saksikan sendiri,” imbuh mereka dalam surat tersebut. Pelanggaran hukum internasional oleh “Israel” juga digambarkan dalam surat tersebut, yang memperingatkan bahwa wabah sedang melanda Gaza akibat pemindahan paksa warga sipil yang sakit, kekurangan gizi akibat ulah penjajah Israel, dan kurangnya air bersih serta sanitasi. Para penanda tangan bantuan kesehatan menggambarkan rekan-rekan Palestina mereka sebagai “salah satu orang yang paling trauma di Gaza, dan mungkin di seluruh dunia,” karena komitmen mereka untuk terus bekerja meskipun kehilangan anggota keluarga dan rumah, dan menyoroti bahwa mereka sering bekerja berjam-jam tanpa bayaran sementara kekurangan gizi. “Israel telah menargetkan rekan-rekan kami di Gaza untuk dibunuh, dihilangkan, dan disiksa,” kata mereka. “Tindakan yang tidak bermoral ini sepenuhnya bertentangan dengan hukum Amerika, nilai-nilai Amerika, dan hukum humaniter internasional.” “‘Israel’ telah secara langsung menargetkan dan dengan sengaja menghancurkan seluruh sistem perawatan kesehatan Gaza,” demikian pernyataan surat tersebut, termasuk kisah individu para pekerja perawatan kesehatan yang menceritakan pengalaman mengerikan mereka selama pemboman dan serangan harian “Israel” di wilayah kecil tersebut. Empat puluh lima relawan kesehatan termasuk dokter bedah, dokter ruang gawat darurat, dan perawat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga bantuan lainnya yang baru-baru ini bekerja di rumah sakit di Jalur Gaza. Dokter bedah trauma dan perawatan kritis Feroze Sidhwa mengatakan dia “belum pernah melihat cedera yang begitu mengerikan, dalam skala yang begitu besar, dengan sumber daya yang begitu sedikit.” Praktisi medis yang bekerja di bangsal bersalin menggambarkan kejadian lahir mati dan kematian ibu yang biasa terjadi, yang sebenarnya dapat dicegah dalam keadaan normal. Seorang praktisi perawat anak menceritakan pengalamannya menyaksikan bayi-bayi yang sehat meninggal setiap hari akibat kelaparan yang disebabkan oleh ketidakmampuan ibu mereka untuk menyusui karena kekurangan gizi, dan kurangnya susu formula dan air bersih. “Kami berharap Anda dapat mendengar jeritan dan tangisan yang tidak akan pernah kami lupakan. Kami tidak percaya bahwa ada orang yang akan terus mempersenjatai negara yang dengan sengaja membunuh anak-anak ini setelah melihat apa yang telah kami lihat,” kata surat itu. (zul) Baca juga :

Read More

Dubes RI Tunisia Apresiasi Dukungan Universitas Zaitunah bagi Mahasiswa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Duta Besar Republik Indonesia di Tunis, Tunisia, Zuhairi Misrawi mengapresiasi dukungan Universitas Zaitunah kepada mahasiswa Indonesia yang belajar di negara itu. Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara apresiasi Rektor Universitas Zaitunah atas kelulusan para mahasiswa Indonesia di Fakultas Peradaban Islam, Universitas Zaitunah, Kamis (25/7/2024) lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Zaitunah, Abdul Latif Bouazizi, dan beberapa dosen lainnya. Dalam kesempatan itu, Zuhairi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor Universitas Zaitunah dan para dosen yang telah memberikan perhatian kepada para mahasiswa. “Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor Universitas Zaitunah dan para dosen yang telah memberikan perhatian dan kasih-sayang tidak terbatas kepada para mahasiswa Indonesia,” tukas Zuhairi. Zuhairi mengaku bangga atas prestasi dan kelulusan mahasiswa Indonesia dalam setahun terakhir yang mengalami peningkatan signifikan, baik pada jenjang S1, S2, maupun S3. Hal itu, lanjutnya, dapat dicapai berkat perhatian para dosen Universitas Zaitunah kepada para mahasiswa dengan mendorong peningkatan kemampuan akademis mereka. “Sungguh, para mahasiswa Indonesia sangat beruntung karena mendapatkan bimbingan dan pembelajaran langsung dari para dosen yang mumpuni,” sambungnya. Sementara itu, Rektor Universitas Zaitunah, Abdul Latif Bouazizi, juga menyampaikan apresiasi atas ketekunan dan semangat para mahasiswa Indonesia yang menghasilkan prestasi membanggakan. “Kami melihat langsung bagaimana para mahasiswa Indonesia gigih dan tekun belajar. Dan, hari ini kita bisa melihat langsung hasilnya. Ketekunan dalam belajar ini yang membuat para mahasiswa Indonesia akan menjadi ulama, cendekiawan, dan pemimpin di masa mendatang. Mereka ini akan menjadi duta-duta Zaitunah dan Tunisia saat berkiprah di Indonesia. Sebab itu, kami sangat bangga,” ungkapnya. Di akhir acara, Zuhairi dan Rektor Universitas Zaitunah, serta para dosen memberikan sertifikat kelulusan dan hadiah bingkisan kepada para mahasiswa yang lulus. (wink) Baca juga :

Read More

Nama Belakang Istri Tidak Diperbolehkan Mencantumkan Nama Suami

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tradisi masyarakat Arab selalu memberi nama anak-anaknya dengan satu suku kata saja. Misalkan, Muhammad, Ibrahim, Fatimah, Aisyah, dan sebagainya. Jika ada nama yang murakkab (dua kata) atau lebih, kata kedua adalah nama orang tuanya. Sedangkan, kata yang ketiga adalah nama kakeknya. Misalkan, Muhammad Husein Ya’qub. Berarti namanya adalah Muhammad, sedangkan Hasan adalah nama bapaknya dan Ya’qub adalah kakeknya. Tradisi seperti ini menjadi rancu jika dibawakan pada pola penamaan di Indonesia. Biasanya, nama-nama orang Indonesia terdiri dari dua, tiga, bahkan empat suku kata. Misalkan, Syahrul Gunawan, Oki Setiana Dewi, dan sebagainya. Syahrul Gunawan adalah satu orang. Gunawan bukanlah nama bapak dari si pemilik nama. Tradisi penamaan bangsa Arab tak hanya sebatas nama, tapi juga erat sekali kaitannya dengan nasab. Dalam nama orang Arab, nama ayah dan kakek langsung melekat pada nama anak. Tradisi ini berdasar dari syariat Islam yang sangat serius memperhatikan persoalan nasab. Termasuk dalam dosa besar jika mengklaim seseorang yang bukan dari garis keturunannya diakui sebagai nasabnya. Alasan ini juga yang menjadikan Islam membenci perzinaan karena akan mengaburkan nasab. Sebagaimana hadis Nabi SAW menyebutkan, “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbahkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah SWT, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib ataupun yang sunah.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Jadi, tidak boleh tidak, kata kedua dalam nama orang Arab harus nama ayahnya. Mencantumkan nama selain nama ayah pada kata kedua dari nama tersebut dianggap tabu. Mereka menyimpulkan, berarti si pemilik nama tidak jelas nasabnya atau tak tahu siapa ayahnya. Kesimpulan ini juga bermuara pada ketegasan syariat dalam urusan nasab. Masuknya budaya Barat soal penamaan yang banyak diadopsi masyarakat Tanah Air menampik tradisi Arab yang bersumber dari syariat ini. Di Barat, nama belakang istri diambil dari nama suami, seperti Michelle Obama, Hillary Clinton, dan sebagainya. Inilah yang ditiru masyarakat Indoensia. Jelas model penamaan gaya Barat menjadi sangat tabu bagi tradisi Arab. Apalagi jika dikaitkan dengan urusan nasab. Bagaimanakah syariat menyelesaikan hal ini? Ulama-ulama Timur Tengah dan mayoritas ulama kontemporer lainnya jelas mengharamkan model penamaan ala Barat tersebut. Seorang istri tetap harus memakai nama belakang ayahnya, bukan nama suaminya. Mereka berdalil dengan ayat Alquran, “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka…” (QS al-Ahzab [33]: 5). Dalam asbabun nuzul dari ayat tersebut karena Nabi SAW memungut seorang anak angkat. Karena sayangnya Beliau SAW kepada Zaid, sang anak angkat, sampai-sampai Zaid dipanggil Zaid Muhammad atau Zaid bin Muhammad. Maka turunlah ayat ini yang melarang penyebutan nama demikian. Akhirnya Zaid dipanggil dengan Zaid bin Haritsah karena bapak kandungnya bernama Haritsah. Ayat ini menegaskan urusan penamaan seseorang tidaklah main-main dalam Islam. Jika anak angkat saja dilarang memakaikan nama ayah angkatnya sebagai nama belakangnya, apalagi seorang istri yang memakai nama belakang dari nama suaminya. Jelas hal ini diharamkan secara mutlak. Markaz al-Fatwa Arab Saudi dalam keluaran fatwanya Nomor 17398 menyebutkan, mencantumkan nama belakang istri dengan nama suaminya tidak diperbolehkan. Demikian juga nama-nama orang lain selain dari ayah kandungnya sendiri. Jika anak tersebut lahir di luar nikah (hasil perzinaan), cukup dipakaikan nama belakang dari nama ibunya. Tradisi penamaan orang Arab sebenarnya bersumber dari Alquran sendiri. Firman Allah SWT, “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Itulah yang lebih adil pada sisi Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.” (QS al-Ahzab [33]: 5). Tradisi ini telah ada, tumbuh, dan berkembang bersama bangsa Arab bahkan sebelum adanya ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW. Bangsa Arab sangat bangga jika mereka hafal ranji atau silsilah nasab mereka. Artinya, mereka adalah keturunan yang terpelihara. Dalam Alquran, Allah SWT juga menyebut nama-nama dengan mengikutsertakan nama belakang dari bapaknya. Misalnya dalam ayat, “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya,” (QS al-Ahzab [33]: 12). Demikian juga Nabi Isa AS yang lahir tanpa ayah. Ia juga disebut kaumnya dengan nama belakang ibunya, sebagaimana dalam ayat Alquran, “Dan karena ucapan mereka, sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa bin Maryam, Rasulullah.” (QS an-Nisa [4]: 156). Para istri yang suaminya adalah orang terpandang juga ingin ikut terkenal. Caranya dengan mencantumkan nama suami di belakang namanya. Namun, hal seperti ini ternyata tak diakomodasi dalam syariat Islam. Berbeda dengan anak, yang memang seyogianya memakai nama sang ayah di belakang namanya. Para istri Rasulullah SAW tak pernah memakai nama Muhammad di belakang nama mereka, walau agung dan tingginya kedudukan sang suami. Mereka tetap dipanggil Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Zainab binti Jahsy, dan seterusnya. Jika terpaksa menyebut nama suami, sebutlah si Fulanah istrinya si Fulan. Sebagaimana dicontohkan dalam ayat Alquran, “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir.” (QS at-Tahrim [66]: 10). Sekalipun khalayak mengetahui secara pasti, nama belakang si istri adalah suaminya, hal ini tetap tidaklah diperbolehkan. Misalkan, penyebutan nama istri presiden yang diikuti dengan nama suaminya sebagai seorang presiden. Tetap saja hal ini keliru dalam pandangan syariat. Pandangan inilah yang sudah mentradisi di kalangan Arab dari dahulu hingga saat ini. Dikhawatirkan pula, ada semacam penyelewengan nasab hanya gara-gara abai soal penyebutan nama. Hal ini punya konsekuensi serius dalam syariat. Sebagaimana hadis Nabi SAW menegaskan, “Siapa yang bernasab kepada selain ayahnya dan ia mengetahui bahwa ia bukan ayahnya, maka surga haram baginya.” (HR Bukhari). (Iin) Baca juga :

Read More

Gunung-gunung Juga Banyak ditemukan di Jazirah Arab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gunung-gunung di Indonesia umumnya berwarna hijau karena ditutupi rimbunnya pepohonan. Selain itu, gunung-gunung di Indonesia banyak yang aktif bahkan pernah meletus. Sedangkan di jazirah Arab, umumnya gunung terlihat tandus dan tidak ditutupi rimbunnya pepohonan. Apakah gunung-gunung di jazirah Arab aktif dan pernah meletus? Di seluruh wilayah barat Jazirah Arab dari Al-Nafud (gurun di Arab Saudi) di utara hingga ujung selatan Yaman, terdapat rangkaian gunung berapi. Keberadaannya adalah akibat runtuhnya Dataran Tinggi Afrika-Arab yang mengakibatkan munculnya Laut Merah sekitar 30 juta tahun yang lalu. Sebagian besar gunung berapi ini sekarang tidak aktif, namun beberapa di antaranya, terutama di Yaman selatan, masih hidup dan mungkin meletus jika kondisi geologisnya menyebabkan hal tersebut. Wilayah Kerajaan Arab Saudi sendiri terletak di atas 2.000 gunung berapi yang tidak aktif selama ribuan tahun. Ketika gunung berapi ini aktif, dengan ledakan dan lava yang tersebar, terbentuklah 13 gunung berapi yang dihasilkan oleh aliran vulkanik yang besar dan terjadi di masa lampau. Persentase terbesar dari anakan dan kawah gunung berapi tersebut terdapat di wilayah Madinah. Menurut situs Survei Geologi, dalam 6.000 tahun terakhir telah terjadi 11 letusan gunung berapi di Harrat Rahat, Arab Saudi. Letusan terakhir adalah letusan gunung berapi terkenal yang terjadi pada tahun 654 H, yang berlangsung selama lebih dari 52 hari. Salah satu gunung berapi yang terkenal di Kerajaan Arab Saudi adalah Jabal al-Qadr, yang terletak di jantung Harrat Khaybar. Jabal Al Qadr merupakan gunung vulkanik yang sudah punah dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan bumi. Kawah gunung ini sangat dalam dan terdapat rongga-rongga besar. Dari kawah Gunung Al-Qadr, ada lava beku yang memanjang lebih dari 50 Km dalam pemandangan geologi yang langka. Di area yang sama terdapat kawah gunung berapi Jabal al-Abyad, dengan warna aneh dan formasi beragam, yang dapat dianggap sebagai salah satu landmark geologi langka di dunia. Dekat Taif, di tengah Harrat Kashab yang terkenal, terdapat kawah Gunung Berapi Al-Waaba atau yang disebut Tambang Tamiya. Ini adalah salah satu kawah gunung berapi terdalam di Kerajaan Arab Saudi, dengan kedalaman mencapai 240 meter dan diameter lebih dari 2.500 meter. Adapun gunung berapi di Yaman yang jumlahnya 11, lima di antaranya meletus dalam kurun waktu 1500 tahun terakhir. Pertama adalah Harrat Arhab yang meletus pada 500 M. Kedua, Bir Barhout yang meletus pada 905 M. Ketiga, Harrat Al-Sawad yang meletus 1253 M. Keempat, Harrat Dhamar yang meletus 1937 M. Adapun yang terakhir adalah gunung berapi Jabal Al-Tair yang meletus pada tahun 2007. Secara global, terdapat daftar gunung berapi yang menyebabkan kerusakan terbesar sepanjang sejarah modern. (jeha) Baca juga :

Read More

Contohlah Kesederhanaan Hidup Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Siapa yang tak ingin berharta banyak? Hampir Kebanyakan orang pasti menginginkan mempunyai harta berlimpah yang akan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai untuk memenuhi kebutuhan harian, hedon, foya-foya dan lainnya. Muncul sebuah pertanyaan terkait dengan harta dan Rasulullah SAW sebagai manusia terbaik di dunia dan teladan manusia. Orang sebaik dan semulia beliaumenginginkan berapa banyak harta? Terkait dengan hal ini, Hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan Ibnu Majah menjelaskan hal tersebut. قَالَ مَا أُحِبُّ أَنَّ أُحُدًا عِنْدِي ذَهَبًا فَتَأْتِي عَلَيَّ ثَالِثَةٌ وَعِنْدِي مِنْهُ شَيْءٌ إِلَّا شَيْءٌ أَرْصُدُهُ فِي قَضَااءِ دَيْنٍ Sungguh, aku tidak menginginkan sekiranya emas sebesar gunung Uhud menjadi milikku, kemudian datang lagi yang ketiga, sedangkan aku memiliki sesuatu darinya, kecuali sesuatu yang memang aku persiapkan untuk sekedar membayar utang. Nabi yang mulia, kekasih Allah, ternyata tidak hidup bergelimang harta. Dia tidur di atas alas biasa sehingga menyebabkan badannya sakit. Rumahnya sangat sederhana, hanya terdiri dari beberapa ruangan sederhana. Pakaiannya juga demikian, sama seperti yang dikenakan orang-orang awam. Jadi, Nabi Muhammad bukanlah sosok orang yang berharta banyak. Apakah dia bisa memiliki banyak harta? Sangat bisa, tapi Rasulullah SAW lebih memilih kesederhanaan, apa adanya. Karena kesederhanaan membuat hati tenang, enak berdzikir, tidak dipusingkan dengan keduniaan, menguatkan empati kepada orang lain, dan pastinya, menjadi wasilah menuju keridhaan Allah. (yan) Baca juga :

Read More