Surat Curhatan Para Tenaga Medis di Gaza Untuk Presiden Amerika
Gaza –1miliarsantri.net : Sejak Oktober tahun 2023 lalu, Gaza berubah, dari kawasan kecil yang padat menjadi reruntuhan bangunan. Ditambah lagi, dari satu sudut ke lainnya pasti ada kesedihan. Ada yang menuangkannya dalam vandalisme bertuliskan nama-nama siapa saja yang pernah tinggal di reruntuhan itu. Lainnya, masih ada yang memaksakan diri tinggal di bawah puing-puing.
Hancur sudah bangunan dan infrastruktur yang ada di sana. Banyak sudah mayat bergelimpangan. Manusia di sana tidak diperlakukan secara wajar. Pasukan IDF di sana membabi buta menyerang siapa saja yang mereka curigai tanpa ada kejelasan bukti pelanggaran hukum.
Banyak anak-anak menjadi sasaran pemboman militer Israel, pasukan khusus yang kini terkenal sebagai pembunuh anak-anak tak berdosa. Mereka yang masih hidup ada yang mengalami luka hebat. Mereka bertahan, meski orang tua mereka sudah lebih disayang Allah nun jauh di Arasy.
Sekitar 45 dokter dan perawat yang menjadi relawan di Gaza telah menulis surat yang ditujukan kepada pemerintahan Biden, yang tiba pada hari Kamis, yang menyatakan bahwa “Israel” telah merenggut nyawa lebih dari 90.000 warga Palestina selama genosida yang sedang berlangsung di Jalur tersebut dan menyoroti kejahatan perang pendudukan dan pelanggaran hukum humaniter internasional.
“Presiden Biden dan Wakil Presiden Harris, solusi apa pun untuk masalah ini harus dimulai dengan gencatan senjata segera dan permanen,” kata surat setebal delapan halaman itu, menuntut Amerika Serikat untuk memberlakukan embargo senjata terhadap rezim pendudukan, serta menarik dukungan diplomatik, ekonomi, dan militernya hingga gencatan senjata dilaksanakan.
“Jumlah korban tewas akibat konflik ini sudah lebih dari 92.000 orang, atau 4,2 persen dari total populasi Gaza,” tulis para petugas medis, sambil mengklaim jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka yang disebutkan Kementerian Kesehatan Palestina, yang menunjukkan lebih dari 39.000 orang telah tewas .
“Dengan hanya beberapa pengecualian yang sangat kecil, semua orang di Gaza sakit, terluka, atau keduanya,” kata para petugas medis, mengacu pada pekerja bantuan nasional, relawan internasional, dan warga sipil.
Penembak jitu penjajah Israel sengaja menargetkan warga sipil, kata relawan kesehatan kepada The Guardian, menekankan dalam surat mereka bahwa mayoritas warga Palestina adalah wanita dan anak-anak .
“Kami tidak dapat melupakan pemandangan kekejaman tak tertahankan yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak yang kami saksikan sendiri,” imbuh mereka dalam surat tersebut.
Pelanggaran hukum internasional oleh “Israel” juga digambarkan dalam surat tersebut, yang memperingatkan bahwa wabah sedang melanda Gaza akibat pemindahan paksa warga sipil yang sakit, kekurangan gizi akibat ulah penjajah Israel, dan kurangnya air bersih serta sanitasi.
Para penanda tangan bantuan kesehatan menggambarkan rekan-rekan Palestina mereka sebagai “salah satu orang yang paling trauma di Gaza, dan mungkin di seluruh dunia,” karena komitmen mereka untuk terus bekerja meskipun kehilangan anggota keluarga dan rumah, dan menyoroti bahwa mereka sering bekerja berjam-jam tanpa bayaran sementara kekurangan gizi.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


